Just / chap 1 : Traitor of love

Gambar

Pairing             : KyuMin / KyuWook / YeMin

Genre                : Angst

Length              : Chaptered

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to their self

Summary       : Seperti hujan yang bersenyawa dengan matahari ketika membuat pelangi, tidak bisakah kita seperti mereka? Bersatu. Bersenyawa.

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Chap 1 : Traitor of love

 

Seoul, Februari 2008.

Sungmin melangkahkan kakinya dengan senang. Ia tersenyum melihat sebuah aquarium mini berisi beberapa ikan hias di tangannya, hadiah yang akan ia berikan untuk Kyuhyun. Hari ini kekasih evilnya itu berulang tahun, dan Sungmin ingin membuat kejutan untuknya. Sungmin  baru saja menyelesaikan studinya di Cina dan tidak sabar untuk segera bertemu dengan Kyuhyun. Yeah, kerinduan pada kekasih evilnya itu sangat menggebu-gebu.

 

“Kyu pasti akan senang dengan surprise ini. Dia tidak akan menyangka kalau aku sudah pulang ke Seoul” Batin Sungmin bahagia.

 

Sungmin merapatkan jaketnya sesaat menepis udara dingin di bulan Februari. Sungmin melangkah pelan memasuki halaman rumah bertingkat itu. Ia berjalan  menuju pintu belakang dan menutup pintunya pelan-pelan. Sungmin hampir meloncat kaget saat sebuah suara mengejutkannya. Sungmin menoleh. Seorang pemuda berpipi chubby sedang terkejut dengan kedatangan Sungmin yang mengendap-endap.

 

“Sungmin hyung!! Kapan pulang?” Tanya Henry kaget.

“Ssttt….aku baru saja sampai tadi pagi. Kyu ada? Ini hari ulang tahunnya dan aku ingin memberinya kejutan” Ujar Sungmin seraya berbisik.

 

Henry diam sesaat. Pemuda berpipi chubby yang menggemaskan itu terlihat sedikit gelisah.

“Errm…ada. Dia sedang belajar bahasa mandarin dengan Ryeowook hyung. Diruang tengah” Jawabnya ikut berbisik.

“Wookie?” Tanya Sungmin heran.

 

Henry menganggukkan kepalanya.

“Kyu belajar bahasa mandarin dengan Wookie?” Tanya Sungmin lagi.

 

Henry menganggukkan kepalanya sekali lagi. Sungmin sedikit mengernyit heran, biasanya kekasih evilnya itu paling malas jika mendengar bahasa mandarin yang menurut Kyuhyun terdengar aneh baginya. Tapi kini dia sedang belajar bersama Ryeowook? Sejak kapan Kyuhyun tertarik dengan bahasa mandarin?

 

Sungmin berpikir hal itu tidak masalah. Ia bisa sekalian memberi kejutan pada Ryeowook. Ia juga rindu sekali dengan sahabatnya itu. Rasanya Sungmin ingin memeluk sahabatnya itu erat. Sungmin tersenyum tidak sabar.

“Erm…kalau begitu aku pergi dulu hyung” kata Henry.

 

“Loh, kau sudah mau pergi? Kenapa terburu-buru? Aku baru saja datang” tanya Sungmin.

“Aah…aku ada janji dengan Mimi ge ge. Lagipula aku ke sini hanya untuk meminjam game Kyuhyun saja. Kita bertemu lagi nanti hyung” kata Henry tersenyum meminta maaf.

 

“Araseo” kata Sungmin tersenyum.

 

Henry segera beranjak pergi dengan terburu-buru. Pemuda berpipi chubby itu terlihat gelisah, dan samar-samar Sungmin mendengar Henry bergumam pelan, semacam kalimat “tamat riwayatmu Cho Kyuhyun”. Tapi Sungmin tidak terlalu memperdulikannya. Ia sudah tidak sabar untuk bertemu kekasih dan sahabatnya.

 

Sungmin mengendap-endap pelan menuju ruang tengah. Ia bisa mendengar suara tawa bahagia Kyuhyun dan Ryeowook. Seraya berjingkat-jingkat Sungmin mendekati mereka yang sedang bercengkrama dengan akrab, mungkin…terlalu akrab. Sungmin menyembunyikan di belakang punggungnya, sebuah bingkisan yang akan ia berikan pada Kyuhyun sebagai hadiah ulang tahunnya. Rasanya ia semakin tidak sabar untuk segera memeluk kekasih dan sahabatnya, menumpahkan kerinduan yang terasa membuncah.

 

Namun tiba-tiba Sungmin tertegun ditempat. Ia berdiri membeku, yang ia dapati bukan Kyuhyun dan Ryeowook yang sedang belajar. Tapi sebuah percumbuan yang cukup panas disofa. Suara tawa bahagia itu berganti menjadi suara desahan pelan yang terdengar menyakitkan bagi Sungmin.

 

Pranngg…!!!!

 

Bingkisan berisi aquarium mini itu terjatuh dari tangan Sungmin. Pecah berkeping-keping. Airnya berceceran dan ikan-ikannya menggelepar-gelepar di lantai. Sungmin begitu terkejut. Rasanya ia tidak percaya dengan penglihatannya.

 

Kyuhyun dan Ryeowook menghentikan percumbuan mereka dan menoleh. Terkejut, gugup terpancar jelas diwajah keduanya. “Su-Sungmin hyung!!!” ujar mereka bersamaan.

 

Kyuhyun dan Ryeowook segera mengambil jarak dan berusaha merapikan pakaian mereka yang nampak berantakan. Kyuhyun berdiri dan beranjak mendekati Sungmin.

“Erm…kapan kau pulang hyung?” ujarnya seraya mencoba memeluk kekasih bunnynya.

 

Sungmin mundur beberapa langkah, menghindari Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun dan Ryeowook penuh benci. Sementara Ryeowook, berusaha menghindari tatapan Sungmin yang menusuk. Mereka berdua terlihat sama-sama gugup.

 

“Kami, kami bisa menjelaskannya hyung. Kami…” kata Ryeowook panik.

“Teganya kalian mengkhianatiku” Kata Sungmin terluka.

 

????

 

Hening. Sebuah keheningan yang terasa sangat tidak nyaman. Kyuhyun dan Ryeowook menunduk, berusaha menghindari tatapan Sungmin yang memandang seolah mereka adalah pendosa terberat. Sedangkan Sungmin, diam dengan ketidakmengertiannya, dengan rasa tidak percaya dengan apa yang ia saksikan sendiri.

 

Ternyata kekasih dan sahabatnya diam-diam telah mengkhianatinya, jauh sebelum Sungmin berangkat ke China untuk studinya. Mereka membohonginya, bermain hati dibelakang Sungmin. Dan dengan bodohnya Sungmin tidak menyadari hal itu? Permainan macam apa yang mereka lakukan hingga Sungmin tidak pernah merasa curiga?

 

“Ugh, sungguh, kalian penghianat cinta yang bersahabat” Sungmin bersuara, mendengus marah.

 

Kyuhyun dan Ryeowook masih bungkam. Ryeowook memainkan jarinya dengan gelisah.

“Tapi kenapa? Apa salahku?” Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari bibir plump Sungmin, tanpa tahu tujuannya kepada siapa. Mungkin hanya bisikan hatinya semata.

 

Tiba-tiba Sungmin merasa pandangannya kabur. Sesuatu telah menggenang dimatanya. Ia menangis karena pengkhianatan oleh kedua orang yang ia sayangi. Rasanya sangat sakit. Lebih sakit daripada menahan sesak ketika batuk. Sakitnya terasa hingga ke ulu hati, bukan hanya tercekat dikerongkongan saja.

 

Ryeowook menghentikan jemarinya yang bermain dengan gelisah, dan mulai menangis.

“Maafkan aku hyung. Seharusnya dari awal aku jujur padamu. Maafkan aku hyung, sungguh.” Katanya tiba-tiba.

 

Sungmin memandang Ryeowook yang terisak seraya berkali-kali berbisik maaf, kemudian mendengus kesal. Dengan mudahnya Ryeowook mengucapkan maaf setelah apa yang telah ia lakukan padanya. Maaf, satu kalimat yang mudah diucapkan, tapi rasanya sulit untuk Sungmin menerimanya.

 

Ryeowook terus terisak seraya berbisik maaf. Sementara Kyuhyun hanya terpekur, menunduk lesu menatapi lantai. Sungmin menunggu Kyuhyun untuk memberi penjelasannya, meski hanya untuk membuat hati Sungmin menjadi sedikit tenang. Mungkin dengan begitu Sungmin bisa memaafkan dan merelakan mereka. Tapi lama Sungmin menunggu, Kyuhyun tetap saja membatu.

 

Dasar pengecut!!

 

Tiba-tiba Sungmin merasa muak. Anehnya, perasaan rindu yang tadi terasa menggebu-gebu untuk Kyuhyun sekarang menguap begitu saja. Rindu itu sudah tidak ada artinya lagi kini. Sungmin mendengus sedih dan mengusap air mata diwajahnya. Kyuhyun mengangkat kepalanya memandang kekasih bunnynya yang sedang menangis perlahan.

 

“Saengil chukkae Kyu.” ujar Sungmin dengan sedih.

 

Sungmin tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya. Yang ia tahu, ia berada di dalam butir-butir salju yang satu persatu terjatuh dari langit malam. Sungmin melangkah pelan di jalanan tanpa tahu kemana tujuannya.

 

Salju masih saja turun. Sungmin tidak peduli dengan udara yang dingin menusuk, nyaris Sungmin tidak merasakan apa-apa. Semuanya terasa beku, bahkan hatinya juga. Ketika orang-orang yang melewatinya memandangnya dengan heran, Sungmin masih tidak peduli. Sungmin masih terus melangkah pelan, tertatih-tatih di antara butir-butir salju, terisak.

 

t.b.c

18 thoughts on “Just / chap 1 : Traitor of love

  1. Kyu ama wookie jahatt !
    Knp mreka bsa gt ??
    Bner” pcar , ama shabat yg jahatt . . .
    >,<

    keep writing !😀
    HWAITING !!
    \(^_^)9

  2. Annyeong haseyo Min kecil.. Minta ijin baca ffnya ^^

    Baru baca part 1 udh disuguhin adegan yg ga enak bgt.. Paling ga bisa liat Ming nangis…;(
    Gmn jdnya Ming setelah kejadian ini ya..

  3. kyu sama wookie teganya sama min
    aku pembaca baru ff ini
    rasanya telat banget hehe
    kenapa kyunya seakan cuek banget
    kasian min huhuhu
    padahal mw ngasih kejutan malah dapet kejutan
    huaaaaa
    mau baca lanjutannya….
    baca lanjutannya dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s