Us Against The World

Gambar

Pairing            : KyuMin

Genre              : Fluff

Length            : Drabble

Song                   : Westlife – Us Against The World

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Warning          : Boys love. Shounen-ai. Cerita yang mungkin membosankan dan berlebihan

Summary        : Kita tidak akan terpisah, karena kita berdua masih percaya pada cinta yang mereka semua anggap salah itu. Tidak apa-apa. You and me against them all. Against the world…

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

“Apa Tuhan akan marah jika aku mencintaimu lebih dari Dia mencintaimu?”

 

“Tidak”

 

“Tidak?”

 

“Tentu saja tidak”

 

“Kalau begitu peluk aku. Aku mencintaimu, my alabaster”

 

Percakapan itu berlangsung sudah lama sekali. Bertahun-tahun yang lalu, bersama satu dini hari yang tak terlupakan. Ya, rasanya lama sekali. Begitu rindunya.

 

~+~+~+~

London, Inggris.

 

Gedung pertunjukan Old Vic mulai didatangi para penontonnya meski hujan sedang turun dengan deras sekali. Orang-orang itu datang untuk menonton pertunjukan drama musical Machbet malam ini. Para staff nampak sangat sibuk di belakang panggung. Sementara para aktor dan aktris sedang sibuk mempersiapkan penampilan mereka diruang make up. Namun diantara kesibukan itu, tidak nampak sang aktor utama. Rupanya sang aktor utama sedang menyingkir sejenak dari keramaian dan ketegangan disudut gedung yang sepi, bersama sang kekasih yang selalu datang khusus untuk menonton pertunjukannya. Kartu pengenal untuk tamu khusus menggantung dileher sang kekasih. Mereka terdiam, cukup lama.

 

Lee Sungmin sang aktor utama memandang wajah kekasihnya dengan cemas. Wajah tampan itu nampak lebam dan terluka. Ia menyentuh wajah tampan itu dengan lembut dan mendesah pelan. “Maafkan aku, Kyu” katanya.

 

“Kenapa kau meminta maaf? Ini bukan salahmu. Emosi ayah memang sedang buruk akhir-akhir ini. Ini bukan pertama kalinya aku dihajar olehnya” kata Kyuhyun santai seraya menyentuh tangan Sungmin yang berada diwajahnya.

 

“Tapi Kyu, itu karena ayahmu tidak setuju dengan hubungan ini,” Sungmin menarik tangannya dan mendesah pelan. “Bukan hanya ayahmu. Mungkin, dunia pun juga tidak menyetujuinya.”

 

Kyuhyun memandang wajah manis Sungmin lekat-lekat. Menatap ke dalam sepasang mata foxy yang selalu ia sukai. Dalam mata foxy yang biasanya selalu berbinar cerah itu Kyuhyun melihat ada sebuah cinta tulus, mendera-dera tidak terbantahkan. Juga kecemasan yang sama besarnya. Kyuhyun diam sejenak. Ia mengerti. Sangat mengerti bahwa belum ada tempat untuk cinta seperti mereka di dunia ini. Ya, ini dunia yang dingin untuk cinta seperti mereka.

 

Kyuhyun mengecup lembut kepala Sungmin dan memeluknya dengan erat. Sungmin mengerjap. Aneh, kecemasan itu seakan memudar perlahan setiap kali Kyuhyun memeluknya seperti ini. Sejenak Sungmin menutup matanya, menikmati ketenangan yang terasa.

 

Bunny, bukankah sejak awal kita sudah memahami resikonya? Semua pertentangan dan telunjuk-telunjuk yang menuding wajah kita. Kita tahu bahwa ini tidak akan mudah” kata Kyuhyun. Suaranya terdengar serius dan tenang.

 

Sungmin membuka matanya. Ia mendongak memandang kekasihnya dan terdiam. Kepalanya membenarkan perkataan Kyuhyun, bahwa sejak awal mereka memang sudah memahaminya. Sangat paham bahwa cinta terlarang ini pasti akan membawa masalah.

 

“Ya, aku tahu. Aku tahu” kata Sungmin. Ia terdiam sejenak. “Kau tahu Kyu? Terkadang aku merasa seperti dunia menentangku. Semua terasa begitu menyebalkan. Tapi kemudian aku mendengar suaramu, dan itu menyelamatkanku. When we’re together I feel so invincible.”

 

Kyuhyun tersenyum. Ia membelai wajah kekasihnya itu dengan lembut, seolah ingin menyapu pergi kecemasan dari wajah manis itu. Dengan hati-hati jemarinya menelusuri wajah manis itu seolah itu adalah pualam yang terindah dan ia tidak ingin merusak keindahan itu. Mata obsidiannya hanya menatap Sungmin dengan lembut. Suatu kebiasaan lama dari waktu mereka bertemu dulu. Sebuah kebiasaan yang dulu membuat Kyuhyun merasa frustasi karena belum mengerti, mengapa hanya ada Sungmin dalam jarak pandangnya?

 

Bunny, aku ingin kau tahu ini. Kita tidak akan terpisah,” kata Kyuhyun. “Karena kita berdua masih percaya pada cinta yang mereka anggap tabu itu, bukankah begitu? Biarkan mereka berbicara dan berpersepsi sesuka mereka. Kau dan aku melawan mereka. Kita melawan dunia. Kita sudah melakukan hal yang benar, untuk terus bertahan. Tidak apa-apa.”

 

Sungmin terpaku mendengarnya. Ia memeluk leher Kyuhyun dan menariknya dengan lembut. Mengecup dengan lembut bibir sang kekasih, seolah menyatakan persetujuannya. Kemudian mereka tersenyum bersama. Kyuhyun melihat arlojinya sesaat. Waktu menunjukkan hampir pukul sepuluh malam.

 

“Sepertinya kau harus segera kembali. Pertunjukan akan segera dimulai. Aku akan menontonmu dari belakang panggung” kata Kyuhyun.

 

Sungmin mengganggukkan kepalanya. Ia menggenggam tangan sang kekasih sesaat dan mengecup pipinya. Kemudian ia beranjak pergi sambil tersenyum. Ia melangkah dengan ringan menuju belakang panggung. Para aktor dan aktris telah berkumpul. Pukul sepuluh malam pertunjukan dimulai. Sungmin naik ke atas panggung dengan tersenyum, nampak lebih percaya diri. Malam ini ia berakting dengan sangat baik dan bersemangat sekali. Seolah pemuda manis itu ingin mengatakan kepada dunia bahwa ia dan sang kekasih tidak akan kalah.

 

Sungmin tahu, setiap kali ia merasa tidak dapat bertahan Kyuhyun akan datang. Pemuda tampan itu akan memeluknya dan membuatnya merasa lebih baik. Sungmin mengakui ketika sedang bersama Kyuhyun, ia dapat merasa sangat tidak terkalahkan. Seolah ia mampu melakukan apapun. How funny, right?

 

Sungmin dan Kyuhyun sama-sama tahu bahwa ini tidak akan menjadi lebih mudah. Mungkin akan lebih banyak lagi jari-jari telunjuk yang menuding wajah mereka. Mencerca dan membicarakan mereka. Dan akan ada hari dimana mereka berdiri di sisi yang berbeda. Tapi itu tidak akan berlangsung terlalu lama. Mereka akan mencari cara untuk kembali. Terus bersama.

 

Jari-jari telunjuk yang menuding itu, orang-orang yang membicarakan mereka dan dunia yang dingin ini, mereka akan melawan semuanya. Mereka akan melawan dunia dan membuat tempat untuk cinta seperti mereka. Ya, itu benar.

 

Pukul sebelas malam pertunjukan berakhir. Para penonton berdiri dari kursi mereka dan suara riuh tepuk tangan terdengar memenuhi gedung pertunjukan Old Vic. Sungmin bersama para aktor dan aktris membungkukkan tubuh mereka berterima kasih. Ia tersenyum pada kilatan-kilatan cahaya dari kamera-kamera yang mengarah padanya. Para penonton pun mulai beranjak pergi dengan wajah puas. Pertunjukan drama musical Machbet malam ini berakhir dengan sukses.

 

Para wartawan mulai menyerbu sang aktor utama dibelakang panggung. Mereka mengikuti langkah Sungmin yang sedang berjalan menuju ruang ganti. Para staff disekitarnya bertepuk tangan dan mengucapkan selamat. Pemuda manis itu tersenyum berterima kasih dan menanggapi pertanyaan-pertanyaan dari para wartawan yang mengikutinya. Namun langkahnya terhenti sejenak saat mendengar pertanyaan seorang wartawan yang terdengar menyerangnya dan juga Kyuhyun.

 

“Semua orang membicarakan hubungan spesial anda dengan seorang pria bernama Cho Kyuhyun. Apakah anda tidak takut jika ini membuat karir anda jatuh?” wartawan wanita berambut pirang itu bertanya dengan nada jijik yang samar.

 

Sungmin melirik Kyuhyun yang datang dan berdiri diantara staff, kemudian memandang wartawan wanita itu. Ia memperhatikan sejenak wartawan wanita itu dari kepala hingga kaki. Kemudian ia menjawab dengan nada santai,

“Tidak, saya tidak takut” Sungmin tersenyum sambil memandang sang kekasih. Ya, Sungmin tidak merasa takut karena ia tahu, Kyuhyun yang akan menangkapnya ketika ia terjatuh nanti. Kyuhyun balas tersenyum.

 

“Anda tentu tahu ‘kan, bahwa hubungan seperti itu masih dianggap tabu oleh masyarakat? Lalu kenapa anda masih mempertahankannya?” wartawan wanita itu masih berusaha menyerang.

 

Sungmin memandangnya seolah wartawan wanita itu bodoh. Ia hanya tersenyum dan tiba-tiba menyeruak keramaian wartawan. Semua orang diam memperhatikan Sungmin berjalan mendekati Kyuhyun yang masih berdiri diantara staff yang lain. Sungmin memeluk leher pria tampan itu dan menariknya dengan lembut. Semua orang terkejut saat sang aktor utama dan sang kekasih berciuman dengan lembut dan cukup lama. Pasangan itu seolah tidak peduli pada kilatan-kilatan kamera para wartawan dan pandangan terkejut orang-orang yang ditujukan pada mereka. Mereka justru tersenyum saat ciuman mereka berakhir, seolah ingin menantang dunia. Dan cara pasangan ini saling memandang membuat semua orang terdiam. Seolah mereka ikut merasakan perasaan hangat itu.

 

“Aku mencintaimu, my alabaster” kata Sungmin memeluk sang kekasih.

 

“Kau selalu memanggilku seperti itu. Itu bukan panggilan sayang yang manis, tahu” kata Kyuhyun menyeringai kecil dan balas memeluk.

 

Sungmin hanya tersenyum. Ia melepaskan pelukan mereka dan kemudian menarik Kyuhyun pergi. Kamera-kamera wartawan mengikuti langkah pasangan itu hingga mereka menghilang dibalik pintu ruang ganti. Sebagian orang terdengar mencibir, dan sebagian lagi bertepuk tangan senang. Sementara wartawan wanita yang tadi bertanya hanya terdiam ditempatnya, shock. Wartawan wanita itu memandang pintu yang tertutup rapat itu. Ia berpikir dan entah kenapa merasa yakin, bahwa pasangan itu akan terus bertahan. Mereka akan berdiri dan siap melawan semuanya. Siap melawan dunia untuk terus bersama.

 

“Cinta memang sesuatu yang luar biasa. Bukankah begitu Lee Sungmin?” pikir wartawan wanita itu tersenyum seraya beranjak pergi.

 

Fin

*Alabaster       : batu pualam yang jernih yang bersih.

“Machbet         : drama karya William Shakespeare. Menceritakan tentang Machbet yang sejak mendengar ramalan dari tiga penyihir bahwa dia akan menjadi raja Skotlandia, menghalalkan kejahatan untuk mewujudkan ramalan itu dan mempertahankan kedudukannya. Lady Machbet, istrinya, sangat berambisi dan mungkin lebih jahat daripada Machbet sendiri, selalu membujuk sang suami memilih jalan pintas.

4 thoughts on “Us Against The World

  1. Aaahhh !
    Ini sweet bget !!😀
    mreka b’tahan demi cinta mreka yg d aggep tabu itu . .
    Mpe wartawan wanita.a aja di buat cengo gra” mreka . .
    Ada sequel.a kah author ssi ??
    Keep writing !😀
    HWAITING !!
    \(^_^)9

  2. hahahhaa akhirny wartawannya sadar juga… author katq kata ini ” mengapa
    hanya ada Sungmin dalam jarak
    pandangnya?” sama kaya ff sebelumnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s