My sweet terorrist

urlCast : Akashi Seijuro, Furihata Kouki
Warning : Shounen-ai, AU, ending yang gantung
Lenght : Ficlet
Genre : Romance
Disclaimer : This Fic belongs to me. Kuroko no basket belongs to Fujimaki Tadatoshi. I don’t take any personal commercial advantages from making this fanfiction. Purely just for fun
Summary : Bagaimana jika sebenarnya Fuirhata kouki tidaklah selemah dan sepengecut yang terlihat? Tidak ada yang tahu. Tidak ada yang sadar, sisi gelap yang disembunyikan si pemuda lemah. Kecuali satu orang, sang emperor yang akan melakukan apapun demi sang chihuahua yang tak terduga.

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

~Presented by@Min kecil~

BOOMM!!

Siang itu ketenangan kota Tokyo sedikit terusik ketika tiba-tiba sebuah gedung dua lantai sebuah restoran keluarga meledak. Suara ledakannya yang begitu keras mengejutkan semua orang. Dalam sekejap suasana berubah menjadi panik, dan keadaan menjadi sangat kacau. Orang-orang berlarian menyelamatkan diri dan berteriak. Mobil-mobil pemadam kebakaran, ambulans dan polisi mulai berdatangan. Dengan sigap dan cepat mereka melakukan pekerjaan masing-masing. Orang-orang berkumpul di belakang garis polisi, menyaksikan kekacauan itu dengan wajah tegang, cemas dan geram. Mereka saling berbicara tentang insiden teror bom yang sedang marak terjadi akhir-akhir ini.

Namun di antara wajah-wajah tegang itu, hanya satu orang yang ikut menyaksikan kekacauan itu dengan wajah tenang. Laki-laki bersurai merah itu berdiri di antara keramaian, memperhatikan semua orang dibalik topi hitamnya. Pada wajah-wajah tegang itu, pada para polisi yang terlihat geram, pada orang-orang yang menangis ketakutan, dan pada kepanikan disekitarnya. Kemudian Laki-laki itu membalik tubuhnya dan beranjak pergi meninggalkan kerumunan itu sambil menarik topi hitamnya ke bawah untuk menutupi senyuman kecil di wajahnya. Pasti ada yang salah dengannya, karena semua itu justru terlihat menyenangkan baginya. Tidak ada ketakutan, kesedihan, ataupun perasaan bersalah. Ya, seperti yang selalu dikatakan orang itu. Ini demi perjuangan.

~+~+~+~

Furihata Kouki duduk di dalam mobilnya yang diparkir tidak jauh dari restoran keluarga itu. Ia bersandar pada stir kemudi dan memperhatikan dengan mata berbinar ketika gedung restoran yang terdiri dari dua lantai itu tiba-tiba meledak. Ketika gedung dua lantai itu mulai hancur dan runtuh, ia menyeringai. Dengan perasaan senang ia memperhatikan kepanikan yang terjadi akibat ledakan bom tersebut.

“Satu lagi jatuh… satu lagi jatuh…” gumamnya senang.

Pintu di kursi penumpang terbuka dan seorang laki-laki bersurai merah beranjak masuk ke dalam mobil. Laki-laki itu menutup pintu mobil lalu membuka topi hitam yang menyembunyikan wajah tampannya. Furihata menegakkan tubuhnya dan menoleh memandang laki-laki tersebut.

“Itu ledakan yang sangat indah, Sei. Kau melakukannya dengan sangat baik,” Furihata berkata sambil tersenyum puas.

Akashi Seijuro memandang kekasihnya dan tersenyum. “Tentu saja. Aku melakukannya sesuai dengan perintahmu,” katanya.

“Ya, dan aku melakukannya demi perjuangan kita,” kata Furihata, suaranya terdengar sangat menyakinkan.

Sejenak Akashi terpaku menatap Furihata, pada matanya yang selalu membuatnya terpikat, menjeratnya begitu kuat. Ia mengulurkan satu tangannya menyentuh wajah manis sang kekasih, menariknya, lalu mengecup bibirnya dengan lembut. Ini berlangsung cukup lama. Dan ketika ciuman itu berakhir Furihata tersenyum manis dan nampak sedikit malu-malu, membuat si surai merah bergetar senang. Kemudian Furihata menyalakan mesin mobil lalu mengendarainya pergi meninggalkan kekacauan di belakang mereka. Sambil menyetir Furihata berbicara tentang rencana mereka selanjutnya. Dan ketika Furihata berbicara kembali tentang doktrin-doktrinnya, Akashi mendengarkannya dengan penuh keterpikatan. Doktrin tentang perjuangan, pembebasan, kemerdekaan, dan hidup.

“Kau akan melakukannya untukku ‘kan, Sei?” tanya Furihata.

Akashi mengerjap sesaat, tersadar dari keterpikatannya pada si surai cokelat. Tersadar bahwa sejak tadi ia tidak mengalihkan pandangannya dari pemuda manis itu. Kemudian ia tersenyum dan menjawab, “Ya, tentu saja. Aku akan melakukan apa pun untukmu.”

Furihata tersenyum. Ia meraih tangan Akashi, dan Akashi mengenggamnya dengan hangat. Mereka saling memandang sesaat. Dan lagi-lagi sorot mata itu membuat Akashi terpaku. Sungguh, ia sangat menyukai mata itu, mata yang menyimpan separuh purnama. Membuatnya begitu tergila-gila. Akashi menatap Furihata lekat-lekat dan berpikir bagaimana ia begitu menyukai sosok manis ini. Sosok manis, yang pada kenyataannya, adalah seorang teroris! Seekor chihuahua yang tidak terduga, yang membuatnya semakin bergairah untuk terus hidup, mungkin dengan hidup lebih lama Akashi tak takut lagi kehabisan kenangan.

Furihata Kouki adalah laki-laki yang kuat. Ada kelembutan dalam tatapan matanya yang mendera-dera, mata yang menyimpan separuh purnama. Sorot purnama yang membuat Akashi patuh pada semua perintah yang diberikan. Dengan cekatan, ia menyelesaikan semua perintah tanpa sedikitpun kesalahan.

Ya, Akashi akan melakukan apapun demi sang chihuahuanya yang tak terduga. Sang chihuahua yang telah berhasil menaklukan sang singa yang absolut. Apapun, meski itu artinya ia harus menjadi musuh dunia sekalipun!

~Fin~

One thought on “My sweet terorrist

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s