Never know / part 5

Pairing         : KyuMin

Genre          : Horror

Length         : Chaptered

Warning       : Boys Love, Yaoi, M-preg

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to their self

Summary       : Kau tidak pernah tahu apa yang ada dibalik senyum innocent itu. Mungkin, memang sebaiknya kau tidak pernah tahu………

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Part 5

Ini tengah malam yang tenang. Suara detak jam di dinding menemani ketenangan di kamar Kyuhyun dan Sungmin. Pasangan itu telah terlelap dengan nyenyak di ranjang mereka yang hangat. Di samping ranjang Hyebin berdiri memperhatikan Sungmin yang tertidur lelap dalam pelukan tangan Kyuhyun. Ia memandang Sungmin selama beberapa saat kemudian mendekatkan kepalanya pada pemuda manis itu. Ia berbisik di telinga Sungmin. Samar dan halus. Bisikan itu terdengar berulang kali, bagaikan sebuah bujukan.

 

“…….kill……”

Sungmin tersentak bangun dari tidurnya. Ia terbangun dengan terkejut dan segera menyalakan lampu tidur dimeja disamping tempat tidur. Mata foxy-nya memandang seluruh ruangan kamarnya yang remang. Suara bisikan itu menghilang dan Sungmin tidak menemukan siapapun di kamar mereka. Pintu kamar mereka masih tertutup rapat. Karena Sungmin bangun secara tiba-tiba, tanpa sengaja ia menyenggol tangan Kyuhyun yang sedang memeluk pinggangnya, membuat pria tampan itu ikut terbangun.

 

“Ada apa?” tanya Kyuhyun dengan setengah mengantuk. Ia mengangkat sedikit kepalanya dari bantal dan memandang Sungmin yang sedang menatap ke seisi kamar. Kemudian ia beranjak duduk dan merangkul tubuh Sungmin. “Bermimpi buruk lagi, sayang?” tanyanya.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya pelan. Seolah tersadar ia menoleh pada Kyuhyun.

“Tidak, aku hanya…sepertinya aku mendengar sesuatu. Mungkin hanya perasaanku saja. Maaf membuatmu terbangun” katanya dan mengecup wajah mengantuk ‘suaminya’ itu.

 

“Kalau begitu, ayo kita tidur. Ini masih……” Kyuhyun melirik sesaat padajam digital disamping lampu tidur mereka. “Ini masih pukul 2 pagi.” Lanjutnya seraya menguap.

 

Kyuhyun mematikan lampu tidur dan kembali merebahkan tubuhnya. Ia menarik selimut dan bersiap untuk tidur kembali, tapi Sungmin justru menyingkap selimut dari tubuhnya dan beranjak turun dari ranjang.  “Kau mau kemana?” tanya Kyuhyun.

 

“Aku mau memeriksa Hyebin. Aku akan segera kembali” jawab Sungmin seraya berjalan menuju pintu.

“Kalau begitu cepatlah kembali” kata Kyuhyun yang mulai memejamkan matanya.

 

Sungmin beranjak keluar dari kamar mereka dan menutup pintu perlahan. Kamar Hyebin terletak di lantai 2, sementara kamar mereka berada di lantai 1.  Sungmin membuka pintu kamar Hyebin perlahan dan mengintip ke dalam. Ia melihat gadis kecil itu sedang terlelap dengan nyenyak diranjangnya, dengan memeluk boneka beruang kesayangannya. Sungmin tersenyum lega. Ia beranjak masuk dengan langkah pelan dan duduk dipinggir ranjang. Sungmin menatap gadis kecil itu dan merasa lega karena ternyata Hyebin ada di kamarnya.

 

“Mungkin itu hanya perasaanku saja” pikir Sungmin.

 

Sungmin memperbaiki letak selimut Hyebin. Ia mengecup kepala gadis kecil itu dan tersenyum. Kemudian ia beranjak keluar kamar dengan langkah pelan. Dengan pelan pula ia menutup pintu kamar Hyebin kemudian kembali ke kamarnya. Saat Sungmin kembali ke kamar, ia melihat Kyuhyun telah terlelap. Sungmin tersenyum. Ia masuk ke dalam selimut dan memeluk Kyuhyun yang tidur memunggunginya. Kyuhyun terbangun merasakan tangan Sungmin yang memeluknya. Ia membalik tubuhnya menghadap Sungmin dan memeluk pemuda manis itu, masih dengan mata yang terpejam.

 

“Kau sudah kembali” kata Kyuhyun.

“Ya. Hyebin tidur dengan nyenyak di kamarnya” kata Sungmin.

“Itu bagus. Sekarang tidurlah” komentar Kyuhyun dan kemudian kembali tidur dengan cepat.

 

Sungmin menempatkan tubuhnya dengan nyaman dalam pelukan Kyuhyun dan memejamkan matanya. Ia pun kembali tertidur. Dan perlahan suara bisikan itu kembali terdengar. Samar dan kali ini terdengar lebih halus. Bisikan itu terdengar berulang kali, bagaikan sebuah bujukan.

 

“……kill…..Kyuhyun……”

~+~+~+~

Ini sabtu pagi yang cerah. Kyuhyun berharap hari ini ia dapat tidur lebih lama lagi. Ini adalah akhir pekan, waktunya untuk beristirahat sejenak dari rutinitas kantor yang melelahkan. Tapi Sungmin yang meloncat ke atas tubuhnya dan mengecupnya dengan lembut mau tidak mau membuat Kyuhyun terbangun. Kyuhyun sedikit menoleh memandang jam digital disamping tempat tidur kemudian memandang Sungmin yang duduk dengan tenang diatas tubuhnya.

 

“Tidak bisakah kau biarkan aku tidur lebih lama lagi? Ini masih pukul 7 pagi, dan ini hari sabtu! Demi Tuhan!” kata Kyuhyun merasa sedikit kesal karena terbangun.

 

Sungmin tersenyum. Ia merendahkan tubuhnya dan mengecup wajah mengantuk Kyuhyun beberapa kali, seolah ciumannya itu dapat menghilangkan kantuk diwajah tampan itu. Katanya, “Bangunlah Kyu, kita akan ke supermarket hari ini”

 

“Apa? Biasanya kau pergi bersama Hyebin” kata Kyuhyun seraya mememeluk tubuh Sungmin yang berada diatasnya. Rasa kantuknya perlahan menghilang.

 

“Tapi hari ini kita akan pergi bertiga” kata Sungmin dengan senang.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun.

 

“Kenapa? Menikmati akhir pekan bersama keluargamu apa buruknya sih?” kata Sungmin seraya menelusuri wajah tampan Kyuhyun dengan telunjuknya.

 

“Memang tidak buruk. Tapi, kenapa harus di supermarket?” Kyuhyun mengernyit seolah itu adalah hal yang aneh.

“Kita hanya berbelanja kebutuhan besar, sayang. Lalu…kita akan mencari hadiah untuk Hyebin dan membuat pesta kecil untuknya” kata Sungmin dengan senang.

 

Kyuhyun kembali mengernyit. Ia melepaskan pelukannya. Sungmin menyingkir dari atas tubuh Kyuhyun saat pria tampan itu beranjak duduk. Sungmin duduk di depan Kyuhyun dan mengatakan, “Ini hari ulang tahun Hyebin”

 

“Benarkah?” tanya Kyuhyun tidak tahu.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya dan berkata, “Aku masih ingat. Tanggal ulang tahun Hyebin tertera di dokumen adopsi yang diberikan oleh suster Marie saat kita mengadopsi Hyebin. Dan itu adalah hari ini”

 

Kyuhyun terdiam sejenak saat mendengar nama suster Marie disebut. Suster Marie meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil yang tragis 2 hari yang lalu. Kyuhyun mendengar kabar itu dari Sungmin ketika ia baru saja tiba di rumah, ketika Sungmin baru saja menutup telepon dari pihak rumah panti asuhan yang menyampaikan kabar menyedihkan itu. Kyuhyun melirik ponselnya yang tergeletak disamping jam digital. Ia teringat, ada sebuah pesan suara yang belum sempat ia periksa. Pesan suara dari suster Marie.

 

“Cepatlah kau mandi. Aku akan membuat sarapan dan membangunkan Hyebin” kata Sungmin membuyarkan pikiran Kyuhyun.

 

“Ya, baiklah” kata Kyuhyun.

 

Sungmin tersenyum.

“Aku menunggumu di meja makan” katanya.

 

Mereka berciuman lama sekali. Kemudian Sungmin beranjak keluar dari kamar, sementara Kyuhyun beranjak turun dari ranjang dan dengan malas menyeret kakinya menuju kamar mandi yang terletak di dalam kamar mereka. Di kamar mandi, Kyuhyun melepas piyamanya dan melemparkannya ke sudut ruangan. Piyama itu terjatuh tepat diatas keranjang pakaian kotor. Kyuhyun memutar kran merah untuk air panas pada kran shower dan mengulurkan tangannya di bawah shower, merasakan air yang menerpa kulit tangannya. Setelah dirasa cukup panas Kyuhyun pun berdiri di bawah shower. Ia memejamkan matanya merasakan aliran air yang menerpa kulit tubuhnya yang telanjang. Rasanya sangat nyaman.

 

Namun Kyuhyun segera membuka matanya saat mendengar sesuatu di luar. Kyuhyun menoleh dan berusaha menajamkan pendengarannya. Terdengar suara yang halus. Suara itu terdengar semakin dekat. Kyuhyun tersentak saat melihat bayangan seekor hewan yang terlihat di bawah pintu kamar mandi. Hewan tersebut seolah ingin masuk ke dalam.

 

“Serigala…” gumam Kyuhyun pelan, seolah ia tahu hewan apa yang sedang mengais-ngais dibalik pintu dengan salah satu kaki depannya itu.

 

Kyuhyun meraih kunci inggris di dekat toilet dan mengenggamnya dengan erat, untuk berjaga-jaga jika saja itu hewan itu menyerangnya. Perlahan dan dengan hati-hati ia berjalan mendekati pintu. Tiba-tiba hewan tersebut berhenti mengais-ngais belakang pintu dan kembali mengendus bawah pintu seolah sedang mencari celah untuk masuk. Tapi kemudian hewan tersebut berhenti dan menjauhi pintu kamar mandi, seolah dia telah bosan. Kyuhyun membuka sedikit pintu dan mencoba mengintip dari celah pintu. Ia tercekat ketika melihat seekor serigala gunung berwarna hitam sedang mengendus seisi kamarnya, seolah sedang mencari sesuatu.

 

Dengan satu kaki depannya serigala tersebut menjatuhkan ponsel Kyuhyun dari atas meja disamping tempat tidur ke atas karpet tebal. Serigala itu mengendus benda itu sesaat dan kemudian berusaha untuk membawanya dengan mulutnya. Tapi tanpa sengaja Kyuhyun menyenggol botol pembersih wajah milik Sungmin. Botol berukuran sedang itu terjatuh ke lantai yang basah dan menimbulkan suara yang cukup keras, membuat serigala itu menoleh ke arah kamar mandi. Kyuhyun terdiam sejenak, merasa terkejut dengan kecerobohannya sendiri. Beberapa menit kemudian setelah merasa aman, ia kembali mengintip keluar. Tapi serigala tersebut sudah tidak ada. Kyuhyun membuka pintu lebih lebar dan melihat keluar, tapi ia tidak melihat serigala itu di kamarnya. Mungkinkah serigala itu sudah pergi?

 

Kyuhyun menghela nafas lega. Ia kembali menutup pintu kamar mandi dan meletakkan kembali kunci inggris di dekat toilet. Kyuhyun kembali berdiri dibawah air shower yang masih terbuka krannya. Ia memejamkan matanya merasakan air hangat yang menerpa tubuhnya. Tapi kemudian Kyuhyun tersentak dan membuka matanya dengan terkejut saat ia kembali mendengar suara halus itu. Kali ini, suara itu terdengar lebih dekat. Kyuhyun menoleh dan betapa terkejutnya ia ketika menyadari bahwa serigala hitam itu kini sudah berada disampingnya. Serigala itu hanya berdiri dengan tenang dan menatap tajam Kyuhyun dengan matanya yang berwarna merah menyeramkan.

 

TOKTOKTOK!!

 

“Kyu, sudah hampir satu setengah jam kau mandi. Jangan katakan kau tidur di dalam sana! Cepat keluar. Sarapanmu mulai dingin”

 

Kyuhyun tersentak bangun saat mendengar suara teriakan Sungmin di depan pintu. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan sesaat sebelum kemudian menjawab sambil berteriak, “A…aku akan segera selesai”

 

Di depan pintu Sungmin hanya menggelengkan kepalanya dan kemudian beranjak pergi. Kyuhyun mematikan kran shower dan meraih handuknya. Ia kembali memandang ke seluruh kamar mandi sesaat dan tidak menemukan serigala hitam itu lagi. Botol pembersih wajah milik Sungmin masih berada di tempatnya. Kyuhyun mendesah lega dan berpikir bahwa tadi ia hanya bermimpi.

 

Kyuhyun melilitkan handuknya di pinggang dan beranjak keluar dari kamar mandi. Setelah berpakaian dan merapikan rambutnya sejenak Kyuhyun berniat untuk mengambil ponselnya. Namun ternyata ponselnya tidak ada diatas meja disamping tempat tidur. Benda itu justru tergeletak di dekat pintu kamar mandi.

 

Kyuhyun memungut ponselnya dan mengernyit. Ia merasa yakin tidak meninggalkan poselnya di dekat pintu kamar mandi. Tapi benda itu tergeletak disana, seolah ada seseorang atau…sesuatu yang membawa ponsel itu dan meninggalkannya di dekat pintu kamar mandi. Sesuatu…seperti, serigala hitam dengan mata merahnya yang menyeramkan. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah meja disamping tempat tidurnya yang jaraknya cukup jauh dari pintu kamar mandi, tempat dimana seharusnya ponselnya tergeletak. Kyuhyun terdiam saat kepalanya berpikir, mungkinkah itu bukan cuma mimpi?

 

~+~+~+~

Supermarket terlihat lebih ramai dari biasanya. Sebagian besar orang datang bersama keluarga mereka, membeli sesuatu untuk melengkapi akhir pekan mereka. Kyuhyun tidak terlalu peduli dengan hal itu. Kyuhyun berjalan pelan di belakang Sungmin yang mendorong trolley belanjanya dengan pelan seraya sibuk membaca daftar belanja yang dibuatnya. Disamping kanan Sungmin ada Hyebin yang berjalan mengikuti, dengan boneka beruang yang masih tetap setia di dalam pelukannya.

 

“Hyebin ah, ini adalah hari ulang tahunmu. Hadiah apa yang kau inginkan, humm?” tanya Sungmin mengalihkan pandangannya pada Hyebin.

 

“Bagaimana jika sebuah boneka baru yang lucu?” usul Kyuhyun dengan harapan gadis kecil itu mau menggantikan boneka misterius itu dengan boneka baru yang lebih baik.

 

Tapi Hyebin menggelengkan kepalanya menolak usul Kyuhyun dan memeluk boneka beruang miliknya dengan sikap protektif. Kyuhyun dan Sungmin menghentikan kaki mereka dan saling memandang selama beberapa saat. Kyuhyun menyentuh bahu Hyebin dan memutar tubuh gadis kecil itu menghadapnya. Ia berjongkok di depannya.

 

“Bagaimana jika…umm, bagaimana jika boneka kelinci yang besar? Bagaimana menurutmu? Atau boneka panda?” Kyuhyun berusaha membujuk.

 

Hyebin kembali menggelengkan kepalanya.

“Aku tidak mau boneka baru. Aku tidak mau boneka apapun” katanya dengan nada tegas.

 

Kyuhyun terdiam sejenak. Ia berdiri dan memandang Sungmin. Sungmin hanya menganggukkan kepalanya pelan pada ‘suaminya’. Kyuhyun kembali memandang Hyebin sambil berkata, “Ok, tidak ada boneka baru”

 

Hyebin menoleh saat Sungmin membelai kepalanya.

“Kalau begitu kau mau hadiah apa? Katakan padaku, Hyebin ah” kata Sungmin dengan lembut.

 

Hyebin tersenyum. Ia memegang ujung pakaian Sungmin dan berkata,

“Aku cuma mau eomma…” kemudian ia memeluk Sungmin.

 

Sungmin mengerjap mendengarnya. Ia memandang Kyuhyun sesaat kemudian memandang Hyebin yang sedang memeluknya. Ia hanya tersenyum dan membelai Hyebin dengan penuh sayang. Sementara Kyuhyun hanya diam, merasa sedikit terkejut mendengar keinginan gadis kecil itu yang menurutnya, entah kenapa, terasa aneh.

 

Saat menuju kasir tanpa sengaja Kyuhyun menjatuhkan sebotol saus tomat ke lantai dan pecah. Percikan saus mengotori celana Sungmin. “Kyuhyun!” seru Sungmin kesal. “Bila aku tak mengenalmu dengan baik, aku akan mengira kau sengaja melakukannya.”

 

“Baik,” sahut Kyuhyun seraya menyingkir dari botol yang pecah. “Kau tak mengenalku dengan baik, dan itu tidak mengherankan”

 

“Beraninya kau berkata seperti itu kepadaku!” Sungmin membentak, tak peduli dengan dua wanita tua yang sedang menatap mereka dari bagian makanan beku.

 

“Aku akan bicara bila aku ingin bicara” sahut Kyuhyun.

 

Sungmin menatap tajam ke arah ‘suaminya’ dan berkata,

“Bersyukurlah Kyu, bila kau menemukan kain basah untuk membersihkan semua noda ini dari pakaianku”

 

Kyuhyun tersenyum ke arah Sungmin, sebuah senyuman hangat. Dan Sungmin membalasnya seakan telah memaafkan. Ia menatap Kyuhyun dengan tatapan yang begitu hangat. Kyuhyun pergi mencari kain basah, dan saat kembali ia langsung membersihkan celana Sungmin yang tak lagi marah kepadanya. Mereka berciuman lama sekali kemudian mendorong trolley menuju kasir untuk membayar barang-barang belanjaan mereka.

 

~+~+~+~

Sore hari pesta kecil itu dimulai. Sungmin dan Kyuhyun bertepuk tangan dengan senang saat Hyebin meniup lilin-lilin kue ulang tahunnya hingga padam. Secara bergantian Kyuhyun dan Sungmin mencium pipi Hyebin seraya mengucapkan selamat ulang tahun. Hyebin tersenyum senang. Kemudian ia membuka kado dari Kyuhyun dan Sungmin. Kyuhyun memberikan sebuah baju hangat, sementara Sungmin memberikan sebuah buku gambar beserta satu set crayon. Hyebin terlihat sangat senang saat membuka kado dari Sungmin dan memeluk pemuda manis itu seraya mengucapkan terima kasih. Sementara saat membuka kado dari Kyuhyun, gadis kecil itu hanya tersenyum, berterima kasih dan mengecup singkat pipi Kyuhyun. Kemudian mereka pun mulai menikmati pesta kecil itu. Tapi Sungmin terlalu sibuk dengan Hyebin hingga ia tidak menyadari diam-diam Kyuhyun beranjak pergi.

 

~+~+~+~

Diruangan kerjanya yang nyaman dan tenang Kyuhyun memisahkan diri. Ia mengambil ponselnya diatas meja kerjanya dan mengutak atiknya sesaat. Ada satu pesan suara dari suster Marie yang belum sempat Kyuhyun dengar. Sebuah pesan terakhir. Kyuhyun teringat sejenak pada pembicaraannya dengan suster Marie siang itu, dan bagaimana tubuh wanita itu bergetar pelan saat berbicara tentang Hyebin. Mungkinkah pesan suara ini juga berhubungan dengan Hyebin?

 

Kyuhyun menekan tombol pada ponselnya dan menempelkan benda itu ditelinganya. Tidak lama terdengar rekaman suara suster Marie. Tapi pesan suara itu tidak terlalu jelas dan terputus-putus. Kyuhyun harus berusaha menajamkan pendengarannya agar dapat menangkap dengan lebih jelas perkataan suster Marie yang terburu-buru dan terdengar seperti ketakutan, seolah ada sesuatu yang sedang mengejar wanita itu.

 

“Hyebin bukan anak biasa……kressekkressekk……dia mampu memanipulasi pikiran orang dengan bisikannya dan……kresseekresseekk……memberikan visualisasi yang……kresseekresseekk……yang menyeramkan ke dalam kepala mereka. Hyebin……kressekkkressekk……kota kecil Lympic, di Gimhae……kresseekkkresseekk………kota terkutuk yang……kressekkreseekk……Black Forth. Anda harus berhati-hati Kyuhyun ssi. Jangan……kressekkresseekk…lemah dan jangan tatap matanya……kresseekk……jangan dengarkan bisikannya. Satu lagi Kyuhyun ssi, boneka beruang…kreseekkreseekk……boneka beruang yang selalu dibawanya itu bernama Shery. Dan Shery adalah nama ibu kandungnya yang dulu……kressekkressek……dulu pernah berusaha membunuhnya tapi gagal. Dia berbahaya, Kyuhyun ssi. Jangan……kressekkresseek……jangan biarkan dia mendekati……kresekkresek…Sungmin ssi………”

 

Dan pesan suara itu berakhir. Kyuhyun mengernyit dan kembali mengulang pesan suara itu seraya menuliskan disebuah kertas memo hal-hal yang tertangkap indera pendengarannya. Kemudian ia meletakkan ponselnya di atas meja dan menatap kertas memo itu. Dalam kertas memo itu tercatat beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan petunjuk.

 

  • Kota kecil Lympic, Gimhae
  • Black Forth
  • Shery

~+~+~+~

“……kill…..Kyuhyun……”

Sungmin tersentak bangun dari tidurnya. Ia terbangun dengan terkejut. Sungmin mengedarkan pandangannya sesaat ke seluruh ruangan kamar yang remang. Bias dari cahaya lampu jalan menerobos masuk dari tirai jendela yang tidak ditutup. Kemudian ia memandang jam digital disamping lampu tidur. Ini masih pukul 2 pagi. Dan tidak ada siapapun di kamar ini selain dirinya dan Kyuhyun yang sedang terlelap dengan nyenyak disampingnya.

 

Sungmin duduk bersandar diranjang dan mendesah. Lagi-lagi ia mendengar suara bisikan itu. Suara yang berbisik samar dan halus. Dan suara bisikan itu tidak hanya terdengar sekali, tapi berulang kali hampir disetiap malam. Suara yang berbisik lembut bagai sebuah bujukan.

 

“Itu pasti hanya perasaanku saja. Ya, Tuhan!” kata Sungmin pelan.

 

Sungmin beranjak turun dari ranjang dan dengan langkah pelan ia beranjak keluar dari kamar. Di dapur Sungmin melihat Hyebin sedang membuka kulkas. “Apa yang sedang kau lakukan di dapur, Hyebin ah?” tanya Sungmin.

 

Hyebin menoleh, tidak terkejut dengan kedatangan Sungmin.

“Aku terbangun dan tidak bisa tidur” jawabnya.

“Kau lapar?” tanya Sungmin lagi.

 

Hyebin hanya menganggukkan kepalanya.

“Kalau begitu aku akan membuatkan sesuatu untukmu. Tapi setelah itu kau harus kembali ke kamarmu dan kembali tidur. Bagaimana?” kata Sungmin.

 

Hyebin kembali mengganggukkan kepalanya dan tersenyum. Ia menyingkir dari kulkas dan beranjak duduk di kursi makan. Meletakkan boneka beruang miliknya didekatnya dan memperhatikan Sungmin yang mengambil sekotak sereal dan sekotak besar susu dari dalam kulkas. Sungmin meletakkan kedua benda itu diatas meja makan. Ia beranjak mengambil sebuah mangkuk dari lemari dapur dan kembali ke meja makan. Kemudian ia membuat semangkuk sereal dan memberikan mangkuk berisi sereal yang telah bercampur dengan susu itu pada Hyebin.

 

“Nah, makanlah” kata Sungmin dengan tersenyum.

 

Hyebin mulai menyendokkan sereal itu ke dalam mulutnya. Ia menoleh memandang Sungmin yang beranjak mengembalikan kotak sereal dan kotak besar susu itu ke dalam kulkas. “Sepertinya appa tidak menyukaiku” katanya tiba-tiba.

 

“Tidak. Appa juga menyukaimu sayang. Sama seperti aku menyukaimu” kata Sungmin seraya menutup pintu kulkas. Kemudian ia beranjak duduk di dekat Hyebin.

 

“Tapi matanya menunjukkan bahwa dia tidak menyukaiku,” kata Hyebin. Seraya memainkan sendoknya di dalam mangkuk serealnya ia berkata lagi, “Aku pernah mendengar guruku disekolah mengatakan, bahwa mata adalah jendela jiwa. Apakah menurut eomma perkataan guruku itu salah?”

 

Hyebin berhenti memainkan sendoknya dan memandang Sungmin. Sungmin terdiam selama beberapa menit. Kemudian ia berdiri dari kursinya seraya berkata, “Setelah selesai makan, kembalilah ke kamar dan tidur”

 

Sungmin menyentuh kepala Hyebin sesaat kemudian beranjak pergi. Hyebin menyendokkan sereal ke dalam mulutnya. Ia mengunyah serealnya dengan pelan dan menoleh memandang Sungmin yang kembali ke kamarnya. Saat Hyebin mengedipkan matanya, tiba-tiba seluruh matanya berubah menjadi hitam pekat, seperti sebuah kegelapan. Hyebin menyeringai kecil.

 

Tbc.

5 thoughts on “Never know / part 5

  1. sumpah demi apa cerita ini bener bener horror yang menegangkan T-T

    kalau bukan karena mau lihat ending kyumin disini, mungkin gak mau lanjut baca lagi deh karena semakin lama ceritanya semakin menyeramkan -__-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s