Unwanted

tumblr_m7996dBKOX1r8iomho1_500

Pairing : KyuMin || Genre : Hurt || Length : One Shot || Warning : BL, shounen-ai, AU || Disclaimer : Remake dari manga doujinshi ZoSan (Zoro x Sanji) dari fandom One Piece yang berjudul sama karya ROM-13 (Nari), ada perubahan dan tambahan seperlunya || Summary : Sepuluh tahun lalu Sungmin yang bekerja sebagai koki di sebuah restoran Perancis menemukan Kyuhyun yang terluka di depan pintu belakang restoran. Sungmin menyelamatkan Kyuhyun, dan merawatnya. Tidak pernah sekalipun Sungmin membicarakan atau membenci pekerjaan Kyuhyun, meskipun ia tahu bahwa pria itu adalah seorang pembunuh dari kelompok mafia terbesar di Korea Selatan. Tetapi ketika akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk keluar dari dunia mafia dan harus menyelesaikan penyerbuan terakhirnya, Sungmin telah menyiapkan dirinya untuk sebuah perpisahan. Setidaknya, begitulah yang dipikir oleh Sungmin.

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

~Presented by@Min kecil~

Larut malam di kota Seoul yang tidak pernah tertidur. Restoran Perancis yang menyempil di antara bangunan-bangunan lainnya itu telah gelap dan sepi. Papan tanda yang menggantung di jendela restoran telah lama berbalik menjadi tanda “Close”. Sungmin membuka pintu belakang restoran dan berjalan keluar dengan membawa beberapa kantung sampah yang besar. Ia meletakkan kantung-kantung sampah yang besar itu di samping tempat sampah lalu merogoh saku bajunya, mencari korek api gas miliknya. Ketika kemudian ia menemukan korek api yang dicarinya ia menyulutkan apinya pada batang rokok yang sejak tadi berada di mulutnya. Asap tipis berwarna kelabu menari di udara saat ia menghembuskan dari mulutnya. Sejenak ia terdiam, menikmati asap kelabu yang menari di udara. Lalu ia tersenyum ketika menyadari kedatangan pengunjung spesialnya yang selalu datang di malam hari.

“…yo,” sapanya menoleh.

“…yo.” balas sapa Kyuhyun, tersenyum.

Sungmin menghisap batang rokoknya sejenak dan kembali menghembuskan asap kelabu ke udara. Lalu ia memperhatikan penampilan pria bertubuh tinggi itu, hanya pakaian yang casual dan sebuah topi hitam yang sedikit menyembunyikan wajah tampannya.

“Berpakaian seperti itu, kau itu tidak sadar ya, bahwa kau adalah masalah besar di dunia mafia, Kyuhyun.” Kata Sungmin.

Kyuhyun nampak tidak peduli dengan komentar Sungmin tentang penampilannya. Ia berjalan mendekati Sungmin dan mengulurkan kedua tangannya. Tangan kanannya memegang tangan kiri Sungmin yang sedang memegang batang rokoknya, dan tangan kirinya menyentuh kepala Sungmin, menyibak poni rambutnya yang berwarna cokelat. Ia mendekatkan wajahnya, memberikan sedikit jarak di antara wajah mereka, dan sejenak memandang wajah manis itu dari dekat.

“Aku lapar.” Kata Kyuhyun.

Sungmin diam sejenak menatap Kyuhyun, mencari tahu arti kata lapar yang diucapkan oleh Kyuhyun barusan. Ia tahu, itu bukanlah arti kata yang sesungguhnya. Lalu ia tersenyum kecil dan mendorong pelan topi Kyuhyun sambil berkata, “Hanya aku yang tersisa.”

Kyuhyun menyeringai mendengarnya.
“Itu tidak apa-apa.” Katanya. Sungmin melepas topi Kyuhyun dan membiarkan ketika pria bertubuh tinggi itu menghapus jarak diantara wajah mereka, menciumnya dengan panas dan lapar.

~+~+~+~

Sungmin membawa Kyuhyun ke rumahnya yang tidak jauh dari restoran tempatnya bekerja. Seperti malam-malam sebelumnya, mereka akan selalu berakhir di kamar Sungmin yang tertutup rapat, mengisi kamar itu dengan suara desah nafas dan decitan ranjang yang tidak akan berhenti hingga pagi menjelang. Membiarkan pakaian mereka tergeletak berantakan di lantai dan tak mau repot-repot membuang bungkus kondom dari atas ranjang yang berantakan. Kyuhyun memandang tubuh yang tersentak-sentak di bawah tubuhnya, mengikuti iringan hentakan pinggulnya yang tidak mau berhenti. Tubuh polos yang telah basah oleh peluh itu selalu nampak erotis baginya. Dan wajah yang merona merah itu selalu nampak memukau baginya.

“…rambutmu sudah semakin panjang.” Kyuhyun berkata disela hentakan pinggulnya yang tidak mau berhenti.

Sungmin menyentuh poni rambutnya yang memang telah semakin panjang, hampir menutupi matanya. “Oh, aku tidak punya waktu….” ia berkata disela deru nafasnya yang berantakan. “…untuk pergi…” sejenak ia menggigit bibirnya, menahan getar kenikmatan yang sedang menjalari sekujur tubuhnya dan berusaha keras menyelesaikan kalimatnya, “…memotongnya.”

“Apakah bisnis keluargamu begitu sibuk?” tanya Kyuhyun menghentakkan pinggulnya lebih keras, membuat tubuh yang berada dibawahnya memekik pelan.

“Hn.” Sungmin hanya menggumam sebagai jawaban dan memegang lengan Kyuhyun yang kokoh, mencari pegangan ketika getar kenikmatan itu menjalari sekujur tubuhnya seperti arus listrik.

“Apakah berat badanmu turun? Kau terlihat kurus.” Komentar Kyuhyun seraya memperhatikan tubuh polos yang tersentak-sentak dibawahnya.

Sungmin mendengus.
“Ha….dan bagaimana denganmu?” katanya balik bertanya.

“Huh?” gumam Kyuhyun.

Deru nafas Sungmin terdengar seirama dengan suara decitan ranjang, memenuhi ruangan kamar yang tenang. Sungmin menutup matanya dengan satu tangannya ketika lagi-lagi hentakan pinggul Kyuhyun yang keras mengantarkan arus listrik itu ke sekujur tubuhnya.

“Haa….kau tidak datang kemari hari ini…” Sungmin berkata disela deru nafasnya. “Haa…hanya untuk ini.”

“…..aku terkesan.” Kata Kyuhyun tersenyum. Ia meraih tangan Sungmin dan menggenggamnya.

“Haa…! Berapa tahun kau pikir kita saling mengenal?” kata Sungmin disela deru nafasnya. Dan Kyuhyun kembali tersenyum.

Sepuluh tahun.

Ini sudah sepuluh tahun sejak waktu mereka bertemu dulu, pertemuan yang tidak akan pernah Kyuhyun lupakan. Sepuluh tahun, itu terdengar lama sekali. Tetapi betapa cepatnya waktu berlalu. Sentuhan tangan Sungmin di wajahnya menyadarkan Kyuhyun dari lamunan kecilnya. Ketika Sungmin memeluk lehernya dan menciumnya, membiarkan lidah mereka saling bergulat dalam sebuah ciuman yang panas, Kyuhyun berpikir bagaimana ia telah jatuh cinta dengan pemuda manis itu selama sepuluh tahun.

~+~+~+~

Kamar itu menjadi lebih tenang setelah percintaan panas itu berakhir. Sungmin duduk diatas ranjang, menarik selimut untuk menutupi setengah tubuhnya yang telanjang dan membiarkan asap kelabu dari batang rokoknya menari di udara. Di sampingnya Kyuhyun duduk dan menenggak botol birnya.

“Aku mendapatkan pekerjaan besar kali ini.” Kyuhyun berkata.

Sungmin menoleh pada Kyuhyun dan terdiam sejenak.
“Kapan?” tanyanya.

“Aku tidak bisa mengatakannya. Tapi, secepatnya.” Jawab Kyuhyun tanpa menoleh pada Sungmin, dan kembali menenggak botol birnya.

“…begitu.” kata Sungmin. Sejenak ia menatap Kyuhyun, lalu ia mengalihkan pandangannya ke depan dan menikmati rokoknya dalam diam.

Kyuhyun menoleh pada Sungmin dan menatapnya lekat-lekat tanpa suara. Ia tahu bahwa pemuda manis ini tidak akan mengatakan apapun. Tidak tentang pekerjaannya sebagai pembunuh, tidak tentang kebungkaman Kyuhyun yang memaksa, maupun tentang rintangan yang harus Kyuhyun lalui setiap kali ia menyelesaikan pekerjaannya. Meskipun, dia tahu itu adalah bau darah yang selalu tertinggal di tubuh Kyuhyun. Sungmin menerima segalanya.

“Kalau begitu aku akan membuatkanmu bekal makanan. Bekal makanan untuk penyerangan.” Kata Sungmin bercanda, seraya menoleh kembali pada Kyuhyun.

Kyuhyun tertawa mendengar lelucon Sungmin.
“Buhahaa! Seperti tamasya!” katanya, lalu meletakkan botol birnya yang telah kosong di atas meja samping tempat tidur. “Jangan sebut itu sebuah penyerangan.”

Perlahan Kyuhyun menghentikan tawanya. Kalimat penyerangan mengingatkannya kembali pada misi terakhirnya. Itu membuatnya berpikir, bahkan jika ia mati, Sungmin mungkin tidak akan sedih. Kyuhyun sadar, dengan pekerjaannya sebagai pembunuh dari kelompok G-falcon, kelompok mafia terbesar di Korea Selatan, ia dapat mati kapanpun. Itulah jenis dunia yang Kyuhyun tinggali. Dunia yang kejam. Sesuatu yang Sungmin pahami lebih dari siapapun.

Karena itulah, Kyuhyun tidak bisa mengatakannya pada Sungmin tentang misi terakhirnya. Kyuhyun bahkan tidak tahu apakah ia akan kembali dalam keadaan hidup.

“….Sungmin,” panggil Kyuhyun seraya menunduk, mengambil pakaiannya yang tergeletak di dekat kaki ranjang. “Setelah pekerjaan ini, aku akan keluar.”

“Kau serius?” tanya Sungmin terkejut, menatap Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya.

“Aku telah bekerja untuk membayar hutang terima kasihku pada kelompok yang telah memilihku. Setelah pekerjaan ini, hutangku akan lunas.” Jawab Kyuhyun, berdiri membelakangi Sungmin dan mulai berpakaian.

“Aku terkesan mereka setuju.” Kata Sungmin.

Kyuhyun terdiam sejenak.
“Kau tidak harus menungguku kembali,” katanya kemudian. Ia memakai jaketnya dan menoleh pada Sungmin. “Jalanilah jalanmu sendiri.”

Sungmin mengalihkan pandangannya pada batang rokok di tangannya. Asap tipis kelabu masih terus menari di udara. Sejenak ia memandang batang rokok itu dengan sedih. Lalu dengan satu tarikan pendek ia menghisap batang rokoknya dan menghembuskan asap kelabunya ke udara, berusaha menekan suatu perasaan aneh yang tiba-tiba saja muncul di dalam dirinya.

“Aku akan melakukan itu,” kata Sungmin kemudian, menoleh kembali pada Kyuhyun. “Aku selalu melakukannya, menjalani jalanku sendiri.”

Kyuhyun tersenyum, lalu beranjak pergi. Pintu kembali tertutup rapat, meninggalkan Sungmin bersama ketenangan yang tiba-tiba terasa berat. Sungmin kembali menghisap rokoknya, menghembuskan asap kelabunya dan membiarkannya terus menari di udara. Ia menatap kosong ruangan kamarnya yang kini benar-benar sangat tenang. Lalu ia menatap tangannya yang sedang memegang batang rokoknya dan menyadari sesuatu. Tangannya gemetaran.

Sungmin menutup wajahnya dengan satu tangannya yang lain dan tertawa miris.
“Haha…aku pikir aku telah mempersiapkan diriku untuk perpisahan ini. Aku pikir begitu.” Gumamnya sedih.

Namun ternyata ia salah.

~+~+~+~

Kelompok G-falcon adalah kelompok mafia terbesar di Korea Selatan, kelompok dimana Kyuhyun telah memberikan setengah hidupnya. Namun kini Kyuhyun mulai lelah hidup dalam dunia yang keras ini terus-menerus. Hanya saat ia sedang berada bersama Sungmin ia merasakan kedamaian. Karena itulah Kyuhyun mengajukan pengunduran dirinya dari dunia mafia. Dan secara mengejutkan sang bos, Siwon, menyetujui permintaan Kyuhyun. Namun dengan satu syarat. Sebagai misi terakhir, Kyuhyun harus menyerang salah satu gedung milik kelompok Eden…seorang diri.

Kelompok Eden adalah kelompok mafia terbesar kedua setelah G-falcon di Korea selatan. Menyerang gedung milik mereka seorang diri, itu seperti mengantarkan nyawa. Dengan banyaknya anggota yang mereka miliki, mustahil kau bisa keluar hidup-hidup. Namun Kyuhyun telah bertekad untuk keluar dari kelompoknya dan berhenti dari dunia yang keras itu. Maka Kyuhyun pun menyetujui syarat itu.

Dan malam ini adalah waktu yang telah ditentukan untuk sebuah misi yang gila.

Di ruangannya yang besar dan tenang Kyuhyun sedang berbaring di sofa putih favoritnya, mengumpulkan tenaga untuk misi terakhirnya nanti. Sebuah pedang yang terbungkus kain berwarna merah berdiri siaga di samping sofa. Dibandingkan menggunakan senjata api, Kyuhyun lebih suka menggunakan pedang. Hanya Kyuhyun satu-satunya pengguna pedang dalam kelompok G-falcon. Kemampuannya dalam menggunakan pedang membuat Kyuhyun menjadi salah satu pembunuh terbaik yang dimiliki oleh G-falcon, sekaligus menjadi anggota favorit Siwon.

Kyuhyun membuka matanya dan melirik jam yang berdetak di dinding. Pukul 11 malam, waktu yang tepat untuk memulai misinya. Kyuhyun beranjak berdiri dan meraih pedangnya. Ketika ia hendak melangkah pergi Donghae dan Eunhyuk berlari memasuki ruangannya dengan tergesa-gesa. Wajah mereka terlihat panik dan cemas.

“Kyuhyun!! Tunggu!” seru Eunhyuk.

“Apakah benar yang mereka katakan?” tanya Donghae.

“Apa yang kalian berdua lakukan? Aku bilang tidak ada yang boleh datang ke sini, bukan?” kata Kyuhyun menatap dua rekannya yang berdiri di depannya, menghalanginya untuk pergi.

“Maafkan aku, tapi…!” kata Eunhyuk. “Aku tidak bisa membiarkanmu pergi tanpa mengatakan apapun!”

“Bahkan untukmu, menyerang gedung milik lawan sendirian itu sembrono!!” kata Donghae tidak setuju dengan tindakan yang dipilih oleh Kyuhyun.

“Itu adalah syaratnya.” Kata Kyuhyun dengan tenang.

“Itu terlalu merugikan!! Apa kau begitu ingin pergi?!” cegah Eunhyuk.

“Menyingkir.” Kata Kyuhyun masih dengan nada tenang yang sama, seraya menatap kedua rekannya itu dengan tajam.

Sejenak Eunhyuk dan Donghae cukup gentar dengan tatapan tajam Kyuhyun. Namun mereka tidak ingin mundur, mereka tidak ingin rekannya pergi hanya untuk mati. “Apa kau mencoba untuk terbunuh?!!!” teriak Donghae kesal.

“Itu bukan maksudku.” Kata Kyuhyun tidak peduli dan berjalan melewati dua rekannya itu. Namun kemudian ia berhenti dan berkata lagi tanpa menoleh, “Tapi, aku tidak berencana untuk terus tinggal disini seperti ini.”

Melihat kesungguhan Kyuhyun membuat Eunhyuk dan Donghae bingung, tidak tahu lagi harus dengan cara apa untuk mencegah rekan mereka itu pergi. “Terima kasih untuk semuanya.” Kyuhyun berkata seraya menoleh kebelakang, pada kedua rekannya, sebelum kemudian beranjak pergi.

Eunhyuk dan Donghae hanya bisa diam, termanggu menatap sosok Kyuhyun yang beranjak pergi, kemudian menghilang dari pandangan mereka. “Dia pergi…” kata Donghae dengan nada tidak percaya.

“Yeah.” Eunhyuk menimpali dengan sedih. Dan mereka pun menangis bersama, tanpa menyadari bahwa sejak tadi ada seseorang yang berdiri memperhatikan dari luar ruangan Kyuhyun.

Ketika akhirnya Eunhyuk menyadari kehadiran orang tersebut, ia menghentikan tangisannya dan menoleh keluar ruangan. “Siapa kau?” teriaknya.

Donghae yang terkejut ikut menoleh ke arah yang dilihat oleh Eunhyuk. Namun belum sempat ia bertanya seseorang yang berpakaian hitam muncul dari balik kegelapan dan dengan cepat melukai pipi Eunhyuk dengan sebuah pisau. Eunhyuk jatuh ke lantai. Dan sebelum Donghae sempat berteriak orang tersebut mendorong tubuhnya ke lantai dan membungkam mulutnya dengan kasar. Rambut cokelat dan wajah yang manis terlihat jelas ketika tudung jaket orang itu terbuka.

“Jangan membuat suara apapun,” kata Sungmin seraya menodongkan pisaunya ke wajah Donghae yang ketakutan. “Bawa aku pada bosmu. Jangan khawatir, aku tidak dengan kelompok manapun. Tapi, jika kau membuatku kesal, aku akan membunuhmu.”

~+~+~+~

Pukul 12 malam Kyuhyun tiba di depan gedung milik kelompok Eden. Kyuhyun menarik tudung jaketnya yang berbulu ke depan untuk menutupi wajahnya, lalu dengan langkah santai ia berjalan memasuki gedung berlantai 13 itu. Seorang pria berambut keriting mengeluarkan kepalanya dari jendela sebuah ruangan dan mengernyit ketika melihat Kyuhyun.

“Hm…? Siapa kau? Hanya kelas eksekutif yang bisa datang ke sini.” Kata pria berambut keriting itu.

Kyuhyun menghentikan kakinya dan menatap pria berambut keriting itu dengan dingin, yang dibalas pelototan kesal oleh si pria berambut keriting itu. Si pria berambut keriting itu memperhatikan Kyuhyun lekat-lekat dan terkejut ketika menyadari bahwa sang tamu yang tak diundang itu adalah sang pembunuh dari G-falcon. Ketika ia menyambar gagang telepon di meja dan berusaha menekan sebuah nomor, Kyuhyun telah membuka kain merah yang menyembunyikan pedangnya. Dan semenit kemudian ruangan itu menjadi sangat berantakan. Bercak-bercak darah mengotori dinding, lantai, kertas-kertas dan gagang telepon yang tergantung di meja. Tubuh si pria berambut keriting dan seorang rekannya terbaring di lantai, bermandikan genangan darah.

~+~+~+~

Seorang pria berambut hitam menghentikan kakinya dan terkejut ketika melihat keadaan koridor yang kacau. Bercak-bercak darah mengotori koridor, dan beberapa orang anggota Eden telah mati dengan luka karena sabetan pedang.

“Ap…!” kata pria itu terkejut. “Apa-apaan ini—“

Namun perkataannya terhenti karena tiba-tiba Kyuhyun meloncat dibelakangnya seraya mengayunkan pedangnya, membuat belakang leher pria berambut hitam itu terluka parah dan mengalirkan darahnya, banyak sekali. Dan seketika pria berambut hitam itu tak bergerak lagi di lantai.

Kyuhyun berlari menyusuri koridor dan menaiki tangga, tidak peduli pada bau anyir darah yang mengotori tangan dan pakaiannya. Ia terus mengayunkan pedangnya pada siapapun yang berada di dalam gedung itu, pada semua anggota kelompok Eden yang ada di dalam gedung itu. Ia hanya harus membunuh semua orang di dalam gedung ini, maka hutang terima kasihnya pada Siwon akan lunas dan ia pun bisa meninggalkan G-falcon dan dunia mafia yang keras.

Tinggal 7 lantai lagi, pikir Kyuhyun.

~+~+~+~

BRAAKK!!

“Apa-apaan ini?!”

Sekelompok orang terkejut ketika tiba-tiba Kyuhyun menendang paksa pintu dan berlari memasuki ruangan. Kyuhyun mengayunkan pedangnya dengan cepat pada beberapa penjaga yang berdiri di dekat pintu dan tidak sempat memberi perlawanan. Selama beberapa menit terjadi keributan di ruangan itu. Terdengar suara tembakan dan suara teriakan kesakitan. Lalu menit selanjutnya ruangan itu menjadi benar-benar tenang. Kyuhyun berlari keluar ruangan, menyusuri koridor dan terus berlari menaiki tangga menuju lantai selanjutnya, tidak peduli pada noda darah yang mengotori wajah tampannya dan beberapa mayat yang ia tinggalkan di dalam ruangan itu.

Tinggal 6 lantai lagi, pikir Kyuhyun.

~+~+~+~

Kyuhyun menendang paksa setiap pintu yang ia lalui, membunuh setiap orang yang ia temui. Membiarkan pedangnya terus ternoda oleh pekatnya darah. Membiarkan mayat dan darah menjadi hiasan dalam setiap ruangan yang ia tinggalkan. Tidak ada waktu untuk bersantai, atau sekedar membersihkan diri dari darah yang menempel. Kyuhyun harus menyelesaikan misi ini dengan cepat, sebelum sang matahari terbangun dan kembali berkuasa di langit pagi.

“Uwaaah! Berhenti—“

Mengabaikan teriakan ketakutan dari lawannya, Kyuhyun mengayunkan pedangnya, menebas punggung pria muda itu. Dan seketika pria muda itu tergeletak di lantai, tak bergerak lagi. Kyuhyun pun kembali berlari pergi, tidak peduli pada tumpukan mayat yang ia tinggalkan dibelakangnya.

Tinggal 5 lantai lagi, pikir Kyuhyun.

Kyuhyun terus berlari dan membunuh semua orang yang dilihatnya. Namun kemudian suasana gedung menjadi lebih ramai dan orang-orang berlarian di dalam gedung dengan membawa pistol di tangan mereka. Kyuhyun mengatur nafasnya sejenak dan berpikir, apakah dia telah ceroboh dan ketahuan? Kalau begitu, selanjutnya….

“Itu dia!!! Bunuh dia!!!”

Akhirnya para anggota Eden yang berjumlah banyak itu berhasil menemukan Kyuhyun. Kyuhyun menatap orang-orang yang berdiri mengelilinginya, banyak sekali. Lalu ia mengangkat pedangnya dan tersenyum. Ia tahu, selanjutnya…akan menjadi pertumpahan darah yang sebenarnya. Tiba-tiba Kyuhyun teringat pada Sungmin dan leluconnya tentang bekal makanan untuk penyerangan.

Ah, sial. Seharusnya aku membawa bekal makanan itu, pikir Kyuhyun.

~+~+~+~

Suasana tegang terasa memenuhi ruangan Siwon. Pada akhirnya Donghae dan Eunhyuk—yang pipinya terpaksa harus dihiasi perban karena luka dari pisau Sungmin—terpaksa membawa Sungmin pada bos mereka. Kini, di ruangan Siwon yang besar, Sungmin duduk dengan tenang dihadapan sang bos mafia terbesar di Korea Selatan. Pemuda manis itu tidak nampak takut pada beberapa penjaga yang berdiri siaga di belakang Siwon, ataupun pada kenyataan bahwa kini ia sedang berada di rumah mafia. Di belakang Sungmin, Eunhyuk dan Donghae hanya berdiri diam, memperhatikan dan merasa sedikit terkejut ketika mendengar permintaan Sungmin pada bos mereka.

“Pimpinan, hanya itu permintaanku. Tolong kabulkan permintaanku ini.” Kata Sungmin, menundukkan kepalanya dengan hormat pada Siwon.

Siwon hanya menundukkan kepalanya, memainkan gelas wine di tangannya dan terdiam selama beberapa lama. Lalu ia mengangkat kepalanya dan memandang Sungmin dengan tatapan tidak percaya. “Kau datang sejauh ini hanya untuk mengatakan itu?” tanyanya.

“Ya.” Jawab Sungmin dengan tenang dan mantap.

“Sendirian?”

“Ya.”

“Ini adalah rumah mafia. Kau tidak takut?”

“Yah, sedikit.”

Suara tawa Siwon meledak memenuhi ruangan.
“Pembohong!” katanya. “Kelihatannya kau dengan mudah menguasai Eunhyuk dan Donghae.”

Sungmin hanya diam, masih menundukkan kepalanya. Sementara di belakangnya, Eunhyuk dan Donghae menjadi sedikit cemas. “Eum, yah~” kata mereka, berusaha mencari alasan.

Namun Siwon nampak tidak terlalu peduli dengan hal itu. Sejenak ia menyesap wine miliknya, lalu kembali memandang Sungmin yang masih saja menundukkan kepalanya dengan hormat di depannya. “Tidak masalah,” katanya. “…dan? Kau ingin aku memberitahumu tujuannya. Kau eksentrik. Kau berencana pergi ke sana untuk membantunya? Atau ini adalah bunuh diri kekasih? For your information, aku tidak akan mengijinkan bantuan apapun,”

Melihat Sungmin hanya diam, Siwon melanjutkan perkataannya sambil memainkan gelas wine di tangannya, “Aku berkata padanya jika dia serius ingin pergi dari G-falcon, dia harus melakukan ini seorang diri. Itu memang disengaja dan kejam. Aku tidak ingin membiarkan seseorang yang begitu terampil seperti dia pergi begitu saja. Bagaimanapun, dia setuju. Dalam hal ini, kau harus menghargai tekadnya.”

Siwon menyelesaikan perkataannya dan menyesap winenya sejenak. Perkataan Siwon barusan, tentang tindakannya yang sengaja mengirim Kyuhyun untuk menyerang gedung milik lawan seorang diri membuat Eunhyuk dan Donghae terkejut mendengarnya. Itu memang terdengar kejam, namun memang seperti itulah dunia mafia. Sekali kau memasukinya, kau akan sulit untuk keluar.

“Pimpinan,” Sungmin akhirnya bersuara. Ia mengangkat kepalanya dan memandang Siwon. “Aku tidak ingin pergi untuk membantunya. Aku ingin pergi untuk menjemputnya. Karena dia sangat buruk dalam soal arah.”

Bagaimanapun, lanjut Sungmin dalam hati, Aku akan menghilangkan hambatan apapun yang menghalangi di sepanjang jalan.

Siwon mengerjap mendengarnya. Sorot mata foxy Sungmin yang serius dan tenang, dan juga keberaniannya membuat sang bos G-falcon itu terkejut. Dan sekali lagi suara tawa Siwon meledak memenuhi ruangan. “Kau memang orang yang eksentrik.” Katanya sambil tersenyum.

~+~+~+~

Semakin lama suasana di gedung milik Eden menjadi semakin kacau. Suara teriakan, cipratan darah dan tubuh yang berjatuhan ke lantai menjadi semakin banyak, seiring dengan ayunan pedang Kyuhyun. Namun berapa banyak pun Kyuhyun mengayunkan pedangnya, orang-orang itu selalu kembali berdatangan, seolah tidak ada habisnya. Menembakkan pistol mereka ke arah Kyuhyun dengan ketakutan. Seraya berusaha menghindari tembakan-tembakan yang diarahkan kepadanya, Kyuhyun terus mengayunkan pedangnya, menebas dan menusuk tubuh lawan-lawannya. Namun lagi-lagi, bayangan Sungmin hadir dalam kepalanya. Penyerbuan dan suasana kacau ini membuat Kyuhyun teringat ketika pertama kali ia bertemu dengan Sungmin.

…oh ya, pertama kali aku bertemu dengannya, itu setelah penyerangan seperti ini, pikir Kyuhyun teringat.

Ketika itu Kyuhyun yang terluka terduduk di belakang restoran tempat Sungmin bekerja. Terluka dan kelelahan membuatnya tidak sanggup untuk berjalan lagi. Saat ia membuka matanya, ia melihat Sungmin berjongkok di depannya, memperhatikannya dengan mata foxy-nya yang cemerlang. Lalu, tanpa banyak bicara pemuda manis itu membawanya ke rumahnya dan merawatnya.

Bagi Kyuhyun, Sungmin berbeda dari orang-orang yang pernah ditemuinya. Sungmin jelas bukan seseorang yang terhormat seperti dirinya. Pemuda manis itu tidak gentar dengan darah. Seorang pemuda ceroboh yang berani. Sungmin tidak memiliki keluarga lagi, selain pria tua yang membesarkannya sejak kecil. Ketika Kyuhyun bertanya pada pria tua itu , pria tua itu mengatakan bahwa dia adalah seorang bekas mafia. Tentu saja, karena itu Sungmin memahami dunia Kyuhyun lebih dari siapapun. Dan Kyuhyun mempercayainya, lebih dari siapapun. Tidak membutuhkan waktu lama bagi Kyuhyun untuk jatuh cinta padanya.

BANG!

Kyuhyun terkejut ketika sebuah peluru mengenai lengan kirinya. Noda darah segera membasahi lengan jaket Kyuhyun dan rasa sakit menyengatnya. Kyuhyun mendengus kesal dan menggenggam semakin erat pedangnya. Lalu ia kembali menganyunkan pedangnya, menjatuhkan lawan-lawannya dan kembali mengalirkan lebih banyak darah lagi. Ia tidak peduli pada rasa sakit di lengan kirinya, tidak peduli pada apapun selain tugasnya untuk membunuh semua orang di dalam gedung ini. Bersama ayunan pedangnya, bayangan Sungmin terus menari di dalam kepalanya.

Dalam dunianya yang keras Kyuhyun menyadari bahwa tidak ada yang seperti itu disini. Tidak ada orang yang tidak menggunakannya, atau memujanya dengan aneh, tidak menyanjung, atau marah. Tidak ada yang seperti Sungmin yang hanya…hanya berakting normal.

BANG! BANG! BANG!

Kyuhyun berhenti ketika tiga tembakan mengenai tubuhnya, mengenai bahu dan dadanya, nyaris mengenai jantungnya. Tubuh Kyuhyun terjatuh ke lantai dan darah mengalir dari tubuhnya yang terluka.

“GAHA…!” Kyuhyun memuntahkan darah dari mulutnya dan rasa sakit menyengat seluruh tubuhnya.

Ketika Kyuhyun sedang berusaha menahan rasa sakit yang mendera tubuhnya, dibelakangnya seorang pria dengan setelan jas yang telah ternoda dengan darah berlari menaiki tangga dengan tergesa-gesa. Ketika melihat Kyuhyun yang sedang meringkuk kesakitan di lantai pria itu menodongkan pistolnya—dengan tubuh yang gemetar—pada Kyuhyun sambil berteriak marah,

“Mati…mati! MAAATIII!!!”

Kyuhyun segera meraih pistol yang ia temukan di dekatnya dan berbalik, lalu menembak kepala pria itu sebelum pria itu sempat menarik pelatuk pistolnya. Dan segera pria itu jatuh ke lantai, tak bergerak lagi. Kyuhyun melempar pistol yang digunakannya tadi ke lantai dan meraih pedangnya yang tergeletak di dekatnya. Dengan pedangnya, ia berusaha berdiri. Dan dengan mengabaikan rasa sakit di tubuhnya yang penuh luka, ia beranjak pergi. Ia berjalan pelan-pelan menyusuri koridor sambil berpikir,

Berapa banyak lantai lagi? Berapa banyak lagi yang tersisa?

Kyuhyun berhenti dan berlutut di lantai karena kelelahan. Namun baru sejenak Kyuhyun menarik napas, seseorang berhenti di depannya. Ia mengangkat kepalanya dan melihat seorang pria bertubuh besar, dengan setelan jas dan kacamata hitam dan sebuah bekas luka di dahinya, berdiri menghalangi jalannya.

“Hanya sejauh ini kau dapat pergi.” Kata pria bertubuh besar itu menodongkan pistolnya ke arah kepala Kyuhyun.

Dan ketika itu Kyuhyun, lagi-lagi, teringat pada Sungmin. Oh, aku mau bertemu dengannya, pikir Kyuhyun. Aku ingin bertemu dengan Sungmin sebelum aku mati.

Namun tiba-tiba….BANG!

Seseorang menembak kepala pria bertubuh besar itu dari belakang. Tubuh besar pria itu pun terjatuh ke lantai dengan darah yang memercik kemana-mana. Di lantai Kyuhyun membeku, terkejut melihat kejadian yang terjadi begitu cepat. Namun yang membuat Kyuhyun lebih terkejut lagi adalah ketika tubuh besar pria itu terjatuh ke lantai dan menampilkan sosok yang begitu di kenalnya, sosok yang baru saja ia pikirkan. Sungmin.

Tangan dan wajah pemuda manis itu telah kotor dengan noda darah. Dan nafas pemuda manis itu sedikit berantakan, menandakan bahwa dia baru saja berlari-lari. Sungmin menyeka darah yang mengalir dari pipinya yang terluka, dan sejenak mengatur nafasnya yang berantakan. Sementara Kyuhyun masih memandang pemuda manis itu dengan tatapan tidak percaya. Kepalanya bertanya-tanya, kenapa Sungmin bisa berada di tempat ini?

“Aku datang…untuk menjemputmu,” kata Sungmin membuang pistol di tangannya ke lantai dan berjalan menghampiri Kyuhyun. “Aku tahu ini adalah jenis dunia yang kau tinggali. Aku telah bersiap untuk hari dimana kau akan pergi dan tidak pernah kembali. Tapi,”

Sungmin berlutut di depan Kyuhyun dan memeluknya dengan erat, seolah tidak ingin ia lepaskan. Tidak peduli pada bau anyir darah, ataupun tubuh Kyuhyun yang masih membeku karena keterkejutannya.

“Ini sudah menjadi kebiasaanku untuk membenci semua hal mafia ini. Kau bodoh.” Sungmin memejamkan matanya dan berkata lirih.

Dalam pelukan Sungmin, Kyuhyun mengerjap tidak percaya melihat keadaan yang kacau di depannya. Orang-orang Eden yang tersisa telah mati, terbaring di lantai dalam genangan darah. Berbagai pertanyaan muncul di dalam kepalanya.

Jika itu benar, bagaimana kau tahu kemana kau harus pergi? Dan, bagaimana kau bisa disini?, pikir Kyuhyun bingung. Mungkinkah kau membunuh semua orang di lantai atas? Dan jika memang itu yang terjadi, aku telah membiarkan tanganmu kotor.

Meskipun seharusnya Kyuhyun bertanya tentang semua pertanyaan itu pada Sungmin, namun ketika ia mengangkat kedua tangannya dan balas memeluk Sungmin dengan erat hanya kata-kata, “Aku senang melihatmu…” yang keluar dari mulutnya.

“Ya. Kau memang harus senang…bodoh.” kata Sungmin membuka matanya dan tersenyum.

Kyuhyun hanya tersenyum dan memejamkan matanya. Kelelahan dan rasa sakit membuat tubuhnya lunglai. Dengan sigap Sungmin menangkap tubuh Kyuhyun yang pingsan. Seraya berdiri ia mengangkat satu tangan Kyuhyun dan menyampirkannya di lehernya. Sejenak ia menoleh ke belakang, pada orang-orang yang telah ia bunuh. Dan sedikit rasa bersalah terasa menggelitik hatinya.

“Maafkan aku. Aku tidak ingin membiarkan pria ini mati, apapun yang terjadi,” kata Sungmin, meminta maaf pada tubuh-tubuh yang telah tak bernyawa di lantai. “Jika kalian ingin menyalahkan seseorang, maka tujukan kesalahan itu padaku.”

Sungmin mengangkat tubuh Kyuhyun yang pingsan dan menggendongnya di punggungnya. Sejenak ia melirik pada Kyuhyun yang sedang pingsan di punggungnya. Pria yang kuat itu telah kehabisan tenaganya. Luka-luka dan bau anyir darah di tubuhnya menunjukkan sebuah tekad yang mengagumkan, kerja kerasnya untuk menyelesaikan sebuah misi penyerangan yang gila. Dan kini misi itu telah selesai. Sungmin tersenyum dan beranjak pergi seraya berkata pelan,

“Nah, ayo kita pulang, Kyuhyun.”

~Fin~

31 thoughts on “Unwanted

  1. Uwaaaaaa……kali ini sungmin yg menolong kyu…kerennnnnnn…jangan2 sungmin juga pernah d dunia mafia yag..haha..untung bkn hurt beneran..wkwkw..
    Yihaaaa..bnrn ad ff baruuuu..>.<…..part yg sungmin mintaa maap habis bunuh org itu sesuaty banget yag..ak malah bayangin muka sungmin yg polos yg sedang meminta maap..hahah..
    Nice ff sae^^….tq ud d tag yah…

  2. Aaa ternyata tidak se’hurt’ yang aku kira yaaa hehehe😀 aku malah senyum2 bacanya. Duhh min eon, ini genre kaporit xD selalu berakhir dgn manis. 100 jempol deh! Tetep semangaaattt, mr. Perfect dan ff lainnya msh ditunggu lho😀

  3. ngebayangin kyu mengayuh pedangnya jd keinget zorro kkk

    ming itu mantan mafia yah…dia tdk gentar sedikit pun menghadapi eunhae yg mafia, jg dengan berani menembak mafia eden

    demi orng yg d cintai hiks hiks trharu

  4. haahhhhhh.. Akhirnya Ming datang menolong Gyu disaat2 terakhir yg menegangkannnn*nangishar* sempat khawatir wakt Gyu kena tembak deh. Tp adegan Gyu nge-bantai it ak skip krna ngeri..
    Woooowww.. Gyu kl msalah ranjang semangat bgt dah><berapa ronde sh?*abaikan* untung Ming kuat untk nyanggupin?*abaikan*
    Haaaaahhhh.. Legaaaa rasanya happy Endingg*pelukkyumin*

  5. Woaaaah keren
    disini ternyata gak cuma kyuhyun yang jadi mafia, ternyata sungmin pun punya skill yang samaaa. Ah aku selalu suka kalo sungmin di fanfic dapet peran yang macem ini >< kasih lanjutannya dong kak? Kkk

  6. gyaaaaaaaaaaahhhh! ini keren sekali~ aku deg degan dr awal sampai akhir. karna ini hurt, aku pikir Kyuhuun mati. Kyuhyun gak mati kan? dia cuma pingsan kan?
    gyaaaah! Sungmin daebaaaaakkk!
    kecil eonni lebih daebbaaaaaaakkk~~~

  7. darah…darah…darah…jd inget sama mr.perfect kan :3
    yeah…ini keren nung…
    semi semi M gitchu…
    OS yg dpt nih feelnya, dunia hitam yg pnuh ketegangan dan romance KyuMin nya
    aaah…aq jd inget nih dlu ama drama seri The Outsiders…aku suka bgt…sayangnya itu sad ending..
    oke deh nung…selanjutnya mo update apa? ‘Just’?

  8. Uwaaaa… Little eonni, keren binggittss ff mu eon. Aku suka, aku suka ><

    Tpi bneran tuh eon, yg di lantai atas org2-ny di bantai sma Minnie? *mikir cantik

    Endingny kurang puas eon, panjangin lagi ngapa eon? Hehe.. Ngarep ^^ ..

    Pokokny ffny little eon jempol 4 lah, hehehe… Jgn bosen2 tag Vivi ya eon. -Arigatougozaimasu

  9. Kirain sungmin jga dari kalangan mafia, karna dia bisa dngan mudah ngelumpuhin eunhae, ternyaya bukan, mungkin krna dia dulu pernah dibesarkan oleh mantan mafia jdi bukan cuma seluk beluk mafia aja yg dia tau tpi dia jga tau tentang beladiri dan semacamnya,…
    Dan itu si cho kyu hebat banget cuma berbekal pedang dia bisa membantai orang sebegitu ramenya, ya walaupun akhirnya masih dibantuin sungmjn😀
    akhirnya kyumin ngak jadi pisah, ya iyalah kan mereka saling cinta,…😉

  10. pekerjaan Kyu seperti itu tp Ming memahaminya. dia dah mempersiapkan diri
    kl bakalan kehilangan/berpisah ma Kyu tp nyatanya dia g bisa. dan pd akhirnya malah dia menemui Siwon untuk membawa Kyu kembali, krn Kyu g tau arah pulang ^^
    Y Ming paham akan pekerjaan Kyu, krn Ming ternyata dibesarkan oleh seorang mantan mafia jd bisa ngerti kerjaan Kyu. hingga akhirnya Kyu memilih untuk keluar tp dg sarat yg g bisa dibilang mudah, malah terlihat kejam bgt. sampe Ming yg g bisa kehilangan Kyu bertekat untuk membantu Kyu.

    aku pikir Kyu bakalan mati, untung ada Ming. kekuatan cinta memang luaaarrr biasa ^^

  11. kata2 ming yg trakhir tw ‘ ayo kita pulang kyu’ entah kenapa, terasa gmna gtu antara terharu dan jg lega, paling tidak kyu gk mati
    keren ini, ciyus dh

  12. emang ya cinta nggak lihat orangnya seperti apa, mau mafia pembunuh kl udah hati yg ketemu mah di libas, kyumin selau akan bersatu meskipun WonKyu bertebara. hahahahahahaha!

  13. demi apa ngebayangin kyu ciat ciat pake pedanganya dan sendirian pula berasa hero banget…. salut buat kenekatan kyu yg akhirnya berbuah manis… karena surprise yg ngebantu d detik2 terakhirnya adalah ming, perjuangan cinta yg menakjubkan. °^°

  14. Ah kyuhyun udah terlepaa dr dunia mafia dong? Bayangin kyumin ngelakuin ini keren banget >.< tp ga sanggup kalo ini beneran kejadian hahaha. Keep writting ya. Fighting!

  15. wowww keren… berasa nton movie action.
    dari awal sampe end bner” kerennn..
    tapi masih penasarn siapa sungmin sebenarnya..
    author sequeelll donkk..😀
    #plakkk reader bnyk permintaan😛

    mian ya thor aku ikut baca.. hehehehe
    gomawoo, ff’y Jjangg !!! (y)

  16. ah btpa krennya kyu dg pedang nya!!!! aplgi yg dy brusaha brdri brtumpu sma pdangnya itu.. so cool psti deh ya.. hhhhah dam kyu sketika kelu ktika tau min slmtin dy,, min bnuh org2 yg trsisa.. emg kyu aja yg bisa,, min jga bsa.. min kluar dr G-falcon krna pgen idup tntrem ama min,, dma min mnjmput kyu yg krna pgen slamanya sma kyu.. how sweet.. kisah mnis dg prtruhan nyawa~
    ah mian min eonni,, rida baru smpet baca~😦
    mksih y eon uda ditag.. waiting for next story n next chap for mr perfect.. hhhhi ~^^
    no comment for min dating rumor.. bagi rida min msih ttp min yg dlu.. fighting min!!! ^^)9

  17. wah gk nyangka Ming jg hebat kya Kyu apa karna dia di besarin oleh seorang mantan mafia jdinya Ming jg punya kekuatan n keahlian gtu. Tp akhirnya Ming gk mau cuman diam az dia lbih milih buat bantuin Kyu biar dia bsa sma2 Kyu lgi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s