Another 365 Days

Gambar

Pairing : KyuMin || Genre : Romance || Lenght : One Shot || Warning : BL, shounen-ai, AU || Disclaimer : Remake dari manga doujinshi AoKaga dari KNB yang berjudul “Ano Koro wa Wakakkata to, Itsuka Shashin wo Mite Waraeba Ii” karya Oniyuri. Ada perubahan dan tambahan seperlunya || Summary : Sungmin dan Kyuhyun memutuskan jalan hidup mereka masing-masing, dan membuat sebuah janji untuk saling menunggu. *ok, bad summary*

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

~Presented by@Min kecil~

One day, when the time come for us to look back at us now, let’s pull out photos, say “We were so young then,” and laugh. That’s why right now, we should earnestly focus on only that….

.
.
.
.

“Sungmin, apa kau tahu tentang dewa musik?”

“Dewa musik? Dewa? Maksud ibu, Michael Jackson?”

“MJ! Bukan itu maksudku. Dia sudah pasti dewa tapi dia tetap manusia, bukan? Aku bicara tentang dewa sungguhan. Seorang dewa nasib yang sedikit pemarah yang memberikan perlindungan istimewa hanya kepada orang-orang yang mencintai musik. Orang-orang yang dicintai oleh dia akan dicintai oleh dunia. Kau mau mendengar lebih banyak?”

“Ya!”

“Pertama, sang dewa sangat berubah-ubah. Dia akan mencintaimu dan tak terpisahkan darimu suatu hari. Tapi hari berikutnya, dia akan pindah ke orang lain.”

“Dia orang yang buruk…”

“Tepat! Dia orang yang buruk. Tapi….kau tahu, Sungmin, hanya ada satu hal yang akan membuat dewa yang suka berubah-ubah ini memilih seseorang.”

“Hanya satu…? Apa itu?”

“Itu adalah kerja keras.”

“Kerja keras!? Apa!? Aku selalu melakukan yang terbaik!”

“Haha… Ketika aku mengatakan ‘kerja keras’, itu tidak berarti hanya melakukan yang terbaik. Seseorang yang dengan tenang dan benar-benar niat. Seseorang yang bertujuan untuk melampaui batas mereka. Hanya kepada orang seperti itu…sang dewa yang suka berubah-ubah ini memberikan perlindungan istimewanya. Perlindungan istimewanya berubah-ubah. Itu mungkin bisa berlangsung satu hari, itu bisa bertahun-tahun. Tidak ada jaminan bahwa sang dewa akan pernah mencintaimu. Tetapi kau tetap mencintai musik, kan?”

“Tentu saja!”

“Bagus! Sungmin, sang dewa hanya memberikan perlindungan istimewanya kepada orang-orang yang mencintai musik. Kau…jadilah pria yang layak untuk cintanya.”

“Cintanya…?”

Aku menatap ibu yang kembali memainkan piano sambil bernyanyi, menyanyikan lagu You’r not alone milik Michael Jackson dengan indah dan menyentuh. Suaranya merdu dan lembut, menghanyutkan siapa pun yang mendengarnya. Namun saat itu, di sore hari yang tenang itu, menjadi hari yang tak terlupakan bagiku. Apa yang dikatakan oleh ibu mengendap jauh di dalam hatiku. Saat itu, tanpa kusadari, hatiku telah dicuri oleh sang dewa.

~+~+~+~

Bzzzz…. Bzzzz…. Bzzzz…. Bzzzz….

Sungmin menggeliat pelan, terbangun karena suara getar ponselnya. Ia mengulurkan tangannya, mengambil ponselnya yang terus bergetar di samping bantalnya. Beranjak bangun dan menyentuh kepalanya yang masih terasa berat karena kantuk, ia sejenak mengingat mimpinya barusan. Mimpi tentang ia dan ibunya yang berbicara tentang dewa musik, di suatu sore yang tenang. Sebuah cerita lama yang hingga kini masih melekat erat di dalam dirinya.

Dulu, itu sudah lama sekali. What a nostalgic dream….

Ponsel di tangannya masih terus bergetar, seolah berteriak meminta untuk segera dijawab. Sungmin mengerang pelan, mengutuk siapa pun yang telah membangunkannya di tengah malam. Ini masih pukul 00.39, demi Tuhan. Namun ia tertegun ketika melihat nama yang muncul di layar yang terus berkedip itu. Rasa kantuknya mendadak hilang membaca sebuah nama yang sudah lama tidak ia dengar suaranya. Sebuah nama yang selalu dirindukannya.

~Kyuhyun calling~

Dengan segera ia menekan tombol hijau pada ponselnya dan memekik senang, nyaris berteriak, ketika menjawab telepon itu. “Kyuhyun!!?”

“K…kerasnya…” pemuda di ujung telepon nampaknya terkejut dengan suara keras Sungmin. “Aku pikir gendang telingaku akan pecah.”

Sungmin mendengus.
“Apa yang kau lakukan, meneleponku di jam seperti ini?”

Pemuda di ujung telepon menyahut dengan santai, nampak tidak peduli bahwa ia telah membangunkan Sungmin di tengah malam. “Well, terserah. Bunny, buka pintu depanmu.”

“Huh?” Sungmin mengernyit tidak mengerti.

“Aku bilang, buka pintu depanmu.” Pemuda di ujung telepon mengulang perkataannya dengan sedikit tidak sabar.

“Apa? …pintu?” Sungmin semakin mengernyit bingung. Untuk apa ia harus membuka pintu depan di jam seperti ini?. Namun ia tetap beranjak turun dari ranjangnya dan berjalan keluar kamarnya menuju pintu depan.

“Ya, aku mengerti. Diamlah. Aku hanya harus membukanya, kan?” Sungmin menyahut sedikit kesal ketika suara si pemuda di ujung telepon terdengar semakin tidak sabar. Ia pun memutar kunci dan membuka sedikit pintu depannya sesuai dengan perintah si pemuda di ujung telepon. “Pintunya sudah terbuka. Jadi, tentang apa ini? Kenapa….?”

Perkataan Sungmin terhenti ketika sebuah tangan membuka pintu lebih lebar, dan sosok tinggi Kyuhyun pun muncul dibalik pintu. “Hai,” sapanya, sedikit menyenderkan tubuhnya pada kusen pintu dan tersenyum. “Lama tidak bertemu.”

Sungmin hanya terdiam, sangat terkejut melihat sang tamu tak terduga. Mata foxy-nya menatap Kyuhyun seolah tidak percaya dan tangannya masih saja menempelkan ponselnya ke telinganya, yang kini sudah tidak terdengar suara apapun lagi di ujung telepon. Dan selama beberapa lama ia hanya memandang Kyuhyun yang nampak tampan dalam balutan setelan jas yang sedikit berantakan dan dasi yang menggantung sedikit longgar di lehernya, sebelum akhirnya ia membiarkan pemuda bertubuh tinggi itu masuk ke dalam rumahnya yang sepi, rapi dan tenang.

Dan ketika ia sedang membuat dua cangkir kopi di dapur Sungmin teringat bahwa 5 tahun telah terlewat. Waktu yang cukup lama baginya dan Kyuhyun untuk tidak bertemu. Waktu yang cukup lama untuk menimbun rindu di dalam hati. Sungmin diam merenung, menatap mesin kopi di depannya. Mesin kopi itu mendesis bagaikan ular marah. Bunyi yang dibuat benda itu berkesan seram, bahkan mungkin jahanam. Namun bagi Sungmin, suara berisik benda itu membantu kepalanya mengingat kembali alasan kenapa ia dan Kyuhyun harus terpisah sementara.

Ah benar, Sungmin berkata pada dirinya sendiri, karena 5 tahun lalu ia memutuskan untuk keluar—bukan, mungkin lebih tepatnya berhenti sejenak—dari Super Junior dan dari dunia entertaiment Korea karena harus menggantikan ayahnya, yang tiba-tiba jatuh pingsan dan harus dirawat di rumah sakit selama beberapa bulan, untuk memimpin perusahaan Sendbill yang mengalami kekacauan dan nyaris bangkrut karena pemimpin mereka sedang dirawat di rumah sakit. Kini, sudah 5 tahun berlalu.

~+~+~+~

Sungmin kembali ke ruang tv dengan membawa dua cangkir kopi yang mengepul. Di sofa nampak Kyuhyun yang sedang duduk bersandar dengan santai dan acuh, dengan satu kaki yang diletakkan diatas tangan sofa, dan tangan yang sibuk mengutak-atik ponselnya.

“Jadi? Kenapa kau tiba-tiba datang? Aku tidak mendengar kabar apapun tentang kembalinya kau ke Korea,” Sungmin bertanya seraya berjalan mendekat. “Dan kau memakai setelan.”

Kyuhyun hanya menggumam tanpa menghentikan kesibukannya mengutak-atik ponselnya, dan tidak peduli ketika Sungmin memperingatkan bahwa pakaiannya bisa kusut jika ia duduk dengan cara serampangan seperti itu. Sungmin hanya mendesah pelan, sudah terbiasa dengan sikap sembrono kekasihnya itu.

“Ini kopimu.” Kata Sungmin meletakkan secangkir kopi untuk Kyuhyun di atas meja di depan sofa.

Kyuhyun kembali menggumam dan menegakkan tubuhnya. Ia meletakkan ponselnya di atas meja dan melirik pada Sungmin yang memilih untuk berdiri cukup jauh darinya. Pemuda manis itu bersandar di dinding dan menyesap kopinya perlahan.

Kabar terakhir yang Sungmin dengar seharusnya pemuda tampan itu sedang sibuk dengan kegiatan solonya di Perancis, yang mengharuskannya untuk tinggal di negara romantis itu untuk waktu yang lama. Yang Sungmin tahu seharusnya Kyuhyun sedang berada di Perancis saat ini. Jadi, kenapa dan bagaimana pemuda bertubuh tinggi itu tiba-tiba meneleponnya dan berdiri di depan pintu rumah Sungmin di tengah malam seperti ini?

“Jadi?” Sungmin memandang Kyuhyun dan meminta penjelasan.

“Aku kembali ke Korea hari ini, di pagi hari. Aku bukannya mencoba untuk merahasiakannya darimu atau apapun,” Kyuhyun melonggarkan simpul dasinya dan melepaskannya dari lehernya. “Aku pikir akan percuma untuk menghubungimu lebih dulu ketika aku tidak yakin akan bisa melihatmu, bunny. “

Sungmin hanya diam dan kembali menyesap kopinya perlahan sambil melirik Kyuhyun yang melemparkan dasinya begitu saja ke atas tangan sofa. “Tetapi penerbanganku tiba-tiba dialihkan 12 jam kemudian,” kata Kyuhyun seraya membuka jasnya. “Jadi aku berpikir mungkin aku bisa melihatmu sebentar, jadi aku mampir.”

“Jangan berkata ‘Jadi aku mampir,’ padaku. Aku pikir sesuatu terjadi karena kau berpakaian seperti itu.” Timpal Sungmin sedikit kesal.

“Aku pergi ke pernikahan sepupuku hari ini,” sahut Kyuhyun. Ia memandang Sungmin dan melengkungkan satu jarinya, memberi isyarat agar pemuda manis itu untuk mendekat. “Hey, berapa lama kau akan terus berdiri disana?”

Sungmin diam sejenak dan akhirnya mendesah. Ia meletakkan cangkirnya diatas meja kecil di dekatnya, sebelum kemudian mendekati Kyuhyun di sofa. Ia sedikit membungkukkan tubuhnya di atas tangan sofa dan memandang lembut kekasihnya yang selalu saja bertindak tanpa berpikir dulu.

“Aku tidak keberatan kau datang, tapi… apa yang akan kau lakukan jika aku tidak ada dirumah?” Kata Sungmin, sedikit mencondongkan tubuhnya mendekat pada Kyuhyun. “Kau bahkan tidak mempertimbangkan hal itu, bukan? Benar ‘kan?”

Sungmin tersenyum kecil ketika Kyuhyun hanya diam memandangnya, menandakan bahwa ucapannya tadi benar. Kyuhyun menggeser tubuhnya lebih dekat pada Sungmin dan mengulurkan satu tangannya menyentuh leher Sungmin. “Kalau begitu aku akan kembali ke hotel dan menonton beberapa film porno sebelum tidur.” Katanya sambil menyeringai dan menarik wajah pemuda manis itu mendekat.

Sungmin tertawa kecil.
“Idiot.” Cibirnya.

“Diam.” Kata Kyuhyun mengabaikan cibiran Sungmin. Ia melemparkan jasnya begitu saja ke lantai, lalu mencium bibir plump sang kekasih dengan lembut dan penuh rindu.

Ketika ciuman itu berakhir Sungmin membantu Kyuhyun melepaskan pakaiannya. Jemarinya bergerak lembut membuka setiap kancing pada vest hitam yang dipakai oleh Kyuhyun. “Apakah sepupumu laki-laki?” tanyanya.

“Tidak. Perempuan.”

“Hm, dia pasti sangat cantik.”

“Apa? Dia sama sekali tidak cantik. Dia adalah seorang anak nakal sampai baru-baru ini.”

Sebuah ciuman lagi. Dan Sungmin hanya mengumam menanggapi cerita Kyuhyun tentang sepupunya. Kyuhyun melepaskan vest hitam miliknya sambil terus bercerita, “Dia selalu berkeliaran di sekitar kakakku, dan dia selalu menjadi anak nakal. Tetapi aku sudah lama tidak melihat dia, karena itu ketika aku melihat dia lagi aku berpikir bahwa wanita itu benar-benar menyeramkan.”

Sungmin tertawa kecil dan beralih membuka kancing-kancing kemeja Kyuhyun. Saat satu kancing terakhir telah terbuka, Sungmin menyelipkan satu tangannya ke balik kemeja Kyuhyun. Sejenak meraba dengan lembut dada bidang itu.

“Apanya yang menyeramkan?” sahut Sungmin. Kyuhyun melepaskan vest hitamnya dan kembali memberinya sebuah ciuman lagi.

“Dia adalah seorang anak nakal yang kau bahkan tidak bisa mengatakan apakah dia adalah seorang anak laki-laki atau anak perempuan. Tetapi tiba-tiba dia menjadi super feminim,” Kyuhyun melemparkan begitu saja vest hitam miliknya ke lantai. “Itu pasti karena makeup. Suaminya ditipu pasti.”

Sungmin terdiam sejenak dan melirik ke lantai, pada jas dan vest hitam yang tergeletak berantakan di lantai. “Kau tidak berubah sama sekali…” komentarnya, menghela napas pelan. “Meninggalkan jas dan pakaianmu tergeletak di lantai, sama seperti biasanya.”

Kyuhyun nampak tidak peduli dengan komentar Sungmin ataupun pakaiannya yang berantakan dilantai. Ia memandang telapak tangannya dan masih berpikir tentang sepupu tomboinya yang kini tiba-tiba telah berubah menjadi super feminim.

“Aku juga berusia 26 sekarang. Kurasa itu masuk akal payudara sepupuku itu telah tumbuh lebih besar.” Celotehnya.

Sungmin memandang Kyuhyun dengan tatapan yang seolah mengatakan kau-benar-benar-tidak-berubah, dan memilih untuk mengabaikan celotehan pemuda bertubuh tinggi itu. “Hey, Kyu, lepaskan kemejamu. Aku akan menggantung pakaianmu supaya tidak berkerut.” Katanya.

“Hm…? Tidak bisakah kau melakukan itu nanti?”

“Tidak, aku tidak bisa. Cepatlah. Angkat tanganmu.”

Kyuhyun pun melepaskan kemejanya. Sungmin mengambil kemeja itu dari tangan Kyuhyun dan mulai memunguti dasi, jas dan vest yang sebelumnya dilemparkan begitu saja oleh pemiliknya ke lantai dan sofa. Kyuhyun memperhatikan Sungmin yang sedang menggantung pakaian-pakaian miliknya di dekat jendela dan terdiam selama beberapa lama. Sejenak ia mengalihkan pandangannya ke arah lain, sebelum kemudian kembali memandang pada Sungmin.

“Hey, bunny,” Panggilnya kemudian. Sungmin menjawab tanpa menoleh. “Apa kau akan kembali ke Super Junior?”

Sungmin menoleh dan hanya diam memandang Kyuhyun. Kyuhyun, yang sedang duduk di sofa, bertelanjang dada, dan memandangnya dengan raut wajah serius. Dan Sungmin merasa mata obsidian yang sedang menatapnya itu seolah menuntutnya, seolah bertanya padanya ‘berapa lama lagi dia harus menunggu?’.

“Kau tahu, ini sudah 5 tahun sejak kau berhenti sejenak dari Super Junior.” Kata Kyuhyun lagi. “Tahun ini Teuki hyung dan Yesung hyung akan menyelesaikan wamil mereka. Dan tahun depan Super Junior akan kembali berkumpul. Kau harus cepat-cepat dan kembali. Aku sudah menunggu 5 tahun untukmu kembali, bunny.”

~+~+~+~

Perkataan Kyuhyun itu membawa Sungmin kembali pada sebuah ingatan lama, pada hari-hari ketika mereka masih menghabiskan waktu bersama di studio untuk berlatih menyanyi atau bermain musik, hingga akhirnya 5 tahun lalu Sungmin memutuskan untuk berhenti sejenak dari Super Junior karena tanggung jawab lain yang harus dipikulnya. Ketika itu Sungmin berjanji pada Kyuhyun, jika semua masalahnya telah selesai ia akan kembali. Kembali ke Super Junior, dan kembali pada Kyuhyun.

Lalu ingatannya bergulir maju, pada suatu sore yang lain, 4 tahun lalu, ketika Super Junior memutuskan untuk vakum sementara waktu. Ketika member Super Junior lainnya memutuskan untuk memulai jadwal keartisan mereka masing-masing di Korea, Cina dan Jepang, Kyuhyun memutuskan untuk memulai debut solo internasionalnya di Perancis. Pemuda tampan itu ingin menguji sampai dimana ia mampu melampaui batasnya untuk meraih mimpinya menjadi seorang penyanyi internasional.

Tidak pernah sedikitpun terbersit keraguan di hati Sungmin bahwa Kyuhyun memang berbakat. Bahkan sejak saat mereka masih menjadi trainee bersama, menjadi patner dalam grup yang sama, menjadi roomate untuk waktu yang lama, menjadi rival sekaligus sepasang kekasih. Hingga sekarang Sungmin tidak pernah berhenti merasa takjub pada kemampuan Kyuhyun bernyanyi dan menciptakan lagu. Setiap kali ia menyaksikan Kyuhyun bernyanyi dan memainkan musiknya dengan begitu indah dan seolah tak terhentikan, ia selalu berpikir, “bagaimana itu bisa terjadi?”.

Kyuhyun sangat mencintai musik, Sungmin sangat tahu itu. Karena itu, ketika Kyuhyun mengatakan bahwa dia akan pergi ke Perancis untuk waktu yang lama, ia membiarkannya. Ia membiarkan Kyuhyun membuat musik yang dia mau di tempat dimana pemuda tampan itu dapat melakukannya dengan bebas.

“Hey, bunny...kau tahu, musik sangat menyenangkan bagiku sekarang. Kepalaku hanya dipenuhi dengan musik. Karena itu saat ini…aku tidak bisa benar-benar memikirkan hal lain selain musik,” Kata Kyuhyun saat itu. “Jadi, aku akan meninggalkan segalanya dibelakang. Aku akan terus bernyanyi dan membuat musik yang indah. Dan di hari aku berpikir bahwa itu sudah cukup, aku akan kembali padamu, bunny. Jadi, tunggu aku.”

Ketika itu Sungmin terpaku mendengarnya, dan lima menit kemudian ia tidak bisa menahan tawanya yang membuat Kyuhyun marah. Namun kemudian ia tersenyum dan berkata pada Kyuhyun, “Okay, aku akan menunggumu. Jadi sebaiknya kau menungguku juga. Karena suatu hari aku akan berada di tempat yang tidak bisa kau raih.”

Maka di hari itu, di sore hari yang tenang itu, mereka berpisah, berjalan di jalan yang dipilih masing-masing. Dan sebuah janji pun terukir. Janji untuk saling menunggu.

~+~+~+~

“Aku akan kembali. Tahun depan, aku akan bergabung kembali dengan Super Junior dan kembali bernyanyi,” Sungmin akhirnya menjawab setelah diam cukup lama. “Aku sudah bertemu dengan manajer hyungnim dan membicarakan hal ini. Ayahku sudah sembuh dan dapat kembali bekerja, dan perusahan Sendbill sudah kembali membaik. Jadi, sudah ditentukan. Tahun depan aku akan kembali.”

“…huh?” Kyuhyun tertegun memandang Sungmin, mengerjap seolah ia salah dengar. “APA?” teriaknya kemudian, sangat terkejut.

Merasa senang karena melihat wajah shock kekasihnya, Sungmin menyeringai penuh kemenangan.
“Aku tidak mengatakan apapun karena aku berpikir untuk mengejutkanmu. Tetapi, jika aku memberitahumu seperti ini, ini tidak terlalu mengejutkan. Kurasa ini gagal.”

Kyuhyun terdiam selama beberapa menit, nampak terlalu terkejut untuk bicara. Hingga kemudian ia tiba-tiba berdiri dan berteriak marah pada kekasihnya. “Kenapa kau tidak memberitahuku, sialan?!”

“Hah? Baru saja aku memberitahumu bahwa seharusnya itu menjadi kejutan.” Sungmin berkata dengan tenang, masih dengan senyum penuh kemenangan di bibirnya.

Surprise, my ass! Ada beberapa hal yang perlu kau beritahu pada seseorang, bodoh!” Kyuhyun mendengus kesal. Ia berjalan mendekati Sungmin dengan cepat dan menarik tangan pemuda manis itu. “Bunny, kau… kemari!”

“Eh? Hey!” Sungmin terkejut dan sedikit mengernyit sakit ketika Kyuhyun menarik tangannya dengan keras. “Ow! Jangan menarik terlalu keras, itu sakit! Hey! Apa kau mendengarkan, Kyu!”

Kyuhyun tidak peduli dan terus menarik Sungmin menuju sofa.
“Diam! Jangan katakan apapun!” katanya, dan menjatuhkan dirinya ke belakang, ke atas sofa yang empuk. Sungmin yang tangannya ditarik oleh Kyuhyun, ikut terjatuh di atas tubuh setengah telanjang kekasihnya.

Kyuhyun merangkul leher Sungmin dengan satu tangannya, dan untuk sejenak tidak ada yang bersuara. Kyuhyun yang merasa terkejut sekaligus merasa senang dengan berita dari Sungmin barusan, hanya menatap langit-langit ruangan. Dan Sungmin yang menunggu kata-kata dari Kyuhyun, menyamankan dirinya di dalam pelukan hangat sang kekasih. Pelukan yang sudah lama tidak ia rasakan. Hingga akhirnya suara Kyuhyun yang pertama memecah keheningan itu.

“…….kau sebaiknya tidak sedang bercanda denganku, bunny.” Kyuhyun berkata di telinga Sungmin.

“Huhh?”

“….tsk. Kau terlambat. Kau terlambat, bodoh. Aku sudah lelah menunggumu…”

Sungmin tersenyum kecil.
“….yeah, maaf.”

Satu tangan Kyuhyun yang lain merangkul tubuh Sungmin dan memeluknya dengan erat. Sungmin mengangkat sedikit wajahnya untuk melihat wajah tampan Kyuhyun. “Jika kau benar-benar menyesal, buat aku menyerah, sekarang.” Kata Kyuhyun.

Sungmin tertawa kecil. Ia memejamkan matanya dan membiarkan Kyuhyun mencium bibirnya. Sebuah ciuman yang lembut dan dalam. Sungmin lebih menekankan bibirnya pada Kyuhyun untuk memperdalam ciuman mereka, dan membuka mulutnya untuk membiarkan lidah mereka saling bergulat. Dan selalu saja, Kyuhyun yang berhasil mendominasi setiap ciuman mereka. Kalau saja oksigen bukanlah hal yang terpenting, sudah pasti Kyuhyun akan terus mencium bibir plump yang selalu nampak menggoda itu. Terus, tidak akan pernah merasa bosan.

Ketika Kyuhyun sedikit melonggarkan pelukannya, Sungmin sedikit menegakkan tubuhnya agar dapat memperhatikan wajah tampan Kyuhyun dengan lebih jelas. Ekspresi wajah itu, ia begitu merindukannya. Dengan menggunakan punggung jemarinya ia membelai lembut wajah tampan itu.

“Ini benar-benar sudah lama sekali sejak aku menyentuhmu. Ekspresi yang kau miliki itu,” kata Sungmin. “….seperti kau akan memakanku hidup-hidup.”

Tiba-tiba Kyuhyun menarik kerah kaos Sungmin dan memutar posisi mereka. Posisi mereka berubah, Kyuhyun yang kini berada di atas tubuh Sungmin. “Tunggu, apa…” Kata Sungmin terkejut. “Kyuhyun…”

“Tidak, sialan, “ kata Kyuhyun memotong perkataan Sungmin, dengan kilat gairah yang tertahan di dalam mata obsidiannya. “Berapa lama kau pikir aku sudah menahan diri?”

Sungmin mengerjap sesaat, menyadari bahwa sudah lama mereka saling menahan diri karena sebuah janji. Menahan diri untuk tidak bertemu. Menahan diri untuk tidak menyentuh. Dan menahan diri untuk tidak bercinta. Kapan terakhir kali mereka bercinta?, Sungmin berusaha mengingatnya. Namun yang ia tahu itu sudah lama sekali.

5 tahun, benar kan? Cukup mengejutkan karena seorang Cho Kyuhyun mampu menahan diri selama itu. Dan kini, Sungmin tidak bisa menahan ledakan perasaan gembira di dalam dirinya. Ia tersenyum manis, yang membuat tubuh Kyuhyun bergetar senang.

“Ini sudah lama sejak terakhir kita melakukannya, jadi bersikap mudahlah padaku.” Katanya.

“Seperti aku akan peduli saja,” kata Kyuhyun mengalihkan wajahnya sejenak ke arah lain, berusaha menutupi rona merah di wajahnya karena perasaan gembira. “Kau yang seharusnya bersikap mudah padaku. Aku sangat terkejut, aku pikir rahangku benar-benar akan jatuh.”

Sungmin tertawa.
“Raut wajah yang kau buat ketika aku memberitahumu itu sangat menakjubkan.” Cibirnya.

“Diam.” Kata Kyuhyun, nampak sedikit kesal. Kemudian ia memperpendek jarak di antara bibir mereka.

Sebuah ciuman lagi, kali ini lebih dalam dan lama. Sungmin merangkulkan kedua lengannya di leher Kyuhyun dan memeluk pemuda tampan itu dengan erat untuk memperdalam ciuman mereka. Ia memejamkan matanya dan begitu menikmati setiap ciuman mereka. Begitu dalam. Begitu penuh rindu.

“Ah, apa kau serius?” Kyuhyun bertanya ketika ia mengakhiri ciuman mereka dan menegakkan tubuhnya. Sungmin hanya memandangnya dengan pandangan bertanya. “Aku bisa bernyanyi dan bersama kau lagi tahun depan…” Kyuhyun mengalihkan pandangannya sejenak ke arah lain dan mengusap wajahnya dengan punggung tangannya, gerakannya kasar seolah ingin menghapus rona merah di wajahnya. Dan mata obsidiannya berkilat bahagia. “Sial, aku jadi… merasa antusias…”

Sungmin tertawa keras.
“Seberapa idiotnya sih kau? Ahahaha!” Katanya.

“Diam!” Kyuhyun merengut kesal. Rona merah di wajahnya jadi semakin terlihat.

Perlahan Sungmin menghentikan tawanya. Ia memandang Kyuhyun dengan lembut dan menyentuh tangan pemuda tampan itu, menariknya untuk mendekat. “Kyuhyun….” katanya tersenyum, dan menyambut ciuman yang kembali diberikan oleh sang kekasih. Lembut, dalam, liar dan panas. Ia memeluk tubuh setengah telanjang itu semakin erat, menyambut kembali percintaan mereka yang telah lama dilupakan.

Sungmin teringat, beberapa hari lalu ia menonton rekaman konser Kyuhyun di Perancis yang diberikan oleh adiknya. Adiknya yang datang ke konser itu merekamnya khusus untuknya. Penampilan, suara dan musik Kyuhyun menakjubkan seperti biasanya. Dan setiap kali ia melihat Kyuhyun bernyanyi ia selalu berpikir, bahwa mungkin Kyuhyunlah penyanyi yang dicintai oleh dewa musik. Ia pernah bercerita pada Kyuhyun tentang cerita ibunya itu, namun saat itu Kyuhyun berkata bahwa tidak ada yang namanya dewa dan tertawa.

Tapi…

Mungkin Kyuhyun tidak percaya, tetapi menurut Sungmin dewa itu benar-benar ada. Dan dia adalah seorang dewa yang memuja Kyuhyun dari bagian paling dasar hatinya. Sungmin menatap sang kekasih yang bergerak liar sekaligus lembut diatas tubuhnya, dan berpikir,

‘Hey, dewa. Berapa lama lagi kami berdua bisa bernyanyi diatas panggung itu? Berapa kali lagi kau akan dapat secara bebas dan angkuh berlari di sekitar panggung itu?’

Sungmin tidak tahu kapan akhir akan datang tetapi…. ketika semuanya berakhir, ia akan memberikan tubuh dan hatinya, segalanya, untuk Kyuhyun. Karena itu sekarang mereka masih perlu memiliki dewa musik untuk sepenuhnya terpikat oleh mereka, benar kan?

Dan Sungmin pun tersenyum.

~Fin~

38 thoughts on “Another 365 Days

  1. waw~ untung bukan sad. haha
    dan ini adalah romance \(^0^)/
    ya ampun, manis bgt sih.
    kecil eon selalu bisa bikin cerita yg er… gimana ya? singkat, tp sangat manis.
    meski oneshot tp ceritanya ‘penuh’ gak kosong gtu haha
    pokoknya kecil eon selalu kereeen~

  2. sungmin akhirnya balik ke suju..yeay..
    salut deh sama kyu yg udh bisa nahan diri selama 5 tahun..kkk
    dan malam itu pasti jd hari pembalasan kyu buat ming xD

  3. eh? kok aku comment kga masuk yaa yg prtama? little min… ssuuukkkkaaaa..
    ah kyumin selalu bkin greget deh. sesuatu bngt little min… baguss..
    suka suka suka

  4. hahh~ aku kira bkn sad..🙂
    ahh~ KyuMin.. mereka manis bgt..
    5thn ga ketemu.. gmn rasanya.. klo buat seorg tmn ga ktmu 5thn gpp tp ini sm sang kekasih?
    hah~ tp pda akhirnya ming mau kembali ke SJ!❤

  5. Oh my kirain bakal sad end😦
    Untunglah..
    Yeay..
    Akhirnya Sungmin kembali ke SJ dan salut buat ChoKyu..
    Lima tahun berroooohhh #duagh
    Thanks buat fictnya eonnie..
    Semangat buat Mr. Perfect TTT___TTT

  6. sweet ff like always:’3 ga pernah bosen baca ff author kecil dri dlu. ah, aku bru tau kyuhyun bsa ga ngapa2in ming smpe 5 taun lamanya. kyuhyun trnyata sudah besar /apa kkkk
    keep writing author kecil ^^

  7. sweet ff like always:’3 ga
    pernah bosen baca ff author
    kecil dri dlu. ah, aku bru tau
    kyuhyun bsa ga ngapa2in ming
    smpe 5 taun lamanya. kyuhyun
    trnyata sudah besar /apa kkkk
    keep writing author kecil ^^

  8. fic ini pas bwt annive nya kyu..
    mskipun trnyta drimu tdk bermaksud ngbuat fic ini krn annive nya kyu
    hihihi…
    romantis…mreka bgtu dewasa dsni..
    bertahan dan saling mmegang janji…
    thanks udh di tag ya nung..
    love u!

  9. Aaaa, ini manis sekali. Mereka berpisah untuk beberapa lama dan akhirnya bersama kembali. Ya walaupun tidak dikatakan berpisah dalam arti kata yang sebenarnya. Aaaa tapi manis banget,

    Nah apalagi pas bagian sungmin bilang akan kembali lagi, aaaa kyuhyun ampe bahagia banget begituu..
    Sukaaaa..

  10. gyaaaaaaaa.. Ini oneshote yg paling so sweet dri semua karya-mu dah*acungin4jempol* semua campur aduk nh.. Asem manis gitu feel-nya lohhhh.. Tp ak kurang suka ma kata2″sialan,idiot..” yg diucapkn kyumin sh>< dan yahhhh.. Awal pertemuan yg bgt manis dengan mlkn.. Ehmm.. Ehmmm.. Dahhh*smirk*

  11. haaa suka bgt sama karakter kyumin disini. haha ngomong frontal kaya “sialan! ; bodoh” malah terkesan sangat manis ({}) awww mesranya otp ku. lah aku bisa apa kalo udah gini? paling bisa minta nambah buat ff nya😄 hahaha

  12. aihhhh..ini manissss bangettt..semanis kyumin..romance dan ga ad hurtnya..suka bangettttt..mrk saling memegang janji dan bertemu kembali…5tahun itu bkn wktu yg singkat tp mrk menjalaninya…..sukaaaa banegttttttt^^..dtunggu ff manis nya lagi..
    thanksnya juga yah uda d tag ^^…

    fighitngg^^

  13. lama aku gk bca ffmu Min Kecil kkk #plakk
    ah ceritanya Ming vakum tp SJ juga vakum n menjalani kegiatan masing2 n KyuMin kepisah slma 5 thun n akhirnya bsa kumpul lgi sma2. Kyu klihatan sangat bahagia pas Ming blg bkln blik ke SJ

  14. dan aku pun juga tersenyum hahaha xD
    aku kira ini bakalan sad, ternyata nggak hihi
    nice story min eon, keep writing yaaa~
    fic yang lain juga, dilanjut yaaa hehe
    fighting^^!

  15. dri jdulnya jga rida kira ini bkal jdi sad story.. trnyta ttp jdi ff kyumin yg maniiiss khas min eonni.. hhhhi sungmin cukup mngjutkn dan…. mmbahagiakan .. ming sllu aja bkin aq iri.. :p
    deeebaknya lgi mreka sdh 5th trpsah tp ktika ktemu lgi msih bsa smanis ini.. ^^ nmanya jga kyumin.. hhhhe
    gomapta ruda sdh ditag min eonni.. mav bru bsa ninggalin jejak hhe.. rida tunggu tlisan min eonni slnjutnya yh.. btw,, mr. perfectnya donk eooonniii.. mna wktu itu dksi teaser aja.. ㅜㅜ

  16. eonni akku bnar” suka sm smua ff kmu,
    feel ny brasa bnget🙂
    fighting eonn buat karyamu selanjutnya, d.tunggu y. .
    oya bleh mnta pw mr.perfect ga eonn?

  17. Heeemmm…
    Ga sangka ya kyu bisa tahan ga ketemu ming selama 5 tahun itu sesuatu yahh…

    Janji yg bener2 mereka pegang teguh …
    Rasanya romantis kyu bisa berbuat seperti itu..
    Dan lucu ngebayangin kyu dengan raut rona wajahnya yg memerah…

    Sweeetttt..
    Semoga long last ya …

  18. Aaaaakkkk akhirnya sungmin mau balik lagi ke suju :”) romantis banget mau sama2 nunggu gt :”)
    Keep writting ya. Fighting!

  19. ya ampuun >_< ini sweeet bgdd! awalnya ku kira ini bakalan sad end u_u
    aiih.. cho kyu bsa jg ya tersipu begitu kkk~
    lucu!
    nice story author shi~

  20. obrolan mereka asik .. hehe
    cerita nya kyu kangen ama min niih… hahhaha
    tp ini manis. 5th ga ketemu dan sx nya ketemu kyu dpt kejutan dr bunny nya..
    cium terus kyuuu~~~

  21. tutup mata…hmmmmm bayangin kelakuan umin waktu bukain bajunya kyu…..cocuittt,kyupil setia bener sama umin 5 tahun gak ketemu bunnynya….

  22. Kejutan buat kyu yg kayaknya bener2 bikin kyu terkejut x)) sweet banget masa, seperti biasa romancenya selalu kerasaaaa, sikap kyu manjain ming suka banget~ T-T

  23. awalnya kirain ini sad end hahaha ternyata salah besar,hohoho
    manis bgt yah, mereka pisah sejenak tapi bukan berarti mengakhiri dan pada akhirnya mereka kembali bersama,,,,because kyumin is destiny

  24. sukaa….
    epepynya min kecil kelenndss…

    q kira sad ending logh…
    hahh ini romantis bgd…
    kesetiaan selama 5tahun

  25. Kenapa disetiap FF yg Chingu Publish itu selalu bagus dan feel nya dapet banget, apalagi pas baca FF ini aku lagi dengerin Lagu A thousand Year berasa semuanya nyata didepan mata. . padahal cerita ini Romance tapi kenapa aku pengen nangis atau karena keadaan Joyers sekarang ya. akh ntahlah.

    FF kamu juga mudah banget digambarin baik itu ekspresi KyuMin, Alur, Latar belakang tempat dan semuanya begitu mudah digambarkan Chingu.

    wah aku yg komen terakhir yaa tapi gwenchana itu bagus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s