Dance on the sand / part 2 : the beginning start

Gambar

 

Pairing : KyuMin, HaeHyuk, KiHae, YeWook || Genre : Fantasy, Romance || Length : Chaptered || Warning : Boys love, shounen-ai, AU || Disclaimer : Story belong to me, all characters name belong to themselves || Summary : Sungmin tidak peduli apakah penyihir itu nyata atau hanya dongeng. Permasalahan hidupnya sudah cukup menyita perhatiannya. Tapi saat penghujan menyelesaikan tangisannya di satu malam, saat tanpa sengaja ia menemukan batu shellrock terakhir yang menjadi legenda. Sungmin tahu itu bukan hanya sekedar dongeng.

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

part 2 : the beginning start

 

Sungmin berdiri di pinggir jembatan seraya melempar batu–batu kecil ke sungai dengan bosan. Kemudian menoleh memandang Kyuhyun yang duduk dengan tenang disampingnya. Entah kebetulan atau tidak, mereka bertemu lagi di area street fight tempat Sungmin bekerja. Setelah Sungmin mendapatkan kemenangannya lagi, mereka pergi minum bersama. Dan sejak itu Kyuhyun selalu datang menonton pertarungannya, menang dan kalah. Di akhir pertarungan Sungmin akan menemukan sosok Kyuhyun berada di antara penonton yang bersorak-sorak, tersenyum padanya. Ternyata Kyuhyun orang yang menyenangkan, meski sedikit menyebalkan. Hari-hari selanjutnya mereka selalu bertemu, pergi minum bersama, tertawa, berbicara tentang berbagai hal. Dan entah bagaimana, mereka bisa sedekat ini sekarang.

 

“Hey Kyu, ayo kita pergi minum,” ajak Sungmin.

 

“Tergantung, jika kau yang membayar,” ujar Kyuhyun seraya turun dari atas jembatan.

 

Sungmin memutar kedua bola matanya sesaat dengan lucu.

“Baiklah, aku yang traktir,”

Kyuhyun tersenyum senang.

“Kalau begitu aku mau,”

 

“Dasar…” Sungmin ikut tersenyum. Kemudian ia memberikan kunci motornya pada Kyuhyun. “Kau yang menyetir,”

 

Kyuhyun kembali tersenyum senang dan menerima kunci motor milik Sungmin. Ia menaiki motor sport milik Sungmin dan memakai helmnya. Setelah Sungmin duduk dibelakangnya dan memakai helmnya, Kyuhyun memacu motor sport itu pergi. Motor sport itu melaju dengan cepat di jalanan, membuat Sungmin harus memeluk Kyuhyun dari belakang agar tidak terjatuh.

 

“Kyuhyun, pelan sedikit. Ini terlalu cepat,” Sungmin berkata dari balik helmnya.

 

Kyuhyun terkekeh dari balik helmnya dan memacu motor semakin cepat.

“Cho Kyuhyun!” Sungmin berteriak seraya memeluk Kyuhyun semakin erat.

 

****

 

Hae…Donghae…”

 

Donghae membuka matanya memandang langit malam yang gelap. Hanya beberapa bintang yang menunjukkan sinarnya dengan malu. Donghae beralih memandang keramaian di sekitarnya. Lampu–lampu tanda jalan bersinar terang, menambah keramaian kota yang tidak pernah terlelap. Donghae mengedarkan pandangannya, berharap dapat menemukan sosok itu. Sosok yang selalu dicarinya selama 7 tahun ini. Sosok yang suaranya masih terdengar di telinganya setiap malam. Begitu lembut. Begitu nyata.

 

Donghae mendesah dan beranjak pergi. Langkahnya terhenti di depan sebuah rumah besar bergaya Eropa kuno yang elegan. Di depan pintu seorang pria sedang bersender menunggunya. Kibum menegakkan tubuhnya saat melihat kedatangan Donghae.

 

“Darimana saja kau? Aku tidak bisa merasakan keberadaanmu seharian ini,” Kibum bertanya dengan cemas.

 

Cahaya lampu memperlihatkan bola mata Kibum yang berwarna hijau cemerlang. Bola mata khas shellrock. Donghae tersenyum meminta maaf. “Hanya sedikit berjalan–jalan. Maaf membuatmu cemas,” katanya.

 

“Mencarinya lagi?” tanya Kibum, menebak.

Donghae tidak menjawab dan beranjak masuk ke dalam rumah. Kibum mengikuti dari belakang dan menggerutu. “Eunhyuk yang sempurna. Eunhyuk bodoh, dungu, kampungan, sialan. Aku sama sekali tak menyangka kalau Eunhyuk yang sempurna telah mewarisi secara persis kekuatan sihir tuan Heechul,”

 

“Hyukie adalah salah satu dari shellrock murni yang ditetaskan tuan Heechul. Tuan Heechul memberikan darahnya saat menetaskannya, tentu saja Hyukie juga menguasai kekuatan sihir tuan Heechul,” timpal Donghae tanpa menoleh.

 

Kibum mendengus.

“Kupikir dia hanya jadi bahan eksperimen tuan Heechul saja,”

 

“Bagaimanapun dia tetap shellrock milik tuan Heechul. Dan dia lebih kuat darimu,”

 

Kibum kembali mendengus, merasa tidak suka.

“Yah, dan sekarang dia sudah melarikan diri. Kenapa kau maupun tuan Heechul selalu terpaku pada orang seperti dia?! Eunhyuk telah mati dan pergi jauh–jauh!!” katanya kesal.

 

Donghae menghentikan kakinya dan menoleh memandang Kibum dengan tajam, membuat shellrock itu segera menutup mulutnya dengan takut. “Kibumie, jangan berbicara buruk tentang Hyukie. Kau mengerti?” Donghae berkata dengan dingin.

 

Kibum terdiam dan memalingkan wajahnya. Donghae mendesah sesaat kemudian kembali melangkahkan kakinya, sementara Kibum tidak beranjak dari tempatnya. Saat melewati lorong Donghae bertemu dengan Yesung yang duduk di pinggir jendela. Seekor kucing kecil berwarna abu–abu asyik bermain dengan jari Yesung. Kucing itu juga memiliki mata berwarna hijau cemerlang seperti milik Kibum.

 

“Hey Donghae,” panggil Yesung.

 

Donghae menghentikan kakinya sesaat, dan menoleh.

“Apa?”

 

“Shellrock yang hilang itu, sang naga. Kau tidak akan bisa menemukan Eunhyuk yang hilang. Kau tahu itu, bukan?” kata Yesung seraya mengangkat kepalanya memandang Donghae.

 

Donghae tidak bersuara. Ia hanya memandang Yesung dan kucingnya yang juga sedang memandangnya. Kemudian ia beranjak pergi tanpa mengatakan apapun, namun wajahnya terlihat sedih. Si kucing kecil, Ryeowook, mendongak memandang tuannya.

 

“Benarkah Hyukie hyung tidak akan kembali?” Ryeowook bertanya.

 

“Entahlah…” jawab Yesung pelan.

 

****

 

Kyuhyun meletakkan gelas sojunya dan memandang Sungmin yang sedang menuang botol sojunya ke dalam gelasnya dan meminumnya. Ia memperhatikan plester dan luka–luka yang menghiasi wajah manis Sungmin. Namun Sungmin selalu tertawa seolah luka–luka itu bukan masalah.

 

“Kenapa kau menjadi street fighter?” Kyuhyun bertanya dengan penasaran.

 

“Umm…aku harus bertarung untuk mendapatkan uang,” jawab Sungmin seraya meletakkan gelasnya.

 

“Kenapa tidak bekerja yang lainnya saja? Di toko misalnya?”

 

“Yah, aku pernah bekerja di toko tapi gaji yang kudapat tidak seberapa, sedangkan uang kubutuhkan sangat besar. Suatu hari temanku mengajakku ke area street fight. Aku berpikir untuk mencobanya dan ternyata uang yang kudapatkan sangat besar. Akhirnya aku memilih street fighter sebagai pekerjaanku,” jawab Sungmin tersenyum geli.

 

“Bukankah itu berbahaya? Salah–salah kau bisa mati nanti,”

 

Sungmin terkekeh memandang Kyuhyun.

“Jatuh terpukul dan terluka itu biasa di atas ring. Karena itu kau harus bisa bertahan agar tidak mati. Mungkin kau ingin mencobanya, Kyuhyun?” tawar Sungmin.

 

“Tidak, terima kasih. Aku masih ingin hidup,” tolak Kyuhyun seraya menggelengkan kepalanya.

 

Sungmin kembali terkekeh dan meminum sojunya sesaat.

“Sebenarnya, aku harus membayar biaya perawatan ibuku. Ibuku sedang di rawat di rumah sakit. Dia koma setelah terjadi kecelakaan dan belum sadar hingga sekarang,”

 

Kyuhyun terdiam sesaat memandang Sungmin. Kemudian ia berkata,

“Kuharap ibumu segera sadar dan sembuh.”

 

“Terima kasih.” Sungmin tersenyum.

 

****

 

Seoul hospital, room 716.

 

Sungmin melangkah masuk dengan membawa sebuket bunga di tangannya. Ia berjalan mendekati ranjang. Di atas ranjang pasien itu, seorang wanita paruh baya terbaring lemah dengan selang–selang infus yang menempel di tubuhnya. Suara mesin terdengar menggema di ruangan mempertahankan nafas sang pasien yang menderu lemah.

 

“Hai ibu,” sapa Sungmin.

 

Tidak ada jawaban. Pasien itu masih menutup matanya dan tidak bergerak.

“Lihat, aku membawa bunga kesukaan ibu. Aku akan meletakkannya didalam vas,” Sungmin berkata sambil menunjukkan buket bunga di tangannya.

 

Ia mengambil vas dari meja samping ranjang pasien dan beranjak untuk mengganti airnya. Tidak lama ia kembali dengan vas yang sudah terisi dengan bunga–bunga yang terlihat segar dan cantik. Ia meletakkannya di atas meja samping ranjang pasien, duduk di sisi ranjang dan menyentuh tangan ibunya yang terasa dingin.

 

“Bertahanlah. Aku harap ibu bisa bertahan sedikit lagi,” Sungmin berkata dengan sedih.

 

Sungmin memandang wajahnya ibunya dengan sedih. Wajah hangat yang selalu menyambut saat Sungmin kecil pulang sekolah dulu, seakan memudar. Sungmin bahkan tidak ingat lagi, kapan ibunya menyambut kedatangannya dengan wajah hangatnya setiap kali ia pulang sekolah dulu. Setiap kali ia pulang dan membuka pintu rumah, yang menyambutnya adalah wajah mabuk ibunya dengan botol–botol minuman yang berjejer di depannya. Saat itu Sungmin tidak mengerti apa yang terjadi, yang ia dengar dari kamarnya hanyalah suara pertengkaran hebat ayah dan ibunya. Ayahnya yang beranjak pergi dengan membanting pintu dan ibunya yang menangis dengan menenggak wine favoritnya. Ibunya terus minum tanpa henti. Selalu seperti itu. Hingga akhirnya hari itu, ibunya menyetir dalam keadaan mabuk dan terjadi kecelakaan.

 

Sungmin mengusap cairan bening yang muncul di sudut matanya. Tiba-tiba ia merasa kesal.

“Bukan salahku. Sial! Jika memang tidak bisa dipertahankan, kenapa tidak pisah saja? Jika memang cinta kenapa harus berpisah? Sial!”

 

Sungmin merasakan semilir angin menerpanya. Ia menoleh dan mengernyit memandang tirai jendela yang melayang tertiup angin dari jendela yang terbuka. “Kenapa jendelanya terbuka? Mungkin…suster lupa menutupnya,” Sungmin berkata.

 

Sungmin beranjak menutup jendela, dan tirai jendela pun berhenti melayang. Ia kembali ke sisi ranjang dan memandang ibunya yang masih belum membuka matanya. Namun tiba–tiba bayangan Kyuhyun memenuhi kepalanya. Senyumnya, pandangan matanya, suaranya yang dalam. Kyuhyun muncul dari balik kegelapan dan mendekatinya. Pria itu memperhatikannya dengan lembut dan mengulurkan tangannya………

 

****

 

Sungmin tersentak bangun dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar yang remang. Tidak ada siapapun, selain dirinya dan ibunya. Tidak ada kyuhyun. Sungmin menoleh memandang jendela yang terbuka. Tirai jendela menari karena tiupan angin. Sungmin mengernyit sesaat kemudian beranjak menutup jendela. Ia mengusap wajahnya dan menghela nafas.

 

“Ya ampun! Aku hampir terlambat. Shindong hyung pasti akan marah,” Sungmin terkejut saat melihat arlojinya. Ia meraih tasnya, menyentuh tangan ibunya dengan lembut dan tersenyum. “Ibu aku harus pergi. Aku akan menjengukmu lagi besok,”

 

Kemudian Sungmin beranjak pergi. Namun tangannya terhenti saat menyentuh kenop pintu. Ia menoleh dan mengedarkan pandangannya sesaat ke seluruh ruangan kamar, kemudian mengendikkan bahunya.

 

“Mungkin hanya perasaanku saja.” Ujar Sungmin kemudian beranjak pergi.

 

Tirai jendela melayang tertiup angin dari jendela yang kembali terbuka bersamaan dengan pintu yang tertutup. Sosok Kyuhyun muncul dari balik tirai yang melayang tertiup angin. Ia tersenyum memandang sosok Sungmin yang menghilang dibalik pintu. Kemudian ia beranjak mendekati ranjang pasien. Ia memandang sesaat ibu Sungmin yang terbaring lemah dengan selang–selang infus yang menusuk tubuhnya. Tiba-tiba angin bertiup semakin kencang, dan sosok Kyuhyun menghilang di balik tirai yang menari-nari karena tiupan angin.

 

t.b.c

25 thoughts on “Dance on the sand / part 2 : the beginning start

  1. mm… masih belum ngerti sih ini gmn jalan ceritanya *pabbo hhehe..
    little sshi lanjut yg my name is nya donk…

  2. Kyu itu siapa ???? Apa dia sherlock jg ??? Apa dia pesulap ???
    Blm terlalu jelas kyu itu sebenarnya apa….

    Kyu sama min cepet jg deketnya….
    Semoga mereka makin deket ya…

    Semoga ommanya ming cepet sembuh…
    Trus hyukie emangnya hilang k mana ????
    Lanjut min kecil…

  3. jangan2 Kyu nanti yg bakalan dampingin Ming coz kemungkinan Ming neh kyanya yg jadi shellrock terakhir,,
    ciee yang udah deket dan kyanya Kyu ngawasin Ming terus neh😄
    lanjut2

  4. Kyu itu pesulap gitu ? Kaya deddy cobuzer lg gitu ??:/
    Kyu jg secret admirer/? Nya ming ya ?? Ayo ngaku kkk
    Terus ini kyumin ada hubungannya sama hecuul pasti kan

  5. Mg hub kyumin makin blanjut ke tahap brkut nya. .
    G cm temenan wajib pkok y. .
    Lnjut little-shi
    Update super kilat y😉

  6. Yahahaha, fanfic nya keren. Hihi lgsung kesini, mianh.
    Itu itu itu masih gak jelas Kyunnie itu siapa u.u
    moga di chap selanjutnya bisa lebih diperjelas🙂

    ini, Ming disini ceritanya jadi laki banget gtu? Whahaha, ko jadi aneh yaa?

    Ayo dilanjut!!😀

  7. yeaaaay bisa dibuka ffnya, dan kyumin udah deket<3 seneng bgt liatnya. pembawaan kyuhyun tenang dan sungmin juga tenang, ff ini kompleks dan sarat akan konflik orang dewasa. ditambah penggambaran karakter yg pas, aku sukaa bgt. selain itu juga dipadu dengan cerita supranatural… sukaaaaaa :3

    eonnii-ah, mr. perfect~😀

  8. Pendek perasaan ya, tapi setelah discrolling ternyata panjang. -__-
    Satu demi satu terkuak. Tapi yang kayak gini enaknya dibaca setelah sekian chapter ya. Hehehe….
    Terutama kalau ‘jawaban’ sudah clear keliatan semua. Hahaha… *maunya*
    No complaint, tapi chapter ini jadi seperti semacam chapter penghubung, tidak ada kejadian penting.
    So, ditunggu chapter tiganya ya author-ssi~~~
    Tak lupa untuk menagih Tried To Capure The Sun part 2.
    Hehehehe…
    *ga bakalan kapok-kapok nagih* XDDD

  9. Jinjja !
    Mkin penasaran siapa Kyu itu sbenernya ??
    Dia Half ?? Stengah manusia , stengah siluman ato gmn ??
    Wihh~
    Kyu sma Ming udh mulai dket , kpan ada romanceu nya author ssi ??

  10. part ini kek-ny juga dah baca di fb ^^

    Heenim dan Teukie ahjussi berbeda kelompok, pengikut Heenim.
    Kyu dtg menjenguk ibu-ny Ming.
    Ming melihat Kyu tp mungkin hanya dalam mimpiny padahal kenyataanny memang Kyu dateng ke RS.

    Lanjut lagi ^^

  11. Dalam otak ada peta siapa yang kubu jahat siapa yang kubu baik +___+ tapi sampai skg juga belum tau yang mana baik yang mana jahat😐 *nah lho*
    Kenapa Hyuk kabur dari tuannya?😐

    Ahhh kyumin sudah dekat :3
    Senangnya~

    Kyu berniat membantu ibu sungmin kah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s