The Time

Gambar

Pairing : KyuMin || Genre : Misteri, romance || Length : Drabble  || Warning : Boys love, shounen-ai || Disclaimer : Story belong to me, KyuMin belong to each other. Aku pernah baca cerita tentang ini dulu, entah dimana. Aku lupa -_- || Summary : Bagi banyak orang, waktu sudah menjadi hal yang rutin. Jarum jam terus bergulir. Hari berganti, bulan berubah dan tahun pun berlalu. Tapi benarkah waktu hanya sesederhana itu? Ada kalanya orang bisa saja kehilangan orientasi ruang waktu hingga membuatnya terjebak di masa lampau, atau terseret ke masa depan.

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Inggris. September 2012.

 

Sudah musim gugur kembali. Udara mulai terasa dingin. Sungmin memandang langit yang terlihat berwarna diatas kepalanya sore ini. Merah, kuning, hijau, cokelat. Semua nampak indah di dalam mata foxy-nya. Kemudian ia beralih memandang dedaunan yang berguguran di sepanjang jalan. Sungmin tersenyum dan kembali melangkahkan kakinya di antara orang-orang yang sibuk berlalu lalang. Ia selalu menyukai musim gugur. Selain karena warna-warninya yang membuat perasaannya lebih baik, juga karena di musim gugur pula ia bertemu dengan kekasihnya. Awal musim gugur di Inggris, 6 tahun lalu.

 

Sungmin mempercepat langkahnya saat ia hampir sampai di rumah yang hangat. Ia membuka pintu dan bergegas masuk. Melepas syal merah miliknya, dan menggantungnya di tiang di dekat pintu. Kemudian ia mulai menjelajahi rumah yang cukup besar itu mencari kekasihnya. Akhirnya Sungmin menemukannya di ruang perpustakaan. Pemuda bertubuh tinggi itu sedang sibuk dengan laptopnya. Wajah tampannya nampak sangat serius pada layar monitor dan tumpukan buku-buku di sampingnya. Sungmin bersender diambang pintu dan tersenyum memperhatikan sosok tampan itu.

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menyadari kehadiran Sungmin.

“Oh, kau sudah pulang bunny.” katanya.

 

Sungmin hanya tersenyum dan masih memperhatikan kekasihnya. Saat ini Kyuhyun sedang mempersiapkan dirinya. Besok pemuda tampan itu akan menjalani sidang untuk mendapatkan gelar professor di usianya yang masih 24 tahun. Kyuhyun memang lebih muda 2 tahun darinya, dan Sungmin akui kekasihnya itu memang jenius.

 

“Jadi, kita akan menikah setelah kau lulus.” kata Sungmin.

 

Kyuhyun bangkit dari duduknya. Ia mengambil proposal miliknya dan berjalan melewati Sungmin. Ia menghempaskan tubuhnya disofa. “Yeah. Kita akan segera menikah bunny.  Bukankah itu terdengar bagus?” katanya sambil tersenyum dan meletakkan satu tangannya di punggung sofa.

 

“Ya, aku suka itu. Itu terdengar sangat bagus.” kata Sungmin tersenyum senang.

 

Kyuhyun hanya terkekeh kecil dan mulai membaca proposal miliknya yang akan ia presentasikan besok. Sungmin menegakkan tubuhnya dan berjalan mendekati kekasihnya. Ia menghempaskan tubuhnya di samping Kyuhyun dan meletakkan kepalanya dengan nyaman di dada pemuda tampan itu. Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Sungmin.

 

Bunny, aku sedang menghafal isi proposalku untuk presentasi besok.” kata Kyuhyun.

 

“Bacakan saja, Kyu. Aku sudah biasa mendengarmu menghafal.” kata Sungmin santai dan memejamkan matanya.

 

Kyuhyun hanya tersenyum kecil. Ia menurunkan tangannya dari punggung sofa dan meletakannya diatas tubuh Sungmin. Kemudian ia mulai membacakan isi proposalnya sementara Sungmin mendengarkan dengan tenang sambil menggenggam tangan Kyuhyun.

 

~+~+~+~

 

Siang ini Sungmin sedang berjalan-jalan di kawasan Norfolk. Ia ingin membeli sesuatu untuk Kyuhyun, hadiah kecil untuk kelulusannya nanti. Kekasihnya itu sangat suka mengumpulkan koin-koin dari berbagai Negara, koin-koin kuno yang bernilai sejarah tinggi. Karena itu Sungmin berpikir untuk membelikan kekasihnya itu kantong tempat menyimpan koin-koin koleksinya yang semakin banyak itu, yang kabarnya di jual disebuah toko di Great Yarmouth, Norfolk.

 

Seakan pernah ke sana, Sungmin tahu persis dimana toko itu dan barang-barang apa saja yang di jual di toko itu. Ia sempat takjub dengan jalan berbatu di depan toko itu sebelum kemudian melangkah masuk ke dalam toko. Bagian depan toko dicat warna-warni. Ruangannya di hiasi dengan bingkai foto motif bunga, kotak uang model kuno dan satu tempat yang penuh dengan tongkat. Sebelum Sungmin sempat mengamati semuanya, muncul seorang wanita yang mengenakan rok hitam dan blus berlengan panjang. Rambut pirang wanita yang rupanya penjaga toko itu di sanggul tinggi.

 

Sungmin memperhatikan sesaat penampilan wanita itu yang terlihat kuno. Ini sedang musim gugur dan udara mulai dingin, tapi wanita itu hanya memakai blus berlengan panjang tanpa syal atau mantel yang bisa menghangatkan. Dan juga udara di dalam toko ini terasa hangat seperti sedang musim semi. Tapi semua itu tidak membuat Sungmin merasa aneh. Mungkin toko ini memasang penghangat ruangan, pikir Sungmin.

 

“Kekasihku adalah seorang kolektor koin dan aku ingin membelikannya kantung untuk menyimpan koin-koin koleksinya itu. Apakah anda punya kantung untuk koin-koin?” tanya Sungmin.

 

Wanita itu mengambil sebuah kotak yang berisi macam-macam barang. Ia mengeluarkan sebuah kantung koin dan memberikannya pada Sungmin. “Orang-orang di kapal juga sering membelinya untuk tempat mata kail.” kata wanita itu.

 

Sungmin tidak berpikir aneh saat wanita itu berkata tentang orang-orang di kapal. Perhatiannya terfokus pada kantung koin berwarna biru gelap di tangannya. Modelnya terkesan kuno namun sangat menarik. Kyuhyun pasti akan menyukainya, pikir Sungmin tersenyum.

 

“Berapa harganya?” tanya Sungmin saat akan membayar.

 

Sungmin tidak terkejut saat wanita itu menyebutkan harga dalam shilling (uang kuno). Ia menganggapnya bercanda. Sambil tertawa kecil Sungmin memberikan uang senilai £100. Wanita itu terheran-heran memandang uang pemberian Sungmin, tapi ia tidak memberi komentar. Transaksi yang aneh. Sungmin mengedarkan pandangannya sesaat ke seluruh ruangan toko. Suasana di dalam toko terasa hening dan tidak ada suara dari luar yang terdengar. Hal itu sempat menimbulkan teka-teki dalam diri Sungmin, namun ia tidak mengatakan apa pun. Wanita itu tersenyum saat Sungmin mengucapkan terima kasih. Kemudian pemuda manis itu pun beranjak pergi meninggalkan toko. Ia harus bergegas jika tidak ingin melewati sidang Kyuhyun sore ini.

 

~+~+~+~

 

“Selamat! Sekarang kau adalah seorang professor. Kau berhasil Kyu!” kata Sungmin tersenyum saat Kyuhyun berhasil melewati sidangnya dengan baik. Ia memeluk kekasihnya dan menghujani wajah tampannya dengan ciuman.

 

“Terima kasih bunny. Aku senang kau tidak melewatkannya.” kata Kyuhyun tersenyum senang.

 

“Tidak mungkin aku melewatkan hari penting ini.” kata Sungmin sambil tersenyum. Kyuhyun kembali tersenyum dan mengecup lembut kepalanya.

 

Malam itu mereka merayakannya dengan pesta kecil di bar favorit mereka, bersama dengan teman-teman mereka yang juga ikut senang dengan kabar kelulusan Kyuhyun. Pesta kecil itu semakin meriah saat Sungmin di tantang untuk menghabiskan sebotol besar Brendy. Itu benar-benar botol yang besar. Dengan berani Sungmin menenggak botol itu hingga habis. Semua orang bersorak dan Sungmin tersenyum senang.

 

Namun senyum itu sedikit memudar saat Sungmin menoleh. Ia melihat Kyuhyun sedang menggoda seorang gadis Inggris di meja bar. Sungmin memberikan botol di tangannya pada orang lain dan segera mendekati Kyuhyun dengan wajah merengut.

 

“Sepertinya aku harus membayar minumanku sendiri.” Sungmin berkata saat Kyuhyun membelikan segelas minuman untuk gadis itu.

 

Kyuhyun dan gadis itu menoleh pada Sungmin. Sungmin tersenyum manis pada gadis itu. Seulas senyum palsu yang mengintimidasi. Seolah tersadar, gadis itu memandang Kyuhyun sesaat dan kemudian tersenyum.

 

“Terima kasih untuk traktirannya dan selamat untuk kelulusanmu.” kata gadis itu kemudian beranjak pergi seraya membawa minuman yang ditraktir oleh Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum.

 

Sungmin beranjak duduk di kursi gadis tadi dan memandang Kyuhyun.

“Kau melakukannya lagi.” Ia berkata dengan jengah.

“Tidak. Kami hanya mengobrol.” Kata Kyuhyun, membuat Sungmin memutar kedua bola matanya.

 

Kyuhyun meraih tangan Sungmin, mengenggamnya dan tersenyum meminta maaf. Sungmin mendesah pelan. Ini adalah hari yang baik dan ia sedang malas untuk berdebat dengan Kyuhyun. Pada akhirnya ia memilih untuk membuka tasnya dan mengeluarkan sebuah kantung koin berwarna biru gelap yang baru dibelinya tadi siang.

 

“Ini hadiahmu.” Katanya seraya memberikannya pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun menerima hadiah itu dengan mata berbinar. Ia tersenyum senang dan mengecup pipi kekasihnya. “Kau memang tahu aku, bunny. Aku memang membutuhkan ini. Terima kasih bunny. Aku mencintaimu.” katanya.

 

Sungmin tersenyum.

“Aku tahu kau pasti akan menyukainya, Kyu.” katanya.

 

Kyuhyun memperhatikan kantung koin itu dan sedikit mengernyit.

“Modelnya terlihat kuno sekali. Dimana kau membelinya?” tanyanya.

 

“Di sebuah toko di Great Yarmouth, Norfolk. Toko itu juga menjual kotak uang model kuno. Bahkan pelayannya pun juga terlihat kuno.” jawab Sungmin sembari tertawa.

 

“Benarkah?” kata Kyuhyun tersenyum.

 

~+~+~+~

 

Seminggu kemudian Sungmin kembali ke toko itu bersama Kyuhyun. Ia menemani Kyuhyun yang ingin membeli kotak uang kuno. Sungmin sempat terkejut saat mereka sampai di depan toko. Semuanya tampak jauh berbeda dengan yang ia lihat sebelumnya. Jalan berbatu jadi beraspal, sedangkan barang-barang di dalam toko tampak tua dan kotor. Pelayan di toko bukan lagi si wanita bersanggul melainkan seorang wanita tua. Wanita tua itu memandang Sungmin dengan bingung dan menggelengkan kepalanya. Ia menolak cerita Sungmin bahwa seorang wanita muda melayaninya minggu lalu.

 

“Tapi saya benar-benar di layani oleh seorang wanita muda. Dia pelayan di toko ini. Rambutnya berwarna pirang dan di sanggul tinggi.” kata Sungmin bersikeras.

 

Wanita tua itu kembali menggelengkan kepalanya.

“Tidak ada wanita seperti itu di toko kami. Pelayan di toko ini hanya saya, tidak ada wanita muda.” katanya.

“Apa kau yakin bunny, kau membeli kantung koin itu di sini?” tanya Kyuhyun.

 

“Tentu saja, Kyu. Aku sangat yakin. Aku membelinya di tempat ini,” jawab Sungmin yakin, menoleh pada kekasihnya kemudian memandang ke seluruh toko dengan bingung. “Tapi…tempat ini memang nampak berbeda dengan minggu lalu.”

 

Kyuhyun mengeluarkan kantung koin pemberian dari Sungmin, dan menunjukkannya pada si pelayan. Si pelayan itu mengernyit memperhatikan benda berwarna biru gelap dengan model kuno itu dan berkata,

 

“Maaf tapi, toko ini tidak pernah menyediakan kantung koin. Anda pasti salah toko.”

 

Sungmin terkejut mendengarnya. Benar-benar seperti mimpi buruk.

“Apa? Tapi saya membelinya di toko ini.” kata Sungmin masih bersikeras. Namun pemilik toko pun membenarkan apa yang dikatakan oleh penjaga tokonya.

 

Sungmin terdiam. Ia sangat terkejut dan tidak percaya. Rasanya tidak mungkin hanya dalam seminggu saja seolah jalan tua, toko dengan penjaga toko yang berpakaian Edwardian, dan barang dagangannya telah hilang. Semua tampak tidak sesuai dengan yang pernah di pikirkannya. Akhirnya mereka pun beranjak pergi dengan bingung.

 

Kyuhyun merangkul bahu Sungmin dan mengecup kepalanya dengan lembut. Dengan nada bercanda ia berkata, “Mungkin kau membelinya dari masa lalu, bunny ?”

 

“Omong kosong.” kata Sungmin mendengus.

 

Namun dengan penasaran Sungmin mencoba mencari tahu asal pabriknya. Ia melihat tanggal pembuatan kantung koin terakhir di pabriknya dan sangat terkejut. Ternyata, kantung semacam itu di buat pada tahun 1920 dan tidak pernah diproduksi lagi hingga sekarang. Itu sungguh aneh dan tidak masuk akal.

 

Sungmin berpikir, mungkin telah terjadi kekacauan waktu yang jelas-jelas menimpa waktu lampau di atas waktu sekarang. Tapi satu hal yang tidak ia mengerti, apakah ia telah berjalan ke masa lalu? Tapi bagaimana mekanismenya?

 

Pada akhirnya, itu tetap menjadi sebuah misteri……

 

~Fin~

14 thoughts on “The Time

  1. Aaaaaaaaa,, daebak.
    Sungguh keren. Menakjubkan.
    Slow romance gitu meski terselip sedikit misteri.
    Aku sukaaaaaaaa.
    Hmmm,,
    Ditunggu next storynya chingu.

  2. Yaa… suka bgd cerita romance mistery gini… dan kyumin momentnya jga sweet… akhirnya ttp mistery gmn ming bsa dapet tuh kantong…
    My name is nya di lanjut lagi donk little sshi~

  3. kereeenn…
    apa yg ingin aku katakan hampir sama ama mreka..
    bagaimana ming bisa masuk ke waktu yg berbeda..
    kyuminnya juga maniiissss

  4. author cerita cerita kamu lebih fokus ke thema,hal yang diceritain,kejadian. tapi kyuminnya cuma kaya selingan.. cuma kaya eung orang yang ada di cerita itu. kyuminnya jadi ga special karena jalan ceritanya,tema ceritanya yang lebih sering diomongin. author jarang gambarin perasaan kyuminnya,jadi ga berasa kyumin itu bener bener ‘ada’. aku bener ga sih? tapi aku ngerasa gitu
    ;( atau ff author emang berbeda?? but i love your ff fighting!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s