A Warning

Gambar

Pairing           : KyuMin / slight YeWook

Genre            : Horror atau misteri ?

Length           : Drabble

Warning         : BL, Shounen-ai

Disclaimer     : Dari cerita “Peringatan Dari Ibu” dalam komik Ghost School karya Kiyomi Ogawa. Ada perubahan dan tambahan agar dapat sesuai dengan cerita couple tersayang kita.

Summary       : Sebuah kisah misterius tentang firasat buruk. Apa mungkin pria yang muncul dalam mimpi Sungmin itu adalah peringatan dari mendiang suaminya agar ia terhindar dari kecelakaan itu? *Ok, bad summary*

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

Sudah musim gugur kembali. Daun-daun mulai berubah warna. Merah, kuning, cokelat. Keindahan musim gugur yang selalu bisa menghangatkan hati. Sungmin selalu menyukai musim gugur. Karena di musim gugur ia bertemu dengan Kyuhyun, pria tampan yang menawan hatinya saat pertama bertemu. Di musim gugur pula mereka memulai kisah mereka, sebuah kisah yang manis yang kemudian berakhir di pernikahan. Tapi di musim gugur juga semua itu terpaksa berakhir. Dua tahun lalu Kyuhyun meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. Sejak itu semua mulai berubah, seperti sebuah roda yang diputar. Tapi kehidupan terus berlanjut. Sungmin pun melanjutkan hidupnya dan berteman dengan kesepian, bersama bayangan Kyuhyun yang masih ia jaga dengan baik di dalam hatinya. Di dalam hatinya Kyuhyun masih hidup. Di dalam hatinya Kyuhyun masih sama seperti dulu. Kyuhyun yang selalu mencintainya, yang selalu ada untuknya. Tidak akan pernah berubah.

Hari itu Kona Beans café tutup lebih cepat. Sungmin bersiap pulang. Ia mengambil tasnya dari dalam lemari lokernya dan menguncinya. Kemudian ia menoleh pada Ryeowook dan Eunhyuk, dua sahabatnya yang juga sedang bersiap pulang. Wajah Eunhyuk terlihat senang.

“Ada apa dengan wajahmu, Hyukie? Kau terlihat senang?” tanya Sungmin pada Eunhyuk.

“Apa lagi? Sudah pasti karena Donghae. Mereka akan pergi kencan” kata Ryeowook yang menjawab pertanyaan Sungmin, sementara Eunhyuk hanya tersenyum.

Eunhyuk mengunci lemari lokernya dan pamit pergi lebih dulu dengan wajah riang. Katanya Donghae telah menunggunya di tempat kencan mereka. Sungmin dan Ryeowook hanya tersenyum melihat sahabat mereka yang sedang kasmaran. Ryeowook mengambil tasnya dan beranjak pergi bersama Sungmin. Di luar café Yesung telah berdiri menunggu. Ryeowook segera memeluk pria bermata kecil itu dan bergelayut manja di lengannya. Sungmin hanya tersenyum melihatnya, sedikit merasa iri. Dulu Kyuhyun juga selalu datang menjemputnya. Pria tampan itu akan mengangkat kepalanya dan tersenyum ketika melihatnya. Dia akan memeluknya dan menggenggam tangannya dengan hangat atau mengecup kepalanya dengan lembut, seperti yang sedang Yesung lakukan pada kekasihnya saat ini. Dan Sungmin akan tersenyum ketika melihat sepasang mata obsidian yang teduh milik Kyuhyun, karena ia tahu bahwa ia akan selalu merasa aman ketika sedang bersamanya. Tapi itu dulu. Kini sudah tidak ada lagi Kyuhyun disisinya.

Sungmin mendongak, memandang langit sore yang indah. Semilir angin bertiup pelan merayu dedaunan agar terlepas dari tangkainya. Hari ini kerinduan itu kembali terasa. Tapi entah kenapa hari ini kerinduan ini terasa berbeda. Rasa rindu itu terasa begitu……

“Jungmo dan yang lainnya sedang berkumpul saat ini. Mereka mengajak kita makan bersama” kata Yesung.

“Sudah cukup lama kita tidak berkumpul bersama. Sungmin hyung, kau ikut ya?” kata Ryeowook.

Sungmin menoleh. Kemudian katanya seraya tersenyum meminta maaf,

“Maaf…lain kali saja ya. Besok adalah hari peringatan dua tahun kematian Kyu, jadi aku…”

Yesung dan Ryeowook terdiam sesaat.

“Begitu ya. Tidak terasa sudah dua tahun ya…” kata Yesung lirih.

“Kalau begitu, lain kali kita pergi makan bersama ya hyung?” kata Ryeowook.

Sungmin tersenyum dan mengiyakan.

“Aku duluan ya”

Namun saat Sungmin baru melangkahkan kakinya ia merasa langkahnya seakan terasa berat. Entah kenapa, tiba-tiba ia merasa kehilangan tenaga. Sungmin terjatuh dan terduduk di atas aspal dengan tubuh yang bergetar pelan. Yesung dan Ryeowook segera mendekatinya dengan terkejut.

“Sungmin hyung?!”

“Kau kenapa? Kau baik-baik saja?”

Sungmin hanya menggeleng lemah. Ia mencoba untuk bangkit, tapi seluruh tenaganya tiba-tiba seakan menghilang, bahkan hanya untuk mencoba berdiri. Ryeowook dan Yesung berjongkok di depan Sungmin dan bertanya kembali dengan cemas, tapi pemuda manis itu hanya kembali menggeleng lemah. Karena bingung akhirnya Ryeowook mengusulkan untuk membawa Sungmin ke klinik Siwon yang letaknya tidak jauh dari Kona Beans café. Yesung setuju dan menggendong Sungmin di punggungnya, sementara Ryeowook membawakan tas Sungmin. Kemudian mereka beranjak pergi dengan cepat.

Klinik itu tidak terlalu besar dan terkesan sederhana namun sangat nyaman. Hari ini pasien di klinik itu tidak terlalu banyak. Dokter Siwon baru saja selesai melayani pasiennya ketika Yesung datang sambil menggendong Sungmin, dibelakangnya Ryeowook mengikuti dengan wajah cemas. Saat melihat Ryeowook dokter tampan itu langsung tersenyum.

“Ryeowook, ada apa?” tanya Siwon ramah.

“Aku tidak tahu, tapi tiba-tiba Sungmin hyung jatuh dan lemas. Sepertinya dia sakit” jawab Ryeowook dengan cemas.

Siwon memandang sejenak Sungmin yang nampak lemas dipunggung Yesung. Kemudian ia mempersilakan mereka masuk ke dalam salah satu ruangan. Yesung membaringkan Sungmin di atas ranjang dan Siwon segera memeriksanya. Namun kemudian Siwon mengernyit bingung.

“Tidak demam kok. Dia baik-baik saja. Kenapa ya?” kata Siwon seraya memandang termometer ditangannya dengan bingung.

Ryeowook berdiri disamping ranjang dan memandang sahabatnya dengan wajah cemas. Wajah manis Sungmin nampak sedikit pucat. “Kau baik-baik saja, hyung? Apa yang kau rasakan?” tanyanya.

Sungmin hanya tersenyum lemah. Lagi-lagi ia hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah. Siwon menyimpan termometernya di dalam saku jasnya dan memandang Sungmin. Ia memandang cincin yang masih melingkar dengan manis di jari Sungmin. Itu adalah cincin pernikahan.

“Kalau begitu kau istirahat saja dulu,” kata Siwon pada Sungmin. Kemudian ia berkata pada Yesung dan Ryeowook, “Bisakah kalian menghubungi suaminya dan memberitahunya? Mungkin suaminya bisa datang menjemputnya nanti”

Ryeowook menoleh pada kekasihnya, dan sejenak mereka hanya terdiam. Kemudian Ryeowook memandang Siwon dan berkata dengan nada ragu, “Eum, Siwon hyung sebenarnya…suami Sungmin hyung ‘kan sudah…”

“Suamiku sudah meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dua tahun lalu. Besok adalah hari peringatan kematiannya” akhirnya Sungmin bersuara dengan lirih sambil menatap langit-langit ruangan.

Siwon terkejut dan segera meminta maaf. Sungmin hanya tersenyum, seulas senyum tegar yang menyimpan kerinduan. Yesung mendesah pelan sesaat dan mengeluarkan ponselnya sambil berkata pada Sungmin,

“Aku akan menghubungi kakakmu”

Ryeowook memandang kekasihnya dan berkata,

“Tidak bisakah kita tetap disini sampai Teuki hyung datang? Aku cemas”

Sungmin mengenggam tangan Ryeowook dan tersenyum, seolah sedang mengatakan kepada sahabatnya itu bahwa dia akan baik-baik saja. Semua akan baik-baik saja. Yesung  beranjak keluar dari ruangan untuk menghubungi kakak Sungmin, sementara Ryeowook masih berdiri disamping ranjang. Siwon menyentuh bahu Ryeowook sambil berkata dengan nada menenangkan,

“Dia akan baik-baik saja setelah istirahat. Kau bisa pulang, Ryeowook. Aku akan menjaga Sungmin ssi sampai kakaknya datang”

Ryeowook memandang Siwon sesaat dengan ragu namun kemudian menggangguk pelan. Ia memandang sesaat Sungmin yang mulai memejamkan matanya sebelum kemudian beranjak keluar dari ruangan bersama Siwon. Beberapa menit kemudian Siwon kembali. Sungmin membuka matanya dan memandang Siwon.

“Kakakmu akan segera datang” kata Siwon.

“Begitu. Apa mereka sudah pergi?” tanya Sungmin.

“Ya. Aku yang akan menjagamu sampai kakakmu datang” jawab Siwon.

“Terima kasih. Aku akan mencoba untuk tidur. Mungkin aku hanya kurang istirahat” kata Sungmin tersenyum lemah.

“Ya, cobalah untuk istirahat. Jika kau membutuhkan sesuatu, aku akan berada diruanganku. Ruanganku berada di sebelah” kata Siwon.

Sungmin hanya tersenyum dan kembali memejamkan matanya. Siwon beranjak pergi dan menutup pintu dengan perlahan. Ruangan ini jadi terasa sangat tenang dan juga terasa dingin, aura dingin yang aneh. Sungmin mencoba untuk tidur tapi ia merasa gelisah. Tubuhnya terasa lemas dan nafasnya terasa sesak, Sungmin merasa seperti ada sesuatu yang menekan dadanya.

Tiba-tiba Sungmin merasa ada seseorang yang menepuk pelan tubuhnya. Sungmin terbangun dan membuka matanya perlahan.  Siapa?, pikirnya.

Seorang pria berdiri disamping ranjang. Kemeja hitam yang dipakainya nampak robek-robek, dan tubuhnya terluka. Wajahnya penuh darah dan nampak menyeramkan, seolah pria itu baru saja mengalami sebuah kecelakaan yang besar. Pria itu melotot menatap Sungmin. Sungmin terkejut dan mencoba berteriak tapi suaranya tidak bisa keluar. Tubuhnya pun juga tidak bisa digerakkan. Aneh.

Pria menyeramkan itu perlahan menunduk mendekati Sungmin. Dia berbisik lirih,

“Ahh, terlanjur. Terlanjur, terlanjur……”

Sungmin ketakutan. Keringat dingin membasahi wajah manisnya. Ia hanya terpaku memandang pria itu dengan wajah yang kian pucat. Pria itu masih saja melotot menatapnya dan semakin menunduk mendekatinya.

Tidak, jangan! Pergi!, teriak Sungmin ketakutan dalam hatinya.

Tapi pria menyeramkan itu terus menunduk mendekatinya. Sungguh, Sungmin sangat ketakutan saat ini. Jika saja ada Kyuhyun saat ini, pria tampan itu pasti akan memeluknya dengan lembut dan mengatakan bahwa ia hanya bermimpi buruk. Bahwa semua baik-baik saja, dan bahwa ia aman bersamanya. Sungmin memejamkan matanya dengan takut saat wajah penuh darah pria menyeramkan itu menjadi semakin dekat dengannya. Dalam hati ia berteriak ketakutan. Entah apa yang diinginkan oleh pria menyeramkan itu, tapi wajahnya yang penuh darah itu dan matanya yang melotot itu nampak sangat menyeramkan bagi Sungmin.

Kyuhyun, tolong aku!, jerit Sungmin dalam hati.

Tiba-tiba sosok pria menyeramkan itu menghilang. Sosoknya seolah memudar dan berganti menjadi seberkas cahaya yang hangat. Ruangan ini menjadi terasa hangat, seolah aura dingin yang aneh tadi telah menghilang entah kemana. Dan tiba-tiba terdengar sebuah suara yang Sungmin kenali. Suara yang hangat yang selalu Sungmin rindukan di setiap harinya. Suara yang hangat itu seketika menghilangkan ketakutan yang tadi menderanya.

“Ayo cepat bangun, bunny. Sudah tidak apa-apa”

Suara ini……Kyuhyun?

Sungmin membuka matanya. Ia mengerjap saat melihat sosok Kyuhyun berdiri disamping ranjang, ditempat pria menyeramkan tadi berdiri. Pria tampan itu tersenyum lembut, dan mata obsidiannya nampak sangat menenangkan. Sungmin mengeluarkan kedua tangannya dari balik selimut, tubuhnya sudah bisa bergerak kembali. Nafasnya pun sudah tidak terasa sesak lagi. Sungmin mengulurkan kedua tangannya pada Kyuhyun, dan pria tampan itu menggenggam tangannya dengan hangat.

Kyuhyun! Sayangku! Aah, syukurlah! Aku bermimpi buruk!

Kyuhyun hanya tersenyum. Ia mengecup kepala Sungmin dengan lembut dan membelainya dengan lembut pula, seolah mengatakan bahwa semuanya telah baik-baik saja. Tidak apa-apa. Sungmin tersenyum dan memejamkan matanya. Rasanya ia sangat bahagia dan tenang. Ia tahu bahwa ia sudah aman sekarang.

Kyuhyun… sayangku…

~+~+~+~

“Ah, dia sudah bangun” terdengar suara Siwon yang berkata dengan nada lega.

Sungmin membuka matanya perlahan. Wajah manisnya nampak bahagia dan tenang. Setitik air mata membasahi sudut matanya. Sungmin memandang Siwon dan Leeteuk yang berdiri disamping ranjang. Wajah Leeteuk terlihat cemas. Sungmin mengerjap selama beberapa saat hingga akhirnya ia menyadari bahwa ia sedang menggenggam tangan Siwon, bukan tangan Kyuhyun. Rupanya hanya mimpi. Sungmin sedikit terkejut dan segera melepaskan tangan Siwon dari genggamannya.

Siwon hanya tersenyum dan berkata,

“Kakakmu sudah datang. Bisa bangun?”

Sungmin beranjak bangun.

“Iya. Aku sudah tidak apa-apa” katanya. Suaranya sudah bisa keluar lagi.

Sungmin beranjak turun dari ranjang. Siwon mengantar Sungmin dan Leeteuk hingga depan klinik. Setelah berterima kasih pada Siwon, Sungmin menaiki mobil Leeteuk dan mobil Honda Civic putih itu pun segera melaju pergi menjauhi klinik Siwon. Leeteuk mengendarai mobilnya sambil sesekali memandang adiknya dengan cemas. Kemudian katanya,

“Aku terkejut saat Yesung menghubungiku dan mengatakan bahwa tiba-tiba kau jatuh lemas bahkan nyaris pingsan. Tapi dokter itu bilang tidak ada yang salah denganmu. Kau baik-baik saja. Kenapa ya? Bagaimana jika besok kita pergi ke rumah sakit untuk memeriksanya?”

“Tidak perlu. Aku sudah tidak apa-apa kok hyung. Maaf hyung, sudah merepotkanmu” kata Sungmin merasa sedikit tidak enak pada kakaknya itu.

Leeteuk melirik Sungmin dengan tidak yakin, tapi kemudian ia tersenyum.

“Tidak apa-apa. Tapi untuk memastikannya aku akan menginap di rumahmu malam ini. Aku akan menghubungi Kangin nanti untuk memberitahunya” katanya.

“Ya, baiklah. Terserah hyung saja” kata Sungmin tersenyum.

“Oya, tadi kulihat kau menangis saat tidur. Kenapa? Apa kau baru saja bermimpi buruk?” tanya Leeteuk seraya menyetir.

Sungmin menoleh keluar jendela dan hanya tersenyum. Ia memandang jalanan yang ramai, memandang orang-orang yang berlalu lalang sambil bergandengan tangan dengan hangat. Ia kembali tersenyum ketika teringat bahwa tadi ia bertemu dengan Kyuhyun dalam mimpinya. Meski hanya mimpi tapi rasanya sangat menyenangkan dan juga menenangkan. Rasanya begitu……aman.

Mereka hampir sampai di rumah Sungmin saat tiba-tiba Leeteuk menghentikan mobilnya. Leeteuk menunjuk ke depan sambil berkata, “Sungmin, ada banyak orang di depan rumahmu”

Sungmin menoleh. Benar, banyak orang sedang berkerumun di depan rumahnya, seolah sedang menyaksikan suatu peristiwa yang mengejutkan. Sungmin dan Leeteuk segera beranjak turun dari mobil dan berusaha menyeruak kerumunan yang sedang saling berbicara tentang sebuah kecelakaan. Saat akhirnya berhasil menyeruak kerumunan, Sungmin dan Leeteuk pun terkejut melihat yang terjadi. Sebuah truk besar menabrak rumah Sungmin.

“Astaga! Sungmin, rumahmu!” pekik Leeteuk panik.

Sungmin berdiri membeku melihat keadaan rumahnya yang hancur. Ternyata selama Sungmin istirahat di klinik Siwon, ada sebuah truk besar yang menabrak rumahnya. Kamar Sungmin hancur berantakan. Seketika wajah manis Sungmin memucat, jika saja saat itu ia sudah tiba di rumah entah bagaimana nasibnya……

Kabarnya supir truk itu mengenakan kemeja hitam seperti orang yang muncul di dalam mimpi Sungmin tadi. Sungmin memandang langit yang mulai memerah karena senja. Rasanya ketakutan dan perasaan lega bercampur menjadi satu saat Sungmin berpikir, apa mungkin pria yang muncul dalam mimpinya itu adalah peringatan dari mendiang suaminya agar ia terhindar dari kecelakaan itu? Apakah ini semacam peringatan dari kyuhyun?

~Fin~

7 thoughts on “A Warning

  1. Ah ceritanya menegangkan,mengharukan juga sangat menarik. Baca cerita diatas meskipun Kyuhyun sudah tdk ad tapi tetap rasanya romantis.
    Daebak!
    Min kecil emang selalu berhasil membawakan sesuatu yg berbeda sekaligus menarik.

  2. Hffhtt~
    jdi gmn gt abis bca ini . . T,T
    ngebayangin KyuMin pisah gk rela bget rsanya . .
    Kyu tetep ngejagain Sungminnya wlaupun dia udh gk ada , jdi ngebayangin drama 49 days . .😀

    Keep writhing !
    HWAITHING !!
    \(^_^)9

  3. Huft…
    Walaupun Kyuhyun telah tiada tapi keberadaanya masih terasa sekali.
    Bgtu lembut dn hangat pada Ming.
    Malah pengen nangis…
    TT___TT
    Thanx for shared author-ssi.

    Btw, dtunggu lanjutan capture to the sun-nya yak.
    Cemungudh!!! ‘-‘)9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s