Step to confession / part 1

Gambar

Pairing : KyuMin / YeMin || Genre : Romance || Length : Chaptered ||Warning : Boys love, shounen-ai || Disclaimer : Story belong to me, KyuMin belong each other || Summary : Kyuhyun dan Sungmin bertaruh, yang membuat Sungmin terpaksa setuju untuk menikah dengan bosnya itu. Tapi diam-diam Sungmin menyukai seseorang yang pernah menyelamatkannya dulu, yaitu Yesung. Sayangnya Yesung tidak ingat pada Sungmin. Di hari pernikahan, Kyuhyun kembali mengajak Sungmin untuk bertaruh. Kyuhyun menantang Sungmin untuk menyatakan perasaannya pada Yesung sebelum pernikahan mereka di mulai. Berhasilkah Sungmin?

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

Part 1

 

Sungmin berjalan dengan berkas-berkas yang memenuhi tangannya. Ia berjalan seraya berusaha menjaga agar berkas-berkas di tangannya tidak terjatuh. Ia berhenti di depan lift. Dengan susah payah tangannya terulur dan menekan tombol lift. Saat Sungmin sedang menunggu lift yang tidak kunjung terbuka, tiba-tiba seseorang mengambil berkas-berkas dari tangannya.

 

Sungmin menoleh untuk melihat siapa yang membantunya meringankan bawaannya. Namun yang ia temukan adalah sesuatu yang lembut menyentuh pipinya dengan singkat. Kemudian Sungmin merengut memandang seorang pria tinggi yang kini sedang tersenyum jahil di depannya.

 

“Cho Kyuhyun! Kau pikir apa yang kau lakukan tadi?” kata Sungmin.

 

“Memberikanmu morning kiss. kata Kyuhyun santai.

 

Sungmin mendengus dan berusaha mengambil berkas-berkas miliknya dari tangan Kyuhyun. Namun Kyuhyun menjauhkan tangannya dari Sungmin. “Biar aku yang membawakannya untukmu.” kata Kyuhyun.

 

“Tidak, kau tidak perlu repot-repot presdir.” kata Sungmin kembali berusaha mengambil berkas-berkas miliknya dari Kyuhyun.

 

Namun Kyuhyun kembali menjauhkan tangannya dari Sungmin. FYI, Cho Kyuhyun, pria tampan ini adalah anak dari pemilik perusahaan terbesar, Cho Corp dan kini ia adalah presdir termuda di perusahaan ini. Muda, tampan, jenius, meski terkadang jahil dan game mania. Presdir muda ini tidak pernah bisa lepas dari PSP ataupun laptop kesayangannya. Pria ini senang sekali bermain game, bahkan disaat rapat sekalipun.

 

Jika sudah seperti itu maka seketarisnya, pria Cina bertubuh tinggi yang bernama Zhoumi itu akan menegurnya dan menyita barang-barang itu dari Kyuhyun. Dan presdir muda ini hanya bisa merengut kecewa dan kemudian kembali dengan pekerjaannya. Itulah presdir muda perusahaan keluarga Cho. Dan Sungmin adalah salah satu pegawainya, pegawai favoritnya.

 

Lalu apa hubungannya dengan Sungmin? FYI again, hampir seluruh pegawai di perusahaan ini sudah tahu jika presdir muda mereka menyukai pegawai bernama Lee Sungmin ini. Jika di depan pegawai lainnya Kyuhyun akan bersikap layaknya seorang pemimpin yang berwibawa. Tapi hanya di depan pemuda manis ini ia akan bersikap lembut dan sedikit kekanak-kanakan. Caranya memberi perhatian pada Sungmin bisa dibilang sedikit berbeda dengan yang lain. Tapi sayangnya Sungmin tidak menyadari semua hal itu. Mungkin ia tidak peka terhadap perasaan presdir muda itu yang, sebenarnya, terlihat jelas itu.

 

“Baiklah, terserah kau saja.” kata Sungmin akhirnya.

 

Pintu lift terbuka perlahan. Sungmin segera melangkah masuk, di ikuti oleh Kyuhyun. Pintu lift kembali tertutup dan perlahan naik melewati setiap lantai. Lift itu kosong, hanya ada Sungmin dan Kyuhyun. Kyuhyun memandang berkas-berkas ditangannya dan sedikit mengernyit karena jumlahnya yang cukup banyak.

 

“Kau mengerjakan semua berkas-berkas ini sendirian?” tanya Kyuhyun.

 

“Itu tugasku.” jawab Sungmin.

 

Sungmin menoleh memperhatikan Kyuhyun yang sendirian, tanpa Zhoumi yang biasanya selalu mengikuti sang presdir muda itu kemana pun. “Dimana sekertaris Zhoumi?” tanya Sungmin.

 

“Entahlah. Mungkin saat ini dia sedang mencariku.” jawab Kyuhyun seraya melihat-lihat tumpukan berkas ditangannya.

 

“Kau kabur lagi?” tanya Sungmin menebak.

 

Kyuhyun tersenyum santai.

“Dia menyita PSP milikku lagi.” ujarnya.

 

Sungmin hanya mendesah. Ia bisa menebak, pasti presdir muda ini memainkan PSPnya lagi di saat rapat sedang berlangsung. Selalu seperti itu. Lift berhenti di lantai 15 dan perlahan pintu lift terbuka. Sungmin melangkah keluar diikuti oleh Kyuhyun. Beberapa pegawai membungkukkan kepala mereka dengan hormat saat melihat Kyuhyun. Sungmin sedikit merasa tidak enak saat para pegawai melihat Kyuhyun sedang membawa berkas-berkas miliknya. Namun Kyuhyun tetap melangkah santai di sampingnya.

 

“Tidak perlu peduli. Mereka tidak akan membicarakanmu karena hal ini.” kata Kyuhyun seolah mengerti.

 

Sungmin menoleh, sedikit mengernyit memandang Kyuhyun.

“Yah, kuharap begitu.” katanya kemudian.

 

Kyuhyun hanya tersenyum. Mereka masuk ke dalam salah satu ruangan dan langkah mereka berhenti dimeja kerja yang penuh dengan warna pink, warna favorit Sungmin. Ya, ini ruangan kerja Sungmin. Kyuhyun meletakkan berkas-berkas milik Sungmin diatas meja.

 

“Terima kasih sudah membantuku membawa berkas-berkas ini, Kyu.” kata Sungmin tersenyum.

 

“Tidak masalah.” kata Kyuhyun tersenyum.

 

Sungmin beranjak duduk dibalik meja kerjanya dan mulai sibuk dengan berkas-berkasnya. Namun kemudian ia menyadari Kyuhyun tidak beranjak pergi. Presdir muda itu tengah duduk di depan meja kerjanya, memperhatikannya.

 

“Erm…Kenapa?” tanya Sungmin.

 

“Tidak,” jawab Kyuhyun dengan tersenyum.

 

Sungmin berusaha kembali berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Namun Kyuhyun yang sedang asyik memainkan barang-barang pink miliknya membuat konsentrasinya buyar.

“Hentikan, Kyu! Aku sedang bekerja.” kata Sungmin kesal.

 

Kyuhyun berhenti memainkan barang-barang pink itu dan memandang Sungmin sesaat seakan sedang berpikir. Kemudian ia tersenyum dan berdiri. “Kita ke game center yuk.” ajak Kyuhyun seraya menarik tangan Sungmin.

 

“Apa? Tapi pekerjaanku—“ kata Sungmin terkejut.

 

Kyuhyun tetap menarik tangan Sungmin keluar pintu seraya tersenyum. Namun langkah Kyuhyun segera terhenti saat seorang pria menghalangi jalannya. Wajahnya merengut, terlihat kesal. Itu sang sekertaris, Zhoumi.

 

“Cho Kyuhyun!” kata Zhoumi.

 

“Ukh, Zhoumi…” kata Kyuhyun.

 

“Aku mencarimu sejak tadi. Apa yang kau lakukan disini? Kau tahu tidak, hari ini hari apa? Rapat bersama perusahaan Marline akan segera dimulai.” omel Zhoumi.

 

“Aku mengerti…aku mengerti,” kata Kyuhyun santai.

 

Zhoumi menyadari kehadiran Sungmin, ia memandang tangan Sungmin yang masih berada di dalam genggaman tangan Kyuhyun. Sungmin tersentak dengan pandangan tajam Zhoumi. Entah kenapa, Sungmin tidak suka dengan pria tinggi ini. Setiap kali bertemu, Zhoumi pasti melototinya. Memangnya apa yang telah ia lakukan?

 

Segera Sungmin menarik tangannya. Kyuhyun menoleh menyadari Zhoumi yang masih memandang Sungmin, dan Sungmin yang terlihat takut. Kemudian Kyuhyun memukul kepala Zhoumi, membuat pria tinggi itu meringis kesakitan. Dan membuat Sungmin sedikit terkejut.

 

“Tatapanmu itu tajam, jadi perhalus sedikit! Sungmin ketakutan, arachi?!” kata Kyuhyun seraya menarik dasi Zhoumi.

 

Zhoumi hanya diam memandang Kyuhyun.

“Maaf Sungmin, orang ini memang payah.” kata Kyuhyun menunjuk Zhoumi.

 

“Ah, ya…” kata Sungmin.

 

Zhoumi memandang jam tangannya sesaat.

“Kyu sudah tidak ada waktu lagi!” kata Zhoumi.

 

“Aissh. Araseo,” kata Kyuhyun sedikit merengut. Lalu ia memanggil Sungmin. Saat Sungmin menoleh Kyuhyun mengecup bibirnya dengan santai dan singkat.

 

“Nanti kita makan siang bersama, ok?” kata Kyuhyun tersenyum kemudian beranjak pergi.

 

Sungmin masih berdiri terkejut di tempatnya. Selain karena ciuman dari Kyuhyun, juga karena Zhoumi. Lagi-lagi pandangan itu, pandangan mata yang tajam menusuk. Kemudian Zhoumi membalik tubuhnya dan beranjak menyusul Kyuhyun.

 

“Aigoo…kenapa aku dipelototi terus olehnya?” kata Sungmin mengernyit.

 

????

 

Di ruangan rapat. Kyuhyun duduk dikursinya, memperhatikan dengan sedikit bosan presentasi di depannya. Kyuhyun merogoh sakunya dan segera teringat, PSP kesayangannya masih disita oleh Zhoumi. Kyuhyun melirik Zhoumi yang berdiri disampingnya, meminta PSPnya kembali. Namun Zhoumi berpura-pura tidak mengerti dan menyuruh presdir muda itu untuk memperhatikan rapat.

 

“Ukh…ini membosankan,” desah Kyuhyun pelan.

 

Satu jam kemudian rapat berakhir. Kyuhyun memandang jam tangannya, waktunya makan siang. Ia tersenyum dan segera melesat pergi. Sementara itu, Zhoumi sedang merapikan berkas-berkas milik Kyuhyun dan mengecek jadwal selanjutnya.

 

“Kyu, jam 1 tuan Lee—“ kata Zhoumi menoleh.

 

“Erm…tuan presdir sudah pergi secepat kilat tadi.” kata seorang pegawai menunjuk ke arah pintu.

 

“Apa? Aissh…orang itu!” gerutu Zhoumi beranjak pergi.

 

Kyuhyun melangkah keluar dari lift dan melangkah dengan cepat menuju ruangan Sungmin.

“Sungmin,” kata Kyuhyun membuka pintu dengan senang.

 

Namun ternyata Sungmin tidak ada diruangannya. Raut senang diwajah Kyuhyun memudar.

“eh? Dimana dia?” kata Kyuhyun memandang ruangan Sungmin yang kosong.

 

“Cho Kyuhyun!” panggil Zhoumi.

 

Kyuhyun menoleh memandang Zhoumi yang sedang berjalan mendekatinya.

“Aissh, kau ini…jangan seenaknya pergi begitu saja.” kata Zhoumi setelah kakinya berhenti di depan Kyuhyun

 

Kyuhyun hanya memandang Zhoumi, kemudian ia menahan langkah seorang pegawai yang sedang melintas. Pegawai tersebut segera membungkukkan kepalanya dengan sopan saat menyadari siapa yang menahan langkahnya.

 

“Dimana Lee Sungmin?” tanya Kyuhyun.

 

“Dia sudah pergi sejak tadi, sepertinya dia makan siang di luar.” jawab pegawai itu.

 

“Apa? Makan siang di luar?” Kyuhyun merengut kecewa dan nampak sedikit kesal. Kemudian ia mengibaskan tangannya untuk menyuruh pegawai itu pergi.

 

“Jadi, dicampakkan nih?” kata Zhoumi tersenyum mencibir.

 

Kyuhyun hanya mendengus mendengar cibiran Zhoumi.

“Cih, seharusnya dia makan siang bersamaku.” katanya sambil beranjak pergi.

 

Zhoumi mengikuti Kyuhyun dan berjalan di sampingnya. Kyuhyun mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Sungmin. Namun setelah beberapa kali mencoba, ia mendesah kecewa.

“Dia tidak menjawab teleponku.” Gumam Kyuhyun.

 

Kyuhyun diam sesaat dan menyimpan ponselnya di dalam saku. Zhoumi yang berjalan di sampingnya hanya diam melirik, hingga beberapa menit kemudian sang presdir muda memanggilnya.

 

“Zhoumi,”

 

“Ya…?”

 

“Kita makan siang bersama.”

 

“Baiklah.” samar-samar Zhoumi menyembunyikan seulas senyum kecil di sudut bibirnya.

 

????

 

Sungmin menghentikan kakinya. Lagi-lagi kakinya berhenti di tempat ini, Key café.  Sebuah café yang cozy dengan dominasi warna cokelat lembut. Tempat ini selalu ramai pengunjung, seperti hari ini.  Sebenarnya Sungmin bukanlah tipe orang yang senang menghabiskan waktunya di tempat seperti café. Ia tidak begitu menyukai keramaian, tapi alasan Sungmin selalu datang ke tempat ini adalah karena……orang itu.

 

Flashback

5 bulan yang lalu

 

“Astaga, kecelakaan!!”

 

Ramai… ramai sekali. Apa yang terjadi?

 

“Hey tolong orang itu. Dia terluka!”

 

“Cepat panggil ambulans!”

 

Terluka? Siapa?

 

Rasanya suasana semakin ramai. Sungmin mencoba menggerakkan tubuhnya, namun tubuhnya tidak mematuhi perintahnya. Bahkan sekujur tubuhnya terasa sakit dan lemah. Dapat Sungmin rasakan sesuatu yang hangat mengalir dari kening dan tubuhnya yang terluka. Darah? Apa ia terluka parah? Apa ia akan mati?

 

Di tengah ketidaksadarannya Sungmin merasa seseorang meraih tubuhnya yang tergeletak tidak berdaya di dalam bus yang terguling. “Hey, kau bisa mendengarku?” tanya pria itu.

 

Sungmin memandangnya samar-samar dan menganggukkan kepalanya dengan lemah.

“Bagus. Bertahanlah sebentar.” kata pria itu.

 

Kemudian Sungmin merasa tubuhnya diangkat, sepertinya pria itu menggendongnya. Lalu terdengar suara deru mobil yang melaju cepat, mungkin pria itu membawanya pergi dengan mobilnya. Menit-menit selanjutnya yang Sungmin tahu ia terbangun di rumah sakit dengan perban yang membalut kepala dan tangannya, juga selang infuse yang menusuk lengan kirinya.

 

Sungmin menoleh, mengedarkan pandangannya sesaat ke seluruh ruangan. Di ruangan kamar rumah sakit yang dingin, putih, steril dan kecil ini Sungmin sendirian. Hanya suara cairan infuse yang meluncur jatuh terdengar memenuhi ruangan ini. Hal pertama yang teringat di kepala Sungmin adalah…dimana orang itu. Pria yang telah menolongnya. Pintu terbuka dan seorang perawat muncul di ambang pintu.

 

“Oh, syukurlah anda sudah sadar,” kata perawat itu terdengar senang dan lega.

 

Sungmin masih terdiam. Perawat itu beranjak masuk dan mendekati Sungmin.

“Cukup mengejutkan ternyata anda masih hidup setelah kecelakaan itu. Sekarang saya akan memeriksa kondisi anda.” kata perawat itu lagi.

 

Perawat itu mengeluarkan stetoskopnya dan meletakkannya di dada Sungmin. Namun ia terkejut saat tiba-tiba Sungmin menepis benda itu. “Tidak ada. Tidak ada,” Sungmin berkata dengan panik, seolah ia baru saja kehilangan benda berharga.

 

“Apa? Anda kehilangan sesuatu?” tanya perawat itu bingung.

 

“Orang itu. Dimana orang yang membawaku ke tempat ini?” tanya Sungmin memandang perawat itu.

 

“Oh, maksud anda pria tampan itu?” kata perawat itu akhirnya mengerti.

 

“Pria…tampan?”

 

“Ya, dia sangat tampan dan memiliki mata yang kecil tapi terlihat dalam dan misterius. Dengan menggendong anda yang terluka, dia membawa anda ke sini. Dengan cemas dia meminta kami untuk segera menangani anda. Dan anda tahu, dia mendesah lega saat kami memberitahu bahwa anda akan baik-baik saja……” celoteh perawat itu dengan riang.

 

Sungmin terdiam sesaat, sedikit terkejut mendengar penuturan dari perawat yang masih asyik berceloteh ini. “Lalu dimana dia sekarang?” Sungmin memotong celotehan perawat itu dengan sedikit tidak sabar.

 

“Eh? Erm…dia baru saja pergi.” jawab perawat itu.

 

“Apa? Sudah pergi?” kata Sungmin terkejut.

 

Perawat itu mengganggukkan kepalanya.

“Dia bahkan membayar biaya administrasi untuk anda.”

 

“Dia membayarnya?”

 

Kembali perawat itu menganggukkan kepalanya. Sungmin mengerjap sesaat, terkejut. Lalu tiba-tiba ia menepis saat si perawat kembali menempelkan stetoskop di dadanya, kemudian ia mencabut selang infuse yang menusuk lengan kirinya.

 

“Apa yang anda lakukan?” tanya perawat itu terkejut.

 

Sungmin tidak menjawab dan meloncat turun dari ranjang. Dengan segera perawat itu menahan tubuh Sungmin yang hampir limbung. “Anda masih lemah. Sebaiknya anda tetap beristirahat di ranjang.” kata perawat itu.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk berdiri tegak.

“Mungkin dia belum pergi jauh.” gumam Sungmin.

 

“Apa?” kata perawat itu mengernyit tidak mengerti.

 

Sungmin menepis tangan si perawat yang menahan tubuhnya dan beranjak keluar dari kamarnya, mengabaikan panggilan dari si perawat yang memintanya untuk tetap di kamar. Sungmin melangkahkan kakinya menyusuri lorong-lorong rumah sakit seraya mengedarkan pandangannya mencari sosok itu.

 

Beberapa kali Sungmin hampir limbung karena kondisi tubuhnya yang masih lemah. Namun Sungmin terus melangkahkan kakinya menyusuri lorong demi lorong rumah sakit yang terbentang seakan tidak ada ujungnya. Hingga akhirnya sosok itu ia temukan. Berjalan dengan tenang melewati setiap orang. Sungmin tersenyum dan mengejarnya, namun sayangnya sosok itu menghilang ke dalam lift.

 

“Tunggu-“ teriak Sungmin.

 

Namun pintu lift sudah tertutup. Sungmin memandang dengan cemas lift yang terus turun melewati setiap lantai, sepertinya dia menuju lantai 1. Kemudian Sungmin menekan tombol lift yang lain. Namun pintu lift itu tidak kunjung terbuka. Sungmin tidak bisa menunggu, ia akan kehilangan sosok itu.

 

Tidak ada pilihan selain turun melalui tangga. Sungmin mencoba menuruni setiap anak tangga dengan cepat, mengabaikan nafasnya yang mulai lelah, mengabaikan rasa sakit di tubuhnya. Hingga akhirnya ia mencapai lantai 1. Sungmin mengedarkan pandangannya. Tidak ada, sosok itu tidak terlihat dimana pun. Apa dia sudah pergi?

 

Namun kemudian matanya menangkap sesuatu. Sosok yang di carinya sejak tadi. Dia melangkah dengan tenang menuju pintu keluar. Dia akan segera pergi. Dengan segera Sungmin mencoba mengejarnya.

 

“Hey, tuan tunggu sebentar.” panggil Sungmin.

 

Namun pria itu terus melangkahkan kakinya dengan tenang, tidak mendengar Sungmin yang memanggilnya dari belakang. Sungmin terus memanggil seraya berlari, namun pria itu tetap tidak menghentikan kakinya. Sungmin berhenti berlari dan mendesah kecewa saat akhirnya pria itu benar-benar pergi, menghilang dari pandangannya. Sungmin bahkan belum sempat berterima kasih.

 

“Sungmin ssi,” panggil seorang perawat.

 

Sungmin menoleh. Itu perawat yang tadi. Dengan tegopoh-gopoh ia berlari mendekati Sungmin. Sungmin memandang perawat itu.

 

“Astaga Sungmin ssi, anda dari mana saja? Saya mencari anda sejak tadi. Anda tidak boleh berkeliaran seperti ini, apalagi berlari. Anda masih lemah dan butuh banyak istirahat.” kata perawat itu.

 

Sungmin hanya diam dan membiarkan perawat itu membawanya kembali ke kamar rawatnya. Sungmin kembali berbaring di ranjang pasien dan memandang langit-langit kamar dengan kecewa, sementara perawat itu sedang memasang selang infuse kembali di lengan kirinya. Sungmin menghela nafas kecewa. Orang itu telah pergi tanpa membiarkan Sungmin berterima kasih, bahkan tanpa Sungmin tahu namanya.

 

“Namanya Yesung,” kata perawat itu tiba-tiba.

 

“A-apa?” tanya Sungmin menoleh memandang si perawat.

 

Perawat itu tersenyum dengan lembut.

“Pria yang menolongmu itu, saat membayar administrasi dia menulis namanya. Dan namanya Yesung, Kim Yesung.” kata Perawat itu memberitahu.

 

Sungmin mengerjap memandang perawat itu, seolah ia baru saja mendengar suatu hal yang menakjubkan. Perawat itu menyelimuti tubuh Sungmin dan kembali tersenyum. “Baiklah Sungmin ssi, jika anda beristirahat dengan baik anda bisa keluar dari rumah sakit lebih cepat. Semoga kelak, kau bertemu lagi dengan orang itu. Permisi.” kata perawat itu lagi.

 

Lalu perawat itu beranjak pergi. Dan Sungmin tersenyum. Entah kenapa, ia merasa senang. “Yesung…” gumam Sungmin memandang langit-langit kamar.

 

Sejak hari itu, setiap waktu yang di lewatinya, Sungmin selalu berharap dapat bertemu kembali dengan orang itu. Yesung, nama itu begitu Sungmin hafal. Dan mata kecil itu terkesan dalam, misterius dan tidak terlupakan.

 

Hingga suatu hari di awal musim panas ini, sosok itu ditemukan. Pria itu sedang duduk di taman seorang diri. Mata kecilnya memandang penuh arti pesawat yang melintasi langit sore itu, seolah dia sedang menunggu seseorang.

 

Cukup lama Yesung memandang langit sore, dan kemudian dia beranjak pergi. Sungmin melangkah 1 meter di belakang Yesung, mengikutinya hingga sampai di café bernama Key café. Yesung memasuki café itu, sementara Sungmin memperhatikan dari luar.

 

Seorang pria dengan pipi chubby yang menggemaskan menyambut kedatangan Yesung.

“Ah…kau dari mana saja, hyung? Kami kerepotan di sini.” Ia berkata sambil merengut, yang membuat pipi chubby-nya nampak lebih menggemaskan.

 

Yesung hanya tersenyum seraya memakai apron miliknya. Sementara itu Sungmin masih memperhatikan dari luar, dengan sebuah perasaan antuasias yang tiba-tiba saja muncul. Ia menatap Yesung yang mulai sibuk bekerja, dan tersenyum senang.

 

“Ternyata dia bekerja di sini.” gumam Sungmin.

 

Flashback end

 

Sungmin masih berdiri di depan café, menimbang-nimbang apakah sebaiknya ia masuk? Hampir setiap hari kakinya membawanya ke tempat ini, dan perjalanan itu selalu berakhir dengan Sungmin yang berdiri di depan café. Namun 15 menit kemudian ia hanya memandang ke dalam dan lalu beranjak pergi. Apakah hari ini akan kembali seperti itu?

 

Suara denting lonceng kecil terdengar saat pintu café terbuka. Yesung keluar untuk membuang sampah. Ia memandang Sungmin sesaat sebelum membuang sampah, dan kemudian ia beranjak kembali ke dalam café. Sungmin membuka mulutnya untuk memanggil Yesung, namun kemudian mulutnya kembali tertutup. Sungmin mendesah pelan.

 

Yesung menghentikan kakinya dan menoleh memandang Sungmin yang bersiap melangkahkan kakinya pergi.  “Hey kau…” panggilnya.

 

Sungmin menoleh, sedikit terkejut karena Yesung memanggilnya.

“A-aku…?” tanya Sungmin.

 

“Ya, kau.” jawab Yesung sambil menunjuk Sungmin.

 

Sungmin mengerjap memandang Yesung dan merasa sedikit gelisah, karena pria tampan bermata kecil itu sedang memperhatikannya. Mata kecil itu memang terkesan dalam dan misterius. Entah kenapa, Sungmin menyukainya.

 

“Kenapa tidak masuk saja?” tanya Yesung.

 

“A…apa?” kata Sungmin.

 

“Aku memperhatikanmu. Kau selalu datang, tapi hanya berdiri di depan café dan lalu pergi. Jika memang ingin masuk kenapa kau ragu begitu? Kenapa kau tidak masuk saja?”

 

Sungmin terkejut. Selama ini Yesung memperhatikannya? Dia menyadari kehadirannya?

“Apa? A-aku…” Sungmin memainkan jarinya, merasa malu.

 

Yesung beranjak mendekati Sungmin dan memperhatikan pemuda manis itu dari dekat, membuat Sungmin kembali merasa gelisah karena mata kecil itu. Apa Yesung akan mengingatnya?

 

“Kau…siapa namamu?” tanya Yesung.

 

“…Sungmin. Lee Sungmin” jawab Sungmin.

 

Yesung kembali terdiam sejenak. Kemudian sambil tersenyum ia berkata,

“Hari ini kami punya menu spesial. Karena itu, mampirlah Sungmin ssi.”

 

Sungmin memandang Yesung dengan kecewa. Ternyata pria bermata kecil itu tidak ingat dengannya.  “Sungmin ssi?” tanya Yesung di ambang pintu.

 

Sungmin masih memandang Yesung, berusaha menyembunyikan kekecewaannya. Yah, mungkin tidak ada salahnya jika ia masuk ke dalam café ini. Mungkin dengan begitu, kelak Yesung akan ingat dengannya.

 

Lalu Sungmin tersenyum.

“Ya, aku akan mampir.” katanya, kemudian ia beranjak masuk ke dalam café bersama Yesung.

 

t.b.c

42 thoughts on “Step to confession / part 1

  1. ah keliatannya min suka yesung ya sampai ga buka hati buat kyu /.\
    Tapi itu mungkin rsa suka hanya sbtas rasa terimakasih krna telah menyelamatkan sungmin mungkin?
    Dan semoga kyu bisa menerobos masuk ke hati ming ahayde xD
    Lanjut ya thor~

  2. Wah, Ming suka yeye…..karena yeye hero nya, hihihihi….
    Tapi yeye udah jd milik wookie kah?
    dan kyu yg tergila2 ma ming tentu saja akan kecewa klo tau kenyataan ini,
    tapi fic ini akan berakhir dg KyuMin kan?

  3. Aku harap di akhir nanti,Min bersama Kyu……..yah walau sekarang Min meyakini bahwa Yeye-lah yg di sukai-nya.
    Dan sepertinya Zhoumi menyukai Kyu,sementara Kyu-nya berusaha untuk meraih cinta Ming……
    Aigooooo…..ini akan rumit,dan tentu saja Kyu harus berusaha lebih keras untuk Min…..
    Di tunggu next chapt……:D

  4. Kyuhyun kasian bgt cie..
    Ming itu ga peka atau gmn cie ????
    Padahal kyu dh jelas2 nunjukin klo mang dia suka sama ming…
    Dan zoumi… knp dia melototin ming terus ya????
    Apa dia suka sama kyu ????

    Ming kyanya bener2 tutup hatinya buat orang lain…
    Yg di lihat sama mata dan hatinya cm yesung…
    Tp yesung aja ga inget sama dia…

    Penasaran….
    Lanjut min kecil….

  5. Kyu seenaknya ma Ming tapi tingkah nya dia ya seenaknya malah lucu bgt,,
    Ming dia ga peka atau pura2 ga peduli yah ma sikap Kyu ke dia yang bahkan terang2 bgt itu..
    mmh Ming menyukai Yesung karena Yeye pernah menolong dia saat kecelakaan,,
    kisah cinta yg rumit sepertinya Kyu menyukai Ming, Ming menyukai Yesung dan sepertinya Zhoumi menyukai Kyu lalu apa Yesung sudah mempunyai orang yg dia sukai??

  6. Aaaa… aku sukaaa…
    Zhoumi suka kyu ya?? Koq sikapnya gitu sma ming,
    Asiiiiik ming bkal jd rebutan#plakk
    Next asaaaap

  7. Wah.. Ada asupan baru dari Min kecil😀 summary nya sangat bikin penasaran. Aku suka karakter Kyu d sini. Kira.kira taruhan apa yg membuat Min nikah ama Kyu? Trus kok Yesung lupa ama ming? Masih samar nih /ya iyalah wong baru chap 1 ini,kepo/😀 kekeke
    keep writing ya!

  8. ming cintanya sma yesung … Kasian dong si kyu yg udah tulus cinta ma dia😦 semoga aja ming cpet sadar kalo kyu emang beneran tulus sma dia, trus mau bka hatinya buat kyu …
    dan masalah zhoumi, saya curiga kalo dia itu suka sama kyu …

  9. Itu… Perasaan Sungmin ke Yesung pasti cuma sebatas kagumkan, atau merasa berhutang budi sja.
    Kyu jgn d biarin tuh.
    Ah di part awal ini aja Kyu udah agresif apalagi kedepannya yah… Hohoho bisa hbis si bunny…

  10. Kyu suka Min, Min suka Yesung, Yesung suka aku *plakk xD
    hmmm, kek nya Zhoumi naksir Kyu yah? Omg, kasian ming, masa diplototin gtu…!

    Penasaran min eon, kajja lanjut~
    SEMANGAT!!!

  11. Waaaoooww…
    Aku suka karekter kyuhyun d’sinii~~
    Cheeessyy, nakal_nakal’ny anak kecil, perhatian, penuh kejutan, ahh sulit d’deskripsikan detail’ny dan aku suka<33

    namun sayang sungmin udah terlanjur suka yesung ya sampe ga peka gthu yg uda jelas_jelas ada sesuatu ama sikap kyuhyun😦

    Itu yesung nunggu seseorang yg dia suka kah?? Wookie??

    Lanjjuuuuttt pppaallliii

  12. Waktu bicarain ttg fanfic ini (ada fic baru yg blm kubaca aaaaa) tetiba terpublish part 2nya hehehe -.-v

    Kyuhyun gimana2 perlakuannya manis banget ke sungmiin >0<
    Zhoumi suka Kyu atauapa? O.o mencurigakan *elus2 dagu*
    Trs ttg yesung dan sungmin
    Yesung ga mengingat sungmin? O.o atau pura2 lupa atau bgmn?

    Ah Dx nanti hrs baca lanjutannya TAT

  13. eehhhh?? Jd yg nolong Ming itu Yesung yah? Tp knpa Yesung mlah melupakan Ming? Gak mungkn deh^^
    Aishhhhh knpa si Gyu kerjaannya nyosor2 bibir Ming mulu sh*blusshing* dan PABBO-nya si Ming malh gk paham2 kl Gyu itu Suka ma Dia,dasar gak Peka nh Bunny Bohai Tercintaaa..
    Tunggu.. It sikap Zhoumi Mencurigakan deh>< jangan-jangan.. Zhoumi Suka ma Gyu kah??

  14. kkkkk… itu zhoumi naksir kyu??? mwo??O_o
    kkkk… mungkin ming merasa trimaksh ama yesung.
    itu ming sma kyu balum pcran?? kok kyu main nyosor aja?? *plak*
    lanjuuuuuuttt

  15. Aigo..ming emg gak peka ato emg benar benar peka,#plak
    Padahl kyu udh caper caper bgt.. Tp aja.gak menyadari..

    Kykny zhoumi suka deh. Ama kyu..? Klu gak ngapain klu kyumin kelhatanx gak suka..T_T

    Ya napa yeye bisa lupa ingatan….
    Hrus ingat tu.pertaruhan kyumin biar luruh….

  16. Aku baru baca~ hehehe
    wah ini ming suka yesung, kyu suka ming, zhoumi sepertinya suka kyu…yesung sepertinya sudah ada seseorang di hati…yg ditaman itu yg yesung mandang pesawat entah kenapa aku merasa dia sedang menunggu -merindukan- seseorang..wookie ya.?? #ini sotoy bgt sumpah😄
    lanjut ke part 2 dulu~~

  17. dpt rekomendasi ff ini
    kyuhyunnya lucu
    secara terang2 nunjukin cintanya buat min
    sayangnya min masih suka sama yesung
    kayanya ceritanya bakal lucu dan nyesek
    engga sabat baca chap selanjutnya
    lanjut baca dulu

  18. asyikkkk~^o^~ ada ff baru xD
    bakal seru nih ceritanya xD

    eh? Sungmin suka sama Yesung? :O kok tumben :O biasanya di ff2 langsung kecantol sama kyuhyun xD wakwak xD
    tapi gapapa, yemin boleh juga untuk pemanasan/?😄
    nexxttttttt ><

  19. waaaa~~
    kliatannya Kyu ga akan gampang dpetin Ming xD
    scara Ming ada Yesung trs kliatannya Zhoumi suka sma Kyu :DD
    jarang nemuin fic tema kaya gini . Daebak thor !!! ((:

  20. ah iya pernah baca ini aku…
    Kyu maen sosor aja.
    Zhoumi demen tuh ma Kyu sampe dia melototin Ming kek gt, iri eoh????

    Ini aslinya dah tamat lum y Min kecil??

  21. ming suka sama yesung. kyu suka sama ming. dan zhoumi sepertinya suka sama kyu.
    cinta segi empat dong #plakk
    tp sepertinya yesung udah punya seseorang yg disukainya *sotoy
    semoga ming bisa buka hatinya untuk kyu.

  22. Min Kecil,aq ijin baca ffnya yg ini ya🙂

    Karakter sungmin disini sptnya kelewat polos ya. Kyu suka sama dia tp dianya ga nyadar. Zhoumi ga suka liat dia aka cemburu tp sungmin jg ga nyadar..
    Skrg ttg perasaannya k yesung, aq yakin dia pasti ga tau jg itu apa..^^’

    Lanjut yaaaa…

  23. Bca summary-a… gmna klo umin terima taruhan-a kyu buat blng ska k yeye sbelum prnikahn kyumin. Klo yeye juga ska umin bkal runyam… tp umin gk gtw ya klo kyu cnta dia… dan psti-a zoumi ska ma kyu..

  24. Uwohhhh..sungmin-ah kau tau tidak sih kalo kyuhyun menyukaimu nak??Polos banget kamu nak ==’
    Ehm,.sejauh ini menurutku mimi-ge suka kyuhyun,kyuhyun suka sungmin,sungmin suka yesung? Err..mungkin
    lanjut🙂

  25. Kyu ~ xD
    Perhatian kyu ke ming aku suka x3 tapi mingnya yg ga sadar .__. Emmm
    Zhouminya di sini, errr .-.

    Ah tapi ming sudah suka seseorang ya T~T yesung yang misterius yang telah menolongnya😐

    Aaaaa

  26. Ya ampun kecil eon, aku baca fic ini gak berurutan -_- masa dr chapter tiga ke satu. ya ampun. pabbo -_____-

    jadi ini awalnya, jadi Yesung yg menolong Sungmin. berarti bukan Sungmin yg yesung tunggu. hmhnhm~~~
    dan ya ampun Kyu! hahahaha
    bagus! aku suka Kyu yg seperti ini haha
    nah kan! pasti si zhoumi naksir Kyu. ck jangan begitulah Mimi ge~ kasian Sungmin ditatap tajam begitu~~

  27. aku lupa aku sma jlan ceritanya.. dan pas kasih ling yg chap 4nya jadi bingung.. jadi aq baca dr awal lagi… hihihihiihihi..
    ntu zhoumi pasti sukakyu ya -.-
    yh ampun padahal ming cuma dngr suara yeye dan mata kecilnya ntu, tapi udah kaya cinta gtu k yeye.. kyu msri bkrja keras buat ming cinta dia.. hahahaha, brusahalah cho…

  28. jiailaahhh smbarangan cium bibir aje km kyu ckckck
    tapiii ternyata sungmin suka ke yesung…
    okeeghh…
    semangad untuk mari mengejar cinta sungmin kekeke
    lanjjuutt

  29. kyu sedikit kekanakan…kasian juga. dia yg ngejar2 min y…tp min biasa aja…
    min suka yesung…yesung telah mengambil alih perhatian min lebih dulu😦
    tp aku juga gitu dulu waktu awal jadi elf..yesung mah my first love❤❤❤ *aduh jd curcol -_-
    hmm mimi gege suka ama kyu yah..sebegitu.a -_-
    lanjut ah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s