Club of Word No.7

large2

Tik tik tik tik……

Suara langkah kaki itu terdengar kembali. Melangkah pelan dari balik gelap. Terdengar semakin mendekat. Semakin mendekat, semakin mendekat dan kemudian berhenti. Dia berhenti di sana, di balik gelap itu. Samar namun aku tahu Dia ada. Berdiri dibalik gelap itu seperti cermin. Aku bahkan dapat merasakan senyumannya yang membuat tubuhku bergetar pelan dan nyaman dalam waktu bersamaan. Ini aneh.

Apa kita pernah bertemu sebelumnya?

“Oh, kita pernah bertemu. Di kamar bangsal atau di kamar para pelacur. Mendengar dongeng yang membuat rasa marah, bahagia, sedih, kecewa dan jijik melebur jadi satu. Menikmati sekerat mimpi yang terbuang dari larut malam yang malas bercerita.”

Hanya itukah?

“Tidak. Kita juga berbicara tentang tubuh, jiwa dan roh. Tapi aku lebih suka ketika kita berbicara tentang hal itu. Ketika aku bertanya padamu jika tubuh adalah rumah dan kau mendapati ada pencuri di rumahmu, apa yang akan kau lakukan?”

Dia kembali tersenyum. Senyum itu lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s