Step to confession / part 4

Gambar

Pairing : KyuMin / YeMin / YeWook || Genre : Romance || Length : Chaptered ||Warning : Boys love, shounen-ai || Disclaimer : Story belong to me, KyuMin belong each other || Summary : Kyuhyun dan Sungmin bertaruh, yang membuat Sungmin terpaksa setuju untuk menikah dengan bosnya itu. Tapi diam-diam Sungmin menyukai seseorang yang pernah menyelamatkannya dulu, yaitu Yesung. Sayangnya Yesung tidak ingat pada Sungmin. Di hari pernikahan, Kyuhyun kembali mengajak Sungmin untuk bertaruh. Kyuhyun menantang Sungmin untuk menyatakan perasaannya pada Yesung sebelum pernikahan mereka di mulai. Berhasilkah Sungmin?

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

part 4

 

Lagi-lagi dia tidak bisa menahan dirinya untuk tidak kembali ke tempat itu lagi. Matahari belum terbangun sepenuhnya ketika dia sampai di pantai itu. Dia menghentikan kakinya di pinggir pantai, hanya terdiam ketika gelembung-gelembung kenangan itu seketika menerpanya. Ada tawanya, tawa orang itu, pelukan yang hangat, ciuman yang manis, dan juga air mata. Yesung menarik nafas sesaat, gelembung-gelembung kenangan itu membuat dadanya terasa sesak.

 

Ketika musim dingin datang mereka selalu datang ke pantai ini. Di musim dingin pantai ini tidak ada pengunjung. Pengunjung pantai ini hanya mereka. Mereka akan berdiri di pinggir pantai dan saling menemani. Dia ingat, orang itu pernah berkata bahwa laut di musim dingin itu terlihat sangat menyedihkan. Dan saat angin berhembus orang itu akan bersembunyi di balik punggungnya. Lalu dia akan mendengar sebuah doa kecil orang itu. Memohon agar mereka selalu bersama. Saat itu Yesung tersenyum mendengarnya. Tapi kini, itu hanyalah sekedar doa kecil yang terabaikan oleh Tuhan.

 

Mata kecilnya terus menatap jauh ke lautan. Ombak yang bergulung-gulung itu seakan bertanya padanya, pertanyaan yang sama. Kenapa dia datang sendirian hari ini? Dimana orang yang selalu bersamanya dulu?

 

“Tidakkah kau melihatnya? Dia ada dibelakangku, bersembunyi di balik punggungku.” Dan sebuah jawaban yang sama pula akan keluar pelan dari bibir Yesung.

 

Meskipun kenyataannya, setiap kali Yesung menoleh ke belakang tidak ada siapa pun di sana. Tidak ada orang itu yang selalu bersembunyi di balik punggungnya, memeluknya dengan hangat dan melantunkan sebuah doa kecil. Tetapi kini tidak ada siapa pun di belakang punggungnya. Kosong. Dingin.

 

Perlahan langit mulai nampak terang. Sang matahari pagi telah terbangun dari tidurnya. Yesung memejamkan matanya sejenak, merasakan kehangatan dari bias cahaya matahari pagi yang menerpa tubuhnya. Memberikannya ketenangan. Namun ketika ia membuka matanya kembali, ia termanggu sejenak menatap ombak yang menyapu lembut bibir pantai. Ombak yang pulang kembali pada pantainya.

 

Lalu suara itu kembali tergiang di telinganya.

 

 

“Tidak perlu terburu-buru. Ombak tidak pernah meninggalkan pantainya, dia selalu kembali setiap saat. Bukankah begitu? Kelak, jika tiba waktunya nanti, aku pasti akan kembali padamu. Jadi, tunggulah aku. Dan ingatlah, seperti laut dengan pantainya…kau adalah milikku hyung.”

 

 

Yesung menyentuh kalung dengan bandul batu berwarna biru cemerlang di lehernya. Warnanya yang biru terlihat indah saat terkena sinar matahari. Simbol yang diberikan orang itu padanya sebelum orang itu memutuskan untuk pergi darinya, berkeliling dunia untuk meraih impiannya. Dia menatap benda itu lekat-lekat. Mata kecilnya menyiratkan kerinduan yang besar, dan juga pertanyaan.

 

“Tapi sampai kapan aku harus menunggu?” gumamnya, menggenggam bandul kalung itu dengan erat. “Seberapa jauh lagi kau akan pergi, sebelum akhirnya kau kembali padaku, Ryeowook?”

 

~+~+~+~

 

Bel kecil itu berdenting ketika pintu café dibuka. Henry mengangkat kepalanya, bersiap tersenyum untuk menyambut sang pembeli. Namun ia sedikit mengernyit ketika melihat siapa yang datang. Lagi-lagi pemuda manis itu. Hampir setiap hari pemuda manis itu selalu datang, hingga Henry hafal dengannya. Namanya Sungmin, jika Henry tidak salah ingat. Tetapi hari ini Sungmin datang lebih awal dari biasanya. Henry melihat jam tangannya, ini masih jam 10 pagi. Belum saatnya untuk jam makan siang.

 

“Ah, pemuda itu lagi. Pasti mencari bos.” Henry mendengar salah seorang pegawai yang berdiri di dekatnya berkata, menebak tujuan kedatangan Sungmin.

 

Sejenak Henry memperhatikan Sungmin yang terlihat seperti sedang mencari seseorang. Mata foxy Sungmin menjelajahi seluruh isi café. Di dalam kepalanya Henry setuju pada tebakan si pegawai. Seperti para gadis-gadis yang selalu datang ke café ini setiap hari, kedatangan pemuda manis itu pun pasti untuk bertemu—atau sekedar melihat—bos mereka yang tampan.

 

Henry memutuskan untuk mendekati Sungmin. Pemuda manis itu nampak sedikit terkejut ketika ia menyapanya. Namun kemudian pemuda itu membalas sapaannya dengan sopan dan tersenyum.

 

“Kau Sungmin, kan? Kau datang lebih awal dari biasanya.” Kata Henry ramah.

 

“Ah, iya. Aku sedang ada keperluan di luar kantor. Saat melewati café ini aku berpikir untuk mampir sebentar.” Lalu Sungmin kembali mengedarkan pandangannya ke seluruh café, mencari sosok tampan yang selalu memakai apron merah di tubuhnya itu.

 

Henry memperhatikannya dan tersenyum kecil.

“Apa kau mencari Yesung hyung?” tebaknya, yang membuat Sungmin nampak sedikit terkejut bercampur malu. Membuat Henry merasa yakin bahwa tebakannya barusan benar. “Jika kau mencari Yesung hyung, dia belum datang sejak pagi. Aku tidak tahu apakah dia akan datang hari ini ke café atau tidak.”

 

Sungmin terdiam sejenak, merasa sedikit kecewa.

“Begitu ya…” katanya.

 

“Apakah kau mau duduk dan memesan sesuatu?” tawar Henry.

 

Sungmin menggelengkan kepalanya dan tersenyum.

“Kurasa tidak, terima kasih.” Lalu ia menyodorkan sebuah kotak berukuran sedang pada Henry. “Anu…jika Yesung hyung datang nanti, bisakah kau memberikan ini padanya?”

 

Henry menerimanya dan tersenyum.

“Ya, tentu saja.”

 

Sungmin tersenyum berterima kasih dan beranjak pergi. Bel kecil itu kembali berdenting ketika pintu terbuka, menyambut tamu yang datang dan pergi. Sepeninggal Sungmin, Henry hendak ke ruang belakang seraya berusaha menerka isi kotak berukuran sedang dari pemuda manis itu. Namun sebuah suara yang dikenalinya menghentikan kakinya.

 

“Kau terlihat sibuk, Henry.”

 

Henry menoleh dan segera tersenyum senang ketika melihat si tamu yang sudah cukup lama tidak dilihatnya. “Heechul hyung! Astaga, senang melihatmu lagi!” katanya dan segera memeluk pria bertubuh ramping itu dengan gembira.

 

Heechul tersenyum dan balas memeluk. Ketika ia melepaskan pelukannya, sejenak ia mengedarkan pandangannya ke seluruh café. “Dimana Yesung?” tanyanya kemudian.

 

“Ah, dia sedang tidak ada. Dia belum datang ke café sejak pagi.” Jawab Henry.

 

Heechul mengernyit.

“Memang dia kemana? Apakah dia tidak mengatakan sesuatu padamu?”

 

“Kemarin sih, dia bilang dia ingin ke pantai itu hari ini.”

 

Heechul terdiam sejenak mendengar jawaban Henry. Lalu ia tersenyum mendengus dan berkata, “Jadi, dia masih menunggu Ryeowook ya? Adikku itu benar-benar bodoh, membuat orang menunggu begitu lama.”

 

“Ya. Ini sudah hampir 3 tahun.” Henry tersenyum sedih membayangkan penantian Yesung yang seolah tanpa ujung. Namun, meski begitu ia pun merasa salut pada kesetiaan Yesung yang begitu besar. “Oh ya, duduklah dulu dimana pun kau suka. Aku akan segera kembali. Kau mau memesan sesuatu hyung?”

 

Hot Machiato. Aku akan duduk di lantai 2 saja.” Lalu Heechul beranjak pergi ke lantai 2.

 

Lantai 2 di café ini jarang dipakai untuk umum. Karena tempatnya yang lebih privasi, biasanya hanya untuk orang-orang tertentu saja yang memakainya. Henry menganggukkan kepalanya dan beranjak ke ruang belakang untuk meletakkan barang titipan Sungmin untuk Yesung, lalu segera pergi ke dapur untuk membuat minuman pesanan Heechul. Lima belas menit kemudian, ketika Henry hendak ke lantai 2 untuk mengantarkan secangkir Hot Machiato pesanan Heechul ia mendengar gadis-gadis yang berada di café mulai ribut. Rupanya sang bos sudah datang.

 

Yesung hanya tersenyum dan menyapa sejenak para pelanggannya yang sebagian besar adalah gadis-gadis cantik, sebelum kemudian ia mendekati Henry yang berdiri di dekat tangga dengan nampan berisi secangkir Hot Machiato di tangannya. Nampaknya pemuda itu sedang menunggunya.

 

“Kukira kau tidak akan datang hari ini,” Kata Henry memandang Yesung yang berdiri di depannya. Lalu sambil tersenyum jahil ia menambahkan, “Gadis-gadis itu telah menunggumu sejak pagi. Mereka ribut sekali menanyakan dirimu.”

 

Yesung hanya terkekeh kecil menanggapinya. Dan justru bertanya,

“Siapa yang ada di lantai 2?”

 

“Heechul hyung. Dia belum lama datang.” Jawab Henry.

 

Yesung tertegun sejenak mendengarnya. Ia mengerjap seolah tidak percaya.

“Heechul hyung? Apakah dia datang sendiri atau…?”

 

Henry dapat mendengar ada nada penuh harap dalam suara Yesung. Ia mengerti dengan maksud pertanyaan bosnya itu. Lalu dengan sedikit menyesal ia menggelengkan kepalanya pelan dan menjawab,

 

“Dia datang sendirian.”

 

“Oh, begitu…” gumam Yesung, lalu tersenyum kecil. Seulas senyum miris yang coba ia sembunyikan. “Henry, bisakah kau membuatkanku black coffee? Aku akan menemui Heechul hyung. Oh ya, nanti bawakan juga Red Velvet untuk kuenya.” Lalu pria bermata kecil itu beranjak pergi ke lantai 2.

 

“Baiklah.” Kata Henry. Maka ia kembali ke dapur untuk membuat secangkir black coffee untuk Yesung, dengan membawa kembali nampan berisi secangkir Hot Machiato pesanan Heechul. Ia akan membawakan dua minuman itu bersamaan nanti.

 

~+~+~+~

 

Di lantai 2, terlihat Heechul duduk sendirian di salah satu meja, meja di dekat jendela. Duduk dengan tenang sambil merokok dan memandang keluar jendela. Pria berwajah cantik itu menoleh ketika menyadari kedatangan Yesung.

 

“Oh, kau sudah datang,” Katanya, menatap Yesung yang menarik kursi di depannya dan lalu duduk dengan tenang di sana. “Katanya kau pergi ke pantai hari ini?”

 

“Ya. Melihat matahari terbit,” Jawab Yesung, tersenyum. “Matahari terbit di sana sangat indah.”

 

Heechul menghisap rokoknya sejenak, lalu menghembuskan asap kelabu tipisnya ke udara, dan mengalihkan pandangannya kembali keluar jendela. Henry datang dengan membawa nampan berisi dua cangkir Hot Machiato dan Black coffee, dan dua piring kecil berisi sepotong kue Red Velvet. Dia meletakkan semua itu di atas meja, di depan Heechul dan Yesung. Tidak ingin mengganggu, dia segera beranjak pergi. Membiarkan sang bos dan tamunya berbicara dengan tenang.

 

Yesung menyesap black coffee-nya sesaat, lalu berkata dengan senang sambil memandang Heechul, “Aku senang melihatmu lagi hyung. Bagaimana Cina?”

 

Setelah menikah dengan Hangeng, pria yang ia kencani selama tujuh tahun, Heechul memulai hidup barunya di Cina. Sesekali ia akan kembali ke Korea untuk mengunjungi teman dan keluarganya di sini, dan sesekali pula ia akan keliling dunia mengunjungi adiknya yang tidak pernah bertahan lama tinggal di satu Negara.

 

Heechul mendengus dan meraih cangkirnya.

 “Padat dan ramai,” katanya dengan nada sedikit kesal. Yesung hanya terkekeh kecil mendengarnya. Heechul menyesap sejenak minumannya, lalu sambil meletakkan cangkirnya kembali ke atas meja ia berkata dengan tiba-tiba, “Kemarin aku baru tiba dari Kanada, mengunjungi Ryeowook.”

 

Yesung yang sedang menikmati kue Red Velvet sedikit terkejut mendengarnya. Ia menghentikan tangannya yang sedang memotong kue berwarna merah itu dan menatap Heechul. Heechul mengangkat kepalanya, memandang Yesung dengan tenang.

 

“Sekarang dia ada di Kanada?” tanya Yesung kemudian.

 

“Ya, di sebuah pegunungan.” Jawab Heechul, menghisap kembali rokoknya. “Tidakkah dia mengatakannya dalam emailnya?”

 

Yesung mengalihkan pandangannya pada kue di depannya. Seketika kue berwarna merah itu nampak tidak menarik lagi baginya. “Dia belum membalas emailku sejak kemarin.”

 

Heechul terdiam sejenak menatap Yesung. Matanya tertarik pada kalung batu berwarna biru yang menggantung di leher Yesung. Lalu ia mendengus dengan kesal dan mengalihkan pandangannya kembali keluar jendela. Tiba-tiba ia merasa kesal, kesal pada adiknya yang bodoh itu karena telah membuat seseorang menunggu lama untuknya.

 

“Ini sudah hampir 3 tahun, kan? Aku terkejut sekaligus merasa salut mengetahui bahwa kau masih menunggunya, menunggu adikku yang bodoh dan egois itu.”

 

“Tetapi, meski begitu Ryeowook adalah orang yang sangat menarik dan menyenangkan menurutku.”

 

Heechul kembali mendengus, seolah tidak setuju dengan perkataan Yesung barusan.

“Ryeowook itu rumit. Bahkan, sebagai kakaknya pun terkadang aku masih sulit memahami jalan pikirannya. Anak itu…menyebalkan.”

 

Yesung hanya terkekeh kecil mendengarnya. Lalu ia meraih cangkirnya dan menyesapnya sejenak. Berusaha mencari rasa manis dalam rasa pahit yang mengisi tenggorokkannya. Rasa pahit yang sudah begitu dikenalnya, seperti rasa penantiannya yang seolah tanpa ujung. Pahit.

 

Sambil menikmati kopi dan kue, Yesung dan Heechul mengobrol dengan santai. Sejenak berbagi cerita. Sebelum akhirnya Heechul memandang jam tangannya dan memutuskan untuk pamit pergi. Pria berwajah cantik itu memadamkan puntung rokoknya yang telah memendek pada asbak yang tersedia di meja, lalu berkata pada Yesung sebelum ia pergi,

 

“Jika kau memang sangat menyayangi dan mempercayai Ryeowook, maka tunggulah dia dengan sabar. Sebagai kakaknya, aku minta maaf atas semua sikap egois adikku yang bodoh itu. Suatu saat nanti dia pasti akan kembali. Kau percaya itu, bukan?”

 

Dan Yesung hanya tersenyum. Ya, ia mempercayai hal itu. Ia sangat ingin mempercayainya. Tapi sebuah pertanyaan tiba-tiba menghampirinya. Sebuah pertanyaan yang terasa seperti……putus asa.  

 

“Oh ya, Yesung hyung,” Suara Henry menyadarkan Yesung dari pikirannya. Yesung menghentikan kakinya yang sedang menuruni anak-anak tangga menuju lantai 1, lalu menoleh menatap Henry yang berdiri tidak jauh darinya.

 

“Tadi pagi pemuda itu datang mencarimu. Hari ini dia datang lebih awal dari biasanya, dia datang jam 10 pagi.” Kata Henry memberitahu.

 

Yesung menuruni anak-anak tangga dengan cepat dan menghampiri Henry.

“Sungmin, maksudmu?” tanyanya, memastikan.

 

Henry menganggukkan kepalanya dengan mantap.

“Ya, dia mencarimu. Tapi ketika kubilang kau tidak datang ke café hari ini dia pergi lagi. Sebelum pergi dia menitipkan sesuatu padaku, katanya untukmu. Sepertinya itu sebuah hadiah. Aku meletakkannya di ruang belakang.”

 

Yesung berterima kasih dan beranjak ke ruang belakang. Di ruang belakang, ia melihat sebuah kotak berukuran sedang di atas meja. Ia menghempaskan tubuhnya di sofa, lalu meraih kotak itu. Sejenak berusaha menerka apa isi kotak itu, sebelum kemudian memutuskan untuk membukanya.

 

Rupanya sebuah cangkang keong berwarna putih yang unik dan cantik. Cangkang keong itu cukup besar. Ada sebuah kertas memo di dalam kotak itu. Yesung mengambil kertas memo itu dan membaca pesan yang tertulis di dalamnya.

 

Coba kau tempelkan cangkang keong ini di telingamu dan pejamkan matamu, lalu dengarkan dengan baik suara yang terdengar di telingamu. Kau pasti tahu suara apa itu. Semoga kau menyukainya.

–Sungmin-

 

Yesung mencoba mengikuti instruksi dari pesan memo itu. Ia menempelkan cangkang keong itu di telinganya dan memejamkan matanya, berusaha mendengar dengan baik suara yang terdengar di telinganya. Lalu, suara yang terdengar di telinganya itu membuatnya tersentak. Suara itu, bagaikan suara ombak yang menyapu pantai. Terdengar begitu lembut dan tenang.

 

Mata kecil Yesung terus terpejam mendengarkan suara yang terdengar lembut dan tenang itu di telinganya. Dan sudut bibirnya menarik sebuah garis yang besar. Ia tersenyum. Oh ya, ia sangat menyukai hadiah kecil ini. Mungkin nanti ia akan menghubungi Sungmin untuk berterima kasih atas hadiah kecil ini. Namun, ketika ia membuka matanya pertanyaan itu kembali hadir di kepalanya.

 

Sampai batas apa ia mampu menunggu Ryeowook?

 

~+~+~+~

 

Kyuhyun merasa senang ketika melihat Sungmin berada di ruangannya siang ini. Hari ini pemuda manis itu tidak makan siang di luar seperti biasanya. Dan itu menjadi kesempatannya untuk mendekati Sungmin. Namun kesenangan Kyuhyun itu tidak bertahan lama. Ketika sedang berdua dengan Sungmin, Zhoumi muncul dan mengingatkannya tentang jadwal janji makan siang dengan salah satu kliennya. Dan ia pun harus rela diseret pergi oleh Zhoumi yang tidak sabaran.

 

Itu sungguh menyebalkan!

 

Setelah menyelesaikan sebagian tugasnya, Kyuhyun berkunjung ke ruangan Donghae dan menganggunya dengan keluh kesahnya tentang betapa sulitnya mendapatkan Sungmin. Tentang Zhoumi yang selalu muncul di saat yang tidak tepat. Di mejanya, Donghae hanya diam dan berusaha menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai, membiarkan sang presdir muda mondar-mandir di ruangannya sambil terus bercerita. Akhirnya Kyuhyun lelah mondar-mandir dan beranjak duduk di seberang Donghae. Wajahnya menempel pada permukaan meja kerja Donghae yang bersih. Kini ia lebih terlihat seperti seorang anak kecil daripada seorang presdir muda yang jenius.

 

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” gumamnya, merengut kesal.

 

“Bukankah kau bilang kau itu jenius? Cobalah buat dia melihatmu dan menyadari arti dari semua perhatianmu itu.” Cibir Donghae tanpa mengalihkan pandangannya dari layar komputer di depannya, membuat sang presdir muda merasa semakin kesal.

 

Kyuhyun mengangkat wajahnya dari permukaan meja, lalu dengan kesal mulai melempari Donghae dengan beberapa spidol yang ada di meja kerja Donghae. “Seharusnya kau membantuku, sialan! Kau pernah berjanji padaku, kan?!” Serunya kesal.

 

Donghae memutar kedua matanya dengan kesal. Jika tidak ingat bahwa pria yang sedang merengek di depannya saat ini adalah seorang presdir dari sebuah perusahaan besar, ia pasti sudah menendangnya sejak tadi.

 

“Baiklah. Kenapa kau tidak coba mengajaknya bertaruh?” Kata Donghae memberi usul.

 

Kyuhyun berhenti melempari Donghae dan mengerjap sesaat.

“Bertaruh? Bertaruh apa, maksudmu?”

 

Donghae mendengus sesaat.

“Ayolah, Kyu. Kau tahu apa maksudku. Ajak dia bertaruh. Jika kau menang, kau bisa membuatnya menikah denganmu. Tapi jika kau kalah ya…mungkin kau bisa menjadi pembantunya selama sebulan penuh, atau apapun terserah.”

 

Kyuhyun mengernyit sesaat.

“Sepertinya itu terdengar memaksa tapi…” Ia mencoba memikirkan usul Donghae tersebut, lalu menyeringai kecil. “Kurasa itu ide yang bagus.”

 

Kyuhyun memandang jam tangannya sesaat lalu bangkit berdiri sambil berkata,

“Kurasa aku harus segera kembali ke ruanganku sekarang, atau Zhoumi akan mulai mengomel lagi. Sungguh, dia itu sangat cerewet.”

 

Donghae hanya terkekeh dan menatap Kyuhyun yang beranjak pergi. Ketika ia mengalihkan pandangannya kembali pada layar komputernya, ia teringat pada sesuatu yang sangat penting. Namun saat ia menoleh dan hendak memanggil Kyuhyun, presdir muda itu telah menghilang dibalik pintu.

 

Donghae hanya mengangkat kedua bahunya dengan santai.

“Sudahlah. Aku akan memberitahunya nanti saja.” katanya, mengalihkan pandangannya kembali pada layar komputernya. Memfokuskan pikirannya kembali pekerjaannya yang belum selesai.

 

Dan melupakan sesuatu yang penting itu. Sesuatu yang seharusnya ia katakan pada Kyuhyun lebih awal. Sesuatu yang kelak akan ia sesali karena telah melupakannya.

 

Tbc

26 thoughts on “Step to confession / part 4

  1. huhu aku sedih kyumin moment nya nggak ada T^T

    kyukyu~ sabar yaa daddy hahah!! Kelak, Sungmin akan menjadi milikmu seutuhnya kkkk…

    Sesuatu? Sesuatu apa hae jucci?? O.o
    penasaran nihh, ayo semangat lanjutnya min eon. FIGHTING!! ^o^

    oya, haha min eon kayaknya ngantuk banget yaa pas ngetik ini??? Itu, typo beberapa kali pas bagian nama Yecung jucci, malah jadi Kyuhyun kkkk~

  2. “Rasa pahit yang
    sudah begitu dikenalnya, seperti rasa
    penantiannya yang seolah tanpa ujung.
    Pahit.”
    waw, penantian yesung. jadi dia nunggu ryeowoook selama 3 tahun. hebaaaaaat. salut sama Yesung.
    besarabarlah, Yesung. hehehe
    kasian juga Kyuhyun, bertepuk sebelah tangan eoh? pukpuk
    tapi ada janji apa sih sm Donghae? ckckc
    ini yg bikin ff kecil eon menarik. ritme alur ceritanya terjaga, bikin penasaran terus.

  3. haaahh?*tercengang* knpa pendek amat? Aishhhhhhhhhhh*ngamuk* kok pendek amat? Hmmmm.. Jd Wookie pergi ke Kanada tuh dn ninggalin yesung? Haahhhh… 3 tahun yesung nungguin Wookie? Hebat deh. Jd Ming one side love doong ma Yeye dn Gyu one side love ma Ming.. Hmmmmm… Cinta yg Rumit.. Okeeeeeee.. Ak tunggu lanjutannya deh.

  4. pendekkkk..dan moment kyuminnya ga muncul..hiks….ah trnyata yesung sudah menunggu lama yah.knapa yH wookie membuat yesung menunggu lama..cptlah balik ryeowook kalo ga yesung akan berpaling…dan lanjutttt chinguuu..sma yg mr.perfect..hihi..

  5. Kyuhyun hanya terkekeh kecil mendengarnya. <— typo Min kecil, haruse Kyuhyun

    ah Yesung begitu setia menanti Ryeowook untuk kembali, tp sepertinya dia udah putus asa y, dan hadiah dr Ming itu membuat dia merasa senang. apa Yesung bakalan menerima Ming nantinya??

    zhoumi suka y ma Kyu y??

    haduh Hae, apa yg seharusnya kau sampaikan ke Kyu??

    lanjutkan Nurul-ah!!!

  6. Mmg apa yg mau Hae ksih tau ke Kyu kykx sesuatu yg penting.
    Ming udh mli akrab n dekat dgn Yesung trus Yesung dh mli lelah sma penantianx dgn Ryeowook. Kyu bkln memulai taruhanx sma Ming

  7. Bahagia bgt pas tahu fic ini update, tapi murka saat lg mnikmati tahu2 udah tbc lagi -_-
    ini pendeeeeeeeeeeekkkkk utk ukuran penantianku yg begitu lama sbg pcinta FF ini
    #protesprotesprotes
    tp makasih deh, kau sdh melanjutkannya dan ksh aku tag..hehe :-p
    apa ya…sungguh aku suka bgt, penantian yeseung yg bgtu manis,
    min yg tengah naksir yesung pun aih, begitu cute menurutku
    dan apa itu presdir cho, sikapnya yg kekanakan bikin aku gemes bgt sumpah
    trs aku jg selalu suka ktka hae muncul sbg sohib nya kyu..haha
    cocok c mnrutku, tapi si bodoh hae itu knp ga mnympaikan ssuatu yg penting utk kyu?
    ada typo nung, but it’s oke, ngantuk ya? hehe
    ini review panjang amat deh -_- btw, ditunggu mas mas polisinya
    semangat! love you Nung!❤

  8. Part nie kaya fokus sama yeye…
    Tpi salut sama yesung karena ternyata dia setia nunggu wook selama 3 tahun…
    Memangnya wook itu ngapain ??? Jalan2 gtu atau mencari jati diri ???
    Apa memang harus selama itu ????
    Kasian jg liat penantian yesung yg entah sampe kapan itu ….

    Jadi ide bertaruh itu dr abang donghae….
    Tp penasaran apa yg mo donghae sampein ya sama kyu????

    Kyu cinta sama ming, ming cinta sama yesung, yesung cinta ryeowook..
    Euuummmm…. Agak ribet jg klo bgni…
    Penasaran bgt lanjutannya ky gmn …

    Lanjut lg min kecil….

  9. Jongwoon nunggu Ryeonggu. Aihh. Kasian Jongwoon T.T Ryeonggu apa sih yang kau lakukan. Keliling dunia mulu. Ituh Jongwoon nunggu kamu lho. Kalo gk pulang2 tak ambil Jongwoon’a*maksa

    Nasibmu Kyu. Cinta bertepuk sebelah tangan wkwkwk. Jja. Jangan putus asa Ok dan😉

    Itu ada typo sedikit kak🙂
    ditunggu kelanjutan’a kak Little

  10. kyumin mana kyumin ??
    Kyumin nya dikit bnget ya😦

    sebenernya ryeowook lg ngapain ?? Dia cinta ngak sama yeye ? Kalo dia cinta knpa dia kgak keseoul trus nemuin yeye yg udh sngat lama nunggu dia … Nahh, dngan begitu sungmin bisa membuka mata dan sadar tentang semua perasaannya sama yeye, kalo itu cma akan bertepuk sebelah tangan trus dia bisa membuka hati buat kyuhyun *harapan saya :D*

    emang yg mau hae katakan ke kyu apa ? Apa itu menyangkut tentang kyumin ?

    Lanjutttt eon🙂

  11. apa? apq yg d lupain hae.. aaaaaaaaa pnasaran bngt. yg d lupain hae ntu tntng apa. apa ajn brdampak pda hubungn kyumin? huwwaaaa….
    bnyk bngt yg q skip d chap ini bca-a. mulai bner2 baca pas kyu k ruangn ming. tp td luat yg kta-a sampai kpn dia bsa mnunggu wookie. tuh kn bner. tp tkutnya yeye udh lelh munggu dan jd-a k ming. huwwaaaq

  12. Ya ampunnn….
    Mengapa aku merasa merana sekali untuk Sungmin??
    Kalau Kyuhyun walaupun bertepuk sebelah tangan tapi kesannya dia playful dan tetap menikmati.
    Tapi Sungmin terasa sedih sekali.

    Author Min Kecil, mengapa karakter Ryeonggu di banyak ff-mu membuatku membencinya bahkan dalam ketidak bersalahannya?
    :”(

    Dan apa itu yang ditunda Donghae…
    Aduhh… Yang penting yang ga bikin Sungmin sedih ya author…

    Okay author-ssi, ini salah satu ff-mu yang kuikuti.
    Thanks for shared it. Fighting!!! ‘-‘)9

  13. Pendekk dan kyumin momentx absen…
    Achhh Wook cpt kembali supaya harapan Ming bwt dkt ma Yesung gk ada #hahahaha
    Biar kesempatan Kyu dapaten Ming besar,tenang Kyuu kau harus ttp sabar n berusaha keras #FightingKyu
    Dochh si hae harus blang aapa???dochh gr2 hae bakal ada sebuah penyesalan…apaan ntu??
    Lanjuuuuuttttt…

  14. Pendek kalii >< setia banget yesung 3 tahun ttep nunggu wookie, tapi mungkin aja krna putus asa itu bisa aja yesung mulai berpaling dr wookie ke sungmin T_T kasian kamu kyu #pukpukkyu itu hal apa deh dilupakan hae ? Apa ada hub nya ama sungmin ? Gereget bingggiiit !! lanjut eon kurang panjang😄 btw aku nunggu mr.perfect bangeeet

  15. kyuuu ayo berjuanggg *semangatmembara* haha xD soalnya aku khwatir yesung mulai ragu ama perasaannya, dan ming yg sangatsangat mencintai yeye u,u

  16. wakkhhhh bener” inikh…
    mau taruhan opo toh kyuhae..???
    aigoo…
    semangad aj deh buat kau kyu…
    okegh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s