In a world of my own / No.3

Gambar

Pairing : KyuMin, HaeHyuk || Genre : Romance, Fantasy || Length : Chaptered || Warning : Boys love, shounen-ai || Disclaimer : Remake dari film “Ruby Sparks”. Ada perubahan dan tambahan seperlunya agar dapat sesuai dengan couple tersayang kita ^^ || Summary : Kyuhyun adalah seorang penulis novel romantis. Namun kehidupan nyatanya tidaklah seindah novel buatannya. Ia dicampakkan oleh Victoria, kekasihnya yang telah lama dipacarinya. Ia selalu gagal dalam kencan. Dan phobianya terhadap keramaian memperparah situasinya untuk berinteraksi dengan orang lain, membuatnya sulit untuk menemukan pasangan yang dapat menerimanya apa adanya. Kyuhyun depresi dan kesepian, bahkan ia sempat berpikir untuk berhenti menulis. Namun suatu malam ia bermimpi tentang seorang pemuda yang sangat manis. Setiap malam ia selalu memimpikan pemuda itu, dan itu membangkitkan lagi semangat menulis Kyuhyun. Kyuhyun menjadikan pemuda itu sebagai tokoh utama dalam novelnya dan memberinya nama Sungmin. Suatu hari Kyuhyun menemukan seseorang yang mirip sekali dengan si pemuda manis yang dikarangnya, sedang berada di rumahnya. Pemuda manis itu mengatakan bahwa namanya adalah Sungmin dan ia adalah kekasih Kyuhyun. Apakah tokoh karangan Kyuhyun menjadi kenyataan? Apakah Sungmin benar-benar nyata, atau Kyuhyun yang mulai gila karena depresi?

 

Hope U Like It ^^

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

~Presented by@Min kecil~

 

No. 3

Sudah hampir dua jam mereka berada di restoran Mexico yang ramai itu, duduk di dekat jendela menikmati sepiring nachos dan dua gelas bir. Dan selama hampir dua jam itu yang Donghae lakukan hanya diam mendengarkan celotehan Kyuhyun yang seakan tidak ada hentinya. Sambil menikmati nachos dan bertingkah seolah itu adalah makanan yang terenak di dunia Kyuhyun terus bercerita tentang Sungmin, tokoh karangan dalam novelnya yang, katanya, tiba-tiba saja muncul di dunia nyata.

 

Oh, yang benar saja!

 

Dengan antusias Kyuhyun bercerita tentang kencannya dengan Sungmin. Menonton film horor, bermain di game center, dan berakhir dengan bersenang-senang di klub malam. Sungmin menari dengan liar dan gila.

 

Saat di klub Sungmin meneriakkan sesuatu padanya sambil menari,
“Aku melepas celana dalamku!”

 

Kyuhyun tidak dapat mendengarnya karena bisingnya suara musik yang meredam suara teriakan Sungmin. Sambil terus menari Sungmin kembali berteriak, “Aku tak mengenakan celana dalam!”

 

“Apa?” Kyuhyun balas berteriak, memandang Sungmin dengan bingung. Lalu perlahan ia berhenti menari dan terdiam ketika melihat Sungmin mengeluarkan sesuatu dari balik pakaiannya. Celana dalamnya.

 

Sungmin mengayun-ayunkan celana dalamnya di depan wajah Kyuhyun yang tertegun, memainkannya sejenak, lalu mengigit dengan nakal celana dalamnya sambil memberi isyarat pada Kyuhyun. Sebuah isyarat yang langsung dimengerti oleh Kyuhyun. Sebuah senyum penuh makna dan bahagia menyambut isyarat itu. Dan kencan itu pun berakhir dengan sebuah percintaan yang panas di toilet klub, yang kemudian dilanjutkan kembali ketika mereka tiba di rumah Kyuhyun.

 

Sebuah cerita yang tidak masuk akal bagi Donghae. Donghae masih saja diam di kursinya, menatap Kyuhyun seolah adiknya itu sudah gila. Oh, adiknya pasti sudah benar-benar gila sekarang, Donghae yakin itu.

 

Kyuhyun kembali memasukkan nachos ke dalam mulutnya dan kembali bertingkah seolah itu adalah makanan terenak di dunia. “Dengar, aku tahu itu mustahil, tapi kau harus percaya padaku.” Katanya sambil menatap Donghae.

 

Donghae dapat melihat kilat kebahagiaan dalam mata obsidian Kyuhyun yang tersembunyi di balik kacamata nerd-nya. Akhirnya Donghae mengalihkan pandangannya, antusiasme Kyuhyun terasa sedikit mengganggunya. Ia meraih botol birnya dan menenggaknya sejenak.

 

“Dia nyata. Aku tak tahu bagaimana atau mengapa… tapi dia di sini dan dia nyata. Dan aku menyukainya.” Kata Kyuhyun dengan penuh antusias.

 

Donghae memandang adiknya. Raut tidak percaya terlihat jelas di wajahnya yang memikat.
“‘Nyata’ seperti orang lain dapat melihatnya.” Katanya, lebih terdengar seperti sebuah cibiran.

 

“Itu yang mau kukatakan,” Kyuhyun mencondongkan wajahnya lebih dekat pada Donghae, mencoba menyakinkannya. “Kami ke restoran. Kami membawa Scotty jalan-jalan ke taman. Orang-orang bicara padanya. Dia sangat ramah.”

 

“Itu mustahil.” Donghae mendengus pelan, masih tetap tidak percaya.

 

“Tampaknya tidak.”

 

Donghae diam sejenak, mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan bingung. Ia mencoba mencerna semua hal yang baru saja diceritakan oleh Kyuhyun tadi. Namun semua cerita Kyuhyun tentang Sungmin sangat tidak masuk akal baginya. Adiknya pasti sudah benar-benar gila.

 

“Apa yang dokter Park katakan?” tanya Donghae kemudian, kembali menoleh pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun terdiam, nampak sedikit terkejut dengan pertanyaan Donghae. Lalu ia kembali memakan nachos dan kembali bertingkah seolah makanan itu amat sangat lezat, mencoba mengalihkan perhatian kakaknya. Namun Donghae tidak mudah dialihkan. Donghae sadar bahwa Kyuhyun tidak pernah menghubungi dokter Park lagi.

 

“Apa kau serius?” Donghae berkata, mendengus tidak percaya. “Kau tahu? Orang-orang gila dimulai dengan melihat sesuatu yang tak nyata.”

 

“Aku tak melihat sesuatu.” Sanggah Kyuhyun, mengernyitkan wajahnya tidak suka.

 

“Kyuhyun, telepon dokter Park!”

 

“Aku tidak bisa,” Kyuhyun diam sejenak, lalu sedikit memelankan suaranya. “Dia takkan mengerti.”

 

“Hubungi dokter Park atau aku memberitahu eomma.”

 

“Dia bisa berpikir aku gila.”

 

“Kau mungkin saja gila.”

 

“Situasi ini memang gila. Tapi, bukan aku.”

 

Kyuhyun menatap Donghae, berharap kakaknya itu mau mengerti dirinya. Namun raut wajah itu masih tetap tidak berubah. Dan mata itu terus memandangnya seolah dia sudah gila. Itu membuat Kyuhyun merasa sedikit kecewa.

 

“Dengar….” Donghae berhenti dan memperhatikan sekeliling sejenak. Tidak ingin menarik perhatian seisi restoran ia memelankan suaranya, nyaris berbisik, ketika melanjutkan, “Apa kau sadar yang kau katakan? Sungguh? Tidak mungkin kau tidur dengan pemuda yang kau karang.”

 

Kyuhyun menyandarkan tubuhnya ke belakang dan memandang Donghae lekat-lekat. Ia berpikir sejenak dan menimbang-nimbang sesuatu. Lalu ia mendesah.

 

~+~+~+~

 

Pada akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk mengajak Donghae ke rumahnya dan memperkenalkannya pada Sungmin, sekedar sebagai bukti bahwa ia tidak gila. Kyuhyun membuka pintu rumahnya dan melangkah masuk sambil mengedarkan pandangannya sesaat ke seluruh rumah yang nampak sepi. Donghae berjalan di belakangnya dan mengikutinya masuk.

 

“Anu, dia tidak tahu aku yang menulisnya…jadi jangan mengatakan apapun tentang naskah itu. Paham?” Kyuhyun memperingatkan sambil menutup pintu.

 

“Ya, baiklah.” Kata Donghae sambil melangkah dengan wajah bosan. Ia masih tidak percaya tentang Sungmin.

 

Di dekat tangga ia berhenti dan mengedarkan pandangannya sejenak ke seluruh rumah yang nampak sepi. “Hai, Sungmin. Senang bertemu denganmu. Bisa kita panggil dokter sekarang?” Katanya mencibir sambil menoleh pada Kyuhyun dan menatapnya seolah mengatakan bahwa adiknya telah berbohong. Lalu ia berbalik dan berjalan menuju pintu.

 

“Hyung.” Kata Kyuhyun, memandang Donghae yang hendak pergi dengan sedikit kecewa.

 

Namun tiba-tiba sebuah suara menghentikan langkah Donghae. “Kyu!”

 

Dan sosok seorang pemuda muncul, berlari memeluk Kyuhyun ketika Donghae menoleh ke belakang. Donghe membalik tubuhnya dan tertegun, mengerjap tidak percaya melihat seorang pemuda manis yang sedang memeluk Kyuhyun dengan rindu. Pemuda itu sangat mirip dengan ciri-ciri Sungmin yang diceritakan oleh Kyuhyun. Itukah Sungmin? Benarkah dia benar-benar Sungmin?

 

“Kenapa lama sekali?” kata Sungmin, bergelayut manja di pelukan Kyuhyun.

 

Teringat pada Donghae yang masih mematung, Kyuhyun melepaskan pelukannya.
“Hei, Sungmin, ini kakakku Donghae.” Katanya memperkenalkan Sungmin pada Donghae.

 

Sungmin turun dari pelukan Kyuhyun dan menoleh pada Donghae.
“Hai,” sapanya. Ia beranjak mendekati Donghae dan mengulurkan satu tangannya sambil tersenyum ramah.

 

Donghae hanya memandang Sungmin dengan takjub, tidak tahu harus berkata apa. Ketika Donghae tidak kunjung membalas uluran tangannya, Sungmin meraih tangan Donghae dan menjabat tangannya dengan lembut.

 

“Donghae ssi, senang bertemu denganmu,” Katanya ramah. “Aku mendengar banyak tentangmu dari Kyuhyun.”

 

Donghae masih saja menatap Sungmin tanpa berkedip. Ketika jabatan tangan mereka terlepas, Donghae mengerjap, tersadar dari ketertakjubannya. Ia berusaha mencari kata-kata di dalam kepalanya yang terasa mendadak kosong. Namun sambil tersenyum setengah tidak percaya ia hanya berkata,

 

“Kau, Sungmin.” Lalu melirik pada Kyuhyun yang berjalan mendekati Sungmin dan merangkul pinggang pemuda manis itu dari belakang.

 

“Kau, Donghae ssi.” Timpal Sungmin, terkekeh kecil.

 

“Pelukis dari Dayton, Ohio.” Kata Donghae lagi, seolah sedang memastikan.

 

Sungmin tersenyum dan mengangkat kedua tangannya ke belakang untuk merangkul sejenak leher Kyuhyun. “Ya.” Katanya. Lalu ia menurunkan tangannya dari leher Kyuhyun dan berjalan melewati Donghae menuju dapur sambil berkata, “Apa kau akan tinggal untuk makan malam? Aku sedang membuat roti daging.”

 

“Dia pemasak yang hebat.” Kyuhyun berkata pada Donghae, memuji kehebatan memasak Sungmin sambil tersenyum lebar.

 

Donghae menoleh pada Sungmin dan memandangnya hingga pemuda manis itu menghilang di balik pintu dapur. Lalu ia menoleh pada Kyuhyun. “Bisa aku bicara denganmu sebentar? Diluar?” katanya, lalu menyeret Kyuhyun ke balkon belakang yang jauh dari dapur. Jauh dari Sungmin.

 

~+~+~+~

 

“Apa yang kau lakukan? Menyewa aktor? Ini tidak lucu, Kyu.” Tuding Donghae dengan gusar.

 

Donghae menutup pintu dengan cepat dan mendorong Kyuhyun ke sudut balkon dengan sedikit tergesa-gesa. Nampaknya ia masih belum 100% percaya pada Sungmin, dan berpikir bahwa adiknya sedang mempermainkannya.

 

“Sudah kukatakan, dia muncul begitu saja.” Kata Kyuhyun, mencoba membela diri dan mencoba menenangkan kakaknya.

 

“Oke, pasti ada beberapa penjelasan logis tentang ini.”

 

“Cinta itu tidak logis, hyung.”

 

Donghae mendengus, nampak semakin gusar.
“Memang, tapi kau tahu? Cinta itu fisika atau metafisika! Orang tak bisa muncul begitu saja!”

 

Kegusaran Donghae membuat Kyuhyun sedikit kesal.
“Tapi dia muncul!” sergahnya.

 

“Bagaimana?”

 

“Entahlah! Ini cinta. Ini keajaiban.”

 

Menyadari nada suaranya yang meninggi Kyuhyun segera terdiam dan menoleh ke arah rumahnya, sedikit khawatir Sungmin akan mendengar mereka. Tapi tidak ada tanda-tanda Sungmin mendengar suaranya. Kyuhyun menghela napas lega. Namun kelegaan itu terhenti ketika ia menoleh pada Donghae dan melihat kakaknya itu sedang mengutak-atik ponselnya.

 

“Sedang apa kau, hyung?” tanyanya.

 

“Menelepon dokter Park.” Jawab Donghae seraya sibuk mencari nama dokter Park dalam phonebook address miliknya.

 

“Jangan,” cegah Kyuhyun dan segera berusaha merebut ponsel Donghae. “Hyung, berikan padaku.”

 

Donghae berusaha mempertahankan ponselnya dari Kyuhyun.
“Kita mungkin…”

 

Namun Kyuhyun berhasil merebut benda kecil itu dan menjauhkannya dari tangan Donghae.
“Hyung, dengarkan aku. Kumohon!” Katanya sedikit berteriak, dan berhasil menghentikan Donghae dari usahanya merebut kembali ponselnya. “Ingat apa yang kau katakan saat kau bertemu Hyukie hyung?”

 

“Aku yakin aku tak bilang aku menciptakannya.” Kata Donghae mencibir. Namun Kyuhyun mengabaikan cibirannya.

 

“Kau bilang dia adalah uke impianmu,” Kyuhyun berkata seraya menunjuk-nunjuk Donghae. Lalu tangannya menunjuk ke arah rumahnya dengan nada tegas. “Itu yang terjadi padaku.”

 

Donghae memalingkan wajahnya dan berusaha menahan tawa yang nyaris meledak di mulutnya.
“Hyung, jangan tertawa.” Kata Kyuhyun, sedikit merengut.

 

Sejenak Donghae menoleh ke arah rumah, memastikan Sungmin tidak muncul. Lalu ia menarik Kyuhyun menjauh dari pintu. “Pernah terpikir olehmu kalau dia mungkin seorang penipu?” tanyanya. “Pernah terpikir olehmu jika mungkin ada orang yang ingin mendekatimu, dan entah bagaimana dia membaca buku yang kau tulis?”

 

Kyuhyun terdiam sejenak, mencerna kata-kata Donghae yang terasa cukup masuk akal. Namun segera kepalanya membantahnya, dan ia memotong perkataan Donghae. “Kau satu-satunya yang membaca naskahku. Jadi, kecuali kau sedang melakukan lelucon…”

 

“Baiklah, baiklah,” Donghae mengibaskan tangannya, memotong perkataan Kyuhyun. “Anggap kau menciptakan pemuda itu. Semua yang kau tulis tentangnya menjadi kenyataan. Bahkan hal-hal terkecil?”

 

“Ya.” Kyuhyun sedikit mengernyit, mencoba menebak arah pembicaraan Donghae.

 

“Pernah mencoba menulis lebih banyak?”

 

“Tidak.”

 

“Tulis sesuatu tentang dirinya.”

 

“Kenapa? Dia sudah sempurna.”

 

“Tulis sesuatu tentang dirinya, lihat apa akan menjadi kenyataan. Jika ya, maka kau benar. Ini adalah sebuah keajaiban. Dan jika tidak ada yang terjadi…” Sejenak Donghae mengintip ke arah rumah dengan waspada,. Lalu ia memandang Kyuhyun dan memegang kedua bahunya dengan raut wajah serius. “…mungkin kita harus hubungi polisi.”

 

~+~+~+~

 

Kyuhyun terdiam cukup lama sebelum akhirnya ia setuju dengan ide Donghae. Mereka kembali ke dalam rumah dan berusaha bersikap normal. Di dapur nampak Sungmin masih sibuk memasak. Pemuda manis itu mengangkat kepalanya ketika menyadari kehadiran Kyuhyun dan Donghae. Mata foxy-nya menatap mereka seolah bertanya, mau kemana mereka?

 

“Kami mau ke atas dan memeriksa sesuatu, secara online.” Kyuhyun mencoba beralasan seraya berjalan menaiki tangga, diikuti oleh Donghae di belakangnya yang sedang berusaha bersikap senormal mungkin.

 

Lalu mereka segera menghilang ke lantai 2, sementara Sungmin hanya memperhatikan dari dapur sambil tersenyum, berpikir jika kedua saudara itu baru saja dirajam atau semacamnya karena raut wajah mereka terlihat lucu bagi Sungmin.

 

Di lantai 2 Kyuhyun dan Donghae segera menuju ruang kerja Kyuhyun. Kyuhyun duduk dibalik mesin tik manualnya, menyelipkan selembar kertas naskahnya ke dalamnya, dan mencari sampai dimana ia terakhir menulis. Sementara itu, seperti orang yang sedang bersembunyi dari penjahat, berkali-kali Donghae mengintip ke bawah. Memastikan bahwa Sungmin terlalu sibuk di dapur untuk memperhatikan mereka.

 

“Harus sesuatu yang bisa kita lihat langsung. Sesuatu yang jelas.” Kata Donghae.

 

Kyuhyun mendesah dengan keras dan berpikir sejenak.
“Apa yang dia kenakan?” tanyanya.

“Ya,” Donghae menoleh pada Kyuhyun dan beranjak mendekatinya. Ia berdiri di depan meja Kyuhyun, menumpukan kedua tangannya diatas meja Kyuhyun dan mencondongkan wajahnya ke depan. “Ya. Apa yang dia kenakan.”

 

Selama beberapa menit mereka terdiam, berpikir. Kyuhyun menatap mesin tik-nya dengan bingung, rasanya kepalanya tidak bisa berpikir. Tiba-tiba Donghae tersenyum dan berkata, “Aku tahu.”

 

Donghae berjalan memutari meja Kyuhyun, berdiri di sampingnya dan menundukkan kepalanya untuk berbisik di telinga Kyuhyun. “Baiklah. Tulis kalau dia fasih bicara bahasa Perancis.”

 

Kyuhyun menoleh dan memandang kakaknya dengan pandangan yang seolah mengatakan apa-kau-serius-?.

“Sudahlah, lakukan saja.” Perintah Donghae.

 

Namun Kyuhyun nampak enggan melakukan perintah kakaknya itu. Ia tidak yakin bahwa ide ini akan berhasil, bahkan ia tidak yakin jika ini adalah ide yang baik. Donghae yang tidak sabar menjadi kesal dengan sikap enggan Kyuhyun.

 

“Biar aku yang melakukannya.” Katanya, sedikit mendorong mundur tubuh Kyuhyun dan mengulurkan tangannya hendak menyentuh mesin ketik Kyuhyun.

 

Dengan segera Kyuhyun menepis tangan Donghae dari mesin tik-nya. Ia tidak suka jika orang lain menyentuh mesin tik kesayangannya, meskipun itu kakaknya sendiri. “Aku saja.” Katanya.

 

Akhirnya Kyuhyun pun menuruti perintah Donghae. Pada lembar kertas itu ia mengetik: Dia fasih berbahasa Perancis. Tanpa ia sadari.

 

Ketika Kyuhyun telah selesai mengetik, samar-samar mereka mendengar suara Sungmin yang berteriak memanggil dari dapur berbarengan dengan suara tring saat Kyuhyun menggeser alat penjepit kertas mesin tik-nya kembali ke kanan. Kyuhyun dan Donghae saling memandang ketika menyadari bahwa bahasa yang digunakan oleh Sungmin ketika berteriak memanggil tadi bukanlah bahasa Korea.

 

Mungkinkah?

 

~+~+~+~

 

Setengah berlari Kyuhyun dan Donghae beranjak dapur. Mereka berdiri di ambang pintu dapur, menatap dengan takjub dan bingung pada Sungmin yang sedang menutup pintu oven sambil berbicara sesuatu dalam bahasa Perancis. Pemuda manis itu begitu fasih berbicara bahasa Peracis, seperti yang ditulis oleh Kyuhyun barusan.

 

Ini keajaiban, pikir Donghae dan Kyuhyun takjub.

 

Sungmin menoleh dan tersenyum ketika melihat Kyuhyun dan Donghae. Seolah tidak sadar, pemuda manis itu masih saja terus berceloteh sesuatu dalam bahasa Perancis yang tidak ada satu kata pun yang dimengerti oleh Kyuhyun dan Donghae. Kyuhyun dan Donghae saling memandang sesaat. Lalu mereka kembali menoleh pada Sungmin dan Donghae tertawa. Sungmin berhenti berceloteh dan memandang Donghae dengan bingung, nampak heran kenapa tiba-tiba Donghae tertawa.

 

Lalu sambil tersenyum bingung Sungmin bertanya sesuatu pada Donghae dalam bahasa Perancis, yang Kyuhyun tebak mungkin artinya: ‘Apa ada sesuatu yang lucu?’.

 

Kyuhyun tersenyum.
“Aku akan segera kembali. Aku harus melakukan sesuatu.” Katanya seraya mundur perlahan.

 

“Tidak, tunggu, tahan.” Donghae berusaha menahan Kyuhyun. Namun Kyuhyun menepis tangannya dan beranjak pergi ke lantai 2, kembali ke ruang kerjanya, meninggalkan Donghae berdua dengan Sungmin yang aneh, menurutnya.

 

Perlahan Donghae beringsut ke sudut dapur, berusaha menjauh dari Sungmin. Ia berdiri di dekat kulkas dan menatap Sungmin dengan wajah tegang. Sungmin kembali dengan kesibukannya memasak dan masih saja terus berceloteh dalam bahasa Perancis yang begitu fasih.

 

Oh Tuhan, ini pasti mimpi!, pikir Donghae takut.

 

~+~+~+~

 

Setelah merubah tulisannya Kyuhyun kembali ke dapur dengan membawa sebotol wine, berusaha menahan perasaan senang di dadanya dan berusaha untuk bersikap normal. Di dapur, Sungmin memberikan sekeranjang penuh roti pada Donghae yang nampak mulai sedikit santai, dan tersenyum ketika melihat Kyuhyun.

 

“Sebotol wine.” Kata Kyuhyun.

 

“Bagus,” kata Sungmin yang telah kembali berbicara bahasa Korea, seraya membawa beberapa piring. Ia telah kembali normal. Sebelum keluar dari dapur ia berbisik pada Kyuhyun, “Kakakmu memang perlu minuman.”

 

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan memandang Donghae yang sedang tersenyum padanya, terlihat seperti seseorang yang baru saja mendapatkan sebuah pencerahan. Oh, kini akhirnya kakaknya mempercayainya.

 

Kyuhyun menepuk pelan bahu Donghae ketika pria itu berjalan melewatinya keluar dapur sambil memeluk keranjang roti di tangannya dan tersenyum seperti orang bodoh. Kyuhyun hanya tersenyum kecil melihatnya, lalu berjalan mengikuti Donghae ke meja makan. Mereka menikmati makan malam sambil mengobrol. Dan Donghae mengakui bahwa masakan Sungmin memang sangat enak. Dan semua masakan ini nyata. Dengan cepat semua piring-piring itu telah kosong.

 

“Aku harus mengatakan, ini roti daging terbaik yang pernah aku makan.” Puji Donghae pada Sungmin, lalu melirik Kyuhyun yang sedang memperhatikannya seperti seorang observer.

 

“Terima kasih,” Kata Sungmin tersenyum sambil menuangkan kembali wine ke dalam gelas-gelas yang telah kosong. “Ini resep keluarga. Aku tidak bisa benar-benar mengambil creditnya.”

 

Donghae meraih gelasnya dan memandang Kyuhyun yang sedang tersenyum penuh kemenangan di kursinya. Donghae memutar kedua bola matanya. Senyuman bodoh itu terasa sedikit menjengkelkan baginya.

 

“Jadi, kau punya keluarga di Ohio?” Tanya Donghae pada Sungmin, mengalihkan pandangannya pada gelas wine di tangannya dan menyesap minuman berwarna merah anggur itu.

 

“Ya. Sebenarnya, orang tuaku meninggal saat aku masih bayi karena kecelakaan…” jawab Sungmin sambil memainkan serbet di samping piringnya. Lalu ia mengangkat kepalanya dan memandang Kyuhyun sejenak, sebelum kemudian mengalihkan pandangannya pada Donghae. “…dan aku sering berpindah-pindah. “Aku sudah tinggal di sembilan kota dalam enam tahun. Lima kota di Amerika dan empat kota di Korea. Jadi…”

 

“Sembilan?” tanya Donghae mengerjap, seolah tidak percaya.

 

“Ya.” Jawab Sungmin.

 

“Itu banyak sekali.” Komentar Donghae, tersenyum.

 

Di kursinya Kyuhyun hanya diam sejak tadi, memperhatikan dengan senang interaksi antara Donghae dan Sungmin. Kakaknya terlihat telah menerima dan mempercayai Sungmin, bahkan nampaknya mereka dapat akrab dengan cepat. Kyuhyun tersenyum dan membelai lembut punggung Sungmin. Sentuhan Kyuhyun di punggungnya membuat Sungmin tersadar bahwa ia yang paling banyak bicara di percakapan ini.

 

“Oh, maafkan aku. Aku benar-benar memonopoli percakapan ini.” Kata Sungmin pada Donghae, dan nampak tersipu malu.

 

Donghae tersenyum. Ia masih saja tidak mengalihkan matanya dari Sungmin, bahkan tanpa sadar ia telah mencondongkan tubuhnya lebih ke depan, seolah ingin mengamati pemuda manis itu lebih dekat. Ia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

 

“Tak apa. Ini menarik,” Kata Donghae, merasa tidak keberatan dengan celotehan Sungmin. “Tolong lanjutkan.”

 

“Sungguh pria yang baik,” puji Sungmin. Lalu ia memandang Kyuhyun yang kembali membelai punggungnya dengan lembut, dan berkata, “Ibumu pasti bangga. Sulit untuk membesarkan seorang pria yang sopan.”

 

Donghae tahu pujian itu bukan ditunjukkan untuknya, melainkan untuk adiknya. Ia memperhatikan saat Kyuhyun dan Sungmin saling memandang dengan penuh perasaan selama beberapa lama. Lalu Kyuhyun menghentikan belaiannya dan menundukkan kepalanya sejenak sambil tersenyum.

 

“Oh, kupikir pasti akan menakjubkan…” Donghae berkata seraya melirik Kyuhyun sambil tersenyum jahil.

 

Menyadari kakaknya akan menggodanya, Kyuhyun menepukkan kedua tangannya dengan keras.
“Baiklah,” katanya memotong perkataan Donghae yang belum selesai dan berdiri dari kursinya. “Kalian saling menyukai. Itu bagus. Kupikir Donghae hyung harus pergi sekarang. Benarkan, hyung?”

 

“Dia memang tukang atur, kan?” kata Sungmin pada Donghae, lalu mendongak memandang Kyuhyun.

 

Donghae ikut mendongakkan kepalanya memandang Kyuhyun dan tidak bisa berhenti tersenyum lebar, seolah mengatakan kau-sangat-beruntung-sobat. Lalu ia berdiri dari kursinya. “Sampai bertemu lagi.” Katanya pada Sungmin, lalu beranjak mengikuti Kyuhyun ke pintu depan.

 

Sungmin tersenyum dan melambaikan tangannya.
“Selamat malam.” Katanya.

 

~+~+~+~

 

“Hei, jadi?” Tanya Kyuhyun ketika mereka telah berada di luar rumah. Ia sangat penasaran dengan komentar kakaknya tentang Sungmin.

 

Donghae menarik tangan Kyuhyun dan menariknya menjauh dari rumah.
“Masuk ke dalam mobil.” Perintahnya.

 

“Apa? Kenapa?” tanya Kyuhyun bingung.

 

Namun Donghae tidak peduli dengan kebingungan adiknya. Ia sedikit berlari menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah Kyuhyun dan merogoh sakunya, mencari kunci mobilnya. Mobil Samsung Renault berwarna silver itu berkedip dengan suara pipp pipp ketika Donghae menekan tombol untuk membuka kuncinya.

 

“Masuk ke dalam mobil sekarang.” Perintah Donghae lagi seraya membuka pintu mobilnya dan beranjak naik.

 

Dengan bingung Kyuhyun pun menurutinya. Di dalam mobil tiba-tiba Donghae berteriak,
“Itu gila!” Lalu mencengkram kemudi dengan erat dan menghentak-hentakkan tubuhnya ke belakang dan ke depan seperti orang gila

.

“Hyung.” Kata Kyuhyun mencoba menenangkan kakaknya.

 

Donghae berhenti menghentak-hentakkan tubuhnya, melepaskan cengkramannya dari kemudi dan menoleh pada Kyuhyun sambil berteriak, seolah tidak percaya, “Ini gila, Kyu. Kau mewujudkan seorang uke dengan pikiranmu. Eomma akan sangat ketakutan.”

 

“Kau tak bisa mengatakan pada eomma.” Kata Kyuhyun, wajahnya mengerut tidak suka.

 

“Kenapa tidak? Eomma menyukai omong kosong zaman baru.” Donghae mengibaskan tangannya dengan acuh.

 

“Hyung! Sungguh….” Kyuhyun memandang kakaknya dengan tegas. “Kau tidak boleh bilang pada siapa pun. Eomma, bahkan Hyukie hyung. Tak seorang pun.”

 

Donghae sedikit mengernyit memandang Kyuhyun. Ia nampak tidak setuju dengan ucapan adiknya. Seolah dapat menebak apa yang akan dikatakan Donghae selanjutnya, Kyuhyun menggelengkan kepalanya dan berkata,

 

“Hyung, mereka akan berpikir dia aneh.“

 

Donghae mendengus.
“Jadi, kita akan berpura-pura dia pacarmu?”

 

“Dia memang pacarku.” Kyuhyun berkata dengan cepat dan tegas, membuat Donghae terdiam.

 

Donghae terdiam selama beberapa lama, memandang Kyuhyun lekat-lekat dengan tatapan tidak percaya. “Kau serius?” tanyanya.

 

“Kenapa tidak?” Kyuhyun balik bertanya, mengalihkan pandangannya ke depan dan mengabaikan tatapan mata kakaknya yang terasa seolah sedang menghakiminya.

 

“Pacarmu.” Cibir Donghae kemudian, tidak percaya. Ia menatap Kyuhyun seolah adiknya telah gila. Berpacaran dengan tokoh karangan sendiri? Oh, yang benar saja!

 

Kyuhyun menoleh dan memandang Donghae dengan kesal.
“Dengar, hal-hal aneh pernah terjadi.” Katanya, mencoba membela diri.

 

“Kurasa tidak,” Timpal Donghae, menggelengkan kepalanya. “Kupikir ini hal yang paling aneh yang pernah terjadi, selama ini. Kau akan menikahinya? Mengadopsi anak bersamanya?”

 

“Entahlah.” Kyuhyun menggelengkan kepalanya dengan bingung. Ia belum memikirkan sejauh itu.

 

“Bukankah itu menjadi seperti hubungan sedarah? Hubungan…sepikiran?” tanya Donghae mengernyitkan dahinya. Ia tidak tahu bagaimana harus menyebut hubungan aneh antara Kyuhyun dan Sungmin.

 

“Aku tak peduli!” Kata Kyuhyun menghentikan perkataan Donghae. Ia memandang sang kakak dan terdiam selama beberapa menit, sebelum kemudian ia melanjutkan dengan nada yang terdengar sangat yakin, “Aku mencintainya. Tolong jangan rusak ini, hyung. Berjanjilah padaku, tak seorang pun.”

 

Donghae mengalihkan pandangannya ke depan. Ia terdiam dan berpikir selama beberapa lama, sebelum akhirnya ia mendesah dan mengganggukkan kepalanya. “Baiklah.” Katanya.

 

Kyuhyun tersenyum lega, bersyukur akhirnya kakaknya mau mengerti.
“Terima kasih.” Katanya seraya menepuk pelan bahu Donghae yang nampaknya sedang melamun, sibuk dengan pikirannya sendiri.

 

Ketika Kyuhyun membuka pintu mobil dan hendak turun, tiba-tiba Donghae menahan tangannya. Suaranya pelan, nyaris berbisik, ketika ia berkata, “Hei, jadi kau bisa merubah dirinya.”

 

Sejenak Kyuhyun mengernyit, mencoba menebak arah pembicaraan Donghae. Ketika Kyuhyun sadar bahwa Donghae sedang berbicara tentang Sungmin, ia menutup kembali pintu mobil. “Kurasa.” Katanya, setengah tidak yakin.

 

“Kau bisa, men-tweak apa pun yang kau mau?” tanya Donghae sambil tersenyum penuh arti.

 

“Tweak? Apa maksudmu?” Kyuhyun balik bertanya, tidak mengerti maksud dari perkataan sang kakak.

 

Donghae mengangkat kedua bahunya dengan acuh dan berkata,
“Entahlah, apapun. Bokong besar, kaki panjang…”

 

Oh, Kyuhyun mulai mengerti maksud pembicaraan ini. Dengan cepat ia memotong perkataan Donghae,
“Aku suka kaki kecilnya.”

 

Donghae menyenderkan kepalanya ke belakang. Ia mendesah pelan dan mulai berbicara tentang ‘istrinya’. “Kau tahu? Aku selalu berharap ada tombol…untuk membuat Hyukie berhenti melakukan omong kosong yang dia lakukan. Maksudku, kau bisa mendapatkan oral seks tiap kali kau ingin. Tapi aku tidak bisa mendapatkan itu dari Hyukie.”

 

“Sungmin suka melakukan oral seks.” Sahut Kyuhyun.

 

Donghae memutar kedua bola matanya dan mencibir,
“Yeah, sekarang. Tapi bagaimana dalam beberapa hari atau bulan?” Ia mengibaskan tangannya ke udara. Lalu sambil mengernyit karena mengingat ‘istrinya’ yang menurutnya sulit dimengerti itu, ia melanjutkan, “Kau tahu? Mereka para uke adalah makhluk misterius. Aku masih melihat Hyukie seperti: “Siapa kau?””

 

Kyuhyun mendengus mendengarnya.
“Aku tahu Sungmin, hyung. Aku yang mengarangnya.” Katanya dengan sangat yakin.

 

“Jadi, kau bisa membuatnya melakukan apa saja.” Sahut Donghae sambil tersenyum penuh arti.

 

Kyuhyun hanya diam, menyenderkan tubuhnya ke belakang dan mendesah. Entah apa yang sedang dipikirkan kakaknya saat ini, Kyuhyun tidak mau menebaknya. Perlahan senyum di wajah Donghae memudar.

 

“Demi para seme di dunia…” Donghae berkata, menoleh pada Kyuhyun dan menatapnya dengan serius. “…katakan padaku, kau tidak akan menyia-nyiakan itu.”

 

Hening sejenak.

 

“Aku takkan menulis tentang dirinya lagi.” Kata Kyuhyun kemudian, dengan pelan-pelan dan tegas.

 

~+~+~+~

 

Setelah Donghae pulang Kyuhyun pergi ke ruang kerjanya yang selalu tenang. Ia mengambil selembar kertas yang masih terjepit di dalam mesin tik-nya, merapikan semua kertas-kertas naskahnya dan menyimpannya di dalam laci meja kerjanya. Ia mengunci laci tersebut dan merahasiakannya dari Sungmin. Sungmin tidak boleh tahu tentang naskah itu.

 

“Kyuhyun?” Suara Sungmin membuatnya terkejut. Refleks, ia mencabut kunci, menyembunyikannya di di dalam tangannya dan membalik tubuhnya dengan cepat.

 

Kyuhyun tersenyum ketika melihat Sungmin sedang berdiri di ambang pintu.
“Hai,” katanya, dan diam-diam menyembunyikan kunci lacinya di dalam saku celananya.

 

Sungmin memandang Kyuhyun dengan penasaran dan bertanya,
“Jadi, dia menyukaiku?”

 

Yang dimaksud oleh Sungmin adalah si kakak, Donghae. Kyuhyun tersenyum dan menyeret kursi kerja berodanya mendekati Sungmin. “Dia sangat menyukaimu.” Jawabnya.

 

Sungmin tersenyum senang dan beranjak duduk di pangkuan Kyuhyun. Ia merangkulkan kedua tangannya di leher Kyuhyun, dan sejenak mata foxy dan mata obsidian itu saling memandang. Dan kemudian, Sungmin mempertemukan bibir mereka dalam satu titik. Sebuah ciuman yang lembut yang segera direspon oleh Kyuhyun. Kyuhyun memeluk pinggang Sungmin dan memagut bibir plump itu, seolah ia tidak akan pernah bosan. Lalu, perlahan ciuman itu berubah panas. Penuh gairah. Penuh rasa bahagia.

Tbc

36 thoughts on “In a world of my own / No.3

  1. Apakah aku yang pertama review??????

    Ahhhhh…leganyaaaaa,entah sudah berapa lama saya menunggu chapter lajutan dari ff ini!
    Rahasia yg tersimpan dalam laci mungkin yang nanti akan menjadikan konflik antara ming dan kyu…

  2. Ming sbnernya datang dri mana sih?
    Hae msih percaya ga percaya…
    Hehehe

    Pnasaran sama kelanjutannnya…

  3. Kyaaaa >////< so sweet… Sungmin beneran nyata, bahkan donghae sampe.shock..wkwk
    pas bahasa sungmin ganti jd bahasa perancis, aku bayanginnya itu kyk subtitle di tv..pasti lawak bgt..hahaha, awalnya pakai bahasa korea trz abis di ketik sma kyu bahasa min lgsg berubah..

    Donghae kyk'y kurang puas sma hyukkie, ayolah, terima apa aadanya..kyu jg akhirnya ga mau nulis apa2 lg kan ttg ming, berarti kyu nerima ming apa adanya, ga mau di ubah2 lagi..

  4. Kyaaaa…….. Ming tingkahnya manis bngt deh!! Imuuuttt unyu” Aku suka.

    Gomawo eonni, udh tag aq ya? Aq jd tw klo eon udh update lagi!! Jeongmal gomawo eonni ^_^

    Next chapter, update kilat eonni kkkk~

  5. min eooooonnn!!!😄 wkwk aku ketawa-ketawa sendiri pas baca ini xD ahagaha, hae, aku bayangin mukamu disini, pasti udah kek orang idiot /slapped zD
    yang masih bingung itu umin berasal darimana? Dari bintang? /slap/ drama ini mah xD

    nah, iya itu yang di laci pasti yang bakal jadi konflik kyu ama min disini.
    Dan itu juga yang bakalan bikin aku makin penasaran. Kkk, ayo apdet kilat yaa min eon, fighting^^!!

  6. ehmmmmmm.. Jd Ming it emng tokoh nyata? Hidup? Tp dia kan tokoh fiksi yg di buat Gyu? Membingungkan>< saking lama-nya update jd lupa part sebelum-nya^^

  7. yeaaay… akhirnya di lanjut jga!
    masih ttp penasaran gmn ming bsa jd nyata dan datangnya dr mana kkk~
    akh… kalau ming tw rahasia di balik laci kyu
    bisa jd konfliknya disitu ya
    l

  8. aduh akhirnya update juga min kecil..
    hampir lupa dh

    ternyata ming itu karangan dan buatan kyu yg bisa menjadi kenyataan, kyu bisa berbuat apa saja trhadap ming tp sepertinya kyu sudah cukup puas dengan ming yg sekarang, uke idaman kkk

    d tunggu konfliknya, ming menemukan naskah yg d tulis kyu..penasaran gmna nanti reaksi ming

    min kecil…fighting^^

  9. Apdettt.

    Aigoo. Masih gk nyangka kalau sungmin itu nyata. Ini keajaibankah?. Terus nanti sungmin bakal tau gk siapa sebenarnya dia?. Bakal kecewa gk?. Terus nanti akhirnya sungmin bakal pergi atau menghilang gk?. Ah banyak pertanyaan hehe.

    Ditunggu next chap’a kak. Kak little min, Mr. Perfect donggg*kedipkedip

  10. Sebenarnya masih penasaran ming itu apa ????
    Klo secara logika ga masuk akal tp sungmin nyata dan hadir d kehidupan kyu…
    Donghae pun sudah mengakui nya…

    Kyumin sweet bgt d sni…
    Lanjut min kecil…

  11. Busyet dah 3 kali review error mulu…..-_-
    dan ini chap 3, ngmong2 aku udh bc chap 1-2 blm ya? O.o ?
    #lupa
    nti bc ulang deh
    makasih ya udh di tag🙂
    hmmm…..aku berpikir sama dg hae, jgn2 min muncul krn dia py motive ngedeketin kyu alias dia menyamar…..trus gmn nanti ktka kyu tau min itu sbnernya siapa n dtang dr mn?
    kalau kyu udah memutuskan g akan nulis lagi ttg sungmin, brarti ke depannya dia dan sungmin tinggal ngejalanin hdup bersama2 dg tentram, dan lupakan asal muasal itu…wehehehehe
    aku lega lho nung, km akhirnya nyentuh FFmu lagi…..;-)
    ayo, yg lain di update jg ^^

  12. Jadi jadi jadi….Sungmin itu bener tokoh karangan Kyuhyun kah?😮 awalnya aku kira Ming emang beneran pacarnya kyu cuma kyu yg terlalu sibuk dan frustasi ttg kesepiannya ampe dia amnesia gk bsa bedain mana mimpi mana nyata XXD tapi krna hae aja dibikin shock begitu bearti emang sebelumnya gk ada ming di kehidupan kyu.. jadi sungmin itu sebenernya datang dari mana???? Masa ming alien yang berasal dari bintang(??) XXD atau mesin tik kyu ngandung magic kayak diary nya barbie yang kalo nulis sesuatu disana bkal jd kenyataan? XXD
    Tapi tapi , aku suka kyumin moment nya… Sweet banget~ kyu nya kayak yg bahagia banget bisa milikin mingie..
    Issshhh eon update asap x00 oh iya Mr. Perfect kapaaaaaaan~ #digatak

  13. Donghae g percaya ma cerita Kyu ttg Ming, setelah Hae ketemu ma Ming pun Hae ttp g percaya kl Ming itu nyata. sampe Hae menyuruh Kyu menulis tentang Ming yg bisa bahasa Perancis. setelah turun mereka berdua cengo Ming ngomong pake Bahasa Perancis, tp Hae malah menganggap Kyu perlu ke dokter Park lagi. malah Hae menyuruh Kyu buat menulis tentang Ming sesuai dg apa yg Kyu mau, menjadikan Ming seperti keinginan Kyu, yg entah apa maksudnya. Hae mah aneh2 aja. mungkin krn g nyangka aja kl apa yg Kyu tulis tentang Ming itu bener2 nyata.

    Kyu menganggap Ming sudah sesuai dg apa yg diinginkan Kyu, baginya Ming dah sempurna. tp penasaran nantinya Ming bakalan tau g y tulisan Kyu yg disembunyikan itu. kl nanti Ming tau kira2 Ming bakalan gimana? apa mungkin Ming akan lenyap? atau Ming akan meninggalkan Kyu?

    selalu menarik epep2mu ini, biarpun diadaptasi dr buku tp penggambaran dan penyampaiannya menarik. aku suka ^^

    lanjutkan Min kecil!!!!

  14. Aish…. tbc nya gk pada tempat. Ntr next part pasti hilang gt aja part yg bagian akhir itu. Issh… -_-

    Ini semacam KyuHae mempunyai kelebihan. Cuma krn hae gk bgtu jenius. Jd daya imajinasinya untuk mendapatkan uke impian cuma sgtu aja(?) Mksdnya gk bisa buat karakter ukenya terlihat jelas.

    Klo Kyu semuanya lngkap. Tapi… apa berpenharuh klo Sungmin tau dirinya adalah tokoh karakter pikiran kyu?

    Lanjut deh kecil-ah. Pelan2 semakin terasa menarik jg.

  15. hampir melopakan ff ini..saat baca sumarry nya lgsg teringat lagi…sungmin bnr2 nyata yah..ap yg kyu karang dy muncul..tapi kaya gini bnrn apa hanya akan bertahan sementara yah..aaaa..penasaran..biarkan saat ini kyumin berbahagia..hihi..lanjuttt minsae…dtunggu mr.perfectnya ^^…fightingg…

  16. akhirnya ummi update…sdh rindu saya.. hhhe ^^

    enk bgt jd cho kyuhyun ya..
    itu sungmin psti udah ngga ada cacatnya,, sempurna bagi cho..
    aq kira wktu kyu ktik sungmim fasih bhs prancis ngga akan trjdi apa2.. trnyta yg dktik kyu smwa trjadi,, dan donghae mngakui juga akhirnya.. hhhha😀

    dtunggu next chapnya yh eonni,, pgn tau yg trjadi klo ming tau smw naskah2 kyu..

  17. OH MY GOD! beruntungnya kyuhyun bisa dapet uke persis kya yg dia karang ya ampun~~
    tapi, aku kyanya perlu baca nomer 1 dan 2 dulu. mengingat daya ingatku payah, aku lupa udah baca yg ini atau belum hehehe~~

    kecil eon memang selalu kereeeeeeeeen *0*b

  18. jadi sungmin bener2 dari pikiran kyu? woaaaa~ DAEBAK!!
    semoga ming ga punya niat yg ga baik.. hahh~ seneng deh klo KyuMin mesra2an(?)🙂

    LANJUT KILAT!😀

  19. sbnrnya ming itu dari mana? bnrn dari fikiran kyu? atau dari mana?
    jgn sampe Ming punya niat jahat sm Kyu..

    ahh~ KyuMin suka deh..

    LANJUT KILAT!😀 #plak

  20. waaaaaaah daebak, jangan sampai ming tiba2 ilang gitu aja pas kyu berenti nulis tentang dia, manissss banget

  21. Akhrnyaaaa ini ff apdet juga *0* #tebarKembang

    Donghae akhirnya ngeliat Sungmin scara langsung jg kkkk, ya biarpun masih rada2 gmna gtu hehehe.. dan hmm sempet2nya ya dia mkir/nyaranin yg mesum2 ke Kyuhyun *lol

    Wie makin pnasaran sbnernya itu Sungmin bneran ada or gmna sih? apa jgn2 emg Kyuhyun emg mimpi or berkhayal gtu? ==a Wie gak tau film Ruby Sparks, dan pastinya blm nonton😄 jadi Wie gak ada clue sama sekali *NyengirGeje

    ditunggu lanjutannya Eon!! sama yg Mr. Perfect juga :-*

  22. ihhhh… aq rasa nya pngen lempar donghae ke kolam ikan -,- ntah knp sikap donghae nyebelin bnget, tapi gpp yg penting dy dah g anggap kyu gila lge, karna trnyata ming bnar” nyata😄 owh y aq masih penasaran, apa ming benar” berasal dari novel kyu O.o? *ngikutin sikap donghae -,-*

  23. Oh my god… Aku baca nya lgsg ke chap ini.asihhh chap 1 dan 2 nya ketinggalan.masa baca mundur sih hahaha… Aku kira ini one shoot.okay aku baca chap 1 dan 2 nya dlu

  24. Sungmin ga mungkin penipu kan? Aq jd ikut berfikir aneh spt Donghae. Tp stlh percobaan hae kyu ternyata Sungmin benar2 bertingkah sesuai isi naskah ya tp apa ga mungkin Min memasang penyadap ato CCTV diruang kerja kyu??? Tuh kan aq jd parno kayak hae ckckck…-.-“

  25. ckckckc jd sungmin bneran mahkluk jadi2an??? tercipta dari pikiran kyu trus bneran nyata???? aaaaa bingung aku….

  26. bagi kyu umin dah sempurna itu…konfliknya entar apaan ya
    1. donghae ada rasa sama umin
    2.umin tahu rahasia di lemari
    ayo lanjutttt jngan pake lama

  27. Ahahaaha xD aku baru ngeh ternyata aku baca langsung ke chap 3 lah aduh gak baca bener” sih. Lucu lah kalau beneran bisa gitu,kyuhyun bebas mau buat sungmin kaya gimana juga ㅋㅋㅋ. Lanjutannya ada gak ya yg No.4 ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s