Step to confession / part 2

Gambar

Pairing : KyuMin / YeMin || Genre : Romance || Length : Chaptered ||Warning : Boys love, shounen-ai || Disclaimer : Story belong to me, KyuMin belong each other || Summary : Kyuhyun dan Sungmin bertaruh, yang membuat Sungmin terpaksa setuju untuk menikah dengan bosnya itu. Tapi diam-diam Sungmin menyukai seseorang yang pernah menyelamatkannya dulu, yaitu Yesung. Sayangnya Yesung tidak ingat pada Sungmin. Di hari pernikahan, Kyuhyun kembali mengajak Sungmin untuk bertaruh. Kyuhyun menantang Sungmin untuk menyatakan perasaannya pada Yesung sebelum pernikahan mereka di mulai. Berhasilkah Sungmin?

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

part 2

 

“Hyung…Yesung hyung…”

 

Suara itu…memanggilnya. Rasanya rindu sekali.

 

“Kau…tetaplah bersamaku. Kita bersama hyung…”

 

Tangan putih itu, tangan mungil yang hangat itu tersodor padanya. Kapan terjadinya yah?

 

Bias matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah tirai jendela. Suara detik jam terdengar seakan memenuhi ruangan kamar yang tenang ini. Yesung masih terduduk di ranjangnya, ia memandang telapak tangannya. Entah sudah berapa lama ia melakukan hal itu, seolah sedang mengingat sesuatu yang pernah mengisi tangannya yang kosong ini. Tangan yang putih dan hangat. Seolah Yesung masih ingat bagaimana rasanya ia menggenggam jemari yang mungil itu di dalam tangannya.

 

Ia menutup telapak tangannya dan mendesah pelan. Lalu beranjak turun dari ranjang dan berjalan ke jendela. Ia menarik tirai dan membuka jendela, membiarkan udara pagi yang sejuk memasuki kamarnya yang dingin. Kamar yang terasa penuh oleh ingatan-ingatan yang berusaha ia abaikan, meski pada akhirnya ia membiarkan dirinya kembali bermain sejenak dengan ingatan-ingatan itu. Ia memandang keluar jendela. Sang matahari pagi bersinar hangat di langit pagi. Sejenak ia terdiam memandang pesawat yang melintasi langit pagi dengan tenang. Mata kecilnya terus menatap pesawat itu hingga menghilang dari pandangannya.

 

“Sudah pagi…” Yesung bergumam pelan. Lalu ia kembali memandang tangannya yang kosong.

 

Rasanya lama sekali, seolah ia sedang menunggu seseorang. Menunggu? Siapa? Siapa yang ia tunggu? Dan segera kepalanya mengoreksi pertanyaan itu. Seharusnya, kenapa ia masih menunggu?

 

“Selalu, seperti laut dengan pantainya. Kau adalah milikku, Yesung hyung…kau adalah milikku”

 

????

 

Siang ini, ketika jam makan siang tiba, Kyuhyun kembali menemukan ruangan Sungmin yang kosong. Dan yang lebih mengecewakan Kyuhyun adalah ketika salah seorang pegawainya memberitahunya bahwa Sungmin makan siang di luar, lagi. Kyuhyun merengut kecewa. Tadinya ia ingin mengajak Sungmin makan siang bersama, tapi ternyata pemuda manis itu sudah pergi lebih dulu. Ia mendesah kecewa dan beranjak pergi meninggalkan ruangan Sungmin yang kosong sambil berusaha menghubungi ponsel Sungmin. Tapi Sungmin tidak menjawab teleponnya. Kyuhyun mendengus kesal.

 

“Aissh, pergi kemana dia? Kenapa sih akhir-akhir ini Sungmin selalu makan siang di luar? Menyebalkan.” gerutu Kyuhyun.

 

Sekarang terpaksa ia harus makan siang sendirian, tanpa Sungmin. Tapi ia paling tidak suka makan sendirian. Mungkin ia bisa mengajak beberapa teman lainnya untuk makan siang bersama di luar. Ketika ia sedang melihat daftar kontak di ponselnya, menentukan siapa yang akan ia ajak untuk makan siang bersama, seseorang menepuk bahunya. Kyuhyun menoleh dan melihat Donghae, sahabatnya sejak SMA yang juga bekerja di perusahaan ini.

 

“Ada apa dengan wajahmu, Kyu? Jelek sekali.” Cibir Donghae dengan nada bercanda.

 

Kyuhyun hanya mendengus lalu kembali pada daftar kontak di ponselnya. Donghae berjalan di samping Kyuhyun dan mengamati raut kecewa di wajah presdir muda itu. “Pasti dicampakkan Sungmin lagi.” Tebaknya kemudian sambil terkikik.

 

Kyuhyun mendelik memandang Donghae.

“Aku tidak dicampakkan. Aku hanya terlambat, dia sudah pergi lebih dulu,” katanya. Lalu ia menambahkan dengan kesal. “Dia makan siang di luar lagi.”

 

“Lagi?” Donghae menaikkan satu alisnya, nampak sedikit heran.

 

Kyuhyun menganggukkan kepalanya dengan kecewa.

“Aku tidak mengerti, akhir-akhir ini dia suka sekali makan siang di luar. Yang kudengar dari beberapa pegawai yang bekerja di lantai yang sama dengan Sungmin, Sungmin selalu nampak senang setiap kali jam makan siang tiba. Apa mungkin dia sudah memiliki kekasih baru?”

 

“Mungkin saja.” sahut Donghae.

 

Kyuhyun terdiam, sedikit menunduk menatap ponselnya. Wajahnya nampak sedikit cemas. Layar ponsel itu masih menunjukkan daftar kontak. Kyuhyun menggerakkan jarinya, menyentuh tombol pada layar sentuh di ponsel itu untuk keluar dari daftar kontak dan kembali ke menu utama, lalu menyimpan benda itu di sakunya.  

 

Donghae melirik sahabatnya itu.

“Itu ‘kan baru kemungkinan. Tapi jika Sungmin memang sudah memiliki kekasih baru, apa yang akan kau lakukan?” tanyanya kemudian.

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan tersenyum.

“Selama dia masih belum menikah, aku masih memiliki banyak kesempatan untuk membuatnya menjadi milikku. Aku punya banyak cara untuk itu.” jawabnya.

 

Donghae terkekeh dan memukul pelan bahu Kyuhyun. Lalu ia merangkul bahu Kyuhyun dan berbisik di telinganya, “Kalau begitu, kau bisa mengandalkanku. Aku pernah berjanji padamu, kan? Dan aku pasti akan menepatinya.”

 

Kyuhyun hanya tersenyum.

“Yah, karena siang ini kau dicampakan Sungmin lagi, bagaimana jika kau makan siang bersamaku saja? Dan jika boleh, malam ini aku menginap di rumahmu lagi ya?” Donghae berkata lagi.

 

Kyuhyun mendelik memandang Donghae.

“Aku tidak dicampakkan,” katanya dengan kesal. Sejenak ia terdiam, lalu menyeringai kecil pada Donghae. “Kalian masih bertengkar, eoh?”

 

Donghae melepaskan rangkulannya di bahu Kyuhyun dan mendesah frustasi.

“Hyukie marah lagi dan melarangku untuk pulang. Dia bilang untuk sementara kami pisah rumah. Dia membuatku gila!”

 

Kyuhyun terkekeh.

“Sekarang apalagi? Wanita mana lagi yang kau rayu dan membuat ‘istrimu’ itu menjadi marah, eoh?” katanya menggoda.

 

Donghae merengut memandang sahabatnya itu.

“Tertawamu itu menyebalkan.” ujarnya, berdecih kesal.

 

Perlahan Kyuhyun menghentikan tawanya dan menepuk pelan bahu Donghae.

“Yah, apa boleh buat. Ayo kita makan siang bersama, tapi kau yang traktir ya.”

 

“Hey, hey…berhenti berlagak miskin, presdir.” Cibir Donghae.

 

Kyuhyun hanya mengangkat bahu dengan santai. Donghae mendengus.

“Baiklah, kali ini aku yang traktir.” Kata Donghae mengalah dan Kyuhyun tersenyum lebar. Yah, lebih baik daripada ia harus makan siang sendirian. Sendirian itu membosankan.

 

????

 

Sungmin menghentikan kakinya di depan Key café. Suara lonceng kecil terdengar berdenting saat ia membuka pintu café. Ia beranjak masuk dan segera menemukan sosok Yesung dengan apron merah yang membalut tubuhnya, berdiri di balik meja kasir. Yesung mengangkat kepalanya dan tersenyum saat melihat Sungmin yang berjalan menghampiri meja kasir.

 

“Kau datang Sungmin ssi.” kata Yesung tersenyum menyambut saat Sungmin telah berdiri di depannya.

 

“Ya, aku sedang istirahat makan siang.” kata Sungmin tersenyum, merasa senang karena siang ini ia bisa melihat pria bermata kecil itu lagi.

 

“Apa kau mau mencoba menu spesial kami hari ini? Hari ini ada Chicken Cordon Blue spesial dan Frozen Cappuccino.”

 

Yesung menawarkan dengan semangat, membuat Sungmin tersenyum kecil melihatnya.

“Tentu saja. Aku pesan itu.”

 

Yesung tersenyum puas lalu memasukkan pesanan Sungmin ke komputer kasir. Setelah membayar, Sungmin beranjak duduk. Ia memilih meja di dekat jendela. Sambil menunggu pesanannya datang ia mengedarkan pandangannya ke seluruh café. Hari ini café nampak tidak terlalu ramai. Lalu mata foxy-nya berhenti pada Yesung yang sedang melayani pesanan dari para pembeli yang mengantri. Pria bermata kecil itu melayani dengan baik, ramah dan tidak lupa untuk selalu tersenyum. Sungmin tersenyum kecil melihatnya dan berpikir, what a cute guy,

 

Lalu Yesung beranjak pergi meninggalkan meja kasir, membiarkan temannya menggantikan pekerjaannya. Sejenak Yesung menghilang dari pandangannya dan Sungmin bertanya-tanya di dalam pikirannya, dimana pria itu. Sungmin sedikit tersentak saat alat pemanggil miliknya bergetar, menandakan bahwa pesanannya telah siap. Saat ia berdiri dan hendak mengambil pesanannya di kasir, Yesung muncul dengan membawa nampan di tangannya. Sungmin menatap dengan bingung, apakah nampan itu berisi pesanan miliknya? Karena Yesung sedang berjalan menuju mejanya sekarang.

 

Sungmin duduk kembali ketika Yesung benar-benar telah berdiri disamping mejanya dan meletakkan sepiring chicken cordon blue special yang lezat dan segelas frozen cappuccino yang dingin dihadapannya.

 

Chicken cordon blue dan frozen cappuccino. Nah, selamat menikmati, Sungmin ssi,” Kata Yesung dengan tersenyum ramah pada Sungmin. “Sekarang, bisa aku minta kembali alat pemanggilnya?”

 

Sungmin tersenyum kecil lalu memberikan alat pemanggil miliknya.

“Terima kasih.” Katanya.

 

Yesung kembali tersenyum ramah sekali lagi sebelum ia membalik tubuhnya.

“Ah, Yesung ssi…” panggil Sungmin ketika Yesung akan beranjak pergi.

 

Yesung berhenti dan berbalik memandang Sungmin.

“Ada lagi yang kau butuhkan?” tanyanya.

 

“Eh…tidak, tapi…” Sungmin berkata dengan gugup.

 

Yesung hanya memandang Sungmin menunggu pemuda manis itu mengumpulkan kata-katanya. Jika saja Yesung tahu bahwa mata kecilnya itu sedang membuat Sungmin gugup dan berdebar-debar. For God sake, Sungmin menyukai mata itu.

 

“kau butuh sesuatu Sungmin ssi?” tanya Yesung lagi.

 

Sungmin menarik napas perlahan, berusaha menenangkan debaran-debaran nakal di dalam dadanya. Lalu seraya berusaha terdengar tenang dan sedikit berharap pada keberuntungannya, ia berkata,

 

“Eh…apa kau sedang sibuk? Maksudku…maukah kau menemaniku makan? Sebenarnya…aku tidak begitu suka makan sendirian.”

 

Yesung terdiam selama beberapa menit dan hanya memandang Sungmin. Sungmin menjadi cemas. Apa Yesung akan menolak permintaannya? Apa ia sudah berlaku tidak sopan karena permintaannya itu?.

 

Yesung menoleh sesaat ke arah kasir, memberi isyarat pada temannya yang sedang berjaga di kasir, lalu kembali memandang Sungmin dan akhirnya berkata, “Kurasa…itu bukan masalah.” Pria bermata kecil itu tersenyum, membuat Sungmin merasa lega.

 

Yesung menarik kursi di samping Sungmin dan beranjak duduk.

“Terima kasih.” kata Sungmin tersenyum senang, dan berterima kasih dalam hati pada keberuntungannya.

 

Mereka mulai mengobrol hingga tanpa terasa makanan di piring Sungmin telah kosong, juga gelas itu, yang rasanya kosong dengan cepat. Sungmin memandang jam tangannya, ini saatnya ia kembali ke kantor. Sungmin merasa sedikit kecewa, kenapa waktu terasa begitu cepat? Sedangkan ia masih belum merasa puas bersama pria bermata kecil ini, dan Yesung masih juga belum mengingatnya.

 

“Aku harus kembali ke kantor, jam makan siang sudah hampir habis. Erm…terima kasih sudah menemaniku makan Yesung ssi.” kata Sungmin.

 

“Bukan masalah. Aku senang mengobrol denganmu, dan oh…kau boleh memanggilku hyung jika kau mau. Aku lebih tua darimu bukan?” kata Yesung.

 

Sungmin sedikit terkejut mendengar penuturan Yesung.

“Eh? Benarkah itu?”

 

Yesung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Sungmin terdiam sesaat sebelum kemudian ia mencoba memanggil Yesung dengan sebutan hyung. “…Yesung hyung.” Ugh, suaranya terdengar bergetar karena malu dan debaran-debaran nakal itu terasa lagi di dalam dadanya.

 

Yesung tersenyum dan menepuk pelan kepala Sungmin.

“Terdengar lebih baik…Sungmin.”

 

Sungmin mengerjap sesaat, kemudian tersenyum senang. Ia merasa senang karena diperbolehkan memanggil Yesung dengan sebutan hyung tanpa embel-embel formalitas, juga saat Yesung menyentuh kepalanya meski hanya tepukan pelan. Jika saja pria bermata kecil ini tahu semua itu membuat debaran-debaran nakal itu semakin terasa keras, tapi semoga dia tidak menyadarinya.

Yesung mengantar Sungmin hingga ke depan café. Saat Sungmin melangkahkan kakinya meninggalkan café itu, debaran-debaran nakal itu masih terasa mengiringi setiap langkah kakinya. Sungmin tersenyum kecil. Namun saat perlahan akhirnya debaran-debaran nakal itu menghilang, Sungmin mendesah dan berpikir, kapan pria bermata kecil itu akan mengingat dirinya?

 

????

 

Malam telah turun sejak tadi dan perlahan kian larut. Satu persatu para pegawai telah beranjak pulang, namun masih ada satu orang yang tetap sibuk di balik meja kerjanya. Sungmin berusaha menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin, namun kemudian ia berhenti saat perutnya berbunyi seperti alarm yang mengingatkan bahwa ia belum makan malam, bahkan ini sudah lewat dari waktu makan malam.

 

Sungmin berusaha menahan rasa laparnya dan kembali melanjutkan pekerjaannya. Semua berkas-berkas ini tidak bisa menunggu hingga pagi nanti tiba. Seseorang membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam ruangannya. Sungmin tidak perlu mengangkat kepalanya untuk mencari tahu siapa orang itu. Itu sang presdir muda, Cho Kyuhyun.

 

“Kupikir kau sudah pulang sejak tadi.” Sungmin berkata tanpa mengangkat kepalanya dari layar komputer.

 

“Aku kembali untuk mengambil beberapa dokumen yang tertinggal,” sahut Kyuhyun menghentikan kakinya di depan meja Sungmin.

 

Sungmin mengangkat kepalanya dari layar komputer yang telah ia tatap sedari tadi, dan tersenyum mendengus memandang Kyuhyun seolah ia tidak percaya dengan ucapan presdir muda itu.

 

“Baiklah. Aku sedang mencari PSP milikku yang disita oleh Zhoumi.” Kata Kyuhyun mengaku.

 

“Lalu kau sudah menemukannya?” tanya Sungmin.

 

“Belum. Entah dimana dia menyimpan benda itu, aku tidak menemukannya dimana pun.” Jawab Kyuhyun merengut.

 

Sungmin hanya tertawa dan kembali pada komputernya. Kyuhyun meletakkan sebuah bungkusan yang di bawanya di atas meja Sungmin dan beranjak duduk. Sungmin menoleh dan memandang bungkusan itu.

 

“Apa itu?” tanya Sungmin.

 

“Makan malammu. Kau pasti belum makan sejak tadi bukan?” jawab Kyuhyun.

 

Sungmin membuka bungkusan itu yang isinya adalah sekotak makanan dan beberapa kaleng beer. Sungmin memandang ragu sesaat kemudian menggelengkan kepalanya. Ia bisa menahan lapar, tapi pekerjaan ini tidak bisa.

 

“Uum…terima kasih Kyu, tapi aku tidak lapar.” kata Sungmin berusaha menolak.

 

“Benarkah?” kata Kyuhyun tidak percaya.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya, namun sayang perutnya tidak bekerja sama. Kyuhyun hanya terkekeh mendengar suara perut Sungmin. Sungmin menekan perutnya berusaha menahan alarm lapar yang dikirimkan oleh perutnya. Sepertinya ia memang tidak bisa menahan rasa lapar ini lebih lama lagi.

 

“Sudahlah Sungmin, makan saja. Jangan menahan lapar seperti itu, kau bisa sakit. Atau jangan-jangan kau sedang diet?” kata Kyuhyun dengan senyumannya yang khas.

 

“Tidak, tidak. Aku tidak sedang diet.” Kata Sungmin dengan cepat.

 

“Kalau begitu habiskan makanan ini. Aku tidak mau besok pegawaiku ini bolos kerja karena sakit.” kata Kyuhyun berusaha membujuk.

 

“Tapi pekerjaanku-“ kata Sungmin terdengar ragu.

 

“Pekerjaan bisa menunggu. Tapi suara itu, kelihatannya perutmu tidak bisa lagi menunggu.” kata Kyuhyun menyeringai karena mendengar suara perut Sungmin yang terdengar semakin keras seolah berteriak untuk minta di isi.

 

Sungmin menekan perutnya dengan malu dan mendesah. Akhirnya ia pun membuka kotak makanan pemberian Kyuhyun dan mulai menikmatinya dengan lahap, ternyata ia memang benar-benar lapar. Kyuhyun tersenyum melihat Sungmin yang menikmati makanannya dengan lahap, kemudian ia beranjak ke jendela. Di luar hujan sedang turun dengan deras, titik-titik airnya memercik dan membasahi kaca jendela.

 

“Hujan.” Kata Kyuhyun.

 

“Eh? Hujan?” tanya Sungmin menoleh.

Sungmin bahkan tidak sadar hujan sedang turun sejak tadi, menerpa bumi dengan deras. Ia memandang keluar jendela dan mendengarkan suara hujan yang turun dengan deras. Sepertinya hujan turun semakin deras, jika seperti ini terus bisa dipastikan Sungmin tidak bisa pulang, begitu juga dengan Kyuhyun. Suara gemuruh terdengar di balik langit malam bersama kilat yang bermain-main. Rasanya suara gemuruh itu terdengar semakin dekat dan dilanjutkan dengan suara petir yang seakan tertawa di balik langit malam. Sungmin meletakkan kotak makanan yang hampir kosong dan memandang Kyuhyun. Ia beranjak mendekati Kyuhyun dengan ragu. Ia benci hujan, dan……

 

Tiba-tiba…

Ctarr!!

 

Kyuhyun terkejut saat sebuah petir besar menyambar, suaranya yang keras seakan memekakkan telinga. Ketika Kyuhyun menoleh ia baru menyadari bahwa Sungmin sudah tidak ada di tempatnya. Kursi itu telah kosong, dan kotak makanan yang hampir kosong itu dibiarkan di atas meja.

 

“Sungmin?” panggil Kyuhyun seraya mencari.

 

Tidak ada jawaban. Kyuhyun berjongkok di belakang meja kerja Sungmin dan akhirnya menemukan pemuda manis itu sedang bersembunyi di sana. Sungmin sedang meringkuk, ia menutup kedua matanya dengan erat seraya menutup kedua telinganya.

 

“Apa yang sedang kau lakukan di sini? Itu hanya petir, dasar bodoh.” Kata Kyuhyun tertawa.

 

Sungmin tidak menjawab ataupun membalas perkataan Kyuhyun, ia menutup kedua telinganya semakin erat saat lagi-lagi terdengar suara petir yang keras. Kyuhyun berhenti tertawa dan memperhatikan Sungmin, lalu tersadar bahwa tubuh itu sedang bergetar. Kyuhyun tersadar, Sungmin sedang ketakutan.

 

“Sungmin, kau takut petir ya?” tanya Kyuhyun, nada suaranya melembut.

 

Sungmin membuka matanya dan menoleh memandang Kyuhyun.

“A-aku benci petir. Petir selalu membuatku takut,” jawabnya, kelihatannya ia hampir menangis.

 

“Kau selalu bersembunyi seperti ini setiap kali mendengar petir?” tanya Kyuhyun lagi.

 

“Aku selalu sendiri sejak kecil. Orang tuaku sibuk dengan pekerjaannya dan sekarang adik lelakiku bersekolah di Jepang. Aku sendirian dan yang bisa kulakukan hanyalah bersembunyi dan menutup kedua telingaku rapat-rapat hingga petir itu menghilang.” jawab Sungmin, kini ia mulai menangis perlahan.

 

Kyuhyun terpaku sesaat, kemudian ia tertawa.

“Bodoh. Jika kau takut, jangan bersembunyi seperti ini. Kau bisa bersembunyi padaku.” Ujarnya.

 

Sungmin memandang Kyuhyun, perlahan kedua tangannya tidak lagi menutupi kedua telinganya. Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Sungmin, dan beberapa detik kemudian pemuda manis itu menerjangnya hingga membuat Kyuhyun jatuh terjungkal ke lantai. Kyuhyun beranjak bangun dan Sungmin memeluknya dengan takut, dia sedang menangis. Kyuhyun tertawa pelan dan memeluk Sungmin.

 

Sungmin memperat pelukannya dengan takut sambil menutup matanya saat setiap kali terdengar suara petir. Ia benar-benar benci petir. Kyuhyun memandang Sungmin yang nampak sangat ketakutan, lalu perlahan ia melepaskan tangan Sungmin yang sedang memeluknya dengan erat. Sungmin membuka matanya dan memandang Kyuhyun dengan pandangan bertanya. Sebelum Sungmin sempat bertanya, Kyuhyun menyumpal kedua telinganya dengan sebuah earphone lalu menyalakan MP3 miliknya. Tidak lama sebuah lagu terdengar mengalun di telinga Sungmin. Sungmin mengerjap sesaat, ini lagu kesukaannya.

 

Sungmin memandang Kyuhyun dan Kyuhyun hanya tersenyum. Kyuhyun memperbesar  volume suaranya hingga suara petir yang mengganggu itu rasanya seolah tenggelam dalam alunan lagu ini. Ia melepas jasnya dan menyampirkannya di atas tubuh Sungmin dan memeluknya dengan erat seolah sedang menjaganya. Perlahan rasa takut itu menghilang dan berganti dengan rasa nyaman. Sungmin menyenderkan kepalanya di bahu Kyuhyun dan memejamkan kedua matanya, tubuhnya tidak lagi bergetar.

 

Kyuhyun tersenyum dan menyenderkan kepalanya di atas kepala Sungmin.

“Kau bisa bersembunyi padaku, Sungmin.” Ujarnya sambil ikut memejamkan matanya.

 

Di luar hujan masih turun dengan deras, membawa suara gemuruh yang menggelegar dan petir yang tertawa di balik langit malam yang gelap. Tapi Sungmin sudah tidak takut lagi. Pelukan Kyuhyun yang hangat membuatnya nyaman, dan lagu ini meredam semua ketakutan itu.

 

Looking in your eyes I see a paradise
This world that I found is too good to be true
Standing here beside you, want so much to give you
This love in my heart that I’m feeling for you

Let ’em say we’re crazy, don’t care ’bout that
Put your hand in my hand baby, don’t ever look back
Let the world around us just fall apart
Baby, we can make it if we’re heart to heart

And we can build this dream together, standing strong forever
Nothing’s gonna stop us now
And if this world runs out of lovers, we’ll still have each other
Nothing’s gonna stop us, nothing’s gonna stop us now


( M.Y.M.P – Nothing’s Gonna Stop Us Now )

 

t.b.c

47 thoughts on “Step to confession / part 2

  1. Yesung hilang ingatan atau gimana yah??

    omo Ming ma Yeye udah lebih dekat sekarang dan perjuangan Kyu bakalan lebih berat..

    Kyaaa Kyu lindungin Ming so sweet bgt, apalagi Kyu bilang kau bisa bersembunyi padaku mengandung makna ambigu ini kekekeke

    lanjutt Min-ssi

  2. Ya Alllahhhhhhh.. Gyuuuu Opppaaaa kau bgt Gentleeeeee bgttttt.. Aku PadaMuuu Dahhhhh*cipokGyu*
    Aishhhhhhh sumpehhhhh cara-mu memeluk dn melindungi Ming dri suara Guntur? It bkn ak Melthing nhh*gigitbantal* biar sederhana bgt tuh momnt.. Enth knpaaa tersaaa gmnaaaaaaa gthuuuu… So Sweet lahhhh Inti-nyaa.. Ayooooo Mingggg Buka-lah Hati-mu untk Gyu yg bgt care dn peduli pdamu.. Lupakan Yesung krna dia sdh milik Wookieeeee.
    Ha.. Ha.. Akhirnya Dou HaeHyuk keluar nh,tp mrka sdh Nikah tuhh.. Ada lanjutannya? Kl adaa di tunggunnn nhhhhhh…

  3. aaah terakhirnya romantis😄
    semoga sungmin bisa cepet suka sama kyuhyun, cepet buka hati untuk kyuhyun😄
    Aku suka bagian akhirnya itu~ kyuhyun pelindung banget kesan nya haha
    cepet dilanjut ya eon ^^

  4. Aih, suka bgt nih!
    baik YeMin moment ataupun KyuMin moment nya…..
    Fic yg romantis…..
    dan malem2 di kantor saat hujan itu menimbulkan nuansa kedekatan dan keromantisan lho….
    kkk…
    ayo dilanjut…………….

  5. adain petir lagi dong. hahahahah…
    ksihan kyu slalu di tinggal makan siang..
    dalam mimpi yeye itu siapa?? trus tantangan unk ming smpe dy nikah sma kyu belum ada ya…

  6. yeye..akhrny,kyumin ada kyumin moment..=)

    Sungguh so swett..cuit cuit..
    Di saat ming nanti.udh mulai suka ama kyu..?
    Yeye ingatanx pulih….

  7. Yesung itu kenapa ya ??? Amnesia atau gmn???
    Ko dia sama sekali ga inget sama ming…. ????
    Sungmin masih suka bgt sama yeye…

    Kyuhyun pantang menyerah bgt buat dapetin sungmin….
    Tp kyanya hati sungmin cm buat yeye aja…

    Tp suka bgt sama part terakhirnya…
    Sweet bgt… like it…
    Tp kyanya part nie agak pendek y min kecil…
    Hehehehehe…

    Update kilat….

  8. wah, yeye oppa ternyata blm ingat. ato memang tak mau mengingat. tapi, sementara ini respon nya udah bagus k ming oppa. apa nantinya ming ama yeye akan punya masa romantisnya juga chingu???

    buat kyu oppa, sepertinya jalan nya mulai terbuka. wlwpn mgkn nanti jalan nya agak gak rata. . .
    sweet n romantic jg ya t’nyata si kyu oppa. suka bgt deh sama sikap hangatnya buat ming opa.
    gud job chingu. ditunggu ni kyumin momentnya. ^_^
    HWAITTING.

  9. Eh.?tebakanku bener ya.?? Hohoho
    dan ending chap ini sweet mak bikin saya blushing ><
    eheheh ngomong2 aku suka karakter kyu yg seperti ini…manis sekaligus kekanakan…hahaha like it like it😄
    next ya~~

  10. Romantissss!!! Hiyaaa, tbc nya cepet amat perasaan??? Aissh, ayolah Sungmin, peka! Peka! Peka! Lihat Kyuhyun! Hhhh~

    min eon, panjangin dikit lah lain kali xD kkk
    yokk semangat next chap!! Panjangin yea~😀

  11. Aaaaaa, kyumin momentnya manis banget, apalgi kyu yg perhatia banget gitu ama ming …
    Moga aja ming bisa buka hatinya buat kyu, karna dia itu ngak cocok kalo sma yesung … Cocokny ama kyu ajahhh …😀

    lanjut …

  12. bagian endingnya sweet banget
    jarang2 baca ff kyu yg sabar gini
    apapun buat sungmin…kyu so sweet sekali
    makin engga sabar gimana akhirnya bisa terlibat pernikahan hehehe
    orang masa lalu yesung siapa ya?
    yesung bener2 engga inget sama min ya?
    padahal kayanya kejadiannya belum lama
    tapi yaaahh begitulah yesung kikiki
    lanjut kilat
    semangat

  13. penasaran ama kehidupan yesung sebelumnya. ..
    sebenarnya ada apa???

    awww… dan untuk kyumin moment..
    ngebayangin adegan “saat hujan dengan petir yg menyambar trus kyu masangin earphone k’ming lalu nyalain mp3.. masangin jaket dan pelukan hangat”
    aaakkkk itu membuatku gilaaa..
    sweeet… romantis banget itu chooo kyuu T.T

    ayolah ming kapan bakalan berdebar gara_gara kyuhyun??🙂

  14. ihiiir Sungmin jatuh cinta ma Yesung… Tapi sepertinya Yesung memang melupakan Ming, dan sepertinya Yesung dah punya pujaan hati nih. Y cinta Sungmin ke Yesung bertepuk tak berbunyi nih.

    Ming takut petis dan Kyu menenangkan Ming dg memutar lagu kesukaan Ming dan memeluknya, ah so sweeeettt…

  15. aigo….
    bagian ending nya manis bgt
    ming yang takut petir, dan kyu meluk ming sambil masangin earphone di telinga ming biar ming gk denger suara petirnya.
    so sweet bgt… >//<

    semoga kyu bisa ngambil hati ming
    dan ming juga bisa buka hati untuk kyu.
    lanjut….

  16. Adegan yg terakhir tadi ,,
    ommo ,, romantis abis.

    Knp ming gak peka ya klo kyu suka sama dia.
    Knp ming sukanya sama yesung ..

    Lanjut

  17. Yesung dengan orang lain itu.. Dan dengan pesawat.. Apa yang terjadi?

    Ada janji apa antara donghae sama kyuhyun? (˙▿˙?)
    Hae melas ah xD sama hyuk diusir sementara xD

    Ttg hubungan yesung dan sungmin.. No comment

    Aaaaa kyu ada di saaat ming membutuhkan makanan dan perlindungan TuT aaaaaa
    Aku suka perhatian kyu ke sungmin saat petir itu ..

  18. uwuwuwuwwuwuw~~~~
    ya ampun Kyuhyun. manisnyaaaaaa~~
    tapi, Yesung. kenapa Yesung gitu? nunggu siapa? kenapa dia bisa lupa ingatan?
    dan, kok Sungmin yg berusaha bikin Yesung ingat lagi? kok?
    ah, mulai lebih penaran.lagi -_____-

  19. scene kyumin yg terakhr ntu bkin aku sneng bngt >.< hahaha..
    psti dah yg d mimpiin yeye ntu wookie. hah, ntu ming bkin gregetan bngt sih.. gk nyadar-nyadar juga klo kyu ntu suka ma dia.. mata dan pikirnnya udh d tutupin ma yeye sich.. hahahaq

  20. demi apa itu moment kyuminso sweet pisann kekeke
    kyu ngelindungi ming bgd ya allah…
    please ming sadari keberadaan kyu pleasee….
    lanjjuutt

  21. yesung ditinggal pergi kekasih.a y~
    pergi kemana~ akan kah kembali…
    kalo enggk kan kyumin terancam ><
    kasian kyu kyu…harapan dia begitu tinggi dan juga pantang menyerah, "yg penting dia belum nikah" ahahaha kyu kyu..
    ohh kyumin <❤
    romantis.a ~ ~ ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s