My name is…? / part 3

Gambar

 

Pairing : KyuMin || Genre : Romance, action || Length : Chaptered || Warning : Boys love, shounen-ai, rate-T || Disclaimer : Story belong to me, KyuMin belong to each other || Summary : Hidup Sungmin berantakan sejak ayah dan adiknya dibunuh oleh sebuah sindikat pembunuhan, dan ibunya mati bunuh diri. Sungmin hidup sendirian, dan mencoba untuk bertahan hidup di klub milik Heechul. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Kyuhyun, yang membayarnya untuk menemaninya malam itu. Sejak malam itu kehidupan Sungmin mulai berubah perlahan. Hingga akhirnya Sungmin menyadari bahwa ia tidak benar-benar mengenal Kyuhyun. Ada satu sisi Kyuhyun yang misterius. Kyuhyun menyebut dirinya dengan nama Kyu, tapi itu hanyalah nama panggilannya. Siapa Kyuhyun sebenarnya? Siapa nama Kyuhyun sebenarnya?

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Part 3

 

Malam telah lewat dari larut. Jam di dinding menunjukkan hampir pukul 1 pagi, tapi Kyuhyun masih tidak bisa tidur. Ia berguling-guling di ranjangnya dengan gelisah. Mimpi itu lagi-lagi membuatnya terbangun dan tidak bisa tidur. Mimpi buruk yang membawa kembali perasaan bersalah itu.

 

Kyuhyun mendesah. Ia beranjak bangun, turun dari ranjangnya, meraih jubah tidurnya, lalu berjalan keluar kamar sambil memakai jubah tidurnya. Langkahnya berhenti di depan pintu kamar Sungmin. Ia membuka pintu kamar Sungmin dengan pelan dan mengintip sesaat ke dalam, sebelum kemudian melangkah masuk dengan langkah pelan. Terlihat Sungmin sedang tidur dengan lelap, Kyuhyun dapat mendengar suara dengkur halusnya.

 

Kyuhyun berjalan mendekat dan duduk di pinggir ranjang. Ia merapikan selimut di tubuh Sungmin dan tersenyum melihat wajah tidur Sungmin yang nampak polos dan sangat manis. Ia membelai rambut Sungmin dengan lembut dan memandangnya lekat-lekat. Namun senyum di wajah Kyuhyun sedikit memudar dan tatapannya berubah sedih. Ia membelai kepala Sungmin dan memandangnya dengan sedih.

 

Kyuhyun mendesah. Ia mengecup kening Sungmin dan berbisik pelan,

“Maafkan aku,  Lee Sungmin…”

 

Kyuhyun memejamkan matanya. Suara detak jam di dinding membuatnya kembali teringat pada hari-hari itu, hari-hari yang telah lama terlewat. Hari-hari dimana semua ini bermula. Satu tahun yan lalu.

 

~+~+~+~

 

Flashback 1 tahun yang lalu

 

Dorr… dorr

Kyuhyun melepaskan tembakannya dari atas atap gedung dan dua orang pria segera terjatuh tak bernyawa. Suara Kibum yang sedang memberikan instruksi terdengar di alat communicater yang ada di telinga Kyuhyun.

 

Kyu, lindungi ketua. Ketua dalam bahaya. 5 orang berada di arah jam 2.” kata Kibum.

 

“Aku mengerti.” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun mengarahkan senjatanya ke arah jam 2 dan segera melepaskan tembakannya kembali. 5 orang berhasil jatuh. Siwon yang sedang berlari berhenti sejenak. Ia menoleh memandang Kyuhyun yang berada diatas atap gedung dan tersenyum berterima kasih, kemudian segera berlari pergi. Kyuhyun menarik satu sudut bibirnya dan kembali mendengarkan intruksi dari Kibum.

 

10 orang berada di bawahmu.” kata Kibum.

 

Kyuhyun mengarahkan senjatanya dan kembali melepaskan tembakannya. 10 orang berhasil jatuh kembali tak bernyawa. “Dengan ini skorku menjadi 90.” katanya dengan tersenyum puas.

 

Curang. Kau menjatuhkan 85 orang. Jangan menambahkan seenakmu.” kata Eunhyuk yang tidak terima.

 

Kyu, memang sudah menjatuhkan 90 orang hari ini, Hyukie hyung.” kata Kibum tertawa.

 

Cih… dorr… dorr…” Eunhyuk menggerutu.

 

Kyuhyun mengarahkan senjatanya pada Eunhyuk yang sedang menembaki lawan-lawannya di lantai 2. “Jangan membuang pelurumu percuma hyung. Aku akan melindungimu dari sini.” Katanya sambil tersenyum.

 

Aissh, berisik!” kata Eunhyuk terdengar kesal. Terdengar suara tawa Kibum di communicater mereka.

 

Tetap waspada, guys.” kata Yesung, yang segera menghentikan suara tawa Kibum.

 

Kyuhyun mengedarkan pandangannya dan kembali mengintip melalui lensa pengintip di senjatanya. “Di mana ketua?” tanyanya.

 

Kepala polisi itu sedang mengejar ketua di gedung selatan. Ketua sedang terdesak. Seseorang segera bantu ketua.” kata Kibum memberi tahu.

 

Bagaimana dengan tuan Hwang?” tanya Eunhyuk.

 

Aku sudah mengurusnya.” jawab Yesung.

Cepatlah. Ketua sedang terdesak.” kata Kibum.

 

“Aku segera ke sana.” kata Kyuhyun seraya beranjak pergi.

 

Kyuhyun segera berlari pergi dengan menenteng senjata magnum sniper miliknya. Namun ia tidak sadar ada seseorang sedang membidiknya. Ia menoleh saat mendengar suara tembakan. Pria yang tadi membidik Kyuhyun telah terjatuh tak bernyawa di tanah. Yesung muncul, tersenyum dengan menenteng senjata CV–47 miliknya.

 

Maaf Kyu, yang ini milikku.” kata Yesung.

 

Kyuhyun tertawa.

“Terima kasih hyung.” Katanya, lalu kembali berlari pergi ke tempat Siwon berada.

 

Sementara itu di gedung selatan. Siwon menghentikan larinya dan memandang jalan buntu di depannya. Ia menoleh memandang Kangin yang berlari semakin dekat, kemudian mengedarkan pandangannya berusaha mencari jalan lain. Kini sang ketua sedang terdesak.

 

Aku akan mencari jalan keluarnya, ketua.” kata Kibum seraya mengutak–atik keyboardnya.

 

“Bagaimana dengan yang lain? Apa mereka baik–baik saja?” tanya Siwon.

 

Tenang saja ketua, kami baik–baik saja.” jawab Eunhyuk.

 

Aku sedang menuju ke arahmu, ketua.” kata Kyuhyun.

 

Cari jalan lain Kibumie.” kata Yesung.

 

Aku sedang mencarinya. Gotcha. Arah jam 7 ketua. Aku menemukan jalan lain yang langsung mengarah ke jalan utama.” kata Kibum.

 

“Kuperintahkan yang lain untuk mundur. Misi hari ini sudah selesai.” kata Siwon.

 

Baik.” kata Yesung dan Eunhyuk bersamaan.

 

Ketua, Kyu sedang menuju ke arahmu. 200m di depanmu, di atas gedung.” kata Kibum tepat saat Kangin datang.

 

Siwon menoleh pada Kangin. Kangin menghentikan larinya dan mengarahkan pistolnya pada Siwon. “Permainan sudah selesai, Siwon. Penjara sudah menunggumu.” katanya.

Siwon mengangkat kedua tangannya dan tersenyum tenang.

“Kau pikir bisa menangkapku? Di mana anak buahmu tuan kepala polisi?” tanyanya.

 

Kangin tersentak kemudian berusaha memanggil semua anak buahnya melalui radionya. Namun tidak ada jawaban. Kangin memandang Siwon dengan kesal, menyadari bahwa semua anak buahnya telah jatuh karena ulah anak buah Siwon.

 

“Brengsek kau!!” maki Kangin.

 

Siwon hanya tersenyum tanpa dosa. Kangin menggengam erat pistolnya dan bersiap menembak Siwon. “Kau akan ikut aku pulang ke penjara, Choi Siwon.” kata Kangin.

 

Tanpa di sadari Kangin, Siwon sedang menunggu aba-aba dari Kibum melalui alat communicater yang ada di telinganya.

5, 4, 3, 2… 1”

 

Dorr… dorr… dorr…

 

Kyuhyun melepaskan tembakannya dari atas atap gedung, tepat sebelum Kangin sempat menembak Siwon. Namun Kangin berhasil menghindar. Kangin mengangkat kepalanya dan menyadari Siwon telah berhasil kabur.

 

“Sial! Sial! Sial!” maki Kangin kesal.

 

Semetara itu di atas atap gedung, Kyuhyun tersenyum melihat Kangin yang sedang mencarinya dengan marah. Ia mengarahkan senjatanya pada Kangin dan bersiap menembakkan pelurunya lagi.

 

“Kau terlihat lucu saat marah tuan polisi. Kali ini aku akan membunuhmu dengan cepat.” kata Kyuhyun.

 

Namun sebuah tembakan terdengar ke arahnya sebelum Kyuhyun sempat menembak. Kyuhyun berhasil menghindar dan menoleh. Ia melihat Zhoumi berdiri tidak jauh darinya. Entah sejak kapan pria itu berada di sana, Kyuhyun tidak menyadari kehadirannya.

“Menyerahlah.” kata Zhoumi seraya mengarahkan pistolnya pada Kyuhyun.

 

“Cih…” gerutu Kyuhyun kesal.

 

Zhoumi melangkah perlahan mendekati Kyuhyun seraya tetap mengarahkan pistolnya. Kyuhyun menggenggam senjatanya dengan erat dan memandang Zhoumi dengan dingin, mencari kesempatan. Saat Zhoumi semakin dekat, Kyuhyun menendangnya. Zhoumi limbung sesaat dan segera bangkit. Namun dengan cepat Kyuhyun mendaratkan beberapa pukulan pada Zhoumi, membuat pria bertubuh tinggi itu terjatuh. Kyuhyun tersenyum memandang Zhoumi dan segera berlari pergi.

 

Zhoumi meraih pistolnya yang sempat terlempar tadi dan berusaha menembak Kyuhyun yang belum sempat berlari jauh. Kyuhyun berusaha menghindar dan bersembunyi, namun satu peluru menyerempet mengenai perut kanannya. Kyuhyun pun terjatuh.

 

Zhoumi bangkit dan berniat menangkap Kyuhyun, namun Kyuhyun melepaskan beberapa tembakan ke arah Zhoumi. Zhoumi berhasil menghindar, namun ia segera tersadar bahwa Kyuhyun sudah menghilang, yang tertinggal hanya senjatanya saja. Zhoumi segera mencarinya, namun Kyuhyun tidak ditemukan.

 

“Maaf hyung. Orang itu berhasil kabur. Tapi aku berhasil mengenai perutnya.” kata Zhoumi melapor pada Kangin.

 

Kangin mendesah sesaat.

“Sudahlah. Aku juga gagal menangkap Siwon. Kita akan menangkap mereka lain waktu. Kita pergi.” katanya seraya beranjak pergi. Zhoumi mengikuti dibelakang.

 

****

 

Kyuhyun berjalan tertatih sambil memegang perutnya yang terluka. Ia berusaha terus berjalan, namun rasa sakit di perutnya yang terluka membuatnya memilih untuk menjatuhkan tubuhnya di sebuah gang yang sepi. Ia bersender di dinding dan menekan perutnya yang terluka sambil meringis kesakitan.

 

Kyuhyun melepas jaketnya seraya meringis menahan rasa sakit di perutnya. Darah sudah membasahi bajunya. Kyuhyun meraba telinganya dan teringat bahwa communicater-nya telah rusak saat ia bertarung dengan Zhoumi tadi. Ia merogoh saku celananya, mengambil ponselnya. Namun sialnya, ternyata benda itu mati. Baterainya habis. Kyuhyun mendengus kesal.

 

“Brengsek. Di saat seperti ini benda ini malah tidak berguna.” Makinya kesal.

 

Kyuhyun mendesah pelan. Communicater-nya rusak dan ponselnya mati, ia tidak bisa menghubungi teman-temannya dan meminta mereka untuk menjemputnya. Dengan keadaannya yang seperti ini ia tidak mungkin berjalan kembali ke markas. Ia nyaris sekarat dan ia butuh bantuan, tapi gang ini nampak sepi. Ia belum melihat seorang pun melintasi gang ini.

Oh sial. Haruskah ia mati di sini?

 

Kyuhyun memejamkan matanya dan mendengus pelan. Kini ia hanya bisa pasrah. Sambil menunggu kematiannya, ia membayangkan menembak Zhoumi hingga mati. Satu tembakan belum membuatnya puas. Mungkin dua, tiga atau empat? Tidak, lima tembakan sepertinya cukup. Kyuhyun tersenyum kecil disela rasa sakitnya.

 

~+~+~+~

 

“Aissh, wanita sialan. Kalau sudah punya suami seharusnya jangan pergi ke club dan menyewa pria lain. Suaminya galak juga sih, pantas istrinya pergi ke club.” gerutu Sungmin kesal.

 

Sungmin melangkahkan kakinya perlahan menyusuri gang yang sepi seraya menyentuh wajahnya yang terasa sakit. Ia baru saja dipukul oleh suami pelanggannya. Wanita cantik yang membayarnya malam ini mengajak Sungmin untuk berkencan di luar. Tapi sialnya, suaminya yang galak datang di tengah kencan mereka dan menghancurkan semuanya. Sungmin di pukul oleh suami yang galak itu, pelanggannya dibawa pergi dengan paksa, dan kencannya batal. Lebih sialnya lagi, wanita itu baru membayarnya setengah! Heechul pasti akan memarahinya jika tahu hal ini.

 

“Hahh… dimarahi Heechul hyung lagi nih.” Sungmin mendesah.

 

Tiba-tiba Sungmin menghentikan langkahnya ketika melihat ada sesuatu di pinggir gang. Ia menoleh ke sekeliling namun tidak ada siapa pun. Gang itu sepi sekali. Setelah berpikir sejenak dengan ragu, akhirnya ia memutuskan untuk mendekatinya. Ternyata itu adalah seorang pria yang terluka. Sungmin terkejut melihatnya dan mengira bahwa pria itu sudah mati.

 

“Astaga, ada mayat! Bagaimana ini?” kata Sungmin bingung dan menjadi panik.

 

Suara panik Sungmin membuat Kyuhyun terbangun.

“Aissh, kau berisik sekali.” kata Kyuhyun membuka matanya perlahan.

 

Sungmin terkejut menatap Kyuhyun. Ia nyaris berlari pergi karena mengira Kyuhyun adalah mayat hidup. Tapi kemudian ia segera sadar bahwa Kyuhyun memang masih hidup, hanya keadaannya sedang sekarat.

 

Sungmin berjongkok di samping Kyuhyun.

“Eh? Kau masih hidup? Kau tidak apa–apa?” tanyanya seraya menyentuh Kyuhyun dengan panik.

 

Kyuhyun kesakitan karena yang di sentuh oleh Sungmin adalah perutnya yang terluka. Sungmin terkejut memandang tangannya yang terkena darah Kyuhyun, lalu memandang perut Kyuhyun yang terluka. Darahnya banyak sekali.

 

“Astaga, kau terluka! Bagaimana ini? Bagaimana ini?” kata Sungmin panik. “Apa yang terjadi? Apa kau baru saja di rampok?”

 

Kyuhyun hanya memandang Sungmin dan berpikir, pemuda manis ini aneh tapi juga lucu.

“Pergilah. Ini bukan urusanmu.” kata Kyuhyun acuh seraya menahan rasa sakit.

 

Sungmin memandang Kyuhyun selama beberapa lama, lalu menggelengkan kepalanya pelan.

“Kau terlihat seperti kucing yang kalah berkelahi, tahu? Terlihat kacau sekali. Aku harus membawamu ke rumah sakit.” katanya.

 

“Tidak perlu. Temanku akan segera datang menjemputku.” kata Kyuhyun berbohong.

 

“Kapan temanmu akan datang?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun terdiam sejenak.

“Erm…entahlah. Tapi mereka akan segera datang.”

 

“Dan kau akan segera mati kehabisan darah.”

 

“Aku baik-baik saja.”

 

Sungmin hanya memandang Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya. Kyuhyun terdiam dan mengalihkan pandangannya. Ia berusaha tidak melihat Sungmin dan berharap pemuda manis itu segera pergi. Tapi Sungmin justru menggeser tubuhnya lebih dekat ke Kyuhyun, mengangkat satu tangan Kyuhyun dan meletakkan di bahunya.

 

“Apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun menoleh, mengernyit memandang Sungmin.

 

“Kau harus ke rumah sakit.” jawab Sungmin.

 

“Tidak mau,” tolak Kyuhyun seraya menarik kembali tangannya dari bahu Sungmin. “Aku benci rumah sakit.”

 

Sungmin memutar kedua bola matanya dan mendengus pelan.

“Dengar. Aku tidak tahu apa yang telah terjadi padamu. Tapi yang aku tahu, kau harus segera dibawa ke rumah sakit sekarang! Perutmu berdarah!”

Sungmin meletakkan tangan Kyuhyun kembali ke bahunya. Tapi Kyuhyun menarik kembali tangannya. “Aku bilang, aku benci rumah sakit.”

 

“Persetan! Kau harus ke rumah sakit.” kata Sungmin tidak peduli. Ia kembali meletakkan tangan Kyuhyun di bahunya dan tetap memaksanya untuk pergi ke rumah sakit.

 

Kyuhyun merengut, sedikit kesal memandang Sungmin. Pemuda manis ini keras kepala sekali.

“Kau ini…” katanya. Ia terdiam sesaat dan akhirnya mendesah. “Baiklah, dimana rumahmu?”

 

“Apa? Eh…tidak begitu jauh dari sini.” jawab Sungmin, mengernyit tidak mengerti.

 

“Kalau begitu, bawa aku ke rumahmu.”

 

“Apa? Tapi…”

 

“karena aku benci rumah sakit kupikir kau bisa mengobatiku di rumahmu.”

 

“Apa? Tidak, aku tidak mau. Aku bukan dokter. Kau lihat, lukamu cukup parah. Aku tidak mengerti bagaimana cara mengobatinya.”

 

“Dengar, aku butuh bantuanmu untuk mengeluarkan peluru di dalam perutku ini. Aku baru saja ditembak.”

 

“Kau…tertembak? Astaga.” Kata Sungmin terkejut.

 

“Ya, dan kau cukup ikuti intruksi dariku saja. Atau, tinggalkan aku di sini dan biarkan aku mati kehabisan darah.”

 

Sungmin terdiam dengan bingung. Heechul pasti akan memarahinya jika tahu ia membawa pulang seorang pria asing yang terluka. Bisa-bisa justru ia yang disangka melukainya dan membuat masalah. Tapi ia juga tidak mungkin meninggalkan Kyuhyun dan membiarkannya mati di tempat yang sepi ini.

 

Sungmin menghela nafas.

“Baiklah. Kau bisa berjalan?” katanya menyerah.

 

Kyuhyun mengangguk pelan. Sungmin mengambil jaket Kyuhyun yang tergeletak di atas aspal, lalu membantu Kyuhyun berdiri dan segera membawanya pulang bersamanya. Sungmin membawa Kyuhyun memasuki sebuah gedung melalui pintu belakang yang sepi. Mereka berjalan melewati lorong, menaiki beberapa tangga dan masuk ke sebuah kamar.

Sungmin merebahkan tubuh Kyuhyun di ranjangnya lalu beranjak mengunci pintu kamarnya. Kyuhyun mengedarkan pandangannya memperhatikan ke sekeliling ruangan yang tidak terlalu besar itu. Ruangan ini sederhana dan tidak terlalu banyak barang. Sederhana tapi cukup nyaman.

 

“Kau tinggal di sini?” tanya Kyuhyun.

 

“Ya, ini kamarku.” jawab Sungmin seraya berjalan mendekati Kyuhyun.

 

“Tidak terlihat seperti rumah.”

 

“Ini adalah club. Aku tidak punya rumah.” Sungmin berkata sambil melepaskan dengan hati-hati pakaian Kyuhyun yang telah kotor dengan darah.

 

“Club?” Kyuhyun sedikit mengernyit memandang Sungmin.

 

Sungmin bergidik memandang luka di perut Kyuhyun, kemudian beranjak mengambil kain dan tisu. Lalu dengan lembut dan hati-hati ia membersihkan darah di tubuh Kyuhyun. Kyuhyun hanya diam memperhatikan Sungmin.

 

“Lalu apa yang harus kulakukan?” tanya Sungmin bingung, ketika ia telah selesai membersihkan darah di tubuh Kyuhyun.

 

Kyuhyun yang sejak tadi memperhatikan Sungmin sedikit tersentak, tersadar.

“Ah, itu…” jawabnya. “Apa kau punya gunting, pisau kecil, kotak P3K dan jarum?”

 

Sungmin menganggukkan kepalanya, lalu segera mengambil alat–alat yang disebut oleh Kyuhyun tadi. Saat ia kembali duduk di dekat Kyuhyun, ia memperhatikan sejenak barang-barang di tangannya itu.

 

“Apa kau ingin aku mengoperasimu?” tanya Sungmin menyadari untuk apa semua barang-barang itu.

 

“Ya, kau harus mengoperasi aku,” kata Kyuhyun. “Aku baru saja ditembak. Peluru itu masih berada di dalam perutku. Tidak dalam tapi sangat menyakitkan. Kau harus mengeluarkannya atau aku akan mati.”

 

Sungmin terkejut mendengarnya dan menjadi ragu. Ia tidak pernah mengoperasi seseorang sebelumnya, atau mengambil peluru dari dalam tubuh seseorang. “Aku tidak mau. Aku bukan dokter. Aku tidak mengerti sama sekali tentang operasi atau semacamnya.”

“Kau cukup mengikuti instruksi dariku.” kata Kyuhyun mencoba menyakinkan Sungmin.

 

“Tapi……” Sungmin terdiam sejenak dengan ragu.

 

“Ayolah. Atau…kau mau aku mati, huh?”

 

Kyuhyun terus mencoba membujuk Sungmin. Ia sudah tidak memiliki banyak waktu sekarang. Ia nyaris kehabisan darah, dan jika peluru itu tidak cepat dikeluarkan dari tubuhnya ia bisa mati. Kini hanya Sungmin harapan satu-satunya.

 

“Kau mau aku mati, huh?” Kyuhyun menatap Sungmin yang masih terdiam dan mengulangi kembali perkataannya.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya. Jika pria ini mati, ia pasti akan mendapat masalah. Ia tidak ingin itu terjadi. Akhirnya Sungmin mendesah. “Baiklah,” katanya menyerah. “Tapi aku tidak memiliki obat bius. Ini pasti akan sangat menyakitkan. Apa kau yakin?”

 

Kyuhyun memutar kedua bola matanya dengan tidak sabar.

“Cepatlah. Sebentar lagi aku akan mati!” katanya menahan rasa sakit di perutnya.

 

“Eh?” Sungmin terkejut mendengarnya dan menjadi panik. “Jangan mati dulu.”

 

Kepanikan Sungmin membuat Kyuhyun jengkel. Ia memegang tangan Sungmin dan menatapnya dengan tajam untuk menghentikan kepanikan Sungmin. “Tenanglah sedikit. Jika kau panik, kau tidak bisa mengeluarkan peluru ini dari dalam tubuhku.”

 

Sungmin mengerjap sesaat memandang Kyuhyun.

“Tapi kau harus berjanji dulu, kau tidak akan mati. Jika kau mati, aku yang repot.”

 

Kyuhyun memutar kedua bola matanya lagi.

“Ya, baiklah. Aku janji.”

 

Sungmin tersenyum. Kini ia jauh lebih tenang. Ia membuka kotak P3K dan mulai mengikuti setiap instruksi dari Kyuhyun. Ia melakukannya dengan sangat hati-hati. Ia akan berhenti sejenak setiap kali Kyuhyun berteriak kesakitan, lalu melanjutkan kembali setelah Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Sesekali ia melirik Kyuhyun yang sedang berusaha menahan rasa sakit. Hingga akhirnya ia berhasil mengeluarkan peluru yang bersarang di perut Kyuhyun itu.

 

Sungmin sedikit bergidik saat ia mengambil peluru itu dari dalam perut Kyuhyun dan meletakkan di sebuah mangkuk kecil. Lalu ia segera mengobati perut Kyuhyun, menjahitnya dan menutupi bekas operasi itu dengan perban. Saat Sungmin menggunting perban dan merekatkannya dengan menggunakan plester, ia tersenyum lega. Ia merasa lega sekaligus senang karena ia berhasil melakukannya dengan baik, dan Kyuhyun tetap hidup.

 

“Terima kasih.” Kyuhyun berkata dengan pelan.

 

Sungmin hanya tersenyum. Ia merapikan semua peralatannya, mengembalikan kotak P3K ke dalam lemari, membuang peluru itu jauh-jauh ke luar jendela, lalu membersihkan kamarnya juga dirinya yang cukup berantakan karena operasi dadakan itu. Kyuhyun hanya berbaring di ranjang dan terus memperhatikan Sungmin.

 

“Nah, sekarang kau beristirahat saja. Aku akan keluar sebentar,” kata Sungmin seraya mengganti pakaiannya dengan yang bersih, lalu menoleh pada Kyuhyun. “Kau jangan bersuara, apalagi keluar kamar. Jangan sampai bosku mengetahui hal ini atau dia akan sangat marah padaku.”

 

Kyuhyun hanya memandangnya. Sungmin tersenyum dan berjalan ke arah pintu. Saat Sungmin membuka pintu tiba-tiba Kyuhyun bertanya, “Hey, siapa namamu?”

 

Sungmin berhenti di ambang pintu dan menoleh.

“Namaku Sungmin. Lee Sungmin.” jawabnya sambil kembali tersenyum. Lalu ia beranjak pergi.

 

Kyuhyun memperhatikan Sungmin yang menghilang dibalik pintu yang kembali tertutup rapat. Ia merasa pernah melihat Sungmin sebelumnya, entah dimana. Ia memejamkan matanya berusaha mengingatnya, namun yang muncul di kepalanya adalah saat dia sedang melakukan tugasnya untuk membunuh seorang pria 6 tahun lalu. Saat itu Kyuhyun tidak segan menembaknya hingga mati. Namun di saat terakhirnya pria itu menyebut satu nama dengan sedih sambil menangis. Nama itu adalah…Lee Sungmin.

 

Kyuhyun tersentak dan membuka matanya.

“Jadi dia anak dari pria yang kubunuh 6 tahun lalu itu?” gumamnya tersadar.

 

Pagi harinya, saat Sungmin membuka pintu kamarnya seraya membawa nampan berisi sarapan kamar itu sudah kosong dan rapi. Kyuhyun tidak ada. Sungmin meletakkan nampan berisi sarapan itu di atas meja, lalu beranjak mencari Kyuhyun. Namun pria itu tidak ada dimana pun. Kyuhyun telah pergi.

 

“Dia sudah pergi. Padahal aku sudah menyiapkan sarapan untuknya,” kata Sungmin, sedikit merengut. Ia terdiam sesaat saat menyadari, “Eh, tapi siapa nama pria itu ya? Aku belum bertanya.”

Flashback end

 

~+~+~+~

 

Karena Kyuhyun masih memiliki waktu dua bulan sebelum kemudian harus mulai bergerak kembali bersama kelompok SJ, ia banyak menghabiskan waktunya bersama Sungmin. Mereka melakukan berbagai hal bersama, hal-hal yang bodoh dan menyenangkan. Entah kenapa, ia tidak pernah bisa menolak setiap kali Sungmin menarik pergi bersamanya. Bagi Kyuhyun, kemana pun tidak menjadi masalah, asalkan bersama pemuda manis itu dan bisa melihatnya terus tersenyum. Dan hari ini Sungmin mengajaknya berkencan di kebun binatang.

 

Sebenarnya Kyuhyun tidak terlalu suka dengan tempat yang terlalu ramai, dan menurutnya berkencan di kebun binatang itu membosankan. Apa menariknya hanya melihat hewan-hewan di dalam kandang? Tapi saat melihat mata Sungmin, lagi-lagi ia tidak bisa menolaknya. Pada akhirnya ia membiarkan Sungmin menariknya pergi bersamanya. Dan di sinilah mereka sekarang, di kebun binatang yang sangat ramai, penuh dengan anak-anak yang datang bersama keluarga untuk menikmati liburan mereka.

 

“Kyu,” Sungmin menghentikan kakinya dan menoleh pada Kyuhyun yang tidak bersuara sejak tadi disampingnya. Wajah tampan Kyuhyun nampak sedikit cemberut. “Jangan berwajah seperti itu. Tersenyumlah sedikit, kita ‘kan sedang berkencan.”

 

Kyuhyun hanya diam memandang Sungmin. Tidak, ia tidak sedang marah pada pemuda manis itu. Ia hanya merasa kurang nyaman berada di tengah keramaian seperti ini. “Kau tidak suka berkencan denganku?” tanya Sungmin.

 

“Tidak, tidak. Aku suka berkencan denganmu.” Jawab Kyuhyun dengan cepat.

 

Sungmin menatap Kyuhyun seolah tidak percaya. Lalu ia mengulurkan kedua tangannya menyentuh wajah Kyuhyun, berusaha menarik sudut bibir Kyuhyun agar sedikit tersenyum.  “Nah, lihat dia. Dia tampan sekali saat tersenyum bukan?” Sungmin berkata seraya memandang wajah Kyuhyun dan tersenyum.

 

Kyuhyun hanya terkekeh kecil.

“Nah, sekarang dia jauh lebih tampan ketika tertawa,” Sungmin berkata lagi. “Wah, pasangan kencanku memang sangat tampan bukan?”

 

Sungmin terkekeh ketika melihat Kyuhyun yang terlihat malu. Akhirnya pria itu benar-benar tersenyum sekarang. Sungmin menggandeng tangan Kyuhyun dan berkata, “Nah, seperti ini lebih baik. Ayo, kencan kita masih belum selesai.”

Kyuhyun hanya tersenyum dan membiarkan Sungmin menariknya pergi ke dalam keramaian. Kini ia merasa lebih rileks dari sebelumnya. Saat menatap tangan Sungmin yang menggenggam tangannya dengan erat, ia kembali tersenyum. Selalu ada perasaan hangat yang aneh setiap kali Sungmin menyentuhnya.

 

Namun senyum Kyuhyun memudar perlahan saat ia menatap Sungmin yang sedang tersenyum senang, nampak sangat menikmati kencan mereka. Ia memandang Sungmin dengan sedih dan  teringat kembali dengan perasaan bersalahnya itu. Keramaian di sekitarnya membuat Kyuhyun teringat kembali dengan hari itu, ketika ia dan Eunhyuk harus kembali mencari rumah keluarga Sungmin untuk menghilangkan satu nyawa lagi. Tidak sengaja adik Sungmin menyaksikan aksi mereka saat sedang membunuh seseorang yang lain. Saksi mata harus di bunuh juga, tidak ada yang boleh tertinggal. Begitulah prinsip kelompok pembunuh ini.

 

Kyuhyun menembak adik Sungmin hingga mati. Tapi lagi–lagi di saat terakhirnya adiknya itu menyebut nama Sungmin dengan sedih sambil menangis. Entah kenapa, itu menarik perhatian Kyuhyun. Saat Kyuhyun dan Eunhyuk hendak pergi, mereka tidak menyangka ibu Sungmin akan membakar dirinya beserta rumahnya. Mereka pun segera melarikan diri. Dan lagi–lagi, di saat api mulai berkobar Kyuhyun mendengar wanita paruh baya itu memanggil nama Sungmin dengan sedih.

 

Kyuhyun tidak mengerti, kenapa mereka selalu memanggil nama Sungmin dengan sedih di saat terakhir mereka? Sepenting itukah orang bernama Sungmin itu?

 

Di tengah kebingungan Kyuhyun, seorang pemuda menerobos masuk ke dalam rumah sambil berteriak-teriak memanggil adik dan ibunya. Itu adalah Sungmin. Di sudut ruangan yang tidak terbakar api Kyuhyun berdiri, memperhatikan Sungmin yang berusaha menyelamatkan ibunya. Tapi sayangnya wanita itu menolak diselamatkan, dan Sungmin pun pingsan karena asap yang telah memenuhi bangunan yang terbakar itu. Kyuhyun menggendong Sungmin dan membawanya keluar.

 

Dan sejak hari itu Kyuhyun mulai memperhatikan Sungmin yang bersedih. Sore itu Kyuhyun melangkahkan kakinya di antara nisan-nisan yang berjejer rapi dan menemukan Sungmin yang sedang menangis di depan makam keluarganya. Ia berdiri 1 meter di belakang Sungmin dan mendengarnya berkata sambil menangis,

 

“Sekarang aku sendirian. Apa yang harus kulakukan? Keluarga kecilku telah hilang.”

 

Saat itu Kyuhyun tersadar, mereka sangat menyayangi orang bernama Sungmin ini. Dan kini karena perbuatannya Sungmin sendirian. Rasa bersalah menyusup di hatinya. Tangisan Sungmin menghancurkannya, entah kenapa. Kyuhyun butuh waktu satu tahun untuk bisa menemukan Sungmin lagi. Kyuhyun butuh waktu satu tahun untuk gantian menyodorkan tangannya pada Sungmin yang pernah menyelamatkan nyawanya dulu. Ia merasa sangat senang saat berhasil menemukan Sungmin lagi, walau Sungmin tidak mengingatnya.

 

Rasa bersalah, sedih dan marah di hati Kyuhyun membuatnya mengulurkan tangannya pada Sungmin. Hanya ini yang bisa Kyuhyun lakukan untuk Sungmin, mengulurkan tangannya, membantunya meninggalkan kehidupannya yang tidak pantas menurutnya, dan memberikannya hidup yang layak. Hanya ini yang bisa Kyuhyun lakukan sebagai pengganti rasa bersalahnya, meski mungkin tidak akan cukup untuk membayar atas apa yang pernah ia lakukan pada keluarga kecil Sungmin.

 

Kyuhyun tahu Sungmin akan jadi masalah jika rekan–rekan di kelompoknya tahu tentang pemuda manis ini. Tapi kyuhyun akan melindunginya. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk selalu melindungi Sungmin, dan tidak akan membiarkan pemuda manis itu mengetahui namanya. Karena tdak ada yang boleh mengetahui namanya yang sebenarnya.

 

****

 

2 bulan kemudian

 

Kyuhyun mengernyit saat ia keluar dari kamarnya. Ada dua ekor kucing sedang mengeong di depan kamarnya. Ia tidak pernah memiliki kucing, dan tidak terlalu suka memelihara hewan. Menurutnya memelihara hewan itu merepotkan. Lalu kucing siapa ini? Dan bagaimana dua makhluk imut itu bisa masuk ke dalam rumahnya?

 

“Ah, ternyata kalian di sini. Kemari kucing manis.” Sungmin muncul sambil membawa semangkuk susu.

 

Dua ekor kucing itu segera berlari menghampiri Sungmin. Sungmin memberikan semangkuk susu yang dibawanya, dan kucing-kucing itu segera meminum susu itu dengan lahap. Sungmin tersenyum melihatnya. Kyuhyun menoleh memandang Sungmin dan berjalan mendekatinya.

 

“Kucing siapa itu?” tanya Kyuhyun.

 

“Aku tadi menemukannya di depan rumah. Kasihan mereka kelaparan dan kedinginan,” jawab Sungmin. Ia mengambil dua ekor kucing itu dan menunjukkannya pada Kyuhyun. “Lihat Kyu, mereka lucu ‘kan. Ini namanya Hyaku dan yang ini namanya Sen.”

 

Kyuhyun mengernyit memandang kucing-kucing di tangan Sungmin itu.

“Kau sudah memberi mereka nama?” katanya.

Hyaku dan Sen meloncat dari tangan Sungmin dan kembali meminum susu mereka. Sungmin menganggukkan kepalanya dan berkata, “Apa aku boleh memelihara mereka? Mereka sangat manis…dan sendirian.”

 

Kyuhyun mendesah dan lalu beranjak duduk di sofa.

“Terserah kau saja. Tapi kau harus merawat mereka dengan baik, dan jangan sampai kucing-kucing itu masuk ke dalam kamarku.” Katanya.

 

“Terima kasih Kyu. ” kata Sungmin tersenyum senang. Ia merasa sangat senang karena kini ia memiliki piaraan baru, teman baru yang akan menemaninya di rumah besar ini.

 

Kyuhyun tersenyum memandang Sungmin yang sedang asyik bermain dengan peliharaan barunya. Ia mengambil PSPnya dari atas meja dan mulai memainkannya. Sungmin berhenti bermain dengan Hyaku dan Sen ketika teringat sesuatu. Ia menoleh pada Kyuhyun.

 

“Oh ya Kyu, hari ini ada karnaval di pusat kota. Kita datang yah.” Ajaknya.

 

“Aku tidak mau.” Tolak Kyuhyun seraya memainkan PSPnya.

 

Sungmin memandang Kyuhyun dengan heran.

“Kenapa? Karnaval ‘kan menyenangkan. Aku suka karnaval.”

 

“Aku benci karnaval.” kata Kyuhyun tanpa berpaling dari PSPnya. Suaranya terdengar dingin.

 

“Kenapa?”

 

Kyuhyun tidak menjawab. Tiba-tiba terdengar suara bel pintu. Suaranya terdengar keras dan berulang kali. Kyuhyun mendesah dan meletakkan PSPnya kembali di atas meja. Ia dapat menebak siapa yang sedang menekan bel rumahnya dengan marah dan tidak sabar itu. Sungmin berdiri dan beranjak untuk membuka pintu, namun Kyuhyun mencegahnya.

 

“Biar aku saja. Kau tunggu saja di kamar dan jangan keluar,” Kyuhyun mengambil Hyaku dan Sen, lalu memberikannya pada Sungmin. “Bawa juga mereka dan jangan biarkan mereka keluar.”

 

“Eh?” Sungmin memandang Kyuhyun dengan bingung, namun ia beranjak ke kamarnya sambil membawa Hyaku dan Sen.

 

Suara bel pintu terdengar semakin keras. Kyuhyun membuka pintu dan melihat Leeteuk berdiri di depannya dengan marah. Melihat wajah marah Leeteuk dan sesuatu yang dibawa ditangannya, Kyuhyun dapat menebak apa yang membuatnya begitu marah. Sebelum Kyuhyun sempat bertanya, Leeteuk sudah bertanya lebih dulu dengan marah.

 

“Dimana dia?”

 

Kyuhyun memandang hyungnya itu dan mengangkat satu alisnya.

“Siapa?” katanya pura–pura tidak mengerti.

 

Leeteuk mendengus dan menerobos masuk.

“Dimana pria pelacur itu?!”

 

Kyuhyun menutup pintu lalu berjalan mengikuti Leeteuk. Ia menghempaskan tubuhnya di sofa, menatap Leeteuk dengan tenang, lalu menggelengkan kepalanya. “Tenanglah hyung. Kenapa kau begitu marah seperti itu?” tanyanya.

 

Kyuhyun berusaha nampak polos, tapi sepertinya itu tidak terlalu berhasil di wajah tampannya. Tiba-tiba Leeteuk melempar beberapa lembar foto yang dibawanya ke atas meja dengan marah, lalu ia memandang Kyuhyun seolah adiknya itu sudah gila. Kyuhyun mengambil foto-foto tersebut dan memandangnya dengan santai. Semua objek di dalam foto-foto itu sama, yaitu  dirinya dan Sungmin.

 

Kyuhyun memang menyadari bahwa belakangan ini ada seseorang yang memperhatikan dan mengikuti mereka. Kyuhyun menduga itu adalah orang suruhan Leeteuk yang curiga padanya, karena ia selalu melarang kakaknya itu untuk datang ke rumahnya, karena ia tidak ingin kakaknya itu tahu tentang Sungmin. Meski bisa saja Kyuhyun membunuh orang itu karena telah mengganggu privasinya, tapi ia tetap membiarkannya. Ia tidak terlalu peduli. Tapi kini Leeteuk datang dengan marah. Sepertinya ia sudah menyelidiki tentang latar belakang Sungmin, dan itu yang membuatnya marah.

 

“Hasil foto yang bagus.” Komentar Kyuhyun.

 

Leeteuk mendengus. Ia merebut foto-foto itu dari tangan Kyuhyun dan kembali melemparnya dengan kasar. Foto-foto itu tersebar di lantai. Leeteuk tidak peduli dengan hal itu. Matanya sedang tertuju pada adiknya yang menurutnya sudah gila.

 

“Apa yang ada dipikiranmu, Kyu? Apa kau sudah gila, eoh?!” katanya setengah berteriak dengan marah. “Aku sudah memberimu kebebasan Kyu, tapi ini sudah di luar batas. Apa kau abnormal?”

 

Kyuhyun memandang Leeteuk dengan tenang.

“Hyung tenang saja. Aku tahu apa yang ingin aku lakukan.” Katanya.

 

Leeteuk mendengus tidak percaya dan menatap adiknya dengan tajam.

“Tapi dia pria, Kyu. Dia pria malam. Entah sudah berapa orang yang sudah menjelajahi tubuhnya.”

 

 “Perkataanmu itu kejam sekali hyung. Dia juga manusia.” Kata Kyuhyun mengernyit tidak suka mendengarnya.

 

 “Ayah pasti akan terkena serangan jantung jika mendengar berita ini.” Kata Leeteuk Leeteuk mendesah seraya beranjak duduk di dekat Kyuhyun.

 

“Itu bagus. Jadi aku tidak perlu repot membunuhnya nanti.” Kyuhyun berkata dengan acuh.

 

“Kyu!!!” teriak Leeteuk marah.

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan memandang Leeteuk dengan dingin.

“Dia bukan ayahku. Dia hanya pria tua yang menyakiti ibuku.” Katanya. Ada nada benci dalam suaranya.

 

“Tapi ayah pernah membesarkanmu. Kita pernah tinggal bersama dalam satu rumah.” Kata Leeteuk tidak mau kalah.

 

“Kenapa kau begitu peduli padaku? Pria tua itu saja tidak pernah mengingatku. Bahkan menangis saat pemakaman ibu saja tidak. Pria egois.”

 

“Aku hyungmu! Bagaimana pun aku masih tetap hyungmu! Aku sangat menyayangimu dan aku sudah berjanji pada ibu untuk menjagamu dengan baik. Kau mengerti?”

 

“Walau kita bukan dari ayah yang sama?”

 

Leeteuk terdiam. Ia menggeram pelan dan mengacak–acak rambutnya dengan frustasi.

“Kau adik tersayangku. Bagaimana pun kau tetap adikku,” katanya. “Tapi kau telah melakukan sesuatu yang salah. Dan sebagai kakak, sudah sepantasnya aku menegurmu.”

 

 

Kyuhyun mendengus.

“Apa kau akan menamparku seperti pria tua itu menampar ibu dan aku saat dia pikir kami sudah membuatnya malu?” tanyanya sambil menatap Leeteuk dengan tatapan menantang.

 

Leeteuk memandang Kyuhyun. Ia terdiam dan mengangkat tangannya bersiap untuk menampar Kyuhyun. Namun kemudian ia menurunkan kembali tangannya dan mendesah. “Kekerasan bukan keahlianku.” Katanya.

 

Kyuhyun hanya mendengus. Leeteuk menatapnya dan kembali berkata dengan marah,

“Tapi aku sangat kecewa padamu. Kenapa kau membawanya ke sini dan membiarkannya tinggal bersamamu? Sudah berapa lama kalian berhubungan? Sebulan? Setahun?”

 

“Kupikir perbuatan kami tidak akan mempengaruhi bisnismu dan kehidupan pria tua itu. Aku sudah bukan bagian dari keluarga Park lagi, ingat?” ujar kyuhyun dingin.

 

Leeteuk memandang Kyuhyun dengan tajam dan semakin marah.

“Katakan padaku, Kyu. Apa kau mencintainya? Apa kau jatuh cinta padanya?”

 

Kyuhyun terdiam selama beberapa lama. Ia tidak tahu apakah ia sudah jatuh cinta pada Sungmin, tapi ia harus mengatakan sesuatu untuk membuat Sungmin tetap tinggal di rumahnya. Ia ingin Sungmin selalu berada di dekatnya.

 

“Ya, aku mencintainya. Sangat mencintainya.” Akhirnya Kyuhyun menjawab, terdengar tegas dan mantap.

 

Leeteuk terbelalak mendengarnya. Ia menatap Kyuhyun seolah adiknya itu sudah gila.

“KYU!!! Apa kau sadar dengan yang telah kau katakan tadi? Apa kau tidak malu? Kau tidak akan pernah memiliki keturunan jika bersamanya. Kau tidak akan bahagia.” Teriaknya marah.

 

“Kami bisa mengadopsi anak.” Sahut Kyuhyun santai.

 

“APA?! Demi Tuhan. Kau sudah gila, Kyu!” kata Leeteuk seraya berdiri dan beranjak pergi.

 

Leeteuk menghentikan langkahnya saat menyadari kehadiran Sungmin yang ternyata sejak tadi berdiri dengan takut di depan pintu kamarnya. Ia memperhatikan Sungmin dengan tajam dari kepala hingga kaki.

 

“A…apa kabar?” kata Sungmin seraya membungkukkan kepalanya dengan sopan dan takut.

 

Leeteuk hanya memandang Sungmin dengan marah tanpa berniat membalas sapaan itu. Sungmin menundukkan kepalanya dengan takut. Leeteuk menoleh sesaat pada Kyuhyun yang hanya diam memandangnya dengan tenang, mendengus kesal lalu segera beranjak pergi. Sungmin terlonjak kaget saat mendengar Leeteuk membanting pintu dengan keras.

 

Sungmin menoleh memandang foto–foto yang tersebar di lantai. Ia mulai mengumpulkannya satu persatu seraya memperhatikan isi foto-foto tersebut, ia bahkan tidak sadar ada seseorang yang memperhatikan dan mengikuti mereka. Setelah semua foto telah terkumpul Sungmin meletakkannya di atas meja, lalu memandang Kyuhyun dengan cemas. Kyuhyun sedang memandang keluar jendela tanpa suara. Alisnya bertaut menandakan ia sedang memikirkan sesuatu dengan keras. Sungmin berjalan mendekati kyuhyun dan duduk di sampingnya.


“Kau tidak apa-apa?” tanya Sungmin cemas.

 

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin. Kemudian ia meletakkan kepalanya di paha Sungmin. Sungmin membelai kepala Kyuhyun dengan lembut, dan memandangnya lekat-lekat. Pria tampan itu terlihat sedih.

 

“Entahlah. Rasanya kacau sekali.” Jawab Kyuhyun seraya memejamkan matanya.

 

“Maaf, tadi…aku tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian.” Sungmin berkata dengan hati-hati.

 

Kyuhyun membuka matanya dan memandang Sungmin. Ia meraih tangan Sungmin dan menggenggamnya, seolah ingin merasakan kehangatannya yang selalu dapat membuatnya merasa lebih baik. Kemudian katanya,

 

“Orang itu adalah kakakku. Sebenarnya nama aslinya adalah Park Jungsoo, tapi aku memanggilnya Teuki hyung. Orang–orang memanggilnya Leeteuk. Kami satu ibu lain ayah. Dia adalah kakakku satu–satunya, satu–satunya orang yang masih menganggapku dan memperhatikanku setelah ibu,”

 

“Park Jungsoo? Maksudmu dia pemilik perusahaan Park yang besar itu?” tanya Sungmin tidak percaya. Ia terdiam sesaat lalu tersentak. “Tunggu sebentar. Jika dia adalah kakakmu, itu berarti kau adalah keluarga Park yang terkenal itu?”

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan tersenyum kecil.

“Sebenarnya aku bukan lagi bagian dari keluarga Park. Aku sudah lama membuang nama itu. Sekarang namaku hanyalah Kyu. Kyu adalah nama pemberian ibuku. Tidak ada yang tahu siapa nama asliku selain ibu. Kau juga tidak boleh tahu,”

 

“Eh? Kenapa?”

 

“Itu rahasia,” kata Kyuhyun sambil tersenyum. Lalu ia melanjutkan ceritanya. “Kau tadi bertanya kenapa aku benci karnaval? Karena aku adalah anak karnaval, begitu pria tua itu menyebutku. Saat itu ada karnaval di kota. Ibuku datang pada malam hari seorang diri. Tapi di belakang salah satu wahana ibu di perkosa oleh seseorang. Aku tidak tahu siapa ayahku dan aku tidak peduli.”

 

Sungmin memandang Kyuhyun dengan sedih. Ia hanya diam dan memperhatikan cerita Kyuhyun dengan penuh perhatian.

 

“Awalnya ibuku tidak mau mengaku, tapi pada akhirnya pria tua itu mengetahuinya juga. Entah bagaimana dia bisa tahu aku bukanlah anaknya. Pria tua itu sangat marah pada ibuku dan menyuruhnya untuk membuangku. Tapi ibuku menolak dan tetap mempertahankanku, meski pun itu membuat pria tua itu semakin marah. Ibu memberiku sebuah nama. Dia memintaku merahasiakan namaku dan tetap memanggilku dengan nama Kyu.”

 

“Kenapa ibumu menyuruhmu merahasiakan namamu?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya dan tersenyum kecil.

“Katanya akan sangat berbahaya,” jawabnya, kemudian meneruskan kembali ceritanya.

 

“Teuki hyung sangat menerimaku. Ia sangat senang saat mendengar bahwa ia memiliki seorang adik. Tidak peduli apa adiknya itu berasal dari ayah yang sama atau tidak. Dia begitu baik dan memperhatikanku. Aku masih ingat saat pertama kali aku memanggilnya hyung, dia meloncat kegirangan dan segera berlari pada ibu. Dia bilang “Ibu, Kyu memanggilku hyung. Aku seorang hyung.”. Ibu tersenyum seraya membelai kepala kami dan meminta Teuki hyung untuk menjagaku dengan baik. Karena aku adalah adiknya,”

 

Kyuhyun tersenyum saat menceritakan tentang ibunya dan Leeteuk. Sungmin pun ikut tersenyum.

“Tapi pria tua itu masih belum bisa menerimaku. Ia kerap bersikap dingin dan tidak peduli padaku. Aku benci pandangan matanya. Caranya dia memandangku dan ibu, seakan kami hanyalah barang tidak berguna. Aku masih ingat, saat umurku 7 tahun pria tua itu mengajakku ke sebuah karnaval yang sangat jauh dari rumah. Aku sangat senang karena kupikir pria tua itu sudah bisa menerimaku. Tapi seharusnya aku sadar itu hanyalah harapanku. Pria tua itu memberiku beberapa lembar uang dan menyuruhku untuk menunggunya karena ia ingin mengambil barangnya yang tertinggal di mobil. Seharusnya aku cepat sadar bahwa dia hanyalah seorang penipu. Aku terus menunggunya di depan salah satu wahana, tapi hingga larut malam dia tidak pernah kembali. Saat itu aku benar-benar bingung dan takut. Aku tidak mengenal daerah itu, karnaval itu terletak sangat jauh dari rumah. Tapi aku mencoba untuk berpikir dengan tenang, bagaimana caranya aku bisa kembali ke rumah? Ibu pasti sedang mencariku. Berbekal uang pemberiannya dan keberanian, aku nekat mencari jalan pulang sendirian. Setelah 2 hari akhirnya aku berhasil menemukan jalan pulang. Dalam keadaan lelah dan lapar aku berjalan masuk ke dalam rumah, berharap pria tua itu akan menyambutku. Tapi…”

 

Kyuhyun berhenti sejenak. Tiba-tiba suaranya berubah, terdengar marah dan terluka.

“Yang menyambutku adalah pertengkaran ibu dan pria tua itu. Ibu sangat marah mengetahui bahwa pria tua itu telah sengaja meninggalkanku di karnaval. Aku mendengar pria itu berkata dengan dingin, “Aku hanya mengembalikannya ke tempatnya. Dia adalah anak karnaval sudah sepantasnya dia kembali ke karnaval.”. Saat itu aku benar-benar terkejut dan terpukul. Hanya ibu dan Teuki hyung yang menyambutku dengan senang. Tapi pria tua itu terlihat sedikit terkejut memandangku dan segera memalingkan wajahnya. Ia tidak pernah mau memandangku,”

 

“Suatu hari ibu sakit keras dan akhirnya meninggal. Aku dan Teuki hyung sangat sedih. Kami menangis di depan makam ibu. Tapi pria tua itu, menangis tidak, terlihat sedih juga tidak. Wajahnya tetap dingin. Aku sungguh membencinya. Saat usiaku 17 tahun aku memutuskan untuk keluar dari rumah itu. Teuki hyung berulang kali memintaku untuk kembali tapi aku terus menolak. Dan inilah aku sekarang.” kata Kyuhyun mengakhiri kisahnya.

 

“Teuki hyung sangat memperhatikanmu. Dia begitu menyayangimu. Karena itu dia begitu marah padaku. Seharusnya kau tidak menampungku, Kyu.” kata Sungmin sedih.

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya dari paha Sungmin dan beranjak duduk.

“Aku mengerti. Teuki hyung memang kakak yang paling kusayang. Tapi dia tidak bisa melarangku. Aku akan sangat marah jika kau berani meninggalkanku.”

 

Sungmin tersenyum. Ia meraih wajah Kyuhyun, mencium bibirnya dengan lembut, lalu memeluknya dengan hangat. Kyuhyun tertegun sejenak, lalu ia memejamkan matanya, menikmati perasaan hangat itu.

 

“Kau sudah berusaha sangat keras untuk bertahan hingga hari ini. Kau sangat kuat, Kyu.” Kata Sungmin.

 

“Tidak. Terkadang aku merasa masih lemah.” ujar Kyuhyun pelan, membuka matanya.

 

Sungmin melepaskan pelukannya. Ia mengangkat tangannya dan menunjukkan sebuah cincin yang melingkar di salah satu jarinya. “Ini adalah jimatku. Ayahku memberikannya padaku sebelum ia pergi dan tidak pernah kembali.” Katanya.

 

Sungmin melepas cincinnya dan meletakkannya di telapak tangan Kyuhyun.

“Terkadang saat aku merasa lemah dan takut, aku selalu memandang cincin ini dan menggenggamnya dengan erat. Aku membayangkan orang–orang yang kusayangi, lalu kemudian rasa takut dan lemahku akan segera menghilang. Mulai sekarang cincin ini untukmu. Dia akan menjadi jimat untukmu.” Katanya sambil tersenyum.

 

Kyuhyun mengamati cincin milik Sungmin dan mengernyit.

“Tapi ini terlalu kecil untukku. Cincin ini tidak muat di jariku.” Katanya menunjukkkan jari–jarinya yang besar.

 

Sungmin diam sesaat dan berpikir. Kemudian ia beranjak ke kamarnya. Tidak lama ia kembali dengan membawa sebuah tali kalung yang terbuat dari perak. Ia mengambil cincin di tangan Kyuhyun dan memasukkannya ke dalam tali kalung tersebut.

 

“Sekarang kau sudah bisa memakainya.” kata Sungmin tersenyum seraya menunjukkan cincin yang kini menjadi bandul kalung.

 

“Kau pintar juga.” puji Kyuhyun, tersenyum.

 

Sungmin segera memasang kalung tersebut di leher Kyuhyun, lalu ia tersenyum memandang cincinya yang kini telah menjadi bandul kalung dan menghiasi leher Kyuhyun. Kyuhyun memandang kalung barunya dan tersenyum senang.

 

“Terima kasih. Aku akan memikirkanmu saat aku merasa takut dan lemah.” Katanya, lalu membelai kepala Sungmin dengan lembut.

 

Sungmin menundukkan kepalanya. Semburat merah menghiasi wajahnya yang manis saat ia teringat pada pembicaraan antara Kyuhyun dan Leeteuk yang tanpa sengaja ia dengar tadi. Ia melirik Kyuhyun dan akhirnya memutuskan untuk bertanya.

 

“Kyu, boleh aku bertanya?”

 

“Apa?” kata Kyuhyun seraya memandang kalung barunya.

 

“Erm, perkataanmu pada hyungmu tadi itu… apa benar kau… eh mencintaiku?” tanya Sungmin dengan malu.

 

Kyuhyun menoleh pada Sungmin. Wajah Sungmin yang merona malu itu membuatnya tersenyum, ia ingin sekali menggodanya. Maka ia mendekati wajah Sungmin dan berbisik di telinganya, “Bagaimana menurutmu, hm?”

 

 “Eh? Kau serius?” kata Sungmin terkejut memandang Kyuhyun.

 

Kyuhyun tertawa memandang wajah Sungmin yang semakin memerah. Menggoda pemuda manis ini sangat menyenangkan. Ia membelai kepala Sungmin dengan lembut dan kembali menggodanya.

 

“Entahlah. Sepertinya aku jatuh cinta padamu. Bagaimana ini?”

 

Sungmin berusaha menutupi wajahnya yang semakin memerah.

“Seriuslah, Kyu. Jangan menggodaku.” Katanya. Ia benar-benar sangat malu, sekaligus merasa senang. Rasanya jantungnya berdegup kencang, memainkan irama yang abstrak.

 

Kyuhyun hanya tertawa. Ia meraih wajah Sungmin dan mengecup dengan lembut bibirnya, seolah ingin memastikan bahwa ia memang benar-benar jatuh cinta pada pemuda manis ini. Dan sepertinya ia memang jatuh cinta padanya, How funny.

 

Kyuhyun melepaskan ciuman sebelum menjadi semakin serius. Kemudian mereka hanya saling menunduk dengan malu, lalu saling tersenyum. Rasanya aneh sekali, tapi juga menyenangkan.  Kyuhyun menoleh saat mendengar ponselnya berdering di atas meja. Ia mengambil ponselnya dan segera mengangkatnya seraya menjauh dari Sungmin.

 

“Aku mengerti. Aku segera bersiap. Tidak, sudah kubilang itu bagianku hyung. Aku akan mengurusnya.” kata Kyuhyun kemudian menutup teleponnya.

 

“Kau akan pergi?” tanya Sungmin.

 

“Ya. Aku ada pekerjaan yang harus kulakukan sekarang.” jawab Kyuhyun singkat.

 

Kyuhyun beranjak ke kamarnya. Sungmin mengikuti dan berdiri di ambang pintu, memperhatikan Kyuhyun yang sedang bersiap untuk pergi. Kemudian ia melangkah masuk dan membantu Kyuhyun menarik zipper jaket hitamnya.

 

“Aku akan menunggumu di karnaval.” Tiba-tiba Sungmin berkata.

 

“Aku akan pulang telat. Banyak hal yang harus kukerjakan.” kata Kyuhyun seraya mengambil tasnya di atas ranjang.

 

“Aku akan tetap menunggumu. Tidak apa–apa ‘kan?”

 

Kyuhyun memandang Sungmin sesaat.

“Bukankah sudah kubilang aku benci karnaval?”

 

Sungmin tersenyum. Ia mencium pipi Kyuhyun dan berkata sebelum kemudian beranjak keluar dari kamar Kyuhyun, “Kau akan menyukainya, aku janji.  Aku akan tetap menunggumu. Jadi, cepat datang jika kau tidak ingin aku mati kedinginan. Ok?”

 

Kyuhyun terpaku sesaat memandang Sungmin. Kemudian ia mendesah pelan, meraih kunci mobilnya di atas meja, lalu segera pergi. Ini sudah 2 bulan. Sudah saatnya ia bertugas kembali. Melalui jendela Sungmin memandang Porsche hitam milik Kyuhyun yang melaju pergi dengan cepat. Ia berpikir, kenapa Kyuhyun begitu baik padanya sejak pertama ia bertemu dengannya? Kenapa Kyuhyun menyembunyikan nama aslinya? Dan pertanyaan kenapa lainnya.

 

“Siapa kau sebenarnya, Kyu? Kenapa kau terasa begitu misterius, tapi aku merasa pernah bertemu denganmu sebelumnya? Yang membuatku penasaran, siapa namamu sebenarnya, Kyu?” gumam Sungmin penasaran.

 

tbc

20 thoughts on “My name is…? / part 3

  1. Wah wah komplotan SJ sudah mulaimberaksi kawan ayo serbu huahahaha
    Kalau sungmin tau kyu yg bunuh keluarganya gimana ? Bakal berantem dong mereka entar u,u kasian
    Hati-hati dikarnaval ya ming,jgn nakal entar ilang lho

    Lanjut kak! Lanjut

  2. Jadi Kyu bunuh keluarga Ming yah??
    hadoh gimana neh kalo ketahuan ma Ming dan Ming tau identitas Kyu sebagai pembunuh bayaran mana ngebunuh keluarga dia dan ngehancurin hidup Ming pula. Apa Ming masih bertahan ma Kyu atau sebaliknya,,
    kekekeke akhirnya mereka saling mengungkapkan perasaan mereka juga..
    mmh jadi saatnya kelompok SJ beraksi neh setelah 2bulan mennunggu..

  3. Wuaaaduuuh… Masa lalu sungmin rumit, ditambah masa lalu kyuhyun yang lebih rumit…

    Udah jelas semuanya. Jadi kyuhyun yg bunuh ayah sungmin. Terus kyuhyun pernah bertemu sungmin setahun yg lalu waktu dia ketembak zhoumi. Akhirnya setelah satu tahun kemudian, baru dia mencari sungmin untuk menebus semua rasa bersalahnya. How complicated!

    Tapi aku suka sama cerita yang berbau konflik yg rumit hihi semangat kecil eon! Aku akan selalu jadi reader yang sering nagih hahaha *kabur*

    Nice fanfiction, as usual.

  4. Eh?? Benarkah kyu jatuh cinta sama ming?? Bukan karena rasa bersalah
    Akh… semoga bener
    Tp gimana kalau ming tw kalau kyu yg bunuh keluarganya??
    Tp kyu jga kasian hidupnya… gk di akui

  5. Jhahaha, lucu ahh si Kyu ngegodanya. Berasa gmana gtu yaa, bwahaha😄

    wuah, SJ BERAKSI! Apakah Kyu akan datang dgn cepat ke Karnaval menemui Sungmin?
    KAJJA DILANJUT kecil-ahh😉

  6. yg ini pernah baca lum y?? Ah aku lupa2 ingat -_-

    Kyu yg membunuh Ayah dan adik-ny Ming.
    Organisasi apa sih yg Kyu ikutin?? Pembunuh bayaran kah??
    Kyu merasa bersalah ma Ming, jd Kyu mengeluarkan Ming dr tempat pelacuran itu dan membawanya kerumah kemudian mereka tinggal bersama.
    Ayah Kyu siapa sebenernya?? Kyu terlalu misterius.

    Lanjutkan Min kecil!!

  7. Aku agak lupa, Ini udh dibaca belum ya?-___-
    Tapi sepertinya syudaaaaaah di blog kakak yg satunya itu :3
    Anw, aku makin penasaran… Duh kk, lanjut yaaaa aku menantinya semangat ♥(>̯┌┐<)•°

  8. Seru bangeeettt!
    SJ udah mau beraksi lagi nih *0*
    Hubungan kyuhyun sama Leeteuk udah jelas, ternyata beda bapak…
    Jadi, kyumin udah jadian nih?😄
    Lanjut author~
    Ganbatte!

  9. gimana reaksi ming nanti kalo dia tau sebenernya kyu sendiri yg udah bunuh keluarganya …
    😦

    Trus saya jga tkut kalo nanti kyu bkalan kenapa2 saat kerja alias saat membunuh nanti karena dia mikirin ming yg nungguin dia di karnaval, jadi konsentrasinya bisa pecah kan, apalagi nanti pihak kepolisian alias kangin dan zhoumi bakalan berusaha keras buat nangkep mereka …
    Huh, saya jdi khawatir …
    Mudah2an semuanya bakalan baik2 saya🙂

  10. wah, kyu udah mulai beraksi lagi nih sama kelompoknya
    ternyata kyu udah jatuh cinta sama ming juga…. uhh, so sweet
    tapi gmn kalo ming tau klo kyu yang ngebunuh adik dan ayahnya?
    pasti ming bakal benci sama kyu😦
    andweee

  11. Kyu membunuh keluarga sungmin, dia diselamatkan satu tahun lalu, dan sekarang membantu balik O__O
    Wah
    Ribet juga ya x_x

    Lee sungmin begitu penting bagi keluarganya ya😐 aku msh blm dpt ide kenapa😐 *mmg otak lg error TAT*

    Apa yg trjd kl ming ingat kyu yg lalu ya?😐 terus ada apa dengan nama asli kyu?
    Penasaran kan o<<

  12. nagh kan benr….
    kyu yg bunuh keluarganya ming…huweeeee
    tapi skarang kyu udah jatuh cinta ke ming…
    cobaan tmbah bnyak ini…
    lanjjuutt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s