Just / chap 4 : Hello alone, are we still there?

100-Days-Danbo-Photo-Project-Gallery-By-Hartanta-Part-105

Pairing         : KyuMin / KyuWook / YeMin

Genre          : Angst

Length         : Chaptered

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to their self

Summary       : Seperti hujan yang bersenyawa dengan matahari ketika membuat pelangi, tidak bisakah kita seperti mereka? Bersatu. Bersenyawa.

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

chap 4 : Hello alone, are we still there?

 

Seoul Hospital, Maret 2011.

Musim semi. Udara mulai terasa hangat dan bunga-bunga kembali menampilkan keindahan mereka. Bangunan yang berwarna putih ini terasa ramai dengan para pasien, pengunjung, maupun para perawat yang sibuk berlalu lalang dikoridor–koridor rumah sakit yang terbentang panjang.

 

Bangunan yang besar ini adalah Seoul Hopital. Berjalanlah terus hingga ke belakang gedung. Di akhir koridor ini kau akan menemukan sebuah taman, tidak luas tapi sangat indah, dengan pohon-pohon rindang dan berbagai bunga. Disana kau akan melihat seorang pemuda yang sedang duduk tenang disebuah kursi taman.

 

Yeah, pemuda yang memakai jas berwarna putih itu. Pemuda yang berwajah sangat manis itu, mungkin lebih tepat bisa disebut dengan cantik. Disana, yang sedang duduk sendirian memejamkan matanya, menikmati hangatnya semilir angin musim semi yang memainkan pelan poni rambutnya.

 

Yeah, dia. Kau melihat pemuda itu bukan? Tahukah kau siapa dia? Namanya? Mungkin kau harus mendekatinya. Dekati dia perlahan dan cobalah baca nama yang tertera pada name tag dijas putih itu.

 

Dr. Lee……

 

Aah…tidak terbaca dengan jelas. Name tag itu nampak berkilat karena tertimpa cahaya matahari.  Kalau begitu cobalah untuk mengingat kembali dengan lebih baik. Tidak mungkin kau lupa dengan pemuda semanis dia bukan?

 

Lee, Sungmin.

Benar, itulah namanya. Lee Sungmin.

 

????

“Dokter Lee.”

 

Sungmin membuka matanya dan menoleh. Seorang perawat muda sedang berdiri di dekatnya.

“Erm…maaf mengganggu waktu istirahat anda dokter. Tapi dokter Leeteuk sedang mencari anda sejak tadi.” kata perawat itu.

 

Sungmin berdiri dan tersenyum.

“Terima kasih. Aku akan segera menemuinya.” Katanya.

 

Kemudian Sungmin beranjak pergi meninggalkan taman belakang, tempat favoritnya dirumah sakit ini. Ia berjalan menyusuri lorong, menaiki lift hingga lantai 10 dan kembali berjalan menyusuri lorong. Hingga akhirnya Sungmin berhenti didepan sebuah ruangan. Ia mengetuk pintu sesaat.

 

“Masuk.” terdengar suara dari dalam.

 

Sungmin membuka pintu dan melangkah masuk. Di dalam ruangan terlihat seorang pemuda berwajah malaikat yang juga memakai jas berwarna putih sama seperti Sungmin, sedang duduk dibalik mejanya. Wajahnya terlihat sangat serius membaca laporan ditangannya.

 

“Hyung memanggilku?” Tanya Sungmin.

 

Leeteuk mengangkat kepalanya dan tersenyum melihat kedatangan juniornya.

“Aah, Sungmin ah. Kemarilah dan duduklah disini” Katanya menyuruh Sungmin duduk didepannya.

 

Sungmin menarik kursi dan beranjak duduk didepan Leeteuk.

“Mworago hyung?” tanya Sungmin.

“Aku butuh pendapatmu” Jawab Leeteuk memberikan laporan ditangannya pada Sungmin.

 

Sementara Sungmin membaca laporan itu dengan serius, Leeteuk sibuk memutar kursinya ke kanan dan kiri. Wajah malaikat itu nampak kebingungan. Itu adalah laporan milik seorang pasien leeteuk, seorang gadis kecil berusia 7 tahun yang bernama Kimi. Gadis kecil yang malang itu menderita kanker otak.

 

Leeteuk menghentikan kursinya saat Sungmin menurunkan laporan itu dari wajahnya. Ia sudah selesai membaca. “Bagaimana menurutmu?” Tanya Leeteuk memandang juniornya.

“Dia butuh operasi, tapi itu juga tidak mudah. Sel kanker sudah menyebar dengan cepat” Jawab Sungmin iba.

 

Leeteuk menautkan kedua tangannya diatas meja dan mendesah.

“Tapi presentase gagal operasi itu 99.99%. Gadis kecil itu sudah tidak memiliki harapan lagi” katanya dengan sedih.

 

Sungmin terdiam sesaat. Perhatiannya tertarik pada beberapa origami berbentuk angsa diatas meja Leeteuk. Leeteuk menyadari pandangan Sungmin. Ia mengambil sebuah origami itu, tersenyum memandangnya dan berkata,

“Ini origami pemberian dari Kimi. Dia berlari masuk ke ruanganku tadi pagi, saat aku baru datang dan memberikan benda ini padaku. Hadiah kecil darinya, katanya”

 

Sungmin mengambil sebuah origami itu dan mengamatinya sesaat.

“Gadis kecil yang perhatian dan penuh semangat” Kata Sungmin tersenyum.

 

Sungmin meletakkan origami itu kembali ke atas meja dan bangkit. Ia berjalan menuju pintu, kemudian berhenti. Ia meletakkan tangannya dipegangan pintu. “Tapi bukankah masih ada sisa 1% untuk berhasil? Sebaiknya jangan hancurkan harapan gadis kecil itu hyung.” katanya tanpa menoleh.

 

“yeah, kurasa kau benar.” kata Leeteuk.

 

Sungmin tersenyum kemudian beranjak pergi. Leeteuk menyusun origami-origami itu diatas mejanya dalam posisi berjejer, kemudian tersenyum kecil memandangnya.

 

????

Sungmin melangkah masuk ke dalam ruangannya. Ia menghempaskan tubuhnya di kursinya yang nyaman dan memandang jam tangannya sesaat. Masih ada sisa waktu 20 menit sebelum ia menerima pasien kembali. Sungmin membuka laci mejanya dan mengambil sebuah buku, tidak ada salahnya ia membaca untuk menunggu waktu. Akhir-akhir ini Sungmin sedang, bukan tapi sangat gemar membaca buku. Untuk sekedar membunuh hari-harinya.

 

Sesuatu terjatuh saat Sungmin membuka halaman bukunya. Selembar kertas kecil terselip dibuku itu. Dari tulisannya, Sungmin tahu itu dari seseorang yang telah memilih meninggalkannya. Tulisan itu hanya bertanya, “will you be mine?”.  Dan tanggalnya sudah lama sekali. 5 Desember 2005.

 

Sungmin mendesah dengan sedih. Niatnya untuk membaca buku menghilang seketika. Sungmin menutup bukunya, membiarkan kertas kecil itu kembali terselip diantara halamannya. Ia beranjak ke jendela dan terdiam memandang keluar.

 

Setelah hari itu, hari dimana Kyuhyun meninggalkannya. Sungmin telah berusaha menjalani hari-harinya sebaiknya mungkin, meski perasaan sedih masih juga belum menghilang. Sungmin berusaha menepis perasaan sedih itu. Menenggelamkan dirinya dalam berbagai kesibukan, dalam tumpukan pekerjaan, bahkan sampai belajar banyak hal……memasak, menggambar, menulis, membaca berbagai buku, ke toko buku. Apapun, asal Sungmin bisa melupakan perasaan itu meski hanya sebentar.

 

Namun hari demi hari, perasaan sedih itu masih terasa. Kian hari terasa nyata. Setiap malam, bayangan Kyuhyun akan bermain bersama kerinduan yang berusaha Sungmin simpan didalam kotak Pandora. Sungmin masih belum mampu berdamai dengan perasaannya. Bayangan Kyuhyun masih belum bersedia menarik kopernya dan pergi jauh-jauh dari kepalanya. Meski Kyuhyun sendiri sudah menghilang entah kemana, menikmati hidupnya bersama Ryeowook. Kabar terakhir yang Sungmin dengar dari Henry, dua penghianat yang bersahabat itu telah memulai hidup mereka di Melbourne, Australia. WTF!!

 

Tok tok!! Sungmin tersadar dari lamunannya dan menoleh.

“masuk.” katanya.

 

Pintu terbuka dan seorang perawat melangkah masuk.

“Saatnya untuk praktek kembali dokter” Kata perawat itu.

“Oh benar” Kata Sungmin memandang jam tangannya.

 

Perawat itu memberikan berkas ditangannya pada Sungmin.

“Baiklah. Panggil pasiennya masuk.” kata Sungmin seraya membaca berkas pemberian dari perawatnya.

“Baiklah dokter.” Kata perawat itu.

 

Perawat itu beranjak pergi dan tidak lama seorang wanita paruh baya melangkah masuk. Sungmin tersenyum menyambut pasiennya dan memulai hari-harinya yang sibuk.

 

Sungmin tahu, satu episode baru tengah menghampiri hidupnya. Tapi Sungmin tidak pernah tahu, sampai dimana ia bisa bertahan. Sungmin berpikir, bersama kesepian ini, ia mulai sekarat. Tenggelam.

 

t.b.c

15 thoughts on “Just / chap 4 : Hello alone, are we still there?

  1. disini kan ada YeMin .. trus yeye kapan keluar.a ..
    kenapa dgn chap ini ,, pendek lagi thor ..
    kasian ming blm bisa nglupain kyu juga

  2. Yah Ming..
    Memang sulit melupakan masa lalu..
    tapi setidaknya.. arghh..
    eFeF ini berhasil ngeMix perasaan ku..

    Moga Ming cpt dpat penggantinya deh..

  3. ya ampun kyuuuu
    kenapa kamu tega banget sama sungmin sampe begini
    hiks….
    sungmin berusaha move on
    tapi pasti sulit
    engga tega rasanya liat min begitu terus
    kapan kyuhyun dan ryeowook menyesali perbuatannya huhuhu
    lanjut baca lagi…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s