Secret between us

Gambar

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Lee Donghae, Cho Min Yoo (OC) || Genre : Family || Length : One Shot || Warning : BL, Shounen-ai, M-preg || Disclaimer : Aku mencoba me-remake sebuah doujinshi Kuroko No Basuke yang berjudul “To : Daiki kun” yang aku temuin di tumblr, tapi aku lupa nama pengarangnya. Itu doujinshi yang manis >.< Baiklah, ada sedikit perubahan yang diperlukan || Author note : Judul mungkin ga nyambung dengan ceritanya. Aku bingung menentukan judulnya -_- || Summary : Ini adalah cerita tentang anak KyuMin dan Donghae. *ok, bad summary*

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

 

Dulu, saat aku masih TK, aku selalu merasa senang setiap kali waktu pulang sekolah tiba. Aku selalu merasa tidak sabar untuk segera tiba di rumah, karena ketika aku membuka pintu dan berkata, “Aku pulang”, papa Ming akan menyambutku dan tersenyum lembut. Daddy Kyu masih akan berada di tempat kerja dan belum pulang, tapi Donghae ahjussi akan menyadariku dan berkata “Selamat datang Cho kecil”.

 

“Aku akan menyiapkan camilan untukmu, okay.” Papa Ming akan berkata seraya membelai kepalaku dengan lembut, lalu beranjak pergi ke dapur.

 

Sementara aku mendekati paman kesayanganku dan memeluk kakinya,

“Hae ahjussi, ayo kita main basket.” Kataku.

 

“Aku lihat kau juga bersemangat hari ini, Cho kecil.” Donghae ahjussi terkekeh dan menyentuh kepalaku. Tangan besar yang mendarat di kepalaku dan mengacak-acak rambutku itu bahkan lebih besar dari tangan daddy Kyu, dan sama hangatnya.

 

“Cuci tanganmu dulu, Min Yoo…” papa Ming datang membawa nampan berisi sepiring kue dan segelas susu untukku, dan meletakannya di atas meja.

 

Dengan cepat aku menurutinya. Aku beranjak mencuci tanganku lalu kembali lagi ke ruang tengah untuk menikmati camilanku. Papa Ming dan Donghae ahjussi hanya akan tersenyum memperhatikanku. Sesekali papa Ming membersihkan sisa makanan dan minuman yang menempel di mulutku dengan menggunakan tisu. Setelah menghabiskan sepiring kue yang lezat dan segelas susu hangat, Donghae ahjussi akan menemaniku bermain basket. Kami akan bermain hingga sore hari. Donghae ahjussi selalu datang berkunjung ke rumah dan bermain bersamaku. Dan bahkan sebelum aku cukup tua untuk mengerti apa yang sedang terjadi di sekitarku, Donghae ahjussi telah menjadi bagian dari rumahku.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 

“…baiklah anak-anak, jangan lupa kerjakan PR kalian dan habiskan libur tengah semester ini dengan hati-hati…”

 

Ibu Park, wali kelas 1-1, berkata dengan suara keras di depan kelas, berusaha menyaingi suara bel pulang sekolah yang berdering dengan nyaring. Suara bel yang menandakan masa libur telah tiba. Dengan cepat para murid-murid SD itu beranjak pulang. Namun Min Yoo masih saja berdiri di belakang mejanya, menatap lembar kertas PR yang diberikan oleh ibu Park tanpa suara. Beberapa teman datang menghampirinya.

 

“Hey Min Yoo, apa yang kau lihat sejak tadi?” salah seorang temannya bertanya.

 

Min Yoo masih menatap lembar kertas di tangannya itu, pada angka 15 Oktober yang tiba-tiba saja menarik perhatiannya. “Aku merasa…ada sesuatu di tanggal 15 Oktober…” jawabnya.

 

“Itu hari terakhir libur tengah semester kan?” temannya yang lain ikut bersuara.

 

“Hn…tidak juga…” Min Yoo masih menatap lembar kertas di tangannya itu dan mencoba mengingat-ingat. Ia merasa ada sesuatu yang penting pada tanggal 15 Oktober itu.

 

“Ah, 15 Oktober itu hari Es Krim ‘kan?” teman yang lain menimpali.

 

Min Yoo menggelengkan kepalanya pelan, masih terus menatap angka 15 Oktober pada lembar kertas itu. “Aku merasa ada sesuatu yang lain daripada hal-hal semacam itu, sesuatu yang penting…” katanya.  Ia terdiam sejenak, dan akhirnya teringat sesuatu. “Ah…”

 

~+~+~+~

 

“Aku pulang~” kata Min Yoo seraya membuka pintu, namun Sungmin tidak muncul dan menyambutnya seperti biasanya. Rumahnya nampak sepi.

 

Setelah melepas sepatunya Min Yoo beranjak mencari Sungmin ke seluruh rumah dan menemukannya di ruang perpustakaan, sedang sibuk dengan komputernya. Mungkin dia sedang membuat novel baru. Wajahnya nampak serius sekali hingga Sungmin tidak menyadari kedatangan putranya.

 

“Papa! Papa Ming…!” panggil Min Yoo seraya berlari masuk dan mendekatinya.

 

Sungmin menoleh.

“Oh, ya ampun. Selamat datang…” katanya ketika melihat putranya datang. Ia memutar kursinya menghadap Min Yoo, mengusap kepala anak laki-laki berusia 7 tahun itu dan tersenyum lembut. “Maaf, aku begitu serius menulis dan tidak mendengarmu datang.”

 

“Papa, ulang tahun Hae ahjussi tanggal 15 bulan depan, benar ‘kan?” tanya Min Yoo, memastikan.

 

Sungmin mengerjap, sedikit terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba itu.

“Aku terkejut kau ingat itu.” katanya.

 

“Ya, aku teringat ketika melihat PR-ku,” Sahut Min Yoo dengan bersemangat. “Aku memikirkannya sepanjang perjalanan pulang tadi, dan aku ingin memberikan Hae ahjussi sesuatu yang orang lain tidak berikan. Sesuatu yang berbeda.”

 

Wah, jika Kyuhyun mendengar tentang hal ini dia mungkin akan cemburu, pikir Sungmin lucu sambil menatap putranya yang nampak sangat antusias untuk memberikan hadiah pada Donghae di hari ulang tahunnya nanti.

 

“Hmm…bagaimana jika kau menulis surat untuknya?” usul Sungmin kemudian.

 

“Surat?”

 

 “Yup. Masukkan perasaanmu yang baaaanyak tentang ulang tahunnya ke dalam surat untuk Hae. Aku yakin, dia pasti akan senang menerimanya.”

 

“Benarkah?”

 

Sungmin menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Min Yoo memeluk Sungmin, mencium pipinya dan mengucapkan terima kasih, lalu beranjak pergi ke kamarnya dengan semangat. Dan Sungmin tidak tahan untuk tidak tersenyum melihat tingkah putranya itu.

 

“Kuharap Kyu tidak terlalu cemburu dengan hal ini.” kata Sungmin, mengalihkan pandangannya kembali pada komputernya.

 

~+~+~+~

 

Min Yoo duduk dengan tenang di belakang meja belajarnya. Ia menggenggam pensilnya dan hanya memandang selembar kertas kosong di depanya. Ia berpikir cukup lama sebelum kemudian mulai menggoreskan pensilnya di atas selembar kertas kosong tersebut dengan penuh semangat. Ia ingin memberikan sesuatu yang berbeda untuk hadiah ulang tahun Donghae nanti, sesuatu yang sederhana namun akan membuat paman tersayangnya itu merasa bahagia. Sesuatu yang sederhana namun akan selalu di ingat.

 

 

Untuk Hae ahjussi…

 

Hae ahjussi adalah teman masa kecil papa Ming, dan teman daddy Kyu yang berharga sejak SMA. Dia sangat pandai menari dan bermain basket lebih daripada orang lain, dan dia sangat keren……

 

 

Min Yoo terus menulis, hingga kemudian ia berhenti menulis dan menatap hasil tulisannya seraya berpikir. “Lalu…apa lagi ya?” katanya, tidak sadar seekor anjing terrier berwarna cokelat memasuki kamarnya.

 

“Woof!” anjing terrier itu menggonggong, memanggil tuannya.

 

Min Yoo terkejut dan menoleh.

“Bob! Kapan kau masuk? Kau mengejutkanku.” Katanya seraya menatap anjing peliharaannya itu.

 

Anjing terrier bernama Bob itu kembali menggonggong pada Min Yoo, seolah mengingatkan. Min Yoo memandang jam di dinding dan terkejut ketika menyadari bahwa waktu telah berlalu dengan cepat. Hari telah malam rupanya.

 

“Waa…sudah jam 9?” katanya terkejut. “Terima kasih sudah memberitahuku, Bob. Ayo kita mandi!”

Min Yoo meletakkan pensilnya dan beranjak pergi bersama Bob yang mengikutinya sambil menyalak riang. Ia lupa pada surat yang ditulisnya untuk Donghae tadi dan meninggalkan begitu saja di atas meja belajarnya.

 

~+~+~+~

 

“Hae, bisakah kau ke kamar Min Yoo dan memeriksanya? Suruh dia untuk mandi dan pergi tidur, ini sudah malam.” Sungmin berkata seraya mencuci piring.

 

Donghae yang sedang mengupas apel di meja makan bergumam sambil memakan sepotong apel, lalu berdiri dan beranjak ke kamar Min Yoo. Saat ia membuka pintu kamar Min Yoo, ia tidak melihat sosok kecil keponakannya itu. Kamar itu kosong.

 

“Huh, anak itu tidak ada di sini,” katanya. “Mungkin sedang mandi.”

 

Donghae melangkah masuk dan memperhatikan sesaat seluruh ruangan kamar yang rapi, kamar khas anak laki-laki. Poster-poster artis dan pemain basket yang di sukai oleh Min Yoo menghiasi dinding kamar itu.

 

Sepertinya jumlah posternya bertambah banyak, pikir Donghae seraya mengamati poster-poster yang menempel di dinding.

 

Saat ia menoleh, perhatiannya tertarik pada meja belajar Min Yoo. Di atas meja belajar terdapat selembar kertas dan pensil yang tergeletak begitu saja. Sepertinya Min Yoo sedang mengerjakan sesuatu tadi.

 

“Apa ini? PR libur tengah semester? Coba kulihat…” kata Donghae, melihat isi kertas itu dengan iseng. “Oh, tulisannya lebih baik daripada aku.”

 

“Untukku Hae ahjussi adalah…” Donghae membaca tulisan-tulisan di dalam kertas itu. Namun kemudian ia terkejut saat menyadari bahwa itu bukanlah PR, tapi sebuah surat yang ditujukan untuknya. Sepertinya keponakannya sedang menulis sebuah surat untuknya.

 

 

Untukkku Hae ahjussi adalah ayahku yang lain. Menulis hal semacam ini mungkin akan membuat daddy Kyu cemburu jadi, ini adalah rahasia di antara kita saja. Hae ahjussi, terima kasih untuk selalu bermain bersamaku. Ketika kau menari dan bermain basket, kau terlihat sangat-sangat keren. Aku adalah penggemar Hae ahjussi, tapi aku benci untuk kalah. Karena itu aku akan berusaha keras dalam berlatih, maka aku dapat mengalahkanmu suatu hari nanti. Dan, kau tahu? Papa Ming dan daddy Kyu, keduanya menyayangimu, Hae ahjussi. Terima kasih untuk selalu berada di sisi kami.

 

Hae ahjussi, selamat ulang tahun.

 

 

Isi surat itu membuat Donghae terdiam, terpaku selama beberapa lama. Hingga tiba-tiba Min Yoo datang. Anak laki-laki berusia 7 tahun itu terkejut ketika melihat kehadiran Donghae di kamarnya, berdiri diam melihat ke arah meja belajarnya. Lalu ia segera teringat dengan surat yang di tulisnya tadi. Ia tidak ingin Donghae melihat isi surat itu dulu.

 

“Aah! Hae ahjussi, jangan lihat!” teriak Min Yoo, mengejutkan Donghae.

 

Donghae membalik tubuhnya dan menoleh, menatap keponakannya yang baru selesai mandi. Handuk berwarna biru menutupi rambutnya yang masih basah. “Aku tidak melihat apa pun. Aku baru saja datang.” Kata Donghae berbohong.

 

Min Yoo melangkah masuk sambil menatap pamannya itu dengan curiga.

“Sungguh? Kau tidak berbohong?” katanya tidak percaya.

 

“Yup, yup.” Kata Donghae sambil tersenyum menyakinkan.

 

Min Yoo terdiam sesaat menatap Donghae dengan sedikit tidak yakin.

“Yah, jika kau tidak melihat apa pun itu bagus. Tapi…”

 

Donghae terkekeh sesaat.

“Hah, kau tidak percaya padaku,” katanya. “Lupakan itu. Rambutmu masih basah, Min Yoo.”

 

Donghae mendekati Min Yoo dan berjongkok di depannya.

“Kemarilah, aku akan mengeringkannya untukmu. Jadi, berbaliklah.” Katanya lagi seraya menyentuh handuk di kepala Min Yoo.

 

Min Yoo berbalik, berdiri membelakangi Donghae, dan membiarkan pamannya itu mulai mengeringkan dengan lembut rambutnya yang masih basah. “Hari ini aku mandi dengan Bob.” Kata Min Yoo.

 

“Ah, begitu. Sejak Kyuhyun sering pulang terlambat ya?” kata Donghae sambil terus mengeringkan rambut Min Yoo.

 

“Benaaar…” Min Yoo berkata dengan sedikit kecewa. “Dulu, sepulang kerja daddy Kyu dan aku akan mandi bersama. Kami bermain dengan busa-busa sabun yang melimpah di dalam bathup hingga membuat papa Ming marah karena kami mandi terlalu lama dan hampir menghabiskan sabun cair.”

 

Donghae hanya terkekeh mendengarnya. Namun tangannya berhenti sesaat dan ia terdiam ketika melihat punggung Min Yoo. Melihat Min Yoo dari belakang seperti ini membuatnya teringat pada Kyuhyun saat SMA, saat mereka masih berdiri di tengah lapangan dan bermain basket bersama dulu. Sosok Kyuhyun yang berdiri dan berlari di depannya saat itu, Donghae masih mengingatnya dengan baik. Dan kini ia melihat Min Yoo yang berdiri di depannya dan menyadari, anak laki-laki ini begitu mirip dengan ayahnya.

 

“Eh? Tung— hey, Hae ahjussi?!” Min Yoo terkejut ketika Donghae dengan sengaja menggosok rambutnya dengan keras. “Apa ini? Berhenti. Geez…”

 

Donghae menghentikan tangannya dan mengambil handuk dari kepala Min Yoo. Anak laki-laki itu berbalik dan merengut menatap Donghae. Lalu sambil merapikan rambutnya yang berantakan Min Yoo kembali berkata,

 

“Sekarang kau membuat rambutku berantakan. You’re terrible, Hae ahjussi!”

 

Lalu dengan sengaja Min Yoo meniru kebiasaan Sungmin ketika sedang kesal pada teman masa kecilnya itu. “Fishy, kau jahat…” ucapnya, membuat Donghae tersentak mendengarnya.

 

“Hey, berhenti meniru Sungmin. Kau sangat mirip dengannya, membuatku déjà vu.” Kata Donghae.

 

Min Yoo hanya tertawa, merasa menang. Sambil berdiri Donghae berkata,

“Rambutmu sudah hampir kering sekarang. Cepatlah tidur. Besok kita akan bermain basket, okay?”

 

“Okay!” Seru Min Yoo dengan senang. Lalu dengan cepat ia naik ke tempat tidurnya.

 

Donghae menyampirkan handuk biru milik Min Yoo di atas kursi belajarnya, lalu mendekati ranjang Min Yoo. “Kau akan menginap malam ini, Hae ahjussi?” Min Yoo bertanya ketika Donghae menyelimutinya.

 

Donghae menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Lalu ia berdiri dan beranjak pergi. Ketika ia mematikan lampu kamar, Min Yoo kembali meniru Sungmin, “Fishy, selamat malaaaaam…”

 

Donghae sedikit merengut mendengarnya.

“Sudah kubilang hentikan itu!” katanya. Namun kemudian ia tersenyum kecil. “Selamat malam, Cho kecil.”

Donghae menutup pintu kamar Min Yoo perlahan. Dan selama beberapa lama ia terdiam menatap pintu itu, teringat kembali pada surat yang tidak sengaja ia baca tadi. Isi surat itu sederhana, namun membuatnya merasa terharu dan senang. Lalu sambil beranjak pergi ia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apakah dia bisa berpura-pura tidak tahu apa pun sampai hari ulang tahunnya tiba nanti. 

 

“Ah, sial. Melakukan hal yang manis seperti itu, anak itu benar-benar mirip dengan Sungmin,” gumam Donghae. “Yah, kurasa, aku akan membelikan sesuatu untuknya besok. Mungkin beberapa sepatu basket.”

 

~+~+~+~

 

Di ruang tengah, Sungmin sedang menonton televisi sambil menunggu kepulangan Kyuhyun. Ia menoleh ketika Donghae datang dan duduk di dekatnya. “Min Yoo sudah tidur?” tanyanya pada Donghae.

 

“Ya, sudah,” jawabnya. “Dan katanya tadi dia mandi dengan Bob. Biasanya dia selalu mandi dengan Kyuhyun, kan?”

 

Sungmin tersenyum kecil sesaat.

“Ya, dulu Min Yoo selalu menunggu Kyuhyun pulang dan mengajaknya mandi bersama,” katanya. “Tapi sejak Kyuhyun menjadi semakin sibuk dan selalu pulang telat, mereka jadi jarang mandi bersama lagi. Bob menjadi teman yang baik untuk Min Yoo selama Kyuhyun pulang telat, dan juga saat aku sedang sibuk dengan novelku.”

 

Donghae mendengus dan tersenyum.

“Anak itu benar-benar mirip kalian. Dia menirumu dengan baik hingga membuatku merasa déjà vu, dan ketika tadi aku sedang mengeringkan rambutnya dari belakang, aku merasa seperti melihat Kyuhyun saat SMA dulu…” katanya.

 

Sungmin menoleh menatap Donghae dan hanya tersenyum. Donghae menyenderkan kepalanya ke belakang dan menatap langit-langit ruangan. Pandangannya menerawang kembali ke masa lalu. Mengingat bagaimana waktu telah berjalan begitu cepat.

 

“Ah…rasanya seperti baru kemarin kita masih kecil dan bermain bersama, lalu bertemu dengan Kyuhyun di SMA,” Donghae berkata lagi dengan nada rindu, masih menerawang menatap langit-langit ruangan. “Tapi kini kau telah menikah dengan Kyuhyun, dan kini aku memiliki seorang keponakan laki-laki,” ia menegakkan kepalanya dan dengan tersenyum bangga berkata, “Dan lihat, aku masih tampak muda dan tampan di usiaku yang 30 ini ‘kan?”

 

Sungmin mendengus sesaat melihat sikap narsis teman masa kecilnya itu.

“Tapi kau tidak akan muda selamanya, Hae. Carilah pasangan dan menikahlah. Aku dan Kyuhyun telah menemukan kebahagian kami, sekarang giliranmu.” Katanya.

 

Donghae menoleh menatap Sungmin.

“Hm…entahlah. Aku masih belum menemukan pasangan yang tepat. Terakhir kali aku berkencan, ternyata pasangan kencanku malah menyukai sahabatku sendiri. Dan pada akhirnya justru mereka  yang berpacaran.” katanya mendengus.

 

Sungmin hanya terkekeh mendengarnya. Ia menepuk pelan bahu Donghae dan tersenyum, seolah mengatakan bahwa kelak ia pasti akan menemukan pasangan hidupnya, suatu saat nanti. Lalu Sungmin menoleh ketika mendengar suara Kyuhyun pulang. Dengan segera ia berdiri dan menyambut kedatangan ‘suaminya’ itu dengan sebuah kecupan yang lembut. Sementara Donghae hanya menatap kemesraan pasangan itu dengan sedikit iri.

 

Ah, pasangan itu memang selalu membuat iri sejak SMA.

 

~+~+~+~

 

Sore itu Kyuhyun pulang kerja lebih cepat. Namun ia terkejut ketika tiba di rumah. Ia melihat ruangan tengahnya berantakan, kotak-kotak sepatu dan berpasang-pasang sepatu basket untuk anak-anak tersebar di lantai. Lalu ia melihat Donghae dan Min Yoo duduk di lantai, sedang mencoba sepatu-sepatu itu. Mereka menoleh ketika menyadari kedatangan Kyuhyun.

 

“Donghae hyung…apa-apaan ini…?” Kyuhyun berkata pada Donghae, mengerjap melihat jumlah sepatu yang tersebar di lantai ruang tengahnya.

 

Min Yoo menghampiri Kyuhyun dan dengan bangga menunjukkan sepatu baru yang dipakainya.

“Ah, daddy lihat ini. Hae ahjussi membelikanku sepatu basket. Lihat, bagus ‘kan?” katanya.

 

Kyuhyun menatap sepatu baru yang dipakai putranya itu, lalu menatap Donghae dengan tatapan tidak percaya. Donghae hanya tersenyum santai dan berkata,  “Ah, maaf. Sepatu Min Yoo telah rusak, jadi aku membelikannya beberapa.”

 

“Meski begitu, kau tidak perlu membelikannya 6 pasang ‘kan? Apa sih yang kau pikirkan, hyung?!” Kyuhyun berkata dengan kesal.

 

“Bukan masalah, kan? Lagipula semua sepatu-sepatu ini cocok untuk Min Yoo, dan anak itu menyukainya.” Donghae masih berkata dengan santai.

 

Min Yoo mulai berlarian ke sekeliling ruangan dan menunjukkan sepatu barunya pada Bob, ia nampak senang sekali. Anjing terrier itu menyalak-nyalak riang pada Min Yoo. Kyuhyun menoleh menatap ‘istrinya’ dengan pandangan yang seolah bertanya, kenapa kau biarkan semua ini terjadi. Sungmin mengecup pipi Kyuhyun, lalu tersenyum meminta maaf dan berkata,

 

“Maaf Kyu, aku sudah mencoba menghentikannya tapi…kurasa semua sepatu itu cocok untuk Min Yoo, jadi…”

 

Dan Kyuhyun hanya bisa mendesah pelan. Pada akhirnya, ketika ia melihat Min Yoo tersenyum dan nampak senang, Kyuhyun tidak bisa marah. Ia tersenyum dan berkata pada dirinya, wellthat’s my boy. Putra yang dibanggakannya.

 

~+~+~+~

 

Namun kemudian, hari-hari selanjutnya ketika waktu libur Min Yoo telah selesai, tanpa sengaja Kyuhyun menemukan buku diary milik Min Yoo ketika anak laki-laki itu sedang bermain di luar bersama teman-temannya. Bersama dengan Sungmin dan Donghae, Kyuhyun melihat isi buku itu yang ternyata berisi foto-foto liburan tengah semester yang lebih banyak Min Yoo habiskan dengan bermain basket bersama Donghae. Isi buku diary itu hanya tentang Donghae. Kyuhyun terdiam, membeku melihat isi buku diary itu dan kenyataan bahwa sekarang putranya menjadi lebih dekat dengan Donghae dibandingkan dengan dirinya membuatnya menyadari bahwa posisinya sebagai ‘ayah’ terancam.

 

“Bwahahahaha!” Donghae tertawa begitu keras melihat ekspresi Kyuhyun yang membeku itu.

 

Sungmin memandang dengan cemas Kyuhyun yang masih saja terdiam, membeku melihat foto-foto Donghae dan Min Yoo yang mengisi buku diary itu. Lalu melototi Donghae yang masih tertawa terbahak-bahak.

 

“Hae, berhenti tertawa, kasihan Kyuhyun!” Seru Sungmin.

 

Donghae menyentuh bahu Kyuhyun dan berkata di sela tawanya,

“Santailah Kyu, jangan membeku seperti itu. Aku tidak akan mengambil anakmu,” lalu ia kembali tertawa lagi sambil memegang perutnya. “Aah, perutku sakit… haha…”

 

~+~+~+~

 

Malam itu ada festival di pusat kota. Kyuhyun dan keluarga kecilnya datang, bersama dengan Donghae yang juga ikut. Dan di festival itu posisi ‘ayah’ kembali terancam. Donghae menggendong Min Yoo di pundaknya, dan anak laki-laki itu tidak pernah lepas darinya. Mereka begitu dekat dan nampak seperti sepasang ayah dan anak yang sedang menikmati festival.

 

My, my…kau memiliki hubungan yang bagus dengan anakku, Donghae hyung.” Kyuhyun berkata, merasa sedikit cemburu melihat kedekatan Donghae dengan anaknya.

 

“Kau benar,” Donghae tertawa dengan santai, nampak tidak terlalu peduli dengan Kyuhyun yang cemburu karena perhatian anakknya direbut olehnya. “Bahkan aku dapat menggendongnya di bahuku dengan mudah.”

 

“Hae ahjussi, mainkan yang itu. Aku ingin mainan yang ada di rak paling atas.” kata Min Yoo seraya menunjuk salah satu stand permainan.

 

Donghae menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Min Yoo.

“Okay, serahkan padaku,” katanya, sambil memegangi kaki Min Yoo agar tidak jatuh dari bahunya. “Tapi ngomong-ngomong, kau jangan sampai jatuh, ne?”

 

“Okay!” Min Yoo berseru dengan senang.

 

Lalu mereka berdua beranjak pergi. Kyuhyun hanya diam memandang kedekatan dua orang itu dan merasa posisinya sebagai ‘ayah’ kini semakin terancam. Sungmin memeluk lengan Kyuhyun, mengusapnya dengan lembut dan berusaha menghiburnya.

 

“Jangan berwajah seperti itu, Kyuhyunie. Kau tidak perlu cemburu hanya karena anakmu lebih dekat dengan sahabatmu sendiri.” Kata Sungmin.

 

Kyuhyun menoleh menatap Sungmin.

“Aku tahu, hanya saja…ini sedikit mengejutkan. Donghae hyung lebih terlihat seperti ayahnya, dibandingkan aku, ayahnya sendiri.” katanya, sedikit merengut.

 

Sungmin terkekeh kecil dan mengecup pipi Kyuhyun.

“Sudahlah, berhenti bersikap kekanak-kanakkan seperti itu. Karena kita sudah di sini dan Hae sedang menjaga Min Yoo, kenapa kita tidak nikmati saja festivalnya? Seperti saat kita masih pacaran dulu…” katanya sambil tersenyum.

 

Kyuhyun mendesah dan akhirnya tersenyum.

“Kau benar. Ayo, kita bersenang-senang malam ini.” katanya, merangkul bahu Sungmin dan menariknya mendekat.

 

Sungmin hanya tersenyum dan memeluk pinggang Kyuhyun. Lalu sambil berpelukan mesra mereka berjalan, menikmati kemeriahan festival sambil mengenang masa lalu yang indah. Sementara itu Donghae dan Min Yoo baru saja menyelesaikan permainan mereka. Donghae berhasil memenangkan permainan dan mendapatkan sebuah mainan mobil-mobilan dan sebuah topeng Pikachu sebagai hadiah. Ia memberikan hadiah-hadiah itu pada Min Yoo, yang diterima anak laki-laki itu dengan gembira, lalu menoleh mencari Kyuhyun dan Sungmin. Dengan cepat ia menemukan dua orang itu sedang menikmati waktu mereka dengan mesra. Donghae tersenyum kecil melihatnya.

 

“Mungkin sebaiknya kita biarkan orang tuamu,” kata Donghae, melirik pada Min Yoo yang duduk di bahunya. “Kau mau main yang lain, Min Yoo?”

 

Min Yoo menoleh menatap kedua orang tuanya. Lalu ia menganggukkan kepalanya dan menunjuk salah satu stand permaian yang lain. “Ayo mainkan yang itu, Hae ahjussi. Aku ingin hadiah di rak paling atas itu.” katanya.

 

“Okay, serahkan padaku.” Donghae berkata sambil tersenyum.

 

Sambil memegangi kaki Min Yoo dan menjaganya agar tidak terjatuh dari bahunya, Donghae berjalan menuju stand permainan yang ditunjuk oleh Min Yoo tadi, tanpa menyadari bahwa ia akan bertemu dengan orang yang akan ditakdirkan bersamanya.

 

~Fin~

36 thoughts on “Secret between us

  1. Ok ini judulnya Secret between us yah….. aku tidak menemukan adanya sebuah rahasia disini….. kecuali isi surat Min yoo. Tapi pada akhirnya ketahuan juga….. Apa yang dimaksud rahsia itu perasaan Min Yoo terhadap Donghae?
    Tapi apapunlah ff kamu tetap selalu keren Min Sae

  2. Walopun judul ama isi rada ga nyambung tapi aku tetap menikmati ff mu min kecil ~:) Hae memang fishy ahjussi yg paling keren berhasil buat Kyu cemburu /evil smirk/😀 tapi kok endingnya nanggung si? *dibekep pake kaos hyuk* keke

  3. ‘Fishy, kau jahat..!’

    aku senyum2 baca kalimat ini masa, sambil bayangin ming yg bilang sambil pout’in bibirnya. Aigoo, gemesss kkk…

    Walopun judulnya emang rada gak nyambung, tapi tetep keren dan seru ko😉

    atau mungkin rahasia nya itu, jodohnya Hae ajuchi di akhir cerita ini?? Secret kan? Tiba2 fin aja -,- #gebukin(?) fin xD

    tetep semangat berkarya yaa!!

  4. thor… bolehkah aku meminta?
    bikinin sequel donghae sama ‘seseorang’ yang akan ia temukan itu dong…
    tiba2 penasaran berat..😀

    gapapa dong sesekali bikin ff yg non kyumin

    atau bikin kyumin jadi figuran aja😀

  5. Aku berpikir Min Yoo dan Hae akan berkahir dengan crta Pedophil! Buakakakak.. Tp diakhir rupa-a gk!
    Dan Kyuhyun kasihan banget, dia cmburu xDD

  6. dari judulnya q kira Min yoo anak Hae ma Ming #ngelantur,
    tapi ternyata rahasia yg dimaksud itu surat Min yoo buat Hae dan Hae yg pura2 ga tau isi suratnya kekekeke

  7. Ceritanx bagusss..
    Aku sukaa..
    Pi aku tdk mnemukan rahasianx kecuali surat yg d rahasiakan Min yoo dri Kyu..
    Tak apalah tetap keren kok..
    Oh ya chinguu nextt ne….🙂

  8. Ahahahahahah Kyu merasa cemburu ma Hae karena Min Yoo lebih dekat ma Hae dibanding ma daddy-ny sendiri aka Kyuhyun. Mereka keluarga kecil yg bahagia sekali.

    Ah Hae bakalan bertenu dg takdirnya?? Nuguya?? Hyuk?? Mbum?? Siwon atau Kangin??? #ahahahahaha

    Nice epep, manis semanis Ming dan aKyu ~kkk

  9. Wah aq kira min yo sma hae mnjalin hubungn cnta gtu. Huhehe tp gk trnyta….
    Tp ya mski kyu cmburu toh kyu bsa nikmatin saat2 kya pcaran dlu ma ming. Hehehe

  10. Haaa…. Sweet story~~
    Selalu suka kyumin family…
    Doanghae, jodohmu ada di stand permainan yang mana?? Aku akan ke sana… #eaa *jodoh rekayasa*

    Thanks for shared author MinKecil. I love it.
    Hehehe….

  11. “Secret between us” hemmm…klo boleh aq nanya, ini rahasianya antara siapa dg siapa Min??^^
    Pertama liat judul nya aq kira ada rahasia antara para tokohnya disni tp ternyata ga ada ya,, yg ada malah kisah yg manis antara hae dg min yoo disni🙂

  12. Sweet bgt , ,smpe ngira si hae bkal jdi pedo 0.o
    Tapi emng rada ngenes klo liat posisi kyu yg smkin jauh gra2 sbuk,,
    Untung kyu ga liat surat yg buat ultah hae
    Oiya, , ,jodoh hae ttep hyuk kann?

  13. itu pas hae handukin min yoo kenapa bikin terharu sihh?? bikin flu makin flu nahan haru. udahlah kalo kena genre family,biar fluff,sweet tapi sayanya ttp terharu

  14. kkk Kyu cemburu lihat Min Yoo lbih dekat sma Hae skrg drpda dgnnya yg appanya sndri. Surat yg d buat Min Yoo bkin Hae terharu karna ponakan kesayangannya itu klihatan sangat sayang sma dia.

  15. ditunggu2in secret apa yang akan muncul, eh taunya gak ada ._.
    menurut aku memang gak ada secret ._.v haha judulnya emang gak nyambung kaka .___.
    but overall, ceritanya bagus =D hihi..
    kyu~ luangkanlah waktumu kalau kau memang tidak ingin posisi ‘ayah’ benar2 tersingkirkan/? Hahaha

  16. mwo? endingnya cuma ampe situ? seriusaaaan? kasih sequel doonggg eon TvT
    duh bayangin kyu yang sm hae, lucu dh kyknya, kkk~ awalnya kupikir secret dsni krna haemin pnya affar dblkang kyu😄
    mungkin itu ‘seseorang’ yg dmksud tuh eunhyuk ya, coba klo dlanjut -0-
    hwaaa happy bday fishyyy

  17. Donghae akan bertemu dengan orang yang di takdirkan dngx…
    emzzzz pasti Hyuk..
    Adohh Min Yoo sayang bgt ma ahjussix yg paling tampan meski udh ber umur 30 #ahjussiNarsis

  18. apa jangan2 takdirnya hae nanti itu Hyukie? hehe
    dan cerita yg simpe dan manis tp aku juga agak bingung antara cerita dan judul.na eonn,, hehe
    tp yg penting ok lah ceritanya🙂

  19. Manisss bangettt..
    Haee~
    pas baca paragraf akhir agak kaget pas tiba2 muncul tulisan Fin, padahal kalimat nya masih ngegantung gitu. Gak ada kalimat penutup.. Hihihi
    tapi ini cukup manis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s