JOYDAY EVENT : I’ll Stand By You

Gambar

Pairing : KyuMin / slight HaeMin || Genre : Hurt, Romance || Length : One Shoot || Warning : Boys love, shounen-ai, AU || Disclaimer : Story belong to me, Kyuhyun & Sungmin belong to each other || Summary : Cho Kyuhyun adalah seorang idola yang memiliki segalanya. Tampan, pintar, berbakat & populer. Tapi bagi sang idola, Lee Sungmin adalah segalanya. Kyuhyun mencintainya dan akan selalu ada disisinya. Selalu menjaganya, meskipun Sungmin buta.

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

I’ll stand by you

So nobody can’t hurt you

I’ll stand by you…

 

 

Gedung konser itu begitu ramai. Suara teriakan histeris terdengar membahana memenuhi gedung, bersaing dengan suara dentuman musik yang keras. Di atas panggung sang idola, Cho Kyuhyun, bernyanyi dan menari dengan memukau. Menghibur para penggemarnya yang rela datang demi menonton konsernya. Kyuhyun berdiri di atas panggung, mendengarkan para penggemarnya yang terus berteriak memanggil namanya. Matanya menjelajah mencari sosok sang kekasih di antara ribuan penonton. Sulit memang mencari satu orang di antara ribuan orang, terlebih lagi dalam remang cahaya seperti ini. Tapi Kyuhyun selalu memiliki cara sendiri untuk menemukan kekasihnya yang spesial.

 

Kyuhyun memberi tanda pada para staff di bawah panggung, kemudian ia melemparkan sesuatu ke atas dengan keras seperti seorang petenis yang sedang memukul bola. Tiba-tiba percik-percik api menyembur di atas panggung, begitu indah dan terang. Semua orang berteriak histeris dan mendongakkan kepala mereka, memfokuskan perhatian pada benda yang dilempar oleh Kyuhyun. Percik-percik api yang terang membantu Kyuhyun melihat orang-orang di kursi penonton. Semua orang mendongakkan kepala mereka ke atas, kecuali satu orang. Pemuda manis yang memakai kacamata hitam itu tetap duduk tenang di kursinya, memandang lurus ke depan.  Benda yang tadi dilempar oleh Kyuhyun itu jatuh di kursi penonton dan menjadi rebutan oleh para penggemarnya. Sebelum kembali bernyanyi Kyuhyun kembali melihat ke satu arah, pada kursi penonton di deretan tengah VIP tempat pemuda manis yang memakai kacamata hitam itu duduk dengan tenang. Dan ia tersenyum.

 

Setelah hampir 3 jam akhirnya konser itu berakhir dengan sukses. Tepuk tangan riuh terdengar memenuhi gedung konser, dan para penggemar tidak henti berteriak memanggil nama sang idola. Kyuhyun berdiri di atas panggung, tersenyum dan membungkukkan kepalanya seraya mengucapkan terima kasih. Saat ia mengangkat kepalanya kembali, ia memandang sekilas pada sang kekasih. Pemuda manis itu juga berdiri dan bertepuk tangan sambil tersenyum senang. Meski pemuda manis itu buta, tapi nampaknya ia sangat menikmati konser hari ini.

~+~+~+~

 

Kyuhyun sedang duduk di sofa dan menenggak botol airnya dengan haus saat Leeteuk, managernya, mengantarkan kekasihnya ke ruang gantinya. Segera Kyuhyun meninggalkan botol airnya di atas meja dan menghampiri Sungmin. Sungmin mengulurkan satu tangannya ke depan mencari Kyuhyun, yang segera ditangkap oleh Kyuhyun.

 

“Aku di sini, sayang,” kata Kyuhyun mengenggam tangan Sungmin dengan lembut. Sungmin tersenyum.

 

“Kalau begitu, akan kutinggalkan kalian berdua.” kata Leeteuk sang manager.

 

“Terima kasih sudah mengantarkanku, Leeteuk ssi. Maaf sudah merepotkanmu,” kata Sungmin pada Leeteuk.

 

“Terima kasih hyung,” kata Kyuhyun sambil tersenyum lebar pada managernya itu.

 

Leeteuk tersenyum dan menepuk pelan bahu Sungmin.

“Bukan masalah, Sungmin ssi. Kau adalah tamu spesial dalam setiap konser dan pertunjukan Kyuhyun,” ia beralih pada Kyuhyun. “Good job, Kyu. Konser yang hebat.”

 

Kyuhyun hanya tersenyum bangga. Kemudian Leeteuk beranjak pergi meninggalkan ruangan, dan pintu kembali tertutup rapat. Kyuhyun menuntun Sungmin menuju sofa. Sungmin berjalan perlahan dan tongkatnya berayun seiring langkah kakinya, meraba mencari jalan hingga akhirnya tongkatnya menyentuh kaki sofa. Sungmin beranjak duduk di sofa dan Kyuhyun duduk di sampingnya.

 

Ia melepaskan kacamata hitam yang dipakai Sungmin, meletakkannya di atas meja, lalu memandang wajah manis sang kekasih. Wajah yang selalu ia sukai. Bagian yang paling Kyuhyun sukai dari wajah manis itu adalah matanya. Meski mata foxy itu buta, tapi itu adalah mata yang paling indah menurut Kyuhyun. Karena di dalam mata yang buta itu Kyuhyun menemukan kehangatan dan sebuah cinta, hanya untuknya.

 

“Aku senang kau datang hari ini.” kata Kyuhyun.

 

Mata buta Sungmin berkedip-kedip, dan Sungmin kembali tersenyum. Ia mengulurkan tangannya, meraba-raba mencari wajah Kyuhyun. Saat akhirnya tangannya berhasil menemukan wajah Kyuhyun, ia menyentuhnya dengan lembut.

 

“Aku adalah penggemarmu nomor 1, Kyu. Aku selalu datang menonton pertunjukanmu, meski…yah, aku tidak bisa benar-benar melihatmu, karena aku buta. Tapi aku tahu tadi kau tampil hebat. Suaramu benar-benar bagus, aku selalu menyukainya,” katanya.

 

Kyuhyun menyentuh tangan Sungmin di wajahnya, mengecupnya sesaat dan tersenyum.

“Dan aku selalu bisa menemukanmu di antara penonton lainnya,” katanya.

 

“Bagaimana caranya?”

 

“Itu rahasia.”

 

Kyuhyun mencium bibir Sungmin dengan lembut, seolah ingin menyampaikan rasa cinta dan sayang yang ia miliki pada pemuda manis itu. Kemudian ia mengecup kepala Sungmin, dan berbaring di paha Sungmin sambil mengenggam tangannya. Sungmin hanya tersenyum. Dengan tangannya yang bebas dari genggaman tangan hangat Kyuhyun, ia membelai kepala pria tampan itu. Kyuhyun memejamkan matanya dan perlahan ia mulai tertidur.

 

Kyuhyun dan Sungmin sudah bersama sejak kecil. Mereka berbagi segalanya. Tawa, tangis, cerita dan cinta yang mulai tumbuh dan terus tumbuh semakin besar. Dulu Sungmin tidak buta, hingga suatu hari sebuah kecelakaan merenggut penglihatan Sungmin. Merenggut semua warna dari dunia Sungmin yang cerah, dan hanya meninggalkan warna hitam. Gelap. Hari itu mereka baru saja kembali dari bermain di pantai. Saat sedang berjalan pulang sebuah truk tiba-tiba berbelok ke arah mereka. Supir truk itu mengantuk. Kyuhyun berusaha melindungi Sungmin, tapi semua terjadi begitu cepat. Dalam keadaan terluka Kyuhyun menggendong Sungmin yang pingsan dan terluka berat. Ia berusaha berlari secepat mungkin menuju rumah sakit. Beruntung Sungmin berhasil selamat, tapi akibat kecelakaan itu ia menjadi buta. Sementara Kyuhyun terluka di dadanya, dan akibat kecelakaan itu menyisakan bekas luka yang tidak bisa hilang di dada Kyuhyun.

 

Bagi Kyuhyun, Sungmin adalah segalanya. Cinta pertamanya. Takdirnya. Seseorang yang sangat penting dalam hidupnya. Kyuhyun selalu merindukan pemuda manis itu. Ia ingin selalu bersamanya. Menjaganya. Melindunginya. Membahagiakannya. Tidak ingin melihatnya sedih. Meskipun Kyuhyun selalu sibuk dengan jadwalnya sebagai penyanyi terkenal, tapi sebisa mungkin ia selalu memperhatikan Sungmin. Memastikan pemuda manis itu baik-baik saja.

 

~+~+~+~

 

Sore itu setelah menyelesaikan jadwalnya Kyuhyun segera mengarahkan mobil audinya menuju Kibby’s café untuk bertemu dengan Sungmin. Lonceng kecil di pintu kaca cafe itu berdenting ketika Kyuhyun mendorong pintunya. Kyuhyun melangkah masuk dan mengedarkan pandangannya. Café ini nampak ramai, seperti biasanya. Kyuhyun berjalan ke meja bar. Di sudut meja bar yang sepi nampak Donghae, sang pemilik café, sedang sibuk memeriksa laporan penjualan. Di dekat kaki Donghae nampak Bob, anjing terrier milik Sungmin, sedang berbaring di lantai dengan bosan. Bob menegakkan kepalanya, berdiri dan mulai menyalak-nyalak ketika melihat Kyuhyun. Anjing itu nampak senang melihat kekasih tuannya itu datang. Donghae menoleh dan memandang Kyuhyun yang datang dengan menggunakan topi dan kacamata hitam, berusaha menyembunyikan dirinya dari para penggemarnya.

 

“Diamlah, Bob. Kau akan merusak penyamaranku,” kata Kyuhyun pada Bob. Anjing terrier itu berhenti menyalak dan memiringkan kepalanya memandang Kyuhyun.

 

Donghae hanya terkekeh kecil dan merasa bahwa penyamaran Kyuhyun itu tidak berhasil. Anjing seperti Bob saja bisa langsung mengenalinya. Kyuhyun membelai kepala Bob sesaat kemudian menoleh pada Donghae.

 

“Sungmin hyung ada di basement, sedang bersama para gadisnya,” kata Donghae sebelum Kyuhyun sempat bertanya. Ia selalu paham alasan Kyuhyun datang ke cafenya, apalagi kalau bukan mencari kekasihnya yang spesial itu?

Kyuhyun mendengus sesaat.

“Ayo, Bob” ujarnya kemudian pada Bob seraya beranjak pergi menuju basement. Anjing terrier itu segera mengikuti Kyuhyun.

 

Di ruang basement penuh dengan piano-piano. Sebagian piano tua yang sudah rusak dan mulai kehilangan suaranya. Di antara piano-piano itu nampak Sungmin sedang menyetel ulang salah satu piano yang mulai kehilangan suaranya. Kyuhyun menoleh pada Bob dan memberi isyarat pada anjing itu untuk berjalan dengan pelan dan tidak membuat suara. Kemudian dengan langkah pelan ia berjalan mendekati Sungmin. Tiba-tiba Sungmin menghentikan pekerjaannya dan menggerakkan sedikit kepalanya, seolah sedang berusaha mendengarkan sesuatu. Matanya yang buta berkedip-kedip, lalu ia tersenyum.

 

“Kau tidak perlu berjalan mengendap-endap seperti itu, Kyu. Aku tetap tahu itu kau,” katanya. “Kau juga, Bob. Bukankah sudah kukatakan untuk menunggu di atas?”

 

Kyuhyun dan Bob berhenti, dan saling memandang sesaat. Anjing terrier itu mendengking pelan seolah bingung. “Bagaimana kau selalu tahu, sayang?” tanya Kyuhyun seraya mendekati Sungmin dan memeluknya.

 

Bob menyalak pada Sungmin seolah ikut bertanya. Sungmin terkekeh kecil dan meraba wajah Kyuhyun. “Karena aku selalu tahu itu dirimu,” katanya dan memberi satu kecupan di bibir Kyuhyun.

 

Kyuhyun mencium pipi Sungmin sebelum kemudian ia melepaskan pelukannya. Ia duduk di kursi piano yang sedang diperbaiki oleh Sungmin. Melepaskan kacamatanya, meletakkannya di atas piano, lalu memandang Sungmin yang kembali dengan pekerjaannya. Sementara Bob duduk tenang di lantai, memperhatikan. Sungmin sangat menyukai piano dan pandai sekali menyetel ulang piano yang mulai kehilangan suaranya seperti yang sedang ia lakukan saat ini. Menyetel ulang piano menjadi pekerjaan sampingan Sungmin, selain bekerja di café ini. Dan Sungmin selalu menyebut piano-piano itu sebagai gadis-gadisnya.

 

“Aku berusaha datang kemari dengan cepat setelah jadwalku selesai, tapi ternyata kau sedang berkencan dengan para gadismu. Apa kau tidak takut aku cemburu?” ujar Kyuhyun.

 

Sungmin terkekeh kecil.

“Tidak perlu cemburu pada gadis-gadis cantik ini, Cho Kyuhyun. Mereka hanya piano yang kehilangan suaranya. Mereka butuh sedikit sentuhan agar suara indah mereka kembali,” sahut Sungmin. “Bisakah kau bantu aku, Kyu? Coba kau tekan tuts yang ini,” ia menunjuk salah satu tuts putih di piano itu.

 

Kyuhyun menekan tuts yang ditunjuk oleh Sungmin bebeberapa kali, sementara Sungmin berusaha menyetel ulang hingga nada suara tuts itu kembali normal. Kemudian Sungmin menunjuk tuts yang lain. Kyuhyun menekan tuts yang ditunjuk oleh Sungmin, dan Sungmin kembali melakukan hal yang sama hingga nada suara tuts itu kembali terdengar normal. Bob menyalak-nyalak setiap kali tuts-tuts piano itu berbunyi. Setelah tuts yang terakhir kembali normal, Kyuhyun mencoba memainkan piano itu. Suara piano itu kembali terdengar merdu dan indah. Sungmin tersenyum puas.

 

“Suara yang indah, bukan?” ujar Sungmin.

 

Kyuhyun berhenti bermain piano dan memandang Sungmin.

“Apa kau sudah selesai? Atau kau masih ada kencan dengan gadis yang lain?”

 

Sungmin kembali terkekeh kecil.

“Tidak. Aku sudah selesai,” jawabnya seraya memasukkan barang-barangnya ke dalam tas yang ia letakkan di atas piano yang lain. Ia mengambil tongkatnya dari dalam tas. Menyentakkannya sedikit agar tongkat yang terlipat itu kembali memanjang seperti semula. Kemudian katanya, “Ayo pergi.”

 

Kyuhyun berdiri, memakai kacamatanya kembali dan menggandeng tangan Sungmin. Mereka berjalan keluar dari ruang basement. Bob berjalan mengikuti di belakang mereka. Donghae baru saja selesai dengan buku laporannya ketika Kyuhyun dan Sungmin datang. Ia menutup buku laporannya dan menoleh pada pasangan itu.

 

“Sudah selesai dengan para gadismu? Bagaimana?” tanyanya pada Sungmin.

“Dia sudah bisa kembali bersuara dengan indah.” jawab Sungmin sambil terkekeh kecil.

 

“Terima kasih, Sungmin hyung,” kata Donghae tersenyum.

 

“Jadi, bisakah aku pulang cepat hari ini?” tanya Sungmin.

 

Donghae memandang bergantian antara Kyuhyun dan Sungmin sesaat.

“Kalian ada kencan ya?,” katanya menebak.  “Yah…tentu saja. Baiklah.”

 

Kyuhyun hanya tersenyum lebar. Sungmin tersenyum dan menyentuh tangan Donghae sesaat.

“Terima kasih,” katanya. Kemudian ia berseru pada Bob, “Ayo, Bob!”

 

Bob menyalak senang, kemudian berjalan mengikuti Kyuhyun dan Sungmin yang beranjak pergi. Anjing terrier itu segera melompat naik saat Kyuhyun membuka pintu mobilnya, kemudian ia duduk dengan tenang di kursi belakang. Donghae berdiri di balik pintu dan memperhatikan Sungmin. Kyuhyun membantu Sungmin naik ke mobilnya, berjalan memutar lalu duduk di belakang kemudi. Saat akhirnya mobil audi hitam itu melaju pergi, Donghae mendesah pelan. Setiap kali melihat Sungmin sedang bersama Kyuhyun, rasa cemburu itu selalu datang.

 

~+~+~+~

 

Hari ini Kyuhyun menemani Sungmin berbelanja di supermarket. Pemuda manis itu ingin memasak sesuatu yang khusus untuk makan malam mereka. Sebenarnya tidak ada yang khusus dengan hari ini, Sungmin hanya ingin memasakkan sesuatu yang khusus untuk kekasihnya yang tampan. Tapi karena anjing dilarang masuk ke dalam supermarket, maka Bob terpaksa menunggu di depan supermarket. Kyuhyun mendorong trolley belanja mereka dan berjalan pelan bersama Sungmin. Sesekali mereka berdiskusi tentang makan malam mereka, apa yang ingin mereka beli, apa yang ingin mereka masak, apa yang sebaiknya tidak perlu dibeli. Pembicaraan itu membuat mereka terlihat seperti pasangan pengantin baru. Selama mereka berbelanja Kyuhyun selalu mengawasi Sungmin, dan berdiri disampingnya dengan sikap protektif. Karena Sungmin tidak bisa melihat, maka ia menggunakan indera penciuman dan pendengarannya dalam menentukan sesuatu. Kyuhyun menghentikan trolley belanja di depan rak buah dan Sungmin mengulurkan tangannya, meraba-raba dan mengambil satu buah melon. Ia membauinya sesaat, mendekatkan telinganya ke permukaan buah, lalu mengetuk pelan buah tersebut. Ia terus melakukan hal yang sama hingga akhirnya menemukan buah yang menurutnya bagus. 

 

“Ini bagus,” ujar Sungmin, kemudian memasukkan buah itu ke dalam trolley belanja mereka.

 

Kyuhyun hanya memperhatikan dengan bingung.

“Bagaimana kau bisa mengetahuinya?”

 

“Kau bisa tahu dengan mencium baunya, dan mendengarkannya. Buah yang bagus dan tidak dapat dibedakan dari bunyi ketukannya,” jawab Sungmin.

 

Sungmin mengambil satu buah lagi dan melakukan hal yang sama seperti tadi. Ia berusaha menjelaskan pada Kyuhyun. Kyuhyun mencoba melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Sungmin, tapi ia tetap tidak mengerti.

 

“Aku tidak mengerti,” kata Kyuhyun mengernyit bingung dan meletakkan buah di tangannya kembali ke rak.

 

Sungmin hanya tertawa dan mengembalikan buah di tangannya ke rak. Mereka kembali berjalan, mendorong trolley belanja mereka menyusuri lorong-lorong yang lain. Meski Sungmin buta tapi ia masih bisa merasakan tatapan orang-orang yang sedang tertuju pada mereka. Dengung pembicaraan para pengunjung yang berbicara pelan tentang mereka terdengar di telinga Sungmin. Kyuhyun juga menyadarinya, tapi ia berusaha untuk tidak peduli. Yang menjadi pikirannya kini adalah Sungmin. Ia khawatir Sungmin akan merasa tidak nyaman dan sedih karena semua perhatian ini.

 

“Hei, bukankah itu Cho Kyuhyun?”

“Iya, itu Cho Kyuhyun”

“Dia sedang berbelanja dengan kekasihnya yang buta”

“Kasihan sekali, Cho Kyuhyun. Padahal dia begitu tampan dan populer, tapi kekasihnya seorang pemuda yang biasa-biasa saja dan buta!”

“Pemuda buta itu tidak pantas menjadi kekasih Cho Kyuhyun. Seharusnya Cho Kyuhyun mendapatkan kekasih yang lebih baik dari pemuda buta itu”

“Siapa nama kekasihnya? Lee Sun…Sunmi? Suki? Su…?”

“Namanya Lee Sungmin, kalau aku tidak salah ingat”

“Cih, pemuda buta tidak tahu diri!”

 

Kyuhyun sudah tidak peduli dengan penyamarannya yang gagal. Ia menoleh, memandang Sungmin yang sedang memilih sayuran lobak. Pemuda manis itu hanya diam dan sibuk memilih sayuran, berusaha tidak peduli dengan semua pembicaraan itu. Tapi ketika pembicaraan itu mulai semakin buruk, Sungmin mulai merasa tidak tahan. Kyuhyun menyadari itu. Tiba-tiba Kyuhyun mengambil sayur lobak dari tangan Sungmin dan mengembalikannya ke rak.

 

“Ayo pergi,” kata Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dengan erat, seolah ingin melindungi pemuda manis itu. Ia mendorong trolley belanja mereka dan menarik Sungmin pergi dengan cepat. Ia ingin cepat-cepat pergi dari tempat ini.

 

Setelah membayar semua barang belanjaan mereka, keadaan mulai semakin memburuk. Kabar bahwa sang idola terkenal Cho Kyuhyun sedang berada di supermarket tersebar dengan cepat. Dengan cepat gadis-gadis dan para penggemar mulai berdatangan untuk melihat Kyuhyun. Kyuhyun merangkul bahu Sungmin dan berusaha melindungi pemuda manis itu, sementara tangan yang lainnya membawa barang belanjaan mereka. Mereka berjalan dengan cepat melewati pintu keluar otomatis, berusaha menerobos kerumunan orang-orang yang berdatangan dengan kamera mereka. Suara teriakan histeris para gadis dan blitz kamera mengikuti setiap langkah Kyuhyun dan Sungmin.

 

Bob yang sedang berbaring di depan supermarket menegakkan kepalanya saat menyadari kehadiran tuannya. Ia berdiri dan mulai menyalak. “Bob, kemari!” teriak Sungmin.

 

Anjing terrier itu segera berlari menghampiri tuannya. Karena khawatir dengan keselamatan Sungmin, maka Kyuhyun memerintahkan Sungmin untuk pergi lebih dulu bersama Bob, pergi menjauh dari kerumunan pengganggu ini. Sungmin menggenggam tali leher Bob, dan Bob mulai berjalan mencari jalan untuk tuannya yang buta. Saat Sungmin hampir berhasil keluar dari kerumunan itu, tiba-tiba Sungmin terpeleset tutup lensa kamera salah seorang penggemar yang berdesak-desakan. Pemuda manis itu terjatuh dengan lutut yang menghantam lantai dengan keras, tongkatnya terlempar cukup jauh. Bob berhenti dan berbalik mendekati Sungmin yang sedang meringis kesakitan. Pemuda manis itu nampak sangat kesakitan.

 

“Sungmin!” teriak Kyuhyun terkejut. Ia segera menyeruak kerumunan dan berlari mendekati Sungmin. Semua orang terdiam.

 

Kyuhyun berjongkok disamping Sungmin, membiarkan barang belanjaannya terserak di lantai dan berusaha membantu Sungmin berdiri, tapi selama beberapa menit pemuda manis itu tidak bergeming. Sungmin sangat kesakitan, dan Kyuhyun sangat marah. Ia mengambil tutup lensa kamera yang menyebabkan kekasihnya terjatuh, berdiri dan menunjukkannya pada orang-orang yang terdiam. Ia menatap orang-orang itu dengan tatapan marah, dan matanya menjelajah mencari sang pelaku. Tapi tidak ada yang mau mengaku, dan Kyuhyun sudah tidak peduli lagi dengan hal itu ketika tangan Sungmin menyentuh kakinya. Sungmin membutuhkannya. Maka Kyuhyun membuang tutup lensa kamera itu dan segera menggendong Sungmin di punggungnya, lalu beranjak pergi dengan marah. Meninggalkan barang belanjaannya yang terserak di lantai, Kyuhyun sudah tidak peduli dengan barang belanjaannya. Semua orang terdiam melihat wajah angker Kyuhyun dan tidak ada yang berani mengganggunya.

 

Bob membawa tongkat milik Sungmin di mulutnya dan berlari mengikuti Kyuhyun. Anjing terrier itu memberikan tongkat milik Sungmin pada Kyuhyun yang sedang membuka pintu mobilnya, ia segera meloncat naik ke mobil Kyuhyun, dan duduk dengan tenang di kursi belakang. Kyuhyun mendudukkan Sungmin di kursi penumpang, berjalan memutar, lalu duduk di belakang kemudi setelah melipat tongkat milik Sungmin menjadi kecil dan menyimpannya. Kemudian dengan cepat Kyuhyun memacu mobilnya pergi menuju rumah sakit.

 

~+~+~+~

 

Sejak peristiwa itu, hari-hari selanjutnya Kyuhyun menjadi lebih protektif terhadap Sungmin. Ia sudah tidak peduli dengan orang-orang yang berbicara tentang mereka, selama itu tidak mengusik dan membahayakan kekasihnya yang spesial. Tapi Kyuhyun tidak bisa selalu disisi Sungmin setiap saat, jadwal yang padat sebagai artis terkenal membuat Kyuhyun mau tak mau harus meninggalkan Sungmin sementara. Sudah hampir sepuluh hari ini Sungmin belum bertemu lagi dengan Kyuhyun. Kyuhyun sedang di Amerika untuk jadwal konsernya, namun pria tampan itu masih berusaha menyempatkan waktu untuk sesekali menelepon Sungmin.

Hari itu Kibby’s café sedang tidak terlalu ramai. Sungmin sedang menikmati secangkir kopi di meja bar ketika Donghae menghampirinya sambil membawa Koran. “Sungmin hyung, apa kau sudah membaca Koran hari ini? Ada berita tentang Kyuhyun,” kata Donghae seraya duduk disamping Sungmin. Ia menyodorkan Koran yang dibawanya pada Sungmin.

 

Sungmin meletakkan cangkirnya dan sedikit menoleh pada suara Donghae.

“Aku tidak pernah membaca Koran, Donghae. Orang buta tidak pernah membaca Koran,” ujarnya.

 

Donghae terkekeh malu sesaat.

“Maaf, terkadang aku lupa bahwa kau buta,” sahutnya.

 

Sungmin hanya tersenyum.

“Kalau begitu, maukah kau membacakannya untukku?” pintanya.

 

“Tentu,” kata Donghae.

 

Donghae membuka Koran yang dibawanya tadi dan mulai membacakan satu berita tentang Kyuhyun yang menjadi berita utama Koran hari ini. Sebuah berita tentang rumor skandal Kyuhyun dengan seorang penyanyi wanita terkenal. Berita tersebut lengkap dengan bumbu-bumbu tambahan sehingga nampak menghebohkan. Setelah Donghae selesai membacakan berita tersebut, Sungmin hanya tersenyum. Donghae meletakkan korannya di atas meja dan menatap Sungmin dengan heran.

 

“Kenapa kau hanya tersenyum? Sepertinya berita ini tidak terlalu mengganggumu ya?”

Sungmin menggenggam cangkir kopinya dan kembali tersenyum.

“Tidak. Itu cuma rumor dan sepertinya dibuat dengan berlebihan. Aku sangat mengenali Kyuhyun, dan aku tahu dia tidak akan mungkin seperti itu,”

 

Donghae menatap Sungmin lekat-lekat. Di dalam mata yang buta itu ia hanya dapat menemukan Kyuhyun di dalamnya. Tidak ada dirinya, tidak ada sedikit pun tempat yang tersisa untuknya. Ia memalingkan wajahnya dan mendesah tidak suka. Rasa cemburu itu kembali datang, menyusup di hatinya.

 

“Kau terlalu percaya padanya, hyung. Bagaimana jika sebenarnya Kyuhyun berbohong di belakangmu?” ujar Donghae, berusaha mengendalikan rasa cemburu itu. “Dia adalah seorang artis terkenal. Dia bisa melakukan apa saja, terlebih lagi kau……”

 

Donghae berhenti, tidak ingin menyelesaikan kalimatnya. Sungmin menggerakkan sedikit kepalanya, mata butanya berkedip-kedip. Kemudian ia tersenyum dan berkata dengan tenang, “Meskipun aku buta, aku masih bisa melihat dengan mata yang lain, yaitu dengan hatiku. Aku bisa melihat yang orang biasa tidak bisa. Kau tidak perlu khawatir, Kyuhyun tidak akan berulah dan berbohong padaku. Aku yakin itu.”

 

“Ya, karena kau mencintainya. Tapi, aku juga mencintaimu, hyung…” gumam Donghae sambil menunduk, cukup keras untuk di dengar oleh Sungmin.

 

Sungmin mengulurkan tangannya mencari tangan Donghae, kemudian menyentuhnya dengan lembut. Donghae menoleh, kembali memandang Sungmin lekat-lekat. Ia menyentuh tangan Sungmin yang berada di atas tangannya dan mengenggamnya.

 

“Dengar, Donghae. Kita pernah membicarakan hal ini sebelumnya. Aku berterima kasih atas perasaanmu padaku, tapi aku tidak bisa menerimanya. Aku—“

 

“Bagaimana jika ternyata Kyuhyun benar-benar melakukan skandal itu dan dia berbohong padamu? Bagaimana jika sebenarnya Kyuhyun tidak sebaik yang kau pikirkan selama ini? Manusia bisa berubah,” potong Donghae.

 

Sungmin tersenyum sesaat.

“Aku tidak peduli. Di dunia ini yang paling mengerti diriku adalah Kyuhyun. Begitu juga sebaliknya, di dunia ini yang paling mengerti Kyuhyun hanyalah diriku,” ia mengenggam tangan Donghae dengan erat sesaat. “Jadi, maafkan aku, Donghae…”

 

Kemudian Sungmin menarik tangannya dari genggaman Donghae. Ia meraih tongkatnya yang di sandarkan di dekatnya, kemudian beranjak pergi. Donghae hanya diam memandang Sungmin yang berjalan dengan pelan, meraba jalan dengan menggunakan tongkatnya, menuju dapur. Kemudian ia mendengus kesal.

 

Selama ini, sejak hari pertama Sungmin bekerja di cafenya Donghae sudah tertarik pada pemuda manis itu. Semakin hari semakin tertarik, dan kemudian mencintainya. Ia mencintai Sungmin. Ia menginginkan pemuda manis itu. Tapi sayangnya selalu ada Kyuhyun disisi Sungmin, membuat Donghae kesulitan untuk mendapatkan pemuda manis itu. Donghae terdiam ketika sebuah pikiran tiba-tiba melintas di dalam kepalanya.

 

“Jika aku tidak bisa mendapatkan hatimu, maka aku harus mendapatkan tubuhmu, Lee Sungmin.” Donghae tersenyum. Ya, ia akan mendapat Sungmin kali ini.

 

~+~+~+~

 

Pukul 8 malam Kibby’s café telah tutup. Papan bertuliskan ‘Open’ telah dibalik, berganti menjadi tulisan “Close’. Para pegawai café telah beranjak pulang dan café itu menjadi sepi, kecuali Sungmin yang sedang menyetel ulang piano yang lain di basement atas permintaan Donghae. Donghae telah memikirkan segalanya sejak tadi siang, menyusun rencana untuk mendapatkan Sungmin malam ini. Setelah menjauhkan Bob dari Sungmin dan mengusirnya keluar, Donghae mengunci pintu café, lalu beranjak ke ruang basement. Ia menuruni anak-anak tangga dengan sangat pelan dan melihat Sungmin yang sedang sibuk menyetel ulang piano.

 

Sungmin menghentikan kesibukannya dan menegakkan kepalanya. Ia sedikit menggerakkan kepalanya, berusaha menajamkan pendengarannya. Ada orang lain di ruangan ini, tapi itu bukan Kyuhyun. Sungmin selalu tahu jika Kyuhyun datang, meskipun pria tampan itu sudah berusaha untuk memperhalus langkah kakinya tapi entah bagaimana ia pasti akan selalu tahu. Langkah kaki yang halus ini, Sungmin yakin ini bukan Kyuhyun. Bukan juga Bob, Sungmin mendengar langkah anjing itu pergi tadi. Sungmin berpikir,  mungkin anjing itu sedang tidur di tempat lain.

 

“Donghae, apakah itu kau?” Sungmin bertanya saat langkah kaki yang halus itu semakin mendekat.

 

Donghae menghentikan langkahnya di depan Sungmin dan tersenyum.

“Ya hyung, ini aku,” katanya, bersuara dengan tenang.

 

“Oh, syukurlah. Kau membuatku takut. Jangan berjalan mengendap-endap seperti itu,” Sungmin menghela napas lega saat mendengar suara Donghae.

 

“Maaf,” kata Donghae. “Bagaimana dengan pianonya? Apa sudah selesai?”

 

Sungmin tersenyum dan menyentuh permukaan piano yang sedang dikerjakannya. Tanpa menyadari bahwa Donghae sedang memperhatikannya lekat-lekat, dengan tatapan yang berbahaya. “Sedikit lagi piano ini akan kembali bersuara dengan indah. Sebenarnya piano ini masih bagus, kau yakin akan menjualnya, Donghae?”

 

“Ya, ada temanku yang tertarik dengan piano itu. Dia sangat mencintai piano sama sepertimu, hyung,” Donghae berkata seraya mendekati Sungmin, sangat dekat.

 

“Baiklah. Kalau begitu aku akan menyelesaikannya dengan cepat,” ujar Sungmin seraya kembali dengan pekerjaannya.

 

Namun Sungmin terkejut saat tiba-tiba Donghae memeluknya. Pria itu berusaha menciumnya.

“Donghae, ada apa denganmu? Hentikan!” teriak Sungmin meronta, dan mendorong tubuh Donghae dengan keras hingga pria itu jatuh.

 

Sungmin meraih tongkatnya yang ia sandarkan di dekatnya dan segera berusaha menjauh dari Donghae. Ia berusaha melarikan diri, tapi karena matanya yang buta ia tidak bisa menemukan jalan keluarnya dengan mudah sehingga ia menabrak piano-piano, dinding dan benda-benda lainnya. Ia berjalan dengan bingung sambil meraba-raba mencari jalan. Ia ketakutan, sangat ketakutan. Biasanya selalu ada Bob yang menjadi mata ketiga Sungmin. Selalu ada Kyuhyun disisinya, mengenggamnya tangannya, menuntunnya agar tidak menabrak atau terjatuh. Selalu ada Kyuhyun yang menjaganya. Tapi saat ini ia sendirian, bersama Donghae yang mulai gila.

 

Sungmin terjatuh saat ia menabrak kursi piano, dan Donghae menangkapnya dengan mudah. Donghae mencengkram kedua tangan Sungmin dengan erat. Ia tersenyum menyeringai menatap pemuda manis itu. Sungmin berusaha meronta dan matanya yang buta telah basah oleh air mata.

 

“Apa kau pernah bercinta dengan Kyuhyun, hyung?” Donghae bertanya.

 

“Apa—?”

 

“Aku yakin Kyuhyun itu pasti selalu memaksamu untuk bercinta dengannya, kan? Dengan mudah ia bisa memanfaatkan matamu yang buta itu. Dia seorang penyanyi terkenal dan bisa melakukan apa saja. Aku yakin dia berbohong dibelakangmu,”

 

“Apa yang—?”

 

“Sungmin hyung tersayang, kau bilang kau hanya mencintai Kyuhyun dan sangat percaya padanya, bukan? Baiklah, mungkin aku tidak bisa mendapatkan hatimu. Tapi aku akan mendapatkan tubuhmu, malam ini.”

 

Sungmin menggelengkan kepalanya dengan cemas, menyadari bahwa Donghae akan memperkosanya. Donghae menjadi gila dan gelap mata. Sungmin terus meronta tapi tangan Donghae begitu kuat mencengkram tangannya. Donghae menindih tubuhnya, dan suara teriakannya tenggelam dalam pagutan bibir Donghae yang kasar. Tangan Donghae mulai meraba tubuh Sungmin dengan tidak sopan, berusaha melepaskan semua pakaiannya.

 

“Aku mencintaimu, Sungmin hyung.” Donghae berbisik di sela ciumannya yang kasar.

 

Tidak!

 

Sungmin menjerit di dalam hati. Ini bukan cinta, tapi nafsu. Rasanya kasar dan menjijikan. Kyuhyun tidak pernah memaksanya untuk bercinta seperti yang sedang Donghae lakukan padanya. Kyuhyun tidak pernah memaksa dan selalu memperlakukannya dengan baik meskipun Sungmin buta. Ia selalu ada untuk Sungmin, mengada seperti udara, tanpa perlu diminta. Kyuhyun mencintainya dengan lembut dan tulus, bukan sekadar nafsu belaka. Dan Sungmin selalu merasa aman setiap kali sedang bersama Kyuhyun, karena ia tahu bahwa pria tampan itu benar-benar menyanyanginya. Selalu melindunginya. Selalu menjaganya.

 

Kyuhyun, tolong aku!

 

~+~+~+~

 

Dalam sekejap bandara Incheon menjadi begitu ramai saat Kyuhyun tiba di Korea setelah menyelesaikan konsernya di Amerika. Suara teriakan histeris dan blitz kamera mengikuti Kyuhyun yang berjalan menuju pintu keluar. Para bodyguard berjaga di sekitar Kyuhyun dengan waspada. Kyuhyun hanya tersenyum dan sesekali melambaikan tangannya pada para penggemarnya yang telah menunggu kedatangannya, namun kakinya berusaha melangkah secepat mungkin. Ia ingin segera bertemu dengan kekasihnya yang spesial.

 

Di dalam mobil van hitam yang membawanya pergi meninggalkan bandara Incheon, Kyuhyun berusaha menghubungi sang kekasih. Tapi meski Kyuhyun sudah mencoba berulang kali, Sungmin tidak kunjung menjawab teleponnya. Tidak seperti biasanya, Sungmin juga belum membalas semua pesan-pesannya. Tiba-tiba Kyuhyun menjadi cemas, apakah pemuda manis itu baik-baik saja?

 

Kyuhyun mengernyit memandang ponselnya, kemudian melihat arlojinya. Ini sudah pukul 8 malam, seharusnya Sungmin sudah selesai bekerja saat ini. Kyuhyun berpikir, mungkin pemuda manis itu tinggal lebih lama di café untuk menyetel ulang piano lagi. Ketika teleponnya tidak kunjung di jawab oleh Sungmin, Kyuhyun menjadi semakin cemas. Maka ia berkata pada Leeteuk untuk mengarahkan mobil ke Kibby’s café.

 

“Kenapa kau begitu cemas seperti itu, Kyu? Mungkin saja Sungmin tidak mendengar teleponmu atau dia lupa membawa ponselnya. Mungkin saja dia sedang sibuk saat ini,” Leeteuk berkata seraya mengernyit memandang Kyuhyun.

 

“Entahlah. Tiba-tiba Sungmin tidak bisa dihubungi, ini tidak seperti biasanya.” Kyuhyun berkata dengan nada cemas seraya terus berusaha menghubungi Sungmin.

 

Leeteuk mengangkat bahu, kemudian berkata pada supir untuk menuju ke Kibby’s café. Saat mereka tiba di Kibby’s café, café itu sudah nampak sepi dan gelap. Kyuhyun segera meloncat turun dari mobil setelah berpesan pada Leeteuk untuk tidak perlu menunggunya. Kemudian Kyuhyun berjalan ke café, sementara mobil van hitam itu kembali melaju pergi. Kyuhyun menyentuh kenop pintu café dan berusaha membukanya, tapi ternyata pintu itu terkunci. Kyuhyun mengintip di jendela, tapi tidak melihat siapa pun di dalam café itu. Sepi dan gelap. Tapi ia seperti melihat sesuatu tergeletak di atas meja bar, seperti sebuah tas.

 

Saat Kyuhyun berputar ke belakang gedung, menuju ke pintu belakang café, ia mendengar suara gongongan anjing. Bob menyalak-nyalak di depan pintu belakang café, berusaha untuk masuk ke dalam. Saat menyadari kedatangan Kyuhyun, anjing terrier itu segera berlari menghampirinya. Ia terus menyalak-nyalak pada Kyuhyun sambil sesekali menoleh ke arah café, seolah ingin mengatakan sesuatu.

 

“Kenapa kau ada disini, Bob? Ada apa? Dimana Sungmin?” Kyuhyun bertanya pada anjing itu.

Bob berlari ke arah pintu belakang café, menoleh pada Kyuhyun dan kembali menyalak-nyalak dengan keras dan terdengar cemas, seolah ingin mengatakan bahwa terjadi sesuatu pada tuannya. Kyuhyun yang segera mengerti menjadi semakin cemas. Kyuhyun berjalan ke pintu itu dan berusaha membukanya, tapi ternyata pintu itu juga terkunci. Kyuhyun mendengus kesal. Ia mengedarkan pandangannya, mencari jalan lain. Tapi tidak ada jalan lain selain pintu belakang ini. Tidak ada cara lain selain berusaha membuka pintu itu. Maka berbekal trik yang pernah diajarkan Leeteuk padanya, Kyuhyun berusaha membuka pintu itu dengan menggunakan sebuah kawat kecil yang selalu dibawanya. Lima menit kemudian pintu itu berhasil terbuka.

 

“Ayo, Bob. Tunjukan padaku dimana tuanmu,” Kyuhyun berkata pada Bob.

 

Bob segera berlari masuk dan Kyuhyun mengikutinya memasuki café yang telah sepi dan gelap. Bob mengendus lantai dan mencari tuannya. Saat melewati meja bar Kyuhyun berhenti sejenak. Ia mengambil tas yang tergeletak di meja bar dan memperhatikannya sejenak. Itu tas milik Sungmin, ponselnya juga ada di dalam tas itu. Tapi tidak ada sosok manis Sungmin di sini. Oke, Kyuhyun menjadi sangat cemas saat ini.

 

“Guk guk!” Bob menyalak pada Kyuhyun, seolah berkata pada pria tampan itu untuk bergegas.

 

Kyuhyun meninggalkan tas milik Sungmin di meja bar dan segera mengikuti Bob yang berjalan menuju ruang basement. Kyuhyun memasuki ruang basement dan menuruni anak-anak tangga dengan cepat, hingga akhirnya ia menemukan kekasihnya berada di bawah tubuh Donghae, menangis tanpa suara. Donghae sedang memperkosa kekasihnya yang spesial. Pemandangan itu membuat Kyuhyun sangat marah, begitu juga dengan Bob. Anjing terrier itu mulai menggeram marah. Suara geraman marah Bob membuat Donghae menyadari kehadiran dua tamu tak diundang itu. Dengan marah Kyuhyun segera menarik Donghae dari atas tubuh Sungmin dan meninjunya dengan keras hingga membuat pria itu terhuyung dan terjatuh di dekat salah satu pianonya. Donghae menyeka darah di ujung bibirnya yang terluka dan mendengus kesal.

 

“Sial! Bagaimana kalian bisa masuk? Aku yakin sudah mengunci semua pintu,” Donghae berkata, merasa kesal karena keasyikannya terganggu.

Baru saja Donghae berdiri, Bob sudah berdiri di depannya dengan posisi mengancam. Anjing terrier itu menggeram galak pada Donghae, memamerkan taringnya yang tajam dan bersiap untuk mengigitnya kapan saja. Geraman itu membuat Donghae sedikit takut.

 

“Anjing baik.” Donghae berkata seraya berusaha menghindar dari Bob. Namun Bob tidak ingin melepaskan pria itu dengan mudah.

 

Sementara itu, Kyuhyun segera mendekati Sungmin yang terdiam. Pemuda manis itu terlihat shock. Kyuhyun merapikan pakaian Sungmin. Ia melepaskan jasnya, memakaikannya di tubuh Sungmin, lalu menggendongnya dan membawanya pergi. Ia ingin cepat-cepat membawa Sungmin pergi dari tempat ini.

 

“Ayo pergi, Bob!” seru Kyuhyun.

 

Bob yang sedang berusaha menerkam Donghae segera berhenti dan berbalik pergi mengikuti Kyuhyun keluar dari ruang basement. Karena pintu café di kunci dan Kyuhyun sangat marah untuk mencari kunci itu ataupun memintanya pada Donghae, maka Kyuhyun pergi melalui pintu belakang. Ia melangkah secepat mungkin.

 

Dengan menggunakan taksi Kyuhyun membawa Sungmin pulang ke apartementnya. Selama di perjalanan tidak ada yang bersuara. Bob duduk tenang disamping Sungmin, memandang tuannya dengan wajah cemas. Sementara Sungmin masih terdiam di pelukan Kyuhyun, dan Kyuhyun terlalu marah untuk bicara. Kyuhyun marah karena seseorang telah memperlakukan kekasihnya dengan buruk dan membuatnya menangis. Kyuhyun mengusap air mata di wajah Sungmin, memeluknya semakin erat dan mencium kepalanya dengan lembut.

 

~+~+~+~

 

Bob mengikuti Kyuhyun yang membawa Sungmin masuk ke dalam kamar apartementnya yang besar dan mewah. Kyuhyun membaringkan Sungmin di sofa di depan TV dan duduk disampingnya. Bob mendekati Sungmin dan mulai menjilati wajahnya, tapi tuannya itu masih tetap tidak bergeming. Akhirnya Bob berhenti menjilat, ia duduk dan memandang Kyuhyun sambil memiringkan kepalanya, seolah bertanya apakah tuannya akan baik-baik saja?

 

Kyuhyun menatap Sungmin selama beberapa lama. Ia membelai kepala pemuda manis itu sesaat, kemudian beranjak pergi ke kamar mandi. Ia menyalakan air hangat dan menunggu hingga bathtub-nya terisi penuh. Ia hanya terdiam menatap air yang mengalir keluar dari kran, lalu memejamkan matanya sambil menunduk dan mendesah pelan, berusaha mengendalikan emosinya. Setelah bathtub-nya telah terisi penuh Kyuhyun mematikan kran dan kembali ke ruang TV. Ia menggendong Sungmin dan membawanya ke kamar mandi.

 

“Kau tunggu disini, Bob.” Kyuhyun berkata saat Bob hendak mengikutinya. Anjing terrier itu berhenti melangkah dan hanya memperhatikan Kyuhyun yang menghilang dibalik pintu kamar mandi. Kemudian ia merebahkan tubuhnya dan menunggu dengan tenang.

 

Kyuhyun menutup pintu kamar mandi dengan kakinya. Ia melepaskan semua pakaian Sungmin, dan dengan hati-hati meletakannya di dalam bathtub yang telah terisi dengan air hangat. Ia mengambil washlap dari wastafel, menarik kursi kecil ke samping bathtub dan duduk disana. Kemudian tanpa bicara ia mulai memandikan Sungmin. Ia membasuh dan menggosok setiap bagian tubuh Sungmin dengan lembut dan penuh perhatian, seolah ingin menghilangkan sisa-sisa aroma tubuh Donghae yang tertinggal. Sementara Sungmin masih saja terdiam. Ia membiarkan Kyuhyun memandikannya dengan lembut, kepala hingga kaki. Sejenak ia menarik napas dalam-dalam, dan Kyuhyun mengerti bahwa kekasihnya itu sedang berusaha menahan kesedihan itu.

 

Kepala Sungmin begitu penuh dengan berbagai pikiran. Perasaannya kacau. Mungkin Sungmin sudah terbiasa menerima caci maki dan tekanan, tapi tidak untuk pemerkosaan. Bahkan Kyuhyun pun tidak pernah menyentuhnya dengan kasar dan memaksanya untuk bercinta, seperti yang telah Donghae lakukan padanya tadi. Kyuhyun selalu memperlakukannya dengan baik dan lembut. Tapi kini orang lain telah menyentuh tubuhnya, memaksanya untuk bercinta dengan kasar. Dan itu adalah mimpi yang terburuk bagi Sungmin.

 

Setelah selesai memandikan Sungmin, dengan hati-hati Kyuhyun mengangkat tubuh Sungmin dari dalam bathtub. Dengan perhatian Kyuhyun mengeringkan tubuh pemuda manis itu dengan handuk, memakaikan bathrobe panjang miliknya, lalu menggendongnya keluar. Sungmin memeluk leher Kyuhyun dan membenamkan wajahnya di leher pria itu. Bob menegakkan kepalanya saat pintu kamar mandi terbuka dan melihat Kyuhyun muncul sambil menggendong tuannya. Tapi seolah tidak ingin mengganggu anjing terrier itu kembali merebahkan kepalanya, membiarkan Kyuhyun mengurus tuannya yang spesial.

 

Kyuhyun membawa Sungmin ke kamarnya. Dengan hati-hati ia meletakkan Sungmin di ranjangnya, berbaring di sampingnya, kemudian menyelimuti tubuh Sungmin dan juga dirinya. Ia bertumpu pada satu tangannya dan berbaring menghadap Sungmin, sementara tangan lainnya membelai kepala pemuda manis itu dengan lembut. Sungmin membalik tubuhnya. Ia meraba tubuh Kyuhyun dan memeluk lehernya, lalu kembali menyembunyikan wajahnya di leher pria itu. Tubuhnya bergetar, dan tangisannya meledak. Kyuhyun memeluk kekasihnya dengan erat.

 

“Maafkan aku, karena tidak menjagamu dengan baik. Karena aku datang terlambat. Maafkan aku.” Kyuhyun berkata dengan nada menyesal.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya pelan. Ia semakin menyurukkan wajahnya ke leher Kyuhyun dan menghirup aroma maskulinnya, merasakan kenyaman yang didapatnya dari kedekatan itu. Merasa bersyukur karena Kyuhyun telah datang dan ada lagi disisinya.

 

“Jangan tinggalkan aku, Kyu.” akhirnya Sungmin bersuara. Suaranya serak dan terisak.

 

Kyuhyun mencium kepala Sungmin dan memeluknya semakin erat.

“Tidak akan, sayang. Aku disini, bersamamu.” katanya menghibur.

 

Sungmin melepaskan pelukannya. Ia berusaha mengatakan sesuatu, lehernya bergerak-gerak. Namun air matanya terus mengalir dan ia mengangguk dengan tersentak-sentak. Kemudian ia kembali memeluk Kyuhyun dan mencengkram kemejanya.

 

“Jangan,” Kyuhyun berkata dengan lembut. “Jangan mencoba untuk membayangkan kembali tentang tadi. Jangan pikirkan apa pun. Pikirkan hanya tentang aku. Tidak apa-apa, aku akan selalu di sini bersamamu. Aku mencintaimu.”

 

Kyuhyun mengecup kepala Sungmin dan mengusap lembut punggungnya. Sepanjang malam itu tidak ada yang bersuara, selain suara isak tangis Sungmin di pelukan Kyuhyun. Kyuhyun hanya terus memeluk Sungmin, hingga akhirnya pemuda manis itu berhenti menangis dan tertidur dengan lelah. Tapi sepanjang malam itu Kyuhyun tidak bisa tidur. Kemarahannya pada Donghae membuatnya tidak bisa tidur. Besok pagi ia akan mengambil barang-barang milik Sungmin yang tertinggal di Kibby’s café, tapi ia tidak yakin ia dapat menahan diri untuk tidak menghajar Donghae lagi.

 

~+~+~+~

 

Keesokan paginya Kyuhyun bangun pagi-pagi sekali. Setelah menyiapkan sarapan untuk Sungmin di meja makan, ia bersiap untuk pergi. Selama beberapa lama ia menatap Sungmin yang masih tertidur lelap. Membelai lembut kepalanya dan mengecup lembut keningnya.

 

“Aku akan segera kembali sebelum kau bangun.” Kyuhyun berkata pelan pada Sungmin yang masih tidur.

 

Kemudian ia beranjak keluar kamar dan menutup pintunya dengan perlahan. Ia meraih kunci mobilnya di atas meja telepon dan berkata pada Bob yang muncul dari dapur, “Bob, jaga tuanmu selama aku pergi. Aku akan segera kembali.”

 

Bob menjilat mulutnya, kemudian menyalak pada Kyuhyun dengan semangat. Kyuhyun tersenyum dan membelai kepala anjing terrier itu. Bob mengikuti Kyuhyun hingga ke pintu, dan memandangnya saat pria itu beranjak pergi dan menutup pintunya.

 

Kyuhyun memakai kacamata hitamnya dan memacu mobilnya pergi menuju ke Kibby’s café. Kibby’s café biasanya baru buka pukul 8 pagi, tapi pada pukul 7 Donghae dan beberapa pegawainya telah datang untuk menyiapkan café. Papan tanda ‘Close’ masih tergantung di jendela saat Kyuhyun tiba di Kibby’s café. Lonceng kecil di pintu kaca itu berdenting ketika Kyuhyun mendorong pintunya. Kyuhyun melangkah masuk dan melihat beberapa pegawai sedang sibuk membersihkan café. Seorang pegawai perempuan mendekati Kyuhyun dan berkata,

 

“Maaf tuan, kami belum buka.”

 

Tapi Kyuhyun mengacuhkannya. Matanya tertuju pada Donghae yang berada dibelakang meja bar, sedang membersihkan gelas-gelas. Kyuhyun berjalan melewati pegawai perempuan itu, menuju meja bar. Donghae mengangkat kepalanya saat Kyuhyun berdiri di depanya. Wajah tampan Kyuhyun nampak tidak ramah. Kyuhyun menatap Donghae selama beberapa lama, menunggu jika saja pria itu akan mengucapkan permintaan maaf atas perbuatannya kemarin pada Sungmin, atau kalimat apapun yang menunjukkan penyesalannya. Tapi Donghae justru menatap Kyuhyun dengan tenang dan tersenyum mendengus, seolah tidak ada yang salah.

 

“Lihat siapa yang datang sepagi ini. Sang idola, Cho Kyuhyun,” Donghae mencibir. Ia masih merasa kesal karena Kyuhyun telah mengganggu rencananya untuk mendapatkan Sungmin. “Apa maumu?”

 

“Aku datang untuk mengambil barang-barang milik Sungmin yang tertinggal,” Kyuhyun berkata dengan nada tenang, berusaha mengendalikan keinginannya untuk meninju wajah bodoh Donghae.

 

Meskipun café ini masih sepi tapi ada beberapa pegawai yang memperhatikan mereka. Jika Kyuhyun memukul Donghae dan berkelahi dengannya, pasti akan terjadi keributan. Kabar ini akan menyebar dengan cepat dan itu akan menjadi masalah bagi Kyuhyun. Dan Kyuhyun tidak ingin membuat masalah baru.

 

Donghae menatap Kyuhyun dengan masam lalu beranjak pergi sejenak, kemudian kembali lagi dengan membawa tas milik Sungmin. Ia memberikan tas itu pada Kyuhyun dengan sedikit melemparnya ke atas meja bar. Kyuhyun hanya mendelik pada Donghae, kemudian memeriksa isi tas itu sejenak. Semua masih lengkap, ponsel dan tongkat milik Sungmin yang terlipat kecil juga ada di dalam tas itu. Setelah yakin tidak ada yang kurang atau hilang Kyuhyun menutup tas itu dan membawanya.

 

“Jika tidak ada kau, Sungmin hyung pasti menjadi milikku,” ujar Donghae pada Kyuhyun, seraya bersandar pada meja bar dan tersenyum. Senyumnya nampak menyebalkan.

 

In your dream,” sahut Kyuhyun ketus, kemudian beranjak pergi.

 

Donghae mendengus kemudian berkata,

“Sampaikan pada Sungmin hyung, dia dipecat. Tapi jika dia ingin bercinta lagi denganku, aku tidak keberatan mengunjunginya.”

 

Kyuhyun menghentikan kakinya. Ia memejamkan matanya dan menarik napas dalam-dalam. Oke, persetan dengan pegawai-pegawai yang memperhatikan mereka. Persetan dengan kabar yang akan menyebar dengan cepat dan masalah baru yang mungkin akan ia dapatkan nanti. Persetan dengan semuanya. Kyuhyun begitu ingin menghajar Donghae, orang yang telah membuat kekasihnya menangis.

 

Tiba-tiba Kyuhyun membalik tubuhnya. Ia menghampiri Donghae dengan cepat, dan meninjunya dengan keras hingga pria itu terjatuh menghempas kursi-kursi bar. Para pegawai segera menolong bos mereka. Kyuhyun hanya menatap Donghae dengan nanar dan berkata,

 

“Kau tahu? Sebenarnya aku sudah berusaha menahan diri untuk tidak membuat keributan. Tapi kau memang brengsek. Jangan dekati Sungmin lagi, atau aku akan menghajarmu lebih dari ini!”

 

Kemudian Kyuhyun beranjak pergi, mengabaikan Donghae yang berteriak marah padanya. Kyuhyun tidak peduli. Saat di ambang pintu, tanpa menoleh ia mengacungkan jari tengahnya pada Donghae, membuat pria itu kembali berteriak marah. Beberapa pegawai pria berusaha menahan Donghae untuk tidak mengejar Kyuhyun dan membuat keributan lebih besar lagi. Kyuhyun naik ke mobilnya, meletakkan tas Sungmin di kursi penumpang dan tersenyum puas. Rasanya menyenangkan telah menghajar si bodoh itu. Dengan cepat Kyuhyun memacu mobilnya pergi meninggalkan Kibby’s café. Ia harus kembali sebelum kekasihnya bangun.

 

~+~+~+~

 

Sebelum pulang Kyuhyun berhenti sejenak di Kona Beans café, membeli satu cup hot macchiato ukuran medium kesukaan Sungmin. Bob menyalak-nyalak dan mengibaskan ekornya dengan senang saat Kyuhyun pulang. Kyuhyun tersenyum dan membelai kepala anjing itu.

 

“Apakah Sungmin masih tidur?” Kyuhyun bertanya pada Bob.

 

“Guk.” sahut Bob menjawab.

 

Kyuhyun berjalan ke kamarnya dan membuka pintunya perlahan. Ia melihat Sungmin masih tidur, seperti saat ia meninggalkannya tadi. Bob mengikuti saat Kyuhyun masuk ke dalam kamar, lalu duduk di seberang ranjang menatap tuannya yang masih tidur. Kyuhyun meletakkan tas milik Sungmin yang dibawanya di atas ranjang, lalu berjalan ke samping ranjang dan duduk di dekat Sungmin. Ia menatap wajah tidur kekasihnya selama beberapa lama, tersenyum, kemudian membelai kepala sang kekasih dengan lembut. Sungmin menggeliat dan terbangun. Aroma kopi dari hot macchiato yang dibawa Kyuhyun menggoda hidungnya.

 

“Pagi,” sapa Kyuhyun sambil tersenyum.

 

Sungmin tersenyum saat mendengar suara Kyuhyun. Ia beranjak bangun dan Kyuhyun memberikannya satu morning kiss yang lembut. Kyuhyun memberikan cup berisi kopi yang tadi dibelinya pada Sungmin. Sungmin menggenggam cup berisi hot macchiato itu dengan kedua tangannya, merasakan panasnya menjalar di tangannya. Mata buta Sungmin berkedip-kedip sejenak, seolah bertanya darimana hot macchiato ini berasal.

 

“Aku membeli hot macchiato kesukaanmu di Kona Beans tadi,” Kyuhyun berkata.

 

Sungmin kembali tersenyum dan menyesap kopi itu perlahan. Kemudian ia bertanya,

“Tadi kau pergi keluar?”

 

“Ya hanya sebentar,” jawab Kyuhyun. “Tadi aku ke Kibby’s café untuk mengambil barang-barangmu yang tertinggal di sana kemarin. Sebenarnya aku sudah berusaha keras untuk menahan diri, tapi Donghae itu brengsek. Dia tidak meminta maaf ataupun terlihat menyesal. Dia membuatku marah, dan aku menghajarnya lagi.”

 

Sungmin mengulurkan satu tangannya, meraba wajah Kyuhyun dengan cemas.

“Kau tidak apa-apa?”

 

Kyuhyun mengenggam tangan Sungmin diwajahnya dan mengecupnya sesaat.

“Aku tidak apa-apa. Aku yang menghajarnya,” ia berhenti sejenak. “Dia mengatakan sesuatu yang menyebalkan tentangmu. Dan dia juga bilang, kau dipecat.”

 

Sungmin mendengus dan menarik tangannya dari wajah Kyuhyun.

“Konyol. Dia memecatku tanpa alasan yang jelas,”

 

“Kurasa Donghae memecatmu karena dia marah. Karena dia tidak berhasil mendapatkanmu,” sahut Kyuhyun. Ia merengut kesal saat mengucapkan kalimat ‘tidak berhasil mendapatkanmu’.

 

“Itu konyol,” timpal Sungmin. “Tapi kurasa itu lebih baik. Setelah kejadian itu, aku tidak mau berada di sana lagi. Aku tidak mau berada di dekat Donghae lagi.”

 

Kyuhyun tersenyum. Ia beranjak duduk di belakang Sungmin dan memeluknya dengan hangat. Sungmin menyenderkan kepalanya di dada Kyuhyun, rasanya sangat nyaman. Ia menyesap perlahan hot macchiato di tangannya dan memikirkan sesuatu. Tiba-tiba ia menjadi cemas.

 

“Kyu,”

 

“Hn?”

 

“Apakah itu tidak apa-apa? Maksudku tentang kau yang menghajar Donghae di cafenya tadi. Jika ada orang yang melihat kejadian itu, itu akan jadi berita besar. Kau akan mendapat masalah, dan Leeteuk ssi harus mengkonfirmasi lagi pada media tentang hal ini. Kau seorang idola, Kyu. Penyanyi terkenal. Aku tidak ingin kau mendapat masalah karena hal ini,”

“Beberapa pegawai Donghae melihatku saat aku menghajar si bodoh itu di café mereka. Sebenarnya aku tidak peduli, tapi aku akan memikirkan masalah itu nanti. Tidak apa-apa. Kau tidak perlu khawatir,”

 

Sungmin terdiam sesaat. Ia menggenggam tangan Kyuhyun dan tersenyum.

“Terima kasih Kyu, untuk semuanya. Aku sangat bersyukur saat itu kau datang dan berada di sisiku sepanjang malam,”

 

“Aku akan selalu menjaga dan melindungimu. Aku akan selalu datang untukmu,”

 

“Bahkan saat kau sedang menjalankan syuting atau jadwal lainnya di luar negeri?”

 

Kyuhyun terdiam sesaat.

“Mungkin tidak pada saat itu,”

 

Sungmin terkekeh kecil. Kyuhyun mengecup kepalanya dan berkata dengan nada serius,

“Dengar sayang, mulai saat ini kau harus selalu bersamaku. Aku akan selalu berdiri di sampingmu, sehingga tidak ada seorang pun yang dapat menyakitimu. Tetaplah di dekatku agar aku dapat melindungimu. Kau mengerti?”

 

Sungmin menggerakkan kepalanya, menoleh pada Kyuhyun yang berada di belakangnya dan tersenyum mengangguk. Saat Kyuhyun hendak menciumnya, Bob menyalak seolah mengingatkan bahwa masih ada dia di ruangan ini. Kyuhyun memutar bola matanya dengan kesal dan menoleh pada Bob.

 

“Kau mengganggu, Bob.” Kyuhyun berkata sambil merengut.

 

“Guk, guk!” sahut Bob, lalu melompat ke atas ranjang. Ia mendekati Sungmin dan menjilati wajahnya.

 

Sungmin hanya terkekeh dan membelai anjing terrier kesayangannya. Kyuhyun mendesah pelan. Ia mengecup kepala Sungmin dan melepaskan pelukannya sambil berkata, “Cepat mandi. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu di meja makan. Jika tidak cepat, sarapanmu akan menjadi dingin,”

Kyuhyun mengambil cup berisi hot macchiato dari tangan Sungmin dan meletakkannya di atas meja samping tempat tidur. Ia berdiri, mengambil tas milik Sungmin yang ia letakkan di atas ranjangnya, mengambil tongkat milik Sungmin yang terlipat kecil dari dalam tas, menyentakkannya sedikit hingga membuat tongkat itu kembali memanjang seperti semula, lalu memberikannya pada Sungmin.

Sungmin menyentuh tangan Kyuhyun dan bertanya,

 “Kyu, tentang rumor skandal itu……”

 

“Aku tidak pernah berkencan dengan wanita itu. Kami hanya bertemu di sebuah acara dan mengobrol biasa. Itu saja. Media membuatnya jadi tampak berlebihan. Tapi Kau tidak perlu khawatir,”

 

Sungmin tersenyum, ia hanya ingin memastikannya saja. Ia menggenggam dengan erat tangan Kyuhyun sesaat dan berkata, “Aku tahu. Aku percaya padamu,”

 

“Terima kasih,” Kyuhyun tersenyum lega dan membelai kepala Sungmin dengan lembut. “Aku akan mengantarmu ke kamar mandi, atau kau mau aku mandikan lagi seperti kemarin?”

 

Sungmin terkekeh kecil.

“Aku akan mandi sendiri, kau bermainlah dengan Bob.”

 

“Yah, Baiklah.”

 

Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun dan Kyuhyun mengantarkannya ke kamar mandi. Selama Sungmin mandi, Kyuhyun menunggu sambil bermain bersama Bob di depan tv. Anjing itu sangat lincah. Ekornya bergoyang-goyang dan terus menyalak-nyalak senang.

 

~+~+~+~

 

Hari itu Kyuhyun mengajak Sungmin ke bukit Mina. Di bukit Mina ada padang lavender yang luas. Sepanjang mata memandang terlihat seperti lautan ungu, indah sekali. Semilir angin yang bertiup membawa bau harum dari bunga-bunga lavender yang seolah menari-nari karena tiupan angin. Bau harum itu menguar di udara dan menggoda hidung Sungmin. Sungmin berjalan pelan sambil mengulurkan tangannya, merasakan bunga-bunga lavender itu menerpa tangannya. Rasanya lembut dan menyenangkan. Meski matanya tidak bisa melihat, tapi Sungmin tahu tempat ini pasti sangat indah. Jika tidak, tidak mungkin Kyuhyun mengajaknya ke tempat ini. Kyuhyun selalu mencarikan tempat yang indah dan tenang untuknya, untuk menjauh dari orang-orang yang selalu berkomentar dan selalu ingin tahu tentang mereka. Menjauh dari orang-orang dan semua perhatian yang menyebalkan itu. Kyuhyun berjalan di belakang Sungmin dan tersenyum. Matanya tidak pernah berhenti mengawasi kekasihnya yang buta.

 

Setelah lelah berjalan-jalan mereka berhenti dan duduk diatas bukit, di antara bunga-bunga lavender yang indah. Kyuhyun meraih tangan Sungmin, mengenggamnya dan mengecupnya sesaat. Sungmin hanya tersenyum, dan menarik tubuh pria tampan itu agar berbaring di pangkuannya. Ia meraba wajah Kyuhyun, menelusurinya dengan menggunakan jemarinya.

 

“Kau masih ingat dengan kecelakaan itu, Kyu?” Sungmin bertanya.

 

“Ya. Itu saat kita masih kecil,” jawab Kyuhyun.

 

“Benar, dan sekarang kita sudah dewasa. Karena kecelakaan itu aku jadi tidak bisa melihat wajahmu lagi. Aku selalu membayangkan bagaimana wajahmu sekarang. Apakah masih tampak menyebalkan seperti dulu?”

 

Kyuhyun mendengus kecil, lalu tersenyum.

“Sekarang wajahku semakin tampan. Aku adalah pria yang sangat tampan sekarang,”

 

Sungmin terkekeh kecil, dan membelai wajah Kyuhyun dengan lembut.

“Ya, aku tahu itu. Aku tahu kau pasti sangat tampan,”

 

Kyuhyun hanya terkekeh dan mengenggam tangan Sungmin dengan lembut.

“Sayang, apa kau masih ingat dengan mimpimu dulu? Kau pernah bilang bahwa kau ingin berkeliling Italia dan menikah di sana, bukan?” tanyanya.

“Ya, lalu?”

 

“Ayo kita pergi ke Italia dan menikah di sana. Kita mulai hidup yang baru di sana,”

 

Mata buta Sungmin berkedip-kedip sejenak, seolah sedang berusaha mencerna perkataan Kyuhyun barusan. “Kau serius? Kau mau melepaskan semua yang telah kau dapatkan dengan susah payah di sini?”

 

“Tentu saja, aku sangat serius dalam hal ini! Aku tidak keberatan melepaskan gelarku sebagai idola dan memulai semuanya dari awalnya lagi denganmu,”

 

“Mungkin aku akan sangat bergantung padamu nanti, karena hanya kau yang kumiliki,”

 

“Itu tidak masalah bagiku. Aku senang kau bergantung padaku. Itu artinya kau membutuhkanku,”

 

Sungmin terdiam sejenak. Wajahnya nampak sedikit murung.

“Tapi Kyu, kau tahu aku tidak bisa memberimu anak seperti pasangan normal,”

 

Kyuhyun tersenyum dan mengecup punggung tangan Sungmin yang digenggamnya.

“Tidak apa-apa. Kita masih bisa adopsi kalau kau ingin memiliki anak. Kau hanya perlu memberikanku kebahagiaan. Dan dengan terus berada di sisiku, bersamaku di sepanjang sisa hidupku, itu sudah lebih dari cukup.”

 

Sungmin kembali terdiam sejenak. Mata butanya mengerjap, lalu akhirnya ia tersenyum. Kyuhyun beranjak duduk dan memandang Sungmin. “Jadi?” tanyanya.

 

“Para penggemarmu pasti akan lebih membenciku nanti tapi,” Sungmin menjawab. “Ayo, kita pergi ke Italia dan menikah.”

 

Kyuhyun tersenyum senang. Ia memeluk kekasihnya dengan senang.

“Terima kasih.” Katanya.

Sungmin tersenyum. Ia meraba wajah Kyuhyun, menyentuhnya dengan lembut dan mencium bibirnya.

“Di dunia ini yang paling mengerti dirimu adalah aku. Begitu juga sebaliknya, di dunia ini yang paling mengerti diriku adalah kau. Aku mencintaimu, Kyu. Selamanya…” katanya.

 

Sungmin tahu bersama Kyuhyun, ia akan selalu merasa aman. Karena Kyuhyun akan selalu menjaga dan melindunginya. Bersama Kyuhyun, ia akan selalu merasa nyaman. Karena Kyuhyun memperlakukannya dengan baik dan lembut. Karena Kyuhyun menghargainya sebagaimana ia juga menghargai Kyuhyun. Bersama Kyuhyun, ia akan bahagia. Karena Kyuhyun mencintai dan menyayanginya dengan tulus, dengan hati bukan nafsu. Dan bersama Kyuhyun, tidak ada yang perlu di khawatirkan.

 

Sungmin menyenderkan kepalanya dengan nyaman dalam pelukan Kyuhyun yang hangat. Kyuhyun mengecup kepala Sungmin, lalu mereka berbagi tentang mimpi dan masa depan. Tentang perjalanan mereka yang akan di mulai dari La Spezia ke Ventimiglia. Lalu dari Ventimiglia ke Pisa dan Florence, melintasi Rogmana ke Rimini, kembali melalui Forli, Imola, Bologna, Parma, Piacanza dan Genoa, kemudian kembali ke Ventimiglia lagi. Di Ventimiglia mereka akan memulai hidup baru yang tenang.

 

This is not about lust and sex. It’s about something special, in a special relationship anyway. About love and genuine affection. About love with heart, not with lust. Although he is different and not perfect.

 

~Fin~

 

36 thoughts on “JOYDAY EVENT : I’ll Stand By You

  1. SUKA KYUHYUN YANG BEGITU!!!! ASJDFFFGSKUEUXLFLKSH >,<
    Kyuhyun keren banget! Aku sukaaaaaahhhhhhhh!
    Dewasa-dewasa gimanaaaa gitu.
    Pokoknya ini romanca banget!
    Sweetttthhhhh!
    Happy JOY day, eonnie-ya🙂 :-*

  2. huwaaa jadi penggalan FF waktu itu FF ini…
    kereeeen…..

    Donghae sumpah,.. hergghh
    aku bayangin kyu saking marahnya terus angkat pianu dan dilempar ke mukanya
    oke aku berlebihan…

    tapi FF nya keren…
    KYUMIN cintanya kuar banget… kalah tembok china.. ^^
    daebaak

  3. Omaigod~~… sumpah demi apa keren bgd
    Ceritannya… kyu dewasa dan bener2 ngejaga ming
    Walaupun ming buta tp gk malu buat nunjukiin kalau ming kekasihnya…

  4. uaaaaah mereka mesra sekali, walaupun Ming gak sempurna tapi Kyu menerima apa adnya. fans kyu berkata yang tidak-tidak pada Ming tapi KyuMin tak memperdulikannya yang penting merek selalu bersama. aaa akhirnya happy ending juga.

  5. hmmm so sweet bgt🙂
    kyu yampun melted bgt aku sm cast dia disini🙂 gentleman bgt, love youu lahh ♡♡
    happy JOY day too \(´▽`)/
    semoga lbih bnyk lagi KMS yg berpartisipasi dlm JoyDay event ini😀

  6. Daebakkkk !! Ini si Kyu So sweet bgt ,,😉 Mencintai segala kekurangan yang ada pada sungmin :3 Donghaee jahat >< Yang Kyu Pikirkan yang penting dia bisa bersama sungmin , dan rela meninggalkan dunia intertaiment ^^ Huaaaa.. Like This Fanfiction😀

  7. Kyuhyun di sini dewasa banget, dan aku suka.
    dia berusaha ngejaga orang yang dia cinta, gak cuma sekedar omongan tapi dengan semua perlakuan nya. sosok tegas, setia, penyabar, penyayang, lembut di depan orang yang dia cinta buat kyuhyun keliatan perfect di fic ini. aku suka banget eon.
    happy joy day eon^^

  8. WAAAA ff yg kutunggu2 ternyata post nya pas joyday yaaaaa
    Baru selesai baca aku~
    Kereeeen!!! Kyu nya astaga yaampun (?) ah sudahlah pokoknya ff ini keren~~

    Ditunggu ff selanjutnya kak~

  9. kya kya~~ romantis nyaa… Kyumin jjang.. Kyu rela lepasin semua cuma buat Ming, keren2… jagain Ming dengan baik Cho🙂

    btw, #HappyKyuMinDay author-ssi🙂 /telat amat saya ngucapinnya/ kkk~~

    nice ff thor🙂

  10. jjiiaahhhh abang kyu…
    rommanttiisss banggeeddd….
    q suka bgd kyu yg begini…
    co cweeaattt dah pokonya
    kkkyyyaaaaa mauuuu digituin ma kyu…!!!hehehe

  11. Kyuuuuuuu…
    Ya Allah Kyu.. Kau kah itu??? *tepok2 bokong Kyupil.
    Ecieee.. Ajib dewasa banget lu bang. Huwaaa… Sukaa… Tpi aq juga pengen getok pala si ikan asin itu. Ukh! Untung saja dia gagal. Tapi.. Tapi.. Aku mau sekuel kecil-ah..
    Nanggung nih.. Umin santun banget. Memang pada dasarnya sprti itu, org yg saling mencinta harus saling percaya dan mengerti😀

    happy KyuMin day#telat😀

  12. Aih, donghae, padahal aku suka kamu lho, tapi untuk di fic ini, kagak deh!
    aku jadi pingin ikutan kyu ngehajar kamu!kkkk~~~

    Kyu, manis bgt perlakuanmu ke ming, so romantic!

  13. Ya ampun, aku suka bgt sifat Kyuhyun……

    Kyu, kau sungguh membuatku jatuh hati dengan sifatmu…

    Bingung mau coment apa tentang FF nya. Yg pasti FF nya keren!!!

  14. sweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet
    cinta yang murni dan tulus
    tak ada tandingannya deh
    daebak
    aku menantikan sequelnya jika bisa Min kecil

  15. Kyaaa!! Kereeennn, astaga aku ketinggalan >.<

    si Kyu dewasa dan romantis banget aaaaaa!!

    Ikan mesum gila sialan brengsek!*bakarDonghae *dipanggangElfishy -..-

    Sequel nya dong min kecil, jebal~😦

    KyuMin hidup bahagia gtu😀

    Semangat terus yaa, buat berkarya!!😉

  16. Aduh ya ampuunnn….
    Cho Kyuhyun and Lee Sungmin belongs to each other.
    End!!
    Happily ever after KyuMin!!!
    Lagi mode roman bahagia ni.
    Dan seperti biasa cerita2 Miniemings selalu berat ya.
    *gluk
    Mikir dalem lah baca ini ff. Hehehe….
    Yeah, Happy JOYday author-ssi.
    Walaupun telat tetep pengen ngucapin dah.
    And last, thanks for shared…. <3<3

  17. bagus bgt…. suka bgt aku baca ff kyumin yg tdk pake adegan sex. itu gak menarik. tp ff yg begini nih baru keren. ada pesan moralnya. aku stiap baca ff selalu nyari apa pesan moral yg trsirat maupun tersurat dr ff tsb, dan kalau gak ada pesan moralnya / ff ngambang gaje, aku tdk mau me-review… sdgkn ff ini PERFECT ^_^

  18. Ahhh !!
    This is so sweettt . . This fict is so sweett . .xD xD
    jadi makin cinta sma Kyu appa xD#ditampol Ming
    hehehe

  19. Aku baru nemu ini ff.
    Daebakkkkk authornya.
    Aku sukaaaaaaaaaaaaaa.
    Sungguh,,
    Storynya kena banget, feelnya dapet.
    Aaaaaaa,, keren,,
    Kyu romantis banget.
    Huwaaaaaaaaa.

  20. Mian telat review thor,
    gak bisa koment banyak….aku udah duluan nangis bacanya. Beruntung sekali ya punya orang yg terus dan selamanya mencintai kita… ommonaaaa….
    pokoknya daebak se daebak-daebaknya dech…
    kau memang jago bikin ff yg nyiksa batin kayak gini..

  21. Mian telat review thor,
    gak bisa koment banyak….aku udah duluan nangis bacanya. Beruntung sekali ya punya orang yg terus dan selamanya mencintai kita… ommonaaaa….
    pokoknya daebak se daebak-daebaknya dech…
    kau memang jago bikin ff yg nyiksa batin kayak gini…

  22. aigo… disini my fishy perannya menyebalkan #jitakhaeppa
    berani” nya dia mau perkosa ming
    untuk kyu cepat datang

    suka banget sama karakter kyu disini
    dewasa dan selalu jagain ming
    uhh, so sweet >,<
    n finally mereka mau menikah juga.
    daebak!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s