[Side story] Min Sae & Min Yoo is a good babbies / Take three

Gambar

Cast            : Min Sae, Min Yoo (OC), KyuMin, super junior.

Genre          : Family. M-preg

length           : Drabble or One shot ?

Disclaimer      : Story and OC belong to me, KyuMin dan all super junior’s name belong to their self

Summary        : No summary, just read please.

*Side story ini menceritakan kelakuan dan tingkah nakal si kembar. Min Sae & Min Yoo bisa juga jadi bayi yang baik kok. nggak percaya? Check this out

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Take three : Laundry machine

 

Min Yoo menggeliat pelan. Mengusap matanya seraya menguap, kemudian beranjak bangun. Ia mengernyit merasakan celananya yang basah. Kasur dan selimut kecil yang biasa ia gunakan untuk tidur siang telah basah dan bau.

 

Oh tidak. Ia telah mengompol lagi.  Appa pasti akan marah dan mengatakan ia bukan bayi yang baik. Aigoo…bagaimana ini?

 

Min Yoo mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Semua orang sedang sibuk dengan jadwal masing–masing, termasuk dengan eomma dan appa’nya. Kecuali Ryeowook yang tidak memiliki jadwal hari ini. Maka Ryeowook bertugas menjaga keponakan kembarnya. Sosok Ryeowook tidak terlihat dimana pun. Tapi samar-samar ia mendengar suara Ryeowook yang sedang berdendang di ruangan lain.

 

Min Yoo menoleh memandang kakak kembarnya yang masih terlelap. Ia menyentuh celana Min Sae. Celana itu masih kering. Sepertinya kakak kembarnya tidak mengompol. Min Yoo merengut mengingat seruan Appa’nya setiap kali melihat ia mengompol sedangkan Min Sae tidak. Appa menyebutnya bukan bayi yang baik, dan ia benci itu. Min Yoo merasa sedih jika appa menyebutnya bukan bayi yang baik.

 

Min Yoo menyentuh kasur dan selimut kecilnya yang basah.  Kepala kecilnya berpikir, apa yang harus ia lakukan sekarang?

 .benci itu. min yoo sedih jika eomma menyebutnya bukan bayi yang baik.

an min sae tidak. eomma menyebutnya bayi  Menyembunyikannya…tentu saja ^_^

 

Baiklah. Dimana ia harus menyembunyikan kasur dan selimut kecilnya?

Min Yoo berusaha menarik kasur dan selimut kecilnya dengan kedua tangan mungilnya.

Ughh…ini terlalu berat. Tangan mungilnya tidak kuat menarik keduanya.

 

Min Yoo kembali berpikir.  Mungkin ia bisa menarik salah satunya dan kembali mengambil yang satunya setelah ia menemukan tempat yang tepat untuk menyembunyikannya. Maka Min Yoo memutuskan untuk membawa selimut kecilnya. Ia merangkak pergi sambil menyeret selimut kecil miliknya.

 

Baiklah sekarang dimana ia harus menyembunyikan selimut kecilnya?

 

Dikolong meja dan kursi?

Tidak. Itu mudah terlihat.

 

Dibalik lemari dan tv?

Tidak juga. Itu bukan tempat yang cocok.

 

Didalam tempat sampah?

Tidak. Itu membuat selimut kecilnya menjadi kotor dan bau.

 

Di dalam kompor?

Tidak. Eomma melarangnya mendekati kompor. Katanya berbahaya.

 

Di kamar Teuki ahjussi?

Tidak. Seluruh kamarnya berwarna putih. Sedangkan selimut kecilnya berwarna biru. Pasti akan segera ketahuan.

 

Di dalam kamar Eunhyuk ahjussi?

Tidak. Kamar Eunhyuk ahjussi selalu terkunci dan selalu membawa kunci kamarnya bersamanya. Ia tidak bisa masuk.

 

Di kamar Shindong ahjussi?

Tidak. Kamarnya penuh dengan bungkusan–bungkusan makanan. Terlalu berantakan.

 

Min Yoo berpikir untuk menyembunyikannya di kamar Heechul.  Ia merangkak menuju kamar Heechul. Namun Heebum, kucing peliharaan Heechul menghalangi jalannya. Kucing itu duduk dengan tenang di depan pintu kamar Heechul dan terlihat sedikit…menyeramkan.

 

[Hai tuan kucing. Bisakah kau menyingkir sebentar? Aku ingin lewat]

 

Heebum tetap tidak beranjak dari tempatnya. Ia bahkan merebahkan tubuhnya dan menguap.

[Aku ingin menyembunyikan selimutku di sini.]

 

Kucing itu tetap tidak beranjak dari posisinya.

[Baiklah. Kuanggap itu sebagai ya. Aku akan masuk. Permisi ^^]

 

Min Yoo merangkak mendekati pintu kamar Heechul. Ia berniat masuk melewati samping Heebum. Namun tiba–tiba kucing itu menegakkan tubuhnya. Ia merasa terganggu dengan kehadiran Min Yoo.

 

“Meow!!!” Heebum mengeong keras seraya berada dalam posisi mengancam.

 

Min Yoo berhenti merangkak dan merasa terkejut. Heebum mendesis dan mengeong dengan keras padanya, seakan memperingatkan untuk tidak masuk ke dalam kamar tuannya. Akhirnya terpaksa mengurungkan niatnya untuk menyembunyikan selimut kecilnya di kamar Heechul. Ia pun mundur perlahan.

 

[Baiklah. Kuanggap itu sebagai tidak. Kau membuatku takut tuan kucing T_T]

Kemudian Min Yoo merangkak pergi. Min Yoo kembali berpikir, mungkin ia bisa menyembunyikannya di kamar ahjussi–ahjussinya yang lain. Namun ia segera menggelengkan kepalanya. Ia tidak bisa menyembunyikan selimut kecilnya yang telah basah karena ompolannya di kamar ahjussi–ahjussinya yang lain. Mereka pasti akan memarahinya jika mereka tahu. Apalagi Kangin ahjussi, dia pasti akan sangat marah. Min Yoo sangat takut pada ahjussinya yang satu itu.

Smile again
uhdoom sokehsuhdo suhnmyunghan
moonshinchuhruhm namgyuhjin nuheh seulpeun geurimja
naega jiwohjulgeh

Min Yoo segera bersembunyi saat mendengar suara nyanyian Ryeowook yang sedang membawa sekeranjang pakaian kotor dan berjalan melewatinya. Ryeowook tidak sadar Min Yoo berada di dekatnya. Setelah Ryeowook pergi, Min Yoo keluar dari persembunyiannya dan kembali merangkak pergi. Ia merangkak masuk ke kamar Yesung yang berbagi kamar dengan Ryeowook.

 

Min Yoo berhenti dan mengedarkan pandangannya. Mencari tempat yang cocok untuk menyembunyikan selimut kecilnya. Pandangannya terhenti pada kandang Ddangkkoma. ia tersenyum dan merangkak mendekat.

 

[Hai tuan kura – kura. Bolehkah aku menyembunyikan selimutku disini?]

 

Kura – kura itu hanya mengedipkan matanya memandang Min Yoo.

[Kuanggap itu sebagai ya. Terima kasih ^^]

 

Min yoo duduk di depan kandang dan mendongakkan kepalanya memandang batas kaca kandang yang cukup tinggi baginya. Ia berusaha untuk memanjat namun gagal. Ughh…ini terlalu sulit.

 

Min Yoo mencari cara lain. Ia berusaha melempar selimut kecilnya ke dalam kandang. Namun tetap gagal. Min Yoo merengut dan menyerah. Sebaiknya ia mencari tempat lain. Sambil menyeret selimut kecilnya ia merangkak pergi meninggalkan kamar Yesung dan Ryeowook.

 

Min Yoo berhenti saat ia melewati ruangan untuk mencuci baju. Ia melihat Ryeowook yang sedang menunggu pakaian yang sedang berputar di dalam mesin cuci seraya bernyanyi pelan, menyanyikan lagu It Has To Be You milik Yesung.

 

niga animyeon andwae

neo eobsin nan andwae

na ireoke haru handareul tto illyeoneul

na apado joha

nae mam dachyeodo joha nan

geurae nan neo hanaman saranghanikka

 

pipp…pipp!!!

 

Ryeowook menghentikan nyanyiannya saat mendengar suara yang menandakan cuciannya telah selesai. Ia mendekati mesin cuci yang telah berhenti berputar. Membuka penutupnya dan mengeluarkan seluruh cucian bajunya ke dalam keranjang. Sekarang pakaian–pakaian itu sudah bersih dan siap untuk di jemur. Ryeowook beranjak pergi sambil membawa keranjang cuciannya untuk di jemur, meninggalkan mesin cuci yang lupa ia tutup.

 

Min Yoo memandang ahjussinya yang sedang asyik menjemur, kemudian merangkak masuk. Ia berhenti dan memandang mesin cuci yang terlihat besar untuknya. Penutup mesin cuci yang berbentuk bulat itu terbuka lebar. Ia mencoba mengintip ke dalam lubang berbentuk bulat itu yang tidak terlalu tinggi untuknya. Di dalam cukup luas dan gelap. Sepertinya ia bisa menyembunyikan kasur dan selimut kecilnya di sini.

 

Min Yoo tersenyum dan mencoba memasukkan selimut kecilnya ke dalam mesin cuci.  Namun beberapa kali ia gagal mencoba. Uggh…kenapa sulit sekali? Mungkin ia bisa menariknya dari dalam?

 

Min Yoo mencoba memanjat ke dalam. Memaksa kaki kecilnya untuk berdiri.

Ughh…sedikit lagi [!]

 

Akhirnya…ia berhasil masuk ke dalam mesin cuci sambil menarik selimut kecilnya. Min Yoo tersenyum puas. Baiklah. Saatnya menyembunyikan selimut kecilnya. Tapi…bagaimana ia keluar sekarang? Dari luar mesin cuci ini memang tidak terlalu tinggi untuknya. Ia bisa memanjat masuk dengan susah payah. Namun di dalam, mesin cuci ini cukup tinggi dan dalam. Ia tidak bisa memanjat keluar.

 

Min Yoo mengernyit dengan bingung.  Ia mencoba untuk keluar dari dalam mesin cuci. Namun gagal. Aigoo…bagaimana sekarang?

 

Disaat Min Yoo sedang kebingungan, pintu penutup mesin cuci tertutup. Seseorang menutupnya. Min Yoo menyentuh kaca penutup dan mencoba mendorongnya. Namun pintu itu tidak bergeming. Di dalam cukup gelap dan terasa panas. Min Yoo mulai merasa takut dan khawatir. Perlahan ia mulai menangis. Sekarang ia benar–benar tidak bisa keluar!!

****

 

“Sudah selesai,” kata Ryeowook tersenyum seraya berkacak pinggang. “Sekarang saatnya mengurus si kembar.” kemudian beranjak pergi.

 

Ryeowook beranjak ke ruang tengah. Min Sae masih terlelap dengan nyenyak.

 “Loh? Dimana Min Yoo?” Ryeowook tersadar sosok mungil Min Yoo tidak ada di kasur kecilnya.

 

Ryeowook menyentuh kasur kecil milik Min Yoo dan tersenyum. Kasur kecil itu basah. Ryeowook mengambil kasur kecil milik Min Yoo dan berpikir, Min Yoo pasti sedang bersembunyi. Kyuhyun selalu marah jika mengetahui Min Yoo mengompol dan selalu menyebutnya bukan bayi yang baik. Ryeowook tahu itu membuat Min Yoo sedih.

 

“Baiklah. Dimana aku akan bersembunyi jika aku bayi 8 bulan yang suka mengompol?” pikir Ryeowook.

 

Ryeowook beranjak mencari, namun ia tidak menemukan Min Yoo.

“Humm…Min Yoo pasti bersembunyi disuatu tempat. Tempat yang…” kata Ryeowook berpikir.

 

Ryeowook teringat satu tempat. Segera ia beranjak pergi. Ke ruangan cuci.

Ryeowook mengernyit, mencoba memperjelas pendengarannya. Ia seperti mendengar suara tangisan…di dalam mesin cuci.

 

Ryeowook mengintip kedalam mesin cuci melalui kaca penutup yang berbentuk bulat. Ia melihat Min Yoo didalam. Menangis seraya memeluk selimut kecilnya. Segera ia membuka penutup mesin cuci dan mengeluarkan Min Yoo dari dalam.

 

“Omo! Sedang apa kau didalam mesin cuci Min Yoo?” tanya Ryeowook seraya menggendong Min Yoo.

 

“Hwuaa…hwuaa…” tangis Min Yoo seraya menggenggam selimut kecilnya dengan erat.

 

“Sudah, tidak apa – apa. Mianhae. Aku tidak tahu kau didalam, jadi aku menutup pintu mesin cucinya” kata Ryeowook tersenyum meminta maaf.

 

“Hwuaa…hwuaa…” Min Yoo masih menangis.

 

“Mianhae, kau pasti ketakutan didalam sana” kata Ryeowook mengusap wajah Min Yoo yang basah dengan air matanya.

“Hwuaa…hiks hiks” perlahan Min Yoo berhenti menangis.

 

“Sedang apa kau didalam mesin cuci?” tanya Ryeowook.

 

“Nyaa nyaa…hiks hiks” jawab Min Yoo terisak.

 

“Apa kau mengompol lagi Min Yoo?” tanya Ryeowook menunjukkan kasur kecil milik Min Yoo yang basah dan bau.

 

“Nyaa..” jawab Min Yoo terdengar malu.

 

“Apa kau ingin menyembunyikan selimutmu didalam mesin cuci?” tanya Ryeowook.

 

“……” Min Yoo tidak menjawab.

 

Ryeowook tersenyum dan mengambil selimut kecil yang dipegang oleh Min Yoo dengan erat.

“Daripada kau menyembunyikannya, lebih baik jika kita mencucinya,” kata Ryeowook. “Tapi sebelumnya, kita harus mengganti celanamu dulu. Celanamu bau sekali” Ryeowook pura – pura menutup hidungnya.

 

Ryeowook tertawa melihat wajah keponakannya yang merengut malu kemudian beranjak pergi. Setelah mengganti celana Min Yoo, Ryeowook mengajak Min Yoo mencuci kasur kecil, selimut kecil dan celana miliknya. Ryeowook memasukkan semua barang–barang itu ke dalam mesin cuci dan menekan tombolnya. Segera mesin cuci itu menjalankan tugasnya.

 

Min Yoo memperhatikan melalui kaca penutup, Barang – barangnya berputar bersama air sabun dengan cepat didalam mesin cuci. Ryeowook menegakkan tubuh Min Yoo agar ia bisa melihat dengan lebih jelas.

 

“Houu…nyaa nyaa” celoteh Min Yoo seraya menyentuh kaca penutup mesin cuci.

 

“Sebentar lagi akan selesai” kata Ryeowook.

 

Min Yoo menoleh memandang Ryeowook.

“Dengar chagi, jika kau mengompol kau tidak perlu menyembunyikannya didalam mesin cuci. Kau bisa terperangkap didalam seperti tadi. Itu berbahaya. Kau bisa menunjukkannya kepadaku, lalu kita bisa mencucinya bersama. Arachi?” kata Ryeowook.

 

Min Yoo menganggukkan kepalanya.

“Kau tidak perlu cemas tentang appa’mu. Kita akan melakukan ini secara diam – diam. Ini rahasia kita. Setuju?” kata Ryeowook tersenyum kemudian mengaitkan jari kelingkingnya dengan milik Min Yoo yang mungil

 

“Nyaa  ^_^.” Min Yoo tersenyum.

 

“Kita harus mengeringkannya sebelum appa’mu pulang” kata Ryeowook kemudian menekan tombol pengering pada mesin cuci.

 

Beberapa menit kemudian mesin cuci berhenti berputar. Ryeowook mengeluarkan kasur kecil, selimut kecil dan celana milik Min Yoo yang kini sudah bersih dan hampir kering. Kemudian menjemurnya.

 

“Selesai. Sekarang saatnya menyiapkan makan malam ^^. Mereka akan pulang sebentar lagi” kata Ryeowook seraya menggendong Min Yoo dan beranjak pergi.

 

****

 

Saatnya makan malam. beberapa personil sudah kembali dari kesibukannya. Sungmin segera memeluk bayi kembarnya saat ia pulang. “Terima kasih sudah menjaga mereka Wookie” kata Sungmin.

 

“Bukan masalah hyung. Mereka bayi yang baik dan manis” kata Ryeowook tersenyum.

 

Min Yoo merangkak mendekati Kyuhyun dan mengulurkan kedua tangannya, meminta Kyuhyun untuk menggendongnya. Kyuhyun mengangkat tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.

“Ya! Apa kau mengompol lagi?” tanya Kyuhyun memandang Min Yoo.

 

Min Yoo memandang kyuhyun sesaat kemudian menggelengkan kepalanya.

“Benarkah?” tanya Kyuhyun tidak percaya.

 

“Ne. Min Yoo tidak mengompol. Dia bersikap sangat baik hari ini” jawab Ryeowook.

 

“Itu bagus. Kau bayi yang baik Min Yoo” kata Kyuhyun membelai kepala Min Yoo.

 

Min Yoo menoleh dan melihat Ryeowook mengedipkan satu matanya padanya, menunjukan jari kelingkingnya dan tersenyum. Min Yoo tersenyum dan mengangkat jari kelingkingnya yang mungil.

 

“Nya kya kya” celoteh Min Yoo senang.

“Araseo. Sekarang ayo kita makan” kata Kyuhyun menurunkan Min Yoo.

 

Min Yoo memandang keluarganya yang sedang menikmati makan malamnya. Kemudian merangkak pergi. Min Yoo berhenti didepan mesin cuci yang terlihat besar untuknya. Ia memandang benda yang memiliki penutup berbentuk bulat itu. Sebelumnya Min Yoo berpikir, saat ia terperangkap didalamnya, mesin cuci adalah benda yang menakutkan dan gelap. Namun sekarang  ia berpikir, mesin cuci adalah benda yang luar biasa. Min Yoo menyentuh mesin cuci dan tersenyum. Mungkin ia bisa menggunakannya lagi saat ia mengompol lagi nanti.

 

 

“Min Yoo…Min Yoo” panggil Sungmin. Namun sosok mungil itu tidak juga muncul.

 

Sungmin memandang Ryeowook yang sedang mencuci piring.

“Wookie, apa kau melihat Min Yoo? Ini sudah waktunya ia tidur” tanya Sungmin.

 

“Molla,” jawab Ryeowook tanpa menoleh. “ahh mungkin……” kata Ryeowook terhenti.

 

“Mwo?” tanya Sungmin.

 

“Mungkin Min Yoo sedang berkencan dengan mesin cuci” kata Ryeowook terkekeh kecil .

 

“Mwo?? Mesin cuci??” kata Sungmin mengernyit tidak mengerti.

 

fin

23 thoughts on “[Side story] Min Sae & Min Yoo is a good babbies / Take three

  1. Kyaaaa~~~~
    Min Yoo lucu dan menggemaskan……
    Wookie ahjussi, salanghae…….kkk……
    Appa Cho galak kah?
    Hm, suka bgt ngebayangin Kyu yang menggendong Min Yoo…..

  2. hahahahha… untuk gak ke ikut cucian.. hahaha… min yoo… lucu bgt pasti umur mereka brapa ya?? aku yg gak teliti baca mungkiin..
    lanjut lagi oennii. yg semngat ya…

  3. Ahahaha….
    Si Wookie ngajarin bayo bo’ong!!
    Mana bayinya pinter banget lagi.
    Gemesss…. Pengen ngunyel2…

    Btw, aku ga tau ini side story dari ff yang mana.
    Tapi yang jelas aku anngkepini anak KyuMin, canon chara, dan feelnya dapet.
    Thankyou udah bikin side story dan oneshoot yang bahkan bisa dipahami begitu mudah tanpa harus membaca origin storynya.
    Origin storynya mungkin kapan-kapan aku mampir lagi.
    ~^^

  4. Aaaa >////////<
    kyumin baby's are very cuties ^^
    like and love to min yoo kekeke xD
    he is nice baby..really xD
    i'm very like this story so much ^^
    author-ssi your ff is sweet, fluff, unique, and very interested ^^
    give thumbs for sweety ff ^.^

  5. bhaahahahahahaa
    min yoo baby untung ga muter” didlem mesin .. ^^
    aigoooo demi selimut yg diompolin rela msk ke mesin cuci ^^

  6. hhaha ya ampun minyoo!
    kecil2 udah tau kompromi hahahaa
    buat ngelabuin bapaknya lagi hahaha
    dan itu untung aja gak jala mesin cucinya kalo sempet jalan!
    adu gak tau jd apaan minyoo nya. hhaha
    nice fic!! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s