The Blizzard

Gambar

Pairing            : KyuMin / SiMin

Genre             : Romance

Length            : One Shoot

Warning           : Boys love, shounen-ai, AU

Disclaimer       : Remake dari sebuah cerita lama yang berjudul “The Blizzard” karya Alexander Pushkin. Ada sedikit perubahan agar dapat sesuai dengan cerita couple tersayang kita.

Summary       : Sungmin berencana untuk kawin lari dengan kekasihnya, Siwon. Tapi badai salju merubah segalanya *ok, bad summary*

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Cerita ini dimulai pada tahun 1812 di Rusia. Sungmin adalah seorang pemuda berwajah manis dan berbahagia. Umurnya baru tujuh belas tahun dan sedang menjalin cinta dengan seorang perwira militer muda. Dia sering menulis surat yang panjang pada perwira bernama Siwon itu. Siwon pun selalu membalas surat-surat cinta itu yang kemudian dititipkannya pada pelayan pujaan hatinya itu.

 

Pasangan muda yang sedang di mabuk cinta tersebut sering bertemu secara diam-diam di sebuah hutan kecil yang ada di dekat rumah Sungmin. Namun akhirnya pertemuan rahasia tersebut diketahui juga oleh orang tua Sungmin. Mereka sangat marah dan tidak setuju dengan hubungan cinta itu. Mereka mengusir Siwon. Dan dengan marah, mereka memperingatkan Sungmin untuk tidak menemui perwira muda itu lagi. Hal itu benar-benar membuat hati Sungmin hancur dan sedih. Namun Siwon tetap mengirim surat kepadanya secara sembunyi-sembunyi.

 

Karena tubuhnya yang lemah, Sungmin lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca. Ia lebuh senang membaca novel-novel Perancis. Dalam kisah-kisah cinta yang ditulis dalam novel-novel seperti itu, sering digambarkan bagaimana pasangan muda yang saling mencintai namun dipisahkan secara paksa oleh ayah atau ibu mereka yang tidak menyetujui hubungan cinta tersebut. Banyak kisah cinta yang terpaksa harus berakhir. Tapi banyak pula di antara pasangan itu yang memutuskan untuk nekat melarikan diri berdua, lalu menikah secara diam-diam di tempat yang jauh.

 

Sungmin dan Siwon pun juga memutuskan untuk melakukan kawin lari seperti itu. Apalagi Siwon mengatakan bahwa ia menemukan seorang pastor yang bersedia menikahkan mereka. Mereka berdua dengan diam-diam akan pergi ke gereja pastor tersebut. Setelah resmi menikah nanti, mereka akan pindah ke tempat lain selama beberapa bulan. Setelah itu mereka akan kembali pulang ke desanya lagi, dimana Siwon yakin kedua orang tua Sungmin akan memaafkan mereka.

 

Sungmin setuju dengan rencana Siwon itu, dan menceritakan pada pelayan kepercayaannya. Tentu saja pelayan itu ikut merasa senang dan setuju untuk melaksanakan rencana tersebut. Maka, Sungmin dan pelayannya itu merencanakan akan meninggalkan rumah di malam hari lewat pintu belakang. Siwon akan mengirimkan sebuah kereta luncur salju untuk menjemputnya di luar halaman rumah. Kemudian kusir kereta yang dikirim Siwon akan mengantar Sungmin dan pelayannya ke sebuah desa tetangga. Siwon akan menanti di gereja desa tersebut. Dan di gereja itu keduanya akan menikah.

 

Sungmin mengemasi pakaiannya ke dalam sebuah tas. Kemudian ia menulis sepucuk surat untuk kedua orang tuanya, yang isinya meminta maaf atas tindakan yang akan dilakukannya nanti. Lalu ia turun ke lantai bawah untuk makan malam. Di meja makan hanya ada ibunya. Sungmin duduk di dekat ibunya dan mulai menikmati makanan yang telah terhidang di atas meja makan. Namun wajahnya yang nampak pucat membuat ibunya merasa heran.

 

“Ada apa denganmu, Sungmin? Wajahmu nampak pucat. Apa kau sakit?” tanya ibunya lembut.

 

“Ah, tidak apa-apa, ibu. Aku hanya sedikit pusing saja dan kurang berselera untuk makan. Lebih baik aku beristirahat di kamar saja” jawab Sungmin mencoba tersenyum.

 

Sungmin berdiri dari kursinya. Ia mencium ibunya dan mengucapkan selamat malam, kemudian kembali ke kamarnya di lantai atas. Sungmin duduk di atas ranjangnya dan terdiam. Ia justu menjadi gelisah karena memikirkan tentang rencananya. Karena ia akan segera meninggalkan rumah, juga kedua orang tuanya. Pikiran itu membuatnya sedih. Tapi tidak mungkin untuk membatalkannya, karena menikah dengan Siwon adalah impiannya selama ini. Sungmin mendesah dan hanya terdiam, merenung.

 

~+~+~+~

 

Pagi-pagi sekali pada hari yang telah ditentukan, Siwon bergegas menuju ke desa tetangga, Zhadrino. Pastor di gereja tersebut mengatakan bersedia untuk menikahkan Siwon dan Sungmin malam nanti. Siwon juga berhasil mendapatkan dua orang saksi. Polisi desa itu dan seorang perwira militer yang sudah tua, mereka bersedia hadir di gereja Zhadrino untuk bertindak sebagai saksi bagi penikahan itu.

 

Pukul 08.00 malam Siwon mengirim kusir keretanya untuk menjemput Sungmin dan pelayannya. Setelah itu ia sendiri berangkat ke Zhadrino dengan menggunakan kereta luncur kecil. Pukul 09.00 malam, dengan secara diam-diam Sungmin dan pelayannya pergi meninggalkan rumah. Angin malam bertiup sangat keras, menandakan akan datangnya badai salju. Hujan salju menerpa wajah mereka ketika menyebrangi halaman rumah menuju pintu belakang. Di pintu belakang kereta salju yang dikirim oleh Siwon telah menanti.

 

Karena dinginnya udara, kusir Siwon itu nampak naik dan turun dari kereta untuk menghangatkan tubuhnya. Saat melihat kedua orang yang dijemputnya muncul, dia bergegas menolong mereka naik ke keretanya bersama tas bawaannya. Setelah itu dia menjalankan keretanya di tengah bertiupnya badai salju menuju ke Zhadrino.

 

~+~+~+~

 

Pada saat yang sama Siwon mengendarai kereta luncurnya menembus tumpukan salju tebal yang menutupi jalanan. Ia sudah tidak bisa melihat apa pun di tengah derasnya hujan salju itu. Jalan raya menghilang, tersembunyi di bawah tumpukan salju sat badai salju bertiup keras malam itu. Dengan susah payah ia terus menjalankan keretanya, namun ia belum sampai juga ke tempat tujuannya, yaitu gereja di Zhadrino. Ia bahkan sama sekali tidak melihat atau melewati satu rumah pun sepanjang perjalanannya. Tentu saja, sebab ternyata Siwon tersesat!

 

Akhirnya Siwon sampai di sebuah hutan kecil. Pepohonan di hutan itu memberinya tempat berlindung dari terpaan keras angin bersalju. Salju menumpuk tidak begitu tebal di tempat itu, sehingga Siwon mulai merasa bisa mengenali tempat itu. Namun dasar sial, tiba-tiba kereta luncurnya menabrak akar pohon dan terbalik. Beruntung Siwon tidak terluka. Namun kereta luncurnya terjerembab di salju. Saat itu angin bertiup semakin keras dan badai salju semakin ganas bertiup, menyebabkan Siwon sudah tidak mungkin bisa melanjutkan perjalanannya. Kini ia dan kudanya terpaksa berlindung di balik keretanya, menanti badai berhenti. Namun sepertinya badai tidak kunjung berhenti, dan tanpa sadar Siwon jatuh tertidur.

 

~+~+~+~

 

Elusan lembut sinar matahari pagi membangunkan Siwon dari tidurnya yang lelap. Tubuhnya terasa kaku dan hampir membeku. Setelah bersusah payah akhirnya ia berhasil mengangkat kereta luncurnya. Badai salju telah berhenti dan ia bisa melihat asap api yang membumbung dari rumah-rumah di Zhadrino di kejauhan sana. Siwon tersenyum lega, ia hampir sampai.

 

Siwon menaiki kereta luncurnya dan dengan bergegas memacunya menuju desa tersebut. Ia langsung menuju ke gereja. Namun saat ia tiba di gereja desa itu, pintunya tertutup rapat. Ternyata gereja tersebut terkunci rapat. Dengan bingung Siwon pergi ke rumah bapa pastor untuk menanyakan apa yang terjadi atas diri Sungmin……

 

~+~+~+~

 

Di pagi hari itu juga dokter dipanggil ke rumah Sungmin. Ternyata pemuda manis itu sedang terbaring sakit. Sakit keras, dan tidak tahu lagi apakah masih bisa diselamatkan. Selama dua minggu kemudian, kedua orang tua Sungmin harus menunggui putranya yang sedang sakit itu. Selama menunggui putranya yang sedang sakit itu, ibu Sungmin sering mendengar pemuda manis itu mengigau, menyebut nama Siwon berkali-kali.

 

Akhirnya ibu Sungmin baru menyadari, bahwa rupanya anaknya sakit keras karena memikirkan kekasihnya, Siwon. Setelah berunding dengan suaminya, akhirnya keduanya sepakat untuk menulis surat kepada perwira muda itu. Keduanya sudah tidak bermaksud untuk menghalangi cinta di antara mereka, dan mengizinkan Siwon untuk menemui Sungmin. Akan tetapi, ternyata Siwon telah pergi dari desa itu!

 

Setelah sempat berbicara dengan pastor gereja Zhadrino di pagi hari yang naas itu, Siwon memang langsung pergi bergabung ke induk pasukannya di kota. Bapa pastor dari Zhadrino sendiri tidak pernah berkata apa pun mengenai Siwon. Dia juga tidak pernah bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi pada malam badai salju itu di gerejanya. Begitu pula dengan kedua saksi Sungmin, maupun pelayannya. Dengan begitu rahasia Sungmin tetap tersimpan dengan aman. Dan kedua orang tua Sungmin tidak pernah mengetahui, bahwa putra mereka telah meninggalkan rumah pada malam terjadinya badai salju itu.

 

~+~+~+~

 

Pada tahun 1812, Perancis menyerbu Rusia. Pasukan Napoleon Bonaparte menderap maju menuju Moskow. Namun Sungmin dan keluarganya berada jauh dari medan pertempuran. Pada musim panas, Sungmin benar-benar sembuh kembali. Namun sejak itu ia menjadi seorang pemuda yang pendiam dan pemurung. Sungmin sudah tidak pernah lagi membaca buku-buku novel romantis Perancis, bahkan ia jarang mau tertawa.

 

Pada bulan September sebuah berita buruk datang. Siwon terluka dalam pertempuran melawan pasukan Perancis di Borodino. Sungmin sekali lagi jatuh sakit, namun kali ini ia bisa sembuh lebih cepat. Namun berita yang lebih buruk kembali datang. Siwon gugur di Moskow, ketika Napoleon berhasil menduduki ibukota Rusia itu. Pada waktu yang sama, ayah Sungmin juga jatuh sakit dan meninggal di akhir tahun itu juga. Kini, Sungmin adalah seorang pemuda yang manis dan kaya, namun hatinya remuk dan selalu murung. Ia lalu memutuskan untuk tinggal di tanah pertanian mereka yang luas di desa. Di tempat itu, Sungmin hampir tidak mempunyai teman dan tidak ingin menemui siapapun lagi.

 

Ketika pasukan Perancis menduduki Moskow, pasukan Rusia membakar kota itu. Mereka tidak ingin pasukan Perancis mendapatkan tempat berlindung atau makanan dalam terpaan salju mengerikan musim dingin. Dengan begitu pasukan Perancis harus berjuang melawan musim dingin Rusia yang sangat mengerikan itu. Dan ternyata mereka kalah. Napoleon terpaksa menarik mundur pasukannya ke Perancis. Pasukan Rusia memburunya dan menghancurkan pasukan tersebut. Ketika pasukan Rusia yang membawa kemenangan itu kembali pulang, mereka disambut dengan pesta-pesta meriah oleh rakyat.

 

Banyak perwira diundang dalam pesta kemenangan yang diadakan di rumah Sungmin. Dengan ramah Sungmin menyambut mereka, hanya saja sikapnya tetap dingin terhadap para pria. Namun secara diam-diam, sebenarnya ia merasa tertarik pada seorang perwira muda bernama Kyuhyun. Kyuhyun adalah pemilik tanah pertanian luas sekaligus merupakan tetangganya. Kyuhyun baru saja kembali pulang dari ikut bertempur melawan Perancis dengan membawa banyak medali karena keberaniannya. Umur perwira muda itu baru 26 tahun, telah berpangkat kolonel. Wajahnya tampan, dan tidak seperti perwira muda lainnya. Dia pendiam dan serius.

 

Oleh karena itulah, Sungmin dan ibunya semakin sering mengundang Kyuhyun untuk makan malam di rumah mereka. Bahkan Kyuhyun mulai mengunjungi Sungmin setiap hari. Akan tetapi ketika ibu Sungmin bertanya pada putranya itu, apakah dia tidak pernah berpikir untuk menikah? Pemuda manis itu hanya menggeleng lemah.

 

Hari itu Kyuhyun kembali mengunjungi Sungmin di rumahnya. Saat ia datang, dilihatnya ibu Sungmin sedang duduk sendirian diruang perpustakaan. Saat itu Kyuhyun sengaja mengenakan pakaian seragam perwiranya, meski sebenarnya saat ini ia sedang libur tugas.

 

“Selamat siang, nyonya” sapa Kyuhyun.

 

Ibu Sungmin menoleh dan tersenyum ketika melihat Kyuhyun.

“Ah, kolonel Kyuhyun. Senang melihatmu lagi hari ini” katanya.

 

Kyuhyun hanya tersenyum. Kemudian ia bertanya pada wanita paruh baya itu,

“Bolehkah saya berbicara dengan putra nyonya hanya berdua saja?”

 

Ibu Sungmin memperhatikan Kyuhyun sesaat. Kemudian ia menjawab sambil tersenyum bahagia,

“Tentu saja boleh, kolonel Kyuhyun. Dia sedang berada di taman”

 

Kyuhyun berterima kasih dan segera beranjak pergi menuju taman. Di taman ia melihat Sungmin sedang duduk sendirian, membaca sebuah buku. Wajahnya yang tenang nampak sangat manis. Sungmin langsung mengangkat kepalanya ketika mengetahui Kyuhyun melangkah ke arahnya. Kyuhyun berhenti tepat di hadapan Sungmin. Wajah tampannya nampak sedikit gugup. Sungmin menutup bukunya dan memandang Kyuhyun.

 

Sambil mengempit topi perwiranya, kemudian Kyuhyun mulai berkata,

“Sungmin, hari ini aku datang kemari untuk…untuk melamarmu menjadi istriku, tapi……”

 

“Tapi, aku tidak mungkin jadi istrimu. Sebab ada orang lain yang…” Sungmin menukas dengan cepat.

 

“Aku tahu kau mencintai orang lain,” sela Kyuhyun. “Dan aku juga tahu kematian pujaan hatimu itu membuat hatimu sangat sedih. Tetapi setelah 3 tahun berlalu, apakah kau belum juga dapat melupakannya?”

 

Sungmin hanya diam dengan sedih dan menunduk, tidak berani memandang Kyuhyun. Kyuhyun memandangnya dan sejenak ia nampak terlarut dalam kesedihan itu. Kyuhyun terdiam sesaat. “Sebenarnya aku juga mempunyai suatu rahasia mengerikan yang akan kuceritakan padamu,” akhirnya Kyuhyun berkata lirih. “Sebenarnya, aku tidak boleh meminang dirimu. Sebab sebenarnya aku bukan seorang bujangan lagi. Aku telah menikah!”

 

Sungmin mendongak, memandang Kyuhyun dengan kaget.

“Tapi biarlah aku menjelaskan persoalan yang sebenarnya kepadamu,” sambung Kyuhyun. “Sampai saat ini aku sudah tidak tahu lagi dimana istriku itu berada, selain itu aku juga tidak tahu siapa namanya.”

 

“Oh, betapa anehnya!” seru Sungmin keheranan.

“Biar kuceritakan seluruhnya kepadamu, agar kau menjadi jelas dan mengerti.” tutur Kyuhyun lagi.

“Coba ceritakan” kata Sungmin dengan sabar.

 

Kyuhyun menarik nafasnya dengan pelan sesaat sebelum mulai bercerita.

“Saat itu awal tahun 1812. Aku sedang dalam perjalanan menuju ke Vilno. Karena sudah agak terlambat, aku sangat tergesa-gesa. Cuaca waktu itu sangat buruk. Aku telah menjalankan keretaku sepanjang siang dan malam tanpa henti.

 

“Kemudian malam itu aku cukup beruntung karena berhasil mendapatkan kuda pengganti di pos pemberhentian kereta. Sebenarnya penjaga pos pemberhentian itu telah menyarankan kepadaku untuk beristirahat dan menunggu di pos itu, sebab badai salju sedang mulai mengamuk. Namun aku memutuskan untuk tetap meneruskan perjalananku.

 

“Dengan begitu, aku berkereta menembus badai salju malam itu. Padahal semakin lama badai salju semakin memburuk, sehingga aku tidak bisa melihat jalan lagi. Hujan salju menyilaukan pandanganku dan terlebih lagi, aku dalam keadaan sangat lelah. Aku banyak minum vodka untuk menghangatkan tubuhku.

 

“Tiba-tiba di arah depan aku merasa melihat secercah sinar, dan segera aku mengarahkan keretaku ke tempat itu. Ternyata sinar itu datang dari dalam sebuah gereja kecil pedesaan. Ada dua atau tiga kereta luncur di luar gereja tersebut. Dan aku kemudian mendengar seseorang berseru ke arahku, “Lewat sini! Lewat sini!”

 

“Aku lalu masuk ke dalam gereja kecil tadi tanpa mengetahui di desa manakah sebenarnya letak gereja itu. Ada beberapa lilin dinyalakan di dalam gereja tersebut yang membuatku merasa hangat berada di dalamnya. Di dalam gereja itulah aku berdiri, masih terbungkus rapat jaket tebalku, hampir membeku karena kedinginan dan masih penuh dengan tempelan salju, dalam keadaan sangat letih dan sedikit mabuk.

 

“Seseorang berseru ke arahku, “Puji Tuhan, akhirnya kau datang juga!”. Kemudian seseorang yang lain menggandeng tanganku dan menuntunku ke arah seorang pemuda yang juga terbungkus mantel tebal. Setelah itu seorang pastor tua memulai suatu upacara pernikahan. Aku merasa senang bisa menjadi saksi dalam pernikahan itu. Tapi kemudian aku berpikir, betapa sangat anehnya peristiwa itu. Sebab semua orang di gereja itu seakan-akan sedang menanti kedatanganku.

 

“Upacara pernikahan itu dilakukan dengan tergesa-gesa. Sebelum aku sadar dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi, ternyata aku dinikahkan dengan pemuda tadi dan bukannya menjadi saksi seperti yang kuduga sebelumnya.

 

“Sekarang saling berciumanlah kalian berdua,” kata bapa pastor tua tadi. Istri baruku membuka topi tebalnya dan telah siap menciumku dan aku sendiri lalu membuka topiku. Pemuda itu menatapku terkejut di keremangan sinar lilin dan kemudian menjerit, “Ini bukan dia!” kemudian dia jatuh pingsan. Dengan gugup pastor dan orang-orang lain menolong pemuda malang yang mendadak pingsan itu. Sedangkan aku lalu berlari keluar dari gereja, melompat ke dalam kereta luncurku dan meneruskan perjalananku…”

 

Sungmin yang sejak tadi mendengarkan cerita Kyuhyun dengan serius kemudian bertanya,

 “Lalu apa yang terjadi dengan istrimu yang malang itu?”

 

“Aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya,” jawab Kyuhyun. “Sebab aku tidak pernah mengetahui nama desa dimana aku dinikahkan itu. Selain itu, saat itu kemudian aku harus cepat-cepat ikut bertempur melawan pasukan Perancis. Pasukanku mengejar pasukan Napoleon sampai ke Paris. Jadi, aku sudah tidak punya harapan lagi untuk bisa menemukan istriku itu sekarang.”

 

Tiba-tiba mata foxy Sungmin membulat. Sambil memegang lengan kolonel itu ia berkata,

“Tuhan maha Pengasih! Jadi kau lelaki asing itu dulu! Ketahuilah, kolonel, akulah pemuda yang dinikahkan di Zhadrino pada malam badai salju itu!”

 

Wajah Kyuhyun mendadak berubah pucat. Ia langsung menjatuhkan dirinya di kaki Sungmin yang ternyata adalah istrinya itu. Sungmin mengangkat kepala Kyuhyun. Ia menatapnya sejenak. Kemudian tersenyum dan berkata,

 

“Itu artinya kau tidak perlu melamarku lagi. Karena ternyata aku telah menjadi istrimu. Sekarang kau boleh mencium istrimu ini, karena saat malam badai salju itu kau tidak sempat menciumnya, bukan?”

 

Kyuhyun tersenyum, antara merasa malu dan senang. Tapi kemudian ia mendekati wajah manis Sungmin. Ia mencium bibir istrinya itu dengan lembut. Kemudian mereka saling tersenyum malu bersama. Sungmin menunjuk tempat disampingnya, dan Kyuhyun pun segera duduk disampingnya.  Untuk sejenak mereka hanya terdiam, saling melirik dan kemudian saling tersenyum seperti pasangan yang baru dimabuk cinta.

 

Badai salju itu memang telah lama berhenti. Tapi karena badai salju itu, kisah tak terduga ini terjadi. Bagaikan sebuah takdir.

 

~Fin~

 

26 thoughts on “The Blizzard

  1. aku baru baca…..ohmy… ini romance banget dan fluffy menurutku kk ;AAA; sequel dong yaah kk ^^ semangat :*

  2. Sebenarnya ceritanya bagus.. Apalagi endingnya yg ga ketebak..
    Cuman rasanya gimana ya.. Mnurutku terlalu monoton.. Apa gara” sudut pandang yg diambil itu sudut pandang org ketiga.. Dialognya kurang.. Terlalu banyak kata”, membuat jadi bosan mmbacanya.. T^T

  3. id intinya kyumin dinikahkan gr2 kyu dikiran won gt? Bner2 gk diduga2 bgt critanya author…dan saya suka ceritanya berasa baca cerita roman masa lalu gt…. romantis tp trkesan kuno (dlm artian baik lho) dan aq suka bgt deh

  4. wah keren ff nya jadi ternyata KyuMin sudah menikah toh memang mereka ditakdirkan untuk bersatu sih maknya mesti harusnya itu Siwon tapi pada akhirnya Kyu lah yg mendapatkan Ming bahakan dia kembali di pertemukan dgn Ming,,
    nice ff ^^

  5. ahh~ kayakny ak prnh baca/nnton sstu yg critany mrip ini deh xD *iyalah ini kan remake -__-*

    sumpah ini bagus >< benar benar tidak terduga ! tp kasian abg won u,u

  6. wkwk… kasian amat siwon.. dya yg udah nyiapin semuanya malah kyu yg dapet ming…
    untung ada badai tuh kkk~

  7. astagaa, haduhhh ini lucu banget …😄
    si sungmin yg berniat kawin lari sama siwon, ternyata kgak sadar kalo dinikahin sama orang lain…😀
    Haduhh, sumveh itu pastornya apa kgak inget muka siwon kyak gmna ?? Astagaaaa😀
    ya wajar kalo sungmin pingsan ya orang dia pastinya sangat shock gegara dinikahin sma orang asing…
    Tpi jodoh emang kgak kmana, ternya orang asing yg dinikahkan sama dia dulu adalah kalonel yg ngelamar dia sekarng …🙂
    mungkin lanjutan dari kalimat sungmin itu bukan seperti yg diucapin kyuhyun, mungkin dia mau bilang, ngak mungkin dia nikah sama kyuhyun, krna dia udh nikah …
    Ahh, kyumin lucu banget😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s