Sex and Love : Sepenggal cerita

Gambar

 

Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun || Genre : Hurt || Length : One Shoot || Warning : Boys love, Yaoi, AU, Rate-M (for the story, no mention sex contain) || Disclaimer : Remake dari cerpen berjudul “Kahlua dan susu”, karya Astrid Reza Widjaja dalam buku Machine Sex Love || Summary : Kyuhyun dan Sungmin bertemu di salah satu club. Bersama sebotol vodka mereka menghabiskan malam-malam bersama. Hingga tiba-tiba sepuluh hari yang laknat itu datang. Sepuluh hari yang laknat bagi Sungmin dan bagi Kyuhyun. Ini adalah sepenggal cerita cinta mereka.

*ini adalah perbaikan dari ff “Lewat 24 jam” yang aku hapus kemarin

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

1. Lewat 24 jam

 

Hujan kembali turun pagi ini, cukup deras dan dingin. Airnya memercik ke permukaan jendela dan mengalir turun serupa sungai-sungai kecil. Pagi ini Sungmin terbangun dengan muram. Ia meraih bungkus rokoknya di atas meja samping tempat tidur, mengambil sebatang, menyulutnya dengan korek api dan menghembuskan asap tipis kelabunya ke udara. Ia menoleh memandang sisi tempat tidurnya yang kosong.

“Dia sudah pergi” gumam Sungmin, merasa sedikit kecewa. Ia kembali menghisap batang rokoknya perlahan dan membiarkan asap tipis kelabu itu menari-nari di udara ketika ia menghembuskannya.

 

Kemudian ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamarnya yang sepi. Kosong. Penuh dengan aroma sisa-sisa percintaan mereka semalam. Percintaan yang panas dan menyenangkan. Sungmin beranjak turun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju meja, membiarkan pakaiannya tetap tercecer di lantai seperti semalam. Ia meraih segelas vodka dari atas meja yang penuh dengan puntung-puntung rokok, dan membawanya ke jendela. Meminumnya seraya memandang keluar jendela, mencoba mengingat semuanya. Tentang pertemuannya malam itu di salah satu club di Gangnam, dengan pria bermata obsidian yang tampan itu. Tentang malam-malam yang telah mereka lewati bersama. Sebotol vodka dan satu malam yang panas, tidak mungkin Sungmin melupakannya, kan?

 

Malam itu mereka bertemu lagi di salah satu club di Seoul. Beberapa gelas vodka menemai obrolan mereka. Entah apa tema obrolan mereka saat itu, Sungmin tidak ingat. Tapi yang jelas mereka sangat menikmati obrolan itu. Setelah beberapa tarian dan segelas vodka lagi, lalu pria tampan itu mengantarnya pulang. Dan sepanjang perjalanan Sungmin masih saja menggoda pria itu, bahkan hingga mereka tiba di kamar Sungmin. Sebuah ciuman dari pria itu membuat Sungmin ingin meledak. Ia begitu menyukai gerak lidahnya. Ia begitu menyukai pria itu, dan hampir mencintainya. Namun seketika Sungmin tersadar karena ia akan selalu membangun batas yang panjang ketika kata hampir itu datang.

 

Tiba-tiba pria itu hadir di sebelahnya saat Sungmin terbangun keesokan paginya, dengan kepala yang masih sama beratnya. Pria itu menggodanya sampai semua pori-pori keringatnya menjatuhkan cairan lagi. Pagi itu mereka kembali bercinta dan merokok bersama. Sungmin tidak mengijinkannya pulang sampai pagi berikutnya. Maka malam itu ia kembali tidur dengan bau matahari di sekitarnya.

 

Tapi tiba-tiba Sungmin lupa dengan semua peristiwa setelah malam itu, dan kini yang terpikir dalam benaknya adalah cara untuk menghadirkan pria itu kembali seperti malam yang sudah lalu. Sosoknya yang berada di atasnya atau di bawahnya, yang samar, yang menyenangkan. Sungmin menyentuh kepalanya dan mendengus kesal,

 

“Sial. Kenapa aku bisa tiba-tiba lupa, bahkan dengan namanya? Berapa botol vodka yang aku habiskan malam itu?”

 

Sungmin menghisap batang rokoknya sambil berpikir keras, berusaha mengingat nama pria itu. Namun ia tidak ingat. Ia tidak bisa mengingatnya. Hanya satu hal yang berhasil ia ingat tentang malam itu.

 

“Jangan nyalakan lampu!”

 

Kenapa?

“Karena sosok laki-laki yang merokok dalam kegelapan adalah sesuatu yang menghanyutkan.”

 

Dan Sungmin pun menurutinya. Ia merasakan senyum pria itu dibalik kegelapan. Ya, rasanya memang menghanyutkan. Sungmin mendesah. Ia menghabiskan vodka di dalam gelas dan meletakkannya kembali di atas meja, mematikan puntung rokoknya pada asbak, lalu berjalan ke kamar mandi masih dengan tubuh yang telanjang. Membiarkan pakaiannya tetap tercecer di lantai, nanti saja ia akan membereskannya.

 

Hari itu ia berusaha keras untuk mengingat, namun hingga lewat 24 jam ia masih saja lupa. Dan lewat 24 jam berikutnya saat ia masih saja lupa, pria itu benar-benar meninggalkannya dan dengan kurang ajar tidak meninggalkan apa-apa, selain bau matahari di tubuh Sungmin. Sejenak Sungmin berjanji pada dirinya sendiri, bahwa ia tidak akan pernah mencari pria itu. Tapi ingatan yang tersisa dari malam itu telah mengkhianati Sungmin sedemikian rupa. Membuat Sungmin mematahkan janji yang tidak pernah ingin ia pegang.

 

Sungmin tetap mencari pria itu di semua phonebook addres teman-temannya. Dan akhirnya pencariannya tidak sia-sia. Ia menemukannya di antara hamparan ribuan nomor. Ia begitu yakin bahwa sekian digit nomor itu adalah Dia, bahkan Sungmin sudah tidak lagi peduli tentang nama. Ia begitu senang, karena sebelas digit nomor ini adalah satu-satunya kunci menuju pria itu.

 

2. Kahlua dan susu

 

Jam 06. 00 alarm itu berbunyi, mengganggu tidurnya. Kyuhyun menggeliat, mematikannya lalu kembali tidur. Namun lima belas menit kemudian alarm itu kembali berbunyi, sangat berisik. Kyuhyun membuka matanya dan sedikit mendengus kesal. Ia bangkit, mematikan alarm, mencabut kabel charger dan mengaktifkan ponselnya. Tidak lama ponselnya berdering, menerima beberapa pesan baru. Kyuhyun membuka pesan-pesan itu. Namun sebuah pesan segera menarik perhatian Kyuhyun. Sebuah pesan yang aneh dari nomor yang tiba-tiba saja membuatnya berdebar-debar.

 

Kyuhyun tersenyum membaca pesan itu. Kata demi kata dalam pesan itu mengingatkannya kembali pada vodka, hujan, aroma tubuh pemuda manis itu dan sosok yang ia tinggalkan di hari berikutnya itu. Kyuhyun kembali tersenyum. Ia membalas pesan itu, meletakkan ponselnya kembali di atas meja, lalu beranjak ke kamar mandi.

 

Baru saja Kyuhyun membuka bajunya, ponselnya kembali berdering. Segera Kyuhyun keluar kamar mandi. Disambarnya ponselnya yang sudah diam di atas meja. Satu miss-call, dari teman wanita kencannya semalam. Kyuhyun membawa ponselnya ke kamar mandi. Dan tidak lama ponselnya kembali berdering. Pada dering yang ketiga Kyuhyun menjawab telepon itu.

 

“Iya, sayang. Aku sedang mandi……”

~+~+~+~

 

Malam itu Sungmin memungut kembali remahan-remahan ingatan yang menuju ke apartement Kyuhyun, tempat mereka pernah membagi malam bersama. Malam yang menyenangkan bersama dengan sebotol vodka dan percintaan yang panas. Sungmin menekan bel dan tidak lama pintu terbuka. Kyuhyun berdiri di ambang pintu dan tersenyum pada Sungmin.

 

“Hai” sapa Kyuhyun.

 

Sungmin menatapnya. Seperti rumah kue nenek sihir yang mengundang selera, sosok Kyuhyun yang berdiri di ambang pintu itu langsung mengundang selera satu jengkal di bawah perutnya. Begitu menggairahkan.

 

“Hai” balas sapa Sungmin, tersenyum senang,

 

Kyuhyun membuka pintunya lebih lebar dan Sungmin melangkah masuk. Sungmin mengamati isi apartement itu sesaat. Nampak tidak berubah dari terakhir yang ia ingat. Tetap terasa hangat dan nyaman. Kyuhyun berjalan ke meja bar. Mengambil sebotol vodka dan menuangkannya pada dua gelas. Kemudian memberikan salah satu gelas pada Sungmin yang sedang duduk di sofa.

 

“Aku senang saat kau menghubungiku lagi” kata Kyuhyun seraya duduk di samping Sungmin.

 

Sungmin tersenyum mendengus sesaat.

“Yah, tapi karena pengaruh vodka yang kuminum malam itu aku sempat melupakanmu, bahkan dengan namamu” katanya.

 

“Apakah kau masih lupa pada namaku saat ini?”

 

“Tidak, aku sudah mengingatnya kembali. Tapi jika malam ini aku terlalu banyak minum, mungkin aku akan melupakan namamu lagi”

 

Dan Kyuhyun tertawa. Mereka mulai mengobrol, berbicara tentang apa saja. Meloncat dari satu topik ke topik yang lain. Obrolan itu terhenti ketika Kyuhyun menggeser tubuhnya lebih dekat pada Sungmin, dan menciumnya. Mereka berciuman, ciuman yang selalu membuat Sungmin ingin meledak. Ia begitu menyukai ciuman Kyuhyun, begitu menyukai gerak lidahnya sehingga Sungmin seperti ingin memakannya. Menelannya dan menyimpannya di dalam tubuhnya. Ia begitu menyukainya.

 

Mereka kembali menghabiskan sisa malam bersama, seperti malam-malam yang sudah lalu. Bersama sebotol vodka, percintaan itu kembali terjadi. Percintaan yang panas dan menyenangkan. Kali ini Sungmin yang menghabiskan waktu merokok dalam kegelapan setelah bercinta. Ia merasa Kyuhyun tiba-tiba hanyut dan tersenyum dalam kegelapan. Rupanya sosok apa pun yang merokok dalam kegelapan memang akan selalu menimbulkan rasa yang sama.

 

“Aku akan membuat kopi” kata Kyuhyun mencium pipi Sungmin.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya dan membiarkan saat Kyuhyun mengambil puntung rokoknya yang telah terbakar setengah. Kyuhyun bangkit menuju dapur seraya merokok, menyalakan kompor dan memanaskan air. Membuat kopi dengan tubuh yang masih juga telanjang.

 

~+~+~+~

 

Kyuhyun menikmati batang rokoknya seraya merenung, menunggu air yang sebentar lagi mendidih. Ia pikir ia sudah lupa dengan malam yang menyenangkan itu, 48 jam yang ia habiskan bersama Sungmin. Malam yang penuh gairah. Tapi nyatanya tidak. Diam-diam ia merindukannya. Karena itu ia sangat senang saat Sungmin menghubunginya lagi, meski pemuda manis itu sempat lupa pada namanya karena efek vodka yang diminumnya malam itu. Bau tubuh Sungmin masih tercium di tubuhnya, begitu kuat mengalahkan bau wangi-wangian mana pun. Namun Kyuhyun menyukainya, dan tiba-tiba hampir mencintainya.

 

Nafas Kyuhyun terhenti ketika sesuatu datang dan menyentak pikirannya. Ia yang tidak pernah memikirkan kata cinta sebelumnya. Ia yang dalam hitungan minggu dapat berganti-ganti sekian wanita. Kyuhyun tersentak pada kenyataan bahwa ia hampir mencintai Sungmin, pemuda manis yang baru dikenalnya beberapa hari terakhir ini.

 

Suara air yang mendidih menyadarkan Kyuhyun dari pikirannya. Kyuhyun mematikan rokoknya yang telah memendek dan membuangnya ke tempat sampah. Kemudian ia membuat dua cangkir kopi hangat. Ia menarik nafasnya dan membawa nampan berisi dua cangkir kopi hangat itu ke dalam kamar. Akhirnya ia berhenti pada kata hampir dan memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi.

 

Di dalam kamar ia melihat Sungmin mulai memunguti bajunya yang tercecer. Dan sepintas Kyuhyun melihat kulit tubuhnya yang sudah kering dari keringat, melembab serta memaksanya untuk menarik pemuda manis itu kembali ke sisinya. Kali ini Kyuhyun yang tidak menginjinkan Sungmin pulang sampai pagi berikutnya. Mereka pun kembali bercinta dan merokok.

 

~+~+~+~

 

Setiap kali berpikir tentang Kyuhyun, ide tentang mencintai itu selalu datang. Dan Sungmin selalu berhenti pada kata hampir, selalu membangun batas yang panjang ketika kata hampir itu datang. Hari itu Sungmin memutuskan untuk mengirimi Kyuhyun sekian puisi. Meski ia tahu bahwa puisi itu tidak akan pernah disimpan oleh Kyuhyun dan akan selalu dihapusnya dari inbox ponselnya setelah dia membacanya. Tapi Sungmin tetap saja mengirimkan sekian puisi pada Kyuhyun. Dan pria tampan itu selalu saja membaca puisi-puisi itu lalu menghapusnya. Selalu seperti itu.  

 

Siang harinya Sungmin pergi bertemu dengan Kyuhyun di apartementnya yang masih nampak tidak berubah. Mereka menghabiskan waktu bersama seperti hari-hari yang selalu mereka lalui bersama. Hingga kemudian Kyuhyun mengajaknya berfoto dengan kamera ponselnya. Lima menit, hingga sepuluh menit berikutnya sesi foto-foto itu berubah menjadi photoshoot untuk majalah playboy ingatan pribadi.  Kyuhyun menyimpan semua foto-foto itu di ponselnya, meletakkan ponselnya di atas meja kemudian menarik Sungmin dalam pelukannya.

 

“Apa yang ingin kau lakukan malam ini?” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin bergelung manja dalam pelukan Kyuhyun dan menjawab,

“Aku ingin dihibur oleh kahlua dan susu”

 

Maka pada malam harinya Kyuhyun membelikan Sungmin kahlua dan susu. Mereka bersama-sama mencampurnya dan mengamati bagaimana kedua warna bercampur di dalam gelas. Sekian jam kemudian bagaikan kahlua dan susu mereka bersama-sama bercampur di atas tempat tidur. Kali ini tanpa vodka dan rokok. Namun malam itu Kyuhyun lupa menggunakan kondom. Kahlua dan susu yang bercampur kemudian mengundang sepuluh hari yang laknat itu.

 

~+~+~+~

 

Hari pertama dari sepuluh hari itu merupakah hari yang paling menggelisahkan bagi Kyuhyun. Sungmin menghubunginya dan mengatakan bahwa ia membatalkan kencan mereka hari itu, karena ia harus ke rumah sakit untuk check up rutin. Namun kemudian Sungmin kembali menghubunginya. Sesuatu yang diucapkan oleh pemuda manis itu cukup membuatnya gelisah, karena ia benar-benar hampir mencintainya.

 

Aku hamil, Kyu”

 

“Apa? Itu tidak mungkin”

 

“Tadi aku ke rumah sakit untuk check up rutin. Tapi hasil check up yang kuterima hari ini mengatakan bahwa aku ternyata……hamil”

 

“Tapi itu tidak mungkin, Sungmin. Kau bukan wanita”

 

“Entahlah… Entahlah…”

 

~+~+~+~

 

Entah sudah berapa lama Sungmin duduk terdiam di tempat tidurnya. Wajah manisnya nampak kusut dan frustasi. Hasil check up yang mengejutkan itu telah membuatnya tidak bisa tidur. Ia masih tidak percaya jika dirinya hamil. Dan ia tidak bisa menerima itu.

 

“Sialan. Sialan. Sialan,” kata Sungmin mengacak-acak rambut cokelatnya dengan kesal. “Bagaimana ini bisa terjadi?”

 

Sungmin tidak pernah menyukai anak kecil, semua anak kecil baginya terlihat begitu merepotkan. Bagi Sungmin keadaan dunia sudah cukup menyesakkan dan pilihan untuk menghadirkan seseorang lagi ke dunia yang buruk ini bukanlah pilihannya. Ini sudah hari ke lima.

 

Sungmin sedikit terkejut saat Kyuhyun datang ke rumahnya. Ia mengalihkan pandangannya, memilih untuk tidak melihat wajahnya di saat-saat yang seperti ini. Sedikit menyumpahi dirinya karena apa yang ia lihat hari ini membuktikan bahwa ia pun hampir mencintai Kyuhyun. Tapi ia begitu keras kepala dan kembali berhenti pada kata hampir untuk ke sekian kalinya.

 

“Kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun. Ia terlihat khawatir.

 

Sungmin menggeleng pelan, masih berusaha untuk tidak melihat wajah Kyuhyun. Kemudian katanya,

“Aku tidak bisa menerimanya, Kyu. Tidak bisa”

 

“Kenapa tidak?”

 

Akhirnya Sungmin mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun. Ia menatap sayu pria itu.

“Kau tahu bukan? Ini bukan dunia yang ramah untuk cinta seperti kita. Lalu apa yang akan dunia katakan jika mereka tahu aku hamil dan melahirkan? Aku laki-laki, Kyu! Seharusnya ini tidak terjadi padaku!”

 

Kyuhyun memeluk Sungmin dengan lembut, dan mendesah pelan.

“Lalu apa yang akan kau lakukan?

 

Sungmin terdiam sesaat.

“Aborsi.” Ia terdengar cukup yakin.

 

Kyuhyun hanya diam melirik Sungmin. Ia paham perasaan Sungmin, bagaimana pemuda manis ini merasa takut dan frustasi karena kehamilan yang tidak seharusnya terjadi ini. Pemuda manis ini cukup yakin untuk melakukan aborsi. Namun entah baginya, ketika Kyuhyun benar-benar hampir mencintai Sungmin, ia pikir mungkin ia bisa menerima kehamilan Sungmin. Sejenak ia sempat berpikir untuk menikahi Sungmin, namun untuk sebuah pernikahan pun ia begitu mengerti bahwa ia dan pemuda manis ini bukan ditakdirkan untuk sebuah pernikahan. Mereka begitu tidak mempercayai pernikahan. Kyuhyun mengecup lembut kepala Sungmin dan tetap terdiam.

 

~+~+~+~

 

Kemudian hari-hari berjalan begitu menggelisahkan bagi Sungmin dan Kyuhyun. Hingga akhirnya di hari ke sepuluh drama kekonyolan ini berakhir. Sungmin setengah tidak percaya ketika ia mendapat telepon dari rumah sakit pagi itu.

 

“Maaf, Sungmin ssi. Ternyata kami melakukan kesalahan. Hasil check up anda tertukar dengan pasien yang lain”

 

“Maksud anda, saya tidak……?”

 

“Anda tidak hamil, Sungmin ssi. Kami benar-benar minta maaf atas kesalahan ini”

 

Pembicaraan singkat itu membuat Sungmin tertawa sendiri. Ia merasa sangat senang dan lega. Ia hampir menyumpahi dirinya sendiri, namun ia langsung teringat tentang Kyuhyun karena di menit yang sama ia menyadari bahwa ia benar-benar mencintai pria itu. Menit selanjutnya ia menemukan dirinya menghubungi Kyuhyun. Sepertinya pria itu sedang meloncat-loncat sendirian di ujung telepon, dan hal ini membuat Sungmin kembali tertawa.

 

~+~+~+

 

Kyuhyun termenung memandang ponselnya dan menyadari bahwa sepuluh hari yang laknat itu sudah terlewati. Tidak pernah dalam sejarah hidupnya ia begitu lama dipermainkan oleh selembar hasil check up. Tapi sepuluh hari sialan itu membuat Kyuhyun berpikir bahwa ia tidak hanya hampir tapi benar-benar mencintainya. Ia benar-benar mencintai Sungmin. Kyuhyun menyentuh wajahnya dan tertawa sendiri. Malam itu mereka kembali merayakan sepuluh hari yang laknat itu dengan kahlua dan susu. Namun kali ini dengan satu pak kondom rasa strawberry di samping tempat tidur.

 

 

~Fin~

25 thoughts on “Sex and Love : Sepenggal cerita

  1. Hahahaha duh aku juga ikut deg2an masa eon… Aku kira sungmin beneran hamil. Hiiiih dokternya minta dituntut bgt-_-
    Tapi bersyukur karena kejadian itu akhirnya mereka saling mengakui perasaan masing2 yeaaaay😀

    Aku seneng ga ada NCnya eon, soalnya aku lagi puasa baca NC *plaaak*😄
    Tapi ff ini bergairah bgt ya kayanya hahaha *makin ngawur*

    Overall, aku selalu suka ffmu eon. Jgn lupa mr. Perfect yg selalu ku tunggu :*

    Sign,
    HanYoungHee

  2. astaga q kira bakalan hurt udah wanti2 eh tapi ternyta malah ga tau geli aja liat tingkah KyuMin malah buat ngakak,,
    aigoo tak kira Ming beneran hamil n niat gugurin syukurlah ternyata kesalahan pihak RS, tapi sisi positivenya mereka jadi menyadari kalo mereka udah jatuh ke masing2 ^^

  3. Yup, yang ini lebih enak dibaca dibanding yg kemaren dihapus ^^

    ini kok ya semacam romance-humor, 10 hari yang menegangkan ^^

  4. Padahal udh kesenangan ni FF Daebak MPreg u___u
    Eh ternyata ketukar hasil check up
    Huhu, KyuMin bahagia udh seneng banget🙂
    Oke, Daebak lah

  5. Eet dah… kirain beneran ming hamil kkkk~
    Tp berkat selembar surat keterangan yg slah…
    Jd meyakinkan perasaan kyumin… tidak ada kata hampir..
    Karena mereka memang sudah saling jatuh cinta
    *plaak🙂
    Tp kahlua itu apa ya…

  6. sweet bgt,kirain emanx bnran hamil ,,
    Bca senyam senyum sndri,,giliran bagian kalimat akhir lngsung ketawany pecah hahaha…
    Emanx mw brapa ronde bang??? Kkkkkkk

  7. Min Unnie, ini Liezy~~😀
    Akhirnya sampai di blogmu hohoho
    Wah wah, suka banget deh sama ceritanya. Ringan tapi nggak ‘begitu2’ aja
    Penuh surprise di ceritanya. Dan aku sih ngerasa feeling Kyuhyun sama Sungmin bisa tersampaikan ke reader (in this case, aku) meskipun nggak disampaikan dengan kata-kata/nggak kelihatan serius. Gimana tuh ya? Pokoknya gitu lah hahaha😄

    Ehehe aku tunggu ya password Mr. Perfect chapter 3 ^w^)

  8. aduhhhhh… ujung ceritanya brsa aneh sndri ku baca =_=
    geli geli(?) gmnaaaaa(?) gitu(?)._.

    unn.. mr.perfect 16.a … pm’in pass.a ><

  9. Wkwkwkkkk. ..
    semuany ketipu ama pak dokter😄
    kirain beneran ming hamil,,
    uda wanti wanti bakalan hurt gegara itu..
    eehh ternyata hasilny ketuker..
    ad ad aj,, tp syukurny mreka ga jd pisaaahh..
    yeaayy, dan mau mengakui perasaan masing 2.

  10. -_- ternyata ketukar…
    mksud kata kahlua dan susu itu apa ya?? =.=a
    tapi storynya keren.. kkk kyumin lucu. otak mreka berontak untuk kata hampir mencintai. tapi hatinyaaa… udah gak bsa kyknya

  11. kecil eon, hahahahaha
    aku ketawa, bersemu, ketawa lagi, kesal, kaget, bersemu lagi, disaat yg hampir bersamaan. hahahaha
    mereka dipermainkan selembar kertas hasil check up hahaha~~~

    aku gak tau udah pernah baca ini apa belum, tp rasanya udah. maklum, eon, ingatanku payah, hahaha
    tp mau berapa kali pun baca ulang fanfict kecil eon, gak ada bosennya hahaha

  12. ff ini menarik bnget
    bahasanya bagus banget
    suka banget sm ini ff
    gara2 10 hari mereka jd ngungkapin perasaan masing2
    seneng deh
    ngrayainnya pun dengan sex jg
    selamat kyumin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s