[Side story] Min Sae & Min Yoo is a good babbies / Take two

Gambar

Cast            : Min Sae, Min Yoo (OC), KyuMin, super junior.

Genre          : Family. M-preg

length           : Drabble or One shot ?

Disclaimer      : Story and OC belong to me, KyuMin dan all super junior’s name belong to their self

Summary        : No summary, just read please.

*Side story ini menceritakan kelakuan dan tingkah nakal si kembar. Min Sae & Min Yoo bisa juga jadi bayi yang baik kok. nggak percaya? Check this out

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Take two : just sleep well, I’ll take care of you

 

“Kau akan pergi?” tanya Kyuhyun terkejut.

“Ne” jawab Sungmin seraya menyiapkan pakaiannya.

“Bagaimana dengan dua setan kecil itu?” tanya Kyuhyun menunjuk Min Sae dan Min Yoo yang sedang asyik bermain bersama.

 

Sungmin mendelik memandang Kyuhyun.

“Mereka juga bayimu Kyu. Tentu saja kau bertanggung jawab mengurus mereka” jawab Sungmin.

 

“Tapi…kenapa harus tiba–tiba seperti ini?” tanya Kyuhyun cemberut.

“Bukankah aku sudah memberitahumu dua hari yang lalu, bahwa aku akan ikut Hangeng hyung dan Heechul hyung ke Cina. Mereka membutuhkanku disana” jawab Sungmin.

 

“Aku juga membutuhkanmu disini” kata Kyuhyun seraya duduk dipinggir kasur, memperhatikan Sungmin yang kembali menyiapkan pakaiannya dan memasukkannya ke dalam tasnya.

 

Sungmin mendengus.

“Ayolah Kyu. Banyak yang akan membantumu disini. Misalnya Wookie…” kata Sungmin.

 

“Wookie ikut bersama Yesung hyung ke rumahnya untuk merayakan pesta ulang tahun ke 5 restoran orang tuanya” potong Kyuhyun.

 

“Donghae, Teuki hyung, Hyukie, Siwon…” kata Sungmin mencoba mencari nama lain.

 

“Siwon hyung sedang sibuk syuting drama Athena di Italia. Teuki hyung, Donghae hyung dan Hyukie hyung sedang berlibur di Jepang,” potong Kyuhyun. “Shindong hyung sedang cedera dan harus mengikuti terapi. Kibum hyung terlalu sibuk dengan filmnya. Lalu Kangin hyung…”

 

“Araseo. Kau tidak perlu menyebutkan jadwal mereka satu persatu” kata Sungmin.

 

Sungmin menutup resleting tasnya dan mengangkat kepalanya. Kyuhyun sedang merengut memandangnya. Sungmin beranjak duduk disisi Kyuhyun dan menyentuh wajahnya. mempertemukan mata Kyuhyun yang cemerlang dengan miliknya.

 

“Hanya 5 hari Kyu” kata sungmin.

 

Kyuhyun masih merengut memandangnya.

“4 hari” kata Sungmin.

Ekspresi Kyuhyun tidak berubah.

“3 hari” kata Sungmin.

 

Kyuhyun masih tidak merubah ekspresinya.

“Araseo. 2 hari” kata sungmin.

 

Kyuhyun memalingkan wajahnya. Sungmin mendesah.

“Kyu~ aku ke Cina untuk bekerja. Please!!” kata Sungmin memandang kyuhyun dengan puppy eyes-nya.

 

Giliran Kyuhyun yang mendesah. Ia tidak pernah bisa menghindar dari puppy eyes milik Sungmin. “Araseo, 2 hari” kata Kyuhyun setuju.

 

Sungmin tersenyum.

“Aku akan segera pulang begitu pekerjaanku selesai. Aku akan berusaha menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat” kata Sungmin.

 

“Sebaiknya begitu. Karena nanti aku pasti akan kerepotan” kata Kyuhyun.

“Kurasa tidak. Kau akan baik–baik saja Kyu, mereka bayi yang baik” kata Sungmin tertawa kecil.

 

Sungmin beranjak mengecup kepala bayi kembarnya.

“Baiklah Min kecil. Aku harus pergi selama beberapa hari…”

“Ehemm…” Kyuhyun berdehem kecil.

 

Sungmin memutar kedua bola matanya yang cermelang.

 “2 hari, aku tahu. Appa akan mengurus kalian. Jangan nakal. Arachi?” kata Sungmin tersenyum.

 

Min Yoo mengulurkan kedua tangannya menyentuh wajah sungmin dan mengecupnya.

“Nyaa nyaa nyaa…” kata Min Sae seraya memainkan bonekanya.

“Aku akan segera pulang” kata Sungmin tersenyum.

 

Sungmin membelai kepala bayi kembarnya kemudian menyambar tasnya. Mengecup dengan singkat pipi kyuhyun dan beranjak pergi. Namun Sungmin berhenti diambang pintu.

“Kyu” panggil Sungmin menoleh.

“ne?” jawab Kyuhyun.

 

“Kau akan menjaga mereka dengan baik ‘kan? Sekarang sedang musim hujan, terutama di malam hari. Suara petir membuat takut Min Sae dan Min Yoo. Mereka pasti akan menangis dan sulit tidur hingga pagi” kata Sungmin.

 

“Aku akan menjaga mereka. Mereka akan tidur nyenyak malam ini” kata Kyuhyun.

“Araseo” kata Sungmin tersenyum kemudian beranjak pergi.

 

Meninggalkan Kyuhyun sendiri bersama bayi kembarnya. Kyuhyun memandang Min Sae dan Min Yoo yang masih asyik bermain. Seharusnya ia bisa santai bermain starcraft. Merebut kemenangan yang ke sekian kali untuknya. Tapi tidak untuk 2 hari ini.

 

****

 

Kyuhyun sedang berusaha memandikan Min Sae yang terus bergerak didalam bathup. Asyik memukul air dengan tangan mungilnya. “Nyaa kyaa kyaa” celoteh Min Sae senang.

 

“Aissh. Hentikan Min Sae, kau membasahi bajuku” kata Kyuhyun seraya menggosok tubuh Min Sae dengan sabun bayi.

 

Min Sae tertawa seraya terus memukul–mukul permukaan air.

“Tutup matamu Min Sae” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengusap wajah Min Sae dengan sabun kemudian membasuh tubuhnya dengan air hingga busa–busa ditubuh mungilnya menghilang. Ia mengangkat Min Sae dan membalutnya dengan handuk.

 

“Baiklah. Sudah cukup bermain airnya Min Sae” kata Kyuhyun seraya membawa Min Sae keluar dari kamar mandi.

 

Kyuhyun berusaha memakaikan Min Sae pakaian sementara Min Sae terus bergerak seraya berceloteh yang tidak jelas. “Ya! Tenanglah sebentar Min Sae” kata Kyuhyun.

 

“Nyaa nyaa” celoteh Min Sae seraya terus menggerakkan kedua tangannya.

 

Akhirnya Kyuhyun selesai memakaikan Min Sae pakaian. Dress kecil berwarna biru membalut tubuh mungil Min Sae. Kyuhyun tersenyum puas dan berpikir ia bisa beristirahat.

“Araseo. Sudah selesai” kata Kyuhyun.

 

Namun Kyuhyun segera memukul dahinya dengan lelah saat menoleh. Min Yoo sudah membasahi celananya lagi dengan ompolannya. Tumpahan susu mengotori tubuhnya.

“Ya! Kau baru saja mandi Min Yoo. Aissh!!” kata Kyuhyun.

“Nyaa nyaa kyaa..” celoteh Min Yoo tenang.

 

Kyuhyun menggendong Min Yoo dan mendesah.

“Itu artinya kau harus mandi lagi” kata Kyuhyun kemudian membawa Min Yoo ke kamar mandi.

 

Kyuhyun mengisi bathup dan kembali memandikan Min Yoo. Min Yoo tertawa senang memainkan air dengan tangannya. Kyuhyun hampir selesai memandikan Min Yoo saat ia menyadari Min Sae merangkak masuk mendekati bathup.

 

“Ya! Min Sae berhenti disitu. Kau tidak boleh masuk” kata Kyuhyun.

 

Namun Min Sae terus merangkak masuk. Kyuhyun segera mengangkat tubuh mungil Min Sae menjauh dari lantai yang basah dan penuh dengan busa–busa sabun.

“Nyaa nyaa nyaa” celoteh Min Sae menunjuk bathup.

“Kau sudah mandi Min Sae” kata Kyuhyun menggeleng.

 

Min Sae memandang adik kembarnya yang sedang asyik memukul permukaan air dengan tangannya. Ia ingin ikut bermain. “Nyaa nyaa” kata Min Sae menunjuk bathup.

 

“Tidak boleh. Kau harus menunggu diluar dengan tenang sampai aku selesai memandikan Min Yoo. Arachi?” kata Kyuhyun.

 

Min Sae meronta dalam gendongan Kyuhyun dan mulai merengek. Sementara Min Yoo terus bermain air dan mulai menyiram ke arah Kyuhyun. Kyuhyun berusaha menghindar dan segera mengangkat tubuh Min Yoo menjauh dari bathup.

 

“Cukup. Kalian membuat bajuku basah. Acara mandi selesai” kata Kyuhyun mulai kesal.

 

Dengan menggendong dua bayi kembarnya, Kyuhyun berjalan keluar kamar mandi. Ia meletakkan Min Sae didalam box bayi dan memberikan boneka pada Min Sae yang mulai menangis. Kyuhyun mendesah dengan bingung.

 

“Min Sae chagi, berhenti menangis. Appa harus memakaikan adikmu baju dulu. Kau bermain dulu dengan bonekamu arachi?” kata Kyuhyun berusaha membujuk kemudian mengecup kepala Min Sae.

 

Akhirnya Min Sae berhenti menangis dan mulai bermain dengan bonekanya. Kyuhyun segera memakaikan Min Yoo baju. Tidak perlu waktu lama untuk memakaikan Min Yoo baju. Setelah selesai Kyuhyun mengangkat Min Yoo dan meletakkannya didalam box bayi yang ia gunakan bersama kakak kembarnya. Kyuhyun memandang pakaiannya yang basah. Rasanya setiap kali Sungmin memandikan bayi kembarnya, ia melakukannya dengan mudah. Mungkin kyuhyun harus mulai belajar mengurus bayi dari Sungmin.

 

“Araseo. Appa ingin mandi dulu. Kalian tunggu disini dengan tenang, arachi?” kata Kyuhyun membelai kepala Min Sae dan Min Yoo.

 

“Nyaa” kata Min Sae dan Min Yoo.

 

Kyuhyun segera beranjak pergi seraya mendesah.

“Cepatlah pulang Sungmin. Rasanya aku akan frustasi 2 hari lagi” pikir Kyuhyun.

 

****

 

Kyuhyun sedang menyiapkan makan malam untuk bayi kembarnya dan dirinya. 2 mangkuk bubur bayi instant segera terhidang didepan Min Sae dan Min Yoo. Bubur instant, karena Kyuhyun tidak mau repot memasak dan mengacak–acak dapur. Well, lebih tepatnya dia tidak tahu bagaimana caranya memasak dengan benar. Masakan Sungmin dan Ryeowook sudah cukup mengisi perutnya seperti biasa.

 

Min Sae memandang makan malamnya sesaat. Memandang Min Yoo yang sedang menikmati makan malamnya. Kemudian memandang Kyuhyun.

“Mwo?” tanya Kyuhyun.

 

Min Sae mendorong mangkuk buburnya menjauh kemudian menjulurkan lidahnya. Ia lebih suka bubur buatan Sungmin yang bukan instant. Terasa lebih enak dilidahnya.

“Ya! Tidak perlu protes. Ini hanya sementara sampai eomma’mu pulang. Sebaiknya kau habiskan makan malammu” kata Kyuhyun.

 

Kemudian Kyuhyun menyuapi Min Sae, membujuknya dengan segala cara agar Min Sae mau makan. Sementara itu Min Yoo asyik memainkan makan malamnya. Mengotori wajah dan bajunya dengan bubur. Kyuhyun mendesah dan segera menghentikan tangan mungil Min Yoo.

 

“Ya! Itu bukan mainan. Ini makanan” omel Kyuhyun.

 

Min Yoo memandang kyuhyun kecewa. Ia masih ingin bermain. Kyuhyun menggelengkan kepalanya kemudian menyuapi Min Yoo. Namun Min Yoo menolak.

“Ya! Habiskan makan malammu Min Yoo” bujuk Kyuhyun.

 

Selama 2 jam Kyuhyun berusaha menyuapi Min Sae dan Min Yoo. Membujuk bayi kembarnya dengan mainan dan segala cara. Kyuhyun menghela nafas perlahan.

“Sabar Kyu…sabar…” kata Kyuhyun pada dirinya sendiri.

 

****

 

Kyuhyun mencuci piring terakhir dan meletakkannya dirak piring. Ia beranjak ke ruang tengah dan mengedarkan pandangannya. Bayi kembarnya perlahan mulai terlelap didepan tv. Kyuhyun memandang keluar jendela. Langit malam terlihat sangat gelap. Suara gemuruh perlahan terdengar.

 

“Semoga tidak turun hujan malam ini. Hari ini sudah cukup melelahkan” kata Kyuhyun berharap.

 

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya dikarpet, disamping bayi kembarnya yang sudah terlelap. Sekarang asrama ini terasa sangat tenang. “Akhirnya bisa istirahat juga” kata Kyuhyun seraya menghela nafas dengan lelah.

 

Kyuhyun menoleh memandang Min Sae dan Min Yoo yang terlelap. Deru nafas mereka mengisi ruangan yang tenang. Kyuhyun tersenyum dan membelai kepala bayi kembarnya. Ia tidak menyangka mengurus bayi ternyata sangat merepotkan. Mungkin Kyuhyun harus belajar banyak dari Sungmin. Perlahan Kyuhyun mulai terlelap.

 

****

 

Kyuhyun menggeliat pelan merasakan sesuatu menyentuh wajahnya berulangkali. Ia dapat menebak siapa yang sedang memukul wajahnya dengan tangannya yang mungil. “Uggh…Min Sae biarkan appa tidur” kata Kyuhyun tanpa membuka matanya dan membalik tubuhnya.

 

Min Sae merengut memandang Kyuhyun yang tidak beranjak bangun, kemudian kembali memukul Kyuhyun. “Nyaa nyaa nyaa” kata Min Sae.

 

Min Yoo membuka matanya dan beranjak bangun. Ia memandang kakak kembarnya yang sedang memukul Kyuhyun dengan tangan mungilnya. Namun Kyuhyun tetap tidak merubah posisinya. Ia tetap melanjutkan tidurnya.

 

Gludukk…gludukk…

 

Min Yoo menoleh dan merangkak mendekati jendela. Ia memandang keluar jendela. Rasanya ia mendengar suara yang ia kenali didalam langit malam yang gelap. Perlahan suara itu semakin terdengar. Rasanya seperti mendekat. Rintik hujan turun membasahi jalan dan semakin deras.

 

Cahaya kilat menghiasi langit malam disusul dengan suara gemuruh yang terdengar menyeramkan. Tiba–tiba…

 

Ctarr !!!

 

Min Yoo terlonjak kaget mendengar suara petir yang keras dan mulai menangis ketakutan. Min Sae menghentikan tangannya dan menangis terkejut. Ia merasa takut. Kyuhyun tersentak bangun mendengar tangisan bayi kembarnya.

 

“Mworago?” tanya Kyuhyun terkejut.

 

Min Sae segera memeluk Kyuhyun. Min Yoo masih menangis ditempatnya.

“Ya! Tenanglah. Itu hanya suara petir” kata Kyuhyun berusaha menenangkan.

 

Ctarr…ctarr !!!

 

Hwuaa…!!!

 

Min Sae dan Min Yoo menangis semakin keras. Mendadak listrik padam. Kini ruangan gelap dan disertai suara gemuruh dan petir yang tidak berhenti bersahutan. Membuat Min Sae dan Min Yoo semakin ketakutan. Kyuhyun segera beranjak memeriksa dan berdecak kesal.

 

“Cih…sepertinya listriknya putus karena petir” gerutu kyuhyun.

 

Kyuhyun meraba mencari senter atau lilin untuk menerangi ruangan yang gelap. Tidak lama ia menemukan sebuah senter kecil diatas meja. Kyuhyun mencoba menyalakan  senter tersebut. Menyala. Kyuhyun tersenyum dan menyorot lampu senternya ke arah bayi kembarnya. Memastikan mereka baik–baik saja. Mereka masih menangis. Min Sae merangkak mendekati Kyuhyun seraya menangis.

 

“Tenanglah. Semua akan baik–baik saja” kata Kyuhyun seraya menggendong Min Sae.

 

“Hwuaa…ppa ppa” kata Min Yoo seraya menangis.

“Araseo. Aku datang” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengarahkan senternya pada Min Yoo yang menangis dilantai dan beranjak mendekat. Ia mendengus melihat lantai yang basah. Min Yoo mengompol.

“Aigoo Min Yoo…” desah Kyuhyun.

 

Kyuhyun meletakan senter dimulutnya kemudian menggendong Min Yoo. Ia berjalan perlahan menuju kamarnya dengan bantuan senter kecil miliknya. Kyuhyun meletakkan bayi kembarnya diatas kasur. Ia mengambil senter dari mulutnya dan mengarahkan cahaya pada bayi kembarnya. Mereka masih menangis. Kyuhyun mengarahkan cahaya senternya ke lemari. Beranjak membukanya dan mengambil sebuah celana kecil.

 

“Sebentar. Kita harus mengganti celanamu dulu Min Yoo” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun berusaha mengganti celana Min Yoo yang basah seraya berusaha menenangkan bayi kembarnya yang masih menangis. Karena ruangan yang gelap membuat Kyuhyun sulit membedakan celana bagian depan dengan bagian belakang.

 

“Aissh…sepertinya terbalik” gerutu Kyuhyun seraya menyorot dengan senternya.

 

Kyuhyun kembali berusaha memperbaiki celana Min Yoo. Setelah beberapa menit akhirnya Kyuhyun berhasil memakaikannya dengan benar. “Sekarang sudah benar” kata Kyuhyun tersenyum puas.

 

“Hikss…ppa ppa…” panggil Min Sae seraya menyentuh ujung kaos Kyuhyun.

“Ne, Min Sae. Sekarang ayo kita cari lilin” jawab Kyuhyun.

 

Kyuhyun menggendong bayi kembarnya dan beranjak mencari lilin. Setelah beberapa lama mencari akhirnya ia menemukan beberapa batang lilin dilemari. Kyuhyun meletakan bayi kembarnya dilantai dan membelai kepala mereka sesaat untuk menenangkan mereka. Ia menyalakan lilin–lilin tersebut dan meletakkannya disudut ruangan. Segera cahaya remang–remang menerangi ruangan.

 

“Ini lebih baik” kata Kyuhyun tersenyum.

 

Kyuhyun mematikan senternya, meletakkannya dan beranjak memeluk bayi kembarnya yang masih menangis. “Ara ara. Sekarang berhenti menangis. Arachi? Appa ada disini” kata Kyuhyun.

 

Perlahan Min Sae dan Min Yoo menghentikan tangisan mereka. Mata mereka tertuju pada nyala api lilin yang terasa hangat meski diluar sedang turun hujan. “Lihat. Sekarang sudah tidak gelap lagi. Tidak apa–apa” kata Kyuhyun menenangkan.

 

Kyuhyun mengangkat tangan mungil Min Sae dan Min Yoo mendekati api lilin. Min Sae dan Min Yoo merasakan sensasi hangat yang mengenai telapak tangan mereka. Min Sae mendongak memandang Kyuhyun.

 

“Terasa hangat bukan?” kata Kyuhyun tersenyum.

 

“Nyaa nyaa kyaa” celoteh Min Sae mulai tenang.

 

“Tapi kalian tidak boleh menyentuhnya. Nanti tangan kalian terbakar, arachi?” kata Kyuhyun melarang.

 

Sudah saatnya untuk tidur. Namun Min Sae dan Min Yoo memandang Kyuhyun dengan ragu dan memeluknya dengan erat. Suara petir dan gemuruh masih terdengar berlomba dibalik langit malam yang gelap. Kyuhyun memandang bayi kembarnya yang kelihatannya bersiap untuk menangis kembali.

 

“Suara petir membuat takut Min Sae dan Min Yoo. Mereka pasti akan menangis dan sulit tidur hingga pagi.”

 

Kyuhyun mendesah

“Tidak apa–apa. Petir itu tidak akan menyakiti kalian. Appa ada disini” kata Kyuhyun tersenyum seraya membelai kepala Min Sae dan Min Yoo dengan lembut.

 

“Nyaa nyaa nyoo…” celoteh Min Yoo seraya memperat pelukannya.

 

Kyuhyun terdiam sesaat. Kepalanya mencoba mengingat hal–hal yang biasa Sungmin lakukan disaat seperti ini. “Araseo. Aku akan membuatkan susu untuk kalian dan bernyanyi sampai kalian tertidur. Aku akan selalu berada disamping kalian” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun melepaskan tangan–tangan mungil yang memeluknya dengan erat.

“Kalian tunggu disini sebentar dengan tenang, arachi?” kata Kyuhyun.

 

“Ppa…ppa nya nya” kata Min Sae.

“Ppa..ppa hikss hikss” kata Min Yoo mulai menangis.

“Appa tidak akan lama” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun beranjak kedapur dengan ditemani senter kecilnya. Kyuhyun membuka lemari dan mencari susu bayi. Cahaya senter Kyuhyun menyorot kaleng susu ditangannya.

“Aigoo…ini susu diet Sungmin” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun meletakkan kembali kaleng susu milik sungmin dan kembali mencari.

“Ini dia” kata kyuhyun saat berhasil menemukannya.

 

Kyuhyun segera berusaha membuat dua botol susu. Kyuhyun mengernyit merasakan sesuatu yang menabrak kakinya. Ia menyorotkan senternya ke bawah dan segera menghela nafas lega. Ternyata Min Yoo yang mengikutinya.

 

“Ya, bukankah aku menyuruhmu untuk menunggu disana? Kenapa kau mengikutiku?” tanya Kyuhyun.

 

“Ppa…nyaa nyaa…hikss hikss” kata Min Yoo seraya mengulurkan kedua tangannya.

 

Kyuhyun menggendong Min Yoo dan memberikan botol susu miliknya.

“Seharusnya kau menungguku dengan tenang. Waeyo? Kau masih takut?” tanya Kyuhyun.

 

“Hikss…hikss..” Min Yoo terisak seraya memegang botol susunya yang terasa hangat.

“Sekarang kau tidak perlu takut lagi” kata Kyuhyun tersenyum seraya mengusap air mata yang membasahi wajah mungil Min Yoo.

 

Kyuhyun mengambil botol susu milik Min Sae dan beranjak pergi.

“Sekarang dimana kakakmu?” tanya Kyuhyun seraya mengedarkan cahaya senternya ke seluruh ruangan.

 

Hwuaa!!!

 

Kyuhyun terkejut dan mengarahkan senternya ke sudut ruangan. Min Sae sedang menangis seraya mengangkat jari telunjuknya. Sepertinya ia terluka. Sebatang lilin terjatuh dan padam. Segera ia beranjak mendekat.

 

“Min Sae mworago?” tanya Kyuhyun seraya meletakkan Min Yoo disampingnya.

“Hwuaa…hwuaa…” tangis Min Sae keras.

“Coba kulihat” kata Kyuhyun kemudian memeriksa jari telunjuk Min Sae.

 

Jari telunjuk Min Sae memerah dan luka bakar.

“Omo. Jarimu terbakar. Bukankah aku sudah mengatakan untuk tidak menyentuh lilin?” kata Kyuhyun.

 

“Hwuaa…hwuaa…hwuaa…” tangis Min Sae semakin keras.

“Tidak apa–apa. Aku akan mengobatinya” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun beranjak mencari kotak obat. Meneteskan obat merah dijari telunjuk min sae dan membalutnya dengan plester. “Sekarang sudah tidak apa–apa” kata Kyuhyun.

 

Min Sae memandang jarinya yang kini terbalut plester. Perlahan ia mulai tenang.

“Ppa…nyaa nyaa” Min Sae menunjukkan jarinya yang diplester. Meminta Kyuhyun untuk menciumnya, seperti yang biasa Sungmin lakukan jika ia terluka.

 

“Mwo?” tanya Kyuhyun tidak mengerti.

“Nyaa nyaa!” Min Sae mendekatkan jarinya pada bibir Kyuhyun.

“Ah…araseo.” Kyuhyun akhirnya mengerti kemudian mengecup jari Min Sae yang telah diplester.

 

Min Sae tersenyum senang.

“Sekarang kau minum susumu” kata Kyuhyun memberikan botol susu milik Min Sae.

 

Min Sae merangkak dan merebahkan tubuhnya disamping Min Yoo kemudian meminum susunya. Kyuhyun merebahkan tubuhnya disamping bayi kembarnya dan mulai bernyanyi. Kyuhyun bernyanyi dengan lembut dan merdu. Menyanyikan lagu yang biasa Sungmin nyanyikan untuk bayi kembarnya di waktu tidur.

 

Diluar hujan masih turun disertai suara petir yang bersahutan dibalik awan. Namun Min Sae dan Min Yoo sudah tidak merasa takut lagi. Mereka merasa tenang dan aman. Suara merdu Kyuhyun mengusir rasa takut mereka. Sentuhan tangan Kyuhyun  menjaga mereka sepanjang malam. Perlahan Min Sae dan Min Yoo tertidur. Kyuhyun menghentikan nyanyiannya dan tersenyum. Membelai kepala bayi kembarnya dan berpikir, ia sudah seperti Sungmin saat ini.

 

“Tidurlah. Aku akan menjaga kalian. Min kecil” bisik Kyuhyun.

 

****

 

Ting !!

 

Perlahan pintu lift terbuka. Sungmin melangkah keluar dan berhenti didepan kamar apartementnya. Sungmin mengulurkan jarinya untuk menekan bel, namun ia segera mengurungkannya. Sungmin menekan nomor password kamarnya dan segera melangkah masuk. Ia ingin membuat kejutan pagi ini untuk Kyuhyun dan bayi kembarnya.

 

Suasana sepi menyambut kedatangan Sungmin. Tidak terdengar keributan yang biasa dibuat oleh Min Sae dan Min Yoo. Ia juga tidak melihat Kyuhyun yang biasanya duduk didepan komputernya. Tapi ia melihat keluarga kecilnya sedang terlelap bersama diruang tengah. Tangan Kyuhyun melingkar diatas tubuh Min Sae dan Min Yoo seakan menjaganya.

 

Sungmin mengernyit melihat bekas lelehan dari lilin – lilin yang mengotori lantai.

“Semalam listrik mati?” kata Sungmin mengernyit.

 

Sungmin meletakkan tasnya dilantai dan beranjak pelan mendekati keluarga kecilnya. Min Sae dan Min Yoo terlihat tidur dengan pulas. Sungmin tersenyum dan mengecup kepala mereka satu persatu. Dan berakhir dikening Kyuhyun. Kyuhyun menggeliat pelan dan membuka matanya. Ia tersenyum melihat sosok Sungmin.

 

“Hai” sapa Kyuhyun.

“Hai” balas Sungmin tersenyum.

 

“Kau sudah pulang? Bukankah seharusnya kau pulang besok?” tanya Kyuhyun.

“Bukankah aku sudah mengatakannya? Aku akan segera pulang begitu pekerjaanku selesai” jawab Sungmin.

 

Kyuhyun beranjak bangun dan mengusap wajahnya yang masih setengah mengantuk.

“Aku sudah menyelesaikan bagianku. Hangeng hyung akan mengurus sisanya” kata Sungmin.

“Itu bagus” kata Kyuhyun seraya menguap.

 

Sungmin memandang bayi kembarnya yang tertidur dengan pulas.

“Semalam turun hujan bukan? Bagaimana dengan Min Sae dan Min Yoo? Mereka pasti menangis semalam” tanya Sungmin.

 

“Hujan dan mati lampu. Tapi seperti yang kau lihat sekarang, mereka tidur nyenyak. Aku sudah bilang bukan, mereka akan tidur nyenyak malam ini” jawab Kyuhyun menarik satu sudut bibirnya.

 

Sungmin menoleh memandang Kyuhyun.

“Bagaimana kau melakukannya?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun mengernyit sesaat seakan berpikir.

“Bernyanyi” jawab Kyuhyun.

“Bernyanyi?” tanya Sungmin mengernyit tidak percaya.

 

“Bernyanyi. Jika para wanita saja terlena mendengar suaraku, apalagi bayi” jawab Kyuhyun tersenyum percaya diri.

 

Sungmin mendengus tidak percaya kemudian tersenyum.

“Bernyanyi. Itu adalah hal yang selalu aku lakukan di waktu tidur. Kurasa kau sedang belajar dariku” kata Sungmin.

 

“Apapun itu” kata Kyuhyun kembali menguap.

 

Sungmin mengecup singkat pipi Kyuhyun dan tersenyum.

“Terima kasih sudah menjaga mereka Kyu” kata Sungmin.

 

Kyuhyun tersenyum dan merebahkan kembali tubuhnya.

“Kapanpun kau harus pergi, aku akan menjaga mereka. Tenang saja. Mereka akan tidur nyenyak setiap malam” kata Kyuhyun.

 

Sungmin mengernyit menyadari plester yang membalut jari telunjuk Min Sae.

“Kenapa jari Min Sae diplester?” tanya Sungmin.

“Min Sae tidak sengaja menyentuh api lilin” jawab Kyuhyun seraya menguap.

 

“Mwo? kau bilang akan menjaga mereka dengan baik?!” kata Sungmin terkejut.

“Aku sudah melarangnya, tapi dia tidak mendengarku,” kata Kyuhyun. “Tapi, aku melakukannya dengan benar kan? Plester itu.”

 

Sungmin mendesah dan tersenyum.

“Yeah. Kau melakukannya dengan benar” jawab Sungmin kemudian mengecup jari mungil Min Sae yang terbalut plester.

 

“Sayang” panggil Kyuhyun.

“Ne” jawab Sungmin menoleh.

 

Kyuhyun menarik tangan Sungmin hingga Sungmin jatuh disampingnya.

“Sebentar lagi. Sekarang biarkan aku tidur sebentar lagi. Aku masih mengantuk. Sekarang giliranmu untuk menjaga kami” kata Kyuhyun seraya memeluk Sungmin dan kembali tidur.

 

Sungmin memandang kyuhyun yang kembali tidur dan bayi kembarnya yang masih terlelap disampingnya. Terlihat begitu pulas dan polos.  “Tidurlah. Aku akan menjaga kalian” kata Sungmin tersenyum kemudian mulai bernyanyi pelan.

 

Fin

15 thoughts on “[Side story] Min Sae & Min Yoo is a good babbies / Take two

  1. hwaaa…. so sweeeeeeettt… *pasang badan smping min yoo.. ikut tidur*
    aduhhh… kyu kau appa yg baikk..
    jadi appa dri anak2ku ya *dibogemMing*
    semakin pengen liat mereka married…
    lanjut oenni.. yg semangat

  2. aigoooo kasian kyu kerepotan
    sabaar bangetttt kyu
    min sae sm min yo hihihi kelakuannya

    manisss bangat pas2 mw ending
    hihihih keluarga bahagia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s