Never know / part 3

Pairing          : KyuMin

Genre            : Horror

Length           : Chaptered

Warning         : Boys Love, Yaoi, M-preg

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to their self

Summary        : Kau tidak pernah tahu apa yang ada dibalik senyum innocent itu. Mungkin, memang sebaiknya kau tidak pernah tahu………

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Part 3

 

Hari yang lain kembali datang. Ini masih hari yang lain. Masih musim yang mulai berganti dan deru kendaraan diluar. Warna-warni musim gugur kini telah digantikan oleh putihnya salju. Keindahan yang dingin. Detak waktu membawa malam yang semakin larut. Dalam kamarnya yang remang, Hyebin tersentak bangun dari tidurnya. Ia menoleh memandang ke arah pintu kamarnya yang tertutup rapat. Sedikit merengut, seolah ia tidak menyukai sesuatu yang sedang terjadi di lantai bawah.

 

~+~+~+~

 

Sementara itu di dapur. Sungmin baru saja selesai mencuci piring saat tiba-tiba sepasang tangan memeluknya dengan hangat dari belakang. Tanpa perlu menoleh, Sungmin sudah tahu siapa yang saat ini sedang mengecup lehernya dengan lembut.

 

“Kau begitu sibuk dengan Hyebin, hingga melupakanku” kata Kyuhyun di telinga Sungmin.

 

Sungmin tersenyum dan membalik tubuhnya menghadap Kyuhyun. Ia memandang wajah tampan itu dan menelusurinya dengan menggunakan jemarinya. “Ada apa dengan nada suaramu itu? Apa kau sedang cemburu pada Hyebin?” katanya pura-pura mengernyit.

 

Kyuhyun mengecup bibir plump ‘istrinya’ itu sesaat dan berkata,

“Ya, aku cemburu sayang. Kau menghabiskan waktumu lebih banyak dengannya dan melupakan aku. Aku merindukanmu”

 

Sungmin hanya terkekeh kecil dan memutar bola matanya yang cemerlang dengan jenaka. Kyuhyun mengangkat tubuh Sungmin dan mendudukkannya diatas meja dapur. Ia kembali mengecup bibir plump yang menggoda itu dan menjelajahi leher putih itu dengan bibirnya. Sungmin meletakkan kedua tangannya di leher Kyuhyun dan menggigit bibirnya. Ia mendesah pelan.

 

I want you baby~” Kyuhyun berbisik di telinga Sungmin dan kemudian menghisap pelan telinga itu hingga membuat Sungmin kembali mendesah pelan.

 

Sungmin memandang ‘suaminya’ dengan ragu sesaat.

“Bagaimana dengan Hyebin?” katanya, takut Hyebin akan melihat ‘kegiatan malam’ mereka.

 

Kyuhyun tersenyum. Lebih tepatnya menyeringai kecil. Ia mengusap dengan lembut wajah manis itu dan berkata, “Dia sudah tidur. Aku sudah memeriksanya tadi. Jadi, pelankan suaramu jika tidak ingin membuatnya terbangun.”

 

Sungmin hanya tersenyum. Ia memeluk leher Kyuhyun dan membiarkan pria tampan itu menggodanya. Bibir mereka bertemu, saling memagut. Lembut dan liar. Sungmin mendesah pelan saat Kyuhyun kembali menghujani lehernya dengan ciumannya yang menggoda. Ia berusaha keras menahan desah nikmat saat tangan Kyuhyun mulai beraksi dibalik kaosnya, sementara tangan lainnya bermain dibalik celana pendek yang Sungmin kenakan. Smart hand, huh?

 

Percumbuan kian memanas. Namun saat Kyuhyun sedang berusaha melepaskan kaos Sungmin, tiba-tiba pemuda manis itu menghentikan aksinya. Kyuhyun merengut, nampak kesal karena aksinya terhenti. Sungmin sedikit mendorong tubuh Kyuhyun dan meloncat turun dari atas meja dapur.

 

“Hyebin……” kata Sungmin pelan seraya merapikan pakaiannya dengan sedikit salah tingkah.

 

Kyuhyun menoleh dan betapa terkejutnya dia melihat gadis kecil itu sudah berdiri di seberang dapur. Memeluk boneka beruang kesayangannya dan memperhatikan mereka dengan tenang. Sejak kapan gadis kecil itu berdiri di sana? Bukankah seharusnya dia sudah tidur? Meski Kyuhyun sibuk mencumbu dan menelajangi Sungmin, indera pendengarannya selalu terjaga. Tapi Kyuhyun sama sekali tidak mendengar maupun merasakan kehadiran Hyebin. Jadi, sejak kapan Hyebin berdiri di sana dan memperhatikan mereka?

 

“Eomma, aku tidak bisa tidur~” kata Hyebin.

 

Sungmin segera mendekati Hyebin dan menyentuh wajah gadis kecil itu dengan lembut.

“Ada apa sayang?” tanyanya.

“Aku bermimpi buruk. Aku takut,” Hyebin menggandeng tangan Sungmin. “Temani aku tidur, eomma.”

 

Sungmin memandang sesaat Kyuhyun yang terdiam. Kemudian ia kembali memandang Hyebin dan tersenyum. “Ah…ya, tentu.” Katanya.

 

Dan kemudian Sungmin membawa Hyebin menuju kamarnya di lantai dua. Seraya mengikuti langkah Sungmin, Hyebin menoleh sesaat. Ia memandang Kyuhyun yang menyandarkan tubuhnya pada meja dapur, sedikit mengacak-acak rambutnya dan mendengus. Nampaknya pria tampan itu sedikit kesal.

 

Di kamar Hyebin. Sungmin menyelimuti tubuh Hyebin dan kemudian membaringkan tubuhnya disamping gadis kecil itu.  “Sekarang tidurlah. Kau tidak perlu takut lagi, eomma ada disini.” katanya seraya membelai kepala Hyebin dengan lembut.

 

Hyebin merangkul tubuh Sungmin dan mulai memejamkan matanya. Seulas senyum tersungging kecil di sudut bibirnya. Seulas senyum senang.

 

~+~+~+~

Hari itu Sungmin datang mengunjungi ‘suaminya’ di kantornya yang nyaman. Saat Sungmin membuka pintu ruangan Kyuhyun, pria itu nampak sibuk dibalik meja kerjanya. Wajah tampannya nampak sangat serius. Kyuhyun menurunkan proposal yang sedang dibacanya dari wajahnya dan tersenyum melihat kedatangan Sungmin.

 

“Hai sayang” sapa Sungmin seraya menyampirkan jaket tebalnya di kursi dan beranjak mendekati Kyuhyun.

 

Kyuhyun memutar kursinya menghadap Sungmin. Ia menarik pemuda manis itu dalam pangkuannya dan memeluknya. “Apa yang kau lakukan di kantorku sayang?” tanyanya.

 

“Hanya ingin melihat apakah ‘suamiku’ bekerja dengan baik atau tidak” jawab Sungmin seraya menyentuh wajah Kyuhyun.

 

Kyuhyun mendengus pelan. “Lalu bagaimana? Apakah dia bekerja dengan baik atau tidak?”

 

“Sepertinya dia bekerja dengan baik. Dia kelihatan sibuk”

 

Kyuhyun terkekeh kecil. Ia menarik wajah manis Sungmin mendekat dan mengecup bibir plump itu. Perlahan ciuman itu berubah menjadi pagutan liar. Sungmin segera menghentikan ciuman mereka sebelum Kyuhyun tidak bisa menahan dirinya lebih jauh lagi. Oh, ia sangat tahu bahwa ‘suaminya’ itu tidak pernah tahan terhadap dirinya.

 

“Sebenarnya Kyuhyunie, aku akan menjemput Hyebin di sekolahnya dan mengajaknya pergi mengunjungi bibi Cha. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya” kata Sungmin.

 

“Apa kau juga bermaksud memamerkan Hyebin pada bibi Cha?” tanya Kyuhyun.

 

“Kyuhyunie, bukan memamerkan tapi memperkenalkan” jawab Sungmin memajukan bibirnya dengan imut, dan memainkan kerah kemeja Kyuhyun.

 

Kyuhyun terkekeh kecil dan mengecup wajah manis Sungmin sesaat.

“Baiklah. Aku akan menjemput kalian usai pulang kantor nanti. Hari ini aku akan pulang lebih cepat”

 

Sungmin berhenti memainkan kerah kemeja Kyuhyun dan tersenyum. Kyuhyun merangkul pinggang Sungmin dengan lembut dan membiarkan pemuda manis itu beralih memainkan dasinya.

“Sayang”

“Hn?”

 

“Semenjak ada Hyebin kau tidak pernah lagi bicara tentang kehamilan”

“Kau masih percaya bahwa aku masih bisa hamil lagi Kyu?”

 

Ada nada ragu dan tidak percaya dalam suara Sungmin. Kyuhyun menghentikan tangan Sungmin yang terus memainkan dasinya. Ia menggenggam tangan itu dengan hangat dan memandangnya lekat-lekat. “Ya, aku masih percaya itu. Aku masih percaya kau akan hamil lagi. Dan aku masih percaya, bahwa aku mampu membuatmu hamil lagi” katanya.

 

Sungmin hanya mengerjap memandang Kyuhyun. Ia melepas genggaman tangan Kyuhyun dan beranjak turun dari atas pangkuannya. Sungmin berjalan ke jendela dan memandang keluar. “Entahlah Kyu” katanya.

 

Kyuhyun beranjak berdiri dari kursinya dan mendekati Sungmin. Ia memeluk pemuda manis itu dari belakang dan mengecup lembut bahu Sungmin. “Bukankah kau sendiri pernah bilang, kau ingin memiliki anak. Anak kita. Kau dan aku” kata Kyuhyun lembut di telinga Sungmin.

 

Sungmin mendesah dan berkata, “Tapi Kyu, pria yang bisa hamil kembali itu sangat langka. Jarang terjadi. Rasanya, sangat sulit”

 

“Kita bisa terus mencobanya sayang“ Kyuhyun mencoba menyakinkan.

 

Sungmin melepas pelukan Kyuhyun dan berbalik menghadapnya. Mata foxy itu kini nampak sedih.

“Kita sudah mencobanya. Tapi kau lihat Kyu? 3 tahun, dan aku masih belum juga hamil. Mungkin Tuhan benar-benar sedang menghukumku”

 

Kyuhyun menangkupkan kedua tangannya di wajah Sungmin. Ia memandang pemuda manis itu dengan lembut dan berkata, “Tuhan tidak sedang menghukummu sayang. Dia hanya ingin kau bersabar”

 

Sungmin hanya diam memandang Kyuhyun.

“Beritahu aku sayang, apakah kau sudah menyerah? Apa kau tidak percaya lagi padaku?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin masih diam. Kyuhyun mendesah pelan. Seraya melepaskan tangannya dari wajah ‘istrinya’ ia berkata, “Baiklah. Jika kau memang sudah menyerah dan tidak lagi percaya padaku, kita hentikan saja. Kita tidak perlu bercinta terus, dan kau bisa mengurus Hyebin dengan tenang.”

 

Sungmin masih tetap diam. Ia menggigit bibirnya dengan bimbang. Keraguan itu masih terus membayanginya, bahwa dirinya tidak akan bisa hamil lagi. Tetapi keinginan itu juga masih ada, meski terasa kian samar. Sungmin menarik nafasnya sesaat, seolah sedang menarik asupan oksigen di sekitarnya. Kemudian ia berkata,

 

“Kita coba sekali lagi Kyu…”

 

Kyuhyun tersenyum.

“Jam berapa kau akan menjemput Hyebin?”

“Jam dua”

 

Kyuhyun memandang jam tangannya sesaat dan kembali tersenyum.

“Ini masih jam 11. Kurasa kita punya cukup banyak waktu”

 

Sungmin memperhatikan Kyuhyun yang beranjak mengunci pintu ruangannya dan kemudian kembali ke mejanya. Pria tampan itu mengangkat teleponnya dan menekan satu tombol untuk berbicara pada sekertarisnya diluar.

“Nona Kim, tolong jangan biarkan siapapun masuk ke dalam ruanganku. Saat ini aku sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu. Benar-benar sibuk.”

 

Sungmin hanya terkekeh kecil mendengarnya. Kyuhyun menutup teleponnya dan beranjak duduk di kursinya. Ia menyandarkan tubuhnya pada kursi dan memutar kursi tersebut menghadap Sungmin. Ia tersenyum, mungkin lebih tepatnya menyeringai kecil.

 

“Yeah, aku bisa melihatnya. Kau akan benar-benar sibuk tuan presdir” ejek Sungmin.

“Bukankah kau sendiri yang bilang ingin mencobanya lagi?” tukas Kyuhyun seraya tersenyum.

“Tidak bisakah kau menunggu hingga kita di rumah nanti tuan presdir?” Sungmin masih meledek ‘suaminya’.

 

Kyuhyun menyilangkan kakinya dan satu tangannya yang bertumpu pada pegangan kursi menopang wajah tampannya. “Entahlah. Karena waktu itu Hyebin datang mengganggu dan kau terlalu sibuk bersama Hyebin……kurasa aku tidak bisa menunggu lagi.” Katanya.

 

Sungmin hanya terkekeh kecil. Sejenak Kyuhyun terdiam saat ia teringat dengan malam saat Hyebin datang mengganggu ‘kegiatan malamnya’ bersama Sungmin. Ia mengernyit saat menyadari bahwa itu bukan pertama kalinya Hyebin muncul saat Kyuhyun sedang asyik mencumbu ‘istrinya’ yang sexy itu. Setiap kali Kyuhyun akan melakukan sex dengan Sungmin, gadis kecil itu tiba-tiba saja muncul dengan berbagai alasan. Memeluk bonekanya dan memandang dengan tenang. Terlalu tenang.

 

Bagaimana Hyebin selalu tiba-tiba muncul? Padahal Kyuhyun sudah memastikan gadis kecil itu sudah tidur ataupun sedang berada diluar saat ia hendak melakukan sex dengan Sungmin. Bagaimana Hyebin bisa tiba-tiba muncul tanpa Kyuhyun menyadari kehadirannya? Ataupun langkah kakinya?

 

Seolah gadis kecil itu tidak mau jika ia melakukan sex dengan Sungmin. Kenapa?

 

“Ada apa Kyuhyunie?” tanya Sungmin membuyarkan pikiran Kyuhyun.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

“Lepaskan bajumu” perintahnya.

 

Sungmin mengedarkan pandangannya sesaat ke seluruh ruangan, memastikan tidak ada siapapun selain mereka. Dan dengan segera mulai membuka pakaiannya dengan tenang. Pertama sweater-nya, kemudian polo shirt-nya, kemudian celana jeans-nya. Kyuhyun memperhatikan tubuh Sungmin, yang menurutnya adalah tubuh terindah yang selalu ia sukai. Terakhir, Sungmin membuka celana dalamnya. Dan dia berdiri di situ, mempersembahkan ketelanjangannya pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengerjap memperhatikan tubuh indah itu. Lalu ia tersenyum dan berkata,

“Kau memang selalu yang terindah Sungminie. Hanya kau.”

 

Sungmin hanya tersenyum malu. Kemudian ia beranjak mendekati Kyuhyun. Ia duduk diatas pangkuan Kyuhyun dan membelai wajah tampan itu dengan lembut. Kyuhyun tersenyum. Ia memegang pinggang Sungmin dan membiarkan pemuda manis itu menciumnya dengan lembut. Kyuhyun pun membalas ciuman itu. Perlahan pagutan yang lembut itu berubah menjadi liar dan kian panas.

 

Kyuhyun mulai merasa tidak tahan lagi. Ia menyingkirkan semua barang yang ada diatas meja kerjanya, membiarkan semua kertas-kertas dan proposal itu tergeletak begitu saja di karpet dan kemudian membaringkan tubuh Sungmin diatas meja kerjanya. Kyuhyun memperhatikan tubuh indah di depannya itu sesaat.

 

“Cepatlah Kyu. Aku harus menjemput Hyebin jam 2 nanti.” Kata Sungmin di sela deru nafasnya.

 

Kyuhyun hanya tersenyum. Ia melepaskan celananya yang mulai terasa sesak. Ia mendekati Sungmin dan kembali memagut bibir plump yang selalu nampak menggoda itu. Percintaan yang sempat terlupakan itu akhirnya kembali terjadi. Masih dengan harapan yang sama, kehamilan bagi Sungmin.

 

~+~+~+~

 

“Eomma~”

 

Sungmin menoleh dan tersenyum mendapati putri kecilnya sedang berlari ke arahnya. Ia berjongkok dan memeluk Hyebin setelah gadis kecil itu berhenti di depannya. Hyebin memberikan selembar kertas gambar pada Sungmin.

“Aku menggambarnya untuk eomma” kata Hyebin seraya tersenyum.

 

“Benarkah?” kata Sungmin dan memperhatikan hasil karya Hyebin ditangannya. Gambar seekor kupu-kupu yang sangat indah, nampak nyata.

 

Sungmin tersenyum dan membelai kepala Hyebin dengan lembut.

“Terima kasih sayang. Ini gambar yang bagus. Kupu-kupu yang cantik. Kau menggambarnya sendiri?” katanya.

 

Hyebin menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. Sungmin berdiri dan menyimpan gambar Hyebin di dalam tasnya. “Ayo kita pergi. Udara semakin dingin.” Kata Sungmin seraya menggandeng tangan Hyebin.

 

Kemudian mereka segera beranjak pergi. Dengan menggunakan kereta ekspress mereka pergi menuju Gyeongju. Mobil taksi itu melaju tenang di jalanan pegunungan. Setelah beberapa lama perjalanan mobil taksi itu berhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar. Terbuat dari kayu dan bergaya modern-minimalis. Rumah yang indah di tengah hamparan salju yang putih.

 

Mobil taksi itu segela melaju pergi setelah Sungmin membayar ongkos taksinya. Seorang wanita paruh baya menyambut kedatangan Sungmin dengan ramah. Ia memeluk Sungmin dengan senang dan berkata,

“Aku sangat senang melihatmu lagi Sungminie”

 

Sungmin balas memeluk dan tersenyum.

“Apa kabarmu bibi Cha?” katanya.

 

Wanita yang dipanggil bibi Cha itu melepaskan pelukannya dan menepuk pelan bahu Sungmin.

“Seperti yang kau lihat. Aku sehat dan masih tetap kuat untuk berburu” katanya dengan bangga.

 

Sungmin terkekeh.

“Jadi bibi masih pergi berburu?”

“Ya, kadang-kadang”

 

Bibi Cha terdiam sesaat dan menyadari kehadiran Hyebin yang berdiri disamping Sungmin. Diam sambil memeluk boneka beruangnya. Bibi Cha memperhatikan gadis kecil itu sesaat dan memandang Sungmin.

“Inikah gadis kecil yang kau dan Kyuhyun adopsi itu, yang pernah kau ceritakan padaku itu?” tanyanya.

 

Sungmin tersenyum dan menyentuh kepala Hyebin.

“Ya, ini Hyebin. Putri kami,” jawabnya. “Hyebin, beri salam pada bibi Cha.”

 

Hyebin membungkukkan kepalanya dengan sopan pada bibi Cha.

“Apa kabar? Aku Hyebin.” katanya seraya memeluk bonekanya dengan satu tangannya.

 

Bibi Cha tersenyum dan membelai kepala Hyebin.

“Dia gadis kecil yang cantik.” katanya.

 

Bibi Cha mengajak kedua tamunya masuk ke dalam rumahnya yang hangat. Sungmin dan Hyebin melepas jaket tebal mereka, meletakkannya pada tiang yang disediakan untuk meletakkan jaket dan kemudian mengikuti bibi Cha ke dapur. Di dapur  bibi Cha mulai sibuk membuat cokelat panas untuk kedua tamunya. Hyebin duduk dengan tenang di kursi, sementara Sungmin membuka pintu belakang dapur dan berdiri diambang pintu. Hamparan salju membuat pegunungan ini menjadi terlihat putih. Di belakang rumah ini terdapat danau yang membeku dan pepohonan yang berbaris di pinggir hutan. Terlihat kelam.

 

“Rumah ini kelihatan sepi. Di mana yang lain?” tanya Sungmin menoleh pada bibi Cha yang sedang menuangkan cokelat panas pada cangkir-cangkir.

 

Bibi Cha memberikan cangkir-cangkir berisi cokelat panas itu pada Hyebin dan Sungmin. Ia bersandar pada meja dapur dan menjawab, “Suamiku sedang pergi ke Busan. Dongwoo masih sekolah di luar negeri dan baru akan pulang saat liburan nanti. Dan Dongchan……entalah. Mungkin anak nakal itu sedang main diluar. Anak itu tidak pernah betah berada di rumah.”

 

Sungmin hanya terkekeh kecil dan menyesap cokelat panasnya perlahan. Hyebin beranjak turun dari kursi dan mendekati Sungmin. Sungmin menoleh saat gadis kecil itu menarik ujung pakaiannya. “Eomma, aku boleh bermain diluar?” tanya Hyebin.

 

“Baiklah. Tapi jangan bermain terlalu jauh” jawab Sungmin.

“Jangan bermain di danau. Lapisan es-nya mudah pecah” sahut bibi Cha.

“Dengar itu Hyebin. Jangan dekati danau!” Ingat Sungmin.

 

Hyebin menganggukkan kepalanya dan beranjak pergi ke belakang rumah. Dari jendela Sungmin memperhatikan sesaat Hyebin yang bermain salju sendirian di dekat rumah. Kemudian seraya menikmati cokelat panas Sungmin mulai asyik mengobrol dengan bibi Cha. Tanpa menyadari Hyebin beranjak memasuki hutan.

 

~+~+~+~

 

Hutan itu nampak sunyi, dingin dan berselimut salju. Ketenangan yang terasa aneh. Hyebin berjalan tenang seraya memandang ke atas. Beberapa ekor burung nampak asyik terbang diantara pepohonan. Terdengar langkah-langkah lain dari balik pepohonan. Hyebin menghentikan kakinya dan menoleh. Ia melihat bayangan sekelompok serigala yang berlari dan mengintip dibalik pepohonan. Serigala-serigala buas itu sedang memperhatikannya dengan matanya yang tajam.

 

Hyebin hanya berdiri di tempatnya. Rasa takut tidak terlihat di wajah cantiknya. Ia hanya memandang serigala-serigala itu dengan tenang. Anehnya seolah tidak ingin menyentuh Hyebin, serigala-serigala buas itu menundukkan kepala mereka dan membiarkan Hyebin melangkah pergi. Memasuki hutan semakin dalam.

 

Langkah Hyebin kembali terhenti saat ada seekor burung yang terjatuh didepannya. Burung itu terluka dan nampak kesakitan. Sayapnya terluka. Tidak jauh dari tempat Hyebin berdiri, terlihat seorang anak lelaki berusia 10 tahun berdiri dengan ketapel ditangannya. Sepertinya anak lelaki itu yang membuat burung ini terluka dengan menggunakan ketapel miliknya.

 

Anak lelaki itu adalah Dongchan, anak bungsu bibi Cha. Dongchan berlari menghampiri Hyebin dan memandang burung yang sedang sekarat itu. Wajahnya nampak sedikit panik. Ia segera membuang ketapel di tangannya dan menggelengkan kepalanya pelan.

 

“Oh tidak. Aku membunuhnya” katanya

“Burung itu belum mati, hanya sekarat” sahut Hyebin.

 

“Benarkah?” kata Dongchan mendesah lega.

“Tapi sebentar lagi, burung itu pasti mati. Itu berarti kau membunuh burung itu” kata Hyebin.

 

“Diam kau,” sergah Dongchan seraya mendelik. Ia terdiam sesaat memandang Hyebin. “Eh, siapa kau?”

“Hyebin” jawab Hyebin.

 

Dongchan mengernyit sesaat.

“Hyebin? Kau anak yang di adopsi oleh Kyuhyun ahjussi dan Sungmin ahjussi itu?”

“Kau pasti Dongchan. Anak bibi pemburu itu”

 

Dongchan hanya mendengus mendengar kalimat bibi pemburu yang dikatakan oleh Hyebin. Ia memperhatikan Hyebin dan kembali mengernyit saat melihat boneka beruang yang berada dalam pelukan gadis kecil itu. Dan kemudian Dongchan tertawa mengejek.

 

“Apa kau membawa boneka itu kemanapun?”

 

Hyebin sedikit merengut.

“Memang kenapa? Ini boneka kesayanganku” katanya seraya memeluk bonekanya dengan sikap protektif.

 

Tiba-tiba Dongchan merebut boneka beruang itu dari tangan Hyebin. Ia mengejek boneka itu sebagai boneka usang dan kemudian melemparkannya jauh ke dalam hutan seraya tertawa. Hyebin merengut marah. Ia merasa sangat marah. Hyebin mendorong tubuh Dongchan dengan keras hingga membuat anak lelaki itu jatuh terjungkal.

 

“Hey!!” teriak Dongchan tidak terima, seraya berdiri.

 

Namun Dongchan langsung terdiam. Betapa terkejutnya dia saat melihat sekelompok serigala yang muncul dari balik pepohonan yang kelam dan tiba-tiba saja berjalan mengelilinginya. Serigala-serigala buas itu berdiri di depan Hyebin dan menggeram marah pada Dongchan, seolah mereka sedang melindungi gadis kecil itu.

 

Dongchan mundur perlahan dengan takut, sementara Hyebin hanya memandangnya dengan tenang. Seekor serigala berjalan mendekati Hyebin dengan membawa sesuatu di mulutnya. Ia memberikan benda itu, yang ternyata adalah boneka beruang milik Hyebin. Gadis kecil itu tersenyum. Ia memeluk bonekanya dengan senang dan membiarkan para serigala itu mengejar Dongchan yang berlari ketakutan.

 

~+~+~+~

 

Dongchan berusaha berlari secepat mungkin dari para serigala yang terus mengejarnya. Dongchan terus berlari keluar hutan dan tanpa sadar menuju danau. Ia berdiri di pinggir danau dengan ragu, namun saat melihat serigala-serigala itu semakin mendekat tanpa pikir panjang Dongchan berlari diatas danau yang membeku itu.

 

Namun betapa terkejutnya Dongchan saat melihat Hyebin telah berdiri di depannya, bersama seekor serigala yang berdiri tenang disisinya. Dongchan berhenti berlari dan menoleh. Para serigala itu juga ikut berhenti dan menggeram pelan padanya. Dikelilingi oleh sekelompok serigala yang terus menggeram galak dan seorang gadis kecil yang aneh, semua itu membuat Dongchan semakin merasa ketakutan. Saat memandang Hyebin, ada suatu perasaan aneh dan menakutkan.

 

Hyebin memeluk bonekanya dan hanya memandang Dongchan dengan tenang.

“Perhatikan langkahmu Dongchan. Lapisan es ini sangat tipis” katanya dengan suara tenang saat Dongchan berusaha melangkah mundur.

 

Dongchan memandang Hyebin. Wajahnya memucat saat Hyebin mulai menghentak-hentakkan kakinya diatas lapisan es. “Tidak! Berhenti!” teriaknya.

 

Namun, terlambat. Lapisan es dibawah kaki Dongchan perlahan mulai retak dan akhirnya pecah. Tubuh Dongchan segera terjatuh ke dalam air es yang dingin. Hyebin berjalan mendekat dan hanya memandang Dongchan yang kedinginan dibawah sana. Sesuatu yang aneh terjadi. Tiba-tiba lapisan es diatas kepala Dongchan kembali membeku dan menutup rapat, membuat anak lelaki itu terkurung di bawah sana. Dongchan memukul-mukul lapisan es, berusaha meminta tolong. Namun perlahan lapisan es itu semakin menebal dan membuat Dongchan tidak terlihat dari atas. Sementara Hyebin, ia hanya tersenyum sambil memeluk bonekanya.

 

~+~+~+~

 

Sungmin masih saja asyik mengobrol dengan bibi Cha. Saat ia meletakkan cangkirnya dan menoleh keluar jendela, Sungmin sangat terkejut melihat Hyebin berdiri di tengah danau dan di kelilingi oleh sekelompok serigala.

“Tidak. Hyebin!” teriak Sungmin panik.

 

Sungmin segera berlari keluar. Ia berdiri di pinggir danau. Wajah manisnya nampak semakin panik, berpikir Hyebin sedang berada dalam bahaya. “Hey! Hyebin! Hey!” teriaknya dengan keras.

 

Mendengar namanya dipanggil Hyebin menoleh. Di pinggir danau ia melihat Sungmin yang sedang berteriak, menyuruhnya untuk segera kembali ke tepi. Tidak lama bibi Cha muncul dengan senapan di tangannya. Ia menembakkan senapannya ke udara, bermaksud untuk menakuti para serigala itu. Para serigala itu menoleh mendengar suara tembakan yang keras dan segera berlari pergi saat bibi Cha mulai mengarahkan senapannya pada mereka.

 

“Hyebin cepat kembali! Hati-hati sayang! Hyebin!” teriak Sungmin keras.

 

Hyebin melirik sesaat pada Dongchan yang terjebak dibawah es. Ia tersenyum dan kemudian beranjak pergi, meninggalkan Dongchan yang mulai membeku. Sungmin segera berjongkok dan memeluk Hyebin dengan erat saat gadis kecil itu tiba di tepi danau.

 

“Sudah kubilang untuk tidak mendekati danau. Kenapa kau mengabaikan perintahku?!” omel Sungmin dengan marah.

 

Hyebin hanya diam dan memeluk bonekanya dengan erat. Sungmin mendesah. Ia membelai wajah Hyebin dan bertanya dengan lebih lembut, “Kau tidak apa-apa?”

 

Hyebin hanya menganggukkan kepalanya. Sungmin memeluk gadis kecil itu dan mendesah lega.

“Kau sudah membuatku sangat ketakutan Hyebin ah, tapi syukurlah kau baik-baik saja. Syukurlah”

 

“Aneh. Serigala-serigala itu tidak pernah turun gunung sebelumnya” kata bibi Cha seraya meletakkan senapannya di bahunya.

 

Sungmin berdiri dan menoleh pada bibi Cha.

“Mungkin ada sesuatu yang mengganggu mereka. Pemburu, mungkin?” katanya.

 

“Entalah. Tapi berburu serigala di daerah ini adalah hal yang terlarang. Tidak ada yang berani memburu mereka, karena serigala dianggap sebagai pelindung daerah ini. Seperti itulah,” kata bibi Cha. “Sudahlah, ayo kita masuk. Udara akan semakin dingin.”

 

Mereka pun beranjak masuk ke dalam rumah. Bibi Cha menyimpan kembali senjatanya dan kembali membuat cokelat panas untuk kedua tamunya. Pukul lima sore Kyuhyun datang menjemput. Sungmin mengecup ‘suaminya’ itu sesaat ketika pria tampan itu tiba di rumah bibi Cha yang hangat. Setelah mengobrol cukup lama, akhirnya Kyuhyun dan Sungmin pamit pulang. Bibi Cha mengantar kepergian mereka di depan rumah. Ia melambaikan tangannya saat mobil Kyuhyun menjauh pergi.

 

Kyuhyun mengenderai mobilnya dengan tenang menyusuri jalan gunung yang sepi. Sungmin menengok ke kursi belakang. Ia tersenyum melihat Hyebin telah tertidur lelap. “Dia sudah tidur?” tanya Kyuhyun.

 

“Ya, kelihatannya dia lelah,” jawab Sungmin seraya kembali memandang ke depan. “Tadi Hyebin membuatku sangat takut.”

 

Kyuhyun memandang Sungmin sesaat dan membelai kepalanya dengan lembut.

“Kenapa?” tanyanya.

 

Sungmin menyandarkan tubuhnya dengan nyaman.

“Aku sudah memperingatkannya untuk tidak mendekati danau. Lapisan es-nya mudah pecah. Tapi kemudian saat aku menyadarinya, Hyebin sudah berada di tengah danau. Bersama sekelompok serigala”

 

“Serigala?” Kyuhyun sedikit terkejut mendengarnya.

“Ya, serigala. Tapi mereka sama sekali tidak menyentuh Hyebin. Serigala-serigala itu hanya berkumpul di sekitarnya. Mungkin hanya perasaanku saja, tapi aku merasa serigala-serigala itu terlihat aneh”

 

“Aneh bagaimana maksudmu?” Kyuhyun nampak semakin tertarik.

“Entahlah. Aku hanya merasa serigala-serigala itu terlihat aneh. Lagipula, bibi Cha bilang serigala-serigala itu jarang sekali turun gunung dan tidak suka manusia. Tapi, mereka mau mendekati Hyebin. Itu cukup aneh bukan?”

 

Kyuhyun mengernyit namun hanya diam. Sungmin mendesah lelah dan memejamkan matanya.

“Aah, rasanya aku lelah.” Katanya.

Kyuhyun tersenyum melihat Sungmin yang mulai tertidur dengan cepat. Ia membelai kepala Sungmin dengan lembut sesaat. Seraya menyetir Kyuhyun kembali berpikir tentang cerita Sungmin tadi. Rasanya memang ada sesuatu yang aneh.

 

“Serigala……” gumam Kyuhyun pelan.

 

Tanpa Kyuhyun sadari, dibalik pepohonan yang gelap beberapa ekor serigala berlari mengikuti mobil Kyuhyun. Kemudian serigala-serigala itu berhenti berlari. Mereka hanya memperhatikan mobil Kyuhyun yang semakin menjauh pergi.

 

~+~+~+~

Sementara itu saat hari mulai gelap bibi Cha baru menyadari bahwa putra bungsunya belum juga pulang. Anak lelaki itu tidak pernah pulang. Wanita paruh baya itu tidak menyadari bahwa Dongchan kini telah membeku di dalam danau yang dingin. Membeku selamanya dan tidak akan pernah ditemukan. Setidaknya, sampai danau yang membeku itu kembali mencair.

 

Tbc.

10 thoughts on “Never know / part 3

  1. makin menegangkan. ..
    haiisshh hyebin itu benar benar menyeramkan. .
    sangat misterius. ..
    ahhh penasaran><
    dan sepertinya hyebin suka ama ming…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s