A quiet drizzle / part A

Gambar

Pairing            :  KyuMin / slight YeWook

Genre            :  Tragedy 

Length            :  Two Shoot

Warning          :  Boys Love, Shounen-ai, M-Preg

Disclaimer        :  Story belong to me, KyuMin and YeWook belong to each other

Summary          : Tanpa gerimis, hujan akan kalang kabut. Tanpa hujan, gerimis yang kehilangan. Suatu senja……sesenyap gerimis.

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

part A

 

Pemuda tampan itu nampak serius mencari, menelusuri setiap rak buku di toko buku ini. Pemuda tampan itu tersenyum senang saat akhirnya ia menemukan buku yang dicarinya. Saat membayar, cashier wanita yang ramah itu tersenyum ketika melihat buku yang dibeli pemuda tampan itu.

 

“Apa ini yang pertama?” Tanyanya dengan tersenyum penuh arti.

 

Pemuda tampan itu hanya tersenyum seraya memberikan uangnya, mengucapkan terima kasih kemudian beranjak pergi. Mobil itu melaju dengan tenang dijalanan dan berhenti di depan sebuah restoran. Pemuda tampan itu beranjak turun dari mobilnya dengan membawa buku yang baru saja dibelinya tadi. Ia masuk ke dalam restoran dan mengedarkan pandangannya sesaat.

 

“Kyuhyun ah, disini”

 

Merasa namanya dipanggil, pemuda tampan itu menoleh. Pada salah satu meja terlihat Yesung duduk dan sedikit mengangkat satu tangannya. Kyuhyun segera beranjak mendekatinya. Ia menarik kursi disamping Yesung dan duduk dengan nyaman. Kyuhyun sempat memesan pada seorang pelayan perempuan yang melintas, kemudian ia memandang Yesung. Pemuda bermata kecil itu nampak sedikit kesal.

 

“Apa yang membuatmu begitu lama, eoh? Aku hampir karatan disini” Gerutunya.

 

Kyuhyun hanya tersenyum penuh arti dan sedikit menunduk. Yesung sedikit mengernyit memandang sahabatnya itu. “Apa? Kau kelihatan senang” Tanyanya penasaran.

 

Kyuhyun menyodorkan buku yang tadi dibelinya pada Yesung dan kembali tersenyum penuh arti. Yesung meletakkan sumpitnya dan mengambil buku yang disodorkan oleh Kyuhyun. Yesung membaca sesaat judul buku itu, Be a Good Daddy.

 

Yesung mengangkat pandangannya. Ia mengerjap tidak percaya memandang sahabatnya yang masih tersenyum bahagia. “Kau bercanda?” Katanya dengan tersenyum tidak percaya.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Akhirnya dia hamil hyung” Katanya tersenyum bahagia.

“Benarkah? Itu berita bagus Kyu” Kata Yesung tersenyum senang.

 

Seorang pelayan perempuan datang dan meletakkan pesanan milik Kyuhyun, secangkir kopi hitam.

“Hey Hyebin, sahabatku ini akan segera menjadi seorang ayah” Beritahu Yesung seraya menyentuh bahu Kyuhyun dengan senang.

 

“Oh, benarkah? Chukkae” Kata pelayan perempuan itu tersenyum pada Kyuhyun.

“Terima kasih.” Kata Kyuhyun tersenyum.

 

Pelayan perempuan itu membalik tubuhnya dan berteriak dengan senang pada seluruh orang di restoran ini sebelum ia beranjak pergi. “Hey semua, Kyuhyun akan menjadi seorang ayah”. Sontak semua orang di restoran ini menoleh dan memberikan ucapan selamat pada Kyuhyun dengan senang. Kyuhyun mengerjap dan hanya bisa tersenyum menerima semua ucapan selamat itu. Kemudian ia menoleh memandang Yesung dengan tatapan kenapa-kau-lakukan-ini.

 

“Apa? Mereka juga ikut bahagia dengan kabar ini” kata Yesung.

 

Akhirnya Kyuhyun hanya tersenyum. Ia mengangkat cangkir kopinya dan menyesapnya perlahan. Orang-orang direstoran ini kembali dengan kesibukan mereka. Yesung pun kembali menikmati makanannya.

“Dia bahkan tidak sadar telah hamil dua bulan” Kata Kyuhyun.

“Khas Sungmin” Ujar Yesung terkekeh kecil.

 

“Ini kehamilan pertama ‘kan?”

“Yeah, anak pertama kami”

 

“Menjadi seorang ayah itu adalah hal yang sangat membahagiakan. Tapi tunggu saat nanti kau menjadi ayah dari lima orang anak, kebahagiaan itu akan terasa sedikit berbeda”

 

“Kau hanya punya dua orang anak hyung”

“Yeah, tapi kau tahu Wookie sangat menyukai anak kecil. Dia ingin memiliki anak lagi”

 

“Lima anak, eoh?”

“Aku sih senang saja memiliki anak lagi. Lima hingga sepuluh, itu tidak masalah. Dengan senang hati aku akan membuat Wookie hamil terus”

 

Kyuhyun terkekeh.

“Hey, kau kira hamil itu tidak melelahkan? Kasihan nanti Wookie hyung”

“Tapi setiap kali Wookie bicara tentang keinginannya memiliki anak lagi, aku selalu berpikir itu sedikit berat”

 

“Kenapa?”

“Kau tahu, pekerjaan kita sebagai tentara yang harus siap meninggalkan mereka kapanpun…rasanya keinginan itu menjadi sedikit berat bukan?”

 

Kyuhyun terdiam memandang cairan berwarna hitam pekat itu, bergolak tenang dalam cangkir putihnya. Kyuhyun meletakkan cangkirnya. Ia mengambil buku miliknya dan memandangnya masih tanpa suara.

“Apa tugas itu sudah turun?” Tanya Kyuhyun tanpa berpaling dari bukunya.

“Yeah, tadi siang” Jawab Yesung.

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya dari buku dan memandang Yesung.

“Kapan kita berangkat?” Tanyanya.

“Besok sore” Jawab Yesung.

 

~+~+~+~

Malam telah turun sejak tadi dan perlahan kian larut. Kyuhyun sedang duduk bersandar di ranjang mereka, membaca buku dengan serius. Sementara Sungmin, Entah sudah berapa lama ia berdiri didepan cermin. Pemuda manis itu meraba perutnya yang belum terlihat membesar dan tersenyum bahagia. Dalam perut ini ada janin yang selalu ia dan Kyuhyun harapkan.

 

“Kyu menurutmu, anak kita nanti laki-laki atau perempuan?” Tanya Sungmin.

“Heum…aku tidak tahu chagi” Jawab Kyuhyun tanpa berpaling dari bukunya.

 

“Kau ingin anak laki-laki atau perempuan Kyu?” Tanya Sungmin lagi.

“Heum…yang mana saja tidak masalah” Jawab Kyuhyun masih tanpa berpaling dari bukunya.

 

Sungmin menoleh. Ia merengut memandang Kyuhyun yang begitu serius dengan bukunya. ‘suaminya’ itu masih asyik membaca bukunya. “Sejak tadi kau membaca terus. Kau sedang membaca buku apa sih, hingga begitu serius seperti itu?” Tanya Sungmin penasaran.

 

Kyuhyun tidak menjawab. Sungmin semakin merengut, merasa diacuhkan. Kemudian ia beranjak menaiki ranjang dan duduk disamping Kyuhyun. Dengan penasaran Sungmin mengambil buku yang sudah dibaca Kyuhyun selama lebih dari 1 jam itu.

 

“Be a Good Daddy?” Kata Sungmin sedikit mengernyit membaca judul bukunya.

 

Kyuhyun merangkul Sungmin dengan lembut.

“Aku membelinya tadi sore” Katanya.

“Kenapa kau membeli buku seperti ini?” Tanya Sungmin heran.

 

“Heum…aku ingin tahu, bagaimana caranya menjadi ayah yang baik” Jawab Kyuhyun.

“Kau akan menjadi ayah yang baik Kyu. Aku percaya itu” Kata Sungmin dengan tersenyum.

 

Kyuhyun tersenyum dan mengecup kepala Sungmin. Sungmin menyenderkan tubuhnya dalam pelukan Kyuhyun dan mulai membaca buku itu, sementara Kyuhyun membelai wajahnya dengan lembut.  Beberapa menit kemudian Kyuhyun melepaskan pelukannya dan meraba perut Sungmin yang belum membesar itu. Sungmin tersenyum dan membelai rambut Kyuhyun dengan lembut saat ‘suaminya’ itu mendekatkan telinganya diperutnya, seolah pemuda tampan itu ingin mendengar suara sang bayi.

 

“Kau sudah memikirkan nama untuk bayi kita nanti?” Tanya Sungmin.

“Yeah, aku memikirkan beberapa nama” Jawab Kyuhyun.

“Beritahu aku” Kata Sungmin.

 

Kyuhyun menegakkan kepalanya.

“Jika laki-laki beri nama Min Yoo, ne?”

“Tapi bagaimana jika perempuan?”

 

Kyuhyun terdiam sesaat.

“Bagaimana jika Min Sae?”

“Itu nama-nama yang bagus. Tapi aku lebih suka nama Haneul. Dan jika laki-laki…bagaimana dengan nama Minho? Atau……”

 

Kyuhyun hanya tersenyum. Ia kembali duduk bersandar diranjang dan menarik Sungmin dalam pelukannya. Sungmin masih asyik mencari nama-nama untuk bayi mereka nanti. Kyuhyun terdiam, seolah sedang menimbang-nimbang bagaimana ia harus mulai bicara tentang tugas yang menantinya. Bagaimana ia harus meninggalkan Sungmin untuk sementara.

 

Sungmin mengangkat kepalanya memandang ‘suaminya’ yang terus terdiam.

“Ada apa? Kau sedang memikirkan sesuatu?” Tanyanya.

 

Kyuhyun memandang Sungmin masih tanpa suara. Ia mendesah dengan berat sesaat.

“Aku harus segera kembali bertugas” Jawabnya.

 

Sungmin terdiam sesaat. Kyuhyun mengecup kepala ‘istrinya’ beberapa kali dengan lembut dan membelainya. Sungmin masih terdiam. Ia tahu hal seperti ini pasti akan terjadi. Sebagai tentara, Kyuhyun memiliki tugas dan kewajiban yang tidak mungkin bisa ditolaknya. Sungmin sadar itu.

 

“Berapa lama kau akan pergi?”

“Entahlah. Paling cepat tiga bulan, tapi aku tidak bisa memastikannya”

 

~+~+~+~

Sementara itu ditempat lain, Yesung dan Ryeowook sedang berusaha menidurkan dua putra kecil mereka. Henry, bocah berusia 6 tahun dengan pipi chubby yang begitu menggemaskan. Dan Taemin, bocah berusia 4 tahun yang sangat suka menggambar. Taemin meletakkan crayonnya dan mengusap wajahnya yang mulai mengantuk.

 

“Eomma……” katanya mendekati Ryeowook.

 

Ryeowook tersenyum dan membelai wajah mengantuk Taemin.

“Sekarang kita tidur ne?” tanyanya.

 

Taemin menganggukkan kepalanya. Ryeowook menuntun bocah berusia 4 tahun itu ke ranjangnya, menyelimutinya dan berbaring disisinya. Taemin membalik tubuhnya memunggungi Ryeowook. Bocah berusia 4 tahun ini memiliki kebiasaan sebelum tidur. Taemin tidak bisa tidur jika Ryeowook atau Yesung tidak mengusap punggungnya.

 

“Eomma, punggung……” kata Taemin dengan mata terpejam.

 

Ryeowook pun mengusap punggung Taemin dengan lembut seraya bersenandung pelan. Sementara itu, di ranjang lain Henry masih duduk dengan tenang dipangkuan Yesung, asyik mendengarkan appa’nya bercerita. Entah sudah cerita ke berapa yang Yesung ceritakan saat ini. Saat Yesung mengakhiri ceritanya, Henry sedikit merengut tidak puas.

 

“Cerita lagi appa” Pinta Henry.

“Tidak ada cerita lagi. Saatnya tidur” Tolak Yesung.

 

Yesung mengangkat tubuh mungil Henry dari pangkuannya dan menidurkannya di ranjang.

“Tapi appa…aku masih mau mendengar cerita lagi” rengek Henry dari balik selimutnya.

“Besok lagi ceritanya ne? Sekarang kau harus tidur” Kata Yesung.

 

Henry merengut.

“Aku belum mengantuk” Katanya.

 

Dan kemudian si kecil Henry beranjak turun dari ranjangnya. Ia pun mulai berlari-lari disekitar kamarnya, seolah meminta Yesung untuk mengejarnya. Yesung memutar kedua matanya dengan lelah.

“Henry, kembali ke ranjangmu!” Perintah Yesung.

 

Namun Henry mengabaikan perintah Yesung, ia terus berlari-lari di dalam kamarnya.

“Bocah ini” kata Yesung mendesah, kemudian mulai mengejar Henry.

 

Henry tertawa saat Yesung berhasil menangkapnya. Namun saat Yesung membawanya kembali ke ranjangnya, Henry menggelengkan kepalanya. Terpaksa Yesung harus terus menggendong Henry, hingga bocah berpipi chubby itu tertidur dipelukannya.

 

20 menit kemudian akhirnya kamar ini mulai tenang. Ryeowook menghentikan senandungnya saat Taemin telah terlelap pulas. Ia menghentikan tangannya yang sejak tadi mengusap punggung Taemin dan kemudian beranjak bangkit dari ranjang dengan hati-hati. Ryeowook merapikan crayon dan peralatan menggambar milik Taemin yang masih berserakan dilantai.

 

Kemudian Ryeowook memperhatikan Yesung yang sedang meletakkan Henry diranjang. Yesung menoleh pada Ryeowook dan memberi isyarat dengan kepalanya untuk keluar. Dengan pelan-pelan Ryeowook dan Yesung beranjak pergi, membiarkan dua putra kecil mereka tidur dengan pulas.

 

Di beranda rumah mereka, Yesung dan Ryeowook berdiri menikmati langit malam. Tangan Yesung merangkul pinggang ‘istrinya’ dari belakang dengan lembut. Akhirnya mereka bisa menikmati waktu berdua dengan tenang, tanpa keributan dan ulah dari dua putra kecil mereka.

 

“Yesung hyung”

“Hn?”

 

“Apa kau masih ingat dengan pembicaraan kita tentang memiliki anak lagi?”

“Ne, mworago?”

 

Ryeowook menyentuh tangan Yesung yang sedang merangkul pinggangnya. Dengan lembut ia menuntun tangan Yesung untuk menyentuh perutnya dan tersenyum penuh arti. Yesung hanya memandang ‘istrinya’ itu dengan bingung. Namun beberapa menit kemudian ia mengerjap, terkejut memandang Ryeowook.

 

“Apa itu benar?” Tanyanya.

 

Ryeowook tersenyum mengangguk.

“Ternyata sudah dua bulan. Aku baru sadar setelah memeriksanya ke dokter tadi pagi” Jawabnya.

 

Ryeowook tersenyum saat Yesung memeluknya dengan senang. Pemuda bermata kecil itu nampak bahagia mendengar kabar darinya. “Hyung tidak keberatan ‘kan kita memiliki anak lagi?” Tanyanya.

 

“Tentu saja tidak chagi” Jawab Yesung mengecup ‘istrinya’ itu dengan senang.

 

Ryeowook hanya tersenyum senang. Tiba-tiba Yesung terdiam.

“Kenapa hyung?” Tanya Ryeowook sedikit heran.

 

Yesung memperat pelukannya.

“Perintah itu sudah turun. Aku harus kembali bertugas. Besok sore, aku harus pergi” Jawabnya.

 

Giliran Ryeowook yang terdiam. Ia melepas pelukan Yesung dan memandangnya dengan sedikit sedih. Ryeowook tahu, kapanpun ia harus siap ditinggalkan oleh Yesung untuk kembali pada tugasnya sebagai tentara. Sebenarnya ini pun bukan pertama kalinya Yesung harus meninggalkannya demi tugas Negara. Tapi kenapa harus disaat seperti ini? Saat ia merasa hidupnya semakin lengkap dengan kehamilannya ini, tapi ‘suaminya’ harus beranjak pergi dari sisinya untuk waktu yang lama. Yesung menyentuh wajah Ryeowook dengan lembut dan memandangnya dengan pandangan meminta maaf. Kemudian ia mengusap dengan lembut perut Ryeowook yang belum terlihat membesar.

 

“Aku akan kembali padamu dan anak-anakku. Aku akan kembali” Katanya dengan tersenyum.

 

~+~+~+~

Sore itu sedikit muram. Yesung sudah lengkap dengan seragamnya yang berwarna hijau lumut itu dan perlengkapan lainnya. Ryeowook tidak bisa menahan tangisannya saat ia mengantar kepergian Yesung. Si kecil Taemin hanya mengerjap tidak mengerti memandang suasana haru itu. Seolah mengerti bahwa appa’nya akan pergi dalam waktu yang lama, Henry pun menangis dalam gendongan Yesung dan menolak untuk turun, hingga Ryeowook harus terpaksa menariknya dari gendongan Yesung. Yesung tersenyum. Ia membelai kepala dua putra kecilnya dan memberikan kecupan untuk sedikit menenangkan ‘istrinya’ yang sedang berusaha menahan tangisannya. Kemudian ia pun harus beranjak pergi.

 

Sementara itu ditempat lain. Sungmin berdiri diambang pintu kamarnya, memperhatikan Kyuhyun yang sedang bersiap. Seragam berwarna hijau lumut itu membuat pemuda tampan itu nampak sempurna. Pandangan Sungmin beralih pada rambut Kyuhyun yang kini lebih pendek, tadi pagi Kyuhyun memotong rambutnya karena mulai semakin panjang. Namun potongan rambut itu tidak sedikit pun mengurangi ketampanan dan pesonanya.

 

Setelah mengikat kedua tali sepatunya Kyuhyun mengambil tasnya diatas ranjang. Ia memandang Sungmin sesaat kemudian beranjak keluar kamar. Sungmin mengikuti Kyuhyun hingga depan pintu rumah. Kyuhyun meletakkan tasnya dilantai dan memandang Sungmin. Sungmin masih diam memandang Kyuhyun, hingga akhirnya…

 

“Kemarilah” Katanya menarik Kyuhyun dalam pelukannya.

Kyuhyun pun memeluk Sungmin dengan erat. Saat pelukan itu berakhir Sungmin memainkan kerah seragam Kyuhyun dan menarik nafasnya sesaat, seolah sedang berusaha menarik asupan oksigen disekitarnya. Berusaha menahan air matanya.

 

“Jangan lupa untuk makan, dan berhati-hatilah” Pesan Sungmin.

“Siap komandan,” Kata Kyuhyun membuat Sungmin tersenyum. “Ada lagi?” Tanyanya dengan tersenyum.

 

Sungmin berhenti memainkan kerah seragam Kyuhyun dan mengecup bibir ‘suaminya’ itu dengan lembut sesaat. “Cepatlah kembali, sebelum aku melahirkan” Katanya.

 

Kyuhyun tersenyum.

“Aku akan segera kembali. Tapi ngomong-ngomong, aku lebih suka dengan nama Min Sae dibanding Haneul” Katanya.

 

Sungmin terkekeh kecil.

“Yeah, baiklah. Aku akan memberi nama Min Sae, jika nanti lahir bayi perempuan” Katanya.

 

Kyuhyun berjongkok di depan perut Sungmin. Ia mengecup perut Sungmin dan mengusapnya dengan lembut. “Appa akan segera kembali. Jaga eomma’mu dengan baik dan jangan nakal didalam sana, ne? Oh ya, jangan biarkan eomma’mu mengobrol terlalu lama dengan Heechul hyung. Dia terlalu cerewet, nanti eomma’mu ketularan cerewet seperti Heechul hyung”

 

Sungmin memutar kedua bola matanya dengan jenaka dan tersenyum mendengar semua pesan Kyuhyun pada calon bayi mereka. Kyuhyun berdiri dan mengecup bibir Sungmin dengan lembut sesaat.

“Aku mencintaimu” Katanya.

 

Sungmin tersenyum.

“Aku mencintaimu Kyu. Cepatlah kembali” Katanya.

 

Kyuhyun mengambil tasnya dan tersenyum memandang Sungmin.

“Jaga dirimu dan kandunganmu dengan baik chagi, selama aku tidak ada. Aku pergi” Katanya.

 

Air mata itu tidak bisa Sungmin tahan lagi, meluncur turun dari sudut matanya yang cemerlang. Sungmin terus memandang Kyuhyun hingga sosoknya menghilang dari pandangannya. Ia memandang langit yang kelabu, titik-titik kecil meluncur jatuh dengan tenang. Gerimis, kedatangannya yang selalu berupa sosok kecil yang lucu, datang kapan saja dengan kaki-kakinya yang ramping dan panjang, datang sesuai keinginannya tanpa pemberitahuan.

 

Sungmin mengusap air matanya dan terdiam memandang langit kelabu. Senja yang yang muram. Gerimis itu terus turun dengan tenang, sunyi, senyap. Sebelum nanti akhirnya gerimis ini akan berganti menjadi rinai, dan kemudian menjadi hujan. Hujan yang pendiam. Dan bersama gerimis yang tenang ini, Sungmin menunggu.

 

“Kembalilah dengan selamat Kyu”

 

T.B.C

7 thoughts on “A quiet drizzle / part A

  1. Huee..
    Kyuppa ma Yeppa tentara ya??
    yng tugasnya perang2 gitu kah??

    yah padahal MinWook lagi hamiL muda… uddah ditinggalin Tugas aja (;>_<;)

    Moga YeKyu kembali dengan selamat deh..

  2. Butet dahh. Rajin amat si YeWook bikin anak. Udah dua anak masih kecil2, eh mau mbrojol lagi dia. Miris Juga liat YeWooKyuMin, saat lg bahagianya dapet -calon keluarga baru, mereka harus bertugas. Semangat aja ya para UKE!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s