Chikita Kuta / Part A

Gambar

Pairing            : KyuMin / KyuWook

Other cast     : Donghae, Yesung, Kangin, Leeteuk (GS),

Genre                : Romance, Fantasy

Length             : Two  or three Shoot (?)

Warning          : Boys love, Yaoi, M-preg

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Summary       : Apa kau mau mendengar sebuah cerita? Cerita tentang Chikita Kuta dan cinta sejati. Cerita yang dimulai 700 tahun yang lalu……

 

 

No bash, no copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

Happy read ^,^

 

~Part A~

 

Chikita kuta……chikita kuta…

Tidak menangis karena hujan

Tidak kalah oleh kesepian

Walau jatuh di jalan pulang

Chikita kuta…chikita kuta…

Segera kembali ke rumah

Sebelum tiba waktunya matahari meninggalkan dunia

 

Chikita kuta, Suatu saat nanti bertemu kembali

Kita akan selalu bersama. Seperti selalu

Meski ratusan tahun berlalu

 

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

 

Bangunan besar berwarna biru shappire itu bernama Eldora Museum. Terletak di Jeju-Do, Jeju. Berdiri kokoh dengan desain futuristic yang indah dan nyaman. Di balik kaca-kaca panjang itu tersimpan sejarah dan legenda, mungkin berusia ratusan tahun lamanya. Bangunan ini memiliki empat lantai. Dan di lantai satu, di tengah-tengah museum, terdapat sebuah akuarium besar. Itu benar-benar sebuah akuarium yang besar hingga mencapai lantai empat. Lampu-lampu yang berpijar di dalamnya membuat air di dalam akuarium itu nampak sebiru laut. Nampak begitu tenang. Begitu dalam. Begitu penuh misteri.

 

Sepintas akuarium itu terlihat kosong, hanya terisi air saja. Tapi jika kau mau bersabar, atau cukup keras kepala untuk tetap menatap ke dalam akuarium itu meski kekasihmu sudah mengomel dengan bosan, dan jika kau beruntung, mungkin kau akan dapat melihat Dia. Ya Dia, Chikita Kuta.

 

Dalam legenda Chikita Kuta selalu disebut dengan penyihir laut. Dia lebih mempesona dibandingkan dengan mermaid. Kuat dan panjang umur, itulah Chikita Kuta. Sosoknya yang terlihat seperti manusia itu membuat siapapun yang melihatnya kerap tertipu. Tapi jika kau lebih teliti kau pasti akan menyadarinya, pada ekor panjang yang terkadang nampak berayun nakal itu.

 

Pria muda pemilik museum ini adalah seorang pecinta sejarah dan legenda. Tinggi, tampan dan memiliki senyum yang teduh. Museum ini tidak pernah sepi oleh orang-orang yang juga mencintai sejarah dan legenda. Meski begitu, kehadiran akuarium besar ini diantara kaca-kaca panjang yang menyimpan waktu lampau itu selalu mengundang pertanyaan. Kenapa ia meletakkan akuarium besar ini di dalam museum ?

 

Dengan santai pria muda itu akan menjawab,

“Dia suka disini. Dia suka melihat orang-orang”

 

Bukankah Chikita Kuta itu hanyalah sebuah legenda kuno?

 

Untuk pertanyaan yang satu ini pria muda itu hanya akan tersenyum. Senyum teduh yang menyimpan cerita dari masa yang lampau. Cerita yang tidak akan pernah terlupa. Cerita yang tidak akan bosan untuk diceritakan kembali.

 

“Chikita Kuta adalah cinta sejati”

 

~+~+~+~

 

Mereka masih saja disana. Duduk dengan tenang di kursi panjang itu, memandangi akuarium besar itu dan mengabaikan dengung pembicaraan dari para pengunjung disekitar. Mata obsidian pria muda itu menatap akuarium dengan teduh, sementara mata cokelat gadis kecil itu menatap benda di depannya itu lekat-lekat seolah sedang mencari sesuatu di dalam air sebiru laut itu.

 

“Kyuhyun ahjussi, apa Chikita Kuta benar-benar ada di dalam sana?” tanya Kimi seraya menoleh pada pamannya.

 

Kyuhyun menoleh pada keponakannya yang masih berusia 10 tahun itu dan tersenyum.

“Menurutmu apa yang ada di dalam akuarium ini?” ia balik bertanya.

 

“Aku tidak tahu” kata Kimi. Ia mengalihkan pandangannya kembali pada akuarium dan menunjuknya. “Tapi aku merasakan sesuatu. Ada sesuatu di dalam sana. Aku rasa itu Chikita Kuta” katanya.

 

Kyuhyun kembali tersenyum dan membelai kepala gadis kecil itu.

“Eomma selalu merasa kesal setiap kali ada yang berbicara tentang Chikita Kuta. Eomma bilang, sejarah dan legenda akan membuatnya gila perlahan. Dan eomma bilang Chikita Kuta hanya sekedar legenda” Kata Kimi lagi.

 

“Yeah, tidak banyak orang suka dengan legenda. Dan tidak banyak pula orang yang percaya tentang Chikita Kuta” kata Kyuhyun.

 

“Tapi ahjussi, bukankah Chikita Kuta itu panjang umur?” gadis kecil itu kembali memandang Kyuhyun.

 

“Ya Chikita Kuta berusia panjang, bahkan hingga usia 1000 tahun” jawab Kyuhyun.

 

“Wow! Itu berarti, bukan hal yang mustahil ‘kan ahjussi, jika ternyata Chikita Kuta masih hidup hingga sekarang?” kata Kimi dengan nada polos bercampur takjub.

 

Kyuhyun hanya terkekeh kecil mendengarnya.

“Chikita Kuta itu seperti apa, ahjussi?” tanya Kimi penasaran. Wajah manisnya menyiratkan rasa penasaran yang besar.

 

Kyuhyun tersenyum dan menatap akuarium di depannya. Kemudian ia berkata dengan nada rindu, “Chikita Kuta adalah sebuah misteri yang mempesona. Dia…sangat mempesona”

 

Kimi hanya memandang pamannya dengan rasa penasaran yang membuncah. Kyuhyun menoleh.

“Apa kau mau mendengar sebuah cerita?” tanyanya.

“Cerita apa?” kata Kimi tertarik.

 

Kyuhyun kembali tersenyum. Senyum teduh yang menyimpan cerita dari masa yang lampau. Cerita yang tidak akan pernah terlupa. Cerita yang tidak akan bosan untuk diceritakan kembali. Kemudian ia berkata, “Cerita tentang Chikita Kuta dan cinta sejati. Cerita ini dimulai 700 tahun yang lalu di sebuah tempat bernama Eldora…………”

 

~+~+~+~

 

700 tahun yang lalu ada sebuah tempat bernama Eldora. Itu adalah sebuah kerajaan yang di kelilingi oleh tebing-tebing yang tinggi dan lautan biru yang membentang. Memiliki pesona alam yang indah, dan sebuah kota yang cantik. Para penduduknya ramah dan dikenal sangat menyukai festival. Hampir sepanjang tahun penduduk Eldora selalu menggelar festival-festival yang meriah dan menarik. Eldora dipimpin oleh seorang raja yang baik bernama Kangin, dengan ratunya yang cantik bernama Leeteuk. Tapi dibalik semua keindahan dan kedamaian yang dimiliki oleh Eldora, tersimpan sebuah rahasia yang disimpan rapat-rapat oleh sang raja. Sebuah rahasia, yang dibenci oleh sang ratu.

 

Kedamaian Eldora mulai terusik ketika suatu malam seorang monster bernama Danzell datang mengacaukan istana. Danzell bertubuh besar dan sangat tinggi, hampir mencapai tinggi gerbang istana. Wajahnya sangat jelek dan hanya memiliki satu telinga kiri yang besar, dan sangat-sangat sensitive. Dia benar-benar makhluk yang sangat buruk. Saat itu Danzel mengamuk karena suara musik dari pesta yang sedang diselenggarakan di istana mengganggu telinganya. Dia melempar, membanting, dan menginjak orang-orang yang menyerangnya. Tapi Danzell masih anak-anak, dan pedang-pedang juga anak-anak panah dari para prajurit itu membuatnya kesakitan. Dia berteriak kesakitan dan menangis. Ketika dia akan pergi, Danzel memandang Kangin yang nampak ketakutan di kursi kebesarannya, berlindung di balik pedang pengawal-pengawalnya. Di sampingnya, Leeteuk sedang memeluknya dengan wajah takut.

 

“Suatu saat nanti, aku akan menagih janji para ayah yang durhaka” kata Danzell pada Kangin, sebelum dia pergi.

 

Kangin tersentak mendengarnya, tapi hanya diam saja. Leeteuk segera memerintahkan para prajuritnya untuk mengejar monster itu, kemudian memandang suaminya dengan cemas. Kangin sedang terdiam, seolah membeku karena suatu rasa takut yang lain yang tiba-tiba saja menderanya. Para prajurit Eldora tidak berhasil mengejar Danzell dan kembali ke istana untuk melaporkannya. Ketika prajurit itu mengatakan bahwa Danzell berlari ke arah Castral Hill, laporan itu membuat Kangin dan Leeteuk terdiam dengan terkejut. Castral Hill adalah sebuah bukit yang sangat dihindari oleh orang-orang Eldora. Baik Kangin maupun Leeteuk sama-sama tahu, siapa yang tinggal di bukit yang dekat dengan lautan itu. Si Chikita Kuta terakhir. Leeteuk memandang suaminya yang nampak memucat. Ia mendengar suaminya bergumam, menyebut sebuah nama dengan bergetar.

 

“Sungmin……”

 

Leeteuk hanya diam. Wajah cantiknya berubah masam. Dan ketika akhirnya suaminya memandangnya, ia tahu bahwa mimpi buruk Eldora akan segera dimulai. Kemudian Leeteuk beranjak pergi ke kamarnya, masih tanpa mengatakan apapun. Dalam mata cokelatnya yang indah tersirat sebuah luka dan kecewa.

 

~+~+~+~

 

Beberapa tahun pun berlalu. Danzell masih menjadi mimpi buruk bagi Eldora. Dan bagi Kangin bukan hanya Danzell yang menjadi masalahnya, tapi juga ibu dari anak monster itulah yang menjadi masalah utamanya. Ibu Danzell adalah Chikita Kuta yang sangat mempesona bernama Sungmin. Pesonanya bahkan mampu membuat siapapun yang melihatnya lupa untuk bernapas, mampu membuat siapapun melupakan segalanya. Seperti dirinya dulu.

 

Kangin menyadari cepat atau lambat Danzell akan kembali padanya, untuk menagih janjinya pada Sungmin. Tapi sang raja masih belum siap untuk melepaskan segalanya dan mati ditangan monster itu. Ia tidak ingin itu terjadi. Karena itu Kangin mencari cara untuk membunuh Danzell dan juga Sungmin. Tapi apapun cara yang ia lakukan tidak pernah berhasil, bahkan sayembara yang ia buatpun gagal karena tidak ada satupun yang berani pergi ke Castral Hill dan berhadapan dengan monster jelek itu. Kangin nyaris putus asa. Hingga akhirnya Kangin memerintahkan putra pertamanya, Yesung untuk pergi ke Castral Hill dan membunuh Danzell, juga ibunya. Siang itu Kyuhyun sedang berlatih pedang di halaman istana ketika Donghae si kasim mendatanginya dengan tergopoh-gopoh.

 

“Pangeran Kyuhyun… pangeran Kyuhyun. Ada berita baru,” kata Donghae. Ia terdiam sesaat untuk mengatur nafasnya. Kemudian lanjutnya, “Yang Mulia raja memerintahkan pangeran Yesung yang akan pergi ke Castral Hill dan membunuh monster itu.”

 

Seketika Kyuhyun menghentikan latihannya. Ia menoleh pada Donghae, sedikit terkejut mendengar berita yang baru disampaikannya itu. “Benarkah?” tanyanya.

“Ya, dia akan berangkat siang ini bersama beberapa prajurit terbaik” jawab Donghae.

 

Kyuhyun diam sejenak. Ia memberikan pedangnya pada seorang pelayannya dan beranjak pergi. Donghae mengikutinya dibelakang. “Apa Yesung hyung ada dikamarnya sekarang?” tanya Kyuhyun.

 

“Ya, pangeran Yesung sedang bersiap di kamarnya sekarang” jawab Donghae.

 

Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju kamar Yesung. Donghae mengikuti dibelakangnya. Saat sampai di depan kamar Yesung, Kyuhyun memerintahkan Donghae untuk menunggu di luar. Donghae menurut dengan patuh. Kemudian Kyuhyun beranjak masuk ke dalam kamar Yesung. Di dalam kamar yang luas itu ia melihat Yesung sedang berdiri di depan cermin besar. Beberapa orang pelayan sedang membantunya memakaikan pakaian perang padanya. Pakaian itu membuatnya terlihat gagah. Menyadari kedatangan Kyuhyun, para pelayan itu segera membungkukkan tubuh mereka dengan hormat pada pangeran kedua itu dan kemudian beranjak pergi.

 

“Oh, kau” kata Yesung menoleh.

 

Kyuhyun beranjak ke jendela dan menyandarkan tubuhnya. Ia kembali memperhatikan Yesung yang sedang memeriksa pakaian perangnya. “Jadi, kau yang akan pergi, eoh?” katanya.

 

“Ya, begitulah” kata Yesung dengan santai.

“Apa kau akan pergi sendiri?” tanya Kyuhyun.

“Tidak. Aku akan pergi dengan beberapa prajurit terbaikku” jawab Yesung masih dengan nada santai yang sama.

 

Kyuhyun diam sejenak. Ia memandang keluar jendela, memandang kota Eldora yang sedang diliputi ketakutan. “Danzell. Monster itu benar-benar membuat ayah ketakutan. Apakah menurutmu, kau bisa mengalahkan monster itu hyung?” tanyanya.

 

Yesung mengangkat kepalanya. Ia memandang adiknya itu melalui cermin dan tersenyum.

“Tentu saja. Aku pasti akan membunuh monster itu dan kembali dengan selamat” jawabnya. Nada suaranya terdengar menenangkan, menenangkan dirinya sendiri mungkin lebih tepatnya.

 

Kyuhyun menoleh pada Yesung dan menatapnya.

“Sebenarnya, masalah utamanya bukan Danzell, ‘kan? Ayah ingin kau juga membunuh ibu dari monster itu. Sepertinya justru ibu dari monster itulah yang menjadi masalah utamanya” katanya.

 

Yesung membalik tubuhnya menghadap Kyuhyun.

“Apa kau tahu siapa ibu dari monster itu? Ibunya adalah Chikita Kuta bernama Sungmin” katanya.

 

Kyuhyun mengernyit sesaat.

“Chikita Kuta?”

“Ya, Dia adalah Chikita Kuta terakhir yang sangat mempesona tapi juga sangat berbahaya. Begitu yang kudengar dari ayah”

 

Kyuhyun mendengus tidak percaya.

“Anaknya adalah monster yang jelek seperti itu, bagaimana mungkin ibunya bisa sangat mempesona? Itu tidak mungkin”

 

Yesung tersenyum. Ia memeriksa pedang miliknya seraya berkata,

“Aku juga berpikir seperti itu. Tapi perkataan ayah itu membuatku penasaran juga”

 

Kyuhyun terkekeh. Ia menegakkan tubuhnya dan mendekati Yesung. Seraya menepuk bahunya, ia berkata kepada kakaknya itu untuk tidak terjebak dengan pesona sang Chikita Kuta. Kemudian mereka tertawa bersama. Tawa mereka terhenti ketika pintu terbuka. Sosok anggun sang ratu berdiri di ambang pintu. Yesung dan Kyuhyun segera membungkukkan kepala mereka dengan hormat pada sang ratu. Saat Kyuhyun mengangkat kepalanya, Leeteuk menatapnya dengan dingin. Kyuhyun hanya diam dan beranjak pergi.

 

“Kenapa ibu selalu menatap Kyuhyun seperti itu?” tanya Yesung setelah Kyuhyun keluar dari kamarnya.

 

“Karena aku tidak menyukainya. Bagaimana mungkin anak dari wanita menjijikan itu bisa menjadi pangeran dan adik dari putra mahkota? Yang benar saja!” jawab Leeteuk mendengus tidak suka.

 

Yesung mendesah mendengarnya.

“Apa ibu datang untuk berbicara buruk tentang Selir Sun? Aku tidak mau mendengarnya” katanya dengan nada bosan.

 

“Hey, aku datang untuk melihatmu,” kata Leeteuk kemudian memeluk putranya itu dengan erat. “Berjanjilah kau akan kembali dengan selamat, anakku.”

 

Yesung tersenyum dan membalas pelukan hangat ibunya.

“Tentu saja, ibu” katanya.

 

Sang ratu semakin memperat pelukannya. Ia kembali berkata dengan suara yang tiba-tiba terdengar dingin. “Dan berjanjilah anakku, kau akan membunuh penyihir itu. Kau harus membunuh Sungmin”

 

Yesung hanya diam. Begitu juga dengan Kyuhyun yang ternyata diam-diam masih berada di depan pintu kamar Yesung. Donghae yang berada disampingnya hanya diam ketika melihat tangan Kyuhyun yang terkepal saat mendengar sang ratu berbicara tentang selir Sun, ibu Kyuhyun yang telah lama meninggal. Jika bukan karena sang raja yang sangat menyayangi Kyuhyun, mungkin sudah lama pemuda tampan itu diusir keluar dari istana.

 

“Ayo kita pergi, Donghae” kata Kyuhyun kemudian seraya beranjak pergi.

“Baik, pangeran” kata Donghae mengikuti langkah pangerannya.

 

Dari balkon istana di lantai tiga, Kyuhyun dan Donghae memandang keberangkatan Yesung bersama beberapa orang prajurit terbaiknya. Dengan menggunakan kuda mereka berangkat menuju Castral Hill. Para penduduk Eldora mengantar keberangkatan sang putra mahkota itu dengan bangga, seolah pahlawan yang akan maju berperang demi kehormatan negara. Tapi bagi Kyuhyun, itu terlihat seperti mengantar sang putra mahkota untuk mati.

 

Ketika Kyuhyun menoleh, ia melihat Ryeowook, “istri” Yesung yang sedang berdiri di balkon istana lantai 2. Pemuda berwajah innocent itu menatap kepergian suaminya dalam diam. Kyuhyun memperhatikan wajah innocent-nya, dan kemudian ia menyadarinya. Bahwa pemuda berwajah innocent itu bukan sedang menatap kepergian suaminya, tapi sedang menatap bukit di depannya. Castral Hill. Menyadari Kyuhyun sedang memperhatikannya, Ryeowook pun menoleh ke atas, pada balkon di lantai tiga tempat Kyuhyun berdiri. Ia tersenyum samar dan membungkukkan kepalanya dengan sopan pada Kyuhyun, kemudian beranjak pergi.

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke depan, pada Castral Hill yang berdiri menantang di kejauhan. Bukit itu seolah menyimpan suatu misteri yang menggoda. Dan disana, tinggal sang Chikita Kuta yang mempesona, Sungmin. Kyuhyun belum pernah melihat Chikita Kuta sebelumnya. Ia hanya mendengarnya dari cerita-cerita yang terlarang untuk diceritakan. Tapi apakah Chikita Kuta itu benar-benar ada? Seperti apa Chikita Kuta bernama Sungmin itu? Apakah dia benar-benar mempesona?

 

“Donghae, apa menurutmu Chikita Kuta itu benar-benar ada?” tiba-tiba Kyuhyun bertanya sembari masih menatap ke arah Castral Hill.

 

“Chikita Kuta itu tidak ada, pangeran. Itu hanya omong kosong” jawab Donghae.

“Begitukah?” kata Kyuhyun, menoleh sesaat pada Donghae.

 

Tapi jawaban dari Donghae itu justru membuat rasa penasaran Kyuhyun tergelitik. Kyuhyun kembali memandang ke arah Castral Hill. Ia menatap bukit itu dan terus berpikir tentang Sungmin, sang Chikita Kuta yang mempesona dan penuh misteri.

 

~+~+~+~

 

Beberapa hari kemudian. Penduduk Eldora kembali membuat festival. Warna-warni festival, alunan musik, bazaar dan orang-orang memenuhi jalanan dengan gembira. Kemeriahan festival menepiskan sesaat ketakutan itu, seolah para penduduk Eldora tidak merasa khawatir jika suara musik mereka akan kembali terdengar di telinga besar Danzell dan membuat monster itu kembali mengamuk. Diam-diam Kyuhyun dan Donghae ikut berbaur dengan keramaian festival itu. Mereka menggunakan jubah yang menutupi wajah mereka hingga tidak ada yang menyadari bahwa sang pangeran dan kasimnya sedang berada diluar istana.

 

Donghae mengikuti langkah Kyuhyun dengan cemas. Seharusnya saat ini Kyuhyun sedang berada di istana, belajar tentang agama. Tapi diam-diam pangeran yang tampan ini kabur lagi, dan menariknya pergi bersamanya. Tentu saja, Donghae tidak bisa meninggalkan pangerannya sendirian. Jika terjadi sesuatu pada Kyuhyun, maka dirinya-lah yang akan mendapat masalah. Tapi keluar istana diam-diam seperti ini pun juga melanggar peraturan, dan mereka akan tetap mendapat masalah jika sampai ketahuan. Donghae mendesah ketika berpikir, pangerannya ini benar-benar merepotkan.

 

“Pangeran, ayo kita kembali. Kau berjanji kita hanya pergi sebentar ‘kan? Kita sudah pergi cukup lama. Jika pihak istana tahu kita akan dapat masalah, pangeran” bisik Donghae pada Kyuhyun, berusaha membujuknya untuk ke sekian kalinya.

 

Tapi Kyuhyun tidak mendengarkannya. Pemuda tampan itu justru berhenti di salah satu stand bazaar yang menjual berbagai benda-benda menarik. Perhatian Kyuhyun tertarik pada sebuah kotak musik. Kotak musik itu nampak antik tapi alunan musiknya masih terdengar jernih dan indah. Kyuhyun mengerjap ketika mendengarnya.

 

“Bagaimana? Suara yang indah, bukan? Kotak musik ini terbuat dari Northen Shell kualitas terbaik. Karena ini hari pertama bazaar musim panas, saya beri harga murah!” kata si nenek penjual yang tidak mengetahui bahwa pria dibalik jubah itu adalah Kyuhyun, sang pangeran.

 

Amazing Grace…” kata Kyuhyun dari balik jubahnya.

“Oh, kau tahu lagu itu juga ya? Ya, ini lagu Amazing Grace. Ini lagu yang indah dan semua orang menyukainya” kata si nenek penjual terkekeh kecil.

 

Kyuhyun nyaris membuka tudung jubahnya. Tapi kemudian ia hanya memegang tudung jubahnya dan tersenyum. Sementara itu di Castral Hill yang letaknya jauh dari Eldora. Di dalam gua yang gelap dan lembab itu, terdapat sebuah sungai yang dalam. Di pinggir sungai itu, di sudut gua, bertumpuk emas dan harta yang kilaunya cukup menerangi gua yang gelap itu. Dan diatas batu besar di tengah sungai itu Danzell meringkuk sambil menutup telinganya. Dia nampak kesakitan. Dia menangis karena suara musik dan kemeriahan festival di kota Eldora menyakiti telinganya. Dia mengangkat kepalanya yang besar dan memanggil ibunya.

 

Mother, suara-suara musik itu menyakiti telingaku. Bolehkah aku pergi ke sana untuk menghentikan mereka? Telingaku sakit sekali” kata Danzell terisak.

 

Sesuatu muncul di dalam air. Sungmin, si Chikita Kuta mengulurkan satu tangannya keluar dari dalam air dan menyentuh kepala Danzell. Ia mengusap kepala anaknya dengan lembut dan berkata dari dalam air, “Tenanglah Danzell. Jangan menangis lagi”

 

Tapi Danzell masih terus terisak, nampak sangat kesakitan dan marah.

“Aku ingin ke sana dan menghentikan mereka” katanya dengan marah.

“Jangan! Ini belum saatnya kau menagih janji para ayah yang durhaka,” kata Sungmin mencegah. “Dan bukankah kemarin kau baru saja bersenang-senang dengan pangeran Yesung?”

 

“Dia membosankan,” kata Danzell kembali meringkuk dan kembali menangis. “Mother, telingaku sakit sekali. Bernyanyilah untukku, kumohon”

 

Sungmin tersenyum di dalam air. Ia terus mengusap kepala anaknya dengan lembut dan mulai bernyanyi lagu Amazing Grace. Suaranya yang merdu menutupi suara-suara yang dibenci oleh Danzell. Perlahan Danzell pun mulai tenang. Sementara itu, kembali ke Eldora. Kyuhyun baru saja akan kembali ke istana bersama Donghae ketika ia mendengar suara nyanyian Sungmin yang terdengar mengalun lembut di udara. Kyuhyun menghentikan kakinya dan menoleh. Ia mengedarkan pandangannya, suara itu seperti terdengar dari jauh.

 

“Apa kau mendengarnya juga?” tanya Kyuhyun pada Donghae.

“Apa?” Donghae balik bertanya dengan bingung.

“Suara nyanyian itu. Kau tidak mendengarnya?” tanya Kyuhyun lagi.

 

Donghae hanya menggelengkan kepalanya dengan bingung, karena yang ia dengar hanya suara orang-orang dan keramaian festival di sekitar mereka. Ia tidak mendengar suara nyanyian yang dimaksud oleh Kyuhyun. Kemudian ia menarik Kyuhyun dengan sedikit tidak sabar. Mereka harus kembali ke istana sekarang. Kyuhyun pun membiarkan Donghae menariknya pergi. Tapi sesekali ia menoleh ke belakang, pada suara nyanyian yang masih terdengar lembut di udara itu. Kepalanya berpikir dengan penasaran, siapa yang bernyanyi dengan begitu indah seperti itu?

 

Ketika Kyuhyun dan Donghae tiba di istana, kabar buruk menyambut kedatangan mereka. Yesung gagal dalam misinya dan justru terbunuh oleh monster itu. Kyuhyun terdiam ketika melihat tubuh Yesung yang dibawa kembali oleh para prajuritnya. Tubuh itu tergeletak di tengah lantai, tidak bergerak dan nampak kotor dengan darah yang masih belum dibersihkan. Di sampingnya Leeteuk dan Ryeowook menangis. Sementara Kangin terduduk lemas di kursi singgasananya, menangis tanpa suara. Tidak ada yang menyadari bahwa Kyuhyun dan Donghae baru saja keluar dari istana. Tapi Kyuhyun tidak peduli dengan hal itu. Semua orang sedang berduka, begitu juga dirinya.

~+~+~+~

 

Siang itu Kyuhyun sedang berlatih pedang di halaman, seperti biasanya. Ia berhenti ketika menyadari bahwa Leeteuk sedang memperhatikannya dari jendela koridor. Ia pun membungkukkan kepalanya dengan hormat pada ibu tirinya itu. Wanita cantik itu hanya menatapnya dengan dingin, seperti biasa. Kemudian Leeteuk beranjak pergi, tanpa senyum sama sekali. Kyuhyun hanya menatap Leeteuk yang sedang berjalan menuju perpustakaan istana, mungkin ingin bertemu dengan sang raja yang sedang berusaha menenangkan dirinya yang semakin frustasi. Kyuhyun hanya mendesah pelan dan kembali berlatih pedang.

 

Beberapa menit kemudian Kyuhyun menghentikan latihannya. Ia memberikan pedangnya pada seorang pelayan, sementara pelayan yang lain memberikannya handuk kecil dan sebotol air. Setelah mengusap peluh di wajahnya dan mengusir dahaganya, Kyuhyun beranjak ke kamarnya untuk beristirahat sejenak sebelum kemudian harus mulai kembali belajar. Hari ini pelajaran tata Negara. Ia berjalan di koridor yang panjang menuju kamarnya, yang sebelumnya harus melewati perpustakaan istana dulu. Kyuhyun terus berjalan dengan tenang. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti di depan pintu perpustakaan istana yang sedikit terbuka. Dari dalam perpustakaan terdengar suara Leeteuk yang sedang berbicara dengan Kangin. Kedengarannya sang ratu seperti sedang menangis.

 

Kyuhyun menoleh ke kiri dan kanan sesaat. Tidak ada satu pengawal pun disini. Itu artinya Kangin dan Leeteuk sedang berbicara sesuatu yang penting dan tidak ingin ada satu pun yang mendengarnya. Seharusnya Kyuhyun terus berjalan pergi, namun rasa penasaran menggelitiknya. Diam-diam Kyuhyun sedikit membuka pintu dan mengintip ke dalam perpustakaan. Ia melihat Kangin sedang duduk di kursi, wajahnya terlihat sangat lelah dan frustasi. Sementara Leeteuk berdiri di depannya, memunggungi Kyuhyun.

 

“Kenapa bukan Kyuhyun yang di kirim ke Castral Hill saat itu? Kenapa Kyuhyun tidak pernah di kirim ke medan tempur? Sampai kapan kau mau memperlakukan Kyuhyun secara istimewa? Selain wajahnya yang tampan, dia tidak berarti apa-apa lagi! Kenapa anak itu tetap hidup? Dan hanya anakku, Yesung yang mati… Ooh! Kenapa cuma anak dari wanita menjijikan itu yang tetap hidup!!” kata Leeteuk menangis, merasa tidak terima.

 

Kangin hanya terdiam dengan wajah yang semakin lelah dan frustasi. Kemudian ia beranjak berdiri dan memeluk istrinya yang menangis, terisak dengan kesal. Sementara itu di balik pintu Kyuhyun terdiam. Ia menunduk menatap lantai dan kemudian beranjak pergi dengan wajah sedih. Ia mengabaikan Donghae yang memanggilnya untuk pelajaran tata Negara dan terus berjalan pergi.

 

“Pangeran, anda mau kemana? Ini saatnya pelajaran tata Negara. Tuan Haga sudah menunggu anda. Anda tidak boleh kabur lagi, pangeran. Aku akan dapat masalah jika anda kabur lagi” kata Donghae berusaha mengejar Kyuhyun.

Kyuhyun berhenti sejenak. Tanpa menoleh ia berkata,

“Aku tidak kabur. Aku hanya ingin berjalan-jalan sebentar di pantai. Aku akan kembali nanti, dan jangan ikuti aku!”

 

Donghae hanya diam melihat pangerannya kembali berjalan pergi. Ia mendesah dengan bingung dan kemudian beranjak pergi untuk berbicara dengan tuan Haga, berusaha mengulur sedikit waktu hingga pangerannya kembali nanti. Yaah, semoga Kyuhyun benar-benar kembali kali ini dan tidak kabur lagi.

 

~+~+~+~

 

Hempasan ombak terasa semakin keras oleh tiupan angin laut. Hari ini laut tidak nampak tenang seperti biasanya. Abu-abu menggantung di langit yang muram. Sepertinya akan turun hujan. Kyuhyun duduk diatas bebatuan, menatap jauh ke laut yang sedikit bergolak. Ia sedang memikirkan perkataan Leeteuk yang tidak sengaja ia dengar tadi. Kyuhyun tahu sang ratu memang tidak menyukainya, dan ia sudah berusaha keras untuk bersikap baik dengan Leeteuk. Berharap ibu tirinya itu akan sedikit menyukainya. Tapi dengan kematian Yesung, sang putra mahkota kesayangannya, itu membuat kebencian Leeteuk padanya menjadi bertambah.

 

Hidup di dalam istana Eldora yang indah itu adalah sesuatu yang sulit bagi Kyuhyun. Sikap Leeteuk padanya membuat Kyuhyun merasa seakan ia adalah orang asing di istana itu, meski sebenarnya kedudukannya adalah sebagai pangeran kedua. Leeteuk membuat segalanya menjadi terasa sulit. Meski begitu, sang raja sangat menyayanginya, dan Yesung bersikap sangat baik padanya layaknya seorang kakak. Tapi kini kakaknya itu sudah tidak ada lagi, dan sepertinya sang raja sudah semakin lelah. Danzell dan ibunya membuat raja yang gagah itu kini nampak tidak berdaya.

 

Tiba-tiba saja rasa penasaran itu kembali menggelitiknya ketika Kyuhyun kembali teringat tentang Sungmin, Chikita Kuta yang dikhawatirkan oleh sang raja, dan sepertinya dibenci oleh Leeteuk (Kenapa sang ratu membenci segalanya?). Kyuhyun penasaran, seperti apa Sungmin itu sebenarnya? Seberapa mempesonanya dia?

 

Saat Kyuhyun mulai larut dengan pikirannya tentang Sungmin, tiba-tiba terdengar suara nyanyian yang mengalun dengan lembut di udara. Kyuhyun tersentak mendengarnya, itu adalah nyanyian yang ia dengar di bazaar saat itu. Ia berdiri dan mengedarkan pandangannya ke seluruh pantai, suara nyanyian itu terdengar dekat dengannya. Ia pun beranjak turun dari atas batu dan mulai menyusuri pantai mencari suara indah itu. Suara indah itu terdengar semakin dekat seiring langkah kaki Kyuhyun. Suara indah itu terdengar dari balik tebing, diantara batu-batu besar yang terhempas debur ombak itu. Kyuhyun pun mempercepat langkah kakinya dan tersenyum penasaran.

 

Namun ketika langkah Kyuhyun semakin dekat suara itu berhenti. Kyuhyun menaiki batu-batu besar itu dengan hati-hati dan mencarinya, tapi tidak ada siapapun disini. Kyuhyun mengernyit dengan bingung. Tidak mungkin ia salah mendengar, orang tersebut pasti belum jauh. Saat Kyuhyun hendak kembali mencari orang tersebut, ia baru teringat dengan kelas tata Negara. Tuan Haga pasti sudah menunggunya sejak tadi.

 

“Gawat, aku harus segera kembali ke istana” kata Kyuhyun teringat.

 

Untuk sesaat Kyuhyun merasa bimbang. Ia masih ingin di pantai ini dan mencari orang yang bernyanyi dengan indah itu. Tapi jika ia tidak segera kembali, maka ia akan mendapat masalah. Kyuhyun memandang langit yang semakin gelap sesaat. Awan-awan gelap itu seolah siap menumpahkan hujan kapanpun. Kyuhyun mendesah.

 

Saat Kyuhyun hendak turun dari atas batu besar itu, ia melihat sesuatu berenang menjauhi batu. Tubuhnya yang berwarna emas nampak berkilau di dalam air. Kyuhyun mengernyit dan memperhatikannya. Setelah cukup jauh dari batu tempatnya berdiri, Kyuhyun melihat sesuatu…… bukan tapi seperti seseorang, muncul ke permukaan air. Seorang pemuda yang manis. Selama beberapa menit mereka saling memandang, dan Kyuhyun merasakan pemuda manis itu seakan sedang tersenyum kepadanya. Dan entah kenapa, pemuda manis itu nampak mempesona menurut Kyuhyun. Kemudian pemuda manis itu kembali menyelam ke dalam air, dan tubuh berwarna emas itu berenang semakin menjauh. Kyuhyun hanya mengerjap melihatnya. Ia beranjak turun dari atas batu ketika teringat dengan kelas tata Negara. Ia pun segera kembali ke istana, tanpa menyadari bahwa sosok yang baru saja dlihatnya tadi adalah Sungmin, sang Chikita Kuta.

 

~+~+~+~

 

Di kursi singgasananya Kangin sedang duduk termenung. Ia menyadari bahwa waktu yang dimilikinya semakin menipis. Ia tidak memiliki pilihan lagi, selain menggantungkan harapan terakhirnya pada Kyuhyun. Ia tahu bahwa sesungguhnya Kyuhyun tidak lemah. Ia sangat tahu bahwa setiap hari pemuda tampan itu selalu berlatih pedang dan ilmu bela diri lainnya dengan tekun. Ia juga sangat yakin bahwa Kyuhyun mampu membunuh Danzell. Tapi satu hal yang membuat Kangin merasa cemas adalah, bagaimana jika nanti Kyuhyun justru terpesona dengan Sungmin, si Chikita Kuta itu dan tidak berhasil membunuhnya?

 

Kangin mendesah dengan bingung. Setelah cukup lama berpikir, akhirnya ia memerintahkan pelayannya untuk memanggil Kyuhyun. Tidak lama pemuda tampan itu datang. Kyuhyun membungkukkan kepalanya dengan sopan sesaat pada sang raja.

 

“Yang Mulia memanggilku?” tanya Kyuhyun.

“Ya, aku memiliki tugas penting untukmu” jawab Kangin.

 

Kyuhyun menatap ayahnya dengan penasaran.

“Apa ini tentang Danzell dan ibunya itu?” tebaknya.

 

Kangin menganggukkan kepalanya dengan lelah. Sungguh, ia sudah lelah dengan semua masalah ini dan ingin segera mengakhirinya saja. Dan ini adalah jalan terakhirnya. Ia melepas mahkota di kepalanya dan menatap Kyuhyun lekat-lekat. Kemudian katanya,

 

“Aku ingin kau membunuh Danzell dan ibunya. Dan jika kau berhasil, aku akan menyerahkan mahkota ini padamu. Singgasana dan kerajaan ini, dan Eldora akan jadi milikmu. Dan Ryeowook, ‘istri’ mendiang kakakmu itu, dia juga akan menjadi milikmu. Aku akan memberikan semuanya padamu, jika kau membawa bukti bahwa kau telah membunuh mereka”

 

Kyuhyun terkejut mendengarnya. Ia mengerjap tidak percaya.

“Tapi Yang Mulia, tidakkah itu berlebihan…? Aku tidak—“

“Pada akhirnya aku akan tetap turun tahta ‘kan? Aku hanya melakukan hal itu lebih cepat. Aku sudah lelah dengan semua ini, anakku”

 

Kyuhyun hanya diam, masih mengerjap tidak percaya. Kangin kembali memakai mahkotanya di kepalanya dan meminta Kyuhyun untuk membuat rencana. Kyuhyun menganggukkan kepalanya mengerti. Kemudian ia beranjak pergi setelah diperbolehkan oleh Kangin. Saat Kyuhyun membalik tubuhnya, ia melihat Leeteuk berdiri tidak jauh darinya. Entah sejak kapan wanita cantik itu berdiri di sana. Kyuhyun hanya membungkukkan kepalanya dengan hormat pada Leeteuk dan kemudian beranjak pergi.

 

Leeteuk hanya diam melihat Kyuhyun yang berjalan melewatinya. Kemudian ia memandang Kangin yang sedang duduk di kursi singgasananya dengan wajah yang semakin lelah dan frustasi. Dengan cepat ia berjalan mendekatinya dan bertanya dengan nada marah.

 

“Apa yang kau lakukan tadi?”

“Melakukan apa yang kau inginkan. Aku mengirim Kyuhyun ke Castral Hill seperti keinginanmu” jawab Kangin seraya menyenderkan tubuhnya ke belakang.

 

Leeteuk menatap suaminya dengan nanar.

“Dan memberikan semuanya pada anak itu? Tahta raja dan Eldora? Dia bukan putra mahkota, Kangin!” katanya tidak terima.

 

Kangin memandang istrinya dan mendesah. Dengan nada tegas bercampur lelah ia berkata,

“Tapi dia tetap putraku. Dia tetap pangeran dan berhak menjadi raja menggantikanku. Aku tidak memiliki putra lagi selain dia. Dan jika nanti Kyuhyun gagal, maka aku tidak peduli siapa yang akan memakai mahkota ini!”

 

Leeteuk mendengus kesal. Ia menatap Kangin dengan marah. Katanya,

“Ini semua salahmu, Kangin. Jika kau tidak melakukannya dengan penyihir itu, anak monstermu itu tidak akan datang menagih janjimu dan Eldora akan tetap baik-baik saja. Jika saja kau tidak terlalu serakah ingin memperluas wilayah kekuasaan, kita akan tetap baik-baik saja. Jika saja kau tidak terjebak dengan pesona Chikita Kuta bodoh itu! Kau raja yang bodoh, Kangin!”

 

Kangin menunduk dan berbisik pelan, penuh penyesalan.

“Maafkan aku. Maafkan aku…”

 

Leeteuk hanya diam dan beranjak pergi. Mata cokelatnya yang indah mulai basah, karena air mata yang mencoba melesak keluar dari sudut matanya. Kangin menatap Leeteuk yang melangkah dengan cepat keluar dari ruangan. Kemudian ia memejamkan matanya dan mendesah pelan. Sekarang, ia akan tidak peduli jika Danzell datang menangih janjinya pada Sungmin, janji untuk mengembalikan semuanya termasuk nyawanya.

 

~+~+~+~

 

Bersama Donghae yang selalu setia padanya, Kyuhyun membuat rencana untuk menjebak Danzell datang ke istana agar ia lebih mudah menyerangnya. Maka, setelah cukup lama berdiskusi akhirnya sebuah rencana terlahir. Berdasarkan rencana, mereka akan membuat pesta hingga pagi. Sebuah pesta yang sangat meriah hinggga suara musiknya akan mengganggu pendengaran Danzell yang sangat-sangat sensitive itu. Mendengar rencana itu Kangin tersenyum dan sangat setuju, sementara Leeteuk hanya diam dengan wajah dinginnya.

 

Maka pada malam harinya dibuatlah sebuah pesta di ruangan Hall istana yang megah. Makanan, minuman, dan musik, semuanya ada. Semua orang tertawa dan bernyanyi seolah ini benar-benar sebuah pesta, berusaha menyembunyikan ketakutan yang sedang meliputi hati mereka. Sang raja Kangin, sang ratu Leeteuk, Kyuhyun dan Ryeowook duduk di kursi-kursi yang telah disiapkan. Mereka menikmati minuman mereka dan berusaha menikmati pesta. Diam-diam Ryeowook memandang Kyuhyun yang sedang menggenggam erat gelasnya dan menatap ke arah pintu besar di depannya, menanti sang monster datang. Tapi hingga malam mulai larut Danzell tidak kunjung datang.

 

Leeteuk menguap dengan bosan di kursinya. Ia meletakkan gelasnya dan berdiri dari kursinya. Kangin, Kyuhyun dan Ryeowook menoleh ke arah Leeteuk. “Aku lelah. Aku mau tidur” kata sang ratu seraya beranjak pergi, tanpa melihat Kangin.

 

Kangin hanya mendesah menatap Leeteuk yang beranjak pergi dengan ditemani dayang-dayangnya. Ia memandang sesaat orang-orang yang masih berpesta. Suasana pesta mulai meredup dan membosankan, sementara matahari pagi masih lama muncul. Jika Danzell tidak datang maka rencana ini akan sia-sia. Kemudian ia berkata kepada Ryeowook,

“Ryeowook, bukankah kau pandai bernyanyi dan memainkan alat musik? Nyanyikan sebuah lagu gembira untukku dan buat pesta ini menjadi semakin meriah”

 

“Baik, Yang Mulia” kata Ryeowook.

 

Pemuda berwajah innocent itu meletakkan gelasnya dan berdiri dari kursinya. Kemudian ia berjalan mendekati sebuah Grand piano berwarna hitam. Ia duduk dengan tenang dibalik piano hitam itu dan semua orang mulai memperhatikannya. Jemari Ryeowook mulai menari diatas tuts-tuts berwarna hitam-putih itu, dan menghasilkan sebuah melodi yang indah. Kemudian Ryeowook mulai bernyanyi. Di kursinya Kyuhyun memperhatikannya. Ia mengerjap mendengar suara Ryeowook yang sangat merdu itu. Tapi entah kenapa Kyuhyun justru teringat dengan suara nyanyian yang ia dengar di bazaar saat itu dan juga di pantai kemarin, menyanyikan lagu Amazing Grace dengan sangat indah. Suara itu lebih indah dan lembut. Dan Kyuhyun lebih menyukainya.

 

Kyuhyun menyesap minumannya dan kembali memandang Ryeowook. Ia tahu bahwa sejak tadi pemuda innocent itu terus memandangnya melalui sudut matanya. Ryeowook buru-buru mengalihkan pandangannya ketika Kyuhyun membalas pandangannya dan tersenyum kecil padanya. Ryeowook terus bernyanyi dan membuat semua orang terlena. Pesta pun menjadi semakin meriah.

 

Namun jauh dari Eldora, di Castral Hill, Danzell meringkuk di dalam guanya yang gelap dan lembab. Ia menutup telinganya yang kesakitan karena suara musik dan kemeriahan pesta di istana. Suara-suara musik itu benar-benar menyakiti telinganya. Ia menangis memanggil ibunya.

 

Mother, aku benar-benar tidak tahan lagi. Telingaku sakit sekali” katanya terisak.

 

Sungmin muncul di dalam air. Tubuhnya yang berwarna emas nampak bercahaya di dalam air yang gelap. Ia mengeluarkan tangannya dari dalam air, menyentuh kepala anaknya dan mengusapnya dengan lembut. “Kalau begitu pergilah dan hentikan mereka. Malam ini adalah saatnya kau menagih janji para ayah yang durhaka, Danzell” katanya.

 

Danzell mengangkat kepalanya yang besar dan kemudian berlari keluar dari gua dengan menutup telinganya. Ia berlari dengan cepat menuju Eldora. Semakin ia mendekat, suara-suara musik itu membuat telinganya semakin sakit. Ia harus menghentikan suara-suara musik itu. Maka ia berlari semakin cepat. Dan tidak butuh waktu lama ia sudah berada di depan gerbang istana Eldora. Ia berlari menabrak gerbang istana, dan terus berlari menabrak pintu besar ruangan Hall istana dimana pesta tersebut sedang berlangsung. Pintu besar itu pun juga bernasib sama dengan gerbang istana yang kini telah rusak.

 

Kehadiran Danzell yang tiba-tiba membuat semua orang diruangan itu terkejut. Para pengawal segera berlari dan menjaga Kangin yang memucat di kursinya. Ryeowook berhenti bernyanyi. Ia berdiri dan menatap monster itu dengan ketakutan. Sementara Kyuhyun berdiri dari kursinya dan menatap monster itu dengan takjub. Itu benar-benar monster yang paling buruk yang pernah ia lihat. Danzell mulai mengamuk. Dia melempar, membanting dan menginjak para prajurit yang berusaha menyerangnya.

 

“Donghae! Donghae!” teriak Kyuhyun memanggil kasimnya yang setia.

 

Tidak lama Donghae datang. Ia berlari tergopoh-gopoh mendekati Kyuhyun sambil membawa pedang milik sang pangeran. Ia memberikan pedang itu pada Kyuhyun. Dan saat ia menoleh, ia mengerjap terkejut melihat Danzell yang sedang mengamuk.

 

“Wow, itu benar-benar monster yang jelek. Apa dia memiliki alat kelamin?” tanya Donghae dengan nada takjub bercampur penasaran.

 

“Akan aku cari tahu” jawab Kyuhyun seraya mengeluarkan pedangnya dari dalam sarungnya.

 

Saat para prajurit mulai kewalahan menghadapi Danzell yang semakin mengamuk seperti seekor monster yang gila, Kyuhyun pun berteriak kepada para prajuritnya untuk menjauh dari Danzell, mengosongkan tempat untuknya. Para prajurit pun mulai mundur dan membiarkan sang pangeran yang maju. Saat itu Danzell menoleh pada Kangin yang sedang berdiri dari kursinya. Wajah raja itu nampak kian memucat. Ryeowook segera berlari ke arah Kangin dan memeluknya, seolah ingin melindungi sang raja. Dua pengawal yang berdiri di depan Kangin mengacungkan pedang mereka pada Danzell dengan sikap siaga, namun ketakutan tersirat jelas dalam wajah mereka.

 

Danzell menunjuk Kangin dan berteriak dengan marah,

“Aku menagih janji para ayah yang durhaka!”

 

Kemudian monster itu mulai berlari mendekati Kangin. Dia mengulurkan tangannya hendak mengambil Kangin, namun dengan cepat pedang Kyuhyun menghentikan langkahnya. Danzell berteriak kesakitan dan memegang tangannya yang terluka karena sabetan pedang Kyuhyun. Perhatian Danzell mulai teralih pada Kyuhyun. Ia berusaha menangkap Kyuhyun yang berlari dengan gesit. Saat Kyuhyun meluncur ke bawah tubuh Danzell yang besar, ia berteriak dengan keras pada Donghae yang berdiri dengan wajah penasaran di dekat sang raja.

 

“Donghae, dia tidak memiliki alat kelamin!!”

“Astaga, dia benar-benar monster yang aneh” kata Donghae menggelengkan kepalanya dengan takjub.

 

Semua orang diruangan itu menyaksikan pertarungan antara Kyuhyun dengan Danzell dengan wajah tegang. Tidak ada yang bergerak, seolah pertarungan itu adalah sesuatu yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Mereka bersorak senang saat Kyuhyun berhasil menebas tangan kiri Danzell hingga putus. Monster itu berteriak kesakitan dan melempar Kyuhyun, hingga membuat pemuda tampan itu menghantam dinding dengan cukup keras. Kyuhyun meringis kesakitan. Ia berusaha meraih pedangnya yang terlempar cukup jauh. Namun belum sempat Kyuhyun meraih pedangnya, Danzell sudah kembali menyerangnya. Sepertinya monster itu benar-benar sangat marah.

 

“Siapa kau? Siapa namamu?” tanya Danzell pada Kyuhyun.

“Namaku Kyuhyun. Ingat itu!” jawab Kyuhyun.

 

Sembari menghindari serangan dari Danzell, Kyuhyun mengamati monster itu lekat-lekat. Hingga akhirnya ia menemukan kelemahannya. Dengan lincah Kyuhyun berusaha memanjat tubuh monster itu, ia terus memanjat menuju telinga kirinya yang besar. Kemudian Kyuhyun mulai berteriak di depan telinga itu dengan suara yang sekeras mungkin. Seperti yang Kyuhyun duga, telinga itu sangat sensitive. Danzell berteriak kesakitan dan mulai bergerak-gerak, berusaha menjatuhkan Kyuhyun dari atas tubuhnya.

 

Kyuhyun berpegangan dengan erat dan berusaha kembali berdiri. Kemudian Kyuhyun kembali berteriak sekeras mungkin di telinga Danzell, hingga membuat monster itu sangat kesakitan dan akhirnya terjatuh. Kyuhyun meloncat turun dari atas tubuh Danzell dan kemudian meminta pedang pada salah seorang prajurit di dekatnya. Prajurit itu pun melemparkan pedangnya pada Kyuhyun. Saat Kyuhyun mengacungkan pedangnya dan bersiap untuk memeganggal kepala monster itu, ia justru terdiam. Danzell menangis, nampak sangat kesakitan. Itu membuat Kyuhyun merasa tidak tega, dan pada akhirnya ia membiarkan monster itu pergi. Kembali ke Castral Hill dengan tubuh penuh luka.

 

Kangin bertanya kepada Kyuhyun dengan nada marah,

“Kenapa kau tidak membunuhnya tadi, dan justru membiarkannya pergi?”

“Dengan tubuh yang terluka parah seperti itu, dia tidak akan dapat bertahan lama. Monster itu akan mati sendiri” jawab Kyuhyun.

 

Kangin mendesah sesaat.

“Besok pergilah ke Castral Hill dan bunuh juga ibunya. Bawa kepala Chikita Kuta itu ke hadapanku, dan semuanya akan menjadi milikmu” katanya.

 

Kangin menepuk pelan bahu Kyuhyun. Kemudian ia memerintahkan Ryeowook untuk mengobati luka-luka di tubuh Kyuhyun. Ryeowook membungkukkan kepalanya dengan patuh dan kemudian mengajak Kyuhyun pergi. Donghae berjalan mengikuti dibelakang mereka. Kangin memandang istananya yang nampak sangat kacau dan berantakan. Pesta telah berakhir. Tapi mimpi buruk ini masih belum berakhir.

 

~+~+~+~

 

Danzell berlari tertatih-tatih memasuki gua sambil memegangi tangan kirinya yang telah putus. Tubuhnya terjatuh dengan lemah di pinggir sungai. Ia menangis kesakitan, dan napasnya perlahan mulai melemah. Sungmin muncul di dalam air. Ia mengeluarkan tangannya dari dalam air dan menyentuh tubuh Danzell yang terluka.

 

Mother, aku gagal. Maafkan aku, mother” kata Danzell dengan lemah.

“Apa yang terjadi, Danzell?” tanya Sungmin.

 

“Ada seseorang yang menyakitiku, mother. Dia memotong tangan kiriku hingga putus. Dia sangat kuat dan pintar bermain pedang” jawab Danzell semakin lemah.

 

“Siapa Danzell? Siapa namanya?”

“Namanya……Kyuhyun…”

 

Setelah menjawab pertanyaan ibunya itu, tubuh Danzell tidak bergerak lagi. Napasnya berhenti. Sungmin keluar dari dalam air, setengah tubuhnya masih tetap di dalam air. Chikita Kuta itu menatap tubuh anaknya yang telah mati. Ia mengusap kepala Danzell dengan sedih, memeluk tubuhnya yang dingin dan mulai bernyanyi. Amazing Grace, lagu kesukaan Danzell. Namun tubuh Sungmin mulai bergetar pelan dan suaranya mulai tercekat karena kesedihan yang menderanya. Sungmin berhenti bernyanyi dan mulai menangis. Lagi-lagi ia kehilangan anaknya. Lagi-lagi ia sendirian. Dan manusia bernama Kyuhyun itu, dia harus bertanggung jawab. Sungmin mengangkat kepalanya dengan marah dan berteriak dengan keras. Begitu sedih. Begitu pilu. Begitu kehilangan.

 

Suara teriakan Sungmin yang begitu sedih itu bahkan terdengar hingga ke Eldora. Kyuhyun yang sedang diobati oleh Ryeowook di kamarnya menoleh ketika mendengar suara teriakan itu. Ryeowook hanya memandang ketika tiba-tiba Kyuhyun berdiri dan berjalan ke jendela. Kyuhyun membuka jendela dan menatap ke arah Castral Hill. Suara teriakan Sungmin terus terdengar, bergema di udara malam yang dingin. Terdengar begitu sedih, begitu pilu, begitu kehilangan. Dan Entah kenapa, membuat Kyuhyun merasa bersalah.

 

Tbc

7 thoughts on “Chikita Kuta / Part A

  1. Fantasy-nya sangat keren…tidak membosankan meski setting-nya kerajaan. Dalam image-ku,Sungmin berwujud seperti duyung! Kyuhyun sangat lol,saat bertarung juga masih sempat melakukan hal konyol seperti itu. Belum bisa menebak jalan cerita hingga mengapa akhirnya Kyu memiliki museum(aku pikir itu Kyu)….
    Baiklah,sudah sangat panjang…
    Mohon segera update u/ next chap…
    Rainbow vein-nya juga ditunggu…^^

  2. Aaahh ~
    bner” banyak misteri . Entah knp pas bca ff ini aku ngebayangin nya film The Lord of the rings . Tpi pas di perkampungan hobbit sma kerajaan perinya aja . .
    Next nya authorssi . .
    HWAITHING !!
    \(^_^)9

  3. waahh~ ini baguuuss!!! Penasaran sama part selanjutnyaa. Masih bingung sama tubuh Ming bentukny gmana ? .-. , trus sama “menagih janji para ayah yang durhaka” beneran masih bingung.. But nice ff author^^ ditunggu lanjutannyaaaa~ ><

  4. Hueee….
    Fantasynya sangat kerennn…
    Dan ini juga sekaligus mengingatkanku pada film entah apa yang dibintangi Anglina Jolie, Beowulf. Dia yang jadi ibu si monster.

    Dan what?! Ini Kyumin slight Kyuwook?!
    Tapi kok aku nangkepnya Kyumin slight Kangmin yak. Ampe punya anak gitu si Sungmin. -__-”

    Okay author-ssi, saya meluncur ke part 2 saja.
    Semoga ini hanya twooshoots….

  5. Waah… Seru cerita fantasy nya biasanya saia gk begitu suka cerita dgn latar kerajaan tp ini, keren aq suka…
    Bingung bayangin bentuk tubuh ming disini kayak apa…
    Duyungkah ??
    Lanjut chap 2 saja🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s