My name is…? / part 2

Gambar

Pairing          : KyuMin

Genre           : Romance, action

Length          : Chaptered

Warning        : Boys love, shounen-ai, rate-T

Disclaimer      : Story belong to me, KyuMin belong to each other

Summary       : Hidup Sungmin berantakan sejak ayah dan adiknya dibunuh oleh sebuah sindikat pembunuhan, dan ibunya mati bunuh diri. Sungmin hidup sendirian, dan mencoba untuk bertahan hidup di klub milik Heechul. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Kyuhyun, yang membayarnya untuk menemaninya malam itu. Sejak malam itu kehidupan Sungmin mulai berubah perlahan. Hingga akhirnya Sungmin menyadari bahwa ia tidak benar-benar mengenal Kyuhyun. Ada satu sisi Kyuhyun yang misterius. Kyuhyun menyebut dirinya dengan nama Kyu, tapi itu hanyalah nama panggilannya. Siapa Kyuhyun sebenarnya? Siapa nama Kyuhyun sebenarnya?

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader

 

 

~Presented by@Min kecil~

Part 2

 

Gadis resepsionis yang cantik itu tersenyum saat melihat kedatangan Kyuhyun. Ia hafal dengan maksud kedatangan adik dari presiden direktur mereka itu. Ia segera berdiri dan memandang Kyuhyun dengan senang. Ia selalu senang setiap kali melihat pria tampan itu datang ke kantor.

 

“Maaf, tuan Leeteuk belum datang” kata gadis resepsionis itu memberi tahu.

 

“Aku ingin menunggu di ruangannya. Boleh?” tanya Kyuhyun tersenyum ramah, seperti biasa.

“Te..tentu. Silakan, tuan” kata gadis itu terpaku memandang Kyuhyun.

 

“Terima kasih” kata Kyuhyun kembali tersenyum dan kemudian beranjak pergi.

 

Sepeninggal Kyuhyun, gadis resepsionis itu kembali duduk dan menghembuskan napas.

“Astaga. Dia tampan sekali” katanya pelan, dengan nada kagum.

 

Tidak lama kemudian sebuah Merci putih berhenti di depan gedung. Seorang pria tampan berwajah malaikat turun dan melangkah masuk ke dalam gedung.

“Selamat pagi tuan Leeteuk” sapa para karyawan.

“Pagi” balas sapa Leeteuk tersenyum ramah.

 

Leeteuk berhenti sejenak di meja resepsionis. Gadis resepsionis itu segera berdiri dan membungkukkan kepalanya dengan hormat pada Leeteuk. “Tuan Leeteuk, tuan Kyu sedang menunggu di ruangan anda” katanya memberitahu.

 

“Terima kasih” kata Leeteuk tersenyum kemudian melangkah pergi.

 

Leeteuk berjalan menuju ruangannya. Saat ia membuka pintu, ia melihat Kyuhyun sedang duduk santai di sofa, asyik memperhatikan kameranya seraya meletakkan kakinya di atas meja. Kyuhyun tidak menurunkan kakinya saat menyadari kedatangan Leeteuk. Ia tetap asyik memperhatikan foto–foto yang menghiasi layar kameranya seraya tersenyum kecil saat Leeteuk melangkah masuk. Leeteuk meletakkan tasnya di atas mejanya. Tulisan presiden direktur menghiasi papan jabatan yang terletak di meja.

 

“Kenapa aku sulit sekali menemukanmu?” tanya Leeteuk seraya duduk di samping Kyuhyun.

 

“Aku sibuk kerja” jawab Kyuhyun seraya mematikan kameranya.

 

“Aku heran kenapa kau masih bertahan dengan pekerjaan sebagai fotografer freelance. Kenapa kau tidak bekerja bersamaku saja di perusahaan ini?”

 

Itu pertanyaan yang sama dari Leeteuk untuk ke sekian kalinya. Dan untuk ke sekian kalinya pula Kyuhyun menunjukkan ketidaktertarikannya. “Duduk berjam–jam di belakang meja bukan keahlianku” kata Kyuhyun.

 

Leeteuk mendesah.

“Kau masih tidak berubah”

 

Kyuhyun memandang Leeteuk dan bertanya,

“Apa yang ingin kau bicarakan hyung?”

 

“Ayah ingin bertemu denganmu. Dia ingin—“

 

Kyuhyun menurunkan kakinya dan memasukkan kameranya ke dalam tas.

“Aku sibuk” potong Kyuhyun dengan nada dingin.

 

“Kyu, aku belum selesai bicara. Kenapa kau tidak bisa memaafkan ayah? Ini sudah 7 tahun, Kyu”

 

Kyuhyun meraih tasnya, berdiri dan berjalan pergi. Ia menghentikan langkahnya di ambang pintu dan menoleh pada Leeteuk. “Entahlah. Mungkin aku akan memaafkannya jika dia mati. Mungkin aku yang akan membunuhnya nanti” katanya, terdengar serius.

 

“Kyu!!” kata Leeteuk terkejut.

 

Kyuhyun tertawa memandang hyungnya.

“Aku hanya bercanda, hyung. Memangnya aku bisa membunuh?” kata Kyuhyun seraya tersenyum jahil.

 

“Kau ini…” kata Leeteuk memandang adiknya dengan gemas.

 

Kyuhyun tersenyum dan beranjak pergi, namun kepalanya berpikir mungkin saja itu bukan ide yang buruk. Mungkin Kyuhyun memang akan membunuh pria tua itu, suatu saat nanti. Leeteuk menghempaskan tubuhnya ke belakang dan mendesah. Ia tahu Kyuhyun tidak akan pernah mau kembali ke rumah. Perang dingin antara Kyuhyun dengan ayahnya sudah berlangsung sangat lama, dan kelihatannya akan berlangsung lebih lama lagi.

 

****

 

“Hey Sungmin hyung, kudengar kemarin kau mendapat pelanggan pria?” tanya Donghae saat ia menarik kursinya dan duduk di samping Sungmin.

 

Sungmin menoleh dan mengaggukkan kepalanya.

“Tumben sekali” kata Donghae.

 

“Entahlah. Tapi kemarin menyenangkan” kata Sungmin tersenyum.

 

“Bukannya seharusnya kemarin kau libur?” tanya Henry.

 

“Aku menggantikan Wookie, dia masih belum siap” jawab Sungmin.

 

Ryeowook diam di kursinya, menundukkan kepalanya dengan malu.

“Maaf hyung. Aku akan bekerja lebih keras lagi” kata Ryeowook.

 

Sungmin tersenyum pada Ryeowook.

“Tidak apa–apa, Wookie. Kemarin itu aku sangat menikmatinya” katanya seraya memakan sarapannya dengan senang.

 

Ryeowook memandang Sungmin dengan sedikit terkejut. Kemudian ia sedikit menunduk, menggigit ujung sumpitnya dan menyadari bahwa bercinta adalah hal yang biasa di sini. Ini adalah klub. Melayani dan bercinta dengan tamu adalah tugas mereka, baik tamu itu adalah pria maupun wanita. Jadi bukan masalah jika semalam Sungmin memang melakukannya dengan tamu pria itu. Itu sudah menjadi tugasnya, kan?

 

“Kelihatannya pria itu kaya. Seperti apa dia?” tanya Henry sedikit penasaran.

 

“Dia tampan dan lembut. Kelihatannya dia orang yang baik” Sungmin menggigit ujung sumpitnya dan bibirnya melekuk tersenyum, membayangkan kembali malam saat bersama Kyuhyun kemarin.

 

“Kelihatannya sekarang seleramu sudah berubah” kata Donghae tertawa, mengembalikan Sungmin kembali ke dunia nyata.

 

“Tapi dia tidak menyentuhku. Saat aku menggodanya untuk bercinta, dia menghentikanku dan justru menyuruhku untuk memakai pakaianku kembali” kata Sungmin.

 

“Apa?” kata Donghae dan Henry memandang Sungmin tidak percaya.

 

“Dia bilang dia normal” kata Sungmin seraya meletakkan sumpitnya di atas piringnya yang telah kosong.

 

“Lalu untuk apa dia datang ke tempat ini dan memilihmu? Dia membayar mahal untukmu, Sungmin hyung” kata Henry mengernyit bingung.

 

Sungmin meraih cangkir kopinya dan mengerjap mendengar perkataan Henry.

“Benarkah?”

 

“Ya, aku mendengarnya dari Hangeng hyung” jawab Henry seraya memainkan makanan dengan sumpitnya.

Donghae bertanya dengan nada tidak percaya,

“Jadi kalian benar–benar tidak melakukannya? Kalian tidak bercinta?”

 

Sungmin menggelengkan kepalanya dan menyesap cangkir kopi miliknya.

“Kami hanya mengobrol saja” jawabnya.

 

“Kalau Heechul hyung sampai tahu dia pasti marah. Kau akan dianggap tidak melakukan pekerjaanmu dengan benar, padahal orang itu sudah membayar mahal” kata Henry.

 

“Kukira kalian benar–benar melakukannya. Kudengar pria itu mengatakan pada Heechul hyung kemarin bahwa kau hebat dan dia sangat puas padamu” kata Donghae.

 

Sungmin meletakkan cangkir kopinya dan mendesah, tidak mengerti.

“Entahlah. Tapi dia bilang dia benar–benar merasa puas” katanya.

 

“Orang yang aneh” kata Donghae seraya melahap makanannya.

 

Sementara itu Ryeowook diam saja sejak tadi. Ia sedang menonton berita di tv dengan serius. Henry menoleh dan ikut memperhatikan layar tv.  “Berita tentang kelompok SJ lagi?” tanyanya.

 

Ryeowook menganggukkan kepalanya.

“Berita tentang kelompok SJ sedang heboh sekarang” katanya tanpa berpaling dari layar tv.

 

Donghae dan Sungmin menoleh, ikut memperhatikan layar tv. Donghae membaca headline berita yang muncul di layar tv, “Direktur Kang Jungmo korban pembunuhan kelompok SJ”

 

Mereka semua menonton berita itu dengan serius. Sungmin terdiam, berita tentang pembunuhan membuatnya teringat kembali dengan kematian ayah dan keluarganya. Tiba-tiba ponsel milik Sungmin yang tergeletak di di dekat cangkir kopinya bergetar. Sungmin meraih ponselnya dan mengernyit saat memandang nomor yang tertera di layar yang berkedip, itu nomor yang tidak dikenalnya. Kemudian ia menekan tombol “answer” untuk menjawab telepon itu.

 

“Yoboseo?”

Halo hyung. Apa kau sudah sarapan?”

 

Suara seorang pria terdengar di ujung telepon. Sungmin mengernyit, berusaha mengenali suara ini. Sepertinya ia ingat suara ini.

“Apa ini kau, Kyu?”

“Lhatlah keluar jendela”

Klik!

 

Teleponnya diputus. Sungmin memandang ponselnya dengan bingung, kemudian beranjak mengintip keluar jendela. Ia melihat Kyuhyun sedang berdiri, bersandar pada Porsche hitamnya. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan tersenyum seraya melambaikan tangannya pada Sungmin. Sungmin tersenyum dan segera berlari keluar. Melihat Sungmin yang tergesa-gesa keluar Donghae, Henry dan Ryeowook saling memandang sesaat. Kemudian mereka melihat keluar jendela, mengamati Sungmin yang sedang berbicara dengan Kyuhyun.

 

“Apa yang kau lakukan di sini, Kyu?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun hanya tersenyum dan balik bertanya,

“Kau sudah sarapan?”

 

“Aku baru selesai sarapan” jawab Sungmin.

 

“Sayang sekali. Padahal aku ingin mengajakmu sarapan bersama” kata Kyuhyun merengut kecewa. “Kalau begitu, apa kau mau menemaniku sarapan?”

 

Sungmin diam sesaat.

“Aku harus berada di club sebelum jam 12 siang. Kurasa tidak masalah” katanya tersenyum setuju.

 

“Bagus” kata Kyuhyun senang.

 

“Tunggu aku sebentar” kata Sungmin.

 

Sungmin beranjak mengganti pakaiannya dan segera kembali. Kyuhyun membuka pintu mobil untuk Sungmin, kemudian beranjak duduk dibalik kemudi. Porsche hitam itu pun segera melaju pergi. Donghae dan Henry masih mengamati lewat jendela. Sementara Ryeowook memutuskan untuk kembali menikmati sarapannya.

 

“Hm, pria itu masih muda. Kurasa lebih muda dariku” kata Henry. “Hey, tidak apa-apa Sungmin hyung pergi dengan pria itu begitu saja?”

 

“Yang penting dia harus mengembalikan Sungmin hyung sebelum jam 12 siang, atau Heechul hyung akan marah” kata Donghae kembali duduk di kursinya.

 

****

Mobil Porche hitam itu melaju dengan tenang di jalanan yang ramai. Sungmin memandang Kyuhyun yang sedang menyetir. Bibirnya tersenyum kecil, merasa terkejut sekaligus senang karena ia melihat Kyuhyun lagi pagi ini.

 

“Darimana kau tahu nomorku?” tanya Sungmin membuka percakapan.

 

“Kemarin aku bertanya pada bosmu” jawab Kyuhyun.

 

“Heechul hyung mau memberikannya?” kata Sungmin tidak percaya.

 

“Tidak juga. Dia orang yang unik tapi aku berhasil memaksanya” kata Kyuhyun santai.

 

Sungmin tersenyum menggeleng dan mengalihkan pandangannya ke depan.

“Aku tidak percaya kau berhasil mendekati Heechul hyung. Selama ini orang yang berani mendekati Heechul hyung hanya Hangeng hyung saja”

 

Kyuhyun melirik Sungmin.

“Kenapa tidak pria Cina itu saja yang menjadi bos? Kelihatannya dia lebih pandai”

 

“Tidak mungkin. Hangeng hyung memang baik dan pandai, hanya saja dia tidak bisa mengelola club sehebat Heechul hyung. Heechul hyung memang menyeramkan tapi dia bos yang bisa diandalkan. Aku sendiri juga tidak begitu mengerti” Sungmin terkekeh kecil.

 

Kyuhyun mengarahkan mobilnya ke sebuah rumah yang cukup besar. Mobil Kyuhyun memasuki halaman yang asri dan berhenti di garasi. Kyuhyun mematikan mesin mobil dan Sungmin memandang keluar jendela.

 

“Di mana ini?” tanya Sungmin bingung.

 

“Rumahku. ayo turun” jawab Kyuhyun tersenyum dan beranjak turun.

 

Sungmin segera turun dan mengikuti Kyuhyun yang berjalan masuk ke dalam rumah. Ia mengedarkan pandangannya memperhatikan sekeliling rumah dan mengerjap takjub. Rumah ini indah dan nyaman. Nuansa minimalis dengan warna putih-cokelat muda dan lantai kayu mendominasi bangunan ini. Kemudian ia menoleh pada Kyuhyun, memandangnya dengan tatapan bingung.

 

“Kau bilang ingin sarapan?” tanya Sungmin.

 

“Memang,” jawab Kyuhyun. “Apa kau bisa memasak?”

Sungmin menganggukkan kepalanya. Kata Kyuhyun kemudian,

“Bibi yang biasa memasak untukku tidak datang hari ini. Aku tidak bisa memasak, dan sedang tidak ingin memesan makanan di luar. Jadi, apa kau mau memasak untuku? Aku akan senang sekali jika kau mau memasak untuku. Aku sangat lapar”

 

Kyuhyun membuat wajahnya nampak kelaparan, tapi itu membuatnya justru terlihat lucu bagi Sungmin. Sungmin berpikir sejenak dan kemudian tersenyum.

“Baiklah, aku mau”

 

Kyuhyun tersenyum.

“Terima kasih. Ayo kutunjukkan dapurku”

 

Sungmin mengikuti Kyuhyun menuju dapur. Ia memperhatikan sejenak dapur milik Kyuhyun dengan takjub. Dapur itu tertata rapi, bersih dan berkelas. Ia beranjak membuka kulkas milik Kyuhyun dan memperhatikan bahan-bahan makanan di dalamnya.

 

“Kau suka makan apa?” tanya Sungmin.

 

“Spaghetti” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin menoleh pada Kyuhyun dan mengernyit tidak setuju.

“Itu terlalu berat untuk sarapan. Bagaimana jika aku buatkan jjajangmyun?” tawarnya.

 

“Aku suka spaghetti!” kata Kyuhyun merengut, menolak tawaran Sungmin.

 

“Baiklah, baiklah. Aku akan buatkan spaghetti untukmu” kata Sungmin mengalah.

 

Kyuhyun beranjak duduk dan memperhatikan Sungmin yang mulai sibuk memasak.

“Butuh bantuan?” tawar Kyuhyun.

 

“Tidak perlu. Kau duduk saja” tolak Sungmin.

 

Kyuhyun kembali diam, memperhatikan Sungmin yang sedang bernyanyi kecil. Ia terus memandang Sungmin dan tersenyum kecil melihatnya. Sejenak tidak ada yang berbicara. Hingga akhirnya Sungmin menghentikan nyanyiannya dan bertanya pada Kyuhyun, membuka topik pembicaraan di antara mereka.

 

“Di mana keluargamu, Kyu?”

 

“Aku tinggal sendirian”

“Kau tinggal sendirian di rumah sebesar ini?” Sungmin memandang Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Kemudian katanya dengan santai,

“Ibuku sudah meninggal. Ayahku…entahlah aku tidak perduli”

 

“Kau punya saudara?”

 

“Aku punya kakak laki–laki, tapi kami jarang bertemu”

 

“Lalu sejak kapan kau tinggal sendirian?”

 

Kyuhyun berpikir sejenak.

“Umm…sejak aku berusia 17 tahun. Aku meninggalkan rumah saat berusia 17 tahun”

 

Sungmin sedikit terkejut mendengar jawaban Kyuhyun. Ia menghentikan tangannya dan menatap Kyuhyun selama beberapa saat. Ada perasaan aneh saat ia menatap mata Kyuhyun, sebuah perasaan hangat yang berbeda, juga…perasaan sedih. Ada kesedihan di dalam mata obsidian yang bagaikan kotak Pandora itu.

 

Sungmin mengalihkan pandangannya dan menggerakkan tangannya kembali. Selanjutnya tidak ada yang berbicara. Sungmin sibuk memasak, dan Kyuhyun memilih untuk menunggu dengan bermain PSP di depan tv. Beberapa menit kemudian Sungmin datang dengan membawa nampan berisi sepiring spaghetti yang lezat serta segelas air. Kyuhyun berhenti bermain dan meletakkan begitu saja PSP miliknya di sofa. Sungmin meletakkan nampan yang dibawanya di atas meja dan duduk di samping Kyuhyun. Ia memperhatikan Kyuhyun yang mulai melahap spaghetti buatannya. Kyuhyun nampak sangat menikmati makanan itu.

 

Kyuhyun menoleh pada Sungmin dan tersenyum.

“Enak. Kau pintar memasak” pujinya dengan tulus.

“Terima kasih” kata Sungmin tersenyum senang.

 

Sungmin diam menunggu hingga Kyuhyun selesai makan. Dan tidak lama piring itu telah kosong. Kyuhyun membersihkan mulutnya, minum kemudian menoleh pada Sungmin. Saat itulah ia menyadari bahwa Sungmin sedang memandangnya sejak tadi. Pemuda manis itu memandangnya dengan tatapan sedih.

 

“Kenapa kau memandangku seperti itu?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin menggeleng pelan.

“Tidak. Aku hanya merasa, hidupmu pasti berat. Aku tidak tahu bagaimana masalahmu, tapi aku pikir kau pasti menderita” katanya dengan lirih.

 

“Kenapa kau bicara seperti itu?” tanya Kyuhyun heran.

 

“Kau bisa bertahan sejauh ini, menurutku kau lebih kuat dariku. Hampir setiap malam aku terbangun karena mimpi buruk. Aku selalu teringat dengan keluarga kecilku yang sudah hillang. Dan pada akhirnya aku selalu menangis sendiri. Aku masih lemah” Sungmin sedikit menunduk dan mendesah.

 

Kyuhyun terdiam sejenak memandang Sungmin.

“Kau kuat. Kau bisa bertahan hingga hari ini, itu artinya kau kuat” katanya seraya menggenggam tangan Sungmin dengan hangat.

 

Sungmin menggeleng dengan sedih.

“Tidak, terkadang aku hampir menyerah. Entah sudah berapa kali aku memaki hidup, tapi ternyata aku masih tetap berada di club itu. Entah sampai kapan”

 

“Kenapa kau tidak keluar saja dari tempat itu?”

 

Sungmin memandang Kyuhyun dan berkata dengan nada skeptis,

“Lalu aku harus kemana? Aku sendirian sekarang, juga tidak punya rumah”

 

Kyuhyun diam sesaat dan berpikir.

“Kau bisa tinggal disini bersamaku” katanya mengusulkan.

 

“Apa?”

 

“Kau tidak akan sendirian lagi jika bersamaku di sini”

 

Sungmin mengernyit, seolah tidak percaya.

“Apa aku tidak salah dengar?”

 

“Jika kau kembali ke tempat itu, aku tidak bisa membayangkan berapa orang lagi yang akan menyentuh tubuhmu”

 

Sungmin mengalihkan pandangannya dan berkata dengan pelan,

“Itu…sudah menjadi pekerjaanku”

 

Kyuhyun mendengus. Ia melepaskan tangan Sungmin dan berdiri.

“Jadi kau ingin tetap seperti ini?” katanya kesal.

 

Sungmin mengerjap, memandang Kyuhyun yang terlihat marah dan kesal. Ia tidak mengerti, kenapa tiba-tiba pria ini menjadi marah?

 

“Kenapa kau marah?” tanya Sungmin bingung.

 

Kyuhyun memandang Sungmin dengan tajam.

“Aku hanya merasa kesal membayangkan bos pirangmu itu menyodorkan tubuhmu pada orang lain, dan mereka akan menyentuhmu dengan bebas. Dan kau harus berpura–pura menikmatinya. Aku tahu kau tidak menyukai pekerjaan ini”

 

“Aku tidak menyukainya, tapi aku menerimanya. Hidup itu kejam, Kyu”

 

Kyuhyun tertegun memandang Sungmin. Ia kembali duduk dan menggenggam tangan Sungmin.

“Berhentilah dari pekerjaan ini dan tinggalah di sini bersamaku” katanya serius.

 

Sungmin memandang Kyuhyun dengan bingung. Pria tampan itu benar-benar terlihat serius. Sungmin menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun dan berkata pelan dengan ragu,

“Aku tidak tahu, Kyu”

 

Kyuhyun terdiam. Ia nampak sedikit kecewa. Sungmin menoleh memandang jam yang berdetak di dinding. Sudah hampir jam 11, itu artinya ia harus pergi sekarang. “Aku harus kembali ke club sekarang, Kyu” kata Sungmin seraya berdiri.

 

Kyuhyun berdiri dan mengambil kunci mobilnya di meja telepon.

“Aku akan mengantarmu” katanya.

 

Mobil Porsche hitam milik Kyuhyun perlahan keluar dari garasi rumah Kyuhyun dan melaju pergi. Kyuhyun memacu mobilnya dengan cepat. Selama di perjalanan tidak ada yang bersuara, dua insan itu sibuk dengan pikiran masing-masing. Hingga Kyuhyun menghentikan mobilnya di depan club milik Heechul, kebisuan itu masih tidak terpecahkan. Untuk beberapa lama Sungmin tidak segera turun. Ia hanya diam dan memandang Kyuhyun, menanti suara yang akan keluar dari bibir pria tampan itu. Tapi Kyuhyun tetap tidak bicara sedikit pun. Sungmin mendesah pelan. Ia berterima kasih dan beranjak turun dari mobil Kyuhyun.

 

Saat Sungmin hendak berjalan pergi, Kyuhyun memanggilnya. Akhirnya kebisuan itu pecah.

“Aku akan menjemputmu dan membawamu keluar dari tempat ini. Jadi tunggu aku” kata Kyuhyun terdengar serius, sebelum kemudian menginjak pedal gasnya.

Sungmin terpaku memandang Porsche hitam milik Kyuhyun yang melaju pergi, menghilang dengan cepat di jalanan yang ramai. Kyuhyun akan membawanya pergi dari tempat ini? Bisakah ia percaya?

 

Sungmin menoleh saat Hangeng memanggilnya di ambang pintu. Segera ia berjalan mendekat. Saat ini ia harus bekerja. Hanya ini caranya dia untuk bertahan hidup.

 

****

 

Seminggu kemudian.

Heechul’s club, 23.30 PM.

 

 

“Aku akan menjemputmu dan membawamu keluar dari tempat ini. Jadi tunggu aku”

 

Sungmin memandang kalender sekali lagi dan mendesah. Seminggu sudah terlewat dan Kyuhyun tidak datang. Kyuhyun masih belum datang. Sungmin memandang pintu kamarnya dan berharap kyuhyun segera datang memenuhi janjinya, membawanya keluar dari tempat ini. Namun sampai hari ini sosok Kyuhyun tidak pernah muncul di club. Sungmin tidak tahu bagaimana ia harus menghubungi Kyuhyun. Ia tidak memiliki nomor telepon Kyuhyun. Ia juga tidak tahu dimana harus mencarinya.

 

Sungmin mendengus saat ia berpikir, lucu bagaimana ia berharap pada orang asing yang baru dikenalnya beberapa hari, berharap orang asing itu akan benar-benar membawanya pergi dari tempat sialan ini.

 

“Mungkin dia sedang sibuk. Aiish, kenapa aku berharap padanya?” gerutu Sungmin sedikit kecewa.

 

Terdengar suara ketukan pelan di pintu. Sungmin menoleh dan melihat Hangeng muncul saat pintu terbuka. “Bersiaplah Minie. Kau dapat pelanggan” kata Hangeng.

 

Sungmin memandang Hangeng sejenak, kemudian mengganggukkan kepalanya mengerti.

“Bukan dia. Hari ini seorang wanita” kata Hangeng seakan mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Sungmin.

 

Sungmin tertegun sejenak, tapi dengan cepat ia tersenyum seolah tidak ada yang salah.

“Aku akan segera turun” katanya.

 

Sungmin merapikan penampilannya di depan cermin, memastikan penampilannya sempurna. Hangeng masih berdiri di ambang pintu, diam memandang Sungmin.

“Sungminie” panggil Hangeng.

 

“Ya?” jawab Sungmin menoleh.

 

“Apa kau masih mengalami mimpi buruk?” tanya Hangeng.

 

Sungmin diam sesaat dan menyadari sesuatu,

“Tidak hyung. Aku sudah tidak pernah lagi terbangun di tengah malam karena mimpi buruk itu” jawabnya kemudian.

 

“Syukurlah kalau begitu” kata Hangeng tersenyum kemudian beranjak pergi.

 

Sungmin  memandang pantulan dirinya di cermin dan kembali berpikir, sejak kapan ia tidak bermimpi buruk lagi? Sejak Kyuhyun datang? Apa dia sungguh akan datang?

 

Sungmin mendesah dan berkata pada dirinya sendiri,

“Sudahlah Lee Sungmin, mungkin dia tidak serius. Sekarang kau harus lakukan tugasmu dengan baik seperti biasa. Tetap tersenyum Lee Sungmin” kemudian ia beranjak pergi.

 

Suara hentakan musik yang keras menyambut langkah Sungmin saat ia datang. Heechul mengangkat tangannya pada Sungmin. Segera Sungmin berjalan mendekat. Sungmin memandang seorang wanita cantik yang duduk di samping Heechul. Wanita itu berdiri dan tersenyum menilai pada Sungmin.

 

“Kau tampan dan manis sekali” kata wanita itu seraya menyentuh wajah Sungmin.

 

“Terima kasih” kata Sungmin tersenyum semanis mungkin.

 

Heechul berdiri dan berkata pada Sungmin,

“Ini nona Mwo Hwa Ran. Layani dia dengan baik Sungminie”

 

“Tentu saja hyung” kata Sungmin patuh.

 

“Baiklah, selamat bersenang–senang” Heechul tersenyum kemudian berjalan pergi meninggalkan Sungmin dan si wanita.

 

Sungmin dan wanita itu duduk bersama. Wanita cantik itu mulai bergelayut mesra di tangan Sungmin. Si wanita tersenyum saat Sungmin membelai wajahnya dengan lembut.

“Apa kau punya kekasih, Sungmin?” tanya si wanita.

 

Sungmin tersenyum dan berbisik di telinga si wanita,

“Tidak. Hari ini aku milikmu”

 

“Kau benar–benar pintar bicara” si wanita terkekeh kecil dan kemudian mencium bibir Sungmin dengan mesra.

 

Sungmin dan si wanita berciuman dengan mesra beberapa kali. Sungmin melepas ciumannya dan merangkul tubuh si wanita dengan lembut. “Kurasa aku jatuh cinta padamu. Kenapa kau tidak jadi milikku sepenuhnya saja?” tanya si wanita penuh harap.

 

Sungmin tersenyum dengan manis dan membuka mulutnya. Namun belum sempat ia bicara, tiba-tiba sebuah suara sudah lebih dulu menjawab pertanyaan itu dengan tajam.

“Sayang sekali. Aku rasa itu tidak bisa”

 

Sungmin menoleh. Ia terkejut melihat kehadiran Kyuhyun yang telah berdiri di dekatnya. Ia berdiri dan mengerjap memandang Kyuhyun, seolah tidak percaya bahwa pria tampan itu datang malam ini.

 

“Kyu?! Apa yang kau lakukan disini?” tanya Sungmin.

 

Si wanita ikut berdiri. Ia memandang Kyuhyun dengan terkejut dan merasa terganggu.

“Siapa dia?” tanyanya seraya merangkul lengan Sungmin.

 

Kyuhyun memperhatikan si wanita sejenak, dari atas hingga bawah. Kemudian ia hanya tersenyum mengejek tanpa mengatakan apa pun. Tiba-tiba Kyuhyun menepis dengan kasar tangan si wanita yang sedang merangkul lengan Sungmin dan menarik pemuda manis itu ke arahnya.

 

“Hey! Apa yang kau lakukan?” kata wanita itu marah dan berusaha menarik Sungmin dari Kyuhyun.

 

Kyuhyun memandang wanita itu dengan tatapan dingin, yang membuat wanita itu terkejut dan segera terdiam. “Sayang sekali. Mulai hari ini dia milikku. Tidak ada yang boleh menyentuhnya selain aku!” kata Kyuhyun dengan tajam.

 

Sungmin hanya diam. Ia terpaku memandang Kyuhyun dan membiarkan pria tampan itu menariknya pergi, meninggalkan pelanggannya di belakang dan menjauh dari suara dentuman musik yang keras. Saat menyadari bahwa Kyuhyun membawanya ke depan ruangan Heechul, ia tersadar dan segera menghentikan kakinya. Kyuhyun menoleh memandang Sungmin.

 

“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Sungmin, akhirnya bersuara.

 

“Sudah kubilang ‘kan, tunggu aku” kata Kyuhyun.

 

Sungmin mengerjap tidak mengerti.

“Apa? Tunggu… jangan bilang kau akan…”

 

“Sudah kubilang aku akan menjemputmu dan membawamu keluar dari tempat ini. Aku akan bicara dengan bos pirangmu itu dan…membelimu. Maaf jika itu menyinggungmu, tapi itu satu–satunya cara kau keluar dari sini”

 

“Ta…tapi, Kyu—“

 

“Tenanglah. Aku akan mengurus masalah ini dan setelah ini kau harus tinggal bersamaku” Kyuhyun terdengar sangat serius kali ini.

 

“Tapi……”

 

Kyuhyun memandang Sungmin dengan dingin dan marah.

“Jadi kau ingin tetap di sini dan membiarkan wanita itu menjelajahi tubuhmu?”

 

Sungmin menundukkan kepalanya dan menjawab pelan,

“Tidak…”

 

“Kalau begitu tunggu aku disini. Aku akan bicara dengan boss pirangmu itu”

 

Kyuhyun melepas tangan Sungmin dan masuk ke dalam ruangan Heechul. Sungmin terpaku memandang Kyuhyun yang menghilang di balik pintu. Baru saja ia memutuskan untuk berhenti berharap. Baru saja ia berpikir bahwa Kyuhyun tidak akan pernah datang kembali ke club ini untuk membawanya pergi. Namun sekarang, ternyata Kyuhyun ada disini, menepati janjinya.

 

“Hyung… hyung…” panggil Ryeowook mengguncang pelan tubuh Sungmin.

 

Sungmin tersadar dan menoleh. Ryeowook dan Donghae sudah berada di sampingnya.

“Kau tidak apa-apa hyung?” tanya Ryeowook cemas.

 

“Ya, aku tak apa-apa” jawab Sungmin tersenyum.

“Ada apa? Tadi aku melihat pria itu menarikmu pergi” tanya Donghae.

 

“Bagaimana dengan pelangganku tadi?” Sungmin balik bertanya dengan cemas.

 

“Hangeng hyung sudah mengurusnya” jawab Ryeowook.

 

Sungmin mendesah lega.

“Siapa nama pria itu? Apa yang dia lakukan di ruangan Heechul hyung?” tanya Donghae melirik pintu ruangan Heechul yang masih tertutup rapat.

 

Donghae dan Ryeowook memandang Sungmin ingin tahu. Sungmin menggaruk belakang telinganya dengan bingung kemudian mendesah pelan. “Namanya Kyu. Dia ingin aku tinggal bersamanya, karena tidak ingin melihatku bekerja di tempat ini lagi. Dia ingin membawaku pergi dari sini. Sekarang dia sedang membicarakan masalah ini dengan Heechul hyung” jawabnya.

 

“Apa?!” kata Donghae dan Ryeowook kaget.

 

“Apa kau menerimanya?” tanya Donghae.

 

“Aku…” jawab Sungmin bingung.

 

“Hyung, kau baru mengenalnya beberapa hari. Apa kau yakin ini tidak apa–apa?” tanya Ryeowook tidak yakin.

 

“Erm, aku…” Sungmin bingung. Ia tidak tahu apakah ini adalah keputusan yang tepat, tapi sebagian dari dirinya berkata bahwa ia akan aman bersama Kyuhyun. Ia tidak akan sendirian lagi. “Aku tidak tahu. Tapi dia begitu baik padaku.”

 

“Kenapa dia begitu baik padamu?” tanya Donghae.

 

Sungmin mengangkat bahunya.

“Entahlah. Tapi kupikir dia orang yang baik. Aku merasa sangat nyaman bersamanya”

 

“Kupikir lebih baik tolak saja permintaannya, hyung” kata Ryeowook menyarankan.

 

“Wookie benar,” kata Donghae mengangguk setuju. “Kau bisa tinggal bersamaku atau Henry.”

 

Sungmin hanya diam. Mereka menoleh saat pintu ruangan Heechul terbuka. Heechul muncul di ambang pintu dan menyuruh Sungmin masuk. Sungmin pun segera masuk. Saat akan menutup pintu kembali Heechul memandang Donghae dan Ryeowook yang masih berdiri di tempatnya.

 

“Apa yang kalian lakukan di sini? Kembali bekerja” kata Heechul.

 

“Baik, hyung” kata Donghae dan Ryeowook kemudian segera beranjak pergi, kembali ke pekerjaan masing-masing.

 

Heechul menutup pintu dan memandang Sungmin yang berdiri di hadapannya dengan bingung. Ia tersenyum lebar dan berkata pada Sungmin dengan nada bangga, “Kyu ssi sudah membayar mahal untukmu. Bahagiakan dia, Sungminie. Aku bangga padamu”

 

Sungmin mengerjapkan matanya tidak percaya kemudian melirik Kyuhyun yang sedang bermain dengan Heebum, kucing kesayangan Heechul. Sementara Hangeng sedang duduk di sofa, membaca buku dengan tenang.

 

Heechul mendekati sungmin dan berbisik di telinganya.

“Kelihatannya dia benar–benar puas denganmu. Kau benar–benar hebat. Jarang sekali ada orang yang mau membayar mahal untuk membeli pegawaiku, apalagi pegawai handal dan kesayanganku sepertimu. Aku yakin dia pasti sangat menyukaimu”

 

Heechul tersenyum senang, sementara Sungmin hanya diam dengan wajah bingung. Kyuhyun mendekati Sungmin dan merangkul pinggangnya dengan mesra. “Apa kami sudah boleh pergi, Heechul ssi?” tanya Kyuhyun.

 

“Silakan. Berhati–hatilah di jalan” jawab Heechul mempersilahkan tamunya pergi.

 

Kyuhyun melirik sesaat pada Hangeng yang ternyata sejak tadi diam-diam memperhatikannya dari balik bukunya. “Kalau begitu, kami permisi” kata Kyuhyun tersenyum kemudian menggandeng tangan Sungmin.

 

“Terima kasih banyak, hyung” kata Sungmin membungkukkan kepalanya dengan sopan pada Heechul dan Hangeng.

 

Heechul tersenyum dan melambaikan tangannya saat Kyuhyun menarik Sungmin pergi dari ruangannya. Hangeng menutup bukunya dan mengangkat kepalanya saat pintu kembali tertutup rapat. Ia mendesah pelan, berdiri dan berjalan menuju jendela. Memandang keluar dan tetap diam.

 

Kyuhyun membuka pintu mobilnya untuk Sungmin, kemudian segera duduk dibelakang kemudi.

“Bagaimana dengan barang–barangku?” tanya Sungmin saat Kyuhyun mulai menyalakan mesin mobilnya.

 

“Sudah aku urus” jawab Kyuhyun kemudian memacu mobilnya pergi.

 

Dari jendela ruangan Heechul, Hangeng memandang mobil Kyuhyun yang menjauh pergi.

“Kau yakin ini tidak apa–apa? Mereka baru saling mengenal beberapa hari” kata Hangeng merasa sedikit cemas.

 

“Tenanglah Hangeng. Mereka akan baik–baik saja. Pria itu sudah membayar mahal untuk Sungminie, lagipula dia terlihat baik” kata Heechul santai seraya menggendong Heebum.

 

“Tapi aku merasa pria itu aneh. Dia terlalu tenang dan kaya untuk pria berusia 24 tahun”

 

“Mungkin dia berasal dari keluarga kaya.”

 

Hangeng melirik Heechul dan hanya mendesah pelan melihat ketidakpedulian sahabatnya itu. Keliatannya Heechul begitu percaya dengan Kyuhyun. Hangeng kembali memandang keluar jendela dan  terdiam, merenung. Bukan masalah apakah pria itu berasal dari keluarga kaya atau tidak. Sejak pertama melihatnya ia sudah merasa aneh dengan Kyuhyun. Pria itu terlalu tenang. Senyumnya terasa menyeramkan. Dan pandangan matanya seakan menyimpan banyak rahasia yang menyakitkan. Hangeng juga yakin, Kyu bukanlah nama aslinya.

 

“Siapa kau sebenarnya, Kyu?” pikir Hangeng penasaran.

 

****

 

Sungmin mengerjapkan matanya dengan takjub memandang sekeliling ruangan kamar yang kini telah menjadi kamarnya. Warna pink dan putih mendominasi ruangan ini dengan dekorasi ruangan yang unik dan menarik. Mungkin warna pink terasa terlalu feminim dan lembut, tapi Sungmin selalu berpikir bahwa warna itu juga bisa terlihat bagus pada laki-laki, seperti dirinya.

 

“Bagaimana?” tanya Kyuhyun.

 

“Bagus sekali. Kamar ini lebih bagus dan lebih luas daripada kamarku di club” jawab Sungmin tersenyum senang.

 

“Tapi aku khawatir dengan warnanya. Aku akan mengecat ulang besok” kata Kyuhyun.

“Tidak perlu. Aku suka warna pink” kata Sungmin seraya duduk di pinggir kasur.

 

“Kau suka warna pink?” kata Kyuhyun mengernyit.

 

“Memang kenapa? Seperti wanita?” kata Sungmin merengut.

 

Kyuhyun tersenyum dan duduk di samping Sungmin.

“Tidak. Itu Manis. Sepertimu” katanya.

 

Sungmin tertegun sesaat memandang Kyuhyun. Kemudian ia tersenyum.

“Terima kasih, Kyu. Kau menepati janjimu”

 

“Aku ‘kan sudah bilang, tunggu aku”

 

“Aku tidak tahu bagaimana harus menghubungimu, aku tidak tahu harus mencarimu dimana, dan kau tidak pernah datang kembali ke club. Aku pikir kau tidak serius”

 

Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari Sungmin. Ia mencoba memandang benda-benda di dalam kamar ini. Ia memandang karpet dan berkata, “Maaf, aku sedang sibuk. Banyak yang harus kukerjakan”

 

Sungmin tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

“Tidak masalah, yang penting kau sudah membawaku keluar dari tempat itu. Kau sudah menepati janjimu. Aku sungguh merasa senang dan bersyukur”

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan memandang Sungmin tanpa suara.

“Kyu” panggil Sungmin.

 

“Hn?” jawab Kyuhyun.

 

“Apa kau tahu? Aku baru menyadari sesuatu”

 

“Apa?”

 

“Sebelum kau menjemputku, Hangeng hyung bertanya padaku, apakah aku masih mengalami mimpi buruk? Dan kau tahu, ternyata aku sudah tidak pernah terbangun di tengah malam lagi. Aku sudah tidak pernah bermimpi buruk lagi”

 

“Benarkah?”

 

“Ya, mungkin karena kau” Sungmin tersenyum melirik Kyuhyun.

 

“Aku?” Kyuhyun mengernyit tidak mengerti.

 

“Entah sadar atau tidak, tapi sejak kau datang dan kita bertemu di hari itu, aku sudah tidak pernah bermimpi buruk lagi. Mungkin kau memiliki sesuatu kekuatan ajaib?”

 

Kyuhyun tersenyum.

“Panggil aku jenius kalau begitu”

 

Sungmin tertawa.

“Apa kau tahu, Kyu?”

“Apalagi?”

 

Sungmin menegakkan kepalanya dan mendekati telinga Kyuhyun.

“Sekarang aku hanya milikmu, Kyu” bisiknya lembut, kemudian menggigit pelan telinga Kyuhyun.

 

Kyuhyun terlonjak kaget dan bergidik geli.

“Hyung, jangan mengigit telingaku. Telingaku sensitive” katanya merengut seraya memegang telinganya yang baru saja digigit pelan oleh Sungmin.

 

Sungmin mengerjap memandang Kyuhyun, wajahnya memerah dan terlihat lucu. Kemudian ia tersenyum penuh arti. Ia beranjak menaiki kasur dan memeluk Kyuhyun dari belakang.

“Begitukah?” katanya dengan nada menggoda.

 

Sungmin mencium leher Kyuhyun dan kembali menggigit pelan telinga Kyuhyun, membuat pria tampan itu kembali terlonjak kaget. “Hyung!!” protes Kyuhyun seraya memegang telinganya.

 

Sungmin tersenyum senang dan menarik tangan Kyuhyun yang sedang melindungi kedua telinganya. “Kenapa? Apa daun telingamu bermasalah?” bisik Sungmin menggoda.

 

Kyuhyun memegang tangan Sungmin dan berusaha menariknya ke depan. Tapi Sungmin menolak dan berusaha melepaskan dirinya. Kyuhyun membalik tubuhnya menghadap Sungmin, dan Sungmin menarik tubuh Kyuhyun hingga membuat pria tampan itu terjatuh diatas tubuhnya. Sejenak mereka terdiam dan hanya saling memandang, terpaku pada mata masing-masing. Waktu terasa terhenti sesaat. Kyuhyun tersadar dan berusaha bangkit dari atas tubuh Sungmin, namun tangan sungmin menahannya. Sungmin tersenyum seraya menelusuri wajah tampan Kyuhyun dengan jarinya.

 

“Bukankah sudah kubilang sekarang aku milikmu?” kata Sungmin tersenyum.

 

Sungmin menarik wajah Kyuhyun mendekat dan mencium bibirnya. Kyuhyun terkejut, tapi kemudian ia membalas ciuman itu. Rasanya waktu seolah terhenti kembali. Kyuhyun memejamkan mata dan membiarkan bibir mereka saling berpagutan mesra. Satu tangan Sungmin menyusup ke belakang rambut cokelat Kyuhyun, mengenggamnya dengan lembut, sementara tangan lainnya mengusap-usap punggung Kyuhyun. Ia menekan kepala Kyuhyun untuk memperdalam ciuman mereka. Deru napas mereka memburu, dan perlahan ciuman itu mulai memanas. Sungmin menarik satu tangannya dari punggung Kyuhyun. Seraya masih terus berciuman, jari–jari Sungmin berusaha membuka kancing-kancing bajunya sendiri. Namun tangan Kyuhyun segera menghentikannya saat hampir seluruh kancing baju Sungmin terbuka. Kyuhyun melepaskan ciumannya dan memandang Sungmin.

 

“Berhenti membuka kancing bajumu, hyung” kata Kyuhyun.

 

“Kenapa? Heechul hyung tadi bilang aku harus membahagiakanmu. Sekarang ‘kan aku milikmu. Kau bisa menyentuhku sepuasmu” kata Sungmin.

 

Kyuhyun hanya tersenyum. Ia beranjak bangun dari atas tubuh Sungmin dan mengancingkan semua kancing baju yang sudah dilepas oleh Sungmin. Sungmin beranjak duduk dan memandang kyuhyun dengan bingung.

 

“Kau tidak ingin menyentuhku? Kau tidak ingin bercinta denganku?” tanya Sungmin.

 

“Tidurlah. Sekarang sudah larut malam” kata Kyuhyun membelai kepala Sungmin, mengacuhkan pertanyaan-pertanyaan itu.

 

Sungmin hanya memandang dengan tatapan tidak mengerti saat Kyuhyun beranjak pergi dan sosok tingginya menghilang dibalik pintu yang tertutup. Kemudian ia merebahkan tubuhnya kembali dan memandang langit-langit kamar.

 

“Dia tidak mau bercinta denganku” gumam Sungmin, mendesah kecewa.

 

Sementara itu di kamarnya Kyuhyun duduk terdiam di pinggir ranjangnya. Ia terdiam cukup lama dan wajah tampannya nampak sedang berpikir. Ia menyingkap sedikit kemejanya, memperlihatkan sebuah bekas luka di perut bagian kanannya. Ia meraba bekas luka itu dengan pelan. Pandangannya berubah sedih saat ingatan-ingatan itu kembali hadir dalam kepalanya. Ingatan-ingatan yang membuat rasa bersalah itu selalu datang menghantui setiap malamnya.  

 

“Tidak boleh. Jika kita bercinta dan kau melihat bekas luka ini, mungkin kau akan teringat kembali dengan hari itu. Dan aku akan merasa semakin bersalah” kata Kyuhyun pelan.

 

tbc

32 thoughts on “My name is…? / part 2

  1. mmh bekas luka itu menandakan apa, apa Kyu emang ada hubungannya dgn kemataian appa Ming??
    jadi Kyu melakukanya karena rasa bersalah dia dgn Ming, bagaimana kalo Ming sampai tau semuanya yah mengenai identitas Kyu dan rahasia yg Kyu simpan..

  2. Kyu kenapa? misterius sekali….
    aku jadi curiga jangan2 Kyu itu pembunuh bayaran yang ngebunuh ayah Sungmin…
    Uuuuurg muda2han bukannnnn,,, bisa brabe tuh

  3. wowowowowowowo, perlahan namun pasti sebuah rahasia akan terungkap 0-0

    making outnya suka deh saya, tapi jauh lebih hot Mr.perfect hahahahaha😄

    update cepet ya Minchan.. saya penasaran :3

  4. Apa?apa?apa?
    ada apa dengan masa lalu mereka?
    asyek asyek, aku suka chap ini. akhirnya ming dibawa Kyu, tapi ming pikirannya making love mulu tuh!hihi~~

    Hangeng peduli banget ma ming, aku suka karakternya…^^

  5. Akh… Tuh kan makin makin penasaran jha sama jati diri kyu sebenernya…
    Kyu cuma merasa berslah kah sama ming…
    Update kilat ya… Little~sshi

  6. Kyuhyun itu…yang bunuh keluarganya Sungmin? Kejadiannya sudah 7tahun lalu, dan 8tahun lalu tepat komplotan SJ berdiri…

    Aaaaaaaa so complicated. Aku selalu gregetan kalo kyumin ga jadi NCan eon wkwkwk yg waktu di mr perfect part 5 juga gitu. Aaaaaaaaaa *guling2*

    Knp sih kyuhyun selalu keren kalau di ff eonni? Aku jadi ikut terbuai(?) gitu *dihajar*
    Haha lanjut as soon as possible eonni-yaaah.. Kutunggu :*

    Sign,
    Hanyounghee

  7. Eh apakah dl kyu yg membunuh appanya Sungmin? Apa mungkin kyu krna merasa bersalah jd dia membantu Sungmin buat keluar dari club??
    Hemmm sptnya begitu..*reader sok tau* ^^

    Ditunggu lanjutannya Min Kecil🙂

  8. Wah, ada yang gk beres nih sama kyu.
    Apa bekas luka itu ada hub nya dgn kematian appa ming?
    Dan spertinya kyu bantu ming kluar dari club karena dia kasihan sama ming
    Klo ming smpe tahu gmn ya?
    Kecewa kyumin gk jd NC an * plakk😄
    Lanjut…

  9. jd kyu emang ada hubunganny dengan kematian appa ming ????
    dan kenapa dgn bekas luka itu..???

    apakah itu sebabny kyu menemui ming dan membeliny… karena rasa bersalah…
    tp sepertiny kecurigaan hankyung beralasan..

    tp ngomong” uang kyu bnyk bgt yakk..
    bisa membeli ming dengan harga yg sangat mahal..

  10. Wesss Kyu ng’bli Ming. Tp bnr kata hangeng Kyu tuch mencurigakan. Kyu gk mau nyentuh Ming krn rasa bersalahx, Apa yg dilakukan Kyu dulu???Knp dia bz terluka n bekas lukax bz mengingatkan Ming k’peristiwa dulu.

  11. kyu beneran beli ming dari heechul, dan hangeng agak curiga nih ma kyu ..
    kyu kenapa tuh malah gak mau nyentuh ming kyu ngerasa bersalah, apa kyu yang ngebunuh keluarga ming ???

    lanjuttt ^^

  12. Eh, emank kenapa? Ada apa dgan bkas luka Kyuhyun? Apa kyu itu Sungjin adik laki2 Min? Tp kan dia uda meninggal…

    Aku sangat yakin kalo pertemuan Kyu dan Ming tidak kebetulan, pasti uda d rencanain yah? /kepo abiss/😀

  13. Udh curiga dri td Kyu ada hbungannya sma msa lalunya Ming . .
    Tpi perutnya Kyu itu knp ?? Dia misterius bget disini . . .xD

  14. Ada apa dengan Kyuhyun dan ayahnya D: terus masa lalu Kyuhyun? D:

    Dan Kyu…. Membeli Sungmin :O klimaksnya beneran ini x-x
    Dan Hangeng sbnrnya menyadari keanehan Kyuhyun. Hmmm.

    Di bagian akhir….
    Bekas luka pd perut? Ini bekas luka yg ditemnbakkan zhoumi dulu? Aaaaaaaaa Dx
    Trs kl misal Kyu ada hubungan dgn yg dulu itu, kenapa dia memutuskan utk mendekati Sungmin? Dx

    Banyak pertanyaan hilang dari kepala gara2 bekas luka Kyu itu x___x
    Lanjutan selalu kutunggu eonni, hwaiting~ :3

  15. Bekas luka?apa ada kaitannya sma pembunuhan orng tua ming, ,
    Sbnrya maksud kyu “ngebeli” umin dri club itu apa?cuma buat nebus kesalahanya kah?atau emng kyu bnran suka sama ming?
    Mkin bnyak pertanyaan yg blom terjawab

  16. Hadehhh…
    Bias saya, kurang ajar banget di sini!!!
    *getok kepala Chullie*

    Kyu misterius banget. Dan dia toh yang terluka oleh Zhoumi (atau Kangin?)
    Astaga… Apa yang terjadi 7 tahun ang lalu author-ssi?!
    Sepertinya keramat banget itu angka!!!!
    Ayo ayo ayo~~~ Update update update~~~

  17. Maksut loe kyu? Kok ini ff banyak teka teki nya ya, bikin bingung dan penasaran. Tapi keren jd pengen baca terus tapi knp Tebece -_-
    next part ditunggu secepatnya ya please~

  18. Omo😮
    jangan katakan.
    Jangan katakan emang kyu pelakunya.
    #shock berat

    aaaaaaaaaa~
    ini Part Full KYUMIN moment. Suka sumpaaaaaaaah😀
    dan lagi ini aman dari En-ce. Hahahay😀

    Hah~
    sungminnie memang terpesona berat dengan uri evil eoh. Sampai segitunya.
    Tapi kyu beneran misterius. Dan sungguh benar-benar membuat penasaran.

    Aigoooo~
    Sarapan yang romantis banget >.<
    ibarat keluarga kecil dengan sang istri menyiapkan sarapan.
    Aaaaa~

    Omo~
    kata-kata kyu nge-JLEB banget deh. Masa iyha ayah sendiri mau di bunuh sebegitu bencinya kah??
    Emang masa lalu kyuhyun kenapa??
    Aaaa kenapa ini kehidupan dua orang semuanya penuh misteri.

    Kya~
    kyu. Kata-katamu. Janji-janjimu.
    Aaaaaaa sumpah kyu gentelmen banget😀

    datang-datang langsung ngerebut ming. Suka😀

    hah~ kyuhyun mau di lawan. Chullie mah pasti kalah #Eh

    omo😮
    ming agresif banget. Sumpah dah !!
    Kyu ampe shock gitu..
    Tapiiii~
    omo !!
    Jangan bilang kyu emang pembunuhnya😮
    aaaaaaaa~
    penasaran sumpah..

  19. Beneran ya kelinci bantet ini pervert bgt –” aduh ming ming tahan dikit kek gitu kepervert nan nya gitu
    Lagian kyu jg kan bisa bercinta pake lampunya dimatiin jd ming gakan inget sama luka itu kan

  20. aaaah akhirnya Kyu membawa Ming keluar dr club itu. Hangeng merasa aneh dg Kyu. Memang, Kyu terlalu misterius.

    Kyu g mau bercinta ma Ming krn Kyu g mau Ming melihat bekas luka itu dan perasaan bersalah pasti akan datang. Ming kek-ny jatuh cinta ma Kyu, tp kl tau masalalu mereka dulu seperti apa g yakin Ming bakalan terus bersama ma Kyu.

    Min kecil, update kilat y…

  21. bekas luka apa kyu ?
    Kenapa kalo ming liat, kamu bkalan merasa bersalah … Emang kamu pernah buat salah apa sama ming ?
    Apa emang benar kalo kamu yg udah bunuh keluarga ming …

  22. jangan” yg bunuh keluarganya ming itu kyuhyun O,O
    owwwmayygaaddnesss….
    jngan” kyu beli ming itu karna merasa bersalah sma ming…
    aigoooo,,,
    alnjjutt”…
    jadipenasaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s