Darkness Myth

Gambar

Pairing           : KyuMin / KyuWook

Genre            : Misteri

Length           : One Shoot

Warning         : BL. Shounen-ai.

Disclaimer     : Terinspirasi dari salah satu cerita di komik Darkness Myth karya Hiroko Kazama. Ada perubahan dan tambahan agar dapat sesuai dengan cerita di dalam pikiranku ini. Ini akan sedikit berbeda dengan cerita aslinya. Oh ya, dalam cerita ini Sungmin dan Ryeowook adalah kakak beradik, sementara Kyuhyun adalah saudara sepupu mereka. Karena itu aku tidak menuliskan nama marga mereka masing-masing. Aku hanya menulis nama mereka saja. Bingung ya? O.o

Summary       : Di dunia ini, kadang terjadi hal di luar akal sehat manusia. Setiap hal pasti punya sisi gelap yang tidak diketahui oleh semua orang. Ada sebuah mitos yang tersembunyi di balik kegelapan, tentang sebuah boneka yang bisa mengabulkan permintaan seseorang. Benarkah itu?

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

Ini cerita tentang dua orang kakak beradik. Si kakak bernama Sungmin, dan adiknya bernama Ryeowook. Si kakak adalah seorang pemuda berwajah manis yang tenang, berhati-hati tapi berpendirian teguh. Sementara si adik adalah seorang pemuda berwajah innocent yang ceria, tanpa beban dan praktis. Mereka hanya pemuda biasa. Tapi mungkin, ini cerita yang tidak biasa. Ya, cerita ini sudah lama sekali.

 

 

~Presented by@Min kecil~

Ryeowook memperhatikan boneka jepang itu dengan seksama. Boneka ichimatsu itu seukuran bayi, memakai kimono berwarna merah dan rambut hitamnya panjang terurai nampak kasar. Matanya yang kecil seolah sedang melototi siapapun yang sedang memandangnya. Berapa kalipun ia melihatnya boneka itu selalu terkesan seram dan misterius baginya. Tidak ada lucunya sama sekali. Tapi herannya, kakaknya sangat menyayangi boneka itu.

 

“Aku tidak mengerti. Apa sih menariknya boneka ini hyung? Kau masih saja menyimpannya” kata Ryeowook sambil mengernyit heran. Dibolak-baliknya boneka ditangannya itu dengan tidak tertarik.

 

Sungmin mengambil boneka ichimatsu itu dari tangan adiknya.

“Boneka ini pemberian dari nenek. Lagipula, boneka ichimatsu ini sangat manis bukan?” katanya.

 

Ryeowook mendengus dan berkata,

“Nenek memberikan boneka itu padamu karena tidak ada yang mau menerima boneka tua itu,”

 

Sungmin hanya tersenyum mendengarnya.

“Kenapa kau mau menerima boneka itu sih hyung? Boneka ichimatsu ‘kan muram. Lebih baik boneka Perancis yang berambut pirang. Kelihatan mencolok.” Lanjut Ryeowook lagi.

 

“Jangan bicara seperti itu Ryeowook ah, kasihan bonekanya!” sahut Sungmin. Kemudian sambil memandang bonekanya katanya dengan tenang, “nenek pernah bilang, kalau boneka hidup lama, dia jadi ingin jiwa manusia. Boneka ini sudah ratusan tahun, jadi jangan memohon sembarangan. Sebab dia punya kemampuan mewujudkannya…”

 

Ryeowook sedikit bergidik mendengarnya.

“Sudah ah! Seram!” katanya. Tiba-tiba ia teringat sesuatu. “Kyuhyun akan datang hari ini. Pesawatnya akan mendarat jam 4 sore ini. Kita harus menjemputnya di bandara hyung. Ah, kalau begitu harus segera ganti baju.” Kemudian ia beranjak keluar dari kamar Sungmin dengan wajah ceria.

 

Sungmin meletakkan kembali bonekanya di atas rak buku, di dekat koleksi buku-bukunya. Ia terdiam sejenak mengingat nama yang disebut oleh Ryeowook tadi. Kyuhyun adalah saudara sepupu mereka yang pindah ke Amerika 3 tahun lalu. Biasanya mereka bertemu lagi saat liburan akhir pekan keluarga yang selalu rutin dilakukan di minggu ketiga musim gugur di pulau Jeju, atau saat Kyuhyun sedang datang berkunjung ke rumah mereka seperti kali ini. Kyuhyun sebaya dengan Ryeowook. Bertubuh tinggi, lembut dan tampan. Sangat tampan dengan mata obsidian hitam yang cemerlang. Sudah lama sekali Sungmin mencintai sepupunya itu. Mencintainya diam-diam.

 

“Kyuhyun” Sungmin menyebut nama itu sambil tersenyum.

 

~+~+~+~

Bandara Incheon selalu nampak sibuk dan ramai. Sungmin dan Ryeowook berdiri di depan pintu gerbang kedatangan luar negeri, diantara orang-orang yang juga sedang menunggu kedatangan sanak-famili, kekasih ataupun teman mereka. Sungmin memperhatikan orang-orang yang keluar dari pintu gerbang kedatangan, orang-orang yang menarik koper mereka dan berlari memeluk orang yang datang menjemputnya. Hingga akhirnya suara Ryeowook yang memekik senang mengalihkan perhatiannya.

 

“Itu dia datang hyung. Itu Kyuhyun” kata Ryeowook sambil menunjuk seseorang yang baru saja keluar dengan menarik koper hitamnya.

 

Sungmin segera menoleh. Mata foxy-nya mengerjap melihat sosok tampan yang dirindukannya. Ryeowook melambaikan tangannya dengan senang dan sosok tampan itu segera menarik kopernya mendekat. Ryeowook segera memeluk Kyuhyun, sementara Sungmin masih terdiam di tempatnya. Mata foxy-nya masih mengerjap memperhatikan pria bertubuh tinggi itu. Topi hitam yang dipakai Kyuhyun tetap tidak bisa menyembunyikan wajah tampannya. Ryeowook melepaskan pelukannya dan Kyuhyun menoleh pada Sungmin.

 

“Sungmin hyung, apa kau tidak ingin memelukku juga?” tanya Kyuhyun dengan senyumnya yang khas. Ia merentangkan kedua tangannya pada Sungmin, meminta pemuda manis itu untuk memeluknya.

 

Sungmin tersenyum. Ia memeluk Kyuhyun dengan rindu.

“Senang melihatmu lagi, Kyu” katanya.

 

Kyuhyun balas memeluk dengan lembut. Ia tersenyum dan berkata,

“Rasanya menyenangkan bisa kembali ke Korea lagi”

“Kau bicara seolah kau tentara yang baru pulang dari perang saja, Kyu. Akhirnya bisa kembali ke Korea lagi” sahut Ryeowook meledek.

 

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan hanya tertawa. Ia menarik kopernya dan beranjak pergi bersama Sungmin dan Ryeowook. Di rumah, kedua orang tua Sungmin dan Ryeowook menyambut dengan hangat kedatangan Kyuhyun. Setelah sedikit berbasa-basi Sungmin mengantar Kyuhyun menuju kamar yang telah dipersiapkan, kamar yang selalu dipakai setiap kali pria tampan itu datang menginap di rumah mereka. Sungmin membuka pintu kamar dan melangkah masuk. Dibelakangnya Kyuhyun mengikuti sambil menarik kopernya. Kyuhyun melepaskan topinya dan mengedarkan pandangannya sesaat ke seluruh kamar. Kamar ini masih nampak tidak berubah. Kyuhyun tersenyum dan segera menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang yang nyaman.

 

“Rasanya seperti pulang ke rumah. Senangnya” kata Kyuhyun.

 

Sungmin tersenyum mendengarnya. Ia mengambil koper milik Kyuhyun yang ditinggalkan pemiliknya di depan pintu dan meletakkannya disudut kamar. Kemudian ia beranjak duduk dipinggir ranjang sambil berkata,

“Ini rumahmu juga, bukan?”

 

Kyuhyun beranjak duduk menghadap Sungmin dan memandang pemuda manis itu. Katanya,

“Aku selalu merasa senang setiap kali datang ke rumah ini. Karena disini ada dirimu, Sungmin tersayang” ia tersenyum dan mengacak-acak lembut rambut Sungmin.

 

Sungmin hanya tersenyum senang, berusaha meredam debaran-debaran nakal di dadanya. Ryeowook muncul diambang pintu. Kyuhyun sedikit memutar tubuhnya saat pemuda berwajah innocent itu duduk disamping kirinya, sementara Sungmin disamping kanannya. Mereka bertiga mulai asyik mengobrol dan bersenda gurau. Saat Sungmin menyebutkan Navila, mereka mulai membicarakan kenangan-kenangan lama.

 

Navila adalah nama sebuah rumah. Disana mereka bertiga menikmati masa kecil mereka bersama. Rumah itu besar dan tampak ramah. Dan bibi Kim yang sudah tua, dengan memakai pakaian biru kesayangannya, selalu duduk santai di teras rumah. Kenangan-kenangan itu masih tetap ada. Menaiki bukit, berjalan menelusuri hutan, dan duduk dibawah sinar matahari musim gugur. Bersenang-senang. Semua itu masih tetap terasa menyenangkan saat di ingat kembali.

 

“Apakah semuanya masih sama, Sungmin hyung? Atau sudah berubah?” tanya Kyuhyun pada Sungmin.

 

“Mengapa kau tidak pergi ke sana untuk melihatnya sendiri, Kyu? Sudah lama kau tidak pergi ke sana” jawab Sungmin.

 

“Memang. Sudah lama sekali. Aku selalu membayangkan tempat itu tetap seperti biasa” kata Kyuhyun tersenyum kecil.

 

Mereka kembali membicarakan kenangan-kenangan lama itu. Dengan suaranya yang renyah dan ceria Ryeowook berkata, “Ingatkah kalian pada tupai kecil kita? Tupai yang patah kakinya itu?”

 

“Ya, tupai itu. Kita kurung dia dalam sebuah kandang, lalu dia sembuh ‘kan?” timpal Kyuhyun.

 

Sungmin hanya diam memperhatikan Kyuhyun. Mata foxy-nya memandang wajah tampan itu lekat-lekat. Menelusuri setiap bagiannya dengan baik. Alisnya yang hitam. Mata obdisiannya yang cemerlang. Hidungnya yang mancung. Bibirnya yang nampak sexy saat sedang tersenyum. Sungmin berpikir bagaimana waktu berlalu begitu cepat. Bagaimana seorang anak laki-laki dengan plester yang selalu menghiasi wajah nakalnya itu, kini telah berubah menjadi seorang pria yang tampan. Sungmin tersenyum kecil.

 

Sungmin beralih memandang Ryeowook yang asyik mengobrol dengan Kyuhyun. Mereka tertawa dan Kyuhyun nampak senang berbicara dengan Ryeowook. Wajah manis Sungmin berubah sedikit muram. Saat-saat seperti ini Sungmin sungguh iri pada adiknya. Ryeowook yang selalu nampak ceria, tanpa beban, orang yang menyenangkan. Siapapun pasti merasa nyaman dengannya. Sungmin berpikir, siapapun pasti lebih menyukai adiknya. Apakah Kyuhyun juga seperti itu?

 

“Sungmin hyung? Ada apa?” tanya Kyuhyun menyadari Sungmin diam saja sejak tadi.

“Apa? Ah…eh…tidak” kata Sungmin tersadar dari pikirannya.

 

Ryeowook memandang kakaknya dan mencibir,

“Pasti sedang memikirkan boneka ‘kan?”

 

“Boneka ichimatsu itu ya?” kata Kyuhyun. Ia terdiam sejenak. Kemudian katanya lagi sambil menatap Sungmin dengan lembut, “Iya, ya. Sungmin hyung punya kemiripan dengan boneka itu. Tenang, berhati-hati tapi berpendirian teguh. Mungkin karena itu nenek memberikan boneka itu padamu, Sungmin hyung”

 

Kyuhyun tersenyum dan menyentuh lembut kepala Sungmin. Ryeowook memandang Sungmin yang sedang berusaha menyembunyikan senyumannya dengan menggunakan tangannya. Ya, pemuda manis itu merasa sangat senang. Sungmin memandang Kyuhyun dan berkata di dalam hatinya,

 

“Bonekaku, aku menyukai Kyuhyun. Aku sungguh mencintainya. Andai aku dapat terus di sisinya, betapa menyenangkannya! Betapa bahagianya! Ya, jika kamu kabulkan permohonanku ini……aku rela menghembuskan nyawa untukmu”

 

~+~+~+~

Keesokan harinya.

Sungmin sedang membersihkan boneka ichimatsu kesayangannya ketika Ryeowook membuka pintu kamarnya. Ryeowook berdiri diambang pintu, memperhatikan sesaat Sungmin yang nampak menikmati kesibukannya itu. Ryeowook berpikir, kakaknya itu benar-benar merawat boneka Jepang itu dengan sangat baik.

 

“Sejujurnya aku masih tidak mengerti apa yang menarik dari boneka tua itu. Tapi hyung, keliatannya kau sangat menyayanginya. Kau merawatnya seperti sedang merawat anak sendiri” komentar Ryeowook menyuarakan isi pikirannya.

 

Sungmin hanya tersenyum mendengar komentar adiknya itu tanpa menghentikan kesibukannya.

“Dimana Kyuhyun?” tanyanya.

 

“Kyuhyun sedang pergi keluar sebentar,” jawab Ryeowook sambil melangkah masuk ke dalam kamar. Ia duduk dipinggir ranjang Sungmin. Katanya, “Sungmin hyung, Kyuhyun mengajak kita pergi ke pusat kota. Ada pameran fotografi disana hari ini.”

 

Sungmin menghentikan tangannya dan menoleh pada adiknya.

“Pameran fotografi?” katanya.

 

Ryeowook menganggukkan kepalanya.

“Rencananya kita akan berangkat setelah Kyuhyun datang nanti. Hyung mau ikut tidak?” katanya.

 

Sebenarnya Sungmin tidak terlalu tertarik dengan fotografi. Tapi Kyuhyun sangat tertarik dengan hal itu. Dan Sungmin sangat menyukai ketika Kyuhyun sedang berbicara tentang fotografi dengan bersemangat. Ia selalu merasa senang setiap kali mendengar Kyuhyun berbicara. Tidak pernah bosan meski Kyuhyun akan berbicara tanpa henti.

 

“Ya, aku ikut” kata Sungmin.

 

Tiba-tiba ibu datang dengan sedikit tergesa-gesa. Ia masuk ke dalam kamar Sungmin dan meminta tolong kepada kedua putranya untuk pergi ke toko Tamaru yang terletak cukup jauh dari rumah.

 

“Eh? Ke toko Tamaru? Tidak mau, ah! Kyuhyun akan segera kembali” tolak Ryeowook.

“Sungmin atau Ryeowook, siapa saja terserah. Tolong ke sana!” kata ibu kemudian beranjak pergi.

 

Ryeowook menoleh pada Sungmin.

“Ya, sudah…seperti biasa, kita undi saja, hyung!” katanya.

 

Ryeowook berdiri dan beranjak mengambil korek api dari atas rak Sungmin. Sungmin selalu menyimpan beberapa kotak korek api untuk berjaga-jaga jika saja suatu waktu mati lampu, dan ia butuh korek api untuk menyalakan lilin yang disimpannya. Ryeowook membuka kotak korek api kayu itu dan mengambilnya dua batang. Ia menyodorkan kepada Sungmin dua batang korek api itu, yang ia sembunyikan ujungnya di dalam genggaman tangannya.

 

“Nih! Yang ada pentolannya, harus pergi!” kata Ryeowook.

 

Sungmin memandang sesaat dua batang korek api ditangan Ryeowook dan kemudian mengambil salah satunya. Ia mengerjap saat melihat ujung korek api yang telah diambilnya. Ternyata batang korek api itu ada pentolannya.

“Eh, hyung yang dapat! Sudah ya, berarti hyung yang harus pergi” kata Ryeowook dengan senang.

 

Sungmin mendesah pelan dan tersenyum.

“Nasibku sedang jelek” katanya mengalah.

 

Sungmin memakai jaketnya dan mengambil boneka ichimatsu kesayangannya. Ryeowook sedikit mengernyit melihatnya. “Kenapa kau membawa boneka itu juga?” tanyanya.

 

Sungmin memandang adiknya sesaat. Biasanya ia selalu meninggalkan boneka itu di kamar, jarang sekali ia membawa boneka itu pergi bersamanya. Tapi  entah kenapa,  hari ini ia ingin sekali membawa boneka itu pergi bersamanya.

“Tidak apa-apa ‘kan? Hari ini aku ingin pergi bersamanya” jawab Sungmin.

 

Ryeowook hanya mengangkat bahunya seolah tidak peduli kemudian beranjak keluar dari kamar Sungmin. Sungmin pun segera berangkat pergi. Di luar udara yang mulai terasa dingin di musim gugur menyambut langkah Sungmin. Sungmin memeluk bonekanya dan melangkah dengan cepat.

 

“Harus cepat kembali sebelum Kyuhyun datang” pikir Sungmin.

 

Sungmin mempercepat langkahnya. Setelah melewati gang ini ia hampir sampai di toko Tamaru. Toko itu berada di seberang jalan. Sungmin menyeberang jalan sambil menoleh ke kiri dan kanan. Namun tanpa terduga ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang. Mobil itu tidak melihat Sungmin yang sedang menyeberang di depannya.

 

“Hey, awas!” orang-orang di pinggir jalan berteriak pada Sungmin.

 

Namun saat Sungmin menoleh, ia terlambat untuk menghindar. Mobil itu pun terlambat untuk menginjak rem hingga akhirnya menabrak pemuda manis itu. Tubuh Sungmin terhempas ke atas aspal dengan keras. Dan boneka ichimatsu itu terlepas dari pelukannya, terjatuh diatas aspal yang telah ternoda oleh darah Sungmin.

 

~+~+~+~

Sungmin membuka matanya perlahan. Samar-samar ia mendengar suara isak tangis. Sungmin menyadari ia sedang dipeluk oleh Kyuhyun. Kyuhyun sedang menangis. Kenapa?, pikir Sungmin bingung. Kenapa Kyuhyun menangis? Padahal ia merasa begitu bahagia dipeluk olehnya. Sungmin menoleh ke samping. Ia melihat semua orang sedang menangis. Dan ia juga melihat fotonya yang di kelilingi bunga putih.

 

Aah…aku tertabrak mobil, pikir Sungmin teringat.

 

Sungmin mendengar ibunya berkata dengan suara yang sedikit serak pada Kyuhyun,

“Kyuhyun ah, terimalah boneka ini sebagai peninggalan Sungmin. Aku yakin Sungmin pun pasti bahagia jika kau yang menerimanya”

 

“Ya ahjumma” kata Kyuhyun dengan sedikit terisak.

 

Sungmin merasakan lengan Kyuhyun mendekapnya. Air mata Kyuhyun menetes di wajahnya. Sungmin memandang Kyuhyun dan menyadari, bahwa ia berada di dalam boneka ichimatsu miliknya. Ia hidup di dalam boneka! Sungmin melihat Kyuhyun menyeka air matanya. Ia mendengar pembicaraan antara Kyuhyun dengan ibunya.

 

“Ahjumma, bolehkah aku tinggal disini lebih lama lagi?”

 

“Tentu saja. Tinggalah disini sesukamu. Jika kau mau, pindahlah ke sini. Bukankah kau bilang, kau lebih suka tinggal di Korea daripada di Amerika? Ini rumahmu juga, Kyu”

 

“Terima kasih ahjumma. Terima kasih banyak” dan Kyuhyun tersenyum.

 

Kyuhyun meletakkan boneka ichimatsu milik Sungmin di kamarnya. Boneka yang kini menjadi miliknya. Ia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Matanya menerawang, memandang langit-langit kamar. Kemudian ia memejamkan matanya, membiarkan air mata itu kembali lolos dari sudut matanya. Kyuhyun kembali menangis dengan menyebut pelan nama Sungmin. Ia tidak menyadari bahwa Sungmin sedang memperhatikannya dari dalam boneka. Rasanya Sungmin ingin berteriak pada Kyuhyun, mengatakan padanya untuk berhenti menangis. Mengatakan bahwa ia masih ada, hidup di dalam bonekanya. Tapi sekeras apapun Sungmin berteriak Kyuhyun tetap tidak dapat mendengarnya. Kini ia hanyalah jiwa yang bersemayam di dalam boneka.

 

~+~+~+~

5 bulan berlalu. Kyuhyun telah pindah ke Korea dan tinggal di rumah keluarga Sungmin dan Ryeowook. Kini ia bekerja di korea. Dan boneka ichimatsu itu masih berada di kamarnya, duduk tenang di atas meja. Sungmin tahu seharusnya ia sudah mati. Tapi berkat bersemayam di tubuh boneka, ia dapat terus bersama Kyuhyun. Ia dapat menatap Kyuhyun sesuka hatinya. Terkadang Kyuhyun suka memeluknya ketika pria tampan itu sedang merasa bosan. Terkadang Kyuhyun pun suka menelusuri wajahnya dengan jemarinya yang lembut sambil memandangnya dengan ekspresi rindu. Mungkin pria tampan itu sedang merindukannya dan itu membuat Sungmin merasa bahagia. Tapi Sungmin mulai merasa aneh sejak mendengar ucapan Ryeowook yang datang ke kamar Kyuhyun malam itu.

 

“Aneh ‘kan…? Ibu bilang tak ada keperluan mendesak untuk pergi ke toko Tamaru. Entah kenapa dia merasa harus menyuruh kami pergi. Supir yang menabrak Sungmin hyung pun bilang, yang terlihat saat itu cuma boneka. Dan kalau hari itu aku yang kalah undian, akulah yang akan meninggal. Mungkin bisa disebut beruntung, sepertinya Sungmin hyung disuruh berangkat untuk meninggal”

 

Perkataan Ryeowook itu membuat Sungmin terkejut. Seketika ia teringat dengan perkataannya sendiri saat itu, saat Ryeowook meledek boneka ichimatsu miliknya.

 

“Boneka ini sudah ratusan tahun, jadi jangan memohon sembarangan. Sebab dia punya kemampuan mewujudkannya…”

Mungkinkah?

 

Ryeowook memandang Kyuhyun yang terdiam, sedikit menunduk. Wajah tampannya nampak sedih.  Ryeowook mendesah pelan sesaat. Ia mengerti Kyuhyun selalu merasa sedih setiap kali berbicara tentang Sungmin. Ryeowook mendekati Kyuhyun dan menyentuh lembut tangannya. Katanya,

 

“Kau belum melupakan Sungmin hyung, ya? Kata ayah dan ibu, setelah Sungmin hyung tidak ada, kalau bisa…mereka ingin kau meneruskan toko keluarga kami. Itu artinya, kita—“

 

“Maaf ya…” kata Kyuhyun memotong perkataan Ryeowook. Ia mendesah pelan. Sambil memejamkan matanya ia berkata, “Beri aku waktu sedikit lagi. Setelah itu mungkin aku bisa menerima perasaanmu. Dia pergi begitu tiba-tiba tanpa pesan apapun. Sebaliknya, perasaanku masih tertinggal…”

 

Sungmin yang sejak tadi ikut mendengarkan pembicaraan mereka jadi terkejut mendengarnya. Ia mengerjap tidak percaya dan merasa senang. “Apa katanya tadi? Kyuhyun menyukaiku? Kyuhyun juga memiliki perasaan yang sama sepertiku?”

 

Ryeowook terdiam sesaat. Kyuhyun membuka matanya dan memandang Ryeowook yang terlihat sedikit kecewa. Ryeowook menyentuh wajah Kyuhyun. Dengan lembut dan tiba-tiba ia mengecup bibir Kyuhyun. Kemudian katanya,

“Aku tahu, kau menyatakan pada ayah dan ibu bahwa kau ingin bersama Sungmin hyung. Kau ingin menikah dengannya. Karena itu, aku mundur. Tapi, sekarang Sungmin hyung sudah meninggal. Aku…juga boleh berharap ‘kan?”

 

Kyuhyun hanya diam dan beranjak ke jendela. Ia memandang keluar jendela dengan wajah bingung. Sementara itu di dalam boneka, Sungmin berteriak menolak perkataan Ryeowook. “Tidaaaak! Aku belum mati! Aku ada di sini! Ragaku memang tak ada, tapi aku ada di sini! Aku hidup di sini!”

 

Ryeowook yang berdiri di depan boneka itu melirik ke belakang. Ia merasakan sesuatu. Ia merasakan pandangan penuh keinginan dari boneka tua itu. Sorot mata itu, ia mengenalinya. Dan ia terkejut saat tiba-tiba mendengar suara Sungmin di dalam kepalanya.

 

“Kamu menyadarinya, Ryeowook ah?”

 

“Sungmin hyung…?” gumam Ryeowook pelan, sangat terkejut. Ia terbelalak menatap boneka itu.

 

“Ya, Ryeowook ah! Betul, aku hidup di sini! Katakan pada Kyuhyun! katakan padanya, bahwa…aku ada di sini…”

 

Ryeowook terdiam saat menatap mata boneka itu. Sorot mata itu begitu hidup. Sorot mata yang penuh dengan keinginan. Ryeowook mencengkeram lengannya dengan kuat saat ia merasakan tubuhnya bergetar pelan karena rasa takut yang muncul tiba-tiba. Ryeowook sadar, kakaknya ada di sini. Kakaknya hidup di dalam boneka tua itu. Sesuatu yang sangat aneh. Suara Sungmin yang terus terdengar di dalam kepalanya semakin membuatnya terpaku. Hingga akhirnya suara Kyuhyun menyadarkannya.

 

“Ada apa?” tanya Kyuhyun.

 

Ryeowook menoleh. Ia terdiam sejenak, berusaha menyembunyikan ketakutannya.

“Ah…tidak. Tak apa-apa. Tidak…” jawabnya berbohong.

 

Ryeowook merangkul lengan Kyuhyun dan mengajaknya pergi. Mengabaikan tatapan penuh harap dari boneka itu. Mengabaikan suara Sungmin di dalam kepalanya. Suara yang terdengar menyedihkan. “Kenapa Ryeowook ah? Padahal kau tahu! Kenapa…? Katakan pada Kyuhyun! Katakan padanya bahwa…aku hidup di sini! Ryeowook ah!”

 

Namun Ryeowook mengabaikannya. Sungmin berteriak frustasi melihat Kyuhyun yang beranjak pergi bersama Ryeowook. Sosok tampan itu tetap beranjak pergi meski Sungmin sudah berusaha berteriak keras memanggilnya.

Aah, kenapa tak sampai pada Kyuhyun…? Setidaknya jika Kyuhyun menyadarinya, aku sudah sangat tertolong…”

 

Dan pintu pun tertutup. Sungmin terdiam dengan kecewa. Seketika ia merasakan kegelapan. Dari dasar kegelapan, mengambang kengerian. Sungmin sadar, ia tidak bisa keluar lagi. Sekuat apapun ia menjerit, tidak ada lagi raga untuk ia masuki. Jika tidak ada tubuh pengganti, jika tidak ada tubuh untuk ia masuki…selamanya ia hanya dapat hidup sebagai boneka.

 

~+~+~+~

 

Perlahan waktu terus berlalu. Ryeowook masih terus mengabaikan suara Sungmin di dalam kepalanya. Mengabaikan tatapan penuh harapan dari boneka tua itu. Namun kehadiran boneka tua itu mulai membuatnya tertekan. Entah bagaimana, boneka itu bisa tiba-tiba berada di dalam tas Kyuhyun. Atau tiba-tiba Kyuhyun menggandeng tangan boneka itu ketika ia dan Ryeowook sedang pergi keluar bersama. Padahal Kyuhyun merasa tidak membawa boneka itu. Seharusnya boneka itu berada di kamarnya. Aneh.

 

Tekanan itu mulai membuat Ryeowook merasa tidak tahan. Maka siang itu,ketika Kyuhyun sedang pergi keluar, diam-diam Ryeowook masuk ke dalam kamar Kyuhyun. Boneka itu duduk dengan manis di atas meja, disamping sebuah pajangan. Ryeowook mendekatinya dan memandangnya dengan gusar. Suara Sungmin kembali terdengar di dalam kepalanya.

 

“Ryeowook ah!” kata Sungmin merasa senang karena akhirnya Ryeowook mau bicara dengannya.

 

“Sungmin hyung! Sungmin hyung, ‘kan…?” kata Ryeowook memastikan.

 

“Benar, ini aku!” kata Sungmin. “Kyuhyun dimana?”

 

“Dia sedang keluar. Aku sendirian di rumah,” jawab Ryeowook. Ia terdiam sejenak. Kemudian katanya dengan nada gusar, “Hyung dendam padaku, eoh? Itu sebabnya kau bersemayam di boneka ini, ‘kan? Lalu menganggu hubunganku dengan Kyuhyun…”

 

“Apa…? Apa katamu? Ryeowook ah!” Sungmin memandang adiknya tidak mengerti, yang ia inginkan hanya selalu bersama Kyuhyun.

 

“Hari itu…” suara Ryeowook terdengar semakin gusar. “Aku tahu bahwa Kyuhyun menyukaimu, hyung. Aku cuma ingin usil. Kedua korek api itu ada pentolannya. Lalu, sekilas terlintas…” ia berhenti sebentar dan mengambil boneka di depannya itu. Ia memandangnya dengan tatapan bersalah. Kemudian ia melanjutkan, “Seperti ada yang mengendalikanku. Mungkin dirasuki setan? Tidak terpikir olehku akan terjadi kecelakaan. Makanya kumohon, jangan dendam padaku! Beristirahatlah dengan damai, hyung! Akan kubawa boneka ini ke gereja untuk di doakan…”

 

Sungmin terkejut mendengarnya. Kemudian ia berusaha mencegah niat adiknya itu.

“Tunggu…! Jangan lakukan itu! Aku belum mati! Aku hidup di dalam boneka ini! Walau di doakan, aku tidak akan beristirahat dengan tenang! Kumohon! Jangan bawa aku ke sana, Ryeowook ah! Aku tidak ingin sendiran! Jangan bawa aku! Aku tak akan mengganggu! Cukup letakkan saja aku di samping kalian! Kumohon, Ryeowook ah!”

 

Namun Ryeowook mengabaikannya. Pemuda berwajah innocent itu tetap membawa boneka itu pergi. Sungmin meronta di dalam hatinya. Ia berpikir, “Tidak! Aku ingin kembali! Ingin kembali! Andai ada tubuh…andaikan saja ada tubuh. Andaikan…”

 

Tiba-tiba keanehan terjadi. Sungmin melihat seberkas cahaya yang menyilaukan. Ketika cahaya itu menghilang Sungmin melihat kedua tangannya. Sungmin mengerjap tidak percaya. Ia menunduk ke bawah dan melihat, tubuhnya pun kembali. Ia menyentuh poni rambutnya, lalu wajahnya. Tapi kemudian Sungmin mengernyit saat menyadari sesuatu.

 

Bukan! Bukan…! Baju ini, rambut cokelat ini, tubuh ini…

“Ini tubuh Ryeowook,” kata Sungmin tersadar. “Lalu, Ryeowook…?”

 

Sungmin memandang boneka ichimatsu yang terjatuh di lantai. Ia menatap boneka itu dan tersentak. Ada sesuatu yang berbeda dengan boneka itu, dan Sungmin menyadarinya. Sungmin terduduk di lantai. Suaranya bergetar saat memanggil nama adiknya yang kini menggantikan dirinya, hidup di dalam tubuh boneka ichimatsu itu.

 

“Tidak! Ryeowook…! Ryeowook…! Ryeowook!” Tapi tidak ada jawaban. Dan Sungmin pun menangis tidak percaya.

 

~+~+~+~

 

Sungmin memandang boneka ichimatsu itu dengan sedih. Kini ia berada di tubuh Ryeowook, sementara Ryeowook ada di dalam sana. Di dalam tubuh boneka itu. Mata boneka itu penuh dengan keinginan yang besar. Sungmin terdiam. Entah darimana pikiran itu berasal, tapi tiba-tiba saja ia berpikir, Ryeowook harus mencari tubuh yang lain. Mencari seseorang yang akan bertukar tubuh dengannya.

 

Sungmin memakai jaket milik Ryeowook. Kemudian ia beranjak pergi dengan membawa boneka ichimatsu yang kini menjadi tempat bagi jiwa Ryeowook. Sebenarnya Sungmin tidak tahu mau kemana, ia hanya membiarkan kakinya terus melangkah. Seolah kakinya tahu harus kemana. Ia Menyusuri jalanan yang ramai, hingga akhirnya berhenti di depan sebuah toko. Sungmin memperhatikan toko itu sesaat. Itu toko boneka. Dari depan desain toko itu nampak antik. Berbagai macam boneka terpajang di etalase toko. Boneka-boneka Perancis yang nampak lebih mencolok dari boneka yang lain.

 

Sungmin beranjak masuk. Ia melangkahkan kakinya pelan seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh toko. Seorang wanita cantik berusia 30-an muncul sambil menggendong sebuah boneka Perancis yang cantik. Rambutnya yang berwarna cokelat gelap dan bergelombang itu terurai panjang dipunggungnya dengan indah. Gaun hitam selutut yang dipakai wanita itu membuatnya terkesan penuh misteri.

 

“Silakan lihat-lihat” kata wanita cantik yang ternyata adalah pemilik toko ini. Ia tersenyum ramah pada Sungmin.

 

Sungmin diam sesaat memandang wanita itu. Entah kenapa ia merasa harus memberikan boneka ini padanya. Maka Sungmin pun menyodorkan boneka ichimatsu ditangannya pada wanita itu dan berkata, “Saya pikir sayang jika boneka ini dibuang. Karena itu, maukah anda menerimanya?”

 

Wanita itu meletakkan boneka ditangannya diatas meja, kemudian mengambil boneka ichimatsu dari tangan Sungmin dan memperhatikannya sesaat. Ia nampak mengerjap, sedikit tersentak karena rupanya ia mengenali boneka ini.

“Tentu saja. Ini tidak bisa dibuang. Boneka ini pun pasti berharap begitu…” kata wanita itu.

 

Sungmin memandang wanita itu dan berkata,

“Saya tidak tahu mengapa saya merasa harus memberikannya kepada anda. Entah mengapa saya merasa anda dapat menjaga anak itu dengan baik, sampai dia menemukan……” ia terdiam sesaat.  “Karena itu, bisakah anda tidak menjual boneka ini kepada siapapun? Biarkan anak itu tetap disini sampai dia menemukan……yang dicarinya”

 

“Ya, baiklah” kata wanita itu dengan tersenyum mengerti.

 

Sungmin tersenyum lega. Ia mengucapkan terima kasih dan kemudian beranjak pergi. Wanita itu memperhatikan Sungmin dari jendela. Kemudian ia memandang boneka ichimatsu ditangannya. Boneka yang pernah dimiliki toko ini dulu. Kini boneka itu kembali lagi ke toko ini, dengan jiwa yang baru yang bersemayam di dalam sana. Entah jiwa yang keberapa. Ia sudah terbiasa dengan hal ini. Ya, ia sangat mengerti seberapa misterius boneka ini. Sangat mengerti bagaimana boneka ini benar-benar mengabulkan permintaan pemiliknya, dengan caranya yang misterius.

 

“Ya, ya…kau harus berada di tempat yang bisa melihat orang. Sedapat mungkin tempat yang dapat melihat banyak orang,” katanya. Ia meletakkan boneka itu di etalase toko, diantara boneka-boneka Perancis yang mencolok. Sebelum beranjak pergi ia berkata kepada boneka itu, “Perhatikan baik-baik! Temukan saja orang yang mampu menyadari tatapanmu. Kau harus menangkap, orang yang akan bertukar tempat denganmu. Nah, semoga berhasil…siapapun kau yang ada di dalam sana.”

 

~+~+~+~

Sungmin menemukan Kyuhyun sedang kebingungan di kamarnya ketika ia kembali. Pria tampan itu seperti sedang mencari sesuatu. Sungmin berdiri di ambang pintu dan hanya memperhatikannya. Ia tahu apa yang sedang dicari oleh Kyuhyun. Kyuhyun hanya menoleh sekilas padanya tanpa menghentikan kesibukannya mencari.

 

“Ryeowook, apa kau melihat boneka ichimatsu itu? Boneka itu hilang. Aku tidak bisa menemukannya dimanapun” kata Kyuhyun yang tidak tahu bahwa kini bukan Ryeowook lagi yang berada di dalam tubuh ramping itu, melainkan Sungmin.

 

Sungmin, yang kini berada di tubuh Ryeowook, hanya tersenyum. Ia beranjak mendekati Kyuhyun dan memeluknya dari belakang. Memeluknya dengan lembut dan penuh rindu. Sungguh, ia sangat rindu memeluk Kyuhyun seperti ini.

 

“Ryeowook, ada apa?” tanya Kyuhyun mengernyit bingung, berpikir bahwa pemuda yang sedang memeluknya ini adalah Ryeowook. Tapi pelukan ini terasa berbeda.

 

“Biarkan seperti ini, sebentar saja” pinta Sungmin.

 

Kyuhyun bingung. Tapi kemudian ia hanya membiarkannya dan menyentuh tangan yang sedang melingkar ditubuhnya itu. Seketika ia lupa dengan boneka ichimatsu yang sedang dicarinya tadi. Sungmin menyembunyikan wajahnya di punggung Kyuhyun dan berpikir, kini ia sudah hidup bebas dan menjadi Ryeowook. Jika ia harus hidup sebagai Ryeowook, Sungmin tidak peduli. Selama ia bisa bersama Kyuhyun dan memeluknya seperti ini, Sungmin tidak merasa keberatan. Itu bukan masalah.

 

Sementara itu di toko boneka, orang-orang berlalu lalang di depan etalase toko. Terkadang beberapa orang berhenti dan memandang ke arah etalase yang penuh dengan boneka-boneka itu. Dan tentu saja kehadiran sebuah boneka ichimatsu diantara boneka-boneka Perancis nampak sangat mencolok. Ryeowook memandang orang-orang itu dari balik kaca etalase, dari dalam boneka ichimatsu. Menunggu seseorang yang menyadari tatapan yang penuh keinginan darinya.

 

“Seseorang, rasakanlah. Rasakanlah tatapanku…” harap Ryeowook dari dalam boneka ichimatsu itu. Ia terus menunggu. Entah siapa. Entah sampai kapan.

 

~Fin~

7 thoughts on “Darkness Myth

  1. Hwaaahh . .
    Boneka itu bneran nyeremin , wookie jga rmayn jhat di sinii . .
    Tp sneg liat kyu bisa ama ming mskpun wjud.a beda . .

  2. Astagaaa… Kenapa 2 ff pertama yg kubaca d blog ini nuansanya dark semuaaa…
    Aku tdak tahan lg!
    Aku btuh ff sweet kyumin secepatnyaa… >>>>> obrak-abrik arsip ff nya min kecil

    Ah, tpi tunggu. Mu komen2 dkit lah.
    Yup, aku pernah baca kojmik ini. Tipe2 komik yg tdak kusuka tpi netep aku baca. Hehehe…
    Yup, ini bagus walaupun aku tdak suka.
    XDDD
    Okay… Lanjut liat2 arsip ff kamu ah…

  3. kesian sama siapa ya bingung kkk~ meski ming bsa ttp sama kyu tp yg kyu liat itu wookie bukan ming …
    aish… pagi2 baca yg serem

  4. omonaaaa , kyu brarti gatau dong ming msih hidup ???
    hueeee masih agak gantung gimana gitu ya thor u,u
    tp critanya baguss , hwaiting!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s