Escape from Sarajevo

Gambar

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin || Genre : Adventure (maybe) || Length : One Shoot || Warning : Kyuhyun centric, AU, AT, cerita yang mungkin membosankan || Disclaimer : Dari pengalaman seseorang yang pernah aku baca di sebuah buku dulu, aku meremake-nya dengan sedikit perubahan dan tambahan || Summary : Kyuhyun adalah wartawan perang yang di kirim ke kota Sarajevo yang sedang dilanda peperangan. Namun ketika ia menyaksikan bagaimana kota Sarajevo mulai hancur akibat perang, Kyuhyun memutuskan untuk menyelamatkan seorang bocah yatim piatu dan menyelundupkannya keluar dari kota tersebut.

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Juli 1992. Kota Sarajevo, ibukota Bosnia telah memasuki bulan keempat berada dalam kepungan artileri pasukan Serbia. Pada malam hari langit gelap kota itu, sering mendadak nampak terang benderang oleh pijar ledakan peluru-peluru suar, dan juga peluru pelacak. Ke-200 orang anak di panti asuhan yatim piatu Ljubica Ivezic, Sarajevo, berkumpul di aula panti asuhan yang kosong tersebut, ketika mereka melihat kamera yang dibawa oleh Kyuhyun dan timnya. Mereka semua memperhatikan dengan penasaran Kyuhyun yang sedang mewawancari kepala panti asuhan, mendengarkan dengan penuh perhatian kisah-kisah mengerikan akibat perang. Perhatian Kyuhyun tertarik pada seorang gadis kecil yang berdiri disampingnya. Gadis itu berwajah cantik dengan dahi lebar, hidung mancung, dan mata kecokelatan. Ia nampak penuh perhatian mengamati peralatan yang dibawa oleh Kyuhyun dan timnya itu. Kyuhyun memperhatikan gadis kecil itu dengan lebih teliti. Tubuhnya yang sangat kurus, rambutnya diikat erat dengan potongan ekor kuda, sehingga sebuah noda berwarna merah kebiruan bekas luka terbakar nampak jelas di lehernya.

 

Kyuhyun berjongkok lalu bertanya pada gadis kecil itu,

“Siapa namamu?”

 

“Natasha. Natasha Mihaljcic,” jawabnya sambil tersenyum lebar.

 

Kemudian, dengan malu-malu gadis kecil bernama Natasha itu menceritakan kehidupannya di panti asuhan itu, tentang teman-teman lelakinya yang nakal dan telah menyundut lehernya dengan puntung rokok. Ia juga menceritakan kisah-kisah mengerikan yang dialaminya setiap hari, selama berlangsungnya peperangan selama ini, yang dianggapnya sebagai hal biasa dan kenyataan hidup sehari-hari yang harus dilakukannya.

 

Ketika Kyuhyun dan timnya mulai mengemasi peralatan mereka Natasha memperhatikan. Lalu gadis kecil itu mendekati Kyuhyun dan bertanya dengan nada ingin tahu, “Dari negara manakah anda berasal?”

 

“Aku berasal dari Inggris.” Jawab Kyuhyun.

 

Gadis kecil itu mengerjapkan matanya lalu berkata dengan senang,

“Suatu saat nanti aku ingin pergi ke Inggris.”

 

Kyuhyun hanya tersenyum. Dan gadis kecil itu tersenyum lebar saat Kyuhyun mengusap kepalanya sebelum Kyuhyun dan timnya pergi. Setelah mengunjungi panti asuhan yatim piatu Ljubica Ivezic, Kyuhyun dan timnya mengunjungi rumah sakit pusat sipil, yang tepat terkena hantaman peluru mortir. Di dalam bangsal anak-anak rumah sakit tersebut, Kyuhyun dapat menyaksikan dengan hati teriris penuh kengerian bagaimana seorang anak berumur 6 tahun bernama Kamal menjejak-jejakkan salah satu kakinya kesakitan, dan memegangi luka besar di kaki yang satunya karena terkena pecahan mortir, berada di pelukan ibunya yang telah mati terkena ledakan mortir.

 

Seorang anak lain berumur 9 tahun bernama Siad berkelojotan sekarat dengan hatinya hancur terkena pecahan granat. Sedangkan Sudiac, bocah yang berumur 4 tahun, seluruh daging tubuhnya terkoyak-koyak, sementara luka bakar membuat wajahnya sudah tak bisa dikenali lagi. Juga Zenaesa, seorang gadis berumur 15 tahun, yang berwajah cantik, matanya mengenaskan dengan dada terkoyak pecahan mortir yang merobek paru-paru, perut dan jantungnya.

 

Selama 20 tahun lamanya Kyuhyun bekerja sebagai wartawan perang, selama karirnya itu ia telah menyaksikan terjadinya berbagai pembunuhan kejam di Nigeria, pembunuhan massal di Biafra dan pemerkosaan-pemerkosaan brutal di Kongo. Ia juga merupakan salah satu dari orang-orang terakhir yang meninggalkan kota Phom Penh dan Saigon. Namun ketika ia tiba di daerah Bosnia, dalam menjalankan tugas dari suatu jaringan televisi independen Inggris, ternyata ia belum siap mental untuk menyaksikan kekejaman-kekejaman brutal luar biasa di daerah bekas Yugoslavia itu, seperti yang ia saksikan tadi.

 

Musim semi 1994, peperangan memasuki tahun kedua di daerah tersebut. Korban kematian mencapai 150.000 orang. 17.000 di antaranya adalah anak-anak.

 

~+~+~+~

 

Selama satu minggu, laporan berita Kyuhyun dan timnya selalu menyebutkan keluhan tentang kurangnya tindakan nyata untuk menyelamatkan anak-anak dari kota yang terkepung itu. Bemalam-malam lamanya Kyuhyun berpikir keras, mencari cara terbaik untuk bisa menyaksikan anak-anak tak berdosa itu dari perang gila tersebut. Rasanya menyedihkan menyaksikan hal-hal mengerikan itu terjadi pada anak-anak tak berdosa itu karena perang gila tersebut tanpa ada tindakan nyata untuk menyelamat mereka dari kota yang nyaris hancur ini. Dan itu membuat Kyuhyun merasa tidak tahan. Maka ia memutuskan untuk melakukan tindakan nyata, yang bisa langsung ia lakukan sendiri.

 

Malam itu tanggal 16 Juli. Di kamar hotelnya  Kyuhyun sedang menulis di dalam buku hariannya, “Aku akan mencoba menyelamatkan seorang anak dengan cara menyelundupkannya keluar dari Sarajevo.”

 

Kyuhyun berhenti menulis saat seketika ia teringat pada Natasha di panti asuhan yatim piatu itu. Kyuhyun menutup buku hariannya dan menyimpannya di dalam tas. Lalu ia menelepon ‘istrinya’ yang berada di Inggris. Setelah cukup lama menunggu akhirnya ia mendengar suara yang dirindukannya. Suara pemuda manis itu terdengar seperti baru bangun tidur.

 

“Eung…..halo?”

 

“Apakah aku membangunkanmu, sayang?”

 

“Kyu! Oh sayangku,” Kini suara itu terdengar lebih jelas. Sepertinya pemuda manis itu benar-benar telah terbangun sekarang. “Apa kau baik-baik saja selama di sana? Kau makan dengan baik?”

 

Kyuhyun tersenyum mendengar perhatian Sungmin. Pemuda manis itu memang sangat perhatian. Seorang ‘istri’ yang baik dan penuh perhatian. “Aku baik-baik saja di sini. Aku makan dengan baik. Dan aku merindukan ‘istri’ dan anak-anakku,”

 

Terdengar suara tawa kecil Sungmin di ujung telepon, dan Kyuhyun tahu pasti pemuda manis itu sedang tersenyum saat ini. Malam itu mereka berbicara cukup lama. Sungmin bercerita tentang si kembar yang penuh semangat, Clara dan Adrian, yang selalu bertanya kapan ayah mereka akan pulang?. Kyuhyun terkekeh kecil mendengarnya, merasa senang sekaligus rindu. Oh, dia rindu sekali pada anak-anak kembarnya, juga Sungmin. Kyuhyun rindu keluarga kecilnya.

 

Sebelum menutup teleponnya Sungmin di ujung telepon berkata,

“Aku merindukanmu, Kyu. Sayangku…”

 

Kyuhyun tersenyum.

“Aku juga merindukanmu, sayang. Aku mencintaimu.”

 

~+~+~+~

 

Keesokan harinya Kyuhyun kembali mengunjungi panti asuhan itu. Nyonya Vera Zoric, direktur panti asuhan tersebut, menangis terharu ketika melihat Kyuhyun. Wanita itu sangat mencemaskan keadaan anak-anak di panti tersebut. Dengan nada memohon ia berkata pada Kyuhyun,

 

“Anda harus menceritakan pada PBB supaya segera berusaha menyelamatkan anak-anak dari panti asuhan ini. Kalau tidak mereka pasti akan mati di sini karena kedinginan atau dibunuh oleh tentara Serbia. Kasihan anak-anak tak berdosa ini, tuan Kyuhyun.”

 

Kyuhyun terdiam menatap nyonya Zoric. Ia kembali teringat pada Natasha dan rencananya untuk menyelundupkan gadis kecil itu keluar dari kota ini. Ia ingin sekali membantu, ingin sekali membawa pergi gadis kecil itu dari perang gila ini. Tetapi apakah nyonya Zoric akan mengizinkan Natasha meninggalkan panti itu bersamanya? Apakah bocah itu mau diajak pergi oleh orang yang sama sekali asing baginya?

 

~+~+~+~

 

Malam harinya Kyuhyun kembali ke panti asuhan tersebut dan memberitahukan niatnya pada nyonya Zoric, untuk membawa pergi Natasha. Awalnya wanita itu nampak terkejut. Kemudian sambil tersenyum dan berlinang air mata ia bertanya,

 

“Mengapa anda memilih Natasha, tuan Kyuhyun?”

Kyuhyun terdiam sejenak. Ia sendiri juga tidak begitu mengerti. Dari sekian banyak anak penghuni panti asuhan itu, mengapa wajah Natasha saja yang selalu terbayang di dalam benaknya?

 

“Karena anak itu nampak begitu ceria, penuh semangat hidup,” akhirnya Kyuhyun menjawab. “Tidak semestinya ia harus menghuni panti ini.”

 

“Tak ada seorang pun dari anak-anak itu yang pantas menghuni tempat ini, tuan Kyuhyun,” potong nyonya Zoric.

 

Kyuhyun mengeluarkan selembar foto dari sakunya, foto keluarga kecilnya bersama Sungmin dan dua anak kembarnya. “Aku mempunyai sebuah rumah yang menyenangkan di Inggris sana,” kata Kyuhyun lagi sambil menunjukkan foto keluarga kecilnya pada nyonya Zoric. “Aku juga mempunyai ‘istri’ dan dua anak kembar perempuan dan laki-laki, yang sebaya dengan Natasha.”

 

Nyonya Zoric mengamati foto itu sesaat. Dahinya sedikit berkerut saat mengamati foto Sungmin.

“Laki-laki berwajah manis ini istri anda?” tanyanya, sedikit terkejut.

 

“Ya, dia sangat mengagumkan bukan?” jawab Kyuhyun dengan bangga, tanpa canggung ataupun malu. Seolah tidak ada yang salah. Lalu ia menambahkan sambil tersenyum lembut, “Dua anak kembar itu, aku menyelundupkan mereka dan membawanya pulang saat aku bertugas di Saigon. Lalu kami mengadopsi mereka.”

 

Nyonya Zoric mengerjap menatap Kyuhyun, lalu kembali menatap foto keluarga kecil Kyuhyun dan tersenyum. Ia mengembalikan foto itu pada Kyuhyun dan menggenggam erat-erat tangannya, kemudian berkata dengan penuh haru,

 

“Tuan Kyuhyun, anak-anak asuhanku di sini dalam ancaman bahaya. Aku sudah tidak peduli akan di bawa kemana mereka, selama mereka bisa diselamatkan dan berada di tempat yang aman, dimana tidak ada ledakan-ledakan senjata yang mengancam keselamatan nyawa mereka. Nah, biar kutemui Natasha untuk menceritakan niat luhur anda itu.”

 

Lalu wanita itu beranjak pergi. Beberapa menit kemudian ia kembali bersama Natasha. Gadis kecil itu memegang erat-erat tangan nyonya Zoric, namun tidak berani memandang ke arah Kyuhyun. “Ya, tuan Kyuhyun,” kata nyonya Zoric. “Natasha bersedia ikut pergi bersama anda.”

 

Kyuhyun tersenyum senang mendengarnya. Saat ia hendak mendekati Natasha, tiba-tiba di luar gedung terdengar gelegar suara ledakan-ledakan dan tembakan mortir, membuat langit gelap menjadi terang benderang. Bombardemen malam oleh pasukan Serbia rupanya telah dimulai. Kyuhyun, nyonya Zoric, dan Natasha bertiarap di lantai. Kyuhyun memperlihatkan foto-foto keluarga kecilnya pada Natasha. Kemudian Kyuhyun beralih pada nyonya Zoric yang mulai menceritakan kisah hidup Natasha.

 

Gadis kecil itu, dengan kode yatim-piatu No. 388 dititipkan ke panti asuhan Ljubica Ivezic itu, ketika umurnya masih 5 bulan. Ibunya, seorang wanita yang tidak menikah dan bekerja di perusahaan kontraktor, sudah tak pernah mengunjunginya lagi selama 8 tahun terakhir dan juga sudah tak diketahui lagi di mana ia berada. Sekarang anak yatim piatu yang malang itu memegang dan mengamati foto-foto keluarga kecil Kyuhyun sambil tersenyum.

 

Kyuhyun menatap gadis kecil itu dengan iba. Suara ledakan-ledakan dan tembakan mortir di luar membuat Kyuhyun menyadari, bahwa yang menjadi persoalannya kemudian ialah, bagaimana caranya agar ia bisa menyelundupkan anak ini keluar dari Sarajevo?

 

~+~+~+~

 

Di hari berikutnya, pada saat fajar mulai merekah, beberapa buah bus telah berdatangan di sebuah stadion sepak bola. Anak-anak yang diantar ibu mereka memenuhi lapangan itu, memeriksa sekali lagi ransel-ransel kecil yang digendong oleh anak-anak mereka yang akan diungsikan itu, sambil sesekali memandang ke arah daerah perbukitan di kejauhan sana, dimana pasukan Serbia pasti sedang mengamati kegiatan tersebut.

 

Demi keselamatan anak-anak mereka para ibu tersebut harus rela berpisah dengan anak-anak yang akan diungsikan ke tempat yang aman. Anak-anak itu banyak yang masih menangis sedih, ketika bus-bus itu mulai berangkat meninggalkan stadion tersebut. Namun di kursi belakang bus yang Kyuhyun tumpangi, ada seorang bocah perempuan yang duduk dengan tenang mengawasi semua itu tanpa menangis: Natasha. Tak seperti halnya ke-200 anak-anak lainnya dalam konvoi itu, Natasha jelas sudah mengetahui tujuan perjalanannya itu.

 

Mobil-mobil lapis baja bersenjata pengawal mereka yang membawa bendera PBB dan berjalan mendahului bus-bus itu, berhasil lolos dari pos pemeriksaan pertama pasukan Kroasia yang berada 15 mil di luar kota Sarajevo.

 

Untuk menghindari pertempuran sengit di sepanjang jalan raya utama yang menuju pantai, konvoi yang diikuti oleh Kyuhyun dan Natasha itu sengaja mencari rute lain, melalui jalan-jalan pegunungan yang sempit. Kadang-kadang jalan yang mereka lalui itu sedemikian sempitnya, sehingga hanya cukup untuk menapak roda bus, sementara di kiri atau kanan jalan itu menganga jurang yang sangat dalam. Mereka juga tak pernah mengetahui, apakah mereka nanti akan dicegat gerombolan Chetnik, yaitu milisi bersenjata Serbia yang sudah terkenal kekejamannya karena suka mabuk-mabukkan, memperkosa, dan membunuh.

 

Selama dalam perjalanan itu, Kyuhyun selalu mengawasi Natasha. Usaha pelarian itu merupakan rahasia mereka berdua, dan rupanya gadis kecil itu menyukai usaha mereka yang menyerempet-nyerempet bahaya itu. Sesekali, kalau tidak ada yang melihat ia memberi isyarat rahasia kepada Kyuhyun. Kyuhyun juga secara diam-diam memberikan gadis kecil itu sekotak cokelat. Pemandangan selanjutnya membuat hati Kyuhyun terharu dan heran. Natasha membuka kotak cokelat pemberian Kyuhyun itu dengan pelan, lalu dipotong-potongnya cokelat itu menjadi kecil-kecil, kemudian dibagi-bagikannya kepada teman-teman satu bus.

 

Saat fajar di hari berikutnya, konvoi itu mencapai daerah lembah. Matahari bersinar cerah ketika konvoi itu berhenti dan anak-anak berhamburan keluar, untuk bermain-main di lembah tersebut. Larut malam di hari itu juga ketika konvoi itu mencapai kota pantai Kroasia, Kyuhyun menelepon Sungmin.

 

“Sayang, apakah kau masih ingat ketika aku sedang bertugas di Saigon, dimana anak-anak yatim piatu diungsikan keluar dari kota yang diambang kejatuhannya ke tangan komunis dulu itu? Bukankah waktu itu kami berkata, kita harus memberi kesempatan hidup yang layak bagi anak-anak seperti itu?”

 

“Ya, lalu?” terdengar suara membenarkan dari Sungmin, yang masih mengantuk.

 

“Nah, saat ini aku sedang membawa salah seorang anak yang bernasib malang seperti itu keluar dari Sarajevo. Dia seorang gadis cilik Bosnia. Umurnya baru 9 tahun, yatim piatu, dan sangat menyenangkan. Aku yakin kau akan menyukainya setelah bertemu nanti,”

 

Sungmin terdengar sedikit terkejut, namun kemudian ia terdengar antusias.

“Benarkah? Aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengannya. Siapa nama gadis kecil itu?”

 

“Namanya Natasha.”

 

~+~+~+~

 

Hari berikutnya Kyuhyun dan Natasha memisahkan diri dari rombongan anak-anak dalam konvoi bus itu, dan naik kendaraan lain dari Split menuju ke kota Zagreb. Menjelang tengah malam mereka baru tiba di kota itu. Karena Natasha sudah terlihat lelah maka Kyuhyun memutuskan untuk menginap malam itu di sebuah hotel.

 

Natasha segera menghempaskan tubuhnya dengan lelah di atas ranjang saat mereka tiba di kamar hotel, sementara Kyuhyun meletakan tasnya di atas meja dan melepaskan jaketnya. Ini perjalanan yang melelahkan dan besok merupakan perjalanan akhir mereka yang paling sulit serta berbahaya, yang akan menentukan berhasil tidaknya usaha Kyuhyun menyelundupkan Natasha keluar dari Kroasia.

 

Natasha beranjak duduk dan memandang Kyuhyun dengan tatapan ingin tahu.

“Tuan Kyuhyun, sepertinya anda memiliki keluarga yang bahagia. Seperti apa keluarga anda itu?”

 

Kyuhyun menoleh. Ia beranjak duduk di samping Natasha dan menyentuh sesaat kepala gadis kecil itu, lalu tersenyum. Ia mengeluarkan foto keluarga kecilnya dari dalam saku dan menunjukkannya lagi pada Natasha sambil berkata,

 

“Mereka adalah harta karunku. Aku memiliki istri yang baik dan dua anak kembar yang penuh semangat,”

 

Natasha mengamati foto itu sambil tersenyum.

“Anda memiliki anak-anak kembar dan keluarga yang bahagia. Senangnya…” gumamnya. Lalu ia menoleh pada Kyuhyun dan bertanya lagi sambil menunjuk foto dua anak kembar Kyuhyun, “Siapa nama anak-anak kembar ini?”

 

“Yang perempuan bernama Clara, dan yang laki-laki bernama Adrian. Mereka sebaya denganmu. Aku yakin kalian pasti bisa berteman nanti. Mereka anak-anak yang penuh semangat dan tidak bisa diam, terutama Clara,” lalu Kyuhyun menunjuk foto Sungmin dan melanjutkan. “Lalu yang ini adalah ‘istriku’. Namanya Sungmin. Dia sangat baik dan penuh perhatian. Aku yakin kau akan menyukainya saat bertemu dengannya nanti.”

 

Natasha mengamati foto itu sambil tersenyum. Ia merasa senang saat membayangkan ia akan memiliki teman baru nanti, dan sebuah keluarga baru mungkin? Rasanya sudah tidak sabar untuk melihat dunia yang baru, tanpa suara ledakan-ledakan dan tembakan mortir yang mengancam keselamatan nyawanya kapan saja.

 

Natasha mengembalikan foto itu pada Kyuhyun dan menguap. Ia sudah mengantuk.

“Tidurlah. Besok adalah perjalanan akhir kita yang paling sulit.” Kata Kyuhyun.

 

Natasha mengangguk dan segera beranjak tidur. Kyuhyun menyelimuti gadis kecil itu dan tersenyum, lalu ia beranjak membuka tasnya. Ia mengambil paspornya dari dalam tas, kemudian dengan hati-hati menuliskan di bawah namanya, “Ditemani seorang anak perempuan bernama Natasha. Anak kandung. Lahir 7 Oktober 1982.”

 

Lalu menyimpan kembali paspornya di dalam tasnya, baru setelah itu Kyuhyun bersiap untuk tidur.  Pada pukul 11 pagi besok, pesawat Croatia Airlines flight 490 akan tinggal landas menuju ke London dengan membawa mereka berdua. Jika Kyuhyun dan Natasha sampai gagal ikut dalam penerbangan tersebut, Kyuhyun pasti akan ditangkap atas tuduhan mencoba menyelundupkan seorang anak dari Kroasia, sementara Natasha akan diperlakukan seperti halnya imigran gelap lainnya dan dikirimkankan ke suatu hotel transit dimana nasib paling buruk telah menantinya.

 

Membayangkan kemungkinan mengerikan seperti itu membuat hati Kyuhyun menjadi panik. Rencananya besok pagi ia akan mengatakan kepada polisi imigrasi bandara, bahwa ia adalah seorang pebisnis yang sedang membawa anaknya kembali ke sekolahnya di Inggris. Semoga saja keberuntungan berpihak kepadanya besok.

 

~+~+~+~

 

Keesokan paginya, setelah sarapan Kyuhyun dan Natasha segera berangkat ke bandara. Kyuhyun merasa beruntung dengan suasana berbelanja yang sangat ramai di kota Split, Natasha bisa nampak seperti anak-anak asing lainnya, dalam kaos Micky Mousenya sambil membawa Koran terbitan Inggris. Saat tiba di bandara Kyuhyun memerintahkan Natasha untuk tidak bicara sepatah kata pun. Gadis kecil itu menganggukkan kepalanya mengerti, lalu mengikuti Kyuhyun.

 

Saat di ruang pemeriksaan imigrasi, polisi bandara memeriksa tas-tas bawaan Kyuhyun dan hampir sama sekali tidak memeriksa paspor Kyuhyun. Namun ketika Kyuhyun akan berjalan menuju ruang transit pesawat, mereka menghentikannya.

 

“Mana paspor putri anda?” tanya mereka.

 

“Tidak ada, tidak ada,” jawab Kyuhyun sambil mencoba tersenyum. Rupanya Natasha pun tanggap dengan situasi itu dan ikut tersenyum. “Paspor anakku ini digabungkan menjadi satu dengan pasporku. Di Inggris, seorang anak baru mendapat paspor sendiri setelah berusia 16 tahun.”

 

Kyuhyun merasa jantungnya mau lepas karena ketakutan, ketika polisi-polisi bandara itu mulai membuka-buka paspornya. Kyuhyun menatap polisi-polisi bandara itu dengan tegang, apakah mereka mau mempercayai penjelasan bohongnya itu?

 

Akhirnya polisi-polisi bandara itu mengembalikan paspor milik Kyuhyun dan memperbolehkan mereka berdua pergi. Kyuhyun menghela napas lega, karena polisi-polisi bandara itu mempercayainya! Dengan begitu Kyuhyun dan Natasha hanya tinggal melewati satu loket pemeriksaan lagi.

 

Kyuhyun menyodorkan paspornya kepada seorang petugas wanita di belakang loket, yang nampak ogah-ogahan bekerja. Hampir tanpa memperhatikan, dia langsung membubuhkan stempel ke paspor Kyuhyun tersebut lalu menyodorkannya kembali pada Kyuhyun. Kyuhyun menggandeng erat tangan Natasha dan mengajaknya buru-buru berjalan ke ruang tunggu dengan perasaan hampir tak percaya, ternyata begitu mudahnya mereka berhasil lolos. Dan di depan sana, adalah tangga menuju pesawat yang akan mereka naiki.

 

“Hai, tunggu sebentar tuan!”

 

Tiba-tiba Kyuhyun mendengar suara keras menghentikan langkah mereka. Kyuhyun menoleh dan berdiri kaku ketakutan. Seorang petugas imigrasi lain nampak bergegas menuju ke arah mereka.

“Coba tunjukkan paspor anda,” perintahnya dengan wajah angker. “Dan tiket pesawat anda.”

 

Kyuhyun menyerahkan apa yang dimintanya sambil menahan gejolak hebat rasa takut. Ia berpikir, mungkin di sinilah akhir usahanya dalam mencoba menyelundupkan Natasha.

 

“Tak ada materainya! Paspor ini tak ada materainya!” kata petugas imigrasi itu galak.

 

“Materai?” tanya Kyuhyun mengulangi karena tidak mengerti maksudnya.

 

“Ya, tak ada materainya, tak ada pajak bandara! Anda harus membayar pajak 3000 dinar untuk materai itu!

 

“Apakah bisa kubayar dengan uang dolar?” tanya Kyuhyun mulai sedikit lega, dijawab petugas imigrasi itu dengan anggukan dan senyum lebar.

 

Kyuhyun tersenyum lega dan berpikir, andaikata dia meminta mata uang emas sekalipun saat itu, pasti akan langsung ia bayar juga. Dan Kyuhyun pun langsung memberinya 10 dolar lalu segera bergegas naik ke pesawat. Setibanya di bandara Heatrow, London, Kyuhyun menceritakan persoalannya pada petugas imigrasi dan dalam waktu hanya 1 jam saja Natasha mendapatkan izin menetap di Inggris. Kyuhyun merasa senang sekaligus lega. Ia pun segera menelepon Sungmin untuk memberitahu,

 

“Sayang, aku telah berhasil mendapatkan izin menetap bagi Natasha dari pemerintah Inggris.”

 

“Benarkah? Oh Kyu, syukurlah. Syukurlah.” Sungmin terdengar senang.

 

Mereka tidak bicara lama di telepon, karena Sungmin semakin tidak sabar untuk segera bertemu dengan Natasha. Dengan menggunakan taksi, kini Kyuhyun menuju jalan pulang ke rumahnya yang hangat. Kyuhyun menoleh memandang Natasha yang sedang memandang keluar jendela dengan mata yang berbinar-binar. Gadis kecil itu nampak takjub melihat kota London yang keadannya berbeda jauh dengan Sarajevo, tenang dan tanpa suara ledakan-ledakan juga tembakan mortir. Kyuhyun tersenyum dan merasa lega karena semua telah selesai, ia telah berhasil menyelundupkan Natasha keluar dari Sarajevo.

 

Taksi itu berhenti di depan sebuah rumah yang cukup besar dan terlihat hangat. Kyuhyun dan Natasha turun dari taksi. Setelah mengambil tas-tas bawaannya, Kyuhyun mendorong pintu pagar dan mengajak Natasha masuk. Saat mereka baru saja berjalan melintasi pagar, pintu rumah terbuka. Sosok manis Sungmin dan dua anak kembarnya yang tidak bisa diam, Clara dan Adrian, berlari keluar menyambut kedatangan Kyuhyun dengan senang. Mereka memeluk Kyuhyun dengan penuh rindu Natasha hanya diam memperhatikan, sedikit merasa iri pada keluarga kecil itu. Keluarga yang hangat dan bahagia.

Sungmin mengerjap senang saat melihat Natasha. Ia memeluk gadis kecil itu dengan hangat dan menggandengnya masuk ke dalam rumah. Clara dan Adrian memperhatikan Natasha dengan penasaran, dan dengan cepat mereka mulai berteman. Kyuhyun duduk di sofa bersama Sungmin yang berada dalam pelukannya, memperhatikan tiga anak itu bermain bersama di depan tv. Natasha nampak sangat bahagia.

 

“Kyu, bisakah kita mengadopsi Natasha juga?” Sungmin bertanya sambil menatap suaminya dengan penuh harap.

 

“Tentu saja, sayang.” jawab Kyuhyun membuat Sungmin merasa sangat senang.

 

Sungmin tersenyum dan mengecup pipi Kyuhyun dengan senang, lalu kembali memperhatikan ketiga anak mereka sambil tersenyum. Kyuhyun hanya tersenyum. Kini ia telah pulang ke rumahnya yang hangat, kembali ke keluarga kecilnya, bersama Natasha yang siap memulai hidupnya yang baru di keluarga barunya. Hidup yang lebih tenang dan lebih baik.

 

~Fin~

22 thoughts on “Escape from Sarajevo

  1. Waaaaaaa tegang😐 tapi akhirnya semuanya selesai dan berakhir dengan bahagia. Fyuuuh lega bgttt haha

    Itu pekerjaannya kyuhyun beresiko bgt eon. Ga kebayang kalau harus jadi wartawan yg meliput kejadian kaya gitu hiiiiiyy

    FF eonni kayanya semuanya aku suka hehe semangat eonni untuk tulisannya yg selalu berkualitas. Aku suka eonni selalu mencoba genre dan gaya bahasa yg berkembang. Aku juga suka sama perpindahan settingnya. Aaa pokoknya suka~

    eon? Mr. Perfect part 7 jusseyooo haha *kabur*

  2. Wah tegang bgt bacanya dari awal terus kepikian kalau kyuhyun bakal kati atau gak kyuhyun sama natasha gakan berhasil buat keluar dari kota perang itu,ah jd keinget film perang gitu hahaha xD

  3. Kecil-a aq baca-a disini ya.. Di fb bisa baca pie gk bisa koment….menegangkan td tuh yg Kyu dipanggil sampe 2 x. Untung deh selamat😀

  4. Fyuuuh…. tegang bgd dah ….
    Untung jha berhasil tuh kyuhyun nyampe london ampe di panggil 2 x lagi kirain bakalan gagal ….

  5. kisah keluarga kyu ama min itu so sweet ya.
    Aku juga mau dong di adopsi huuuee~
    awalnya aku pikir natasha gak bakal berhasil lolos,
    ternyata author gak setega itu untuk membuat sad ending kyyaa >//<

  6. hado ngeri bacanya, kasihan bgt itu nasib anak2 yg ga bersalah n ga tau apa2 harus menderita bahkan kehilangan nyawa demi keegoisan semata T__T
    tegang bgt pas Kyu mau nyelundupin natasha untung berhasil mana pake dipanggil lagi q fikir Kyu bakal ketahuan tapi syukurlah ternyata engga ketahuan..
    meski cuma satu anak setidaknya KyuMin punya hati yg mulia bgt..

  7. waaaa dikira bakal sad ending._. ternyata engga u.u
    ceritanya ngebawa suasana bgt pas baca, apalagi pas bagian kyu mau nyelundupin natasha dari sana >< keep writing author kecilll😀

  8. wah betul2 tegang bcnya
    q pikir tadi anak yang mw diselamatin kyu tu ming……
    Owh tuhan……author berhasil membuat hati saya dagdigdug

  9. Woww~
    kaya bca novel . .😀
    bkin deg”.n apalagi pas wkt di bandaraa . .xD
    Kyu pduli bget sma ank kecil , ini perangnya real apa cma fanfic unni author ??

  10. Duuh, eon. Tegang banget….aku udah takut aja Kyu bakal ketahuan, tapi ingat ini bukan genre angst. Tetap aja sewaktu baca dari awal hingga akhir pun jadi kepingin segera selesai saking penasaran + tegang+ takut. Hwaiting ! Shin Min Rin a.k.a Reiko Lee (baru ganti nama) hehe😄

  11. Oh astaga gue tegang! Apalagi yg bagian di bandara, bayangin apa yg bakal terjadi jd merinding ><
    untung aja kyu punya keluarga yg baik dan hangat. Ohh Cho fams :')

  12. Ya ampun itu mengerikan kondisi korban perangnya….menegangkan!
    Kyuhyun-ah~~~
    sempet deg2an waktu dibandara menghadapi petugas imigrasi…untunglah berhasil…selamat…dan kembali berkumpul dg keluarga tercinta..kyaaaa^^

  13. ini menegangkan! !!!
    uda berpikiran yg jelek jelek duluan nich, gmn klo rencana mreka gagal…
    tp untungny lancaaarr…
    ahhhh legaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s