[Side story] Min Sae & Min Yoo is a good babbies / Take one

Gambar

 

Cast            : Min Sae, Min Yoo (OC), KyuMin, super junior.

Genre          : Family. M-preg

length          : Drabble or One shot ?

Disclaimer      : Story and OC belong to me, KyuMin dan all super junior’s name belong to their self

Summary       : No summary, just read please.

*Side story ini menceritakan kelakuan dan tingkah nakal si kembar. Min Sae & Min Yoo bisa juga jadi bayi yang baik kok. nggak percaya? Check this out

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

Take one : we are always together

 

Min yoo sedang asyik bermain dengan headset milik Kyuhyun. Menarik dengan asal talinya yang berwarna putih hingga hampir melilit tubuh mungilnya.

“Nyaa…kya kya kya” celoteh Min Yoo senang.

 

Min yoo memandang dengan heran tali headset yang kini melilit tubuhnya. Ia berusaha melepaskannya namun tali berwarna putih itu semakin melilit tubuhnya. “Nya? Nya nya!!” celoteh Min Yoo seraya menarik tali headset berusaha melepaskan dari tubuhnya.

 

Min yoo terkejut saat mendengar suara teriakan.

“YA!! Min Yoo itu headset milikku!!” teriak Kyuhyun terkejut.

“Nya?” Min Yoo menoleh.

 

Kyuhyun segera melepaskan headset miliknya yang melilit tubuh Min Yoo dan mendengus dengan kesal melihat satu tali headsetnya telah putus. Headsetnya kini telah rusak. Min Yoo mengulurkan kedua tangannya pada Kyuhyun meminta mainannya (?) kembali. Ia masih ingin bermain.

 

“Ppa ppa ppa…nyaa nyaa” celoteh Min Yoo.

 

Kyuhyun memandang bayinya dengan kesal.

“Lihat apa yang sudah kau lakukan Min Yoo? Kau sudah merusaknya. Kenapa kau suka sekali merusak seluruh barang milikku. PSP, handphone, computer dan sekarang headset. Kau bayi perusak” omel Kyuhyun.

Min yoo terkejut melihat kyuhyun yang sedang mengomelinya dengan marah kemudian mulai menangis. kyuhyun tidak perduli dan beralih memandang headsetnya yang kini tidak berfungsi lagi. Itu berarti ia harus membeli lagi. Min Yoo akan merusaknya lagi, dan ia harus membelinya lagi. Selalu seperti itu.

 

Sungmin mendesah. Menutup bukunya kemudian beranjak keluar kamarnya dan melihat Min Yoo sedang menangis dilantai. Ia merengut melihat bayinya sedang menangis dan Kyuhyun tidak memperdulikannya. Sungmin segera menggendong Min Yoo dan menenangkannya.

 

“Min Yoo menangis dan kau tidak memperdulikannya” kata Sungmin.

 

“Aku hanya mengambil headsetku yang dirusak olehnya. Semua barangku telah dirusak oleh setan kecil itu. Aigoo” kata Kyuhyun mendesah dengan kesal.

 

“Kau mengomelinya? Dia masih bayi dan Min Yoo hanya sedang bermain” kata Sungmin.

“Merusak jika itu maksudmu” kata Kyuhyun membenarkan.

 

Sungmin mendengus tidak peduli seraya memeluk Min Yoo yang masih menangis. Kyuhyun menoleh dan mengernyit melihat Min Sae yang sedang menonton tv seraya meminum susunya. Ia sedang menonton drama favoritnya daddy’s daughter. Min Sae melepas botol susu yang menyumpal mulutnya dan bertepuk tangan dengan senang saat melihat Donghae muncul dan berakting dengan sangat baik.

 

“Kyaa kyaa…nya nya nya” celoteh Min Sae senang.

 

Raut wajah Min Sae berubah sedih saat melihat Donghae berakting menangis. Min Sae merangkak mendekati tv dan menyentuh layar tv. Seakan ingin menenangkan ahjussinya yang sedang menangis didalam tv.

 

“Nyaa nyaa…” celoteh Min Sae.

 

Min Sae memandang dengan heran saat layar tv tiba–tiba padam dan berubah menjadi hitam. “Nya?” celoteh Min Sae heran.

 

“Nyaa nyaa nyaa…” celoteh Min Sae memanggil ahjussinya seraya memukul layar tv. Ia masih ingin menonton.

 

Namun ahjussinya tidak muncul. Tangan mungil Min Sae beralih menekan tombol–tombol pada tv dengan asal. Tidak lama tv kembali menyala. Min Sae tersenyum senang namun tiba–tiba layar tv kembali padam. Min Sae menekan semua tombol di tv dengan asal. Namun layar tv masih saja tidak menyala.

 

“Nya nya?” celoteh Min Sae heran.

“Drama tidak cocok untuk bayi” kata Kyuhyun.

 

Ternyata Kyuhyun baru saja mencabut kabel tv. Min Sae merangkak mendekati Kyuhyun dan mengulurkan tangannya. Meminta Kyuhyun untuk menyalakan tv kembali. Ia masih ingin menonton.

 

“Ppa ppa ppa…” celoteh Min Sae.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Kau itu bayi atau ahjumma? Sebaiknya kau tidak menonton drama lagi Min Sae. Itu tidak baik untukmu” kata Kyuhyun kemudian beranjak pergi.

 

Min Sae merengut memandang Kyuhyun dan melempar botol susunya kearah Kyuhyun. Botol susu Min Sae mengenai kepala Kyuhyun. Kyuhyun mengusap kepalanya yang sakit kemudian menoleh memandang Min Sae.

 

“Aissh! YA!!” teriak Kyuhyun kesal.

 

Min Sae terkejut dan mulai menangis. Sungmin menghela nafasnya kemudian meletakkan Min Yoo yang sudah tenang dilantai. “Kau tunggu disini sebentar Min Yoo” kata Sungmin membelai kepala Min Yoo kemudian beranjak menenangkan Min Sae.

 

“Apalagi sekarang?” tanya Sungmin dengan bosan.

“Kenapa kau membiarkannya menonton drama? Seorang bayi menonton drama?” Kyuhyun balik bertanya seraya mendengus.

 

“Mwo? Min Sae sedang menghabiskan susunya dan kau sudah menganggunya. Kenapa hari ini kau senang sekali membuat bayi menangis?” kata Sungmin menahan emosinya.

 

“Bayi macam apa yang senang merusak barang dan menonton drama seraya meminum susu? Apa kau mengurus mereka dengan benar?” tanya Kyuhyun.

 

“Mwo?!,” kata Sungmin menoleh. “Jangan berbicara seolah kau sudah mengurus mereka dengan benar Cho Kyuhyun!! Kau tidak pernah mengurus mereka dan lebih peduli dengan game dan barang–barangmu yang lain!.”  Sungmin mulai marah.

 

“Kalau begitu urus mereka dengan baik. Agar Min Yoo tidak merusak barang–barangku lagi  dan  Min Sae bertingkah seperti bayi pada umumnya” kata Kuhyun.

 

“Mwo?!! Maksudmu Min Sae bayi yang aneh begitu?!” kata Sungmin memandang Kyuhyun dengan marah.

 

“Kau yang mengatakannya” kata Kyuhyun.

 

Sungmin mendesah dengan kesal. Ia lupa Min Sae masih menangis disisinya.

“Aku sudah tidak tahan lagi dengan sikap egoismu Kyu” kata Sungmin.

“Aku egois?” tanya Kyuhyun mengernyit.

“Ne. kau egois Kyu dan menyebalkan. Kau bersikap seolah tanggung jawabmu sudah selesai setelah mereka lahir” jawab Sungmin.

 

“Aku egois?!” kata Kyuhyun semakin mengernyit tidak suka.

 

****

 

Min Sae POV

 

Aku menghentikan tangisanku. Memandang eomma dan appa yang sedang bertengkar. Sepertinya mereka melupakanku. Appa terlihat sangat marah sedangkan eomma terlihat sedih bercampur marah.

 

Kenapa mereka bertengkar? Apa ini karena ulahku?

 

“………Agar Min Yoo tidak merusak barang – barangku lagi  dan  Min Sae bertingkah seperti bayi pada umumnya” kata appa.

 

Aku memandang appa dengan bingung.

Apa maksudnya? Kami bukan bayi yang baik begitu?

Kami bayi yang baik. Benar kan Min Yoo?

 

Aku menoleh namun Min Yoo sudah tidak ada ditempatnya.

Min Yoo, kemana dia?

 

Aku beralih memandang eomma dan appa yang masih bertengkar.

Ehh eomma, appa dimana Min Yoo?

 

Namun mereka mengacuhkanku dan masih terus bertengkar. Aku menarik kaki eomma meminta perhatiannya. Eomma menoleh memandangku, namun ia hanya membelai kepalaku dan kembali melanjutkan pertengkarannya. Aku merangkak mendekati appa dan menarik ujung celananya. Namun appa menepisku dan memandangku dengan marah.

 

Baiklah sepertinya appa benar–benar marah denganku.

 

Aku duduk dan memandang mereka berdua dengan bosan.

Bisakah kalian berhenti sebentar? Sepertinya Min Yoo menghilang.

 

Aku menghela nafas. Mereka tidak memperhatikanku.

Baiklah. Biar aku mencarinya sendiri.

 

Aku merangkak keluar ruangan. Meninggalkan eomma dan appa yang masih melanjutkan pertengkarannya. Aku berhenti dan memandang ke sekeliling apartement yang terlihat sangat besar bagiku. Baiklah. Darimana aku harus memulainya?

 

Aku merangkak seraya mengedarkan pandanganku. Mengintip ke bawah meja dan kursi, dibelakang tv dan lemari, didalam lemari dapur bahkan didalam tempat sampah. Tapi aku tidak menemukan adik kembarku. Aku duduk dan berpikir. Min Yoo suka sekali bermain dengan tuan kura–kura. Mungkin ia tahu. Aku merangkak ke kamar Yesung ahjussi yang berbagi kamar dengan Ryeowook ahjussi. Pandanganku segera tertuju pada akuarium kecil tempat Yesung ahjussi memelihara kura–kura kesayangannya dan merangkak mendekatinya.

 

Hai tuan kura – kura!

 

Kura – kura itu mengedipkan matanya memandangku.

Apa kau melihat adikku Min Yoo?

 

Kura – kura itu tidak menjawab dan hanya memandangku.

Kau tidak melihat Min Yoo? Ia tidak disini?

 

Lagi – lagi kura – kura itu hanya mengedipkan matanya memandangku.

Kenapa kau tidak menjawabku? Kau tahu tidak?

 

Aiish…kenapa kau hanya mengedipkan mata saja? Membosankan

Baiklah. Sepertinya Min Yoo tidak disini. Mungkin ia diruangan lain.

 

Aku beranjak merangkak keluar dari kamar Yesung ahjussi. Meninggalkan tuan kura–kura yang masih saja mengedipkan kedua matanya. Aku berhenti saat melihat tuan kucing, Heebum, peliharan Heechul ahjussi sedang duduk santai didepan kamar majikannya.

 

Hai tuan kucing! Apa kau melihat adikku?

 

Kucing itu menguap kemudian merebahkan tubuhnya dilantai.

Hey aku sedang bertanya.

 

Kucing itu mengangkat kepalanya dan memandang ke kiri.

Min Yoo disana?

 

Namun kemudian kucing itu menoleh ke kanan.

Ehh disana? Dimana maksudmu?

 

Kucing itu menguap dan beranjak pergi.

Hey tunggu sebentar. Kau mau kemana? Aku sedang bertanya padamu!

 

Namun kucing itu menghilang dibalik pintu kamar Heechul ahjussi.

Hahh…sudahlah biar aku cari sendiri.

 

Aku melanjutkan perjalananku. Namun setelah beberapa menit aku berhenti. Aku lelah dan apartement ini terlalu besar untuk aku jelajahi sendirian. Lebih enak jika digendong kemanapun jadi aku tidak perlu repot merangkak seperti ini. Aku merangkak kembali menyusuri ruangan demi ruangan yang terasa sangat jauh bagiku. Aku terpaku saat melewati kamar Teuki ahjussi. Seluruh ruangan kamarnya berwarna putih. Membuatku berpikir, apa ini rumah sakit?

 

Aku masih terpaku sampai tiba–tiba aku merasa tubuhku terangkat ke udara.

Loh? Loh? Apa yang terjadi? Lantainya seperti menjauh.

 

Aku menoleh.  Ternyata Ryeowook ahjussi.

“Apa yang sedang kau lakukan Min Sae?” tanya Ryeowook ahjussi.

 

Aku sedang mencari Min Yoo. Ia menghilang.

“Kenapa kau sendirian?” tanya Ryeowook ahjussi.

 

Eomma dan appa sedang sibuk bertengkar. Mereka mengacuhkanku.

“Aigoo, kenapa mereka membiarkanmu sendirian seperti ini” kata Ryeowook ahjussi,

 

Appa sedang marah denganku. Eomma sedang marah dengan appa. Sekarang mereka sedang bertengkar. Appa bilang kami bukan bayi yang baik.

 

Ryeowook ahjussi tersenyum dan membelai kepalaku dengan lembut.

“Tidak apa–apa. Kau bersamaku saja” kata Ryeowook ahjussi.

 

Tapi aku harus mencari Min Yoo. Apa ahjussi melihatnya?

 

Ryeowook ahjussi membawaku ke dapur dan meletakkanku diatas meja dapur.

“Tunggulah sebentar. Aku akan membuatkan susu untuk kalian. Sekarang sudah saatnya kalian minum susu dan tidur siang” kata Ryeowook ahjussi.

 

Aku mengernyit bingung.

Kalian? Siapa kalian?

 

Aku duduk dengan tenang dan memperhatikan Ryeowook ahjussi yang sedang membuat dua botol susu. Ia memberikan satu botol susu untukku.

“Ini untukmu Min Sae” kata Ryeowook ahjussi.

 

Aku memegang botol susuku yang terasa hangat dan membiarkan Ryeowook ahjussi menggendongku. Ia membawaku ke kamar Eunhyuk ahjussi. Terdengar suara permainan organ dari dalam kamar. Berdasarkan permainannya yang asal aku bisa menebak siapa yang sedang bermain. Ryeowook ahjussi membuka pintu dengan satu tangannya dan melangkah masuk. Aku tersenyum saat melihat sosok mungil yang sedang dipangku oleh Eunhyuk ahjussi. Menekan dengan asal tuts–tuts organ dengan tangan mungilnya dan menghasilkan nada–nada yang tidak beraturan.

 

“Permainan yang bagus Min Yoo. Sepertinya kau berbakat” kata Eunhyuk ahjussi tersenyum bangga.

 

Permainan yang bagus. Jika Min Yoo tidak merusak organ milik Eunyuk ahjussi.

Min yoo menoleh memandang Enhyuk ahjussi dan tertawa senang. Ryeowook ahjussi memberikan botol susu ditangannya pada Min Yoo.

“Ini untukmu Min Yoo” kata Ryeowook.

 

Min Yoo menerima botol susunya. Eunhyuk ahjussi meletakkan Min Yoo dikasurnya dan membiarkannya menghabiskan susunya dengan lahap. Aku melepas botol susu yang menyumpal mulutku dan menunjuk Min Yoo.

 

Aku ingin berada disamping adikku.

 

Ryeowook ahjussi tersenyum mengerti dan meletakkanku disamping adik kembarku yang sedang meminum susunya. Aku tersenyum senang dan membelai kepala Min Yoo dengan sayang. Aku meletakkan botol susuku dan merangkak mengambil selimut Eunhyuk ahjussi yang terlipat rapi diatas kasur. Aku berusaha menariknya untuk menyelimuti Min Yoo. Namun selimut ini tebal dan berat. Dan kedua tanganku terlalu mungil untuk menariknya sendiri.

 

“Apa yang kau lakukan Min Sae?” tanya Eunhyuk ahjussi.

 

Aku ingin menyelimuti adikku. Agar ia merasa hangat.

 

Min Yoo melepas botol susunya dan memperhatikanku. Aku masih berusaha menarik selimutnya. Eunhyuk ahjussi tertawa kemudian mengambil selimut dariku.

“Biar aku bantu” kata Eunhyuk ahjussi kemudian menyelimuti tubuhku dan Min Yoo.

 

Aku tersenyum puas dan merebahkan tubuhku disamping Min Yoo.

Tunggu! Masih ada yang kurang.

 

Aku beranjak duduk dan membelai kepala Min Yoo seraya bernyanyi. Eomma selalu melakukan hal ini setiap kali menidurkan kami. Dan aku selalu menyukainya. Aku mencoba bernyanyi dengan baik. Tapi karena aku bukan penyanyi, aku hanyalah bayi. Maka yang terdengar hanya celotehan tidak jelas yang keluar dari mulut mungilku.

 

Aku berhenti bernyanyi dan memandang Eunhyuk ahjussi dan Ryeowook ahjussi yang sedang tertawa. Aku merengut kecewa. Merasa malu karena seluruh keluargaku adalah penyanyi. Baiklah. Nyanyianku memang buruk. Sepertinya aku tidak berbakat jadi seorang penyanyi.

 

Ryeowook ahjussi beranjak duduk disampingku dan membelai kepala kami berdua dengan lembut kemudian mulai bernyanyi. Suaranya terdengar sangat merdu dan lembut. Min Yoo kembali menghabiskan susunya seraya memejamkan matanya. Akupun kembali menghabiskan susuku. Menikmati setiap nada yang dinyayikan dengan sangat baik oleh Ryeowook ahjussi. Sementara Eunhyuk ahjussi, entah sejak kapan sudah asyik merekam kami dengan handycam baru miliknya.

 

Aku menoleh memandang Min Yoo yang perlahan mulai terlelap kemudian mengecup pipinya dengan sayang. Seperti yang biasa eomma lakukan. Aku meletakkan satu tanganku memeluk Min Yoo kemudian perlahan aku mulai terlelap.

Hey Min Yoo! Kita bayi yang baik. Dan kita akan selalu bersama. Dimanapun kau bersembunyi, aku pasti akan dapat menemukanmu. Tidak perlu khawatir, eomma dan appa akan segera menyelesaikan pertengkarannya dan bersama kita. Appa tidak sungguh–sungguh membenci kita. Karena kita bayi yang baik, maka kita akan selalu bersama. Apa kau setuju?

 

Min Sae POV

End

 

****

 

Kyuhyun dan Sungmin mengakhiri pertengkaran mereka. Kyuhyun memandang Sungmin yang menghempaskan tubuhnya disofa tanpa suara. Kelihatannya ia sedang menangis. Kyuhyun menghela nafasnya merasa bersalah.

 

“Sayang…” panggil Kyuhyun.

 

“Mwo?! Kau akan mengatakan ini semua salahku? Kau akan mengatakan apa lagi dari mulut pedasmu itu, hahh?!” tanya Sungmin masih merasa marah.

 

“Aku tidak mengatakan apapun. Tidak akan,” jawab Kyuhyun mengernyit.

Kyuhyun mendesah sesaat. “Bisakah kita hentikan pertengkaran bodoh ini? Ini tidak berguna.” tanya Kyuhyun.

 

“Bisakah kau berhenti menggerutu dan peduli pada bayi kembarmu?” Sungmin balik bertanya.

 

“Aku peduli,” jawab Kyuhyun. “Aissh…hentikan. Baiklah, mianhae.”

 

Sungmin diam dan menganggukkan kepalanya. Kyuhyun menghela nafas lega. Pertengkarannya telah selesai dan apartement ini terasa sangat damai dan tenang. Kyuhyun tersadar dan mengedarkan pandangannya.

 

“Tunggu! Dimana mereka?” tanya Kyuhyun.

“Hahh?” Sungmin mengangkat kepalanya.

 

“Min Sae dan Min Yoo” kata Kyuhyun.

“Aigoo…kita melupakan mereka” kata Sungmin teringat.

 

Sungmin dan Kyuhyun beranjak mencari. Dan akhirnya menemukan mereka dikamar Eunhyuk. Ryeowook baru saja mengakhiri nyanyiannya. Eunhyuk menoleh dan tersenyum melihat Sungmin dan Kyuhyun.

 

“Ahh kalian terlambat. Mereka baru saja tidur” kata Ryeowook menoleh.

“Lihat ini” kata Eunhyuk menunjukkan hasil rekamannya.

 

Sungmin tersenyum melihat tingkah laku Min Sae yang direkam oleh Eunhyuk. Kyuhyun tertawa mendengar nyanyian Min Sae saat ingin menidurkan adik kembarnya. Terdengar seperti celotehan yang tidak ada artinya. Celotehan khas bayi.

 

“Sepertinya dia sedang berusaha mengikutimu sayang” kata Kyuhyun pada Sungmin.

 

“Dia melakukan semua hal yang biasa aku lakukan saat akan menidurkan mereka” kata Sungmin tersenyum memandang bayi kembarnya yang sedang terlelap.

 

Tangan mungil Min Sae masih memeluk tubuh Min Yoo. Seakan menjaganya.

“Apa kalian sudah selesai bertengkarnya?” tanya Eunhyuk.

“Hahh?” kata Kyuhyun.

 

“Kasihan Min Sae dan Min Yoo kalian acuhkan, jadi aku membawa mereka. Tapi suara kalian cukup terdengar sampai diruangan ini” kata Ryeowook.

 

“Ahh itu bukan masalah lagi. Gomawo sudah menjaga mereka Hyukie, Wookie” kata Sungmin.

 

“Cheonmaneyo hyung” kata Ryeowook tersenyum.

“Kapan pun saat kalian akan bertengkar kembali” kata Eunhyuk tersenyum jahil.

 

Sungmin beranjak ke kasur dan mengecup kepala bayi kembarnya dengan lembut kemudian tersenyum. “Kalian bayi terbaik yang pernah aku miliki, Min kecil” bisik Sungmin.

 

Min Sae menggeliat pelan. Tangan mungilnya menggenggam jari Sungmin. Seakan memintanya untuk tetap bersama mereka. Kyuhyun beranjak ke samping Sungmin dan menyentuh wajah Min Yoo dengan ujung jarinya. Min Yoo menggeliat dan menggenggam jari Kyuhyun. Seakan tidak akan pernah ia lepaskan.

 

“Kalian bayi yang baik” kata Kyuhyun.

 

Min Yoo mempererat genggamannya dan tidur semakin lelap. Namun Kyuhyun dan Sungmin dapat melihat seulas senyum puas yang terukir dibibir mungil Min Sae dan Min Yoo. Seakan memberi tahu, mereka akan selalu bersama.

 

Fin

14 thoughts on “[Side story] Min Sae & Min Yoo is a good babbies / Take one

  1. Jadi kpikiran gmn ntar Kyu jd appa nde ?? Apa sikapnya bkalan nyebelin kaya di sini ?? Tpi yakin kq klo Kyu itu sbnernya dewasa . .😀
    ini sweettt~
    KyuMin sma anak”mreka . .😀

  2. hwaaaaa…. so sweett…
    kyu msh suka marah2 kyk anak muda…
    tapiii lucuuu… ini side story dri cerita yg mna oenniii… penasaran???
    aku ikut baca ya…
    bikin lagi. dan semangat

  3. wahhh..imutnya ni ff..anyyeong Qreader baru disini.. salam kenal..🙂
    kyu mulutnya rese amat.. semoga kyu segera insaf&jd appa yg baik&benar*plak… author-ssi mari berteman y..🙂

  4. dasar kyuhyun
    udah punya anak kembar aja tapi kelakuan masih kayak anak2
    kasian sungminnya pasti capek banget hahaha
    tp kelakuan minsae bener2 mengharukan yaa huhuhu
    so sweeeeeet~

  5. agak sebel sm kyu disini
    tp sumpah ya kedua bayi tu cuteeeeeeeeee banget
    kelakuan min yo sm min sae aihhhh
    mau jg pnya anak kyk mereka berdua
    like orangtua like anajk kkkk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s