Last Class

Gambar

Pairing          : KyuMin

Genre           : Hurt

Length          : One Shoot

Warning        : BL, shounen-ai, school life, alur maju-mundur

Disclaimer     : Remake dari cerita karya Machiko Sakurai yang berjudul “Last Class” dalam komik A Million Tears. Ada perubahan dan tambahan agar dapat sesuai dengan cerita couple tersayang kita ^^

Summary       : 18 hari lagi Kyuhyun dan Sungmin akan lulus SMA. Tapi Sungmin tidak mau lulus. Dia ingin tetap disini, di kelas terakhir mereka yang penuh dengan cerita dan kenangan. Karena di kelas terakhir ini dia menyimpan perasaannya untuk Kyuhyun selama 3 tahun.

 

 

No bash. No copas/plagiarm. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Musim semi hampir datang. 18 hari lagi para siswa kelas 3 akan lulus dari SMA. Semua menanti hari itu dengan antusias, tapi tidak dengan Sungmin. Pemuda manis itu justru berharap andai hari itu tidak akan datang. Hari itu adalah pengumuman pelajaran tambahan dan ujian perbaikan bagi kelas 3. Di kelas III-3 hanya nama Kyuhyun dan Sungmin yang tertulis di papan pengumuman itu. Maka Kyuhyun dan Sungmin terpaksa tetap tinggal di kelas, sementara semua teman-teman yang lain telah pulang. Kini ruangan kelas III-3 itu menjadi sepi, hanya tinggal Kyuhyun dan Sungmin yang tetap di kursi mereka. Leeteuk datang dan berdiri di depan meja Kyuhyun yang terletak di barisan paling depan, sementara kursi Sungmin hanya berjarak satu meja di belakang Kyuhyun.

 

“Kenapa begini? Pak guru, aku ‘kan sudah rajin” kata Kyuhyun seraya mengguncang-guncang mejanya seperti anak kecil sehingga menimbulkan suara yang berisik.

 

“Berisik! Rajin apanya? Kredit dan nilaimu pas-pasan begitu!” kata Leeteuk merasa sedikit kesal dengan rengekkan muridnya itu. “Cho Kyuhyun! Lee Sungmin! Nasib kalian tergantung pada ujian perbaikan. Jangan bolos pelajaran tambahan!”

 

“Sial! Ini salah sistem pendidikan kita! Aku tidak salah!” kata Kyuhyun seraya memukul-mukul pelan permukaan mejanya. Ia masih merengek tidak terima.

 

“Diam! Jangan ngelantur! Aku pun juga terpaksa. Menambah pekerjaanku saja!” kata Leeteuk mendesah.

 

“Masa guru begitu sih?”  kata Kyuhyun merengut.

 

Sementara itu di kursinya Sungmin hanya duduk diam. Ia menopang wajahnya dengan satu tangannya dan memperhatikan dengan tenang Kyuhyun yang terus merengek tidak terima di mejanya seperti anak kecil. Sementara Leeteuk terus mengacuhkan rengekkan Kyuhyun. Sungmin memandang Kyuhyun lekat-lekat dan berpikir, mulai hari ini, selama 4 hari mereka akan terus bersama.

 

Sungmin menegakkan kepalanya saat tiba-tiba Kyuhyun menoleh kepadanya. Wajah tampannya nampak merengut kesal. Tiba-tiba Kyuhyun berdiri dari kursinya dan berkata dengan nada kesal padanya, “Minimi! Memangnya di belakang bisa belajar!?”

 

“Sungmin, maju ke depan” perintah Leeteuk.

 

“Apa sih?! Menyebalkan!” gerutu Sungmin, namun ia tidak beranjak dari kursinya.

 

Sungmin sedikit terkejut saat Kyuhyun justru berjalan ke belakang dan duduk di sebelahnya. Pemuda tampan itu menarik kursinya seraya berkata pelan padanya, “Curang…!”

 

Kyuhyun beranjak duduk dan Leeteuk memulai pelajarannya. Ruangan kelas III-3 yang cukup besar ini kini terasa sangat tenang. Sungmin sedikit menoleh, memandang Kyuhyun yang sedang mendengarkan Leeteuk dengan sedikit malas. Suara detak jam yang terasa lambat di dinding itu membuat Sungmin teringat kembali pada pertemuan pertamanya dengan Kyuhyun, dan semua cerita yang terukir di kelas terakhir ini.

 

~+~+~+~

 

Dua tahun lalu, awal musim semi. Sungmin baru saja menjadi siswa SMA. Di upacara penyambutan siswa baru Sungmin bertemu dengan Eunhyuk, sahabatnya sejak SD yang ternyata juga masuk ke sekolah SMA yang sama dan di kelas yang sama pula. Saat Sungmin sedang asyik mengobrol dengan Eunhyuk, tiba-tiba ia mendengar seseorang memanggil namanya.

 

“Lee Sungmin!”

 

Sungmin menoleh. Ia melihat Kyuhyun berdiri di depannya sambil menunjuk dirinya. Tubuhnya yang tinggi dan rambutnya yang di cat pirang membuat Kyuhyun nampak sangat menyolok di antara yang lain. Semua orang mulai memperhatikan mereka, dan Sungmin mendengar dengung pembicaraan para gadis-gadis yang sedang membicarakan Kyuhyun dengan wajah terpesona.

 

“Kebetulan sekali nama sepupuku juga sama denganmu. Mungkin kau juga masih saudaraku” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun tersenyum sementara Sungmin terdiam. Ia hanya mengerjap melihat Kyuhyun, pemuda aneh yang entah tahu darimana namanya. Tapi Kyuhyun nampak sangat mempesona, dan pertemuan pertama itu sangat membekas bagi Sungmin. Kyuhyun segera berlari pergi saat seorang guru datang.

 

“Hey! Tunggu! Kau yang berambut pirang! Kelas berapa kau? Apa kau tidak mengerti dengan peraturan sekolah? Di sekolah ini murid dilarang mengecat rambutnya. Hey!” teriak guru itu seraya mengejar Kyuhyun.

 

Semua orang memperhatikan Kyuhyun, termasuk Eunhyuk. Pemuda dengan tiga piercing di telinga kanannya itu mengernyit dan bertanya pada Sungmin, apakah dia kenal dengan pemuda konyol itu? Tapi Sungmin tidak menjawab. Perhatian pemuda manis itu sedang terpaku pada Kyuhyun yang sedang dikejar-kejar oleh guru.

 

Dan sejak hari itu Sungmin selalu memperhatikan Kyuhyun. Gaya rambut Kyuhyun selalu berubah-ubah, dan membuat semua orang yang memperhatikannya tertawa karena kekonyolannya. Kyuhyun selalu menjadi pusat perhatian. Seperti matahari yang bersinar terang, di tengah keramaian sosok Kyuhyun selalu yang paling terlihat. Sosok yang mulai Sungmin sukai.

 

Tahun pertama pun berlalu. Di kelas II-3 Sungmin satu kelas dengan Kyuhyun. Saat itu sedang istirahat, Sungmin sedang membaca buku di kursinya sementara Eunhyuk duduk di atas meja dan asyik berceloteh. Tapi sebenarnya perhatian Sungmin tidak tertuju pada bukunya, tidak juga pada celotehan Eunhyuk. Melainkan pada Kyuhyun yang sedang asyik bercanda dengan teman-temannya di kursi belakang. Suara tawa Kyuhyun mengalihkan perhatian Sungmin. Sungmin menoleh ke belakang, pada Kyuhyun yang sedang tertawa.

 

“Kyuhyun itu menarik perhatian ya” kata Sungmin tanpa mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun.

 

Eunhyuk menghentikan celotehannya dan ikut memandang Kyuhyun.

“Masa? Provokatif sih……” katanya kemudian.

 

Tiba-tiba Eunhyuk terdiam. Sungmin menoleh pada Eunhyuk dan mereka saling memandang selama beberapa saat. Sahabatnya itu sedang terdiam memandangnya seolah sedang berusaha menebak sesuatu. Kemudian ia mencengkram bahu Sungmin dengan kedua tangannya dan memandang pemuda manis itu dengan mata berbinar. Sungmin terkejut saat Eunhyuk memekik senang seraya berkata,

 

“Eeeh, yang benar? Sungmin, jadi begitu ya?! Jadi kau…”

“Bu, bukan…” kata Sungmin terkejut bercampur malu. Ia merasa malu karena Eunhyuk dapat menebaknya dengan tepat.

 

Karena suara Eunhyuk yang keras dan tiba-tiba itu membuat semua orang di kelas terkejut dan menoleh pada mereka, termasuk Kyuhyun dan teman-temannya. Dan itu membuat Sungmin merasa semakin malu. Eunhyuk melepaskan cengkramannya dan tersenyum penuh arti pada Sungmin, mengabaikan orang-orang yang kini memandang mereka dengan heran. Sungmin menoleh ketika ia mendengar suara Kyuhyun yang memanggilnya.

 

“Minimi, kau berisik sekali sih” kata Kyuhyun seraya menunjuk Sungmin.

“Justru kau yang berisik” kata Eunhyuk seraya memandang Kyuhyun yang sedang tertawa.

 

Sungmin hanya mengerjap memandang Kyuhyun. Kemudian ia tersenyum. Minimi, Kyuhyun selalu memanggilnya seperti itu dan Sungmin tidak pernah sekalipun protes karena pemuda tampan itu selalu memanggil namanya dengan seenaknya. Entah sejak kapan, Sungmin mulai menyukai nama panggilan itu. Ia selalu suka ketika Kyuhyun memanggil namanya dengan senyumannya yang khas.

 

Minimi……

 

~+~+~+~

 

“Minimi!” panggil Kyuhyun.

 

Tapi sepertinya Sungmin tidak mendengarnya. Pemuda manis itu berdiri di depan kelas dengan wajah kosong, seolah dia sedang berada di tempat lain. Kyuhyun pun mendorong kepala Sungmin dari belakang dan membuat kening pemuda manis itu membentur pintu dengan cukup keras.

 

“Sakittt!” akhirnya Sungmin tersadar dan berteriak kesakitan seraya menyentuh keningnya yang terbentur pintu.

 

“Pagi” sapa Kyuhyun santai seolah tidak terjadi apa-apa. Ia membuka pintu dan beranjak masuk.

 

Kyuhyun berjalan menuju mejanya, meja di sebelah meja Sungmin. Ia meletakkan tasnya di atas meja dan menarik kursinya. Pemuda tampan itu beranjak duduk dan menaikkan satu kakinya ke atas kursi dengan santai. Sungmin masih saja berdiri di tempatnya. Ia mengusap keningnya yang terasa sakit dan kemudian terdiam memandang Kyuhyun. Ia beranjak masuk dan duduk di kursinya saat Leeteuk datang dengan membawa beberapa lembar kertas soal di tangannya.

 

“Ternyata kau datang tepat waktu, Kyuhyun” kata Leeteuk saat melihat Kyuhyun telah duduk di kursinya.

 

“Pagi, pak” sapa Kyuhyun tanpa menurunkan satu kakinya dari atas kursi.

 

Leeteuk memberikan lembaran-lembaran kertas soal ditangannya pada Kyuhyun dan Sungmin.

“Nah, kerjakan ini! Aku di ruang guru. Setelah selesai bawa ini ke ruang guru, ne?” katanya.

 

Kemudian Leeteuk beranjak pergi meninggalkan dua muridnya di ruangan kelas yang kosong dan tenang itu. Tanpa banyak bicara Kyuhyun dan Sungmin segera mengerjakan soal dari Leeteuk. Tapi selama beberapa saat Sungmin hanya memandang kertas soal di depannya.

 

“Ah, aku lupa membawa buku teksnya” kata Kyuhyun seraya membongkar isi tasnya.

 

Sungmin menoleh pada Kyuhyun. Kyuhyun merapikan kembali isi tasnya kemudian menoleh pada Sungmin. “Lihat, dong” katanya kemudian.

 

Sesaat Sungmin mengerjap mendengarnya. Tapi kemudian ia tersenyum mendengus dan mengangkat buku teks miliknya seraya berkata, “Huh, dasar!”

 

“Maaf ya” kata Kyuhyun tersenyum seraya menggeser mejanya mendekati meja Sungmin.

 

Sungmin meletakkan buku teksnya di tengah meja. Mereka pun mulai mengerjakan soal-soal dari Leeteuk dengan berbagi buku bersama. Sungmin menopang wajahnya dengan satu tangannya dan termenung. Ini adalah pertama kali baginya duduk disamping Kyuhyun. Hingga kini, sudah 11 kali tukar tempat duduk tapi Sungmin tidak pernah duduk di samping Kyuhyun. Pemuda tampan itu selalu mendapat tempat duduk di depan, sementara Sungmin selalu mendapat tempat duduk di belakang. Rasanya menyebalkan hanya bisa memperhatikan punggung orang yang kau sukai dari belakang saja.

 

Sungmin mendesah pelan. Ruangan kelas ini terasa sangat tenang. Hanya ada suara mesin pemanas ruangan yang berderu pelan dan detik jam di dinding. Sungmin menoleh dan menyadari bahwa Kyuhyun tertidur. Sungmin tersenyum. Dengan pelan ia menggeser tangannya mendekati tangan Kyuhyun yang berada di atas bukunya. Saat tangan mereka saling bersentuhan Sungmin menyadari, tangan Kyuhyun terasa hangat. Sungmin memperhatikan wajah Kyuhyun lebih dekat dan memandangnya lekat-lekat. Wajah tidur Kyuhyun nampak lucu dan polos. Sungmin berpikir dengan sedikit kesal,

 

“Dia pasti tidak pernah memikirkanku. Menyebalkan!”

 

~+~+~+~

 

Istirahat siang itu Eunhyuk dan Sungmin sedang menikmati makan siang mereka di atap sekolah. Sungmin sedang menikmati sekotak jus jeruk miliknya saat tiba-tiba Eunhyuk berkata dengan nada riang sambil memandang langit,

 

“Kurasa Kyuhyun suka Sungmin. Dia memanggilmu ‘Minimi’, dia sering mengirim pesan. Dan katanya, namamu mirip dengan nama sepupunya”

 

Sungmin terkejut dan terbatuk-batuk mendengar perkataan sahabatnya itu. Kemudian ia menoleh memandang Eunhyuk dengan wajah yang memerah. “Ja, jangan bicara sembarangan Hyukie…” katanya.

 

Eunhyuk mendekati Sungmin dan menutup mulutnya untuk membuatnya berhenti bicara. Kemudian katanya dengan nada serius, “Dengar! Katanya Kyuhyun suka dengan gadis berambut pendek dan cokelat”

 

Sungmin mengerjap mendengarnya. Ia terdiam selama beberapa saat, berusaha mencerna perkataan Eunhyuk barusan. Kemudian ia menepis pelan tangan Eunhyuk dari mulutnya dan berkata dengan sedikit kesal,

 

“Aku ini laki-laki, Hyukie, bukan gadis!”

 

Eunhyuk menyibak rambutnya dan berkata dengan santai,

“Aku tahu. Tapi semua orang pun juga tahu bahwa kau jauh lebih manis daripada gadis sungguhan. Aku tidak bermaksud untuk menyinggungmu tapi rambutmu ‘kan cukup panjang, kenapa kau tidak memotongnya lebih pendek lagi dan mengecatnya menjadi cokelat,”

Eunhyuk berbisik di telinga Sungmin.

“Mungkin akan terjadi sesuatu”

 

Sungmin hanya diam. Ia menyentuh rambutnya yang memang cukup panjang sebahu dan memikirkan perkataan Eunhyuk. Ia mencoba membayangkan, apa jadinya jika ia memotong rambutnya lebih pendek lagi dan mengecatnya menjadi cokelat? Apakah itu akan menarik perhatian Kyuhyun dan membuat pemuda tampan itu terpesona padanya?

 

Keesokkan harinya Sungmin benar-benar melakukan seperti yang dikatakan oleh Eunhyuk. Ia memotong rambutnya lebih pendek lagi dan mengecat rambut hitamnya menjadi cokelat. Perubahan drastis Sungmin membuat semua orang terkejut saat melihatnya, begitu juga dengan Eunhyuk. Pemuda dengan tiga piercing di telinga kanannya itu terbelalak melihat penampilan baru Sungmin. Pemuda manis itu jadi terlihat semakin manis.

 

“Bohong. Kau benar-benar melakukannya, Sungmin!” kata Eunhyuk dengan nada tidak percaya.

 

Sungmin hanya tersenyum santai. Ia mengabaikan dengung pembicaraan seisi kelas yang sedang membicarakan penampilan barunya. Sungmin menoleh saat pintu kelas terbuka. Sosok tinggi Kyuhyun muncul di ambang pintu.

 

“Pagi” sapa Kyuhyun seraya melangkah masuk ke dalam kelas.

 

Kyuhyun menutup kembali pintu kelas dan mengangkat pandangannya pada Sungmin yang berdiri di depannya. Ia terdiam selama beberapa saat, berusaha mengenali Sungmin. Hingga akhirnya pemuda tampan itu tersentak dan terkejut. Ia benar-benar terkejut hingga punggungnya menabrak pintu kelas.

 

“Minimi!! Kenapa rambutmu habis begitu?” kata Kyuhyun terbelalak memandang Sungmin.

 

Sungmin hanya memandang Kyuhyun dengan tenang.

“Hm. Kau berisik sekali, Kyu” katanya.

 

Kyuhyun mendekati Sungmin dan mengamati rambut baru pemuda manis itu. Sementara Sungmin hanya diam dengan perasaan berdebar menanti respon Kyuhyun selanjutnya. Apakah pemuda tampan itu akan menyukai rambut barunya?

 

“Wah! Wah! Drastis juga perubahanmu. Tapi…” kata Kyuhyun. Ia terdiam sejenak.

 

Sungmin mengerjap saat Kyuhyun mengulurkan satu tangannya dan menyentuh lembut kepalanya. Sambil tertawa senang Kyuhyun berkata, “Manis juga.”

Kemudian Kyuhyun berjalan melewati Sungmin dan bergabung dengan teman-temannya yang sedang berkumpul di kursi belakang. Sungmin masih saja terdiam di tempatnya. Ia menyentuh kepalanya yang baru saja di sentuh oleh Kyuhyun dan kemudian tersenyum senang.

 

“Lumayan juga” pikir Sungmin.

 

Tapi tiga bulan kemudian, di akhir kelas 2, sebuah kabar mengejutkan Sungmin. Kyuhyun berpacaran dengan seorang gadis berambut panjang dan hitam. Awalnya Sungmin tidak ingin percaya tapi saat melihat Kyuhyun yang sedang berjalan dengan gadis tersebut di koridor sekolah hari itu, Sungmin pun terdiam. Ia terdiam melihat Kyuhyun yang merangkul kepala gadis itu dengan lembut dan tertawa bersamanya. Mereka terlihat dekat dan mesra.

 

Eunhyuk berdiri di samping Sungmin. Sambil memandang Kyuhyun yang berjalan semakin jauh dengan pacar barunya, Eunhyuk berkata dengan pelan pada Sungmin yang merasa kecewa, “Ada anak kelas 1 yang mengatakan suka pada Kyuhyun. Minggu lalu, mereka berpacaran…”

 

Sungmin hanya diam. Hatinya remuk dan kecewa. Jika ia tidak sangat menyukai Kyuhyun, mungkin Sungmin akan tersenyum dan bisa bersikap biasa saja. Tapi justru karena ia sangat menyukai Kyuhyun, Sungmin tidak tahu bagaimana selanjutnya ia harus bersikap di depan Kyuhyun sementara perasaan ini tidak bisa ia tahan lagi. Eunhyuk menoleh dan hanya diam ketika Sungmin beranjak pergi dengan mata basah. Ia tahu sahabatnya itu pasti merasa sangat kecewa. Hatinya pasti sangat sakit.

 

“Dasar Kyuhyun bodoh” gumam Eunhyuk pelan. Ia juga ikut merasa kecewa untuk Sungmin.

 

~+~+~+~

 

Bel pulang sekolah telah lama berbunyi dan gedung sekolah itu mulai sepi. Kyuhyun kembali ke kelas untuk mengambil barangnya yang tertinggal. Namun saat ia membuka pintu ternyata masih ada Sungmin di dalam kelas yang telah sepi itu. Sungmin sedang duduk memandang keluar jendela, memunggunginya. Mendengar suara pintu terbuka Sungmin menoleh. Kyuhyun tertegun melihat wajah manis Sungmin yang basah karena air mata. Rupanya pemuda manis itu sedang menangis diam-diam.

 

“Minimi…? Kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin tidak menjawab. Ia berdiri, mengambil tas dan mantelnya dari atas meja dan beranjak pergi. Ia berjalan melewati Kyuhyun tanpa mengatakan apapun. Kyuhyun berdiri dengan bingung. Dengan cepat ia menahan tangan Sungmin. Ia ingin bertanya pada Sungmin, apa yang terjadi? Kenapa dia menangis? Tapi belum sempat Kyuhyun bertanya, pemuda manis itu telah menamparnya dengan keras. Kemudian pemuda manis itu beranjak pergi dengan cepat, mengabaikan mantelnya yang tertinggal. Selama beberapa saat Kyuhyun masih berdiri di tempatnya dengan wajah terkejut. Ia tidak mengerti, kenapa Sungmin menamparnya?

 

Sejak itu Sungmin tidak masuk sekolah sampai libur musim semi. Hari pertama di kelas 3, Sungmin kembali sekelas dengan Kyuhyun. Saat ia tiba di kelas ia melihat mantelnya sudah ada di atas mejanya, terlipat dengan rapi.

 

“Ah! Itu Sungmin”

“Kau masih hidup rupanya”

“Curang! Liburmu panjang sekali”

 

Teman-temannya mulai berkumpul di sekitar Sungmin. Mereka merasa senang karena pemuda manis itu telah masuk sekolah kembali. Sungmin hanya tersenyum menanggapi teman-temannya. Dan sebuah suara yang menyapanya dengan senyumannya yang khas membuat Sungmin terdiam. Kyuhyun menyapanya dan tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa. Saat istirahat Eunhyuk mengatakan sesuatu yang membuat Sungmin, setidaknya, bisa sedikit tersenyum.

 

“Saat libur musim semi Kyuhyun putus dengan anak kelas 1 itu. Dia yang memutuskan gadis itu”

 

~+~+~+~

 

Pagi yang cerah meski udara terasa dingin. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 8 lewat. Sungmin segera menghabiskan sarapannya dan meraih tasnya. Sejenak ia mencari-cari kaos kakinya. Setelah ketemu ia segera memakainya dan mengikat sepatunya dengan cepat. Ibu muncul dari dapur dan bertanya,

 

“Sungmin, tidak ada yang terlupa?”

“Tidak bu. Aku berangkat”

 

Sungmin segera beranjak pergi dengan cepat, seolah ia tidak ingin terlambat sampai di sekolah. Ibu hanya tersenyum melihat putranya yang terlihat bersemangat. Di kelas, ternyata Kyuhyun sudah tiba lebih dulu. Ia duduk di kursinya dan tersenyum pada Sungmin.

 

“Pagi” sapanya.

“Pagi” balas sapa Kyuhyun.

 

Sungmin duduk di kursinya dan tidak lama Leeteuk datang. Ia memberikan beberapa lembar soal pada dua muridnya dan kemudian kembali ke ruang guru. Sungmin mengaduk-aduk isi tasnya dan menyadari bahwa ia lupa membawa buku teks.

 

“Sial. Aku lupa membawa buku teksnya” kata Sungmin mendengus.

 

Kyuhyun menoleh pada Sungmin. Kemudian katanya,

“Mau melihat buku punyaku? Balasan yang kemarin”

 

Tanpa menunggu jawaban dari Sungmin, Kyuhyun menggeser mejanya mendekati meja Sungmin dan meletakkan bukunya di tengah meja. Sungmin hanya tersenyum. Kemudian mereka mulai mengerjakan soal-soal itu bersama. Sejenak tidak ada yang bersuara, hingga akhirnya suara Kyuhyun yang pertama memecahkan ketenangan itu.

 

“Besok hari terakhir kelas tambahan, ya? Besok ujian ‘kan? Tidak terasa ya”

 

Sungmin menghentikan tangannya dan menoleh. Ia memandang Kyuhyun selama beberapa saat.

“Kyu, lulus nanti kau mau menjadi apa?” tanyanya kemudian.

 

Kyuhyun menoleh. Kemudian dengan nada konyol ia menjawab sambil menghitung jarinya,

“Ah, aku berbakat sih. Mungkin pelukis, koki, atau pemain band. Atau novelis? Penata rambut?”

 

Sungmin hanya tertawa. Namun saat mendengar kalimat penata rambut tawa Sungmin terhenti. Seketika ia teringat pada gaya rambut Kyuhyun yang dulu selalu berubah-ubah. “Jadi?” tanyanya.

 

Kyuhyun terdiam sejenak. Kemudian ia menyibak rambutnya dan berkata dengan nada yang berbeda,

“Hmm… anu… begini… katanya, SMA itu adalah masa persiapan sebelum terjun ke masyarakat. Bagiku, SMA berarti menikmati kekonyolan masa remaja untuk terakhir kalinya. Selalu berbuat konyol, semua tahu rumahku salon. Katanya, aku dimanja. Tapi…bukan begitu! Sebenarnya tidak seperti itu!”

 

Sungmin memperhatikan wajah Kyuhyun dan menyadari, bahwa baru sekarang ia melihat wajahnya yang sesungguhnya. Sosok ini yang terlihat berbeda dari yang biasanya. Sejenak sosok Kyuhyun yang konyol seakan hilang entah kemana. Ini adalah sisi yang lain dari seorang Cho Kyuhyun.

 

“O ya, Minimi…” kata Kyuhyun menyadarkan Sungmin dari pikirannya.

“Eh? Apa?” kata Sungmin.

 

Sambil tertawa Kyuhyun berkata,

“Yah…soal sepupuku. Dia juga ikut kelas tambahan. Keluarga bodoh, nih!”

 

Sungmin hanya diam melihat Kyuhyun tertawa. Pemuda manis itu tertegun saat sebuah pikiran muncul di kepalanya. Sebuah kalimat dari Eunhyuk dulu yang kembali terngiang di telinganya. Dan bayangan Kyuhyun yang tertawa bersama gadis berambut panjang itu di koridor muncul kembali di dalam kepalanya. Tapi bayangan itu seakan menjauh dalam gelap.

“Kyuhyun suka Sungmin”

Apakah itu benar?

 

~+~+~+~

 

Hari ini adalah hari terakhir kelas tambahan. Pagi ini Sungmin terbangun dengan tidak bersemangat. Jam sudah menunjukkan hampir pukul 8, tapi Sungmin masih belum keluar dari kamarnya. Pemuda manis itu sedang terdiam menatap mantelnya yang tergantung rapi di lemari. Itu adalah mantel yang dulu tertinggal di kelas saat Sungmin menampar Kyuhyun, dan kemudian di kembalikan oleh Kyuhyun dengan di letakkan di atas mejanya. Mantel ini selalu Sungmin simpan, meski ia sudah jarang memakainya.

 

“Sungmin! Ayo sarapan dulu!” teriak ibu dari meja makan.

 

Sungmin mengambil mantel itu, juga syal dan topi hoodie kesayangannya. Ia meraih tasnya dan beranjak keluar dari kamarnya. Setelah sarapan Sungmin segera berangkat ke sekolah. Ia terkejut saat melihat Kyuhyun menunggu di depan rumahnya. Pemuda tampan itu sedang berjongkok dan membuat bola-bola salju. Ia mengangkat kepalanya dan tersenyum saat melihat Sungmin.

 

“Pagi” sapanya.

 

Kyuhyun dan Sungmin berjalan bersama menuju sekolah. Kyuhyun berjalan dengan santai, sementara Sungmin berjalan dengan pelan di belakangnya. Sepanjang perjalanan tidak ada yang bersuara, dan sepertinya tidak ada satu pun yang berniat untuk memecah ketenangan itu. Sungmin memandang sosok bertubuh tinggi yang berjalan di depannya. Ia ingin bertanya, apakah itu benar? Apakah Kyuhyun juga menyukai dirinya? Tapi hingga mereka hampir sampai di sekolah Sungmin tidak bertanya. Ia tidak bisa bertanya pada Kyuhyun. Rasanya ia tidak bisa bicara. Dan pada akhirnya ia hanya terdiam hingga mereka tiba di kelas.

 

Ujian perbaikan dimulai setelah pulang sekolah. Para siswa beranjak pulang saat bel berbunyi. Ruangan kelas III-3 itu kini telah sepi dan tenang, hanya ada Kyuhyun dan Sungmin yang terpaksa harus tetap tinggal untuk ujian perbaikan. Sungmin menoleh saat Kyuhyun pindah dari kursinya di depan dan duduk di sebelahnya, kursi yang selalu Kyuhyun tempati saat pelajaran tambahan. Leeteuk datang dengan membawa lembaran-lembaran soal ujian matematika.

 

“Hooaamm… ayo cepat dimulai pak guru!” kata Kyuhyun seraya menguap.

 

Leeteuk mendengus memandang Kyuhyun.

“Ini menentukan kelulusan! Seriuslah, Kyuhyun!” katanya.

 

Leeteuk membagikan lembaran-lembaran soal ditangannya pada Kyuhyun dan Sungmin. Sementara dua muridnya sedang mengerjakan soal-soal itu, Leeteuk berdiri menunggu, ia bersandar di pinggir jendela sambil sesekali memandang keluar. Ruangan kelas ini terasa sangat tenang. Hanya terdengar bunyi detik jam di dinding yang kali ini terasa berjalan dengan cepat.

 

“40 menit lagi” kata Leeteuk seraya memandang jam tangannya.

“Hahh?” kata Kyuhyun sedikit terkejut mendengarnya kemudian berusaha menyelesaikan soal ujiannya dengan cepat.

 

Sementara itu Sungmin masih saja memandang kertas ujian miliknya. Suara detik jam di dinding itu justru membuat Sungmin mengingat kembali semua kekonyolan Kyuhyun. Saat Kyuhyun tiba-tiba menertawakan Leeteuk di tengah ujian, suara tawanya begitu keras hingga membuat semua orang berpaling padanya. Atau saat mereka sedang membersihkan kelas untuk mengikuti lomba kebersihan kelas, Leeteuk menyuruh Kyuhyun membersihkan kaca jendela kelas. Dengan percaya diri dan senyuman khasnya yang konyol Kyuhyun duduk di kusen jendela dan membersihkan permukaan kaca jendela luar, tapi lima menit kemudian pemuda tampan itu membuat semua orang di kelas panik karena hampir terjatuh dari jendela kelas mereka yang terletak di lantai 3. Saat Kyuhyun bermain bola voli bersama teman-temannya di kelas, tapi sayangnya Kyuhyun melempar bolanya terlalu keras hingga membuat lampu kelas pecah. Kyuhyun dan teman-temannya segera kabur saat sang ketua kelas datang dan marah-marah melihat hasil perbuatan mereka.

 

“Konyol. Hi hi hi…” pikir Sungmin tertawa pelan saat mengingat semua kekonyolan Kyuhyun.

 

Sungmin berhenti tertawa saat ia melirik Kyuhyun yang sedang mengerjakan soal miliknya dengan tenang. Ia memandang wajah tampan itu lekat-lekat, menghafal setiap bagian yang ia sukai dari wajah tampan itu.

 

“30 menit lagi” kata Leeteuk memberitahu sisa waktu ujian.

 

Sungmin masih saja memandang Kyuhyun. Ia merenung dengan sedih. Hari ini adalah kali terakhir bagi Sungmin untuk melihat pemuda tampan itu. Setelah hari ini semua hal yang pernah terjadi, perasaan deg-degan saat pengundian tempat duduk, mengganggu guru, berkumpul dan mendengarkan Kyuhyun bernyanyi saat guru tidak masuk, bertingkah konyol dan tertawa bersama. Semua itu akan lenyap.

 

“10 menit lagi,” kata Leeteuk lagi memberitahu sisa waktu ujian. “Ugh, maaf. Aku harus ke toilet.”

 

Kemudian Leeteuk beranjak pergi meninggalkan ruangan kelas. Kyuhyun memandang saat Leeteuk menutup pintu kelas dengan sedikit terburu-buru. Kelihatannya justru si guru yang merasa tegang.

“Hahh!? Kenapa dia yang tegang?” kata Kyuhyun mengernyit.

Di kursinya Sungmin masih terdiam. Kyuhyun menoleh padanya dan sambil tersenyum berkata,

“Bisa nyontek, nih! Yang terakhir jawabannya apa?”

 

Tapi Sungmin tidak menjawab. Ia terus menatap kertas ujian miliknya tanpa suara. Rasanya kertas soal itu jadi terlihat buram. Kemudian Sungmin merasakan sesuatu mengalir turun dari sudut matanya dan jatuh membasahi kertas ujian miliknya.

 

“Minimi…” kata Kyuhyun.

 

Perlahan senyum di wajah Kyuhyun memudar saat ia menyadari bahwa Sungmin sedang menangis. Ia terkejut melihatnya. Segera ia mendekati Sungmin dan berdiri di samping meja pemuda manis itu. “Apa…? Kenapa kau menangis? Lulus-lulusan baru minggu depan, ‘kan? Itu pun kalau kita lulus, hehe…” katanya sambil tertawa, berusaha mencairkan suasana.

 

Sungmin menunduk dan menyembunyikan wajahnya di atas meja. Tubuhnya bergetar pelan karena isakan tangisnya. “Aku tidak mau…” katanya terisak.

 

“Hah!? Kau menyerah, eoh?” kata Kyuhyun mengernyit.

 

Kyuhyun mengulurkan tangannya berniat menyentuh Sungmin. Namun tangannya terhenti di udara saat ia mendengar Sungmin berkata di sela isak tangisnya, “Aku tidak mau lulus! Aku tidak mau! Aku mau di sini! Tetap di sini…!”

 

Kyuhyun terkejut mendengarnya.

“Apa? Jangan bercanda…” perkataannya terhenti saat melihat kertas ujian Sungmin yang sedikit tersembunyi dari tangan Sungmin. Kertas ujian itu masih bersih. Tidak satu soal pun yang sudah terisi. “Kenapa kau tidak mengerjakan satu soal pun?”

 

Sungmin menegakkan tubuhnya dan berbalik memunggungi Kyuhyun, menyembunyikan air mata yang terus mengalir turun membasahi wajah manisnya. Kyuhyun segera mengambil kertas ujian miliknya dan meletakkannya di atas kertas ujian milik Sungmin.

 

“Apa-apaan sih kau ini? Waktunya tinggal 10 menit lagi dan kau tidak mengerjakan satu soal pun? Cepat salin!” kata Kyuhyun.

 

“Tidak!” kata Sungmin menolak.

“Ayo, cepat salin!” kata Kyuhyun mulai merasa kesal.

 

“Tidak…! Menyalin punyamu pun tetap tidak akan lulus” kata Sungmin masih menolak.

“Kau…!” Kyuhyun memandang Sungmin dengan kesal. Akhirnya dengan sedikit tidak sabar ia mengambil kertas ujian milik Sungmin sambil berkata, “Kemarikan! Biar aku yang salin!”

 

“Jangan! Hen…tikan!” kata Sungmin masih tetap menolak.

 

Sungmin berusaha merebut kembali kertas ujian miliknya dari Kyuhyun, dan tanpa sadar ia justru menampar pipi Kyuhyun dengan keras. Kyuhyun terkejut, dan Sungmin lebih terkejut lagi. Ia terdiam menyadari bahwa ia baru saja menampar Kyuhyun, lagi.

 

“Aku ditampar lagi,” kata Kyuhyun seraya memandang Sungmin dengan tatapan tidak mengerti. “Kau ini kenapa sih? Suka uring-uringan sendiri. Ada apa sebenarnya? Apa yang membuatmu tidak puas? Ayo katakan!”

 

Sungmin masih terdiam selama beberapa saat. Suara detik jam yang terdengar pelan mengisi ketenangan yang menyakitkan itu. Semua waktu yang telah terlewati kembali mengisi kepala Sungmin. Sungmin mengepalkan kedua tangannya. Mata foxy-nya yang basah menatap Kyuhyun dengan serius. Kemudian katanya,

 

“Baik, kukatakan. Katanya kau suka dengan gadis berambut pendek dan berwarna cokelat. Meski aku bukan seorang gadis tapi aku memotong rambutku lebih pendek dan mengecatnya menjadi cokelat, karena kupikir mungkin akan terjadi sesuatu. Saat itu kau bilang aku manis. Tapi kau malah berpacaran dengan gadis kelas 1 berambut panjang itu 3 bulan kemudian. Aku bisa bilang apa!”

 

Kyuhyun tertegun mendengarnya. Mata foxy itu sedang menatapnya dengan tatapan kecewa dan sedih. Kemudian sambil terisak Sungmin melanjutkan, “Kenapa…? Kenapa kau dekat denganku? Kenapa kau menyebutku manis dan memanggil namaku seenaknya? Kenapa kau tidak pernah bertanya apa-apa? Kenapa…kenapa kau tidak sadar? Padahal aku sangat menyukaimu…”

 

Kyuhyun masih terdiam memandang Sungmin. Kemudian ia menunjuk Sungmin dan bertanya dengan bodoh, “Eh? Tapi… kau potong rambut dan mengecatnya jadi cokelat demi orang yang kau suka, kan?”

 

Sungmin berhenti menangis. Ia memandang Kyuhyun dengan sedikit kesal.

“Dasar bodoh!” katanya setengah berteriak.

“Hah? Apa…?!” kata Kyuhyun mulai merasa kesal kembali.

 

“Kenapa kau tidak berpikir kalau orang itu adalah kau!?”

“Mana aku tahu! Kau pernah menampar aku. Mana aku tahu……”

 

Kyuhyun terdiam memandang Sungmin yang tertegun mendengarnya. Pemuda manis itu seperti baru saja tersengat listrik dan membuatnya menyadari sesuatu. Sungmin mengerti, dialah yang bodoh. Dia telah salah mengartikan sikap Kyuhyun padanya. Sungmin menyentuh wajahnya dan kembali menangis, terisak kecewa.

 

“Sudah 3 tahun. Sejak dulu hingga sekarang…aku suka padamu Kyuhyun. Aku…sangat menyukaimu…” kata Sungmin terisak.

 

Kyuhyun terdiam mendengar pengakuan cinta yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Kemudian ia mendekati Sungmin dan menyentuh tangannya, menariknya menjauh dari wajah manisnya yang telah basah. Sungmin membuka matanya dan memandang Kyuhyun.

 

“Bodoh, seharusnya itu kata-kataku” kata Kyuhyun. Wajah tampannya nampak serius dan sedikit memerah karena malu.

 

Sungmin tersentak mendengarnya. Ia mengerjap beberapa kali dan memandang Kyuhyun seolah ia salah mendengar. Kyuhyun tersenyum. Ia menggenggam tangan Sungmin sementara tangan yang lain mengusap wajah manis Sungmin yang basah. Menit berikutnya Sungmin memejamkan matanya kembali dan membiarkan Kyuhyun mengecup bibir plump miliknya dengan lembut. Inilah yang ia nantikan selama 3 tahun ini, saat-saat seperti ini. Sungmin tahu, penantiannya selama 3 tahun tidak sia-sia.

 

Kyuhyun menatap Sungmin dengan lembut. Ia membelai wajahnya dengan punggung jarinya.

“Minimi…” katanya.

 

Tapi perkataan Kyuhyun terhenti oleh suara bel yang berbunyi. Waktu ujian telah berakhir. Kyuhyun dan Sungmin terkejut. Mereka mulai panik karena kertas ujian Sungmin masih kosong, belum ada satu nomor pun yang dikerjakan. Kyuhyun segera menyodorkan kertas ujian miliknya dan Sungmin segera menyalinnya dengan cepat.

 

Seminggu kemudian upacara kelulusan dimulai. Dan di antara nama siswa-siswa yang berhasil lulus SMA, tercantum juga nama Kyuhyun dan Sungmin. Di ruang guru Leeteuk memandang keluar jendela, memperhatikan siswa-siswa yang sedang merayakan kelulusan mereka di halaman sekolah. Ia tersenyum saat melihat Kyuhyun dan Sungmin.

 

“Akhirnya mereka lulus juga. Tidak terasa ya…” gumamnya bangga.

 

~Fin~

19 thoughts on “Last Class

  1. Wawhh…
    Ngilunya berasa … :’)
    Kyuhyun sih, gak bilang2.. Malah smpat ragu kalo ceritanya cinta sepihak aja..
    Alurnya asikk..
    Izin baca yaahh..
    author sshi Fighting!!

  2. Sempet nyesek jga . . .
    Ahhh !
    Gk tau knp karakternya KyuMin di Ff yg author buat slalu COOL !
    Tapi sneng akhir”nya Happy end . . .😀

    Keep writhing !
    HWAITHING !!😀

  3. Ya ampun mereka sama2 memendam perasaan suka selama 3th dan ajaibnya sama sekali ga berubah..^^
    Untung Ming ngungkapin duluan klo ga bisa2 mereka sampai lulus cintanya masih bertepuk sebelah tangan..
    Huaaaa gumawo chingu…cerita Kyumin yg bagus🙂

  4. Huhuhu….
    Detail sekali ini deskripsinya.
    Ampe mata agak jereng. #plakkk
    Yeah, nomu nomu johaaa….

    Dan berasa pernah baca komiknnya.
    *maklum, dulu tukang jaga rental komik deket kampus*
    Hampir semua komik pernah kebabat. Nyahahaha….

    Yup, thanks for shared author-ssi.
    I love it.
    Ditunggu lanjutan Try to Capture The Sun part dua-nya yak.
    Hehehehe….

  5. omo awalnya nyesek juga sih tapi syukurlah semuanya berakhir dgn indah setidaknya penantian Ming selama 3 tahun ini terbayar juga,,

  6. Hadeeehh~ so sweet banget! Jadi keingat ama masamasa SMA 3 taun lalu😀
    ngakak d part Kyu bilang “aku di tampar lagi” kekeke gak kebayang deh wajahnya gmanah:)

    KyuMin jjang! Mereka tidak bsa d tebak berharap mereka slalu bahagia🙂

    0

  7. Aaaaakkkkkk sama sama suka sejak 3tahun yg lalu, dan akhirnya jadian kyaaaa. Butuh waktu lama tapi yg penting bahagia kkkkkk
    Suka sama ffnyaaaa. Lucu gitu kkkkk
    Keep writting. Fighting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s