Full Moon

nature_landscape_winter_sky_snow_full_moon_trees_birds_evening_10733_1366x768

Pairing : KyuMin || Genre : Romance, fantasy || Length : Oneshot || Warning : BL, shounen-ai, Vamp!Ming, Human!Kyu || Disclaimer : Terinspirasi dari MV Sunmi yang berjudul Full Moon. Story belong to me, KyuMin belong to each other || Summary : “Aku tidak takut. Aku tidak peduli. Seperti halnya kau yang mencintaiku dan mau menerima kekuranganku, aku pun menerimamu apa adanya, Sungmin. Tidak peduli, meski kau seorang vampir atau hantu sekalipun. Karena, bukankah cinta memang seperti itu? Saling menerima dan saling melengkapi.”


No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

~Presented by@Min kecil~

Kota Velvet adalah sebuah kota kecil yang hampir sepanjang tahun selalu ditutupi oleh salju. Sebuah kota kecil yang tenang dan nyaris ditinggalkan oleh penduduknya. Malam ini salju kembali turun dari langit, warna putih yang selalu menyembunyikan keindahan kota Velvet. Butir-butir yang dingin itu membekukan ketenangan yang selama ini selalu terjaga dengan baik. Sungmin melompat dari satu atap ke atap rumah lainnya dengan cepat. Kali ini kakinya bergerak dengan mantap, bukan langkah bermain-main yang selama ini selalu ia lakukan setiap kali ia keluar dari kastilnya untuk bermain sejenak, atau untuk sekedar menikmati keindahan kota Velvet yang terbalut putihnya salju.

Gesekan angin menerpa kulit wajahnya yang dingin dan pucat. Dan mata foxy-nya menyiratkan sebuah keputusan besar yang telah diambilnya. Akhirnya langkahnya berhenti di depan atap sebuah rumah kayu yang cukup besar. Rumah yang akhir-akhir ini telah menjadi tempat favoritnya. Rumah itu terlihat gelap dan tenang. Mungkin dia sudah tidur, pikir Sungmin.

Biasanya selarut apapun malam berubah Sungmin pasti akan selalu menemukan pria itu di ruang kerjanya, sedang menulis sesuatu di mejanya, atau terkadang dia nampak sedang menggambar sesuatu dibuku sketsanya. Dan Sungmin akan duduk dengan tenang di atas atap, memperhatikan dari luar bagaimana pria itu menyibukkan dirinya, menggulirkan kursi rodanya kesana dan kemari diatas lantai kayu rumahnya. Terkadang ia akan tersenyum tanpa sadar, bahkan tertawa kecil, ketika melihat tingkah pria itu. Pria itu ceroboh sekali. Namun ketika pria itu menggulirkan kursi rodanya ke sisi jendela kamarnya dan dengan tenang memandang bulan purnama di luar jendela, wajah tampannya terlihat begitu teduh. Membuat Sungmin merasa sangat nyaman, meski ia hanya memperhatikan pria itu dari atas atap rumah yang lain sambil berpikir, betapa anehnya…. belum pernah ia merasa begitu tertarik pada seorang manusia seperti ini. Seorang manusia yang, bahkan, tidak sempurna.

Tetapi tidak seperti biasanya, malam ini kamar itu telah gelap dan tenang. Ya, pasti pria itu sudah tidur sekarang. Sungmin ingat, belakangan ini kesehatan pria itu memang sedang tidak baik, jika tidak mau disebut dengan sakit keras. Bersama semilir angin yang berhembus pelan, sosok Sungmin yang sedang berdiri memperhatikan jendela kamar pria itu dari atas atap rumah yang lain tiba-tiba menghilang, dan secara tiba-tiba pula telah berada di dalam kamar itu. Sungmin berdiri di depan jendela, sejenak memperhatikan ruangan kamar yang cukup luas dan nyaman ini. Kamar ini tenang dan remang. Cahaya bulan dari jendela memberikan sedikit penerangan untuk kamar ini.

Mata foxy Sungmin tertuju pada ranjang. Sebuah kursi roda berada di dekat ranjang. Ia menghampiri dan berdiri di samping ranjang, memperhatikan bagaimana pria itu tidur dengan gelisah. Kepalanya bergerak ke kanan dan kiri, nafasnya sedikit tidak teratur, dan keringat membasahi wajahnya. Sungmin penasaran dan merasa khawatir. Apakah dia sedang bermimpi buruk? Apakah sakitnya semakin parah?

Sungmin mengulurkan satu tangannya dan membelai kepala pria itu dengan lembut.
“Kyuhyun…” panggilnya pelan, nyaris berbisik.

Hening. Pria yang dipanggil Kyuhyun itu masih tetap tidur dalam gelisahnya. Sungmin memandangnya dengan sedih. Kyuhyun tinggal sendiri di rumah yang cukup besar ini. Dari cerita yang pernah di dengarnya, Kyuhyun kehilangan keluarganya karena sebuah kecelakaan di gunung. Sebuah kecelakaan yang tidak hanya merenggut keluarganya, tetapi juga kakinya. Kyuhyun yang sendirian, berusaha menjalani hidupnya sebaik mungkin dan tidak pernah sedikit pun memaki takdir. Sungguh pria yang baik dan polos…

Tetapi kini Kyuhyun sedang sakit parah. Tidak ada dokter di kota kecil ini, dan akan memakan waktu lama, dua hingga tiga hari, untuk memanggil dokter di kota sebelah. Meski bisa saja jika Sungmin menggendong Kyuhyun di punggungnya dan membawanya berlari ke kota sebelah untuk mencari dokter. Ia bukan manusia, dan lagipula larinya sangat cepat. Ia pasti bisa dengan cepat tiba di kota sebelah. Tetapi ia mengkhawatirkan kondisi Kyuhyun yang nampaknya semakin lemah. Di luar cuaca sangat dingin, ia khawatir tubuh Kyuhyun tidak akan mampu bertahan lama dengan suhu yang sedang dingin-dinginnya saat ini. Bagaimanapun, Kyuhyun tetaplah seorang manusia, bukan vampir seperti dirinya.

Sungmin menggenggam erat tangan Kyuhyun, menundukkan kepalanya dan memperhatikan wajah gelisah pria itu lekat-lekat. Tidak ada pilihan lain, pikirnya, ia tidak ingin kehilangan Kyuhyun. Tetapi jika dengan cara itu ia dapat menyelamatkan Kyuhyun, maka ia akan melakukannya. Tidak peduli, meski kelak ia harus kehilangan kehangatan dari tubuh manusia Kyuhyun. Kehangatan yang sangat ia sukai.

Sungmin menggenggam tangan Kyuhyun semakin erat. Ia mendekatkan wajahnya ke leher Kyuhyun, dan sejenak berbisik pelan di telinganya, “Maafkan aku, Kyu…” sebelum akhirnya ia menggigit leher putih itu.

Tubuh Kyuhyun tersentak ketika merasakan sesuatu yang tajam mengoyak lehernya. Rasanya sakit dan aneh. Ketika sesuatu yang tajam itu keluar dari lehernya, Kyuhyun terbangun. Ia membuka sedikit matanya, dan samar-samar ia melihat wajah Sungmin di depan wajahnya. Kebingungan dan berusaha untuk tetap sadar, ia mencoba berbicara. Namun tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.

“Tidurlah kembali. Semua akan baik-baik saja.” Kata Sungmin berjanji, sambil mengusap lembut punggung tangan Kyuhyun yang sedang digenggamnya, seolah ingin memastikan bahwa kehangatan itu masih ada untuk saat ini.

Sungmin tersenyum menenangkan. Dan Kyuhyun pun menyerah untuk terus memaksa membuka kedua matanya yang terasa kian berat. Ia memejamkan matanya kembali dan membiarkan kesadarannya perlahan-lahan menghilang ke dalam gelap. Lalu rasa panas dan aneh itu mulai menjalari seluruh tubuh dan inderanya, perlahan berusaha mengambil alih. Sungmin mengangkat tubuh Kyuhyun dari ranjang dan dengan hati-hati mendudukkannya di atas sofa di seberang jendela. Ia tersenyum dan mencium kepala Kyuhyun, lalu berjalan ke jendela. Ia mengambil sebuah kursi dan meletakkannya di dekat jendela, kemudian ia duduk dengan tenang sambil memandang keluar jendela. Ia menaikkan kedua kakinya ke atas kursi dan memeluk lututnya. Mata foxy-nya menatap bulan purnama yang terlihat indah di gelapnya langit malam. Menunggu.

~+~+~+~

“Hey, kau pemuda yang selalu bermain di atas atap setiap menjelang senja itu ‘kan?”

“Kau tahu ya?”

“Aku melihatmu. Kau seperti anak-anak, bermain di atas atap rumah orang lain seperti itu. Hahaha…”

“Tidak apa-apa ‘kan? Toh, orang-orang itu tidak marah aku bermain di atas atap rumah mereka.”

“Kurasa mereka hanya tidak menyadarinya. Namaku Kyuhyun. Kau?”

“….Sungmin. Aku Sungmin.”

Seperti sebuah proyektor film, kenangan-kenangan itu mulai bergulir keluar dari dalam kepalanya. Berjatuhan satu demi satu seperti butiran-butiran salju yang sedang berjatuhan dari langit. Ah, rasanya lucu sekali bagaimana tiba-tiba ia mengingat semuanya.

“Apa yang sedang kau buat itu, Kyuhyun?”

“Ini origami bangau. Dulu kakakku pernah mengajarkannya padaku.”

“Heeh…kau suka dengan hal seperti itu rupanya.”

“Kau tahu, Sungmin, katanya jika kita membuat 2000 origami bangau maka satu permintaan kita akan terkabul.”

“Ah, sebuah mitos lama. Jadi, kau punya sebuah keinginan dan karena itu kau berencana membuat 1000 origami bangau? Apa keinginanmu itu?”

“Yah…tidak besar. Keinginanku sederhana saja. Aku ingin bertemu dan selamanya bersama dengan cinta sejatiku. Setidaknya sampai sisa umurku habis.”

“……………cinta sejati?”

“Ya. Cinta sejati. Apa kau tidak percaya dengan hal itu, Sungmin?”

“Entahlah….”

Seperti salju yang selalu menutupi kota Velvet hampir sepanjang tahun, dulu salju di hati Sungmin tidak pernah mencair. Meski ratusan tahun telah berlalu, ia tidak pernah percaya dengan hal yang bernama cinta sejati. Bahkan ketika Kyuhyun berbicara tentang cinta sejati, ketika itu rasanya ia ingin tertawa. Namun disudut hatinya ia pun menyadari bahwa ia juga ingin mempercayai hal itu, seperti halnya Kyuhyun yang selalu mempercayai hal-hal yang bernama mitos.

~+~+~+~

Brukk!

Sungmin tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara berdebum keras. Ia menoleh ke arah sofa dan melihat Kyuhyun yang telah terjatuh ke lantai, terbaring di lantai dengan lemah. Rupanya pria itu berusaha untuk bangkit dari sofa, namun karena kakinya yang lumpuh ia tidak mampu menopang tubuhnya dan akhirnya terjatuh ke lantai. Sungmin berdiri dari kursinya dan beranjak menghampiri Kyuhyun. Ia berjongkok di depan Kyuhyun, memiringkan kepalanya dan memperhatikan pria itu lekat-lekat. Nafas pria itu mulai melambat dan tidak teratur. Raut wajahnya terlihat seperti sedang menahan sakit. Terlihat jelas bahwa pria itu sedang berusaha berjuang melawan sesuatu di dalam tubuhnya, meracuni aliran darahnya, dan menjalari seluruh fungsi tubuhnya.

Kyuhyun membuka matanya, berusaha sedikit mempertahankan kesadarannya. Samar-samar ia melihat sosok Sungmin yang sedang berjongkok di depannya, memperhatikannya lekat-lekat dengan mata foxy-nya yang berwarna emas. Mata yang indah.

Perlahan dan hati-hati Sungmin mengangkat tubuh Kyuhyun dan mendudukkannya kembali di sofa. Lalu ia kembali berjongkok di depan Kyuhyun, meletakkan kedua tangannya di atas lutut pria itu yang telah lama tidak berfungsi lagi, menumpukan dagunya diatas tangannya dan kembali memperhatikan Kyuhyun lekat-lekat. Menunggu jika saja tanda yang sedang ditunggunya itu telah muncul. Tapi sepertinya tanda itu masih belum muncul. Mata obsidian Kyuhyun masih tetap berwarna hitam cemerlang. Dan pria itu masih saja berjuang melawan rasa sakit dan panas yang sedang menjalari seluruh tubuhnya, berjuang melawan sebuah perasaan aneh yang sedang memenuhinya.

Mata Kyuhyun mengerjap-ngerjap dengan lemah. Ia menggerakkan kepalanya ke kanan dan kiri, berusaha memfokuskan pandangannya. Hingga akhirnya ia bisa melihat dengan jelas sosok Sungmin yang berdiri dan kembali berjalan ke jendela. Memperhatikan Sungmin yang sedang berdiri memandang bulan purnama dengan tenang, mengingatkan Kyuhyun pada saat pertama kali ia melihat pemuda manis itu. Di salah satu senja yang indah.

Ah, benar. Ketika itu ia, yang berada diatas kursi rodanya, sedang memandang keindahan langit senja yang memerah dari jendela kamarnya. Ketika itulah tanpa sengaja matanya melihat seorang pemuda manis yang sedang berjalan meniti atap rumah yang tertutup tumpukan salju. Pemuda manis itu merentangkan kedua tangannya dan berjalan dengan langkah bermain-main layaknya seorang anak kecil, seolah atap rumah itu adalah seutas tali yang panjang dan dia tidak boleh jatuh atau permainan terpaksa harus diulang kembali. Pemandangan itu terlihat lucu baginya dan membuatnya merasa tertarik. Ketika akhirnya pemuda manis itu menghentikan kakinya dan menoleh, mata obsidian dan mata berwarna emas itu pun sejenak bertemu.

Lalu di salah satu senja lainnya satu pertemuan pun terjadi. Dan setelah itu…. setelah itu…..

Dan setelah itu apa ya? Kyuhyun tidak bisa mengingatnya. Matanya terasa kian berat. Perlahan ia memejamkan matanya, membiarkan kesadarannya kembali tertarik ke dalam gelap. Namun sebelum kesadarannya benar-benar hilang Sungmin menoleh kepadanya dan mengatakan sesuatu,

“Bertahanlah, Kyuhyun. Setelah ini kita akan bersama selamanya.”

~+~+~+~

“Hey, Sungmin.”

“Hn?”

“Bagaimana jika kita berpacaran?”

Sungmin yang sedang membuat sebuah origami bangau seperti yang diajarkan Kyuhyun seketika menghentikan tangannya. Ia menoleh dengan terkejut pada Kyuhyun yang juga sedang membuat origami bangau lainnya di sampingnya.

“Eh? Eeeehhh?! Apa?! Tunggu sebentar, apa kau serius?” katanya menatap Kyuhyun tidak percaya.

Kyuhyun menganggukkan kepalanya sambil memandang origami yang sedang dibuatnya. Ia melipat dan membentuk kertas itu membentuk seekor bangau sambil berkata, “Aku tahu kita belum terlalu lama bertemu dan saling kenal. Tetapi aku menyukaimu, kurasa aku jatuh cinta padamu,” lalu ia meletakkan origami bangau yang sudah jadi itu ke telapak tangan Sungmin. “Anggaplah ini sebagai takdir. Mungkin kau adalah cinta sejatiku. Jadi, apa kau mau menjadi pacarku?”

Sungmin memandang origami bangau pemberian Kyuhyun di tangannya dan terdiam selama beberapa lama. Sejenak ia tidak tahu harus berkata apa. Pernyataan cinta ini begitu tiba-tiba. Ketika ia mengangkat pandangannya pada Kyuhyun, ia melihat pria itu sedang menatapnya dengan penuh harapan.

Karena Sungmin tidak kunjung memberikan jawabannya, Kyuhyun mulai merasa cemas dan berpikir jika pemuda manis itu akan menolaknya. Ah ya, tentu saja. Siapa yang mau menjadi pacar seorang pria yang hanya bisa duduk di atas kursi roda? Bahkan mantan kekasihnya meninggalkannya setelah kecelakaan itu merenggut keluarga dan membuat kedua kakinya lumpuh selamanya.

“Lupakan saja, Sungmin. Anggap aku hanya sedang membual saja.” Kata Kyuhyun, lalu memaksakan sebuah senyuman di bibirnya. “Aku mau mengambil minum di dapur.”

Ketika Kyuhyun menggerakkan kursi rodanya dan hendak pergi ke dapur, Sungmin menghentikannya. Sungmin berjongkok di depan Kyuhyun dan menggenggam tangannya. “Darimana kau yakin jika aku adalah cinta sejati yang kau inginkan itu?” tanyanya.

“Entahlah. Firasat, mungkin.” Jawab kyuhyun, mengendikkan kedua bahunya. Lalu dengan cepat ia menambahkan, “Tapi aku benar-benar mencintaimu, Sungmin. Dan aku sangat yakin dengan hal itu.”

Sungmin mendengus lalu tersenyum.
“Baiklah. Sepertinya itu menarik. Ayo kita berpacaran, Kyuhyun.” Katanya kemudian.

Kyuhyun tersenyum bahagia dan menganggukkan kepalanya. Lalu ia memeluk pemuda manis itu dengan erat, untuk pertama kalinya. Tubuh pemuda manis itu terasa sangat dingin, aneh sekali. Namun ia tidak peduli. Ia terus memeluk pemuda manis itu dengan senang, sementara Sungmin sedikit terkejut merasakan kehangatan dari tubuh Kyuhyun. Kehangatan yang terasa tidak biasa baginya. Ini aneh, tapi juga terasa nyaman. Sungmin pun balas memeluk kekasih barunya dan tersenyum.

~+~+~+~

Ini masih pukul 11 malam. Suara detak jam di dinding membuat Sungmin lagi-lagi tidak bisa menahan laju kenangan yang terus berputar di dalam kepalanya. Ia masih berdiri di depan jendela kamar Kyuhyun, memandang bulan purnama yang bulat sempurna. Nampak begitu indah. Di sofa Kyuhyun masih tidur dalam gelisahnya. Sesekali pria itu mengerang menahan sakit.

Tidak, pikir Sungmin melirik pada Kyuhyun yang nampak gelisah dan kesakitan di sofa, ini masih belum saatnya. Tanda itu masih belum muncul. Ia memeluk tubuhnya dan mencengkram lengan bajunya, berusaha menenangkan dirinya. Ia masih punya waktu hingga sebelum matahari terbit. Jika sampai matahari terbit tanda itu masih belum muncul maka rencananya akan gagal. Dan yang terburuk, ia akan kehilangan Kyuhyun.

“Tidak. Ini pasti akan berhasil. Tenangkan dirimu, Sungmin.” Gumamnya pelan, berusaha menenangkan dirinya sendiri. Lalu ia kembali menandang keluar jendela, kembali memandang bulan purnama. Kembali menunggu.

~+~+~+~

Untuk pertama kalinya setelah ratusan tahun hidupnya, salju di hati Sungmin mulai mencair. Untuk pertama kalinya ia jatuh cinta pada seorang manusia, yang bahkan tidak sempurna. Untuk pertama kalinya ia merasakan sesuatu yang bernama kebahagiaan. Namun ia pun menyadari betapa berbedanya dunianya dengan dunia Kyuhyun. Memikirkan perbedaan itu membuatya merasa takut. Ia takut jika Kyuhyun tidak bisa menerima perbedaan itu dan meninggalkannya. Maka malam itu ketika mengunjungi rumah Kyuhyun seperti yang biasanya ia lakukan, ia memutuskan untuk memberitahu Kyuhyun tentang rahasia terbesarnya.

Hal pertama yang ia lihat ketika memasuki ruang kerja Kyuhyun adalah tumpukan kertas origami bangau yang berjejer rapi di atas meja. Dan pria itu nampak sibuk berkutat dengan kertas origaminya di depan meja kerjanya. Sungmin tersenyum melihatnya. Rupanya sudah sebanyak itu origami bangau yang berhasil dibuat oleh Kyuhyun. Sepertinya pria itu memang serius dengan keinginannya tentang cinta sejati.

“Kau masih saja membuat origami bangau, Kyuhyun. Mengejutkan ternyata kau telah membuat sebanyak ini.” Kata Sungmin duduk di dekat jendela.

Kyuhyun hanya tertawa kecil. Tanpa menghentikan tangannya yang masih terus saja sibuk melipat kertas origami, ia berkata, “Ini akan menjadi origami bangau yang ke-1000”

“Kau sangat percaya dengan mitos, huh?”

“Apa salahnya mempercayai mitos? Memang sebagian besar mitos hanya cerita belaka, tapi aku percaya bahwa sebagian kecil dari mitos itu adalah benar.”

Sungmin mengalihkan pandangannya keluar jendela dan terdiam sejenak.
“Bagaimana dengan mitos tentang vampir? Apa kau percaya tentang itu?” tanyanya kemudian tanpa mengalihkan pandangannya dari butiran-butiran salju yang sedang turun di luar jendela.

Kyuhyun menghentikan tangannya sejenak dan melirik pada Sungmin. Lalu ia kembali meneruskan pekerjaannya sambil berkata, “Aku percaya.”

Sungmin mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun dan menatap pria itu dengan sedikit terkejut. Lalu dengan sedikit ragu ia bertanya, “Jika…jika aku adalah vampir, apa kau akan percaya? Apa kau akan merasa takut?”

Kyuhyun melipat lipatan terakhir pada kertas origaminya dan menariknya membentuk seekor bangau. Ia meletakkan origami bangaunya yang ke-2000 di atas meja dan tersenyum santai. “Aku tahu.” Katanya.

“Apa?”

“Aku tahu bahwa kau bukanlah manusia. Kau adalah seorang vampir. Kau tidak pernah makan atau minum. Tubuhmu sangat dingin. Kulitmu pucat, dan beberapa kali aku pernah melihat warna bola matamu selalu berubah. Terkadang bola matamu berwarna cokelat, lebih sering berwarna emas, dan terkadang berwarna merah. Kau memiliki refleks yang sangat-sangat bagus, dan kecepatanmu melebihi ukuran manusia normal. Dan ketika aku memelukmu, aku tidak pernah mendengar ataupun merasakan detak jantungmu. Aku benar, kan?”

Sungmin mengerjap mendengar semua penjelasan Kyuhyun, merasa terkejut karena ternyata pria itu begitu memperhatikan setiap detil. Ia tersenyum kecil, tidak membantah setiap detil yang diutarakan oleh Kyuhyun tadi.

“Lalu? Apa kau merasa takut padaku?” tanyanya, memandang Kyuhyun dengan pandangan cemas.

Kyuhyun diam sesaat dan menggerakkan kursi rodanya menghampiri Sungmin. Ia menyentuh tangan Sungmin dan tersenyum. “Tidak,” katanya. “Aku tidak takut. Aku tidak peduli. Seperti halnya kau yang mencintaiku dan mau menerima kekuranganku, aku pun menerimamu apa adanya, Sungmin. Tidak peduli, meski kau seorang vampir atau hantu sekalipun. Karena, bukankah cinta memang seperti itu? Saling menerima dan saling melengkapi.”

Sungmin tertegun, dan untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun hidupnya ia menangis bahagia. Rasanya begitu bahagia. Ia menundukkan tubuhnya dan memeluk Kyuhyun dengan erat. Kyuhyun tersenyum dan mengusap rambut hitam Sungmin dengan lembut. “Aku mencintaimu, Sungmin. Sekarang dan selamanya…” bisiknya.

Sungmin tersenyum. Ia melepaskan pelukannya dan Kyuhyun menghapus air mata di wajahnya dengan menggunakan jemarinya yang hangat. “Jadi, jika aku hantu kau akan tetap mencintaiku dan menerimaku?” tanyanya iseng.

“Eeh….mungkin sebaiknya kita lupakan bagian kalimat tentang hantu itu. Jika kau hantu mungkin aku akan berteriak dan menggerakan kursi rodaku sekencang mungkin untuk kabur. Aku takut hantu.”

“Apa? Kau tidak takut dengan vampir tapi kau justru takut dengan hantu? Kau aneh, Kyuhyun. Hahaha.”

“Berisik!”

Sungmin kembali tertawa dan Kyuhyun mendaratkan satu ciuman lembut di bibirnya untuk menghentikan tawanya. Dingin bertemu dengan hangat, tapi tidak ada yang peduli. Sungmin tersenyum bahagia dan memberikan Kyuhyun ciuman selamat malam di pipinya sebelum ia beranjak pergi.

~+~+~+~

Tapi kebahagiaan itu tidak bertahan lama. Selama 60 hari matahari kembali menyinari kota Velvet, menghilangkan sejenak awan kelabu dan tumpukan salju. Selama 60 hari Sungmin terpaksa tetap tinggal di kastilnya dan tidak bertemu dengan Kyuhyun demi menghindari cahaya matahari yang bisa bagaikan bom baginya. Di hari ke-61 matahari kembali bersembunyi, cuaca mulai berubah dingin. Dan di hari ke-65 akhirnya salju kembali turun, kembali menutupi kota Velvet dengan warna putihnya yang dingin dan indah.

Dengan penuh rindu Sungmin keluar dari kastilnya dan berlari menuju rumah Kyuhyun. Namun betapa terkejutnya ia ketika menemukan sang kekasih yang terjatuh dari kursi rodanya dan tergeletak pingsan di lantai kamarnya. Rupanya sang kekasih jatuh sakit. Karena Kyuhyun hanya tinggal sendiri di rumahnya, tidak ada yang membantunya. Sungmin sedikit menyesali fakta itu, dan juga menyesali kondisi dirinya yang tidak bisa keluar bebas jika sang matahari sedang berkuasa di langit. Sungguh, rasanya begitu menyebalkan. Lalu, hari demi hari kesehatan Kyuhyun mulai semakin memburuk. Dan terus memburuk.

~+~+~+~

Tik…Tok…Tik…Tok…

Suara detak jam terus terdengar menggema memenuhi ruangan. Malam mulai semakin larut dan Sungmin masih saja berdiri di depan jendela kamar Kyuhyun, masih memandang bulan purnama. Masih menunggu. Ketika malam berubah kian larut sesuatu yang ditunggu oleh Sungmin akhirnya muncul. Di balik bulan purnama yang bulat sempurna dan indah itu muncul sebuah bulan yang lain, seolah bayangan dari sang purnama. Ukurannya sedikit lebih besar dari ukuran sang purnama dan berwarna biru. Bagi manusia biasa mungkin bulan itu tidak terlihat, tapi Sungmin melihatnya. Dan itulah yang ditunggunya sejak tadi. Tanda bagi kekuatan dan racunnya untuk bangkit dengan lebih sempurna. Bulan berwarna biru itu berpendar, nampak begitu indah. Dan Sungmin pun tersenyum melihatnya.

Sementara itu di sofa, Kyuhyun semakin gelisah dalam tidurnya. Rasa sakit, rasa panas, dan rasa aneh itu seolah menempel ke dalam setiap bagian tubuhnya. Menghentikan detak jantungnya dan menghilangkan oksigen dari paru-parunya. Namun beberapa menit kemudian sesuatu yang aneh terjadi. Kyuhyun kembali hidup. Dan ketika ia membuka matanya, mata obsidian itu telah berubah warna menjadi emas, seperti mata milik Sungmin.

Sungmin menoleh dan melihat Kyuhyun yang sedang mencoba berdiri dari sofa. Dan ketika ternyata ia bisa berdiri dan berjalan lagi, pria itu merasa sangat senang dan juga bingung. Namun tidak butuh waktu lama bagi Kyuhyun untuk menyadari kondisinya yang sekarang. Ya, kini ia bukan lagi manusia. Lalu ia menoleh pada Sungmin yang masih berdiri di depan jendela.

“Maafkan aku, Kyu,” Sungmin berkata. “Aku terpaksa melakukannya. Kondisimu semakin memburuk dan aku sangat khawatir. Jika aku tidak menggigitmu dan merubahmu menjadi vampir, kau pasti akan mati. Aku tidak mau kehilanganmu. Maafkan aku.”

Kyuhyun tersenyum. Ia berjalan menghampiri Sungmin dan memberi satu ciuman yang lembut di bibir plump yang basah itu. “Tidak apa-apa. Kurasa ini tidak buruk, bahkan ini terasa lebih baik. Aku sembuh, bisa berjalan lagi, dan bagian yang terpenting…kita bisa selalu bersama selamanya, bukankah begitu? Tidak menua, tidak mati.” katanya.

Sungmin tersenyum. Ketika ia memeluk Kyuhyun dengan erat, ia merasakan kehangatan di tubuh pria itu telah menghilang, berganti dengan rasa dingin seperti dirinya. Meski ia sedikit kecewa karena tidak bisa merasakan kehangatan tubuh manusia Kyuhyun lagi, tapi ia tidak menyesal. Kini ia dan Kyuhyun akan selalu bersama. Ratusan, bahkan ribuan tahun. Selamanya.

“Selamat datang di dunia barumu, my Kyu.” Bisiknya di telinga Kyuhyun. Dan Kyuhyun pun tersenyum.

~Fin~

30 thoughts on “Full Moon

  1. aaaaa….bikin fic bru…
    hihi…momentnya pas bgt sama musikal ming nih…
    meskipun crita vampire dan manusia udah byk…
    tapi moment kyumin dsni ttp trsa manis
    thanks for share n tag
    love u!

  2. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~ suka suka suka!! KyuMin.. aku kira gak bkln berhasil, tp Kyu jd vampire jg.. hahh~ legany, KyuMin ttp bersama.. dan akan bersama sampe selamannya..

    cinta mmg harus saling melengkapi.. KyuMin is Destiny!❤

  3. pas bagian awal-awal kirain ming cuma sungmin yang menyukai kyuhyun dan kyuhyun tak menyadari kehadiran sungmin, eh ternyata mereka pacaran.
    biasax baca ff yang vampirkyu dan humanming, tapi sekarang kebalik ada sensasi(?) yang beda pas bacax….#apalah suka deh pokoknya…^^

  4. baru semalem nonton mv-nya, dan kepikiran.
    pasti bagus kalo dijadiin ff..
    eh,, ternyata bener ada yang bikin..
    ahh,, senangnya…

    gak tau kenapa, disini Sungmin berasa sweet banget ><

  5. he.. He.. Awal-nya agak2 gmna gitu bayangin Ming jd vampire dgn kulit pucat? Kan Ming kulitnya putih mulus dan gak pucat mlh lebh mengarah ke Gyu.. Tp sekrng lg booming Ming jd Vampire krna dramus terbaru-nya..
    Sumpahhhh Ming Ganteng bgit cetar membahana dah dgn style vampire kyk gitu. Ak RELA di gigit malahh*blusshing*
    Aahhhhhh.. Senangnya.. Kyumin akhirnya bersamaaa dlam keabadiannn…

  6. Ahhh..
    Akhirnya ChoKyu berubah juga😀
    Momennya eonnnn >:o
    Good job lah!😀
    Mr. Perfect pleaseeee #ditabok

  7. waw waw~ selalu keren, seperti biasa.
    memang lebih bagus jika Ming merubah Kyu jadi vampire, jadi mereka bisa bersama selamanyaaaaa~ hehehe

  8. wow~ baru kali ini nemu ff yg vampirnya Sungmin bukan Kyuhyun o.o kan biasanya sebaliknya.. Anti mainstream nih xD hebatt!! 4 jempol buat author ^^

  9. Disni vampire Min tetap aja polos ya makanya Kyu yg ngajak pacaran duluan ^^
    Pasangan vampire Kyumin bakalan lekang selamanya nih..

    Makasi buat kisah kyuminnya🙂

  10. So sweet bgt sih mereka itu aduhh udahlah kalian nikah aja terus bikin little vampire deh yg banyak ahahaha. Maaf kak aku baru nongol lg disini u,u aku terlalu disibukan dengan kuliah dan UAS *ceilah* hahaha,aku baca ff mu yg lain yooo

  11. Pasti terinspirasi dari musical ming. Aaaaaaak pengen cepet2 tau gimana musical ming.
    Sukaaaa sama ff iniiii, kereeeeen >.< ngebayangin kyumin kayak gini pasti mereka keten banget *.* ayooo bikin lagi yg bagus2 giniii kkkk keep writting ya. Fighting!

  12. yeaaa~ vampiiirr.. aq suka bgt sma mkhluk ini.. rida kira kyu yg bkal jdi vmpirnya.. trnyta si sungmin.. dan lgi awalnya rida pkir eonni bkin ni ff trinspirasi dr dramus sungmin~ hhhe
    kereeenn!!! kyunya sembuh!! wahh kbhagian brlipat2 itu buat kyumin!!! forever gt looohh~ hhhhi

  13. Aura Min gentle, tp sosok lembutnya ttp berasa. Aku selalu gk kebayang klau di ff itu kekuatan Kyu sebagai vampire pasti hebat banget. Hihihi…

    Utang review masih ada nih. Gk tdr hbis solat subuh. Hoaaam udh siang! -_-

  14. Woww, vampire ming,…. Saya suka ini,…
    Kisah hidup kyu sedih jga😦 hidup sendirian dngan keadaan fisik yg kayak gitu, dan dngan adanya ming disisinya setidaknya bisa menghilangkan rasa kesepian yg selama ini dia rasakan,..
    Trus keputusan ming ngerubah kyu jdi vampire menurutku adalah keputusan yg benar😀 dngn begini kyu tidak akan susah lagi dan yg paling penting mrka bisa bersama selamanya😉

    mr. Perfectnya masih ditunggu eon🙂

  15. kali ini sungmin yg jd dracula nya..ak malah membayangkannya kyu..wkwk..skrg mrk tidak terpisahkan lagi dan tetap bersayu^^..thanks sae ud tag ^^..dtunggu mr perfect nya ^^..semangatttt

  16. Hai kak~ lama gak main….nungguin mr.perfect nih eheheh
    ee tapi ini vampire ming keren kak…keputusan yg tepat ming buat ngerubah kyu^^
    awalnya itu aku kira mereka gak saling kenal cuma ming yg selalu memperhatikan chokyu gak nyangka ternyata udah pacaran duluan kkkkk
    ok kak ini keren..
    Mr. Perfect pleaseeee😀

  17. Aaaa. Ternyata aku belum komen yh? Aduh, sampe lupa xD Sungmin vampire or Kyuhyun vampire udah biasa. Tapi moment’a dapett. Sukaaa.

    Mr. Perfect, kakkkkkk😀

  18. Annyeong chingu q reader bru. Ijin bca ff’a ne…
    Biasa’a vampirekyu n humanming tp d ff ni kblikan’a, tp ttp ok koq. Yg pnting kyumin brsatu.
    Fighting chingu!!!

  19. udh baca..maaf bru komennn..ini br bwt wp soalnya..kkk..

    sumpah ini cerita pas bnget nyentuhny di sini #tnjuk dada kiri..terharu..full moon..full of love..kyaaaa~

  20. mbak miniming aku ud bisa komen sekarang
    aku ud sedikit pinter hehe
    salam kenal maaf sebelum.a aku cuma numpang baca. /.\ maafkan aku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s