My name is…? / part 1

Gambar

Pairing          : KyuMin

Genre           : Romance, action

Length          : Chaptered

Warning        : Boys love, shounen-ai, rate-T

Disclaimer      : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Summary       : Hidup Sungmin berantakan sejak ayah dan adiknya dibunuh oleh sebuah sindikat pembunuhan, dan ibunya mati bunuh diri. Sungmin hidup sendirian, dan mencoba untuk bertahan hidup di klub milik Heechul. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Kyuhyun, yang membayarnya untuk menemaninya malam itu. Sejak malam itu kehidupan Sungmin mulai berubah perlahan. Hingga akhirnya Sungmin menyadari bahwa ia tidak benar-benar mengenal Kyuhyun. Ada satu sisi Kyuhyun yang misterius. Kyuhyun menyebut dirinya dengan nama Kyu, tapi itu hanyalah nama panggilannya. Siapa Kyuhyun sebenarnya? Siapa nama Kyuhyun sebenarnya?

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Part 1

 

Sungmin tersentak bangun dari tidurnya. Nafasnya tidak beraturan dan keringat membasahi tubuhnya. Sungmin menyentuh dadanya, merasakan jantungnya yang berdetak tidak teratur.  “Sial. Kenapa harus mimpi itu lagi?” gerutunya kesal.

 

Sungmin mengatur nafasnya dan mencoba menenangkan diri. Ia menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Ia terus mengulanginya hingga ia merasa tenang kembali. Pintu kamar terbuka dan seorang pria Cina muncul diambang pintu.

 

“Mimpi buruk lagi?” tanya pria itu.

 

Sungmin menoleh ke arah pintu, kemudian melirik jam digital di atas mejanya yang menunjukkan pukul 00.00 PM. “Dicampakkan pelangganmu Hangeng hyung?” tanya Sungmin seraya beranjak turun dari kasurnya.

Hangeng mendengus dan berjalan mendekat.

“Tidak ada yang bisa mencampakkanku dengan mudah. Kau tahu itu” jawabnya.

 

Sungmin menarik satu sudut bibirnya dan beranjak ke kamar mandi. Hangeng duduk di pinggir jendela memandang pemandangan malam kota Seoul yang masih terlihat ramai meski ini sudah sangat larut. Terdengar suara air shower yang mengalir dari kamar mandi.

 

“Ada apa hyung? Tumben sekali kau mengunjungiku selarut ini” tanya Sungmin dari dalam kamar mandi.

 

“Heechul memintaku untuk memanggilmu. Dia ingin bertemu denganmu” jawab Hangeng.

 

“Apa dia tidak bisa menunggu hingga pagi hari? Orang itu selalu saja suka seenaknya” kata Sungmin terdengar kesal.

 

“Kau tahu dia tidak pernah menunggu” kata Hangeng tertawa.

 

“Benar juga. Dia memang orang yang suka seenaknya” kata Sungmin seraya mematikan kran shower dan meraih handuknya.

 

“Dia bos kita” kata Hangeng mengingatkan.

 

“Aku heran bagaimana hyung betah bekerja dengannya” kata Sungmin seraya melilitkan handuk dipinggangnya dan berjalan keluar.

 

“Lalu bagaimana aku bisa menjadi tangan kanannya sekarang?” sahut Hangeng.

 

“Kurasa karena cuma hyung yang bisa mengendalikannya saat suasana hatinya sulit ditebak dan bertingkah seenaknya” timpal Sungmin seraya membuka lemari pakaiannya dan segera berpakaian.

 

Hangeng tertawa kecil dan menoleh memandang Sungmin.

“Kau bermimpi buruk lagi Minie?”

 

Sungmin mendesah.

“Ne. untuk yang ke 20 kalinya”

 

“Sudah 7 tahun berlalu. Itu waktu yang cukup lama”

 

“Entahlah…”

Hangeng beranjak turun dari pinggir jendela.

“Pasang senyum terbaikmu dan segeralah turun”

 

“Memangnya ada apa sih?” Sungmin mengernyit.

 

“Kau dapat pelanggan”

 

“Aku sedang libur. Bukannya seharusnya hari ini giliran anak baru itu?”

 

“Ryeowook masih belum siap. Dia masih butuh banyak latihan. Heechul memberinya waktu 3 minggu untuk mempersiapkan dirinya”

 

“3 minggu? Sepertinya suasana hati orang itu sedang bagus” Sungmin mendengus tidak percaya.

 

“Sudahlah. Cepat temui dia sebelum suasana hatinya berubah kembali” Hangeng menepuk pelan bahu Sungmin dan berjalan pergi.

 

Sungmin memeriksa penampilannya di cermin dan tersenyum.

“Sempurna” katanya kemudian beranjak pergi.

 

****

 

Sungmin berjalan menuruni anak-anak tangga dan melewati sebuah lorong. Di ujung lorong seorang pria berwajah polos sedang menunggunya. Pria itu mengangkat kepalanya saat Sungmin mendekat.

 

“Hyung…” panggil pria itu.

“Annyeong Wookie” sapa Sungmin.

 

Ryeowook menganggukkan kepalanya dengan sopan.

“Apa kau sedang menungguku?” tanya Sungmin.

 

“Aku merasa tidak enak denganmu hyung. Seharusnya malam ini kau libur tapi karena aku…” kata Ryeowook menunduk.

 

“Tidak masalah. Aku tidak bisa tidur. Lagipula jika aku sedang tidak libur pun, orang itu pasti akan tetap memanggilku” potong Sungmin.

 

“Maaf hyung” kata Ryeowook.

“Sudahlah. Aku tidak bisa menyalahkanmu. Kau baru 3 bulan berada di klub ini, tentu kau masih terkejut dengan pekerjaan barumu ini” kata Sungmin mengerti.

 

“Aku…masih belum terbiasa. Semuanya masih terasa sulit bagiku” kata Ryeowook pelan.

 

“Kau akan segera terbiasa. Tapi jangan paksakan dirimu jika kau memang belum siap. Tanyakan padaku jika kau butuh bantuan” kata Sungmin tersenyum.

 

“Terima kasih hyung” kata Ryeowook tersenyum lega.

 

“Aku harus segera pergi sebelum orang itu berbuat seenaknya kembali,” kata Sungmin kemudian beranjak pergi. Ia berhenti sesaat dan menoleh, “Ahh…siapa yang menjadi DJ malam ini?”

 

“Remaja Cina itu. Namanya, umm…” Jawab Ryeowook seraya berpikir.

 

“Henry” kata Sungmin tersenyum kecil, kemudian membuka pintu dan melangkah masuk.

 

Dentuman suara musik yang keras menyambut langkah Sungmin. Sungmin melangkahkan kakinya diantara para pengunjung yang sedang asyik menghentakkan tubuh mereka mengikuti irama musik. Henry melambaikan tangannya saat melihat Sungmin. Sungmin pun balas melambai dan tersenyum. Henry kembali memainkan peralatan Djnya dengan lihai. Terlihat Donghae sang bartender sedang sibuk meracik minuman di mejanya. Sungmin mengedarkan pandangannya dan dengan cepat ia dapat menemukan sang big boss. Rambutnya yang dicat pirang terang dan setelan berwarna putih, di ruangan yang minim cahaya ini Sungmin dengan mudah dapat melihat Heechul dengan gelas winenya.

 

“Bahkan di ruangan yang gelap ini, aku dapat menemukanmu dengan mudah bos” kata Sungmin menarik satu sudut bibirnya.

 

Sungmin segera berjalan mendekat.

“Kau lama sekali” kata Heechul seraya menggoyangkan gelas winenya perlahan dengan sikap sedikit tidak sabar.

 

“Maaf hyung, aku—“ kata Sungmin.

 

“Sudahlah. Pelangganmu sedang menunggu di kamar 207. Lakukan pekerjaanmu dengan baik Minie. Dia sudah membayar mahal” kata Heechul memotong.

 

“Aku mengerti” kata Sungmin kemudian beranjak pergi.

****

 

Saat Sungmin membuka pintu kamar 207 dan melangkah masuk, ia mengernyit heran memandang tamunya. Seorang pria tampan sedang duduk di sofa dengan tenang. Earphone berwarna putih menutupi kedua telinganya. Matanya asyik memperhatikan PSP di tangannya.

 

“Apa aku salah masuk kamar?” pikir Sungmin.

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan tersenyum pada sungmin.

“Kau lama sekali. Aku hampir bosan menunggu” katanya seraya meletakkan PSPnya diatas meja.

 

“Maaf” kata Sungmin tersadar. Ia berjalan mendekat dan memandang tamunya.

 

“Ada apa?” tanya Kyuhyun menyadari pandangan heran Sungmin.

 

“Tidak. Hanya saja…aku jarang mendapat tamu seorang pria” jawab Sungmin memilih duduk di atas kasur yang empuk, memperhatikan tamunya lekat-lekat.

 

“Begitukah? Siapa namamu?”

 

“Sungmin. Namamu?”

 

Kyuhyun diam sesaat dan melepas earphone-nya.

“Mereka memanggilku Kyu” jawab kemudian.

 

“Mereka?” kata Sungmin tidak mengerti.

 

“Semua orang yang mengenalku”

 

“Kurasa itu bukan nama aslimu”

 

Kyuhyun mengangkat bahunya dengan santai.

“Itu nama kecilku. Panggil saja aku Kyu”

 

Sungmin memandang Kyuhyun dan tersenyum, memutuskan untuk tidak terlalu peduli soal nama Kyuhyun. “Baiklah, Kyu” katanya tersenyum.

 

Sungmin membuka kancing kemejanya dan melepasnya perlahan, memperlihatkan kulitnya yang putih dan mulus. Ia melempar kemejanya begitu saja ke samping kasur dan memandang tamunya yang tidak beranjak untuk mendekatinya. Kyuhyun hanya memperhatikan dengan tenang.

 

“Apa kau pernah melayani tamu pria sebelumnya Sungmin ssi? Kau terlihat sudah terbiasa” tanya Kyuhyun.

 

“Hanya beberapa kali. Aku jarang mendapat tamu pria. Tapi kau tamu pria paling tampan yang pernah kutemui” jawab Sungmin tersenyum menggoda.

 

“Kau sedang merayuku?” tanya Kyuhyun, tersenyum.

 

Sungmin tertawa kecil.

“Aku sedang melakukan tugasku. Ini hal biasa,” jawabnya. “Apa ini pengalaman pertamamu?”

 

Kyuhyun diam sesaat dan tersenyum kecil.

“Ya…” katanya kemudian.

 

“Tapi kau terlihat begitu tenang. Biasanya orang yang baru pertama kali akan merasa gugup dan bingung” kata Sungmin.

 

“Apa aku harus bertingkah seperti itu? Seperti orang bodoh” kata Kyuhyun mengernyit.

 

“Kau menarik sekali Kyu,” kata Sungmin mendengus geli. Ia menatap Kyuhyun dan berkata dengan nada menggoda, “Kenapa kau hanya duduk saja disana, Kyu? Apa kau tidak ingin menyentuhku Kyu? Aku disini untukmu”

 

Kyuhyun hanya diam memandang sungmin dan tersenyum, namun tidak beranjak dari tempatnya. Sungmin beranjak bangun dan berjalan mendekati Kyuhyun. Ia duduk dipangkuan Kyuhyun dan memainkan jemarinya dengan nakal di dadanya.

 

“Kau ingin melakukannya di sofa?” Sungmin berbisik menggoda di telinga Kyuhyun.

 

Kyuhyun tidak menjawab. Sungmin mulai membuka satu kancing baju Kyuhyun. Jari sungmin beranjak untuk membuka kancing kedua namun tangan Kyuhyun segera menghentikan aksinya.

“Berapa usiamu, Sungmin sshi?” tanya Kyuhyun.

 

“Apa? 26” jawab Sungmin dengan bingung. “Kenapa?”

 

“Hm, berarti aku harus memanggilmu hyung” kata Kyuhyun seraya melepas tangan Sungmin dan menjauhkannya dari kancing bajunya.

“Hyung? Memang berapa usiamu?” tanya sungmin mengernyit memandang Kyuhyun.

 

“24” jawab Kyuhyun.

 

“24?” kata Sungmin seolah tidak percaya.

 

Kyuhyun tersenyum dan memberi isyarat agar Sungmin turun dari pangkuannya. Sungmin pun beranjak turun dari atas pangkuan Kyuhyun dan menatap pria itu dengan bingung. Kyuhyun berdiri dan mengambil kemeja Sungmin yang tergeletak di samping kasur.

 

“Kenakan lagi pakaianmu hyung” kata Kyuhyun memberikan kemeja itu pada Sungmin.

 

“Apa?” kata sungmin bingung.

 

“Apa kau tidak kedinginan? Kau bisa sakit nanti” kata Kyuhyun seraya menyodorkan kemeja ditangannya pada Sungmin

 

Sungmin menatap pria itu dengan semakin bingung dan memakai kembali kemejanya. Kyuhyun tersenyum dan beranjak mengambil sebotol wine yang telah disiapkan di atas meja. “Kenapa? Apa kau tidak suka bermain dengan orang yang lebih tua darimu?” tanya Sungmin seraya mengancingkan kemejanya.

 

Kyuhyun tertawa kecil seraya membuka penutup botol wine. Menuangkannya ke dalam gelas–gelas yang sudah disiapkan dan memberikannya pada Sungmin. “Aku masih normal. Lagipula, kau bukan tipeku” jawab Kyuhyun seraya duduk disamping Sungmin dan menyesap winenya dengan santai.

 

Sungmin mengernyit bingung memandang Kyuhyun. Pria ini aneh.

“Lalu untuk apa kau datang ke tempat ini dan membayarku?” tanyanya tidak mengerti.

“Kelihatannya kau kecewa” kata Kyuhyun tanpa berpaling.

 

Sungmin mengalihkan pandangannya pada gelas wine di tangannya.

“Tidak juga. Aku bersyukur tidak perlu melakukan hal itu malam ini. Seharusnya malam ini aku libur. tapi…”

 

Perkataan Sungmin terhenti sesaat. Kyuhyun menoleh dan memandangnya.

“Tapi?” katanya.

 

“Aku tidak pernah mengecewakan pelangganku. Kau sudah membayar mahal dan seharusnya aku melakukan tugasku. Jika tidak Heechul hyung akan sangat marah” kata Sungmin melanjutkan

 

“Orang yang berambut pirang terang itu?” tanya Kyuhyun.

“Dia bosku. Pemilik club ini” jawab Sungmin.

 

“Kelihatannya dia orang yang unik” kata Kyuhyun.

“Sangat unik. Perubahaan moodnya tidak pernah terduga dan suka berbuat seenaknya” kata Sungmin seraya tertawa kecil.

 

Sungmin meletakkan gelasnya dan kembali memandang kyuhyun.

“Lalu apa yang ingin kau lakukan malam ini?” tanya Sungmin.

 

“Temani aku mengobrol. Aku sedang bosan. Kau tidak keberatan, kan?” jawab Kyuhyun seraya meletakkan gelasnya dan memadang Sungmin.

 

“Baiklah, aku tidak keberatan” kata Sungmin tersenyum. “Dari mana kita mulai?”

 

Kyuhyun duduk lebih dekat dengan Sungmin dan membelai pipinya dengan menggunakan punggung tangannya. “Ceritakan bagaimana kau bisa berada di tempat ini”

 

Sungmin terdiam sejenak. Ia memandang kosong gelas winenya, mencoba mengingat kembali mimpi buruk yang selalu membuatnya terbangun di tengah malam.

“Entahlah…” katanya pelan, mengernyit.

 

Sungmin mulai bercerita, dan Kyuhyun diam memperhatikannya.

“Aku ingat pernah memiliki sebuah keluarga kecil. Kami bahagia. Tapi hari itu ayahku berangkat kerja dan tidak pernah kembali ke rumah. Seminggu kemudian kami mendapatkan kabar, ayahku telah meninggal. Seseorang telah membunuhnya. Aku tidak begitu mengerti apa yang dibicarakan oleh polisi. Mereka menyebut ayahku adalah korban dari suatu sindikat pembunuhan…entahlah, aku tidak mengerti,”

 

“Sejak peristiwa kematian ayah, keluarga kecilku menjadi kacau. Ibuku depresi dan menjadi pemabuk berat. Dan adikku…dia menjadi tertutup. Aku berusaha keras untuk bertahan dan mengembalikan keluarga kecilku. karena ibu masih sulit mengendalikan kesedihannya, praktis akulah yang mengurus segalanya. Hari itu aku pergi berbelanja. Tapi saat aku kembali…”

 

Sungmin berhenti sesaat. Perasaan itu, rasa takut dan sedih itu kembali muncul. Bayangan mimpi buruknya kembali berputar di kepalanya. Bulir–bulir air mata mengalir di sudut mata pemuda manis itu. Kemudian ia melanjutkan ceritanya.

 

“Aku melihat orang–orang berkerumun di depan rumahku. Ramai sekali. Aku tersadar rumahku terbakar. Aku segera teringat dengan ibu dan adiku yang masih berada di dalam. Seluruh barang belajaanku terjatuh ke tanah dan aku berlari ke dalam. Semua orang berteriak mencegahku tapi aku terus berlari. Aku berusaha mencari mereka, tapi aku menemukan adiku sudah tergeletak tidak bernyawa di kamarnya. Sebuah luka tembakan bersarang di dadanya. Aku beralih ke kamar ibuku dan sangat terkejut,”

 

Sungmin mulai terisak. Kyuhyun menggenggam tangan sungmin dan memeluknya dengan lembut. Tangannya mengusap lembut punggung Sungmin.

 

“Di tengah kobaran api, aku melihat ibuku menari dan bernyanyi dengan mengenggam foto ayah. Aku berusaha menyelamatkannya tapi ibu hanya tersenyum. Saat tersadar aku sudah berdiri di depan makam keluarga kecilku. Orang–orang mengatakan ibuku mulai gila, menembak anaknya sendiri dan membakar rumah berserta dirinya. Aku tidak bisa berkata apa pun selain menangis. Tapi telingaku tidak tahan mendengarnya. Aku berlari dan terus berlari hingga aku merasa lelah. Kakiku berhenti di depan klub ini. Heechul hyung menemukanku dan membawaku ke sini,”

 

“Jujur. Hari pertamaku tinggal disini itu, sangat sulit. Heechul hyung benar–benar sulit di tebak. Beruntung Hangeng hyung mau membantuku. Dan inilah aku sekarang.” Sungmin mengakhiri ceritanya.

 

“Maaf, seharusnya aku tidak memintamu bercerita” kata Kyuhyun merasa sedikit tidak enak.

 

“Tidak apa–apa. Aku senang kau mau mendengar ceritaku” kata Sungmin tersenyum dalam pelukan Kyuhyun.

 

Kyuhyun melepas pelukannya dan mengulurkan tangannya, menghapus air mata di wajah manis Sungmin dengan lembut. “Kau kuat yah” katanya tersenyum seraya membelai kepala Sungmin.

 

Kyuhyun menoleh saat merasakan ponselnya bergetar di dalam sakunya. Ia merogoh sakunya mengambil ponselnya yang terus bergetar dan memandang sesaat layar ponselnya, sebelum kemudian segera mengangkat telepon itu seraya berjalan menjauh. Sungmin diam memperhatikan Kyuhyun. Ini pertama kalinya ia bisa bercerita tentang masa lalunya pada orang lain dengan nyaman dan tanpa takut. Pertama kalinya ia menangis kembali. Dan pertama kalinya, ada yang memeluknya dan menghapus air matanya dengan lembut. Kyuhyun memperlakukannya dengan baik dan membuatnya sangat nyaman.

 

“Kelihatannya dia orang baik. Dia juga tampan” pikir Sungmin.

 

Kyuhyun mengakhiri pembicaraannya dan memandang jam tangannya.

“Sudah jam 2 pagi” kata Kyuhyun.

 

“Apa kau ingin pergi?” tanya Sungmin.

 

“Ya, aku harus bekerja sekarang” jawab Kyuhyun seraya memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku.

 

“Apa pekerjaanmu?” tanya Sungmin lagi, ingin tahu.

 

Kyuhyun diam sesaat.

“Fotografer freelance” jawabnya kemudian.

 

“Ini ‘kan sudah jam 2 pagi” kata Sungmin sedikit mengernyit.

 

“Banyak tempat yang harus kudatangi. Pekerjaanku itu menyenangkan tapi tidak tetap waktunya. Seperti sekarang, aku harus pergi”

 

Sungmin memandang Kyuhyun yang sedang bersiap pergi. Sedikit rasa kecewa menyusup di hatinya. Ia masih ingin lebih lama bersama Kyuhyun. Sungmin beranjak merapikan dirinya dan memandang pantulan dirinya di cermin. Kyuhyun memeluk Sungmin dari belakang dan tersenyum.

 

“Terima kasih sudah menemaniku malam ini” kata Kyuhyun.

 

“Bukan masalah” kata Sungmin tersenyum.

 

Senyum sungmin menghilang perlahan.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun melepas pelukannya.

 

“Apa yang harus kukatakan pada Heechul hyung? Jika dia tahu aku tidak melakukan tugasku dan tidak membuatmu puas, ia pasti akan marah” kata Sungmin khawatir.

 

“Tenang saja” kata Kyuhyun tersenyum menenangkan.

 

Kyuhyun menggandeng tangan Sungmin dan menariknya pergi. Dentuman suara musik yang keras sudah berubah menjadi lebih pelan saat Sungmin dan Kyuhyun melangkahkan kaki mereka ke dalam club. Heechul tersenyum menyambut kedatangan mereka. Sungmin menunduk dengan bingung.

 

“Bagaimana? Apa pelayanannya memuaskan?” tanya Heechul.

 

Kyuhyun melirik Sungmin dan tersenyum.

“Dia hebat. Aku sangat puas” jawab Kyuhyun seraya memeluk pinggang Sungmin.

 

Sungmin menoleh, terkejut memandang Kyuhyun.

“Wah…hebat juga aktingnya” pikir Sungmin.

 

“Bagus,” desis Heechul senang. “Minie, antar pelangganmu keluar.”

 

Sungmin mengangguk patuh. Ia merangkul lengan Kyuhyun dan mengantarnya keluar club. Di luar club Sungmin melepaskan rangkulannya di lengan Kyuhyun, dan pria tampan itu berjalan mendekati sebuah mobil Porsche hitam.

 

“Terima kasih. Aktingmu tadi hebat sekali” kata Sungmin.

 

Kyuhyun membuka pintu mobilnya dan memandang Sungmin sesaat.

“Aku tidak berakting kok” katanya, kemudian ia masuk ke dalam mobil dan duduk dibalik kemudi.

 

“Apa?” kata Sungmin.

 

Kyuhyun menyalakan mesin mobilnya dan menoleh pada Sungmin.

“Senang bisa mengenalmu dan mendengar ceritamu hyung. Aku benar–benar merasa puas” katanya tersenyum.

 

Sungmin tertegun sesaat.

“Apa kau akan kembali ke sini lagi? Apa kita akan bertemu lagi?” tanyanya.

 

Kyuhyun hanya tersenyum memandang sungmin dan menginjak pedal gasnya. Mobil Porsche hitam itu pun perlahan melaju pergi. Selama beberapa lama Sungmin masih berdiri terpaku memandang Porsche hitam Kyuhyun yang telah menghilang diantara keramaian kota Seoul.

 

****

 

08.00 AM.

 

“Lagi–lagi sindikat kelompok pembunuh yang terkenal ‘SJ’ berbuat ulah kembali. Tadi pagi pada pukul 06.00 direktur utama perusahan Kang, Kang Jungmo telah ditemukan sudah tidak bernyawa dirumahnya dengan luka tembakan tepat di jantungnya. Di perkirakan tuan Kang dibunuh dari jarak sejauh 200m. Tidak ada saksi mata yang melihat si pelaku. Polisi mengatakan…”

 

Kyuhyun mematikan tv mobilnya dan tersenyum menyeringai. Ia menginjak pedal gasnya semakin dalam, memacu porschenya melewati jalan gunung yang sepi. Mobil Porsche hitam itu berbelok memasuki halaman sebuah rumah yang cukup besar. Sekeliling rumah itu terlihat sepi. Kyuhyun menghentikan mobilnya. Ia mematikan mesin mobilnya, beranjak turun dan mengambil tasnya dari bagasi. Ia berjalan menuju pintu dan membukanya. Namun saat ia baru saja melangkah masuk, seorang pria berdiri di depannya.

 

“Kau terlambat sekali, Kyu” kata Eunhyuk terlihat kesal.

Gambar

Nama : eunhyuk

Posisi : ahli strategi

Sangat ceria, bersemangat, ahli menyusun strategi (perkiraannya selalu tepat), tidak sabaran, tidak mau kalah dari Kyuhyun.

 

Kyuhyun hanya tersenyum simpul dan berjalan melewati Eunhyuk. Eunhyuk menoleh dan merengut kesal memandang Kyuhyun. “Hey! Aku sedang bicara padamu” teriaknya.

 

“Kau berisik sekali hyung” kata Kyuhyun.

 

“Aissh! Kenapa kau menembaknya dari jarak jauh? Kau tidak mengikuti rencanaku” kata Eunhyuk seraya berjalan mengikuti Kyuhyun.

 

“Aku tidak mau repot mengotori tanganku” kata Kyuhyun santai.

 

“Sudah kubilang, urusan penjaga dan orang di rumah itu serahkan padaku dan Yesung hyung. Urusan keamanan serahkan pada Kibumie. Kau cukup membunuh direkturnya sesuai dengan rencana”

 

“Menembak lebih mudah dan cepat dari pada harus menggunakan racun dan membuat heboh di rumah itu”

 

Eunhyuk berhenti dan semakin merengut kesal.

“Mati karena tembakan jarak jauh itu tidak indah. Tidak berseni. Terlalu cepat. Tidak menarik”

 

“Kau ini berisik sekali sih, Eunhyuk hyung. Mengganggu konsentrasi saja” kata Kibum yang merasa terganggu dengan suara berisik Eunhyuk.

Gambar

Nama : kibum

Posisi : hacker, ahli menyamar

cukup pendiam, hacker jenius, ahli menyamar, tidak bisa diganggu jika sudah berhubungan dengan computer

 

Kyuhyun berhenti, menoleh melihat Kibum yang sedang asyik di depan komputernya. Ia berjalan mendekatinya dan mengernyit bingung melihat barisan data–data yang bermunculan di layar-layar komputer milik Kibum.

 

“Menemukan sesuatu yang menarik, Kibumie?” tanya Kyuhyun.

 

“Aku sedang berusaha masuk ke dalam jaringan pemerintah. Sulit sekali. Mereka memasang banyak pengaman” kata Kibum tanpa berpaling. Wajahnya tampak serius, tampak sangat menikmati kesibukannya itu.

 

“Wow…” kata Kyuhyun menggeleng kemudian berjalan menjauhi Kibum, membiarkan sang hacker dengan kesibukannya.

 

“Bagaimana dengan senjata barunya, Kyu?” tanya Yesung yang sedang membersihkan senjata shotgun tipe Leone 12 Gauge miliknya di sofa panjang.

Gambar

Nama : yesung

Posisi : ahli senjata, sniper

Cukup unik, tenang, ahli dalam urusan senjata dan penembak jitu

 

Kyuhyun duduk di samping Yesung dan membuka tasnya. Ia mengeluarkan sebuah senjata tipe magnum sniper dan memberikannya pada Yesung. “Sempurna hyung” jawab Kyuhyun tersenyum puas.

 267660_230732750280353_100000308894304_789429_7426267_n

Nama : kyuhyun a.k.a kyu

Posisi : sniper

Sangat tenang, senang main games, simple, sebenarnya pribadi yang baik dan hangat namun karena masa lalunya dia menjadi dingin dan tidak perduli, sikapnya berubah saat sudah memegang senjata, mampu menembak dari jarak 200m, sniper yang sangat handal, penembak jitu.

 

“Di mana ketua?” tanya Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.

 

“Sebentar lagi juga datang” jawab Yesung seraya memeriksa senjata milik Kyuhyun.

 

Tidak lama seorang pria muncul di ambang pintu. Siwon sang ketua melangkah masuk dan duduk di kursinya. Ia mengambil cangkir cappuccino miliknya di atas meja dan menyesapnya perlahan. Kemudian ia memandang ke empat anak buahnya.

Gambar

Nama : siwon

Posisi : leader

Tenang, berwibawa, cermat, berpikiran panjang, ramah namun dapat membunuh dengan kejam

 

“Pekerjaan yang bagus. Kalian berhasil melakukan tugas kalian dengan baik” kata Siwon tersenyum puas.

 

“Tapi ketua… Kyu tidak melakukan sesuai rencana” protes Eunhyuk.

 

“Yang penting pria gendut itu mati. Aku sudah melakukan tugasku” kata Kyuhyun santai.

 

“Sudahlah. Itu bukan masalah” kata Siwon tenang.

 

Eunhyuk menutup mulutnya dan merengut. Siwon mengeluarkan sebuah map dan melemparnya ke atas meja. Yesung mengambil map tersebut dan membukanya. Map itu berisi sebuah foto seorang pria. Yesung, Kibum, Eunhyuk dan Kyuhyun bergantian melihat foto tersebut.

 

“Seseorang baru saja mengirim undangan ke email kita. Target kita kali ini adalah dia, Presiden direktur Kim dari perusahaan SHINWA Corp. Kita akan membunuhnya dan menghancurkan semua data milik mereka” kata Siwon menjelaskan.

 

“Dia terlihat masih muda” kata Eunhyuk mengamati foto ditangannya.

“Mungkin sekitar 28 tahun” kata Kibum

 

“Semuda itu sudah menjadi presiden direktur? Hebat sekali” kata Eunhyuk takjub.

 

“Bagaimana dengan bayarannya?” tanya Kyuhyun.

 

Siwon tersenyum memandang magnaenya.

“250.000.000 won” jawab sang ketua.

 

“Wow…” kata Eunhyuk tersenyum senang.

 

“Kita akan bergerak 2 bulan lagi” kata Siwon.

 

“Kenapa kita tidak membunuhnya sekarang saja?” tanya Eunhyuk.

 

“Itu tidak mungkin. Kita baru saja membunuh direktur Kang Jungmo. Jika kita melakukan pembunuhan dalam waktu dekat ini polisi akan curiga” jawab Kibum.

 

“Itu benar. Aku ingin bermain dulu dengan kepala polisi itu” kata Siwon kembali menyesap ccapuccinonya dan tersenyum.

 

“Benar juga. Saat ini mereka pasti sedang kebingungan” kata Eunhyuk tertawa.

 

“Kalian sudah tahu tugas kalian ‘kan?” tanya Siwon.

 

“Aku tahu, boss!!” kata Eunhyuk tersenyum senang. Ia selalu merasa senang setiap kali melakukan pekerjaannya.

 

“Kami mengerti” kata Kibum dan Yesung.

 

Kyuhyun berdiri dan meraih tasnya.

“Baiklah, aku tahu” katanya kemudian beranjak pergi.

 

Kibum memandang pintu yang sudah tertutup dan tidak lama kemudian terdengar suara mesin mobil yang menjauh pergi. Kibum hanya mengendikkan bahunya tidak peduli dan kembali duduk di depan komputernya.

 

“Aigoo, sikapnya menyebalkan sekali” kata Eunhyuk menggelengkan kepalanya tidak suka.

 

“Tapi kita sangat membutuhkan dia. Sulit mendapat sniper handal seperti dia. Lagipula hanya dia yang mampu menggunakan senjataku dengan baik” timpal Yesung.

 

“Dia pembunuh yang hebat” kata Siwon tersenyum.

 

****

 

Kantor polisi Seoul

 

Kepala polisi Kangin mengernyit memandang tumpukan berkas–berkas laporan di mejanya. Semua kasus bernada sama, pembunuhan oleh kelompok SJ. Kangin mengambil berkas milik kelompok tersebut dan membacanya. Di kota Seoul siapa yang tidak mengenal mereka, kelompok pembunuh bayaran SJ. Sudah 8 tahun Kangin memburu mereka namun mereka selalu berhasil lolos. Jika Kangin maju satu langkah untuk menangkap mereka, mereka sudah 2 langkah di depannya. Perbuatan mereka selalu bersih dan sulit dilacak. Ia hampir pernah berhasil menangkap mereka, namun lagi–lagi mereka berhasil kabur. Tapi setidaknya Zhoumi berhasil melukai seorang anggota mereka. Peluru Zhoumi mengenai perutnya, tapi Kangin yakin orang itu berhasil selamat.

 

Kangin berhenti membaca dan mendesah dengan kesal. Ia ingin sekali segera menangkap mereka. Terdengar suara ketukan pintu.

“Masuklah” kata Kangin.

 

Pintu terbuka dan seorang pria tinggi berkebangsaan Cina melangkah masuk.

“Kau sudah membaca laporan yang masuk pagi ini?” tanya Zhoumi.

“Laporan apa?” tanya Kangin tidak mengerti.

 

Zhoumi memberikan sebuah berkas di tangannya pada Kangin. Kangin membacanya dan mendesah semakin kesal. “Tuan Kang Jungmo ditemukan mati di rumahnya. Ulah kelompok SJ lagi,” kata Zhoumi.

 

Kangin mendesah.

“Sekarang tim penyelidik sudah berada di sana.” kata Zhoumi mengakhiri penjelasannya.

 

“Zhoumi, apa kau melihat tumpukan laporan di mejaku ini? Semuanya ulah mereka. Dan sekarang mereka sudah berulah kembali. Siwon benar–benar ingin bermain denganku” kata Kangin kesal.

 

Zhoumi duduk di depan meja Kangin dan menatap sejenak tumpukan berkas-berkas di atas meja itu. Ia menggeleng pelan seolah tidak percaya kemudian bertanya,

“Bagaimana sebenarnya kelompok SJ ini, hyung?”

 

“Mereka kelompok pembunuh bayaran. Kudengar bayaran setiap orang yang mereka bunuh sangat mahal. Mereka terkenal kejam dan tidak sungkan untuk membunuh saksi mata yang melihat aksi mereka. Tidak ada yang tahu pasti seperti apa mereka. Orang yang ingin menyewa mereka biasanya mengirim sebuah email berisi informasi tentang orang yang ingin mereka lenyapkan” jawab Kangin.

 

“Jadi, mereka tidak pernah bertemu langsung dengan kelompok ini?”

 

“Tidak. Kecuali jika sang ketua mengirim satu atau dua orang anggotanya untuk menemui klien mereka.”

 

Kangin menyenderkan tubuhnya dan menghela nafas.

“Zhoumi, tetap selidiki tentang email mereka. Cari tahu siapa yang akan jadi target mereka selanjutnya.”

 

“Aku mengerti. Tapi apakah mereka akan beraksi kembali setelah kematian tuan Kang Jungmo?”

 

“Tidak untuk waktu dekat ini. Kurasa 1 atau 2 bulan lagi mereka akan beraksi kembali. Siwon bukan tipe orang yang terburu–buru. Dia sangat cermat dan hati–hati”

 

Zhoumi berdiri dan berjalan menuju pintu. Ia berhenti di ambang pintu dan menoleh.

“Kita pasti akan menangkap mereka, hyung” katanya.

 

“Itu harus!” kata Kangin seraya memandang berkas kelompok SJ.

 

tbc

39 thoughts on “My name is…? / part 1

  1. WAOWWWWWWWWWWWWWWWW!!!!
    DAEBAK!
    INI KEREN!
    SERUUUUUUUUUUUUU!!!!!

    Picnya kyuhyun aku suka, gantennnnnnngggggggggggggggg….
    bahkan yesung pun terlihat ganteeeeeeeeeeennnngggg….>.<

    Ming langsung terpikat ama kyuhyun tuh?
    tapiiiii…….kyu bilang dia normal n ming bukan tipenya?
    OMOOOOOOOOOOOO……….!

    maksud kyu nemuin di klub maksudnya ape nih?

  2. Reader baru here!
    Ah, gimana manggil nya? Panggil eon aja yaa~
    Huuua suka bnget fic yg kaya gini ><
    Lanjutan nya ditunggu sangaaat~
    FIGHTING!

  3. Benerrrrr kan…Ini akhirnya yg kyu….Jan kasih tau dulu dehhh XDDD
    Lanjut yaaa kk *O*/
    Aku menanti, walaupun udh Baca :3
    Semangat ♥(>̯┌┐<)•°

  4. ahh.. ini repost ya? aq bru ngeh pas baca sumary.a =_=

    itu foto”a keren kerenn… knpa bagian kyu kliatan lusuh sndri eonn?–“

    • iiaa, ini repost. aku edit ulang dan tambahin sedikit biar lebih baik, maklum ff ini dari jaman aku masih baru belajar bikin ff jadinya bahasanya masih berantakan, jadi aku perbaikin lagi. foto Kyuhyun yang dulu ada di blog ga ketemu, kehapus sepertinya, untuk sementara pake itu dulu nanti fotonya diganti kalo udah nemu yang bagus lagi😄

  5. wah keren ffnya..
    Kelompok SJ keren semua, dan Kyu misterius banget deh,,
    apa tujuan Kyu menemui Ming yah?? terus apa maksud Kyu menanyakan masa lalu Ming??
    kyanya ada motif tertentu neh dibalik ini semua..

  6. Baru baca kyyyyyyyyaaaaaaaa telat hehehe oya kecil eon doain aku ya tgl 18 19 ada ujian masuk universitas hehehe(?)

    Nah!!! Oh my… Suka bgt sama tema action crime and cool!kyu yuuhuu hebat bgt kyuhyun!

    Tapi di salah satu percakapan aku nemu dialog yg agak kurang koheren gitu eon.. Di kata2 ini, “Tanyakan aku jika kau butuh bantuan,”
    Sebenernya kata2nya ga salah sih, tapi mungkin lebih enak kalo, “Beritahu aku jika kau butuh bantuan” hehehe maaf eon kalau aku sotoy. Tp itu aja sih masukkannya hehe overall bahasa eonni selalu daebak!!

    Lanjut ke part 2 aaahh~

    Sign,
    HanYoungHee🙂

  7. Ehhh kayaknya aq pernah baca FF ini tp dimn ya aq lupaaa hueeee..>>><<<
    Ini beneran karya Min Kecil kan??sumpah dl aq pernah baca tp lupa dimn. *garuk2 kepala*

    • iiaa, ini karyaku kok. ff lama saat jaman aku masih baru belajar bikin ff. dulu aku posting di blog Miniemings, tapi sekarang blognya udah aku hapus. ini aku repost lagi, aku edit ulang dan ada tambahan biar ceritanya jadi lebih bagus ^^

  8. FF action nih,
    Suka”…
    Wah, si kyu jd pembunuh rupanya
    Spertinya ming jatuh hati nih sm kyu.
    Tp untuk apa kyu ke cl

  9. FF action nih,
    Suka”…
    Wah, si kyu jd pembunuh rupanya
    Spertinya ming jatuh hati nih sm kyu.
    Si kyu nyewa ming Mahal” cuma buat ngobrol doang? Tujuan kyu ke club itu apa?
    Apa jgn” ayah ming dibunuh sm kelompok kyu?
    Lanjut…

  10. Wahhh baru tau ada FF baru.Ok!! Saya baru baca chap 1 nya dan keren nieh.Kyakx yg bunuh ortu Ming sindikat Kyu ituh???Trz knp Kyu malah deketin Ming???apa dia merasa bersalah ma Ming???Masih penuh tanda tanya…

  11. woooo .. keren nih ada gambar para pembunuh dari sindikat SJ😀 ..

    kyu berani bayar malah ming tapi malah diajak ngobrol.. si kyu misterius nih

  12. Wauww~
    kliatannya kren . .😀
    kyu keren bget ! Pnasaran sm msa lalunya Ming , Kyu dateng k Ming + nyuruh Ming nyeritain msa lalunya , apa Kyu trlibat sm kjadian msalalunya Ming ??

  13. Yang satu ini *tunjuk diri* minta maaf lagi atas jumlah view 2x lbh bnyk dr yg biasanya (dan alasan klasik lainnya, browser hape error Dx dan mmg error, ga bisa dizoom TAT)

    Kali ini, ehhh 0___0 aku merasa beda lagi. Kl di the blizzard penulisannya yg berbeda, kl di sini bidangnya yg berbeda. Beda juga sm mr perfect, yg ini lebih serius dan berdarah dingin .-.

    Kyu si misterius. Sbnrnya knp si Kyu mau dgr cerita Sungmin?
    Apa ada hubungannya Kyu sm Ming? O,o Kyu “puas” apanya ? X_x

    Okeh, lanjut ke bagian kedua~

  14. Ini keren bgt. Perincian tokoh dgn pictnya. Alur srta idenya yg bru. Bener2 keren. I Like.. Aku pnasaran knapa kyu tiba2 dtengin Ming. Apa krna dy bgian masalalu ming. Hwaaaa… Penasarannnn

  15. Cool, , ,
    yg nembak jungmo itu kyu yahh, ,jdi sbnr’y dia ke klub cma buat nembak doang?karaktr min ga dingin yahh, , ,kirain ming bkal ngmng sinis buat penolakannya kyu, ,

  16. Aduh, peran Sungmin ga tanggung-tanggung nih.
    Kyu si kebagian coolnya jadi sniper.
    Nemu 3 kelompok orang di sini. Kepolisian, club-nya Heenim, dan kelompok assasin SJ.
    Joha joha joha~~~
    Meluncur ke chapter selanjutnya >>>>>>>>>>>>>>>>

  17. W.o.w !!!
    Ini baru seru.
    Hahaha pembunuh bayaran😀
    eonni~
    ini berpasangan kan??
    Atau cuman brother ship aja?? #Toel eonni.

    Omo😮
    Ming jadi ‘itu’ . Dan chullie jadi bosanya.
    Hahaha inilah hebatnya Super Junior. Tidak membutuhkan siapapun lagi untuk jadi pemerannya.

    Uri sungminnie. Wookie. Donghae. Henri. Chullie + hangeng oppa.

    Eunhyuk + kibum + yesung + siwon dan kyuhyun.

    Hahaha dan polisinya tinal kangin oppa. Zhoumi oppa +shindong oppa maybe?

    Hah~
    masa lalu ming tragis banget😦
    sumpah !!
    Jangan bilang kyu yang bunuh ayah ming. Bukan kan??
    Bukan dong eon.
    #apa deh

    hehehe😀
    ini misterius. Ming pasti bingung banget sama sosok kyu namun ternyata.
    Aha~
    menyesatkan😀

    Kyu disini W.oW banget. Sudah cool + jahat tapi di satu sisi begitu lembut.
    Aaaaaa~
    ming sampai terpesona begitu.

    Eummb~
    satu hal yang membuat penasaran.
    Alasan kyuhyun jadi begitu karena???

  18. Kak knp aku gatau ff ini ih u,u jahat gk ngasih tau aku ya aku bilangin sungmin umma entar lho kkk

    Aku bacanya telat😥 huu padahal ceritanya seru iniw,ada nc nya gak kak ? Kkk

  19. Kyu yg jd pelanggan Ming, ah tumben Kyu g nyerang Ming gt Ming menggodanya #eviltobatXD

    Sosok Kyu dingin, misterius, g mudah ditebak.
    Ming sepertinya tertarik ma Kyu, tp g tau kl pekerjaan Kyu itu pembunuh bayaran dan ternyata Kyu…???

    Baca lanjutannya lg ah..

  20. keren, kyu disini jadi penembak jitu … Pasti dia ganteng banget tu kalo lg megang pistol …

    Saya curiga… Jangan2 yg bunuh keluarga ming itu kyu/sj itu …

  21. wowww….keennddss…
    kyu ternyata diam” seorang sniper…
    bakaln kerennddss pisan pasti ni epep..
    lanjjuutt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s