Remember Me

Gambar

Pairing : KyuMin || Genre : Angst || Length : One Shot || Warning : BL, shounen-ai || Disclaimer : Remake dari sebuah doujinshi RivaEren dari SNK. Aku tidak tahu judul dan nama pengarangnya karena tulisannya menggunakan bahasa jepang, tapi itu doujinshi yang bagus, dan juga sedih menurutku. Ada perubahan dan tambahan seperlunya || Summary : Hari-hari yang dilewatinya selalu sama. Hal-hal yang diceritakannya selalu sama. Meskipun orang yang selalu diceritakannya selalu bersamanya, Sungmin tidak mengenalinya lagi. Sungmin telah melupakan Kyuhyun. *ok, bad summary*

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

~Presented by@Min kecil~

Jika Tuhan memberiku satu permintaan untuk dikabulkan, maka aku hanya akan meminta agar kau dapat mengingatku kembali. Walau hanya satu hari lebih lama.
Remember me, please…

.
.
.
.

Musim semi. Udara mulai terasa hangat dan bunga-bunga kembali menampilkan keindahan mereka. Di halaman rumah sakit itu nampak para pasien yang sedang berjalan-jalan atau sekedar duduk menikmati cuaca yang cerah. Di atas kursi rodanya Sungmin duduk dengan tenang, menatap keindahan kelopak-kelopak sakura yang berguguran dari rantingnya dan dimainkan oleh angin. Di belakangnya si pemuda tampan mendorong pelan kursi rodanya menyusuri halaman rumah sakit yang asri dan tenang. Pemuda itu selalu mengunjunginya, menemaninya mengobrol dan kadang-kadang membawanya berjalan-jalan di halaman rumah sakit. Pemuda itu selalu bersamanya, tetapi Sungmin selalu tidak bisa mengingat namanya dengan baik. Meski begitu, Sungmin tidak pernah merasa keberatan dengan kunjungan si pemuda tampan, yang kini telah dianggapnya sebagai temannya.

 

“Hey, kau tahu,” Sungmin berkata pada si pemuda tampan di belakangnya.

 

“Ya?” kata si pemuda tampan, melirik pada Sungmin.

 

“Aku punya teman sekamar bernama Kyuhyun. Kyuhyun adalah kekasihku,” Sungmin mulai bercerita. Ia sedikit menunduk menatap kedua tangannya di atas pahanya, seolah sedang berusaha mengingat semua kenangan yang masih tersisa di dalam kepalanya. “Dia memiliki mata berwarna hitam yang indah. Dia selalu menatap langsung ke mataku. Dan mata hitam itu bersinar seperti permata.”

 

“Hmm, begitukah?” Si pemuda tampan mencoba menanggapi cerita Sungmin, cerita yang sama yang telah sering ia dengar.

 

“Dan kau tahu? Meskipun aku mengatakan padanya untuk memanggilku “hyung”, dia selalu berteriak “Sungmin!” setiap kali kami bertemu.”

 

Terdengar si pemuda tampan tertawa kecil.
“Tapi kau senang, bukan?”

 

Sungmin ikut tertawa.
“Haha, kurasa ya..” Namun tiba-tiba ia mendesah dan menggumam, “…aah, aku mau melihat Kyuhyun…”

 

Mendengar gumaman Sungmin, si pemuda tampan nampak sedikit terkejut dan menghentikan langkahnya. “Eh? Kau tidak bisa bertemu dengannya?” tanyanya.

 

“Ya, benar. Si Kyuhyun sialan itu! Dia sedang pergi jauh saat ini,” jawab Sungmin sambil sedikit merengut.

 

Sungmin mengangkat kepalanya menatap langit dan terdiam sejenak. Lalu ia berkata lagi dengan nada rindu, “…aku harap dia segera kembali. Kyuhyun…”

 

Si pemuda tampan menatap Sungmin dan terdiam selama beberapa menit, berusaha menahan rindu yang terasa menyesakkan dadanya. Sesuatu terasa mendesak di balik kelopak matanya. Dan semua kata-kata itu seolah tersangkut ditenggorokannya. Ia menarik paksa sudut bibirnya dengan sedih dan hanya berkata,

 

“Aku yakin pasti Kyuhyun akan segera kembali.”

 

“Hey! Kau tidak sopan! Kau menyebut nama Kyuhyun tanpa panggilan formal!” tiba-tiba Sungmin berseru sambil sedikit menoleh ke belakang, membuat si pemuda tampan terkejut.

 

“Eeh? Maaf! Aku hanya…”

 

Sungmin tertawa kecil dan tersenyum.
“Aku hanya bercanda…” Namun kemudian ia terdiam ketika menoleh ke belakang. Ia terkejut melihat si pemuda tampan sedang menangis. “Hey, kenapa kau menangis?” tanyanya heran.

 

Si pemuda tampan yang sebenarnya adalah Kyuhyun, orang yang sejak tadi sedang dibicarakan oleh Sungmin, hanya diam. Ia menggelengkan kepalanya pelan dan menghapus air mata yang meluruh turun di pipinya.

 

“Bukan apa-apa,” katanya kemudian. “Kita harus kembali ke dalam. Terlalu lama terkena angin tidak baik untuk tubuh…”

 

Sungmin hanya menatapnya dengan bingung.
“…baiklah,” katanya kemudian, dan lalu mengalihkan pandangannya kembali ke depan.

 

Ketika Kyuhyun kembali melangkahkan kakinya dan mendorong pelan kursi roda Sungmin memasuki rumah sakit, pemuda manis itu mengerjap seolah teringat sesuatu. Ia menoleh pada Kyuhyun dan berkata padanya, kembali berceloteh tentang hal yang sama. Hal yang ia tidak ingat bahwa sebelumnya sudah pernah ia ceritakan. Ratusan kali.

 

“Hey, kau tahu?”

 

“Ya?”

 

“Aku punya teman sekamar bernama Kyuhyun. Kyuhyun adalah kekasihku. Dia memiliki mata berwarna hitam yang indah…”

 

~+~+~+~

Bagaimana rasanya dilupakan oleh seseorang yang sangat kau cintai? Meskipun kau selalu bersamanya, dia tidak mengenalimu lagi. Dan kau harus mendengarkan cerita yang sama berulang kali, menanggapinya seolah kau tidak pernah mendengar cerita itu sebelumnya. Pertanyaan seperti itu…Kyuhyun tahu jawabannya. Rasanya menyesakkan setiap kali ia datang ke rumah sakit untuk mengunjungi Sungmin, ia akan menemukan mata foxy yang, dulu selalu menatapnya dengan tatapan penuh cinta, kini menatapnya seolah ia adalah orang asing.

 

Sungmin sudah tidak mengenalinya lagi. Tidak, bahkan pemuda manis itu juga melupakan segalanya. Seolah dia hanya hidup dalam satu waktu saja. Hari-hari yang dilaluinya, hal-hal yang diceritakannya, semua akan selalu berjalan sama. Seolah semua hal yang telah dia lakukan di hari itu akan terhapus di ingatannya keesokan harinya.

 

Kyuhyun-lah yang pertama kali menyadari kondisi aneh Sungmin. Kondisi aneh yang kemudian ia ketahui bernama Demensia. Ia tidak terlalu mengerti ketika dokter memberinya penjelasan panjang tentang apa itu Demensia. Penjelasan ilmiah itu terasa terlalu rumit baginya. Yang dapat ia tangkap dengan otak jeniusnya adalah…kekasihnya telah melupakannya.

 

Kini bagi Sungmin, Kyuhyun yang selalu mengunjunginya di rumah sakit dan selalu merawatnya itu bukanlah kekasihnya Kyuhyun yang ada di dalam satu ingatannya yang masih tersisa.

 

~+~+~+~

“Hey kau tahu, aku punya teman sekamar bernama Kyuhyun. Kyuhyun adalah…”

 

Hari ini cerita itu kembali terulang. Sungmin kembali bercerita tentang kekasihnya Kyuhyun yang sedang pergi jauh. Dan Kyuhyun hanya mendengarkan seolah ia adalah orang asing, bukan subjek yang selalu dibicarakan oleh Sungmin. Ia berusaha menanggapinya sebaik mungkin. Namun beberapa menit kemudian ia hanya diam mendengarkan, berusaha menahan sesak di dadanya.

 

Awalnya itu tidak masalah bagi Kyuhyun. Asalkan bisa selalu bersama Sungmin, ia tidak masalah jika harus berpura-pura sebagai orang lain. Namun ketika melihat raut wajah Sungmin yang melembut dan penuh rindu setiap kali bercerita tentang dirinya, ketika hanya cerita tentang dirinya yang selalu ia dengar hampir di setiap waktu, rasanya seperti ia mulai gila. Semakin lama perasaan rindu itu terasa semakin menyesakkan dadanya.

 

Rasanya menyakitkan mendengar kekasihmu terus bercerita tentang dirimu, mengetahui bahwa kekasihmu sangat merindukanmu tetapi kau tidak dapat berbuat apa-apa. Butuh usaha besar bagi Kyuhyun untuk dapat mengendalikan dirinya, untuk tidak memeluk Sungmin dan berteriak padanya bahwa ia ada disini, bahwa ia selalu bersamanya. Bahwa ia juga sangat merindukannya.

 

“Kyuhyun memiliki mata hitam yang indah dan bersinar seperti permata. Dia selalu……Kyuhyun itu……”

 

Sungmin masih saja terus berceloteh tentang hal yang sama. Kyuhyun berdiri membelakanginya, menatap lekat-lekat pada vas bunga di depannya, seolah benda di depannya itu bisa mengalihkan pikirannya yang sedang kacau. Rasanya sebentar lagi ia akan menjadi gila. Terus-menerus mendengarkan cerita yang sama membuat perasaan sesak di dadanya terasa semakin menekan.

 

Berhenti!

 

Berhenti!

 

Berhenti!

 

Komohon, berhentilah!

 

Jangan menceritakan hal yang sama berulang kali! Jangan bercerita dengan raut wajah penuh rindu seperti itu!

 

Tidakkah kau melihatku ada di depanmu?

 

Tolong, berhentilah bicara!

 

“Kyuhyun…” Suara Sungmin yang berubah sedih menyadarkan Kyuhyun dari pikirannya.

 

Ia menoleh ke belakang perlahan, pada Sungmin yang sedang duduk di atas ranjangnya. Namun mata obsidiannya membelalak ketika melihat pemuda manis itu sedang menangis. Terisak penuh rindu.

 

“Kyuhyun…dimana kau? Aku ingin bertemu denganmu…” Kata Sungmin di sela isak tangisnya.

 

Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Ia marah. Melihat kekasihnya yang menangis seperti itu membuatnya tiba-tiba merasa marah, marah pada dirinya sendiri lebih tepatnya. Ia dapat merasakan dinding yang selama ini telah ia bangun dengan penuh luka di dalam dirinya perlahan mulai runtuh.

 

Merasa tidak tahan, tiba-tiba Kyuhyun menarik lengan Sungmin dan mencengkram kedua bahunya. Lalu dengan penuh frustasi ia berteriak pada pemuda manis itu, “Bukankah aku ada di sini!!”

 

Sungmin terkejut. Mata foxy-nya yang basah menatap Kyuhyun dengan ketakutan, dan juga kebingungan. Seolah Kyuhyun adalah orang gila. Kyuhyun tersentak ketika menyadari bahwa tubuh Sungmin gemetar. Sungmin sedang ketakutan padanya. Itu membuat Kyuhyun merasa sedikit terluka.

 

Kyuhyun melepaskan cengkraman tangannya di bahu Sungmin dan menundukkan kepalanya.
“Maafkan aku.” Katanya pelan, merasa bersalah.

 

~+~+~+~

Malam itu Sungmin terbangun dari tidurnya. Ia beranjak duduk dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang terasa asing baginya, lalu sedikit terkejut ketika menoleh ke samping ranjang. Di samping ranjang Kyuhyun sedang tidur, nampak pulas dan lelah. Ia mengguncang pelan tubuh Kyuhyun untuk membangunkannya.

 

“Hey bangunlah,” katanya.

 

Kyuhyun pun terbangun.
“Dimana aku?” tanya Sungmin.

 

“Eh…? Di ruangan rumah sakit…” jawab Kyuhyun, sedikit mengangkat kepalanya dan mengusap matanya yang masih mengantuk.

 

“Rumah sakit? Apa yang terjadi?”

 

“Ini karena kau…”

 

Tiba-tiba Kyuhyun berhenti bicara. Tubuhnya membeku menyadari sesuatu. Dengan terkejut, ia menegakkan kepalanya dan memandang Sungmin yang sedang memandangnya dengan bingung.

 

“Ada yang salah, Kyuhyun?” tanya Sungmin.

 

Namun Kyuhyun tidak segera menjawab. Ia menatap Sungmin dengan tatapan tidak percaya selama beberapa lama. Mata foxy itu, ia mengenali sorot mata itu. Penuh kehidupan dan kelembutan seperti dulu. Mungkinkah?

 

“Baru saja, kau bilang apa?” katanya kemudian, seolah tidak percaya dengan pendengarannya barusan.

 

“Ah?” Sungmin menatapnya tidak mengerti.

 

Tubuh Kyuhyun gemetar pelan, menahan kebahagiaan yang tiba-tiba saja muncul.
“Kau tahu siapa aku…?” tanyanya, memastikan.

 

Sungmin mengernyit semakin bingung dengan pertanyaan Kyuhyun yang terdengar lucu baginya
“Apa yang kau bilang? Tentu saja aku tahu. Kau Kyuhyun, kan?”

 

Kyuhyun mengulurkan kedua tangannya dan menangkup wajah manis Sungmin dengan penuh takjub dan tidak percaya. Ia merasa senang karena Sungmin telah mengenalinya lagi. Kekasihnya telah kembali.

 

“Ya, aku Kyuhyun, Sungmin hyung. Sayangku…”

 

Perkataan Kyuhyun membuat Sungmin semakin tidak mengerti. Namun sebelum ia sempat bertanya, Kyuhyun mendekatkan wajahnya dan mencium bibirnya, lembut dan cukup lama. Ia dapat merasakan rasa senang, bersyukur dan juga takut dalam ciuman itu. Ketika ciuman itu berakhir Kyuhyun memeluknya dengan erat, seolah tidak akan dia lepaskan lagi. Dan air mata bahagia itu pun meluruh turun di pipi Kyuhyun.

 

“Sungmin hyung, sayangku…” gumam Kyuhyun, tersenyum.

 

Sungmin memandangnya tidak mengerti, namun ia hanya diam dan balas memeluk. Ia bertanya-tanya dalam kepalanya, kenapa Kyuhyun berwajah seperti itu? Kenapa Kyuhyun terlihat sangat sedih?

 

~+~+~+~

“Kau menderita Demensia, Sungmin ssi,” Dokter Kim memberi penjelasan. Ia menatap pasiennya yang duduk diam di depannya, nampak tidak terlalu terkejut. “Penyakit ini telah mempengaruhi hari-hari normalmu. Hingga hari ini kau berada di bawah pengawasan kami.”

 

Sungmin masih saja terdiam menatap sang dokter selama beberapa lama.
“Begitu, aku mengerti…” katanya, sedih. Lalu ia mengalihkan pandangannya pada pajangan di atas meja, dan kembali terdiam sejenak. “Dokter, akankah aku membaik? Apakah aku akan sembuh?” tanyanya kemudian.

 

Sang dokter menundukkan kepalanya dan terdiam sejenak.
“Aku tidak tahu,” jawabnya tidak yakin. “Ini adalah pertama kalinya ingatanmu kembali. Ini akan bagus jika kondisimu terus lebih baik. Tapi…sayang sekali, aku tidak bisa mengatakan dengan pasti bahwa kau akan sembuh.”

 

Sungmin menundukkan kepalanya dan mendesah pelan.
“…begitu.” Gumamnya.

 

Penjelasan dari dokter Kim kini membuatnya mengerti kenapa saat itu Kyuhyun bertanya seperti itu. Wajah Kyuhyun yang terlihat sangat sedih saat itu kini terasa masuk akal baginya. Sungmin meremas tangannya dengan kuat ketika teringat kembali pada wajah sedih Kyuhyun. Ini salahnya.

 

Dokter Kim memandang Sungmin dengan sedih.
“Mari kita bicara lagi besok. Kau harus istirahat, Sungmin ssi.” Sarannya kemudian. Sungmin hanya mengangguk pelan, bangkit dari kursinya dan beranjak pergi meninggalkan ruangan sang dokter.

 

~+~+~+~

Kyuhyun sedang mengganti air di vas bunga ketika Sungmin kembali. Ia menoleh dan tersenyum menyambut sang kekasih. “Welcome back, hyung! Bagaimana pemeriksaanmu?” tanyanya seraya meletakkan kembali vas bunga di atas meja samping tempat tidur.

 

Sungmin terdiam sejenak menatap Kyuhyun.
“Mereka tidak menemukan sesuatu yang tidak biasa.” Jawabnya kemudian.

 

Kyuhyun mendesah pelan sesaat.
“Begitu,” katanya. “Oh ya, aku mengganti air vas dan bunganya. Kau suka bunga mawar ‘kan…?”

 

Sungmin mengulurkan satu tangannya dan menyentuh kepala Kyuhyun, membuat pemuda tampan itu terdiam ketika ia mengusap lembut surai berwarna cokelat itu. Sejenak Kyuhyun terdiam, lalu ia menoleh menatap Sungmin dengan tatapan bingung.

 

“Maaf sudah membuatmu cemas.” Kata Sungmin dengan sedih. Ia nampak menyesal.

 

Mata obsidian Kyuhyun mengerjap ketika Sungmin memeluknya dengan hangat dan kembali berkata dengan nada menyesal, “Maafkan aku karena membuatmu sedih, Kyu.”

 

Perasaan sesak di dadanya seketika menghilang dan berganti dengan perasaan bahagia. Mata obsidiannya terasa basah dan panas. Lalu air mata itu pun meluruh turun di pipinya. Kyuhyun balas memeluk Sungmin dan tersenyum, bersyukur bahwa ini bukanlah mimpi. Bersyukur bahwa kini kekasihnya telah kembali mengingatnya.

 

Ketika Sungmin mengangkat kepalanya, ia memejamkan matanya dan membiarkan Kyuhyun menciumnya. Sebuah ciuman yang lembut dan hangat. Setelah ciuman itu berakhir ia menyentuh wajah Kyuhyun dan menatapnya dengan sedih. Perkataan dokter Kim tadi yang mengatakan bahwa mungkin ia tidak akan sembuh kembali terngiang di telinganya.

 

“Eh? Ada yang salah, hyung?” tanya Kyuhyun terkejut ketika melihat Sungmin menangis.

 

Sungmin menyentuh wajahnya dan mengerjap, tidak sadar bahwa ternyata ia sedang menangis. Kyuhyun memandangnya dengan cemas dan terus bertanya apakah ia merasa sakit? Apakah ada sesuatu yang salah?

 

“Aku takut,” jawab Sungmin, menundukkan kepalanya.

 

Kyuhyun berhenti bertanya dan menatap Sungmin dengan sedih ketika pemuda manis itu memeluk tubuhnya sendiri. Mata foxy yang basah itu terus mengalirkan air matanya, membasahi wajah manis itu.

 

“Aku akan melupakanmu lagi, kan? Aku takut,” kata Sungmin. “Dokter Kim memberitahuku, tentang yang telah terjadi. Dan tentang penyakitku.”

 

Sungmin berhenti sejenak. Tubuhnya gemetar pelan. Ia meremas dengan kuat lengan kemeja yang dipakainya dan melanjutkan, “…bagaimana jika, hari ini berakhir dan…ketika aku terbangun besok, aku bukan diriku lagi? Aku akan menyakitimu lagi, kan? Ketika aku memikirkan tentang ini aku…takut.”

 

“Sejujurnya, aku juga takut,” tiba-tiba Kyuhyun berkata, menghentikan tangisan Sungmin. “Aku takut melihatmu tidak mengenaliku. Tapi…”

 

Kyuhyun menangkupkan kedua tangannya di wajah Sungmin dan mengangkat wajah manis itu. Menempelkan sejenak dahinya di dahi Sungmin dan memejamkan matanya. Lalu ia membuka matanya dan melanjutkan dengan lembut,

 

“Aku yakin semua akan baik-baik saja. Maksudku, kau mengingatku, bukan? Dan sekarang kau sedang memandangku. Kau tidak sama dengan kau di saat itu. Jadi, jangan menangis lagi, okay?”

 

Kyuhyun memeluk sang kekasih dengan lembut. Sungmin mengerjap sesaat mendengarnya. Lalu ia memejamkan matanya dan tersenyum, menikmati kehangatan yang menjalari tubuhnya. “…okay.” Katanya.

 

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menarik Sungmin ke ranjang. Ia membaringkan pemuda manis itu, dan lalu berbaring di sampingnya. “Tidurlah. Kau butuh istirahat.” Katanya, mengenggam jemari Sungmin.

 

Sungmin tersenyum dan mempererat tautan jemari mereka.
“Kyuhyun. Sayangku…” katanya seraya memejamkan matanya.

 

~+~+~+~

Bias matahari pagi yang menerobos melalui celah tirai jendela membangunkan Kyuhyun dari tidurnya yang lelap. Rasanya belum pernah ia tidur selelap ini. Rasanya nyaman sekali. Ia membuka matanya dan melihat seraut wajah manis yang masih terlelap di depannya. Sungmin masih tidur, dan tangan mereka masih saling bertaut. Kyuhyun tersenyum melihatnya.

 

“…unn.” Sungmin menggeliat dan terbangun. Perlahan mata foxy itu terbuka, membuat jantung Kyuhyun terasa berdebar keras karena menebak apakah yang terbangun ini adalah Sungmin kekasihnya yang telah mengingatnya, ataukah Sungmin yang tidak mengenalinya.

 

“…S-selamat pagi, hyung.” Kyuhyun mencoba untuk menyapa.

 

Sejenak Sungmin hanya diam memandangnya. Lalu sudut bibir plump itu tertarik, membentuk seulas senyuman yang manis. “…Yeah, selama pagi.” Balas sapa Sungmin seraya meremas tangan Kyuhyun dengan lembut.

 

Kyuhyun tertegun, ia menatap Sungmin dengan tatapan tak percaya. Mengira bahwa yang terbangun ini adalah Sungmin kekasihnya yang telah mengingatnya kembali. Ya, itu pasti benar. Kyuhyun merasa sangat yakin.

 

“Ada apa?” tanya Sungmin heran karena Kyuhyun terus menatapnya tak berkedip.

 

Kyuhyn terkejut dan segera mengalihkan pandangannya ke atas.
“Tidak, bukan apa-apa.” Katanya, lalu menutup mulutnya. Ia nyaris menangis haru.

 

Sungmin melepaskan tangannya dari tangan Kyuhyun dan mereka beranjak bangun. Ketika beranjak turun dari ranjang Kyuhyun mendengar Sungmin tertawa kecil. “Kenapa?” tanyanya.

 

Sungmin mengangkat kepalanya dan tersenyum memandang Kyuhyun.
“Tidak, aku hanya merasa senang,” jawabnya. “Karena aku bisa melihat dia segera.”

 

“Eh…? Apa yang kau katakan…?” Kyuhyun tertegun mendengarnya. Ia menoleh, memandang Sungmin dengan tatapan bingung. Tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu, firasat buruk.

 

“Dia kembali dari perjalanannya. Aku sangat yakin dia bilang akan tiba besok atau lusa.”

 

“Um, sebenarnya…” Kyuhyun memotong celotehan Sungmin dengan bingung. “Apa yang sedang kau bicarakan?”

 

Sungmin nampak sedikit terkejut menatap Kyuhyun. Ia mengerjap seolah teringat sesuatu dan berkata, “Oh, maaf. Aku belum memberitahumu ya?”

 

Perkataan Sungmin selanjutnya membuat Kyuhyun membeku.
“Kau tahu, aku punya teman sekamar bernama “Kyuhyun”. Dia adalah kekasihku dan dia sedang pergi jauh saat ini.”

 

Kyuhyun hanya mengerjap tidak percaya, terlalu shock untuk bicara. Dadanya terasa sesak sekali ketika Sungmin mulai berceloteh kembali, bercerita tentang hal-hal yang sama yang telah ia dengar ratusan kali. Cerita yang sepertinya, akan terus ia dengar. Entah sampai kapan.

 

~Fin~

42 thoughts on “Remember Me

  1. waw (┯_┯) kyu, kasian sekali (┯_┯)
    demensia… ide ceritanya fresh deh eon.
    kasian sekali kyuhyun. hiks
    sungmin juga, dia pasti sedih sama keadaannya sendiri. gak ingat sama kyuhyun. huweeeee
    daebak kecil eooon~~

  2. hueeeeeeee..pagi2 d buat mewek..

    dilupakan kekasih setiap hari, dn hal itu terus menerus, nyesek

    sempet senang ming bisa kembali ingat kyu, eh ga taunya itu cma sebentar TTT

    kyu benar2 sabar dn sangat mencintai ming, dia akan trus menunggu ming walau tau mung tak akan sembuh..

    min kecil T________T

  3. Ya Ampun…. Q bisa bayangin gmna perasaan Kyuhyun…. Ya ampun ini lebih menyiksa ketimbang dipisahkan sama kematian….

    Hiks…..

  4. Ya ampun bikin nyesek~
    Kasihan Kyuhyun, tapi dia sedikit beruntung Sungmin tdk benci saat dia disampingnya sbg orang lain.
    Belum pernah denger penyakit macem itu~
    Endingnya ngegantung~
    FF nya daebak

  5. huaaaa…. mingnya gk inget sama kyuhyun lg T.T
    kesian kyu baru jha sehari dia seneng …
    tp apa demensia itu sewaktu2 emang bsa inget lg gtu ya…
    kyu hanya bsa berharap2 cemas #plaaak
    nice story little shi~🙂

  6. T.T
    aq pkir kau update request ku
    ternyata ini…..ini…..T.T
    knp g diremake kelanjutannya jd happy ending? ni trlalu menyakitkan bwt Kyukyu…
    tapi y sdhlah…..ada sisi manisnya di dlmnya, btp Kyu yg setia dan sabar
    juga Min yg ga mau kehilangan ingatannya
    betapa sweeetttttttt…

  7. nyesek bgt jd kyu.. dy ada d dpn mata sungmin lohhh.. T.T
    kira itu sungminnya uda smbuh.. trnyta skitnya bsa blik lgi.. sabar,, sabar y my cho~ :”

  8. AAAA aku pikir Sungminnya masih inget kyuhyun pas dia bangun. Tapi..tapi..huwaa Kyuhyunnya kasian banget T^T
    Kenapa kyuhyun bisa sesabar itu??? kenapa?! Hiks keren ceritanya

  9. Weh… ndak sengaja nemu tautan ini di beranda fb. hiks… apa Ming waktu melihat mata si tampan ndak merasa familiar dengan mata itu? Kyu… nelangsa banget dah, tapi… demi orang yang dia cintai dia rela tersakiti, tapi Ming sebenarnya juga ndak ingi keadaan yang seperti itu, hwa… TT_TT #hugKyuMin

  10. sakit rasanya jika orang yg dicintai melupakanmu dan tidak mengenalmu, Kyu aku bisa rasain apa yg kau rasakan. apalagi Ming berulang kali menceritakan ttg Kyuhyun kekasihnya, padahal orang yg jd tempat bercerita itu Kyu sendiri. dan Kyu sedih bgt pas melihat sorot mata Ming yg merindukan kekasihnya. disaat Ming mengingat Kyu rasanya seneng banget. ada kekhawatiran jika keesokan harinya Ming bakalan ngelupain n g kenal ma Kyu lagi. dan memang nyatanya seperti itu, Ming pun kembali bercerita hal yg sama tentang Kyuhyun kekasihnya.

    sad story ㅠ.ㅠ

  11. ahh, ini sedih bnget😦
    berarti setiap ming bngun tidur dia bisa menjadi sungmin yg dulu bisa pula menjadi sungmin yg baru …
    Kasian kyuhyun, pasti sakit bnget rasanya dihadapkan pada keadaan kyak gitu, liat sungmin sakit aja dia sedih bnget apalagi sungmin lupain dia, trus ming yg ngoceh2 terus tentang dia sama diri dia sendiri, betapa sungmin rindu sama dia, betapa dia cinta sama dia, sedangkan dia didepannya yg sebagai orang yg diceritakan ngak bisa buat apa2😥
    huhh, kyuhyunnn😥

  12. Uuurgh. . . Sedih sekali ceritanya. Demensia emang penyakit yg menyebalkan. Dalam hitungan detik saja penderitanya sudah lupa. Dan yg paling tersiksa sbnarx dr demensia ini adalah org terdekat korban

  13. apa ini apa ini? sudah bbrapa kli bca ff dg model bgini. tp ttp aja bkin nyesek. pa lg klo castnya kyumin bgini. sakit bnht pasti itu kyu. ming lupa ma dia. tp tp hhhuuuwwwaaaaa kyumin T.T
    sperti biasa kta2-a slalu ngfeel.. huwwwwewe

  14. ya ampun kasihan bingidd si kyu…
    demi apa ini lebih nyesek dari pada perpisahanor kematian….
    dia bisa ngelihat and ngerasain ming tapiming’a ga inget sma dia…
    huweeeee

    tapi kerenndds bgd ini….
    suka..suka

  15. Hiks .. Iniiii mengharukan TTuTT yg tersisa dari ingatan ming cuma kekasihnya aja, kyuhyun.. Tiap kali hanya tentang kyu yg dia celotehin.. Kyu nya juga setia dan sabar banget nemenin dan ngedengerin ceriita ming, walo ming udah “lupain” dia .. Aigoo T___T

  16. Ga tega bgt sumpah ngeliat kyuhyun bgtu…
    Sungmin….. sampe kapan dia dimensia bgtu??
    Ga mungkin selamanya kn ???
    Nyesek sumpah .. dia cm nikmati kebahagiaan sehari aja…

    Min kecil… sekuel donk please….
    Ga tega sama kyu sumpah…

  17. Ealahhhh….nasibmu Ming.
    Padahal sedang banyak KyuMin moment,tapi…tapi…tapi kenapa author-nim membuat FF dengan tema yang sedih begini????
    Kata demensia mengingatkanku dgn tragedi ‘itu’…

  18. aahhhhh… Demensia? It penyakit langka kah? Baru pernh dengar mlah^^ dan sepertinya mengerikan deh^^ haahhhhh.. Gyu benar2 tersiksa krna Ming melupakannya.. Tp kembli Heppy saat Ming mengingat-nya? Tp lgi2 terluka krna Ming melupaknnya? Bener2 penyakit yg berbahaya dah*merinding*

  19. Pasti sedih bgt klo jd Kyu mah…mencintai dan merindukan orang yg jelas2 ada di depan mata tp orang itu gk mengenali kita…demensia…krain pz ingat ntu ming bz sembuh krn keajaiban ternyata pagix dia gtu lg…yg sabar ya Kyu…ttp sayangi n jaga ming huhuhuhuhuhuh

  20. Huweeeeeee T_T
    Sad Endingggg😥
    Apa nanti Ming akan seperti itu terus? Saat dihari sebelumnya meningat maka selanjutnya tidak kemudian berganti hari ingat lagi. Kasian Kyuhyun😦
    tapi Ming juga kasian saat tau dia kembali menyakiti Kyuhyun lagi dengan Demensiannya.
    Eonn aku menunggu Mr. Perfect lohhh :(((
    kapan update Mr. Perfect eonni? dan yg Mingnya seorang Duyung itu loh eonn (lupa judul)😦

  21. sebenernya penyakit demensia itu kaya gimana sih
    aku pikir demensia itu nama kerennya pikun hehehehe
    kasian kyuhyun harus dilupain min
    demensia bisa mematikan ga ya kaya alzhaimer gitu?
    sedih bacanya kyuhyun harus mendengar cerita yg sama padahal dy yg lagi dibicarain
    engga ada lanjutan sampe min sembuh gitu ya hehehe
    ywdh ditunggu ff yg lainnya
    semangat

  22. haaaaa, mingieeee, tidak bisa mengingat Kyu, eh??
    Yaampuuunnn….
    Kalo kata orang sunda, Kyu pasti “Cape Hate” wkwkw,
    keren Min eon.
    Semangat untuk terus berkarya yaa!!

    FF yang lain juga masi ditunggu lho😀
    fighting^^!

  23. Kebahagiaan sementara eoh?. Kasian kyuhyun. Sungmin juga. Aku juga*plak. Walau sedih kek gini tetep ada sweet’a :like:

    Kak Little mau Mr. Perfect dong. Yah, yah, yah?*puppyeyes. Nanti kalo apdet MP tak paketin sungmin buat kakak deh. Tapi sungmin KW ke-100 xD. Pokoknya ditunggu lah ff’a kak Little😀

  24. singkat tapi menyentuh :’) feel nya dapet banget hoho

    btw saya reader baru *ga nanya* haha . terus berkarya min kecil🙂

  25. sedih banget bca fict ini.

    tpi ada 2 hal baik disini. 1. kyu yg setia sama ming. 2. ming yg cuma inget kyu bukan orang lain. haks.

    keren (y)

  26. huweee~
    #nyesek
    baca.a jg sambil dengerin #remember me #kyuhyun..jadi tambah nyesek..hari ini jg buruk..nyesek.a berkali kali lipat T_T
    kyuhyun..salut, masih bertahan…
    apalagi kak min kecil..bagus cerita.a~
    sedih..kakak nangis kagak waktu bikin ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s