Ice Doll

Gambar

Pairing           : KyuMin / slight SiMin

Genre              : Romance

Length            : OneShoot

Warning         : Boys love. Shounen-ai

Disclaimer     : Remake dari salah satu cerita dalam komik Salad Days karya Shinobu Inokuma yang berjudul “Ice Doll”. Ada perubahan agar sesuai dengan couple tersayang kita ^^

Summary       : Kyuhyun menemukan sebuah kotak music tua yang sudah rusak yang ternyata adalah milik seniornya di sekolah, Lee Sungmin. Tapi ketika Kyuhyun hendak mengembalikannya pada Sungmin, Sungmin menolak menerimanya dan tampak kesal. Ia justru meminta Kyuhyun untuk membuang kembali kotak music itu ke tempatnya semula. Setelah akhirnya Kyuhyun mengetahui alasannya ia berusaha memperbaiki kotak music itu. Ia tetap tidak mau menyerah meski Sungmin selalu bersikap dingin padanya. Karena Kyuhyun ingin melihat Sungmin tersenyum kembali

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

Kyuhyun menoleh menatap pemuda manis yang berjalan melewatinya dengan wajah merenung. Pemuda manis itu adalah Lee Sungmin, seniornya disekolah SMA ini. Dia cukup populer di sekolah ini, tapi sayangnya dia tidak pernah tersenyum dan selalu sendirian. Tapi setiap kali melihatnya Kyuhyun selalu berpikir…kalau saja Sungmin tersenyum, dia pasti manis sekali. Pasti……

 

~Presented by@Min kecil~

Siang itu, bel istirahat baru saja berbunyi memberi waktu bagi para murid-murid SMA Kyunghee untuk menutup sejenak buku-buku pelajaran mereka. Di kelas 1-3, Kyuhyun beranjak keluar kelasnya dengan senang. Ia memandang sebuah kotak music tua yang tidak sengaja ia temukan di pinggir sungai ketika berangkat ke sekolah tadi pagi. Ia tersenyum kecil memandang benda tua itu seolah itu adalah benda berharga. Tentu saja, benda-benda antik atau tua selalu menjadi benda-benda favoritnya.

 

“Hei, Kyuhyun ah! Kotak butut apa itu?” tanya Eunhyuk, teman sekelasnya.

 

Kyuhyun menoleh pada Eunhyuk yang berjalan disampingnya.

“Aku menemukannya di pinggir sungai tadi pagi” jawab Kyuhyun.

“Kumat lagi deh, mentang-mentang anak tukang reparasi” ledek Eunhyuk seraya tersenyum jahil.

 

“Ayahku bukan tukang reparasi! Tapi membuat toko barang antik!” seru Kyuhyun membalas ledekan Eunhyuk.

“Memang itu barang apa sih?” tanya Eunhyuk sedikit penasaran.

 

“Ini kotak music tua. Aku yakin ini benda berharga. Suaranya memang sudah tidak keluar, juga dekil sekali. Tapi kalau diperbaiki dan dipoles dengan baik…kurasa harganya bisa diatas lima ratus ribu” jawab Kyuhyun seraya memandang benda tua ditangannya itu.

 

“Lima ratus ribu?!” Eunhyuk terkejut mendengarnya. “Kalau begitu, untukku saja!” pinta Eunhyuk seraya berusaha mengambil kotak music tua itu dari tangan Kyuhyun.

 

“Enak saja!” tolak Kyuhyun seraya menjauhkan benda itu dari Eunhyuk dan berjalan lebih dulu.

“Tapi apa benar barang tua seperti itu bisa laku lima ratus ribu?” tanya Eunhyuk mengikuti Kyuhyun dibelakangnya.

 

“Ayahku saja mengakui kok, aku punya taksiran harga yang bagus!” jawab Kyuhyun tersenyum bangga.

“Kalau memang mahal, kenapa dibuang begitu saja di pinggir sungai?” tanya Eunhyuk menatap Kyuhyun dengan sedikit sangsi.

 

“Yaah…mungkin pemiliknya tidak tahu nilai sebenarnya, atau ada alasan lain…” jawab Kyuhyun seraya membuka penutup kotak music tua itu. “Heh?”

 

Kyuhyun menghentikan kakinya ketika menyadari ada sesuatu yang diselipkan di celah kotak itu. Ia mengambilnya, yang ternyata adalah sebuah foto. “Foto? Kok aku baru sadar sekarang” pikir Kyuhyun membalik foto itu.

 

Kyuhyun terdiam memandang sosok di dalam foto itu. Mata obsidiannya terbelalak ketika menyadari bahwa sosok di dalam foto itu adalah Lee Sungmin. Dan di dalam foto itu Sungmin tersenyum, tampak sangat manis. Wajah tampan Kyuhyun merona melihat senyum manis itu.

 

“Kenapa, Kyu? wajahmu merah padam begitu?” tanya Eunhyuk yang ikut berhenti disamping Kyuhyun, membuat pemuda tampan itu terkejut.

 

“Ti…tidak kok!” elak Kyuhyun. Ia kembali terdiam menatap foto Sungmin, dan wajahnya kembali memerah.

 

~+~+~+~

Seusai makan malam Kyuhyun mengurung dirinya di kamar. Ia duduk di belakang meja belajarnya. Di atas meja belajar terdapat kotak music tua yang ia temukan tadi pagi. Ia mengambil foto Sungmin yang tersimpan di dalamnya, dan menatap foto itu dengan wajah yang kembali memerah karena senang.

 

“Jadi, ini barang milik Lee Sungmin, ya?” pikir Kyuhyun sambil tersenyum senang. “Baru pertama kali ini aku melihatnya tersenyum…”

 

Kyuhyun memperhatikan foto itu lekat-lekat.

“Tepat dugaanku, dia manis sekali kalau tersenyum” katanya seraya tersenyum.

 

Biasanya Sungmin selalu tampak merenung. Sendirian. Entah sejak kapan Kyuhyun memperhatikannya. Dan begitu tersadar, Kyuhyun sudah jatuh cinta pada pemuda manis itu. Padahal mereka tidak pernah saling bicara. Kyuhyun selalu merasa sulit setiap kali ingin sekedar menyapa Sungmin, karena pemuda manis itu tidak pernah mau menghentikan langkahnya. Dia selalu sendirian, dan terlihat muram.

 

Kyuhyun tersentak ketika sebuah ide melintas di kepalanya. Ia memandang kotak music tua di depannya dan berpikir, “Ini kesempatan bagus untukku!”

 

~+~+~+~

Keesokan paginya Kyuhyun menunggu kedatangan Sungmin di koridor sekolah yang menuju daerah kelas tiga. Kyuhyun memandang jam tangannya dan berpikir, 10 menit lagi Sungmin akan datang. Dan 10 menit kemudian ternyata Sungmin benar-benar datang sesuai dengan pikiran Kyuhyun. Kyuhyun tidak asal menebak, tapi dia memang hafal jam kedatangan Sungmin. Mungkin karena Kyuhyun selalu memperhatikan pemuda manis itu diam-diam.

 

“Lee Sungmin” panggil Kyuhyun ketika pemuda manis itu hanya terus berjalan melewatinya.

 

Sungmin menghentikan kakinya dan menoleh. Ia memperhatikan Kyuhyun sesaat.

“Ya? Kamu…” katanya merasa tidak kenal dengan Kyuhyun.

 

“Aku Cho Kyuhyun, anak kelas 1-3!” kata Kyuhyun memberitahu. Ia tersenyum sedikit malu dan berkata, “Bisa bicara sebentar?”

 

Sungmin diam sejenak. Ia kembali memperhatikan Kyuhyun tanpa ekspresi dan kemudian hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian mereka berjalan pergi bersama dan berhenti di sudut sekolah yang sepi. Sungmin memandang Kyuhyun yang berdiri memunggunginya, sepertinya pemuda bertubuh tinggi itu terlihat sedikit malu.

 

“Ada perlu apa?” tanya Sungmin bersuara.

“Maaf…ini…” Kyuhyun membalik tubuhnya menghadap Sungmin. “Akhir-akhir ini kau kehilangan barang, ya?” tanyanya.

“Eh?” Sungmin memandang Kyuhyun tidak mengerti.

 

Kyuhyun merogoh saku celananya dan mengeluarkan sesuatu. Sebuah kotak music tua. Ia menyodorkan benda itu pada Sungmin sembari berkata, “Ini… Aku temukan di pinggir sungai”

 

Sungmin terdiam. Ia menatap benda ditangan Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya. Ekspresi wajahnya berubah. Ia nampak terkejut dan mengalihkan pandangannya. Mata foxy-nya mengerjap beberapa kali dengan gusar.

“Ini punyamu, ‘kan?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin memandang Kyuhyun. Ia masih terdiam selama beberapa saat.

“Betul, tapi……” katanya kembali terdiam.

 

“Ternyata benar! Ini kotak music yang bagus sekali, lho! Barang berharga…” kata Kyuhyun terdengar sangat senang. Wajahnya mulai memerah karena perasaan senangnya. Kemudian ia mulai bercelotah sementara Sungmin hanya diam, sedikit menunduk. “Hehehe… Keluargaku punya toko barang antik, jadi aku tahu dengan masalah-masalah seperti ini. Aku poles sana-sini. Jadi cantik, ‘kan! Ngomong-ngomong, darimana kau dapatkan kotak music ini?”

 

“Di toko barang antik di Gangnam. Kotak music ini sudah rusak. Suaranya sudah tidak keluar, makanya harganya murah” kata Sungmin dengan ekspresi yang sulit di jelaskan.

 

“Oh…” kata Kyuhyun seraya memandang Sungmin dengan senang.

 

“Namamu Kyuhyun, ‘kan?” kata Sungmin kemudian seraya memandang Kyuhyun. “Terima kasih, sudah susah payah mengembalikannya untukku…”

 

Kyuhyun tersenyum semakin lebar, berpikir bahwa ia telah berbuat hal yang benar dengan mengembalikan kotak music itu pada Sungmin. Tapi perkataan Sungmin selanjutnya membuat senyum diwajah Kyuhyun menghilang seketika. Ekspresi Sungmin mendadak keras, seolah Kyuhyun telah melakukan kesalahan terbesar.

 

“Tapi…terus terang saja, untuk apa kau repot-repot?” kata Sungmin.

 

Kyuhyun terkejut mendengarnya.

“Tapi…benda ini punyamu, ‘kan? Aku hanya—“

 

“Barang ini sudah kubuang jauh-jauh ke sungai. Tapi kau malah mengembalikannya untukku?” potong Sungmin dengan ketus. Wajah manisnya nampak semakin keras, seolah sedang menyimpan sesuatu yang menyakitkan. “Maaf, tapi tolong kembalikan benda ini ke tempat aku membuangnya. Jangan ikut campur urusan orang. Sudah, ya.”

 

Kyuhyun bengong melihat Sungmin yang beranjak pergi. Ia memandang kotak music yang masih berada di tangannya, Sungmin bahkan tidak menyentuhnya sama sekali. “Kenapa jadi begini?!” pikir Kyuhyun bingung.

 

~+~+~+~

Sorenya, sepulang sekolah Kyuhyun pergi ke pinggir sungai tempat ia menemukan kotak music itu. Tempat itu nampak sepi dan tenang. Suara gemericik aliran sungai dan tiang-tiang beton jembatan yang berdiri kokoh diatasnya. Kyuhyun melemparkan kotak music itu diatas rerumputan, dipinggir sungai.

 

Kyuhyun menatap kotak music itu dan berpikir dengan kecewa,

“Cih. Padahal aku ingin melihatnya gembira. Tapi kenapa tanggapannya seperti itu…? Memangnya ada apa dengan kotak music ini?”

 

Saat itu ada seorang wanita yang datang dengan membawa sebuket bunga. Ia memandang Kyuhyun yang masih berdiri di pinggir sungai, memunggunginya. Kemudian ia berjalan mendekati Kyuhyun. “Maaf…” katanya membuat Kyuhyun menoleh. “Kau…temannya Siwon, ya?” tanyanya dengan tersenyum ramah.

 

“Eh?” kata Kyuhyun memandang wanita itu tidak mengerti. Ia memperhatikan wanita itu sesaat dan berpikir dengan bingung, “Aku…? Siapa itu Siwon?”

 

Wanita itu berlutut di depan kotak music dan menatap benda itu dengan sedikit terkejut.

“Lho? Kotak music ini…” katanya.  Pandangan matanya melembut. Kemudian dengan nada rindu ia kembali berkata, “Waktu berlalu begitu cepat, ya. Tak terasa sudah setahun sepeninggalannya…”

 

Kyuhyun segera menoleh. Wanita itu meletakkan buket bunga yang dibawanya disamping kotak music itu. Sembari menatap kotak music itu, ia mulai bercerita pada Kyuhyun. Sementara Kyuhyun hanya terpaku mendengarnya.

 

“Adikku itu memang bodoh. Dia membuat sedih pacarnya yang manis. Saat itu sungai sedang meluap. Dia terjatuh, dan tak pernah ditemukan. Kotak music itu adalah hadiah terakhir Siwon untuk pacarnya, Lee Sungmin.”

 

~+~+~+~

 

Langit semakin gelap. Hujan mulai turun dan perlahan kian deras. Wanita itu sudah lama pergi tapi Kyuhyun masih saja tidak beranjak dari tempatnya. Ia masih berdiri menatap kotak music dan buket bunga yang basah terguyur hujan. Kyuhyun tidak peduli meski bajunya juga telah basah kuyup. Ia terus menatap kedua benda itu dengan sedih. Ia sedang berpikir tentang Sungmin. Kemudian Kyuhyun mengambil kembali kotak music itu dan membawanya pulang.

 

Hujan turun semakin deras saat Kyuhyun tiba di rumah. Ia segera menuju kamarnya. Setelah mandi dan mengganti pakaian yang lebih hangat ia mengambil kotak music milik Sungmin dan beranjak duduk di belakang meja belajarnya. Ia memandang benda itu dan berpikir, sejak kejadian itu, sejak saat itulah Sungmin tak pernah tersenyum lagi.

 

“Tapi…kenapa dia membuang benda yang begitu berarti baginya?” kata Kyuhyun berpikir.

 

Kyuhyun meletakkan kotak music itu diatas meja. Ia mendesah dan terdiam sejenak. Ia berpikir, saat ini Sungmin sama seperti kotak music rusak ini. Tak bisa mengeluarkan suara yang indah. Terdiam dalam waktu. Terpaku pada masa lalu. Kalau seperti ini terus, dia akan……

 

Kyuhyun membuka penutup kotak music. Di dalamnya nampak foto Sungmin terselip di celahnya. Kyuhyun mengambil foto itu dan memandangnya. Di dalam foto itu Sungmin tersenyum lepas. Nampak begitu manis, begitu bebas. Melihat foto ini kini Kyuhyun lebih yakin, bahwa Sungmin memang lebih manis kalau tersenyum. Dan Kyuhyun tidak ingin senyum itu benar-benar menghilang. Kyuhyun mengambil kotak perkakas miliknya dan mulai membongkar kotak music itu. Ia berusaha memperbaiki benda itu. Karena ia adalah anak pemilik toko barang antik. Tugasnya adalah mengembalikan keindahan barang yang sudah pudar.

 

“Akan kuperlihatkan keindahan itu padanya. Tanganku ini akan membuat dia kembali tersenyum!” pikir  Kyuhyun bertekad.

 

~+~+~+

Seperti biasa, Sungmin selalu sendirian di sekolah. Dia selalu memilih untuk sendirian, dan wajah manis itu selalu menyimpan kesedihan yang samar. Sungmin sedang berjalan sendirian di koridor sekolah ketika Kyuhyun memanggilnya.

 

“Lee Sungmin!” panggil Kyuhyun.

 

Sungmin menoleh, memandang Kyuhyun dengan muram. “Kau lagi…” katanya.

“Hei! Maaf ya soal yang kemarin!” kata Kyuhyun seraya tersenyum.

 

Sungmin hanya memandangnya tanpa ekspresi.

“Kau sudah buang kotak music itu?” tanyanya.

“Tentu saja, dong!” jawab Kyuhyun berbohong.

 

“Terima kasih, ya. Dah” kata Sungmin sembari membalik tubuhnya dan berniat pergi.

“Lee Sungmin! Tunggu sebentar” kata Kyuhyun berusaha menahan Sungmin.

 

Sungmin menoleh pada Kyuhyun. Pandangan matanya nampak tidak bersahabat. Seolah pemuda manis itu tidak suka melihat Kyuhyun berkeliaran disekitarnya. Dengan dingin ia berkata, “Cho Kyuhyun, tolong jaga jarak denganku. Panggil aku hyung! Aku ini kelas 3 dan seniormu. Kita bukan teman”

 

Perkataan Sungmin membuat Kyuhyun terdiam. Kemudian pemuda manis itu pun beranjak pergi. Kyuhyun menatap punggung Sungmin yang menjauh pergi dan berpikir dengan sedikit kesal, “Cih! Aku tak akan menyerah semudah itu!”

 

Di rumah Kyuhyun pun terus berusaha memperbaiki kotak music itu. Namun ia masih juga tidak berhasil. Kotak music itu masih tidak berbunyi juga. Akhirnya Kyuhyun menutup kotak music itu seraya mendesah dengan lelah.

 

“Sudah pakai berbagai cara, masih juga belum bisa. Sebenarnya kenapa, sih? Sudah rusak total ya…”kata Kyuhyun bingung.

 

Ketika Kyuhyun melihat ke jendela ia baru menyadari bahwa hari sudah hampir subuh. Sudah 3 malam ia tidak tidur karena terus mengutak-atik kotak music itu. Kyuhyun kembali teringat dengan perkataan Sungmin waktu itu dan raut wajahnya yang keras. Tapi saat itu, mata foxy Sungmin seolah menyorotkan kesan yang lain.

 

“Barang ini sudah kubuang jauh-jauh ke sungai. Tapi kau malah mengembalikannya untukku?”

“Kenapa dia membuang hadiah terakhir dari mendiang pacarnya…?” pikir Kyuhyun seraya mengambil kotak music itu dan memandangnya dengan bingung. “Mungkin dia mau meninggalkan masa lalu, dan memulai semuanya dari awal. Mungkin aku betul-betul membuatnya kesal karena sudah memungut kotak music ini lagi…” pikir Kyuhyun.

 

Tapi ada perasaan yang memaksa Kyuhyun untuk memperbaiki benda itu. Entah mengapa Kyuhyun merasa ia harus memperbaiki kotak music itu. Kyuhyun terus memandang kotak music itu dan teringat, Sungmin pernah mengatakan bahwa dia membeli benda itu dari toko anti di Gangnam. Mungkin Kyuhyun bisa mengeceknya besok.

 

~+~+~+~

Maka keesokan harinya Kyuhyun pergi seorang diri ke Gangnam dengan membawa kotak music itu. Ia memasuki setiap toko barang antik dan bertanya apakah mereka mengenali benda itu. Tapi hampir semua menggelengkan kepala mereka ketika melihat kotak music tersebut. Hingga akhirnya Kyuhyun masuk ke dalam toko terakhir. Cotton, an antiques shop nama toko itu. Ternyata pria pemilik toko itu mengenali kotak music yang ditunjukkan oleh Kyuhyun.

 

“Oh, aku ingat benda ini. Kujual kira-kira setahun yang lalu. Barangnya memang sudah rusak” kata si pemilik toko.

“Eh… Benarkah?” kata Kyuhyun merasa senang karena akhirnya perjuangannya ke Gangnam tidak sia-sia.

 

“Iya, kujual pada pasangan murid SMA yang manis” kata si pemilik toko dengan yakin.

“Kok anda bisa ingat sih, langganan yang mampir setahun yang lalu…” kata Kyuhyun merasa heran.

 

“Soalnya mereka tamu yang berkesan di hatiku. Terutama si seme-nya…” kata si pemilik toko dengan tersenyum.

“Eh?” Kyuhyun sedikit terkejut mendengarnya.

 

“2-3 hari setelah membeli kotak ini, dia kembali seorang diri. Dia memintaku untuk memodifikasi kotak ini” lanjut si pemilik toko.

 

“Modifikasi?” kata Kyuhyun.

“Nih, kalau dibeginikan…” si pemilik toko mengutak-atik sesaat kotak music itu sembari menjelaskannya pada Kyuhyun. Kyuhyun terkejut saat tiba-tiba terdengar sebuah lagu dari kotak music itu. Kotak music itu kembali bersuara.

 

~+~+~+~

“Sungmin hyung! Hei, Sungmin hyung!” panggil Kyuhyun.

 

Sungmin menoleh memandang Kyuhyun yang setengah berlari di koridor sekolah menuju ke arahnya dengan membawa sesuatu ditangannya. “Apaan, sih! ‘kan sudah kubilang, jangan ganggu aku lagi” kata Sungmin dengan kesal ketika Kyuhyun berhenti di depannya.

 

“Sebentar, ada urusan penting. Ini, lho!” kata Kyuhyun menunjukkan benda yang dibawanya, yang ternyata adalah kotak music.

 

Sungmin terdiam melihatnya. Itu adalah kotak music yang tidak ingin ia lihat lagi.

“Ternyata mekanisme kotak ini hebat! Begini…” kata Kyuhyun yang ingin menunjukkan sesuatu dengan kotak music itu.

 

Tapi Sungmin tidak perduli dengan hal itu.

“Kenapa kotak itu masih ada ditanganmu?” tanya Sungmin dengan tubuh yang bergetar pelan.

“Heh?” Kyuhyun berhenti bicara.

 

“Kau bilang sudah membuangnya, ‘kan? Jadi kau bohong?!” kata Sungmin marah.

“Ah… Maaf, tapi aku…” kata Kyuhyun terkejut melihat Sungmin yang menjadi marah seperti itu.

 

“Mau alasan apa lagi, hah?” Suara Sungmin semakin meninggi. Wajah manisnya nampak gusar. “Kau bilang ayahmu punya toko barang antik. Kalau kau memang menginginkannya, ambil saja untukmu! Ambil, dan jangan pernah muncul di depanku lagi! Aku tak ingin melihat tampangmu, ataupun kotak music itu lagi!”

 

Kyuhyun terdiam melihat Sungmin membentaknya. Sungmin terlihat benar-benar marah.

“Sudah jelas, ‘kan! Aku pergi!” kata Sungmin membalik tubuhnya dan beranjak pergi.

 

“Tunggu, Sungmin hyung! Aku…” Kyuhyun berusaha mengejar Sungmin tapi tiba-tiba ia merasa pandangannya berputar. “Sungmin…hyung…” panggilnya.

 

Dan tubuh Kyuhyun terjatuh ke lantai. Sungmin berhenti dan menoleh. Ia terkejut melihat Kyuhyun yang pingsan di lantai. Wajah manis Sungmin perlahan berubah panic. “Hei…jangan bercanda! Kyuhyun ssi! Kyuhyun ssi! Aduh…tolong! Tolong, ada yang pingsan!”

 

Samar-samar Kyuhyun mendengar suara Sungmin yang berteriak dengan panic. Ia ingin bangun tapi tubuhnya tak sanggup bergerak lagi. Sudah 4 malam ia tidak tidur. Tubuhnya sudah tidak kuat lagi. Bodoh sekali. Tapi, Kyuhyun tetap ingin melihat Sungmin tersenyum lagi.

 

~+~+~+~

Kyuhyun membuka matanya dan tersentak bangun. Ia menoleh ke kanan dan kiri sesaat dengan bingung. Hingga akhirnya Kyuhyun menyadari bahwa ia sudah berada di kamarnya. “Kau membuatku jantungan, tahu!” kata sebuah suara disamping ranjangnya.

 

Kyuhyun menoleh dan terkejut melihat kehadiran Sungmin.

“Su..Sungmin hyung?!”katanya dengan wajah yang sedikit memerah karena malu.

 

“Aku bahkan diminta dokter sekolah untuk mengantarkanmu pulang. Sungguh membuatku repot saja!” kata Sungmin mendengus kesal. Ia terdiam sejenak dan memandang Kyuhyun. Kemudian ia kembali bicara dengan nada yang lebih tenang. “Aku dengar dari keluargamu. Katanya, kau sampai 4 malam tidak tidur demi memperbaiki kotak music itu. Kau bodoh. Sangat bodoh. Hanya demi benda itu…”

 

Rona merah di wajah Kyuhyun seketika memudar. Kyuhyun terdiam. Ia memandang Sungmin leka-lekat dan bertanya, “Kenapa kau begitu ingin membuang kotak music itu?”

 

Sungmin tersentak mendengar pertanyaan itu. Ia terdiam dengan wajah muram. Sambil menatap lantai ia menjawab, “Harus kubuang…karena hanya akan membangkitkan kenangan pahit”

 

Sungmin terdiam sejenak. Ia mengambil kotak music dari atas meja belajar Kyuhyun dan memandangnya dengan sedih. Katanya, “Siwon membelikannya untukku sebagai hadiah. Kami menemukannya saat pergi ke toko barang antik. Aku langsung jatuh cinta saat melihatnya. Tapi…beberapa hari kemudian, kami bertengkar. Saat itu juga, kukembalikan kotak music ini padanya. Tak kusangka…aku tak pernah bisa melihatnya lagi. Dia sudah tiada…”

 

Sungmin berhenti sejenak. Kyuhyun hanya diam. Ia duduk menghadap Sungmin dan mendengarkan dengan tenang. Sungmin menundukkan kepalanya seraya kembali melanjutkan ceritanya dengan suara yang terdengar sedikit bergetar. “Saat upacara pemakamamnya…keluarganya menyerahkan benda ini padaku, tapi…setiap kali memikirkannya, yang teringat olehku adalah pertengkaran kami yang terakhir. Yang terbayang adalah wajahnya yang kesal. Aku tak tahan. Itu sebabnya…seandainya…”

 

Air mata mulai meluruh turun dari sudut mata Sungmin. Air mata yang meluruh turun bersama rasa penyesalan. “Seandainya, aku diberi kesempatan untuk berbaikan dengannya. Seandainya…aku bisa melihat senyumnya lagi…” tangis Sungmin pelan.

 

“Aku yakin, dia juga punya perasaan yang sama” kata Kyuhyun bersuara dengan lembut.

“Eh?” Sungmin berhenti menangis dan mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun.

“Coba kemarikan kotak musiknya” pinta Kyuhyun.

 

Sungmin memberikan kotak musiknya pada Kyuhyun. Ia hanya memperhatikan dengan bingung Kyuhyun yang sedang mengutak-atik sesaat benda tua itu. Tiba-tiba terdengar sebuah alunan lagu. Sungmin terkejut mendengarnya.

“Kotak musiknya…bisa bersuara lagi?!” kata Sungmin memandang kotak music dengan tidak percaya. “Kau yang membetulkannya?” tanyanya memandang Kyuhyun.

 

“Tidak. Dia memang sengaja memodifikasinya” jawab Kyuhyun.

“Eh?” Sungmin memandang tidak mengerti.

 

Kyuhyun tersenyum. Ia mulai menjelaskan pada Sungmin seraya menunjukkan kotak penyimpanan dibagian tengah kotak music itu. “Ini, lihat. Di sini dipasang alat yang langsung berbunyi begitu kena cahaya. Alat ini sengaja dipasang, lengkap dengan kotak penyimpanannya,”

 

Kyuhyun membuka penutup kotak penyimpanan itu.

“Begitu dibuka, langsung terdengar musiknya. Ini modifikasi yang sangat rapi. Aku tidak sadar kalau tidak dijelaskan oleh tukangnya. Nah, di dalamnya penyimpanan ini ada foto dirimu yang sedang tersenyum. Bukankah ini berarti dia ingin kau selalu tersenyum?” katanya seraya memberikan kotak music itu pada Sungmin.

 

Sungmin terpaku. Ia terdiam memandang kotak music itu. Alunan lagu yang mengalun lembut dari kotak music itu membangkitkan kembali rasa rindu itu. Mata foxy-nya kembali basah oleh air mata.  “Lagu ini… Ini “Gymnopety”, karya Eric Saty. Ini lagu kesayangan Siwon. Lagu yang terdengar saat kami mulai berpacaran. Lalu, lagu ini pula yang membuat kami rukun lagi setelah bertengkar. Siwon bodoh… Kenapa harus repot-repot melakukan semuanya untukku? Siwon…” katanya kembali terisak.

 

“Harapan terakhir Siwon, agar kau selalu tersenyum Lee Sungmin” Kata Kyuhyun menyuarakan isi pikirannya.

 

Sungmin berhenti menangis. Ia terdiam memandang Kyuhyun yang sedang tersenyum padanya. Sungmin pun akhirnya tersenyum, seulas senyum yang tulus. Kyuhyun terdiam sesaat dan mengerjap melihatnya. Senyum itu membuat debaran-debaran nakal di dadanya kian terasa. Sudah ia duga, Sungmin pasti manis sekali kalau tersenyum…

 

“Sungmin hyung, bisa tidak kau pinjamkan kotak music itu padaku sebentar?” tanya Kyuhyun seraya mengulurkan satu tangannya, meminta pada Sungmin.

 

“Eh? Boleh. Buat apa?” jawab Sungmin seraya memberikan kotak musiknya pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun memandang kotak music itu dan terdiam sesaat.

“Akan kuperbaiki kotak music ini sampai jadi bagus!” katanya.

“Lho! Ini ‘kan sudah bagus?” kata Sungmin.

 

Kyuhyun menatap Sungmin dan hanya tersenyum penuh arti. Kepalanya berpikir, ia adalah penerus usaha barang antik. Tugasnya adalah memperlihatkan keindahan barang-barang tua pada pemiliknya. Waktu yang terhenti bagi Sungmin kini mulai berjalan. Saat ini kotak music itu yang menjadi alasan pemuda manis itu untuk tersenyum kembali. Tapi suatu saat nanti, dirinyalah yang akan menjadi alasan Sungmin tersenyum…

 

~Fin~

5 thoughts on “Ice Doll

  1. Aaaa…
    (´∀`)♡
    Aku penggemar salad days series…
    Dn aku ingat komik ini dg jelas. Nyahahaha…
    18 volume yg tak sangat mengesankan.
    Mana mangakanya cowok ternyata. XDDD

    Wah… Tapi kepalaku berputar2 dn susah menangkap image sungmin d sini. Mungkin karena versi komiknya sudah nancap bgt ampe berkarat d otaku.
    Hehehe…
    Tapi aku sdikit bersyukur lah stelah 2 oneshoot yg dark aku dapet sdikit pencerahan dgn ini. Nyahahaha…
    Yoks… Lanjut surfing…

  2. Aahhh . . .
    Jinjja !
    Kyu perjuangan.a rmayan jga , aku suka dia yg kea gini yg selalu brusaha cari perhatian + cinta.a min . .😀

    Keep writing !😀
    HWAITING !!
    \(^_^)9

  3. si kyu klepek2 hanya karna foto min yg tersenyum..hihihi~
    kyu kyu udah gila sungmin nih..masa ampe ga tidur 4 hari..hmm usaha yg keras tidak akan mengkhianati…
    tp gantung ini mah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s