Brain Killer

Gambar

Cast             : Cho Kyuhyun

Genre          : Misteri

Length         : One Shoot

Warning       : Kyuhyun centric, cerita yang mungkin membosankan.

Disclaimer   : Remake dari cerita karya DS Brenen Iswoyo yang berjudul “Otak Pembunuh”. Sebuah cerita lama yang pernah kubaca dulu di salah satu buku. Ada sedikit perubahan dalam ff ini, dan karena dalam cerita hanya menggunakan satu karakter maka hanya akan ada Kyuhyun dalam ff ini. Entah kenapa aku ingin meremake cerita ini. Semoga menarik!

Summary       : Kyuhyun tidak mengerti awalnya. Jika harus ada sesuatu untuk dijadikan kambing hitam dalam masalah ini, ia tidak melihat alternatif lain selain bayangan hitam di matanya yang bersumber pada denyutan di otaknya. Bukan! Bukan untuk melimpahkan kesalahan, tetapi sebagai pencipta masalah.

 

 

No bash, no copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

~Presented by@Min kecil~

Kyuhyun baru saja merayakan ulangtahunnya yang ke-37. Tiga tahun ia habiskan waktunya di Australia, hanya untuk menghilangkan stress yang berkepanjangan. Ketika Kyuhyun pulang dari Autralia, ia merasa tenang. Memang selama di Australia ia tidak melakukan pekerjaan berat dan menjauhkan urusan dunianya, dunia yang tak pernah terasa sama lagi sejak kematian Sungmin, pemuda manis yang selama ini menjadi istrinya tercinta. Bahkan ketika pulang, Kyuhyun lupa dengan bayangan hitam di matanya disertai denyutan di otak. Ia bebas. Ia kembali normal tak seperti terhipnotis dengan segala urusan.

 

Celakanya, keadaan yang menyenangkan ini tidak berlangsung lama. Seorang teman semasa kecil, datang berkunjung. Ia membawa sesuatu yang sebenarnya sudah Kyuhyun lupakan tiga tahun lalu. Maka, kembali situasi lama berkecamuk. Temannya ini bercerita tentang masa lalu dan usahanya dalam mencari uang hingga berjaya. Dalam usahanya, ia banyak menceritakan tips-tipsnya, tentunya disertai senyum yang nakal. Dengan susah payah Kyuhyun jauhkan dirinya dari keterlibatan pembicaraan itu. Kyuhyun tidak sanggup, karena ia adalah bagian dari ‘sesuatu;’ itu. ‘Sesuatu’ yang tak kunjung hilang, walau lari ke ujung dunia.

 

Setelah temannya itu pulang, Kyuhyun ditelan sepi. Denyutan di otaknya mulai bereaksi, menimbulkan bunyi, seperti bunyi gelembung air panas meletup. Kyuhyun mengatupkan rahangnya menahan amarah dan sakit. bunyi letupan itu semakin menjadi, memekakan telinga dan mendebarkan jantung. Kali ini lebih parah dari yang lalu. Bayangan hitam di mata membuat Kyuhyun buta. Ia kalap, berteriak-teriak seraya mencengkram kepalanya kuat-kuat. Beruntung di ruangan itu sepi, sehingga tidak ada yang mengetahui peristiwa itu. Kalau ada orang, tentu Kyuhyun akan merasa malu karena kelakuannya tak ubahnya seperti anak kecil yang kehilangan mainannya. Kyuhyun tidak ingin ada orang yang tahu tentang keanehan ini. Beruntung siksaan ini hanya sebentar.

 

~+~+~+~

Salah satu kegemaran, dan hiburan bagi Kyuhyun adalah berada di kamar kerjanya. Di tempat ini dulunya sarat dengan aktifitasnya. Jika ia sedang menyusun bahan untuk penulisan sebuah novel, cerpen, artikel, feature, puisi maupun penulisan buku sandiwara atas karya sastra lainnya, dimana dibutuhkan konsentrasi penuh. Di kamar kerja ini dapat menunjang kenyamanan dan efektivitasnya.

 

Menjelang malam, Kyuhyun duduk di balik meja kerjanya. Ia ingin mencobanya lagi untuk mengelola essay pendek. Semenjak tiga tahun ini, ia sudah meninggalkan pekerjaan ini. Ia agak enggan memulainya lagi. Selama 37 tahun Kyuhyun sudah muak dengan dunia, termasuk dirinya sendiri. semakin tahu, semakin muak, ibarat orang mempertanyakan jiwa dengan otak, atau manusia dengan monyet.

 

Essay tidak diselesaikan, ketika secara tiba-tiba Kyuhyun merasakan otaknya mulai meletup-letup lagi. Rahang terasa sakit, jantung semakin terasa bergetar menahan sesuatu yang entah apa? Dari sela kelopak matanya keluar cairan hitam dan dari pori-pori kulit kepalanya keluar lendir putih bintik-bintik, yang semakin banyak. Kemudian lendir putih dan cairan hitam itu menyatu, dan berubah warna menjadi abu-abu. Kyuhyun panik tapi tidak dapat berbuat apa-apa, seperti terpaku di tembok. Kemudian cairan bergumpal itu menetes ke lantai, dan menyatu. Tak disangka gumpalan cairan itu mulai bergerak-gerak, mengembang dan mengempis, serta meletup-letup. Kyuhyun memperhatikan dengan mata terbelalak.

 

Lama Kyuhyun memandanginya, selagi ia mencari-cari penjelasan dengan pikirannya. Mungkin ini mimpi atau mungkin ada semacam asas yang masih belum diketahui yang mengakibatkan gumpalan lendir otak abu-abu itu bergerak-gerak seperti lintah. Kyuhyun bukan orang bodoh. Beratus pemikiran dikerahkan di benaknya dan ia mulai sedikit memahami keadaan ini.

 

“Berapa lama gumpalan ini mengendalikan diriku (jiwaku), atau diriku ini yang mengendalikannya?”

 

Kyuhyun yakin selama tiga puluh tujuh tahun, gumpalan lendir itu mengendalikan dan menghisap umurnya, serta mengkambinghitamkan kemanusiaannya. Kyuhyun melihat gumpalan lendir itu seperti menari-nari dan melompat-lompat kecil. Tak disangka lompatan kali ini sungguh luar biasa. Gumpalan lendir itu melompat ke wajah Kyuhyun. Seperti ada kekuatan dalam kepala Kyuhyun, gumpalan itu tersedot perlahan-lahan. Rupanya gumpalan lendir itu hendak masuk lagi ke otak Kyuhyun melalui pori-pori. Spontan Kyuhyun mencengkramnya dan menariknya kuat-kuat agar terlepas dari wajahnya. Hingga akhirnya terlempar juga ke lantai.

 

Gumpalan lendir mengerikan itu menyita perhatian Kyuhyun. Segera Kyuhyun menyadari bahwa situasi terbalik. Ia tidak lagi menguasi otak tersebut, tapi otak itu yang mengendalikannya. Ada sesuatu yang diluar kebiasaan. Kyuhyun tidak ingin membiarkannya berlalu begitu saja tanpa menyelidikinya. Gumpalan lendir itu seperti menatap lekat-lekat padanya. Kemudian dengan gerakan merambat seperti binatang melata, meluncur menaiki kaki meja yang ada di depan Kyuhyun. Untuk sejenak Kyuhyun terpaku, tidak mengerti maksudnya. Dengan merambat tergopoh-gopoh ia sampai ke bibir meja. Kyuhyun mulai tahu, rupanya ia ingin mendekati kepalanya dan hendak masuk kembali.

 

Kyuhyun mulai benci dengan gumpalan lendir otak itu, yang berarti membenci otaknya sendiri. Pada saat itu Kyuhyun merasakan kemarahan yang dapat membuatnya melakukan tindak kekerasan. Kyuhyun merenggut ia dari meja, membawanya keluar dari kamar kerja. Melalui ruang tamu, Kyuhyun membuka pintu dan melemparkannya ke arah jalanan yang sedang ramai. Kyuhyun melihat ia tergilas ban mobil. Kyuhyun tidak peduli.

 

~+~+~+~

Kyuhyun kembali ke kamar kerjanya. Ia merebahkan tubuhnya di sofa. Rasa lelah yang terasa agak sedikit berkurang. Tarikan nafasnya berat di sela pandangan mata yang sudah mulai mengantuk. Namun matanya menangkap gerakan halus di tepi jendela kamar kerjanya. Kyuhyun mendekati jendela itu. Ia mengangkat sedikit wajahnya, karena kaki jendela agak tinggi beberapa senti meter kepalanya. Wajah Kyuhyun tiba-tiba dipenuhi kengerian. Mata Kyuhyun seakan hendak melompat keluar dari rongganya tidak percaya dengan sesuatu yang dilihatnya. Benarkah itu?

 

Gumpalan lendir otak itu merambat di bibir jendela dan menggeliat. Ketika turun ke lantai melalui tembok jendela, Kyuhyun hanya terkesima. Kemudian gumpalan lendir itu meletup-letup dan mulai mendekati kaki Kyuhyun. Kyuhyun berusaha menekan rasa panik ketika ia merambat naik ke celana panjangnya. Dengan marah Kyuhyun merenggutnya dan melemparnya ke lantai. Kemudian Kyuhyun mengambil samurai pajangan di dinding. Dengan ketajaman yang cukup, Kyuhyun mencincang gumpalan lendir itu menjadi potongan-potongan kecil. Tidak disangka, cabikan-cabikan itu menyatu kembali dan mulai meletup-letup.

 

Dalam pikiran Kyuhyun gumpalan lendir itu seperti memiliki jiwa. Ia menatap Kyuhyun, seakan menertawakan ketidakberdayaannya. Kyuhyun mencabik-cabik lagi. Ia menyatu lagi. Dengan tanpa lelah Kyuhyun terus mencabiknya. Hasilnya, Kyuhyun pasrah. Kyuhyun menyerah dalam ketidakberdayaannya.

 

Perlahan Kyuhyun mengambil gumpalan itu. Kini ia menyadari gumpalan itu memiliki bau busuk. Sekali ini Kyuhyun merasa agak tenang. Dengan kantung plastik berwarna hitam Kyuhyun membungkus gumpalan itu rapat-rapat. Tapi serapat apapun bau busuk itu tetap tembus menyengat hidung Kyuhyun. Dengan membawa kemenangan Kyuhyun melangkah keluar rumah, menuju garasi. Ia menghidupkan mesin mobil, untuk kemudian melaju ke jalan raya menuju ke satu tempat yang jauh.

 

Satu setengah jam kemudian Kyuhyun kembali ke rumah. Malam yang melelahkan dan mengerikan. Kyuhyun yakin gumpalan itu tidak akan kembali lagi ke sini. Ke tempatnya, ke dalam dirinya. Ke kepalanya. Lalu kepalanya apa isinya?

“Otak! Oh, otakku telah kubuang!” seru Kyuhyun tersadar.

 

Kyuhyun panik lagi. Mengapa ia membuang otaknya? Kyuhyun berlari ke garasi. Ia menghidupkan mesin mobilnya dan kemudian melaju pergi, mencari otaknya yang telah ia buang.

 

~+~+~+~

Menjelang pagi Kyuhyun pulang tanpa hasil. Otaknya telah hilang. Kyuhyun lunglai dalam dekapan anggota tubuh tanpa otak. Kyuhyun termenung. Ia bimbang, dan timbul pertanyaan, anggota tubuh tanpa otak? Apakah bisa berfungsi dengan semestinya? Apakah ada refleksi-refleksi tertentu bila tanpa otak?

 

Kyuhyun berpikir ini konyol, tidak masuk akal. Anggota tubuh tanpa otak berpisah, lalu bergerak masing-masing. Tidak mungkin! Lalu yang sedang berpikir ini apa, otak yang berfungsi. Kalau begitu lendir otak abu-abu itu apa?

 

Kyuhyun berharap ini hanya mimpi. Masih dalam kebingungan, hal yang tak masuk akal itu terjadi. Kyuhyun melihat otaknya berada di meja kerjanya. Kyuhyun senang sekali. Ia bahagia karena otaknya kembali. Tapi? Kengerian menekannya lagi. Kyuhyun sangsi, apakah ini menguntungkan atau merugikan?

 

Bila Kyuhyun mengambilnya, ia harus menanggung semua yang ia lakukan selama tiga puluh tujuh tahun dengan segala permasalahannya. Dengan ketidakberdayaannya dalam hidup. Dengan melihat begitu banyak persoalan yang tak tertuntaskan. Dengan hanya menjual tanpa membeli, dalam arti sesungguhnya. Tapi bila Kyuhyun tidak mengambilnya, ia akan menjadi manusia tak berguna, seperti binatang. Dengan otak pun banyak yang jadi binatang, apalagi tanpa otak? Kyuhyun bingung sekali.

 

Kyuhyun hanya memandanginya. Ia mulai frustasi. Dalam keadaan tidak berdaya, dengan semangat juang yang mulai runtuh, akhirnya Kyuhyun meletakkan gumpalan lendir otak itu ke dalam mangkuk kaca bening yang ia balikkan, dengan penutupnya potongan kaca setebal lima mili.

 

Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya di kursi. Ia memperhatikan sejenak gumpalan lendir otak itu dengan mata letih. Tampak gumpalan itu di dalam kurungan mangkuk kaca bergerak-gerak mencari jalan keluar. Kyuhyun tersenyum kecut memperhatikan lawannya tidak berdaya. Tidak terasa Kyuhyun pun tertidur.

 

~+~+~+~

Kyuhyun tersentak bangun. Ia melihat jam di dinding, pukul 08.12. Kemudian yang ia lihat pertama kali adalah mangkuk kaca. Kyuhyun harus menyakinkan bahwa ia tidak kehilangan lawannya. Seorang pelayan menyediakan secangkir kopi pagi untuk Kyuhyun. Kyuhyun menyalakan batang rokoknya dan kembali duduk untuk mengawasi lawannya. Dokter pribadinya pernah menganjurkan, agar Kyuhyun menghentikan kebiasaan merokoknya. Tapi kematian Sungmin membuat Kyuhyun kembali pada kebiasaan buruk itu. Setidaknya benda laknat itu menemani hari-hari sepinya.

 

Di dalam mangkuk kaca gumpalan lendir otak itu masih terus bergerak mencari jalan keluar untuk menyelinap. Ia menatap, sepertinya membenci Kyuhyun. Kyuhyun kembali merenung, maka timbul analisis yang selama ini tidak pernah muncul. Kyuhyun mengkaji latar belakang kejadian itu dari awalnya. Pasti ini mempunyai hubungan dengan dirinya, yang karena keajaiban alam menjadikan otaknya memiliki jiwanya sendiri, sehingga ia hidup dan dapat menentukan pilihannya sendiri. Ia memiliki otak dan jiwa. Tapi Kyuhyun yakin ia merupakan memori perjalanan hidupnya, baik dan buruk yang tidak sanggup tertampung, sehingga meledak-ledak dan mencari jalan keluarnya sendiri. Kyuhyun yakin yang keluar dari kepalanya adalah sesuatu yang buruk, luberan dari volume tempurung otak yang penuh. Kalau begitu otaknya terkumpul sesuatu yang buruk melebihi yang baik? Mengapa bisa begitu?

 

Baiklah, pikir Kyuhyun, telah kutemukan hipotesisnya.

 

Kini Kyuhyun mencari tabiatnya. Apa yang dipikirkannya? Apa yang diinginkannya dan dibutuhkannya, lalu sebabnya? Pikiran Kyuhyun mengelola dengan cepat. Ya, Kyuhyun yakin gumpalan lendir itu membutuhkan dirinya. Ia ingin selalu berada di dalam darahnya, dalam tempurung otaknya dan dalam pemikirannya. Ia menginginkan sesuatu yang lebih dari Kyuhyun, seumur hidup Kyuhyun. Ia berasal dari hasil perilaku buruk yang telah dihasilkan selama tiga puluh tujuh tahun.

 

Kyuhyun yakin, gumpalan lendir itu tidak bisa mati dengan cara apapun, kecuali mati di dalam tempatnya. Kyuhyun menarik nafasnya dengan berat ketika ia menemukan jawabannya.

“Tidak mungkin! Aku tak yakin” pikirnya sedikit ragu.

 

Kemudian Kyuhyun mengangkat mangkuk itu dan membakarnya ke tungku api yang membara. Terdengar suara mangkuk pecah. Ia pasti mati. Tapi dari dalam kobaran api muncul gumpalan lendir otak itu merayap perlahan. Kyuhyun terkesima. Ia tidak mati seperti harapan Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun, tatapan yang membuat Kyuhyun merasa ngeri. Ngeri akan dirinya juga tentunya.

 

Kyuhyun berpikir kembali tentang keputusannya. Ini adalah keputusan sulit dalam hidupnya, tapi harus ia lakukan. Kyuhyun tidak sudi gumpalan lendir otak itu menyakitinya setiap hari dan menampung dosa-dosa. Tidak ada pilihan lain selain Kyuhyun membiarkan dirinya di dekati gumpalan lendir otak itu. Membiarkan ia merayapi celana panjangnya. Membiarkan ia menyentuh kulit wajahnya. Membiarkan ia memasuki kepalanya. Mmembiarkan ia meletup-letup dalam kepalanya. Membiarkan ia bersemayam dalam kepalanya dengan abadi. Maka, apa yang terjadi, terjadilah. Dengan sebilah samurai Kyuhyun menebas lehernya.

 

Cress!

Persoalan beres?

Tidak ada jawaban.

 

~Fin~

6 thoughts on “Brain Killer

  1. Bingung sma kta”nya . . .
    Tpi ini bgus ^^ , mskpun rada gk rela Ming di sini mati . . . T,T
    selalu suka karakternya kyu yg di buat umur 30 thn k atas , kliatan teges sma kuatnya . . .😀

    keep writhing !
    HWAITHING !!
    \(^_^)9

  2. author boleh aku beri kritik? tapi kalo author ga suka kritikan aku,author apus aja ya?🙂 aku ga jelekin author maaf sebelumnya, aku suka ko ff ff author..
    tapi bacanya aku selalu eung kurang puas, maksudnya ff author keren,tapi berasa kaya cuplikan aja,jadi berasa selalu ada yang kurang gitu,dan aku selalu lebih penasaran. jadinya berfantasi sendiri pun gapuas kalo bukan tulisan dari author🙂 atau emang gaya author seperti ini? hehehe
    makasih kalo author mau denger kritikan aku,dan maaf kalo aku salah sok tahu sok bener atau apapun🙂 FIGHTING!!!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s