Dance on the sand / Part 1 : Let the story begin

Gambar

Pairing : KyuMin, HaeHyuk, KiHae, YeWook || Genre : Fantasy, Romance || Length : Chaptered || Warning : Boys love, shounen-ai, AU || Disclaimer : Story belong to me, all characters name belong to themselves || Summary : Sungmin tidak peduli apakah penyihir itu nyata atau hanya dongeng. Permasalahan hidupnya sudah cukup menyita perhatiannya. Tapi saat penghujan menyelesaikan tangisannya di satu malam, saat tanpa sengaja ia menemukan batu shellrock terakhir yang menjadi legenda. Sungmin tahu itu bukan hanya sekedar dongeng.

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

Part 1 : Let the story begin

Suara sorak sorai dan tepuk tangan memenuhi area street fight. Diatas ring sedang terjadi suatu pertarungan yang menjadi pusat perhatian malam ini. Sungmin memukul jatuh lawannya hingga lawannya tidak bisa bangkit lagi. Wasit menghentikan pertarungan dan memberikan kemenangan pada Sungmin yang ke sekian kalinya. Sungmin beranjak turun dari atas ring dan beranjak pergi melewati sorak sorai yang masih memenuhi area street fight.

 

Sungmin mengganti pakaiannya di locker room, dan memandang wajahnya di cermin. Beberapa luka menghiasi wajahnya. Seseorang datang, dan bayangan seorang pria bertubuh subur terpantul di cermin.  

 

“Selamat. Kau memang fighter yang hebat,” puji Shindong seraya bertepuk tangan senang.

 

Sungmin hanya tersenyum dan mengobati wajahnya yang terluka.

“Seperti biasa, banyak yang bertaruh padamu. Well, ini uangmu,” Shindong berkata seraya memberikan sebuah amplop berisi uang.

 

Sungmin membalik tubuhnya, menerima amplop terbut. Ia membuka amplop tersebut dan memeriksa jumlah uangnya sesaat. “Terima kasih, hyung,” katanya dan menyimpan uangnya di dalam tasnya.

 

“Besok datanglah seperti biasa,”

 

“Kuharap tidak membosankan seperti tadi,”

 

Shindong tertawa, membuat lemak ditubuhnya seakan ikut berguncang.

“Tidak. Tidak. Aku akan memberikan pertandingan yang menarik untukmu. Kau harus bersiap.”

 

Sungmin tersenyum kecil dan meraih tasnya.

“Baiklah. Kalau begitu aku pergi. Sampai besok.”

 

Kemudian Sungmin beranjak pergi. Ia berjalan menuju motornya yang di parkir di belakang area street fight, menaikinya dan memacunya pergi. Motor sport hitam milik Sungmin melaju cepat di jalanan yang basah karena hujan tadi sore.

 

****

 

Kyuhyun duduk di pinggir atap gedung yang tinggi. Angin bertiup memainkan rambutnya yang berwarna cokelat. Ia mengedarkan pandangannya, menikmati keramaian malam kota Seoul yang tidak pernah terlelap. Seorang pria dan seekor harimau putih dengan garis–garis hitam yang menghiasi tubuh besarnya berjalan mendekati Kyuhyun.

 

“Ada apa?” tanya Kyuhyun tanpa menoleh.

 

“Teuki hyung menyuruhmu kembali. Kau tidak mendengarnya?” Siwon bertanya.

 

“Ya, aku dengar. Sampai kepalaku terasa sakit,” Kyuhyun menjawab dengan santai. Kemudian ia menoleh, memandang harimau putih yang berdiri di samping Siwon dan tersenyum kecil. “Shellrockmu kalah lagi dari shellrock milik Teuki hyung, eoh?”

 

Api hijau berkobar kecil di sekujur tubuh harimau putih itu, dan Poff…… Seorang pria tinggi berwajah Cina muncul saat api itu menghilang. Sinar dari lampu papan billboard memperlihatkan matanya yang berwarna hijau cemerlang.

 

“Jika saja Siwon tidak muncul dan menghalangiku, sudah kucabik–cabik serigala bodoh itu,” Hangeng berkata seraya merengut kesal.

 

Siwon mendesah.

“Ya, jika aku tidak datang mungkin kalian akan menghancurkan jembatan yang lain. Akibat pertarungan bodoh kalian satu jembatan rusak parah dan dua orang manusia pingsan karena melihat perbuatan kalian,”

 

“Sayang sekali aku tidak menyaksikannya. Pasti sangat menarik,” Kyuhyun berkata sambil terkekeh kecil.

 

“Kyuhyun, cepat kembali sebelum Teuki hyung semakin marah. Moodnya sedang buruk malam ini,” Siwon berkata.

 

Kyuhyun berdiri menghadap Siwon yang berdiri di belakangnya. Ia mundur sedikit dan berdiri di puncak gedung yang memiliki 78 lantai ini. “Baiklah, tapi setelah aku puas jalan–jalan malam ini.” katanya seraya tersenyum jahil. Kemudian ia menjatuhkan tubuhnya ke bawah sambil melambaikan satu tangannya.

 

Hangeng memandang ke bawah dan tersenyum menggeleng. Ia memandang tubuh Kyuhyun yang menjauh dengan cepat. Kyuhyun masih tersenyum dan menjentikkan jarinya. Seketika sosoknya memudar dan menghilang.

 

“Kurasa kau harus menyiapkan jawaban untuk Teuki hyung, Siwon. Bocah itu menghilangkan keberadaannya. Aku tidak bisa merasakannya lagi.” kata Hangeng.

 

“Aigoo, bocah ini…” desah Siwon.

 

****

 

Sungmin menghentikan motornya. Ia mengernyit memandang sebuah mobil mewah yang ia kenali terparkir di depan rumahnya, kemudian ia beranjak masuk. Rumah itu nampak sepi dan gelap saat Sungmin masuk. Sungmin menyalakan lampu, meletakkan kunci motornya di meja telepon kemudian menaiki tangga menuju lantai 2. Ia melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Namun ia terkejut saat membuka pintu kamarnya. Seorang pria paruh baya dan seorang wanita muda sedang asyik bercumbu di atas ranjangnya.

 

Mereka menghentikan aksinya saat menyadari kedatangan sungmin. Wanita itu tampak terkejut. Ia beranjak turun dari ranjang dan memakai pakaiannya yang berceceran di lantai, lalu beranjak pergi. Sungmin hanya memandang saat wanita itu berjalan melewatinya. Kemudian ia memandang pria paruh baya yang masih duduk dengan tenang diatas ranjangnya. Pria paruh baya itu mendesah memandang sungmin kemudian beranjak memakai pakaiannya.

 

“Ayah,” Sungmin berkata seraya memandang pria paruh baya itu.

 

“Tidak bisakah kau mengetuk pintu dulu?” tanya tuan Lee.

 

“Ini kamarku. Untuk apa aku harus mengetuk dulu,” jawab Sungmin mendengus.

Sungmin memandang kamarnya yang berantakan. Aroma seks seakan memenuhi ruangan ini. Ia mengernyit tidak suka. “Tidak bisakah kau melakukannya di kamarmu sendiri. Jangan mengotori kamarku. Menjijikan,”

 

Tuan Lee tidak menjawab. Sungmin kembali memandang ayahnya yang sedang merapikan pakaiannya, nampak tidak peduli. “Kudengar biaya perawatan ibu belum di bayar 2 bulan ini.” Sungmin berkata lagi.

 

“Aku sedang tidak punya uang. Lagipula aku sedang sibuk saat ini,” kata tuan Lee tanpa memandang Sungmin.

 

“Yah, kau sibuk menghabiskan uangmu dengan pacar–pacarmu yang selalu berbeda setiap harinya,” Sungmin mencibir.

 

“Kau sudah dewasa, Sungmin. Sudah bisa mencari uang sendiri. Tidak perlu merepotkan aku,” ujar tuan Lee, masih tidak memandang Sungmin.

 

“Ya, aku tidak membutuhkan uangmu. Aku bisa membayar biaya perawatan ibu dengan uangku sendiri,” timpal Sungmin, mulai merasa kesal.

 

“Itu bagus. Aku pergi dulu. Bulan depan aku akan mengunjungimu lagi,” tuan Lee berkata seraya beranjak pergi.

 

Sungmin mendengus marah.

“Mengunjungiku? Maksudmu, memakai kamarku tanpa ijin untuk berkencan dengan pacarmu yang lain, begitu?”

 

“Apapun itu Sungmin” kata tuan Lee tidak peduli dan berjalan melewati Sungmin.

 

“Ayah!!” panggil Sungmin setengah berteriak.

 

Tuan Lee menghentikan kakinya di ambang pintu dan menggerakkan sudut matanya, memandang putranya yang terlihat marah. Sungmin menarik napas dalam-dalam, berusaha menahan emosinya.

 

“Kenapa kau tidak pernah memandangku saat bicara?” Sungmin bertanya.

 

Tuan Lee menyulut sebatang rokok dan menghembuskan asapnya ke udara.

“Kalau melihat wajahmu, mengingatkanku dengan ibumu. Membuatku muak.” jawab tuan Lee kemudian beranjak pergi.

“Apa?!” kata Sungmin tertegun.

 

Sungmin masih berdiri tertegun di tempatnya saat terdengar suara deru mobil yang menjauh pergi. Lima menit kemudian ia tersadar saat merasakan sudut matanya yang hampir memanas.

“Memangnya….itu salahku?” gumamnya, terluka.

 

Sungmin beranjak keluar kamar, menuruni tangga dengan cepat. Namun ia berhenti saat melewati sebuah pigura foto yang besar yang terpajang di dinding, berselimut debu. Ia memandangnya selama beberapa lama. Itu adalah foto keluarganya saat mereka masih bisa tersenyum begitu lepas. Saat mereka masih baik-baik saja.

 

Sungmin tersenyum sinis dan beranjak membuka lemari kaca yang berisi koleksi-koleksi minuman alkohol milik ibunya. Mengambil satu botol dan melemparnya ke arah pigura foto itu dengan marah, membuat pigura foto itu pecah dan terjatuh ke lantai. Pecahan-pecahan kacanya berserakan di lantai. Sungmin tidak peduli pada pigura foto yang pecah atau botol whiskey ibunya yang telah hancur di lantai.

 

“Bukan salahku jika keluarga ini hancur,” Sungmin berkata dengan dingin.

 

Sungmin meraih kunci motornya dan beranjak pergi. Menaiki motornya dan memacunya dengan kecepatan tinggi. Ia tidak peduli berapa kecepatannya. Tidak peduli jika polisi akan mengejarnya. Ia hanya ingin menghindar dari rasa sakit dan marah yang seketika memenuhinya.

 

Sungmin menghentikan motornya di pinggir jembatan. Ia beranjak turun dan berdiri di atas jembatan. Ia Memandang ke bawah, pada sungai yang seakan meluap dengan dingin. Seperti rasa sakitnya yang sedang meluap dalam dirinya. Ia mencoba menepis suara yang berteriak di dalam kepalanya, mengatakan semua adalah salahnya.

 

“Bukan salahku! Ini semua bukan salahku!” Sungmin berkata, nyaris berteriak.

 

Sungmin menghela nafasnya sesaat dan memejamkan matanya. Merasakan angin malam yang sedang memainkan simfoninya. Mencoba melupakan sejenak masalah–masalah yang selalu mengunjunginya. Mencoba menikmati ketenangan yang menemaninya malam ini.

 

****

 

Kyuhyun menghentikan kakinya dan mengedarkan pandangannya pada jalanan yang sepi. Setelah yakin tidak ada yang melihatnya, ia menjentikkan jarinya. Angin bertiup pelan saat kyuhyun menjentikkan jarinya. Menyeret sisa–sisa hujan membentuk sesuatu, sebuah mobil sport hitam.

 

“Aku butuh mobil untuk mengelilingi kota,” Kyuhyun berkata sambil tersenyum.

 

Kyuhyun menaiki mobilnya dan memacunya pergi, menyusuri keramaian malam kota yang tidak pernah tidur. Tiba-tiba ia menghentikan mobilnya di pinggir jembatan dan beranjak turun. Ia mengernyit memandang seseorang yang berdiri di atas jembatan, seolah orang itu hendak bunuh diri dengan meloncat ke bawah.

 

“Hey kau…” Panggil Kyuhyun seraya beranjak mendekat.

 

Sungmin membuka matanya dan menoleh. Ia terkejut dengan kehadiran kyuhyun dan kehilangan keseimbangan. Kyuhyun berusaha menangkap tangan Sungmin, namun ia justru ikut terjatuh bersama Sungmin ke dalam sungai yang dingin. Kyuhyun menarik tubuh Sungmin dan berenang ke tepi sungai.

 

“Kau tidak apa–apa?” Kyuhyun bertanya.

 

“Apa yang kau lakukan?! Kau ingin membunuhku?!” kata Sungmin marah.

 

“Aku hanya memanggilmu dan kau terjatuh sendiri” ujar Kyuhyun santai.

 

“Aku terkejut karenamu, sehingga aku kehilangan keseimbangan. Hampir saja aku mati,”

 

“Kupikir kau akan bunuh diri. Wajahmu terlihat frustasi,”

 

Sungmin mendengus kesal.

“Aku tidak sebodoh itu untuk bunuh diri, seberat apapun masalahku,”

 

“Baiklah, baiklah…maafkan aku sudah mengganggu ritual bunuh dirimu,” Kyuhyun berujar santai seraya melepas jaketnya yang basah

 

Sungmin mendelik kesal.

“Sudah kubilang aku tidak bunuh diri!”

 

Kyuhyun hanya memandang Sungmin dan mengangkat bahunya. Sungmin mendesah dengan kesal, kemudian memandang Kyuhyun. “Terima kasih sudah membuatku berenang di malam hari, erm…siapapun namamu,” Sungmin berkata dengan nada marah.

 

Kyuhyun hanya tersenyum santai, seolah tidak ada yang salah.

“Terima kasih kembali,” katanya. “Namaku Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Dan kau?”

 

“Sungmin,” jawab Sungmin dengan ketus. Namun ia segera merutuk dirinya sendiri, untuk apa ia berkenalan dengan orang asing yang telah mengira ia akan bunuh diri? Bodoh.

 

“Hey tunggu,” kata Sungmin saat melihat Kyuhyun akan beranjak pergi.

 

“Apa?” tanya kyuhyun, menoleh pada Sungmin.

 

“Kau tidak bisa pergi begitu saja. Kau harus bertanggung jawab karena sudah membuatku jatuh dari jembatan dan membuatku berenang di malam hari,”

 

Kyuhyun mengernyit memandang pakaian Sungmin yang basah dan berpikir sesaat.

“Baiklah. Tutup matamu,” Kyuhyun berkata.

 

“Apa? Tutup mata?” Sungmin mengernyit tidak mengerti.

 

“Kau akan kedinginan dan sakit jika basah seperti itu ‘kan?” Kyuhyun berkata seraya mendekati Sungmin

 

Sungmin sedikit mundur dan menutup dadanya dengan kedua tangannya dengan takut.

“A…apa yang akan kau lakukan?”

 

Kyuhyun terkekeh melihat Sungmin.

“Tenanglah. Aku tidak akan melakukan apapun padamu. Hanya sedikit sulap”

 

“Sulap? Kau bisa sulap?” tanya Sungmin, perlahan menurunkan kedua tangannya dari dadanya.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan meminta Sungmin untuk menutup matanya. Dengan ragu akhirnya Sungmin menurutinya. Kyuhyun menjentikkan jarinya. Semilir angin hangat menerpa tubuh Sungmin. Sungmin mengernyit merasakan tubuhnya yang tiba-tiba terasa hangat, kemudian membuka matanya. Ia memandang tidak percaya pakaiannya yang sudah kering.

 

“Bagaimana bisa? Apa yang sudah kau lakukan?” Sungmin bertanya dengan heran.

 

Sungmin mengangkat kepalanya dan terkejut merasakan sesuatu menyentuh bibirnya. Terasa hangat, lembut dan singkat. Ia menyadari wajah Kyuhyun kini sangat dekat dengannya. Kyuhyun terkekeh kecil dan tersenyum.

“itu…rahasia. Bye, Sungmin ssi.” Kyuhyun berkata. Kemudian ia beranjak pergi.

 

Sungmin mengerjap. Ia masih berdiri terkejut selama beberapa lama, hingga akhirnya  menyadari bahwa Kyuhyun sudah menghilang. Kyuhyun sudah pergi. “Sial. Dasar orang aneh.” maki Sungmin pelan.

 

****

 

“Sudah kubilang berapa kali untuk berhenti bersikap bodoh, Kangin?!” omel Leeteuk.

 

“Aku bosan, dan hanya ingin bermain. Tapi tiba–tiba harimau jelek itu datang dan mengacaukan segalanya. Bukan salahku jika ternyata ada manusia yang tanpa sengaja melihat kami,” Kangin mencoba membela diri. Ia tidak mau disalahkan.

 

Leeteuk mendesah dan memijit keningnya.

“Demi Tuhan. Kangin, kau shellrock yang keras kepala,” katanya kesal.

 

Api hijau muncul dan berkobar di seluruh tubuh Kangin. Sosoknya berganti menjadi seekor serigala hitam yang bertubuh besar. Serigala hitam itu berjalan perlahan mendekati Leeteuk. Makhluk besar itu menyentuh wajah Leeteuk dengan moncongnya dan memandangnya dengan tatapan bersalah.

 

“Maafkan aku, hyung. Aku akan lebih berhati–hati lagi,” kata Kangin, sang serigala hitam.

 

Leeteuk menoleh dan mengelus dengan lembut kepala shellrock miliknya.

“Baiklah. Tapi jika ini terjadi lagi aku akan menghukummu. Kau mengerti,”

 

“Aku mengerti,”

 

Leeteuk akhirnya tersenyum. Ia melangkahkan kakinya menyusuri lorong yang melewati sebuah taman yang indah. Kangin berjalan mengikuti leeteuk dari belakang. Kaki Leeteuk berhenti di depan sebuah pintu besar. Leeteuk membukanya dan melangkah masuk. Ruangan itu besar dan kosong. Leeteuk menjentikkan jarinya. Seketika ribuan lilin menyala dan melayang di langit–langit ruangan.

 

Leeteuk mengangkat tangan kanannya. Cahaya–cahaya berpijar keluar dari tangan Leeteuk dan melayang di tengah ruangan. Secara ajaib cahaya itu membelah menjadi berbagai warna dan menyatu bersama lantai yang berwarna putih. Memunculkan sebuah pentagram dengan berbagai simbol di sekililingnya.

 

Kangin kembali dalam wujud manusianya. Ia hanya berdiri di belakang Leeteuk dan mengernyit bingung memperhatikan pentagram dan berbagai simbol itu. Sementara Leeteuk sibuk menggerakkan simbol–simbol itu dengan sihirnya seakan sedang mencari sesuatu. Simbol–simbol itu berhenti bergerak dan di tengah pentagram muncul bara api yang membumbung. Api itu berwarna hijau cemerlang, dan di tengah bara api itu muncul suatu bayangan. Bayangan seorang pria memakai sebuah kalung batu di lehernya.

 

Leeteuk nampak serius memandang bayangan yang muncul di dalam api yang membumbung tinggi itu. Perhatiannya tertuju pada kalung batu di leher pria itu. Batu itu memiliki sebuah simbol.  

 

“Simbol apa itu? Seperti…seekor burung,” tanya Kangin mengernyit.

 

“Phoenix. Bintang terkuat yang tak pernah mati, kabarnya hanya ada dalam legenda,” jawab Leeteuk tanpa menoleh.

 

Leeteuk melambaikan satu tangannya. Seketika pentagram dan semua simbol–simbol itu menghilang. Leeteuk terdiam sesaat kemudian beranjak pergi. Kangin mengikutinya, berjalan di samping Leeteuk. Ia menatap tuannya dan bertanya,

 

“Lalu kapan batu itu akan muncul?”

 

“……malam purnama ke 13.”

                                                                                              

****

 

Zhoumi melangkahkan kakinya memasuki sebuah rumah yang besar dengan gaya eropa kuno namun terlihat elegan dan nyaman. Setelah menaiki tangga dan melewati lorong yang cukup panjang Zhoumi menghentikan kakinya. Ia membuka pintu di depannya dan melangkah masuk. Suara dentingan piano terdengar mengalun lembut menyambut langkahnya.

 

“Tuan Heechul,” panggil Zhoumi, membungkukkan kepalanya dengan hormat pada Heechul.

 

Zhoumi melepas kacamata hitam yang menutupi matanya, memperlihatkan kedua bola matanya yang memiliki warna berbeda. Mata kanan berwarna hitam pekat seperti kegelapan yang di milikinya. Dan mata kiri berwarna hijau terang seperti bara api hijau yang berkelap kelip.

 

“Zhoumi, dapatkan shellrock terakhir itu untukku,” Heechul berkata tanpa menghentikan jari–jarinya yang sedang menari di atas tuts–tuts piano.

 

“Tentu tuan. Tapi, kapan batu itu akan muncul?” tanya Zhoumi.

 

Heechul menghentikan permainannya dan mengangkat kepalanya. Ia memandang pria tinggi yang berambut merah di depannya itu seraya menarik satu sudut bibirnya. “Kau akan menemukannya di malam purnama ke 13,” jawabnya.

 

Zhoumi terdiam selama beberapa saat.

“Aku mengerti.”

 

Zhoumi memakai kembali kacamata hitam miliknya, membungkukkan kepalanya dengan hormat pada Heechul kemudian beranjak pergi. Alunan piano itu kembali terdengar saat Zhoumi menutup pintu dan melangkahkan kakinya menjauh dari ruangan itu. Setelah beberapa saat Heechul menghentikan permainan pianonya dan beranjak pergi. Ia berjalan menyusuri lorong dan masuk ke dalam sebuah ruangan besar yang penuh dengan pilar–pilar yang berdiri dengan kokoh. Di tengah ruangan terdapat sebuah pentagram yang mirip dengan pentagram yang di miliki oleh Leeteuk, hanya saja pentagram milik Heechul terukir di lantai dan terkesan lebih gelap.

 

“Henry,” panggil Heechul.

 

Sosok Henry muncul dari balik kegelepan. Kulitnya yang putih, wajahnya yang cute dan pipinya yang chubby, tidak akan ada yang mengira bahwa Henry adalah manusia buatan yang di ciptakan oleh Heechul dari kekuatan sihirnya dan batu shellrock. Meski begitu Henry memiliki kekuatan spesial yang menyakitkan.

 

“Pastikan Zhoumi tetap bersama kita. Aku tidak ingin dia berbuat sesuatu yang akan merugikan kita,” Heechul berkata.

 

Henry tersenyum.

“Aku mengerti.” Katanya. Kemudian ia beranjak pergi, kembali menghilang di balik kegelapan.

 

Heechul memandang pentagram yang terukir di lantai dan mengangkat satu tangannya di atas pentagram itu. Seketika pentagram itu berpijar. Simbol–simbol di sekeliling pentagram itu bergerak memutar. Di tengah pentagram api hijau membumbung tinggi, memperlihatkan bayangan seseorang yang muncul di dalamnya. Bayangan seorang pria memakai sebuah kalung batu di lehernya. Perhatian Heechul tertuju pada kalung batu di leher pria itu. Batu itu memiliki sebuah simbol, phoenix.

 

“Shellrock terakhir.” gumam Heechul kembali tersenyum.

 

t.b.c

25 thoughts on “Dance on the sand / Part 1 : Let the story begin

  1. Fyuuu….
    Hokay, soft kiss from their first meet.❤ Joha~~~
    Deskripsi yang sangat detail sebagaimana biasa dari author Min Kecil.
    Hehehe….
    Dan dari deskripsi di atas kusimpulkan biasku ada di 'Hell', heum…
    Sepertinya ini akan panjang. Aku menantikanya.
    Fighting authorssi!!! '-')9
    Ah ya, nagih dong. Tried to capture the sun part 2 juseyo~~~
    Hehehehe…..

  2. Yeaaaay ff baruuuu, supranatural dan fantasy~
    Walau pertemuan kyumin berujung di sungai(?), but their soft kiss was so…. Meaningful wahaha sungmin juga santai bgt nanggapin kyuhyun~

    Seperti biasa, penggambaran yg detail dari eonni selalu sukses bikin aku penasaran buat nagih part selanjutnya haha tapi untuk ff ini, harus ekstra fokus soalnya konfliknya pertempuran.

    Wow sungmin street fighter? Maigat you’re so cool miiiin! Ayo ayo dilanjut ya eon hehe harus cepet pokoknya..

    Ehem…. Mr. Perfect part 7 nya eonni yaaaaaah. Jgn lupaaaa. Aku udah melas bgt ini😦

  3. Cieeee yg yg dapet kecupan cie wks penutup dari awal pertemuan mereka
    Ini tuh ceritanya ada sulapnya gitu kak ? Mistery gitu ?
    Pasti itu sungmin ada sangkut pautnya sama batu yg entar muncul pas malam purnama ke 13 kan kak ?

    Lanjut ya kak kkk

  4. Soft kiss yg mengagumkan…..:3
    Cerita yg menarik,fantasi yg menyenangkan….
    Entah kenapa saat kangin dan hangeng bertarung di jembatan,aku membayangkan seperti adegan film”monster vs alien” yg kemarin tayang di tv lokal…..-_-
    Author,cikitha kuta mohon di lanjut…..

  5. apa mungkin shellrock terakhir itu ming…
    wooow,,, ming jd street fighter
    tuh bpknya ming keterlaluan amat ya..

  6. Kyanya aq pernah baca deh….
    Pernah d post ya ????
    Eummm…. Yg jd sherlock terakhir itu siapa ????
    Penasaran…

    Pertemuan kyu sama ming lucu jg…
    Tp ad romantisnya jg…..

    Lanjuutt….

  7. yey ada fantasy ff ^^
    owowow Ming keren jadi street fighter meski emang beresiko sih..
    omo kenapa keluarga Ming bisa berantakan gitu yah??

    Kyu baru ketemu udah nyuri ciuman Ming >/////<
    jadi kemungkinan Ming nanti jadi shellrock tapi siapa yah yg nanti jadi pendampingnya coz kyanya setiap shellrock punya tuan yah..

  8. Wihhh~
    ga bsa byangin Ming yg Kyute” jdi Fighter . . -__-
    ini kliatannya ada 2 kubu , Leeteuk sma Heechul . Kyu jdi anggotanya siapa ? Leeteuk ? Tumben” dia jdi anggota kubu Putih . .xD#di gaplok Kyu appa
    hehe
    pnasaran sma namja yg bwa kalung itu . Siapa thor ? Sungmin kah ??
    Next chap d tunggu !😀

  9. aaah, ini aku dah pernah baca kek-ny y di FB

    Ming kah yg jd shellrock terakhir??
    Kyu dtg tiba2 dan pergi juga tiba2
    Leeteuk dan Heenim kek-ny bukan teman y di sini.

    Lanjut ah…

  10. Apakah sang street fighter sanggup jd uke bagi kyu? Ok, saya ngaco -_-”

    Disini ada 2 kubu kan? Hell and heaven ya? Udah ketebak sih siapa ketua dr masing2 kubu itu, cuma msh blm bisa nebak apa tujuan dr kedua kelompok penyihir itu…

  11. Wahhh… ff ini keren… Numpang baca yak… Shellrock, aq punya komiknya… tp jalan ceritanya jauh berbeda…
    Hwaiting chingu…

  12. Adanya konflik keluarga dalam keluarga sungmin😐
    Dan dia dengan kyu bertemu dalam keadaan yg tidak mengenakkan😐 hmm
    Shellrock.. Hmm..

    Msh blm bisa komen banyak di sini
    Oke aku ke yang selanjutnya ^^

  13. Ayah Min bener-bener sosok ayah yg bastard + bukan figur ayah yang bisa jadi panutan, kasian Min d FF ini dia dari keluarga Broken Home dan Tuan Lee juga muak sama Min.

    tadi pas baca kalimat Shellock jadi kebaca Sherlock haha aku kira Sherlock detektif ternyata aku salah karena kalimat nya hampir sama kalo d baca sepintas.
    FF nya bagus aku suka^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s