My name is…? / part 4

Image

Pairing : KyuMin || Genre : Romance, action || Length : Chaptered || Warning : Boys love, shounen-ai, rate-T || Disclaimer : Story belong to me, KyuMin belong to each other || Summary : Hidup Sungmin berantakan sejak ayah dan adiknya dibunuh oleh sebuah sindikat pembunuhan, dan ibunya mati bunuh diri. Sungmin hidup sendirian, dan mencoba untuk bertahan hidup di klub milik Heechul. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Kyuhyun, yang membayarnya untuk menemaninya malam itu. Sejak malam itu kehidupan Sungmin mulai berubah perlahan. Hingga akhirnya Sungmin menyadari bahwa ia tidak benar-benar mengenal Kyuhyun. Ada satu sisi Kyuhyun yang misterius. Kyuhyun menyebut dirinya dengan nama Kyu, tapi itu hanyalah nama panggilannya. Siapa Kyuhyun sebenarnya? Siapa nama Kyuhyun sebenarnya?

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader

 

 

~Presented by@Min kecil~

Part 4

 

SJ’s Base camp, 05.00 PM

 

 

(“Kehadiran kelompok pembunuh SJ telah sangat meresahkan masyarakat. Banyak korban dan kerugian karena ulah mereka. Dua bulan yang lalu tuan Kang Jungmo juga menjadi korban dari aksi kelompok ini. Menurut kepala polisi Kangin, cepat atau lambat kelompok pembunuh ini akan segera beraksi kembali. Saat ini para polisi sedang berusaha keras untuk menangkap kelompok pembunuh ini. Dan tentu kita semua berharap, semoga kelompok pembunuh ini cepat tertangkap. Berita selanjutnya……”)

 

Siwon menyesap ccapuccinonya perlahan seraya menonton televisi yang masih menayangkan berita tentang mereka. Ia mendengus dan hanya tersenyum sinis mendengar semua perkataan si reporter. Menangkap mereka? Itu terdengar menggelikan bagi Siwon.

 

“Ketua kami sudah siap.” Yesung muncul di ambang pintu.

 

Siwon meletakkan ccapuccinonya, mematikan televisi lalu beranjak ke ruang utama bersama dengan Yesung yang mengikuti di belakangnya. Di ruangan utama Eunhyuk, Kyuhyun dan Kibum sudah menunggu. Mereka menoleh ketika melihat kedatangan sang ketua. Eunhyuk mendekati Siwon dan sambil tersenyum senang ia mengangkat dua buah pistol tipe .40 dual elites miliknya ke udara.

 

“Ketua, lihat mainan baruku yang disiapkan oleh Yesung hyung.” Katanya.

 

“Itu mainan yang bagus. Pastikan kau menggunakannya dengan baik, Hyukie.” Kata Siwon, tersenyum.

 

Lalu Siwon menoleh ke arah Kibum. Di mejanya Kibum nampak sedang sibuk menghadapi 8 monitor komputer dan sebuah laptop dengan layar-layar yang memperlihatkan barisan data dengan gambar 3 dimensi yang berwarna–warni.

 

“Bagaimana Kibumie?” Siwon bertanya pada Kibum.

 

Kibum menghentikan jemarinya yang sejak tadi sibuk menari di atas keyboard, lalu ia menoleh pada Siwon. “Semuanya beres ketua. Serahkan urusan sistem jaringan mereka padaku.” Jawabnya.

 

Yesung mengernyit menatap semua layar-layar komputer itu.

“Sepertinya kau menemukan sesuatu yang menarik, Kibumie.” Katanya.

 

Kibum tersenyum, wajahnya menyiratkan sebuah antusiasme yang besar.

“Yah, mereka menyimpan banyak rahasia menarik di dalam data mereka hyung. Sangat menarik.” Katanya.

 

Eunhyuk menyimpan senjatanya dan mendekati Kibum. Ia memandang sesaat layar-layar komputer itu dengan bingung lalu bertanya, “Lalu bagaimana dengan virusnya?”

 

“Sempurna. Bahkan anti virus manapun tidak akan dapat menanganinya. Virus ini dapat menghancurkan semua data di perusahaan itu dalam waktu 5 menit, bahkan meledakkan seluruh komputer di sana.” Jawab Kibum seraya menyerahkan sebuah USB kecil pada Eunhyuk.

 

Eunhyuk menerimanya  dan mengernyit memandang benda kecil di tangannya itu. “Kau membuat virus atau bom?” Katanya.

 

Kibum terkekeh kecil.

“Kau pasti akan menyukainya, hyung.” Katanya, tersenyum.

 

“Baiklah, sepertinya akan menarik.” Eunhyuk menyeringai dan menyimpan benda kecil itu di dalam saku bajunya.

 

Semua anggota berkumpul ketika sang ketua memberi isyarat. Mereka berdiri dengan tenang, dengan senjata masing-masing di tangan mereka dan memandang Siwon yang duduk di depan mereka, terlihat sangat tenang, seolah mereka hendak pergi piknik bukan membunuh orang.

 

“Hyukie, jelaskan rencananya.” Kata Siwon.

 

Eunhyuk menganggukkan kepalanya dan mulai menjelaskan rencana yang sudah dibuatnya.

“Baiklah, dengar rencanaku. Ketua akan masuk ke dalam perusahaan dan bertemu langsung dengan presdir Kim Joon. Kyu akan berjaga di atap gedung di samping bangunan. Sementara ketua mengulurkan waktu bersama presdir Kim Joon, aku dan yesung hyung akan masuk melalui pintu lain.” Ia berhenti sejenak dan memperhatikan rekan-rekannya. Yakin bahwa mereka semua mengerti dengan penjelasannya, ia kembali melanjutkan, “Aku yang akan menghancurkan data mereka dan Yesung hyung akan membantu ketua. Kibumie akan menuntun kita dan mengurus sistem jaringan mereka. Dan Kyu, kau akan melindungi kita dari luar. Bagaimana?”

 

Sekilas, rencana itu terdengar sederhana. Tapi baik Siwon, Yesung, Kibum dan Kyuhyun, mereka semua sangat mengetahui kemampuan Eunhyuk. Plan maker itu pasti sudah merencanakan semuanya dengan sangat baik.  Dan mereka semua selalu mempercayai kemampuan Eunhyuk. Yesung, Kibum dan Kyuhyun menganggukkan kepala mereka tanda setuju.

 

“Aku akan membawa senjata milikmu ketua.” Kata Yesung pada Siwon.

 

Siwon menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

“Rencana yang bagus. Aku akan menunggu kalian di ruang presdir,” Ia terdiam sejenak sebelum kemudian melanjutkan seraya menatap para anak buahnya, “dan siapa pun boleh membunuh presdir. Aku tidak akan menganggu kalian.”

 

Mendengar kalimat terakhir Siwon, Kyuhyun mengangkat kepalanya. Ia meletakkan senjata tipe Krieg 552  dibahunya dan bertanya dengan tenang, seolah sedang meminta izin untuk bermain,

 

“Jadi aku boleh membunuhnya?

 

“Tentu saja.” Jawab Siwon.

 

“Baiklah. Kalau begitu, aku yang akan membunuhnya.” Kyuhyun berkata dengan yakin, membuat sang ketua terkekeh pelan.

 

“Kalian dengar dia,” Kata Siwon pada Eunhyuk dan Yesung. “yang akan membunuh presdir hari ini adalah Kyu. Kalian mengerti ‘kan?”

 

Yesung dan Eunhyuk menganggukkan kepala mereka, mengerti bahwa itu artinya tidak ada yang boleh menyentuh calon korban mereka hari ini selain Kyuhyun. Itu sudah ditetapkan. Kibum bertepuk tangan pelan, meminta perhatian.

 

“Baiklah semuanya, aktifkan earphone comunicater kalian. Aku akan menuntun kalian.” Katanya.

 

Siwon, Yesung, Eunhyuk dan Kyuhyun segera memasang earphone kecil di telinga mereka dan mengaktifkannya. “Kalian mendengar suaraku?” tanya Kibum memastikan.

 

“Aku mendengarmu, Bumie.” Jawab Yesung, yang lain menganggukkan kepala mereka sebagai jawaban.

 

Kibum mengangguk, lalu membiarkan sang ketua untuk berbicara sebelum mereka mulai melakukan aksi mereka. Siwon diam sejenak memperhatikan para anak buahnya yang nampak begitu siap untuk membunuh hari ini.

 

“Kalian sudah siap? Dengarkan aku. Lakukan seperti biasa. Bunuh semua saksi mata yang ada. Berhati–hatilah dan tetap waspada. Jangan melakukan kesalahan dan jangan tinggalkan bukti satu pun!” Sang ketua memperingatkan.

 

“Baik ketua!” kata Yesung dan Kyuhyun.

 

“Ok boss!” kata Eunhyuk, nampak bersemangat sekali.

 

Setelah memeriksa senjata dan peralatan masing-masing mereka semua mulai beranjak pergi satu persatu. Kibum memperhatikan dan sambil tertawa ia berkata, “Jangan sampai mati, kawan-kawan.”

 

Yesung tersenyum mendengus dan berkata,

“Tenang saja, kami tidak akan mati dengan mudah.”

 

“Kali ini kami akan menang mudah lagi.” Eunhyuk ikut bicara sambil tersenyum, nampak sangat yakin.

 

Di garasi mobil Siwon sudah tidak ada, sang ketua sudah lebih dulu pergi. Ia sudah membuat janji dengan presdir Kim Joon dan ia tidak boleh terlambat untuk bertemu dengan calon mangsanya. Ketika Kyuhyun memutuskan untuk menggunakan mobilnya sendiri, Eunhyuk dan Yesung hanya mengangkat bahu, tidak peduli. Mereka hanya memperhatikan Kyuhyun yang menyimpan senjata tipe Krieg 552  miliknya di bagasi, dan tidak lama mobil Kyuhyun sudah melaju pergi dengan cepat.

 

Yesung segera menjalankan mobilnya dan mengikuti mobil Kyuhyun. Eunhyuk yang duduk di sampingnya, di kursi penumpang, memandang mobil Kyuhyun yang melaju dengan cepat di depan mereka. Lalu sambil menggelengkan kepalanya ia berkata,

 

“Ya ampun…anak itu. Jika sudah memegang senjata dia bersemangat sekali untuk membunuh.”

 

“Pembunuh memang seperti itu jika sudah memegang senjatanya, Hyukie. Karena itu dia bersama kita.” Sahut Yesung.

 

“Benar juga. Mungkin dia bisa lebih kejam dari ketua.” Timpal Eunhyuk tertawa.

 

Yesung hanya tersenyum setuju seraya memacu mobilnya semakin cepat. Di depannya, mobil Kyuhyun juga melaju semakin cepat seolah tidak sabar untuk segera tiba. Oh, mereka semua tidak boleh terlambat, untuk sebuah perburuan yang besar dan menyenangkan.

 

****

 

SHINWA Corp, 07.00 PM

 

Gedung kantor yang besar itu nampak ramai dan sibuk. Setelah memarkir mobilnya, Siwon melangkahkan kakinya memasuki lobi yang masih nampak. Dengan langkah mantap ia berjalan ke meja resepsionis. Setelah berbicara dengan wanita resepsionis yang cantik itu dan menunggu selama beberapa menit, muncul seorang wanita cantik yang lain. Wanita cantik yang rupanya adalah sekertaris presdir Kim itu tersenyum dan menyambut Siwon dengan ramah.

 

“Silakan ikuti saya.” kata sekertaris yang cantik itu.

 

Siwon melangkah kakinya mengikuti sekertaris yang cantik itu seraya memperhatikan keadaan gedung yang ternyata terlihat berbeda dari biasanya. Nampak para penjaga banyak berkeliaran di dalam dan di sekitar gedung. Dan kamera-kamera pengawas mengawasi setiap sudut gedung. Bahkan sebelum masuk ke dalam lift pun Siwon harus melewati penjagaan yang sangat ketat.

 

“Maaf untuk tidak kenyamanan ini,” Lalu ia mendengar sang sekertartis cantik berkata, “Kami mendapat kabar bahwa kelompok pembunuh SJ akan menyerang presdir kami. Karena itu kami memperketat penjagaan.”

 

“Begitu…” Siwon menganggukkan kepalanya, namun dalam hati tertawa. Betapa bodohnya mereka. Penjagaan seperti apa pun tidak akan dapat mencegah kami untuk masuk dan membunuh target kami, ia berkata di dalam hati.

 

Dan benar saja. Tidak lama Siwon mendengar suara Kibum di earphone-nya, memberitahunya sesuatu yang membuatnya tersenyum,

 

“Ketua, Yesung hyung dan Eunhyuk hyung sudah berhasil masuk. Sekarang mereka sedang menuju ruang data. Aku akan menuntun mereka. Sedangkan Kyu sudah bersiap di posisinya. Kami semua sudah siap, ketua.”

 

Siwon dan si sekertaris yang cantik itu memasuki lift. Si sekertaris menekan tombol lantai 25, dan perlahan lift mulai beranjak naik melewati setiap lantai hingga akhirnya berhenti di lantai 25. Pintu lift terbuka perlahan dan memperlihatkan beberapa petugas berwajah galak yang berjaga. Siwon tersenyum saat seorang petugas menghentikan langkahnya. Setelah memeriksa dan memastikan Siwon tidak membawa senjata atau benda yang mencurigakan mereka pun mengijinkannya lewat. Seraya berjalan mengikuti si sekertaris menuju ruangan presdir, Siwon mengedarkan pandangannya ke sekililing. Di sini pun terlihat banyak petugas yang berjaga.

 

Kelihatannya tuan kim ketakutan dengan kita. Banyak sekali petugasnya.” Terdengar suara Kibum yang tertawa di earphone yang di pakainya. Siwon hanya tersenyum kecil.

 

Langkah si sekertaris berhenti di depan sebuah pintu dengan papan emas yang bertuliskan Presiden direktur. Sejenak si sekertaris menghilang ke balik pintu, lalu tidak lama muncul lagi dan berkata,

 

“Silakan masuk, tuan Choi. Presdir sedang menunggu anda.”

 

Siwon tersenyum, berterima kasih lalu beranjak masuk ke dalam ruangan presdir yang besar, nyaman dan rapi. Si sekertaris menutup pintu kembali dan kembali dengan pekerjaannya, meninggalkan sang presdir dengan tamunya. Presdir Kim berdiri dan tersenyum ramah menyambut kedatangan Siwon.

“Selamat datang, tuan Choi.” Katanya.

 

“Terima kasih. Senang akhirnya bisa bertemu dengan anda.” Siwon berkata, balas tersenyum ramah.

 

Sang presdir mempersilahkan Siwon duduk di kursi di depan mejanya, lalu ia pun beranjak duduk dan bertanya, “Lalu, apa tujuan anda bertemu denganku?”

 

Sambil memandang calon korbannya Siwon menyeringai kecil dan menjawab,

“Anda pasti akan tertarik.”

 

****

 

Dalam hitungan menit suasana gedung Shinwa Corp. berubah menjadi ramai dan kacau. Seluruh data dan komputer milik mereka telah hancur akibat virus buatan Kibum. Seluruh penjaga yang ada telah jatuh tak bernyawa akibat tembakan dari Eunhyuk dan Yesung. Kyuhyun melepaskan tembakannya untuk melindungi ketua dan rekan–rekannya dari luar gedung. Suasana berubah semakin ramai saat polisi mulai berdatangan. Kangin dan Zhoumi segera berpencar dengan pasukan masing–masing untuk menangkap kelompok SJ.

 

Siwon berhasil mendesak presdir Kim di ruangannya. Sementara di luar Eunhyuk dan Yesung sibuk menembaki penjaga dan polisi yang berdatangan. Eunhyuk tertawa senang saat pelurunya berhasil mengenai sasarannya.

 

5 meter dibelakang kalian. 20 orang.” kata Kibum memberitahu.

 

Yesung dan Eunhyuk melepaskan tembakannya dan mengenai sasaran. 20 orang segera jatuh tak bernyawa. “Dengan ini skorku menjadi 100. Kau dengar itu, Kyu?” kata Eunhyuk tertawa senang.

 

“Ya, tapi skorku sudah 150 saat ini, hyung.” kata Kyuhyun terkekeh.

 

“Cih…sial.” Eunhyuk berhenti tertawa dan menggerutu.

 

Yesung mengeluarkan pisau yang ia simpan di sepatunya dan dengan sigap berlari ke belakang Eunhyuk. Ia menancapkan pisaunya tepat di dada seorang polisi yang hendak menyerang Eunhyuk. Eunhyuk terkejut dan menoleh, melihat polisi itu telah mati.

 

“Tetap waspada, Hyukie.” kata Yesung menarik pisaunya dan menyimpannya kembali.

 

“Maaf hyung.” kata Eunhyuk merasa tidak enak.

 

Kemudian mereka kembali sibuk menembaki para penjaga dan polisi yang berdatangan seolah tidak ada habisnya. Sejenak mereka terpaksa bersembunyi untuk mengisi peluru. Lalu dengan tertawa senang Eunhyuk keluar dari persembunyiannya dan mulai menembaki lawan-lawannya. Yesung menoleh ketika melihat Kangin di lantai bawah, sedang berlari ke arah lain. Ia mengernyit sesaat lalu bertanya pada Kibum melalui alat communicater di telinganya,

 

“Jalan itu terhubung kemana, Bumie?”

 

Ke ruangan presdir, hyung.” jawab Kibum.

 

“Sial. Ketua masih di ruangan presdir,” kata Yesung mendecak kesal, lalu menoleh pada Eunhyuk yang telah selesai menembak. “Hyukie, kau segera ke ruangan presdir. Lindungi ketua.”

 

“Aku mengerti.” Eunhyuk mengangguk kemudian segera berlari pergi.

 

****

 

Kyuhyun mengisi pelurunya yang sudah habis seraya bersembunyi. Bandul kalungnya menyembul keluar dari balik jaketnya ketika ia menunduk. Ia memegang kalungnya, memandangnya sesaat lalu menyembunyikannya kembali dibalik jaketnya. Seketika ia teringat dengan Sungmin.

 

“Sudah hampir jam 10 malam. Apa mungkin dia sungguh–sungguh menunggu di sana?” pikirnya seraya melirik jam tangannya.

 

Kyu, lakukan bagianmu.” Terdengar suara Siwon di earphone di telinganya.

 

“Baik. Bawa dia padaku, ketua.” kata Kyuhyun tersadar dan segera berdiri.

 

Ia mengarahkan senjatanya dan bersiap untuk menembak ketika melihat sosok presdir di lensa pengintai di senjatanya. Ia bersiap menarik pelatuknya, namun sebuah peluru nyaris mengenainya. Kyuhyun menoleh dan melihat zhoumi berdiri 1 lantai dibawahnya, sedang mengarahkan senjatanya padanya.

 

“Aissh. Kau lagi.” kata Kyuhyun tersenyum kesal. Lalu ia segera mengarahkan senjatanya ke arah Zhoumi. “Aku sudah bersumpah untuk membunuhmu, polisi sialan.”

 

Zhoumi tersenyum dan bersiap melepaskan tembakannya namun sebuah tembakan sudah lebih dulu dilepaskan ke arahnya. Beruntung ia berhasil menghindar, lalu menoleh dengan kesal. Yesung muncul di belakangnya sambil tersenyum.

 

Biar aku yang urus dia, kyu. Kau lakukan saja tugasmu.” kata Yesung.

 

“Baik, tapi jangan bunuh dia. Polisi ini milikku, hyung.” kata Kyuhyun menurunkan senjatanya.

 

Aku mengerti.” kata Yesung kemudian kembali melepaskan tembakannya pada Zhoumi.

 

Zhoumi menghindar dan terpaksa bersembunyi. Sementara Yesung sedang mengurus Zhoumi, Kyuhyun kembali berkonsentrasi untuk melakukan tugasnya. Ia ingin cepat-cepat menyelesaikan tugas ini dan segera berlari ke karnaval. Kepalanya tak berhenti memikirkan Sungmin yang sedang menunggunya di sana. Ia harus segera pergi.

 

Ia membidik presdir Kim yang nampak tersudut oleh Siwon dan bersiap melepaskan tembakannya. “Say goodbye, tuan presdir.” katanya tersenyum.

 

****

 

Dorrr…

 

Kangin membuka paksa pintu ruangan presdir dan segera berlari masuk tepat saat tubuh presdir Kim terjatuh ke lantai, tak bergerak lagi, tak bernyawa lagi. Jendela di belakangnya nampak bolong karena peluru. Siwon menoleh dan tersenyum memandang Kangin.

 

“Kau lama sekali tuan kepala polisi.” Katanya seraya menendang tubuh presdir Kim yang sudah mati.

 

“Tapi aku belum terlambat untuk menangkapmu. Aku sudah menyiapkan penjara khusus untukmu,” kata Kangin mengarahkan senjatanya pada Siwon.

 

“Benarkah? Sayang sekali. Tapi aku alergi dengan tempat yang bernama penjara.”

 

“Penjara adalah tempat yang paling cocok untukmu.”

 

Siwon kembali tersenyum, seulas senyum meremehkan. Kangin mengarahkan senjatanya dan bersiap melepaskan tembakannya. Namun Eunhyuk muncul dan melepaskan tembakannya tepat saat Kangin hendak menembak. Eunhyuk terus menembaki Kangin. Kangin menghindar dan terpaksa bersembunyi.

 

“Kau tidak apa-apa, ketua?” Eunhyuk bertanya, melirik pada Siwon yang terlihat baik-baik saja. Nampak tenang seperti biasanya.

 

Siwon tersenyum sebagai jawabannya dan berkata,

“Kita mundur. Misi sudah selesai.”

 

Yesung dan Kyuhyun yang mendengar perkataan Siwon melalui alat communicater mereka menjawab bersamaan, “Baik.

 

Siwon melirik sesaat keluar jendela, melihat Kyuhyun meninggalkan tempatnya. Lalu ia membalik tubuhnya dan beranjak pergi seraya berkata pada Eunhyuk yang masih terus menembaki Kangin,

 

“Kita pergi, Hyukie.”

 

Eunhyuk melepaskan tembakan terakhirnya lalu segera pergi mengikuti Siwon. Sepeninggal Siwon dan Eunhyuk suasana terasa sangat tenang. Kangin keluar dari persembunyiannya dan menggeram dengan kesal. Lagi–lagi buronannya berhasil kabur. Lagi–lagi seseorang mati karena ulah mereka.

 

“Sial! Sial! Sial!” Maki Kangin kesal.

 

****

 

Siwon, Eunhyuk dan Yesung kembali ke mobil mereka yang disembunyikan di samping gedung. Yesung menyimpan kembali senjata mereka di bagasi mobilnya. Terdengar suara Kibum yang berkata dengan senang di earphone communicater yang masih terpasang di telinga mereka,

 

Good job guys.

 

Eunhyuk tertawa senang.

“Apa kau lihat tadi, Bumie. Aku hampir mengenainya, dan kepala polisi itu hanya bersembunyi seperti tikus.” Katanya.

 

Ya, ya. Aku melihatnya di monitorku. Kau hebat hyung.” kata Kibum memuji, membuat Eunhyuk tersenyum bangga.

 

Siwon melepaskan jasnya, melemparnya ke dalam mobilnya, lalu melonggarkan dasinya seraya bertanya pada para anak buahnya, “Apa ada yang terluka?”

 

“Kami baik–baik saja ketua.” Yesung menjawab.

 

Siwon menganggukkan kepalanya. Ketika melihat para anak buahnya ia menyadari ada sesuatu yang kurang. “Dimana Kyu?” Tanyanya.

 

Eunhyuk mengedarkan pandangannya dan baru menyadari bahwa Kyuhyun tidak terlihat di antara mereka. “Eh? Dimana anak itu?” Tanyanya.

 

Kyu sudah lebih dulu pergi. Katanya dia mau ke karnaval.” Kibum menjawab pertanyaan itu.

 

“Karnaval?” Siwon mengernyit sesaat. Lalu berkata, “Baiklah, pekerjaan hari ini berhasil dengan sangat baik.”

 

Yesung dan Eunhyuk tersenyum, merasa senang karena untuk ke sekian kalinya mereka kembali menang mudah. Lalu Eunhyuk mengajak untuk pergi minum sebelum kembali ke base camp untuk merayakan keberhasilan mereka. Yesung dan Siwon setuju.

 

“Hei, jangan lupakan aku! Aku masih di sini mendengarkan kalian.” Terdengar suara protes Kibum di alat communicater mereka.

 

Siwon terkekeh sesaat.

“Apa kau juga mau ikut, Kibumie? Kami akan menunggumu di Late Choice’s bar.” Tanyanya.

 

“Ok, aku segera ke sana,” jawab Kibum. “Aku akan mematikan alat communicater kalian. Sebaiknya kalian menyimpan benda itu dengan baik.”

 

“Bagaimana dengan alat communicater milik Kyu? Dia pasti sedang mendengarkan semua pembicaraan ini?” Yesung bertanya.

 

“Alat communicater Kyu sudah mati daritadi. Kyu yang mematikannya sendiri.” Jawab Kibum sebelum kemudian ia mematikan semua alat communicater milik Siwon, Eunhyuk dan Yesung.

 

Siwon, Eunhyuk dan Yesung melepaskan alat communicater di telinga mereka dan menyimpannya dengan baik. Tidak ingin benda kecil itu rusak atau sang hacker jenius mereka akan sangat marah. Siwon menaiki mobilnya dan segera melaju pergi. Mobil Yesung mengikuti di belakangnya. Ia mengendarai mobilnya dengan tenang. Matanya menatap karnaval yang terlihat di kejauhan. Ia mengernyit.

“Karnaval? Rasanya aneh mendengar Kyu pergi ke karnaval selarut ini.” Gumamnya, kemudian menginjak pedal gasnya dan memacu mobilnya semakin cepat.

 

****

 

 

“Aku akan tetap menunggumu. Cepat datang jika kau tidak ingin aku mati kedinginan.”

 

Kyuhyun merasa tidak tenang. Ia melirik jam digital di mobilnya, pukul 23.30 PM. Ia mendesah pelan. Jika pikirannya benar, saat ini Sungmin mungkin masih menunggunya di sana, di karnaval yang dibencinya. Jika bukan demi Sungmin, mungkin Kyuhyun akan lebih memilih untuk segera pulang dan bermain game hingga pagi. Tapi pikiran tentang pemuda manis itu tidak henti bermain di kepalanya. Dan Kyuhyun pun memacu mobilnya semakin cepat. Ia harus cepat.

 

Karnaval itu masih nampak ramai dan sangat meriah ketika Kyuhyun tiba. Orang-orang masih berdatangan menikmati kemeriahan karnaval meski ini sudah larut malam. Kyuhyun menghentikan kakinya di tengah keramaian dan memperhatikan semuanya, sejenak merasa takjub pada semua kemeriahan itu. Lampu warna–warni yang berpijar. Berbagai wahana permainan dan atraksi yang menarik. Badut, musik, popcorn, gulali dan balon. Semua masih tetap sama walau ia sudah lama sekali tidak pernah menginjakkan kakinya di karnaval lagi.

 

Teringat dengan Sungmin, Kyuhyun pun segera melangkahkan kakinya lagi. Ia setengah berlari seraya mengedarkan pandangannya, mencari sosok manis Sungmin di tengah keramaian. Namun ia tidak menemukannya. Ketika ia hampir menyerah mencari Sungmin dan berpikir mungkin saja pemuda manis itu sudah pulang, matanya menangkap sesuatu. Ia terpaku melihat seseorang yang sedang berdiri di depan salah satu wahana dengan 8 balon berwarna–warni yang memenuhi tangannya. Kyuhyun segera berlari menghampiri.

 

“Sungmin hyung.” Panggilnya.

 

Sungmin menoleh dan tersenyum.

“Kau datang, Kyu.” Katanya senang.

 

“apa yang kau lakukan di sini? Ini sudah larut malam.” Kata Kyuhyun marah. Ia merasa kesal pada kebodohan Sungmin.

 

Namun Sungmin justru tertawa.

“Tentu saja, aku sedang menunggumu. Karnaval ini buka sampai pagi. Kita masih punya banyak waktu.” Katanya dengan tenang, seolah ia tidak melakukan sesuatu yang salah.

“Kenapa kau tidak langsung pulang saja? Ini sudah larut malam! Bagaimana jika aku tidak datang? Kau pasti akan mati kedinginan, kau mengerti itu?!” Kyuhyun mulai mengomel.

 

Tapi Sungmin justru tersenyum dan berkata dengan polos,

“Tapi buktinya kau datang ‘kan? Jadi keputusanku untuk tetap menunggumu di sini tidak salah,”

 

Kyuhyun tertegun, terpaku memandang Sungmin. seketika amarahnya menghilang.

“Lihat. Aku membeli banyak balon untukmu, Kyu. Warnanya cantik yah.” Sungmin berkata lagi seraya menunjukkan tangannya yang dipenuhi oleh balon-balon yang berwarna-warni.

 

Sungmin memberikan balon–balon itu pada kyuhyun. Namun sayangnya balon-balon itu terlepas dan melayang ke udara saat Kyuhyun akan mengambilnya. “Ah, balonnya…” kata Sungmin kecewa seraya memandang langit.

 

Kyuhyun ikut memandang langit. Namun balon–balon itu tidak terlihat karena langit malam yang gelap. “Kita bisa membelinya lagi.” Katanya kemudian seraya memegang tangan Sungmin.

 

Namun Kyuhyun tersentak saat merasakan tangan Sungmin yang dingin. Sungmin hanya memandang ketika Kyuhyun melepaskan jaketnya dan meletakkannya di atas tubuhnya. “Kau kedinginan. Angin malam benar–benar tidak baik.” Kata Kyuhyun merengut.

 

Sungmin mengerjap sesaat, lalu meletakkan kedua tangannya di wajah Kyuhyun dan tersenyum. “Kau hangat. Sekarang aku sudah tidak kedinginan lagi.” Katanya.

 

Kyuhyun kembali terpaku sejenak, mengerjap memandang Sungmin.

“Ayo pulang.” Katanya kemudian seraya menggenggam tangan Sungmin.

 

Namun Sungmin justru melepaskan tangannya dan menunjuk penjual gulali.

“Belikan aku gulali.” Katanya.

 

“Apa?” kata Kyuhyun tidak mengerti.

 

“Belikan aku gulali, lalu kita bermain sampai petugas karnaval mengusir kita dari tempat ini. Lalu paginya kita akan meninggalkan mimpi burukmu tentang karnaval di sini,” Sungmin terdiam sejenak dan mendekati Kyuhyun.

 

Ia menyentuh cincinnya yang kini telah menjadi bandul kalung di leher Kyuhyun, lalu sambil tersenyum lembut berkata, “Kau bilang akan mengingatku saat kau merasa takut dan ragu. Kalau begitu ingat aku sekarang dan nikmati karnaval ini bersamaku.”

Kyuhyun hanya terdiam sejak tadi, terpaku memandang Sungmin. Kemudian ia menghela nafasnya dan tersenyum. “Ayo kita bersenang-senang di karnaval.” Katanya kemudian.

 

Sungmin tersenyum gembira. Ia menggenggam tangan Kyuhyun dan segera menariknya ke dalam keramaian karnaval. Mereka memainkan berbagai wahana permainan, menikmati gulali dan membeli banyak balon berwarna-warni. Tertawa. Bersenang-senang. Malam itu, untuk pertama kali Kyuhyun menikmati karnaval, tanpa rasa takut.

 

Tbc

11 thoughts on “My name is…? / part 4

  1. woww, kelompoknya kyu hebat banget, mau bunuh orang kayaknya gampang banget gitu … #geleng2

    Semangat ming, kamu harus bisa hilangin kenangan buruk kyu dengan karnaval …

    Tambah penasaran saya, sebenernya ada apa sih dibalik nama kyu, sampe2 harus dirahasiain dari semua orang gitu … ???

    Lanjutttt…🙂

  2. Saya lupa chap 3 nya gmn…. mianhae ya… hehehehheheh….
    Mereka romantis ya d karnaval…
    Lanjutttt…

    Mo cari part 3 dlu…
    Biar inget… hehehhehe

  3. Minnie sayaaaanggg, hadduhhh itu yang dihadapanmu itu pembunuh kelas kakap min!😄
    bener2 gila tuh kelompok SJ! Asli! Tenang banget duhh, jadi malah inget film wanted nih, itu tuh yang mainnya si cantik angelina jollie xD tenang banget mau ngebunuh juga. *jiahhh, malah curhat ni anak xDxD
    hehe, maap thor…
    Nyok lanjut! Hihi,

  4. Ngebayangin Siwon CS beraksi,tp sayang aksix ngebunuh-bunuhan hehehehehe
    Wahh Ming pantang nyerah,untung Kyu datang…
    Cieee Kyu nikmatin suasana karnaval sama Ming….
    Lanjuuuuutttt…

  5. Menegangkan D:

    Kelompok SJ cukup.. Menyeramkan juga😐 x____x

    Dan kyuhyun dikejar waktu karena janjinya dengan sungmin di karnaval ><

    Tanya. Zhoumi hidup jadinya?

    Aaaa

    Tp kyu bisa bersenang-senang lah, untuk saat ini..😐

  6. bwoohhhhkomplotanya kyuhyun kerennddsss❤

    ayo ming buat kyu ngilangin trauma tentang karnavalnya….
    semangad…
    moment" yg indah…
    ahuuuaahhhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s