Rainbow Vein / page 1

Gambar

Pairing         : KyuMin / slight HaeMin

Genre          : Drama

Length         : Chaptered (maybe)

Warning       : Boys love, shounen-ai, OOC!Kyu, cerita yang mungkin membosankan

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Summary       : Aku dan Kyuhyun saling bergantung karena kehidupan, karena takut berpisah, takut dikhianati, takut ditelantarkan. Kyuhyun sama sekali tidak pernah melepaskan genggaman tangan kami. Selalu bersama. Seperti selalu.

 

*sebelumnya sudah aku peringatkan, dalam ff ini karakter Kyuhyun sangat Out Of Character! Aku sengaja membuat Kyuhyun dengan karakter seperti ini untuk keperluan cerita. Yang tidak suka lebih baik menyingkir ajj, nggak usah baca.

 

 

No bash, no copas / plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t’ be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Page 1

Sudah musim semi kembali. Udara mulai menghangat. Barisan pohon-pohon sakura yang rindang membiarkan sang sakura terlepas dari tangkainya karena rayuan dari angin musim semi. Membiarkannya menari bersama semilir angin yang meniupnya kesana-kemari. Hari ini langit cerah. Diantara pohon sakura itu Sungmin menemukannya. Pria bertubuh tinggi itu duduk bersandar pada salah satu pohon, asyik menggoreskan crayon pada buku gambarnya. Mata obsidiannya mengerjap, menatap kosong pada gambarnya. Wajah tampan itu selalu nampak kaku dan kosong. Sungmin tersenyum dan mendekatinya.

 

“kau sedang menggambar apa, Kyu?” tanya Sungmin seraya duduk disampingnya.

 

Kyuhyun tidak menjawab. Ia masih asyik menggoreskan crayonnya pada buku gambar. Tiba-tiba Sungmin menarik wajah Kyuhyun dan mengecup pipinya, lembut dan cukup lama.  “Aah jangan cium aku. Jangan cium aku………” Kyuhyun meronta layaknya anak kecil, merasa terganggu.

 

Sungmin melepaskannya dan Kyuhyun kembali pada gambarnya. Sungmin menatap pria itu dan tersenyum mendengus. “Baiklah. Kalau begitu aku akan menyukai orang lain saja” kata Sungmin memandang ke arah lain dan pura-pura merengut.

 

Seketika Kyuhyun menghentikan kegiatannya dan mengerjap selama beberapa saat, seolah sedang mencerna perkataan Sungmin barusan. Kemudian ia berdiri, membanting buku gambar dan crayonnya ke tanah dan mulai menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal. Kepalanya menggeleng gelisah dan terus bergoyang seperti hendak lepas.

 

“Tidak…tidak. Sungminie kekasih Kyu. Itu tidak boleh. Tidak…tidak…” kata Kyuhyun seraya menatap tanah.

 

Sungmin terkekeh kecil dan ikut berdiri.

“Aku hanya bercanda. Tentu saja aku menyukaimu Kyu. Aku mencintaimu” katanya menyentuh wajah Kyuhyun dengan lembut.

 

Kyuhyun kembali mengerjap sesaat dan kemudian tertawa malu.

“Hehe…hehe…” tubuhnya berguncang pelan karena tawanya.

“Hey, aku mencintaimu Kyu,” Kata Sungmin lagi sambil tersenyum.” Hmm? Aku mencintaimu…”

 

Sungmin menyentuh tangan Kyuhyun berusaha memandang wajahnya, namun pria itu berbalik memunggunginya dan menutup wajahnya dengan malu. Nampaknya ia benar-benar malu. Dan Sungmin tertawa.

 

Kyuhyun memang berbeda dari yang lain. Dan orang selalu menganggap ada yang salah dengan pria berambut cokelat ini. Bagaimana ia tidak nampak normal dibandingkan dengan orang lain. Tapi Seperti yang selalu dikatakan oleh ibu Kyuhyun setiap kali ada orang yang membicarakan tentang putranya,

 

“Kyuhyun hanya berbeda. Dia spesial”

 

Ya, itu benar. Jika Kyuhyun hanya diam saja dan tidak berbicara, kau pasti tidak akan menyadarinya bahwa pria tampan berambut cokelat itu berbeda dari yang lain. Kyuhyun membalik tubuhnya dan hanya memandang ketika Sungmin merapikan buku gambar dan crayon miliknya, dan kemudian memasukkan semua barang-barang itu ke dalam tas punggung biru miliknya.

 

“Ayo kita pulang. Hari sudah mulai siang” kata Sungmin seraya berdiri.

“Ini waktunya makan siang?” tanya Kyuhyun.

“Ya, ini waktunya makan siang,” jawab Sungmin tersenyum. “Kau sudah lapar ‘kan?”

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Sungmin memberikan tas punggung biru itu kepada pemiliknya dan menyuruh Kyuhyun untuk memakai tasnya dengan baik. Kyuhyun mengambil tasnya dari tangan Sungmin dan memakainya dengan baik. Sungmin tersenyum dan mengusap lembut kepala Kyuhyun.

 

“Kau pintar, Kyu” puji Sungmin.

“Hehe…hehe…” Kyuhyun tertawa senang.

 

Kyuhyun mengandeng tangan Sungmin dan menggenggamnya dengan erat, seolah tidak akan ia lepaskan. Kemudian mereka pun beranjak pergi. Mereka berjalan menyusuri jalanan desa yang tenang sambil menyanyikan lagu Walkin’-nya Super Junior yang selalu mampu membuat hati tenang.

 

I’m walkin’ nopeun eondeongmaru I’m walkin’ nalgeun undonghwaro

I’m walkin’ maeil geotgetji naneun eonjekkaji naneun eonjekkajina

One Step neorbeun paranhaneul One Step meolli boineun kkeut

I’m walkin’ naeil dake doel geogin eodikkaji geogin eodikkajilkka

 

~+~+~+~

Setelah menyelesaikan makan siangnya Kyuhyun meninggalkan meja makan begitu saja dan beranjak ke teras. Buku gambar dan crayon milik Kyuhyun tergeletak di lantai. Kyuhyun duduk di lantai dan mulai asyik menggambar. Ia menggambar dengan tenang. Tapi 15 menit kemudian ia mulai berteriak memanggil Sungmin.

“Sungminie…Sungminie…” teriak Kyuhyun dengan keras.

 

Ketika Sungmin tidak kunjung muncul Kyuhyun mulai merasa gelisah. Ia melempar crayonnya ke atas buku gambarnya dan berteriak semakin keras. Sungmin yang baru saja selesai mencuci piring di dapur segera datang dengan terburu-buru. Ia melihat Kyuhyun sedang melempar beberapa batang crayonnya sembarangan dengan kesal. Sungmin tahu, pemuda tampan itu sedang merasa kesal karena ia datang cukup lama. Sungmin memungut crayon-crayon yang dilempar sembarangan oleh Kyuhyun. Kemudian ia mendekati Kyuhyun dan duduk disampingnya.

 

“Jangan melempar crayonmu sembarangan, Kyu” kata Sungmin seraya meletakkan kembali crayon-crayon itu ke dalam tempatnya.

 

Kyuhyun hanya diam dengan wajah sedikit merengut. Ia menatap Sungmin selama beberapa saat, kemudian mengambil crayonnya dan mulai menggambar dengan tenang. Sungmin tersenyum mengerti. Sungmin mengerti, Kyuhyun ingin ia berada di sampingnya. Dan Sungmin juga sangat mengerti bahwa pemuda tampan itu akan sangat marah jika ia beranjak pergi meski hanya sejenak. Saat ini, Kyuhyun ingin Sungmin berada di dekatnya. Seperti biasa.

 

Sungmin mengambil sebatang crayon dan menunduk disamping Kyuhyun. Ia ikut menggambar bersama Kyuhyun. Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan keras seperti hendak lepas ketika ia tidak setuju dengan warna crayon yang dipilih Sungmin.

 

“Tidak, jangan warna hijau. Itu jelek” kata Kyuhyun.

“Kalau begitu, bagaimana dengan warna merah?” tanya Sungmin seraya menunjukkan crayon berwarna merah pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya dengan keras.

“Tidak mau. Warna merah itu jahat” katanya.

 

Sungmin mengembalikan crayon berwarna merah ke tempatnya dan bertanya warna apa yang sebaiknya mereka gunakan. Kyuhyun menunjuk dua batang crayon warna biru dan pink. Sungmin mengambil dua batang crayon itu dan menunjukkannya pada Kyuhyun.

 

“Yang ini?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Kenapa yang ini?” tanya Sungmin lagi.

 

Kyuhyun mengambil dua batang crayon itu dari tangan Sungmin dan memandangnya sesaat. Kemudian ia tersenyum pada Sungmin dan berkata, “Warna biru untukku dan warna pink untuk Sungminie”

 

“Kenapa kau warna biru dan aku warna pink? Aku tidak suka warna pink” kata Sungmin.

“Karena aku suka dengan warna biru. Dan warna pink cocok untukmu. Sungminie lembut seperti warna pink” kata Kyuhyun.

 

Sungmin mengerjap sesaat mendengarnya. Kemudian ia hanya terkekeh kecil dan membelai kepala Kyuhyun dengan lembut, penuh sayang. Kyuhyun kembali menggoreskan crayon-crayonnya pada gambarnya, sementara Sungmin hanya memperhatikannya. Ketika akhirnya Kyuhyun menyelesaikan gambarnya, ia menunjukkannya pada Sungmin. Itu memang bukan sebuah gambar yang hebat seperti gambar-gambar milik para pelukis handal. Itu hanyalah sebuah gambar biasa, lebih terlihat seperti coretan-coretan anak kecil. Tapi gambar itu penuh makna bagi Sungmin. Dalam buku gambar itu terdapat gambar dua orang pemuda dengan warna yang berbeda. Tapi dua orang yang berbeda warna itu saling bergandengan tangan dengan erat, seolah saling menjaga.

 

Sungmin terdiam memperhatikan gambar itu. Gambar dua orang pemuda dengan warna yang berbeda. Warna biru untuk Kyuhyun, dan warna pink untuk dirinya. Sungmin tahu itu. Sungmin tersenyum dan memandang Kyuhyun. Ia mengecup pipi Kyuhyun dan berkata dengan nada senang,

 

“Ini gambar yang sangat bagus, Kyu”

 

Kyuhyun hanya tertawa malu. Tubuhnya berguncang pelan karena tawanya. Sungmin meletakkan buku gambar milik Kyuhyun di lantai dan membiarkan Kyuhyun berbaring di pangkuannya. Ia membelai kepala Kyuhyun dengan lembut. Perlahan Kyuhyun mulai memejamkan matanya dan tertidur di pangkuan Sungmin. Sungmin memandang Kyuhyun lekat-lekat. Ia tersenyum ketika kepalanya berpikir bagaimana takdir membuat mereka bertemu di musim panas itu. Takdir yang unik.

 

Ya, musim panas 3 tahun lalu.

 

~+~+~+~

Ketika itu Sungmin melarikan diri dari rumahnya. Menjauh dari pertengkaran orang tuanya yang membosankan, dan menghindar dari pertunangan yang di paksakan. Di tengah jalan Sungmin bertemu dengan Kyuhyun. Tubuhnya yang tinggi dengan ransel berwarna biru dipunggungnya dan wajahnya yang tampan, sosok itu menarik perhatiannya. Saat itu Kyuhyun sedang berjalan dengan wajah bingung dan lelah diantara keramaian para pejalan kaki yang terus berjalan dengan acuh. Ketika Sungmin mendekatinya dan bertanya padanya apakah dia tersesat, Kyuhyun hanya memandangnya selama beberapa menit.

 

“Dimana ibuku? Dimana ibu?” kata Kyuhyun kemudian sambil menatap Sungmin. Sungmin terkejut mendengar cara bicara Kyuhyun yang seperti anak kecil, berbanding terbalik dengan wajahnya yang terlihat dewasa.

 

Orang ini memang kekanak-kanakkan atau sok bersikap seperti anak kecil agar terlihat imut? Orang ini aneh, pikir Sungmin saat itu.

 

Setiap kali Sungmin mencoba bertanya pada Kyuhyun, pemuda tampan itu terus berkata, “Dimana ibuku? Dimana ibu?.” Sungmin memandang Kyuhyun dengan bingung. Sejenak ia berpikir untuk meninggalkan pemuda tampan itu di jalan dan membiarkannya, mungkin saja nanti akan ada orang yang akan menolong orang aneh ini. Tapi saat memandang Kyuhyun, sesuatu di dalam mata obsidian itu membuat Sungmin merasa ia tidak bisa membiarkan Kyuhyun sendirian. Seolah ia ingin terus bersama Kyuhyun.

 

“Siapa namamu?” tanya Sungmin mencoba menanyakan nama Kyuhyun.

 

Kyuhyun diam, memandang Sungmin sesaat. Kemudian ia memandang gelang yang melingkar di pergelangan tangan kanannya. Ia membaca sesuatu yang tertulis pada lempengan besinya. “Kyu…hyun. Kyuhyun” katanya.

 

Sungmin mengernyit memandang Kyuhyun. Kemudian ia memegang tangan kanan Kyuhyun dan melihat gelangnya. Ternyata pada lempengan besi gelang itu tertulis nama pemuda tampan itu dan sebuah alamat. Namanya Cho Kyuhyun dan mungkin alamat itu adalah alamat rumahnya.

 

“Desa Incheon?!” kata Sungmin saat membaca alamat yang tertulis di gelang itu. Kemudian ia memandang Kyuhyun dengan tidak percaya. “Bagaimana kau bisa sampai tersesat hingga ke Seoul? Bagaimana kau bisa sampai ke sini?”

 

Kyuhyun hanya tersenyum pada Sungmin. Dan senyum itu membuat Sungmin tertegun. Sungmin terdiam sesaat dan kemudian berkata, “Baiklah. Mungkin lebih baik jika aku mengantarmu pulang. Lagipula, saat ini aku sedang melarikan diri dari rumah dan tidak ada tujuan”

 

Kyuhyun hanya memandang Sungmin.

“Namaku Sungmin. Aku akan mengantarmu pulang ke Incheon. Kau mau bertemu dengan ibumu ‘kan, Kyuhyun?” kata Sungmin.

 

“Ya, aku mau bertemu ibu” kata Kyuhyun mengganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

 

Sungmin tersenyum kecil. Ia menggandeng tangan Kyuhyun dan menariknya pergi. Mereka naik bis menuju Incheon. Selama perjalanan mereka, Sungmin terus memperhatikan Kyuhyun. Ia merasa heran dengan Kyuhyun. Ketika Kyuhyun sedang tidak berbicara, dia terlihat tenang dan biasa saja. Dia terlihat normal. Tapi ketika Kyuhyun sudah berbicara, dia terlihat berbeda. Kyuhyun bertingkah dan berbicara seperti anak kecil. Kyuhyun masih bisa diajak berkomunikasi dengan baik, meski terkadang ia butuh waktu beberapa lama untuk bisa mencerna perkataan lawan bicaranya. Respon dan berpikirnya sangat lambat. Ada sesuatu yang salah dengan Kyuhyun.

 

Keesokan harinya, menjelang senja mereka baru tiba di desa Incheon. Bis kembali melaju pergi setelah Kyuhyun dan Sungmin beranjak turun. Kyuhyun dan Sungmin berjalan memasuki desa. Beberapa anak kecil terlihat sedang bermain di pinggir jalan. Mereka berhenti bermain ketika melihat Kyuhyun. Sungmin mendengar mereka tertawa dan mengejek Kyuhyun.

 

“Lihat, si idiot itu datang”

“Si idiot itu pasti tersesat lagi hingga harus diantar pulang. Dasar bodoh!”

“Dasar bodoh, dasar gila, dasar aneh!”

 

Sungmin menghentikan kakinya dan memandang anak-anak kecil yang sedang tertawa itu. Kyuhyun juga berhenti. Ia hanya memandang mereka, tersenyum pada mereka dan terkekeh seolah itu adalah hal yang lucu. Dan itu membuat anak-anak kecil itu semakin tertawa mengejek pada Kyuhyun. Tapi itu juga membuat Sungmin merasa kesal. Entah kenapa, justru ia yang merasa kesal.

 

“Apa yang kalian lakukan?!” seru Sungmin dengan kesal menghentikan tawa anak-anak kecil yang nakal itu. “Pergi kalian!” usir Sungmin.

 

Anak-anak kecil yang nakal itu berlari pergi, masih sambil mengejek Kyuhyun. Sungmin mendesah dengan kesal. Ia menoleh pada Kyuhyun yang masih tertawa. Entah apa yang sebenarnya sedang ditertawakan oleh Kyuhyun. Ia menertawakan ejekan anak-anak kecil itu. Atau ia tertawa karena tidak menyadarinya?

 

“Ayo kita cari rumahmu, Kyu. Sebentar lagi malam” kata Sungmin. Kyuhyun berhenti tertawa.

 

Kyuhyun dan Sungmin kembali melanjutkan perjalanan mereka. Setelah sampai di desa Kyuhyun sudah ingat jalan menuju rumahnya. Ia menggandeng tangan Sungmin dan menunjukkan jalannya. Sambil menggandeng tangan Sungmin, Kyuhyun menyanyikan sebuah lagu dengan suara yang cukup keras. Kyuhyun menyanyikan lagu itu dengan baik. Lagu Walkin’ milik Super Junior yang membuat hati Sungmin merasa tenang, entah kenapa.

 

I’m walkin’ nopeun eondeongmaru I’m walkin’ nalgeun undonghwaro

I’m walkin’ maeil geotgetji naneun eonjekkaji naneun eonjekkajina

One Step neorbeun paranhaneul One Step meolli boineun kkeut

I’m walkin’ naeil dake doel geogin eodikkaji geogin eodikkajilkka

Sementara itu, seorang wanita paruh baya sedang mencari putranya yang menghilang sejak dua hari yang lalu. Wajah cantiknya nampak sangat cemas. Ia berjalan menuju rumahnya dengan langkah gontai karena masih belum menemukan putranya. Putranya yang……spesial.

 

Namun tiba-tiba wanita itu menghentikan kakinya ketika mendengar suara orang bernyanyi menyanyikan lagu Walkin’. Ia mengenal lagu ini, dan ia sangat mengenali suara itu. Bergegas ia berlari mencari asal suara itu. Ia berlari dengan cepat, hingga akhirnya ia menemukannya. Ia melihat putranya sedang berjalan bergandengan tangan dengan seseorang sambil bernyanyi lagu favoritnya.

 

“Kyuhyun!!” panggil wanita itu dengan senang.

 

Kyuhyun berhenti bernyanyi dan menoleh. Ia tersenyum melihat seorang wanita paruh baya yang sedang berlari mendekatinya. Ia melepaskan tangan Sungmin dan memeluk wanita paruh baya itu dengan wajah yang sangat senang.

“Eomma. Eomma~” kata Kyuhyun. Ternyata wanita paruh baya itu adalah ibu Kyuhyun. Sungmin hanya tersenyum senang memperhatikan mereka.

 

Ibu Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menangkupkan kedua tangannya di wajah putranya. Ia tersenyum lega dan bersyukur putranya telah kembali dengan selamat. “Kau darimana saja, Kyu? Ibu sangat cemas” katanya.

 

“Aku melihat pelangi kemarin. Aku pergi mengejarnya, tapi kemudian pelangi itu menghilang. Aku tidak bisa menemukannya” kata Kyuhyun membuat ibunya mendesah, dan membuat Sungmin mengernyit mendengarnya.

 

Ibu Kyuhyun berkata,

“Kau tidak perlu mengejar pelangi dan pergi mencarinya. Pelangi akan muncul kembali setelah hujan”

“Benarkah? tanya Kyuhyun.

 

“Tentu saja,” jawab ibu Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Ia menyentuh tangan Kyuhyun dan berkata, “Dengar Kyu, kau tidak boleh melakukan hal ini lagi. Kau tidak boleh pergi begitu saja dan membuat ibu cemas lagi. Kau mengerti?’”

 

Kyuhyun hanya diam memandang ibunya.

“Karena kau sudah membuatku sangat cemas, kau harus meminta maaf padaku” kata ibu Kyuhyun lagi. Tapi Kyuhyun masih diam dan hanya memandang ibunya dengan kosong.

 

Wanita paruh baya itu mendesah pelan. Ia meraih kepala Kyuhyun dan mendekapnya sesaat.

“Baiklah, tidak apa-apa. Setidaknya kau sudah kembali pulang” katanya.

 

Wanita paruh baya itu melepaskan dekapannya dan menoleh pada Sungmin yang sejak tadi hanya diam saja. Ia memandang Sungmin sesaat dan kemudian tersenyum ramah pada pemuda manis itu. “Aku Hee Jin, ibu Kyuhyun. Dimana kau menemukan Kyuhyun?” tanyanya.

 

Sungmin balas tersenyum ramah dan menjawab.

“Aku melihatnya kebingungan di jalan, di Seoul”

“Seoul?” kata ibu Kyuhyun terkejut. Ia menoleh pada putranya dan berkata dengan nada tidak percaya. “Kau tersesat hingga ke Seoul? Astaga, Kyu!”

 

Kyuhyun hanya diam, memandang ibunya dengan tatapan kosong. Ibu Kyuhyun kembali memandang Sungmin. Katanya, “Kau sudah repot-repot mengantar putraku pulang ke Incheon. Terima kasih……”

 

“Sungmin. Namaku Lee Sungmin” kata Sungmin menyebutkan namanya dengan cepat.

“Terima kasih banyak, Sungmin ssi” kata ibu Kyuhyun dengan tersenyum.

 

Karena sudah malam ibu Kyuhyun mengajak Sungmin menginap di rumahnya. Rumah sederhana tapi nyaman yang hanya ia tinggali berdua bersama Kyuhyun, putranya yang spesial. Sebagai rasa terima kasihnya wanita paruh baya itu mengijinkan Sungmin untuk tinggal bersama mereka.

 

“Kau bebas tinggal disini berapa lama pun kau mau, Sungmin ssi. Lagipula, ini permintaan Kyuhyun. Dia ingin kau disini,” kata ibu Kyuhyun saat Sungmin mengatakan bahwa ia sedang melarikan diri dari rumahnya. “Tapi karena rumah ini kecil dan hanya memiliki dua kamar, kau akan tidur di kamar Kyuhyun. Tidak apa-apa kan?”

 

Sungmin tersenyum senang dan sangat berterima kasih.

“Itu tidak masalah” katanya.

 

~+~+~+~

Desa ini sangat tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota yang melelahkan. Selama Sungmin tinggal bersama Kyuhyun dan ibunya, ia selalu menemukan Kyuhyun yang sedang memandangnya diam-diam dari balik buku gambarnya atau mengikutinya kemana pun. Tapi Sungmin tidak pernah merasa kesal dengan hal itu, ia justru merasa lucu dengan wajah malu Kyuhyun setiap kali ia menangkap basah pemuda tampan itu saat sedang memandangnya atau mengikutinya.

 

Tapi Sungmin juga kerap merasa kesal pada anak-anak nakal atau orang-orang yang selalu mengejek dan berbicara tentang Kyuhyun. Dan seperti biasa, Kyuhyun hanya akan tertawa atau hanya menatap mereka dengan tatapan kosong. Sungmin merasa kesal dengan hal itu. Tapi kemudian akhirnya ia menyadari bahwa ketika orang-orang itu sedang mengejek dan menertawakannya, Kyuhyun tertawa karena ia tidak menyadarinya. Kyuhyun tidak menyadari bahwa orang-orang itu sedang tertawa dan berbicara tentang dirinya. Kyuhyun hanya menggangap itu lucu.

 

Lain Kyuhyun, lain lagi dengan ibunya. Setiap kali mendengar orang-orang yang berbicara tentang kondisi Kyuhyun yang berbeda dari yang lain, wanita paruh baya itu hanya tersenyum dan selalu berkata, “Kyuhyun hanya berbeda. Dia spesial.” Malam itu Sungmin memberanikan dirinya bertanya pada ibu Kyuhyun tentang kondisi Kyuhyun, mengapa pemuda tampan itu terlihat aneh dan berbeda?

 

Wanita paruh baya itu memandang Sungmin sesaat. Kemudian ia tersenyum dan menjawab,

“Tidakkah kau menyadarinya, Sungmin? Kyuhyun menderita cacat mental ringan sejak lahir, dan seumur hidupnya”

 

Sungmin terdiam mendengarnya. Ia menoleh memandang Kyuhyun yang sedang berbaring telungkup di lantai, asyik menggambar sesuatu di buku gambarnya. Pemuda tampan itu nampak tidak peduli pada ibunya dan Sungmin yang sedang membicarakannya.

 

“Maaf, tapi…” Sungmin menoleh pada ibu Kyuhyun. “Apakah itu tidak membuatmu merasa……malu?”

 

Wanita paruh baya itu terkekeh kecil sesaat. Ia tersenyum pada Sungmin dan berkata dengan nada bangga, “Kenapa aku harus merasa malu? Karena Kyuhyun tidak normal? Putraku hanya berbeda. Dia spesial. Kelak kau kau akan menyadarinya, Sungmin. Bahwa orang seperti Kyuhyun mampu mencintai dan menyayangi lebih tulus dibandingkan dengan orang yang normal. Orang seperti Kyuhyun tidak tahu bagaimana menutupi perasaannya. Dia akan mengungkapkan apapun yang sedang dia rasakan dengan caranya sendiri. Karena itu, kupikir Kyuhyun lebih baik daripada mereka yang normal. Dia spesial.”

 

Wanita paruh baya itu menyentuh bahu Sungmin dengan lembut sesaat sebelum ia beranjak ke dapur. Sungmin masih terdiam di tempatnya. Ia memandang Kyuhyun lekat-lekat. Kepalanya memikirkan kembali perkataan ibu Kyuhyun barusan. Tiba-tiba Kyuhyun berhenti menggambar. Ia beranjak duduk dan memandang Sungmin.

 

“Sungminie. Sungminie…” panggilnya.

 

Sungmin tersenyum. Ia beranjak mendekati Kyuhyun dan duduk disampingnya.

“Apa kau mau melihat pertunjukan bonekaku?” tanya Kyuhyun pada Sungmin.

“Pertunjukan boneka?” kata Sungmin.

“Ya, pertunjukan boneka. Aku bisa memainkan pertunjukan boneka” kata Kyuhyun mengganggukkan kepalanya.

 

Kyuhyun beranjak berdiri dan mengambil beberapa boneka tangan dari dalam sebuah kotak yang bentuknya seperti kotak upeti-upeti jaman kerajaan. Ia meletakkan boneka-boneka itu di depan Sungmin. Sungmin memperhatikan sesaat boneka-boneka tangan itu. Ada yang berbentuk serigala, anak ayam, dan bentuk hewan lainnya.

 

“Aku akan memainkan sebuah pertunjukan boneka untukmu” kata Kyuhyun.

“Baiklah, aku ingin melihatnya” kata Sungmin.

 

Kyuhyun tersenyum senang. Ia beranjak mengambil sebuah kotak kardus yang dibuat seperti sebuah layar kecil. Ia meletakkan kotak kardus itu diatas meja dan bersembunyi dibawahnya. Kemudian ia mulai memainkan sebuah pertunjukan boneka dengan menggunakan boneka-boneka ditangannya dan meniru suara-suara serigala dan anak ayam. Ibu Kyuhyun kembali dari dapur. Ia merapikan buku gambar dan crayon-crayon yang ditinggalkan begitu saja oleh Kyuhyun di lantai. Kemudian ia duduk disamping Sungmin yang sedang menikmati pertunjukan boneka Kyuhyun.

 

Sungmin menoleh pada ibu Kyuhyun dan berkata padanya,

“Kupikir dia adalah pemain boneka yang baik”

 

Ibu Kyuhyun tersenyum.

“Ya, dia pemain boneka yang lebih baik dari mereka yang ahli” katanya. Sungmin hanya tersenyum setuju.

 

~+~+~+~

Malam semakin larut. Pertunjukan boneka Kyuhyun sudah lama berakhir dan rumah sederhana itu kembali sepi. Kyuhyun telah terlelap dengan nyenyak disamping Sungmin. Sementara Sungmin masih saja terjaga. Mata foxy-nya menerawang, menatap langit-langit kamar. Kemudian ia memandang Kyuhyun yang tertidur lelap dengan memeluknya. Sungmin membalik tubuhnya menghadap Kyuhyun. Ia memperhatikan Kyuhyun lekat-lekat. Wajah tidur Kyuhyun terlihat sangat polos.

 

Jika saja Kyuhyun normal seperti orang lain, mungkin dia sudah menjadi seorang pelukis hebat atau seorang ahli pemain boneka dan pantomim. Kyuhyun bisa menjadi apapun yang dia mau, jika dia normal seperti orang lain. Sejenak Sungmin berpikir seperti itu. Tapi kemudian Sungmin teringat pada perkataan ibu Kyuhyun tadi, tentang Kyuhyun yang spesial. Tentang orang seperti Kyuhyun yang mampu mencintai dan menyayangi dengan lebih tulus dibandingkan dengan orang yang normal.

 

“Benarkah itu, Kyu? Benarkah kau mampu mencintai dan menyayangi dengan lebih tulus daripada mereka yang normal?” kata Sungmin pelan seraya menelusuri wajah tampan Kyuhyun dengan jari telunjuknya.

 

Kyuhyun sedikit menggeliat. Sungmin terdiam saat wajah Kyuhyun menjadi begitu dekat dengannya. Ia menahan nafasnya sejenak. Dan sesuatu yang aneh terasa di dalam dadanya. Suatu perasaan yang aneh yang membuat jantungnya terasa berdentum nakal di dalam dadanya. Apa ini?

 

Sungmin mengerjap memperhatikan Kyuhyun yang kini begitu dekat dengan wajahnya. Pada akhirnya ia hanya tersenyum kecil dan mengecup lembut wajah tampan itu. Ia memeluk Kyuhyun dan memejamkan matanya saat rasa kantuk mulai datang mendera. Malam itu Sungmin tidur dengan nyenyak.

 

~+~+~+~

Keesokan paginya. Kyuhyun sedang menikmati segelas susu di depan TV ketika Sungmin baru selesai mandi. Sementara ibu Kyuhyun sedang pergi ke pasar. Sungmin menyapa Kyuhyun saat ia berjalan melewatinya. Tiba-tiba Kyuhyun berhenti minum susu dan memperhatikan Sungmin. Ia memperhatikan celana panjang hitam yang dipakai oleh Sungmin.

 

Kyuhyun meletakkan gelas susunya yang masih tersisa setengah diatas meja dan beranjak mengikuti Sungmin. Ia memperhatikan Sungmin yang sedang menjemur handuknya di luar. Mata obsidiannya terus terpaku pada celana hitam Sungmin, dan kedua tangannya memainkan ujung kaosnya dengan gelisah. Ia menggigit bawah bibirnya seperti sedang menahan sesuatu. Sungmin terkejut saat tiba-tiba Kyuhyun memeluknya dari belakang. Tapi yang lebih membuatnya terkejut adalah tangan kanan Kyuhyun yang sedang meraba pahanya dengan lembut dan……menggoda?

 

“Ada apa, Kyu?” kata Sungmin terkejut dan berusaha melepaskan tangan Kyuhyun dari tubuhnya.

 

Kyuhyun tidak menjawab dan hanya menggigit bawah bibirnya. Ia terus meraba paha Sungmin. Nafasnya perlahan mulai tidak teratur. Dan Sungmin merasakan sesuatu yang perlahan mulai menegang dibalik celana Kyuhyun. Mata foxy Sungmin seketika melotot menatap Kyuhyun. Pemuda tampan ini sedang terangsang padanya! Tapi Sungmin tidak mengerti, kenapa Kyuhyun tiba-tiba terangsang padanya seperti ini? Apakah orang cacat mental juga bisa terangsang?

 

Sungmin berusaha menghentikan Kyuhyun. Tapi tangan yang terus meraba pahanya dengan lembut itu seolah terasa sayang untuk dilewatkan. Beruntung ibu Kyuhyun baru saja kembali dari pasar dan segera menghentikan aksi erotis putranya itu. Sungmin menghela nafas lega.

 

“Berhenti Kyuhyun. Kau tidak boleh melakukan itu” kata ibu Kyuhyun melarang.

 

Kyuhyun merengut memandang ibunya. Ia memainkan ujung kaosnya dengan gelisah. Wajah tampannya nampak frustasi karena hasrat yang tidak berhasil ia selesaikan.

“Kenapa? Kenapa tidak boleh?” katanya frustasi.

 

“Karena itu tidak sopan. Itu bukan perbuatan yang baik. Apa kau lupa dengan yang pernah aku katakan padamu tentang hal ini?” kata ibu Kyuhyun dengan nada tegas.

 

Kyuhyun semakin merengut. Jemarinya semakin bermain dengan gelisah di ujung kaosnya. Ia menghentak-hentakkan kakinya dengan marah ke tanah, sebagai tanda bahwa ia merasa marah pada ibunya. Karena ibunya telah menghentikannya.

 

“Sekarang melompatlah” perintah ibu Kyuhyun dengan nada tegas namun lembut.

 

Kyuhyun masih tetap merengut kesal. Tapi kemudian ia menuruti perintah ibunya. Ia mulai melompat-lompat seperti seekor kangguru. Ibu Kyuhyun memperhatikan putranya dan kembali berkata masih dengan nada tegas namun lembut yang sama, “Teruslah melompat, Kyu. Sampai hasrat itu menghilang”

 

Dan Kyuhyun pun terus melompat seperti seekor kangguru. Ibu Kyuhyun menoleh pada Sungmin yang sejak tadi memperhatikan dengan bingung. Ia tersenyum meminta maaf pada pemuda manis itu dan berkata,

 

“Maafkan Kyuhyun ya, dia tidak bermaksud buruk padamu. Sejak usia remajanya, di masa pubertasnya, Kyuhyun selalu merasa mudah terangsang setiap kali melihat seseorang yang memakai celana berwarna hitam. Tapi kini Kyuhyun sudah berusia 23 tahun, dan kebiasaan itu masih belum menghilang juga. Karena itu…”

 

Wanita paruh baya itu memandang celana hitam yang dipakai Sungmin sejenak dan tersenyum penuh arti. Kemudian ia melanjutkan, “…melihatmu memakai celana berwarna hitam, itu membuat Kyuhyun merasa terangsang.”

 

Sungmin bengong sesaat mendengar penjelasan dari ibu Kyuhyun.

“Dia…bisa terangsang dengan mudah dan tiba-tiba seperti itu?” tanyanya dengan nada tidak percaya.

 

“Yeah, warna hitam selalu membuatnya terangsang. Bagaimanapun, Kyuhyun tetap seorang pria dewasa meski pikirannya masih seperti anak kecil. Karena dia berbeda dari orang normal yang bisa mengendalikan dirinya ketika hasrat sex datang, Kyuhyun tidak bisa melakukan itu. Karena itu, hati-hati jika memakai celana berwarna hitam di depan Kyuhyun, ne?” jawab ibu Kyuhyun. Wanita paruh baya itu mengedipkan satu matanya pada Sungmin dengan bercanda.

 

Sungmin diam dengan malu. Ia menunduk memandang celana hitamnya. Wajah manisnya nampak sedikit memerah. Ibu Kyuhyun tersenyum kecil melihatnya. Katanya, “Sungmin, jika nanti terjadi hal seperti ini lagi, kau cukup memerintahkannya untuk melompat”

 

Sungmin memandang wanita paruh baya itu dengan bingung.

“Melompat? Apa itu untuk mengalihkan pikirannya dari hasrat sex-nya?” tanyanya.

“Ya. Sudah kubilang ‘kan? Kyuhyun itu spesial” jawab ibu Kyuhyun dengan tersenyum.

 

Sungmin hanya mengganggukkan kepalanya mengerti. Beberapa menit kemudian Kyuhyun berhenti melompat. Ia memandang Sungmin sesaat dan kemudian beralih pada ibunya. “Eomma, aku lapar” katanya pada ibunya.

“Kau sudah menghabiskan susumu?” tanya ibu Kyuhyun.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.

“Kalau begitu habiskan dulu susumu, setelah itu kita sarapan” kata ibu Kyuhyun.

 

Kyuhyun diam sejenak. Ia mengganggukkan kepalanya dan kemudian beranjak pergi ke ruang TV untuk mengambil gelas susunya yang ia tinggalkan di atas meja. Sungmin hanya bengong memandang Kyuhyun yang begitu cepat melupakan hasrat sex-nya setelah melompat seperti kangguru tadi. Ia berpikir dengan heran, bagaimana itu bisa terjadi?

 

tbc

16 thoughts on “Rainbow Vein / page 1

  1. Hyaaaa…kyuhyun >//////<!!!!!
    Baiklah,aku akan sering" memakai celana warna hitam kalau begitu…=3 #dhuuaaagggggg
    #ditendangsungmin….
    Di awal penulisan masih susah u/ menanam-kan karakter kyu yg seperti itu di otak-ku…tapi tidak masalah,semakin banyak membaca akan lebih mudah menerima image kyu yg seperti itu! Jadi author yg cantik manis baik hati dan tidak sombong….next chapt segera publish ya…=3
    #moduuussss

  2. Howwahhh ~
    ternyata mreka sama” punya hidup yg berat , tpi gara” itu jga mereka b’satu kan . . .😀
    ini ff mnis bget un , ngajarin jga ttg ksabaran + ktulsan . .
    Kpan lanjutannya un ??

    Keep writhing !😀
    HWAITHING !!
    \(^_^)9

  3. Author unni ff nya kpan di lanjut un ??
    Lanjutin ne ??
    Pgen tau hubugan Kyu ama Ming gmn selanjutnya . .
    Smoga ini gag ngarah k Hurt/comfort genre nya . .
    Hehe😀
    gag tega bca mereka kalo pas nyesek”nya . . . T,T
    Ibu Kyu sabar bget ngurusin kyu , untug dia jga ktemu ming . Jdi ada yg nerusin ibu nya kyu buat ngurusin dia . . . xD
    author unni next nya ne ??
    HWAITHING !! ^_^)9

  4. Kyu yang spesial meski tingkanya seperti anak kecil…
    tp bagaimanapun Kyu adl lelaki dewasa…
    salut ma umma’y Kyu,
    eh Ming mo d jodohin ma siapa?

  5. Ya ampun kasian bgt liat Kyu kayak gini,,itu penyebab dia sakit gini penyebabnya apa author?
    Gmn kisahnya sampai Ming akhirnya jd kekasih Kyu?

    Ditunggu kelanjutannya author..:)

  6. aku bisa sampe sini gara2 status temen yg ngegalonin ff ini gara2 penasaran kok dia bisa addict banget akhirnya aku googling
    setelah baca… specless
    nyesel banget baru tau ada ff KyuMin yg sekeren ini >.<
    suka sama gaya nulis author😀
    nyaman banget dibaca😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s