Step to confession / part 4

Gambar

Pairing : KyuMin / YeMin / YeWook || Genre : Romance || Length : Chaptered ||Warning : Boys love, shounen-ai || Disclaimer : Story belong to me, KyuMin belong each other || Summary : Kyuhyun dan Sungmin bertaruh, yang membuat Sungmin terpaksa setuju untuk menikah dengan bosnya itu. Tapi diam-diam Sungmin menyukai seseorang yang pernah menyelamatkannya dulu, yaitu Yesung. Sayangnya Yesung tidak ingat pada Sungmin. Di hari pernikahan, Kyuhyun kembali mengajak Sungmin untuk bertaruh. Kyuhyun menantang Sungmin untuk menyatakan perasaannya pada Yesung sebelum pernikahan mereka di mulai. Berhasilkah Sungmin?

  Baca lebih lanjut

Iklan

Dance on the sand / part 3 : run like a shadow

Gambar

Pairing : KyuMin, HaeHyuk, KiHae, YeWook || Genre : Fantasy, Romance || Length : Chaptered || Warning : Boys love, shounen-ai, AU || Disclaimer : Story belong to me, all characters name belong to themselves || Summary : Sungmin tidak peduli apakah penyihir itu nyata atau hanya dongeng. Permasalahan hidupnya sudah cukup menyita perhatiannya. Tapi saat penghujan menyelesaikan tangisannya di satu malam, saat tanpa sengaja ia menemukan batu shellrock terakhir yang menjadi legenda. Sungmin tahu itu bukan hanya sekedar dongeng.

Baca lebih lanjut

Dance on the sand / part 2 : the beginning start

Gambar

 

Pairing : KyuMin, HaeHyuk, KiHae, YeWook || Genre : Fantasy, Romance || Length : Chaptered || Warning : Boys love, shounen-ai, AU || Disclaimer : Story belong to me, all characters name belong to themselves || Summary : Sungmin tidak peduli apakah penyihir itu nyata atau hanya dongeng. Permasalahan hidupnya sudah cukup menyita perhatiannya. Tapi saat penghujan menyelesaikan tangisannya di satu malam, saat tanpa sengaja ia menemukan batu shellrock terakhir yang menjadi legenda. Sungmin tahu itu bukan hanya sekedar dongeng.

Baca lebih lanjut

Dance on the sand / Part 1 : Let the story begin

Gambar

Pairing : KyuMin, HaeHyuk, KiHae, YeWook || Genre : Fantasy, Romance || Length : Chaptered || Warning : Boys love, shounen-ai, AU || Disclaimer : Story belong to me, all characters name belong to themselves || Summary : Sungmin tidak peduli apakah penyihir itu nyata atau hanya dongeng. Permasalahan hidupnya sudah cukup menyita perhatiannya. Tapi saat penghujan menyelesaikan tangisannya di satu malam, saat tanpa sengaja ia menemukan batu shellrock terakhir yang menjadi legenda. Sungmin tahu itu bukan hanya sekedar dongeng.

Baca lebih lanjut

Dance on the sand / prolog

Gambar

Penyihir hanyalah dongeng. Mereka tidak pernah ada. Begitu yang selalu di ucapkan oleh orang tua pada anak mereka. Tapi jika kau lebih teliti dan menyadarinya, kau akan menemukan mereka. Kaum penyihir dengan penjaga mereka yang disebut dengan “shellrock”, batu kristal hidup yang dapat ditetaskan sesuai dengan wujud pilihan tuannya, berjalan di antara manusia yang mengira mereka hanyalah dongeng belaka. Hingga hari ini.

 

Seperti dalam kisah yang selalu para orang tua ceritakan pada anak mereka ketika malam tiba. Tentang yang baik dan jahat. Cahaya dan kegelapan. Hitam dan putih. Tapi satu cerita yang tidak pernah mereka tahu. Tentang kelompok penyihir bernama Heaven dan Hell, kelompok yang begitu berbeda. Dengan sebuah legenda tentang kristal hidup yang serba bisa, yang terkuat. Shellrock terakhir.

 

Sungmin tidak peduli apakah penyihir itu nyata atau hanya dongeng. Permasalahan hidupnya sudah cukup menyita perhatiannya. Tapi saat penghujan menyelesaikan tangisannya di satu malam, saat tanpa sengaja ia menemukan batu shellrock terakhir yang menjadi legenda. Sungmin tahu itu bukan hanya sekedar dongeng.

 

Dan cerita ini di mulai….

A Warning

Gambar

Pairing           : KyuMin / slight YeWook

Genre            : Horror atau misteri ?

Length           : Drabble

Warning         : BL, Shounen-ai

Disclaimer     : Dari cerita “Peringatan Dari Ibu” dalam komik Ghost School karya Kiyomi Ogawa. Ada perubahan dan tambahan agar dapat sesuai dengan cerita couple tersayang kita.

Summary       : Sebuah kisah misterius tentang firasat buruk. Apa mungkin pria yang muncul dalam mimpi Sungmin itu adalah peringatan dari mendiang suaminya agar ia terhindar dari kecelakaan itu? *Ok, bad summary*

  Baca lebih lanjut

Ilusi cemburu

Gambar

Pairing           : KyuMin / YeWook / slight KyuWook

Genre            : Angst, family

Length           : One Shoot

Warning         : Boys love, yaoi, M-preg

Disclaimer       : Terinspirasi dari pengalaman seseorang.

Summary         : Ok, satu-satu. Sungmin berselingkuh, Kyuhyun juga berselingkuh. Selingkuhan Sungmin adalah supir mereka, selingkuhan Kyuhyun adalah istri……supir mereka.

  Baca lebih lanjut

A quiet drizzle / part A

Gambar

Pairing            :  KyuMin / slight YeWook

Genre            :  Tragedy 

Length            :  Two Shoot

Warning          :  Boys Love, Shounen-ai, M-Preg

Disclaimer        :  Story belong to me, KyuMin and YeWook belong to each other

Summary          : Tanpa gerimis, hujan akan kalang kabut. Tanpa hujan, gerimis yang kehilangan. Suatu senja……sesenyap gerimis.

  Baca lebih lanjut

KyuMin series C : You just mine / part 6

Pairing          : KyuMin  / YeWook

Genre           : Angst

Length          : Chapter

Warning        : Boys love, shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin and YeWook belong to each other

Summary       : Kunikmati tawaran malam untuk kembali meraba jejakmu. Di sini bibirku lama menunggu bibirmu

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

 Previously in part 5

Sungmin berhenti minum saat tiba–tiba Ryeowook berteriak cemas. Botol ditangan Minji terjatuh dan pecah. Sungmin memandang Minji yang memegang perutnya yang kesakitan.

“Ba…bayiku…” kata Minji kesakitan.

 

Sungmin masih terpaku memandang Minji. Ryeowook yang mulai panik, Yesung yang segera sibuk menelpon dan suasana club yang berubah semakin ramai karena insiden kecil ini. Sungmin tersadar saat beberapa petugas ambulance datang dan mengangkut tubuh Minji pergi. Ryeowook mengguncang pelan tubuh Sungmin dan menariknya pergi. Sungmin masih terdiam terpaku saat mobil Yesung membawanya pergi menuju rumah sakit. Sungmin tersadar, mungkin kehamilan Minji dalam bahaya. Dan ini karena pertaruhan bodohnya.

 

part 6

Kyuhyun sedang duduk berhadapan dengan ayahnya yang sedang memandangnya tidak percaya. Raut wajahnya mengernyit aneh memandang Kyuhyun, seolah putranya sudah mulai gila.

 

“Kau tahu apa yang baru saja kau katakan?” tanya tuan Cho.

“Aku tahu” jawab Kyuhyun dengan tenang.

 

Tuan Cho mendengus tidak percaya.

“Kau ingin menceraikan Minji, dan alasanmu?” tanya Cho masih tidak percaya.

“Aku mencintai orang lain” jawab Kyuhyun.

 

Tuan Cho diam sesaat memandang putranya.

“Kau tahu, ibumu pasti akan segera pingsan jika mendengar ini” kata tuan Cho.

“Karena itu aku bicara dengan ayah, yang tidak pingsan mendengarku” kata Kyuhyun.

 

Tuan Cho tertawa kemudian memandang putranya dengan serius.

“Tidak bisa. Aku menolaknya” kata Tuan Cho.

 

“Aku tidak datang untuk meminta persetujuan ayah, aku hanya ingin memberitahu saja. Aku tidak pernah mencintai Minji” kata Kyuhyun.

 

“Cinta! Apa cinta bisa memberimu makan dan bertahan hidup? Persetan dengan cinta!” kata Tuan Cho mendengus.

 

“Apa uang bisa memberi kebahagiaan? Uang ayah sudah banyak, tentu ayah sudah cukup bahagia saat ini bukan?” kata Kyuhyun tersenyum tenang.

 

Tuan Cho mendelik memandang Kyuhyun.

“Kau…! Kau sudah pintar bicara. Dengar Kyuhyun, saat kau memilih DJ sebagai pekerjaanmu aku tidak menolaknya. Aku tidak meminta banyak padamu, hanya nikahi Minji” kata tuan Cho.

 

Kyuhyun mengernyit memandang ayahnya.

“Ayah lupa? Ayah sudah meminta terlalu banyak padaku. Menjadi anak yang baik dan penurut, bersekolah di luar negeri, bahkan memaksaku menikah dengan orang yang tidak aku cintai, dan ibu selalu menuntutku untuk memberi cucu. Kalian, selalu memaksakan kehendak padaku” kata Kyuhyun.

 

“Apa yang sedang kau katakan?” tanya tuan Cho mulai emosi.

“Tidakkah kalian lelah? Sementara aku saja sudah kelelahan. Aku lelah terus dipaksa oleh kalian” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun duduk dengan tenang memandang ayahnya yang terlihat marah. Cuping hidungnya kembang–kempis menahan marah, wajahnya memerah, matanya mendelik, telapak tangannnya menggenggam dengan kuat. Kyuhyun hanya tersenyum memandang pria paruh baya yang duduk di depannya, seulas senyum dingin yang membuat tuan Cho terdiam. Tuan Cho tersadar, putranya serius kali ini.

 

Satu jam kemudian Kyuhyun mengakhiri pembicaraan dengan ayahnya. Ia tersenyum memandang ayahnya yang diam tidak berkutik. Entah bagaimana, akhirnya Kyuhyun memenangkan perdebatan ini. Tuan Cho hanya memandang Kyuhyun yang berdiri dan beranjak pergi meninggalkan ruangannya.

 

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan senang dan menekan tombol lift. Ia harus menunggu beberapa menit sampai pintu lift terbuka. Kyuhyun merogoh sakunya mengambil ponselnya yang bergetar. Nama Yesung tertera pada ID caller.

 

“Yesung hyung, mworago?”

“Kyu, sebaiknya kau cepat ke rumah sakit”

“Mworago?”

“Minji……”

 

****

 

Sungmin berdiri didepan kamar rawat Minji. Bersender pada dinding dan menggigit ujung kukunya dengan gelisah. Ryeowook berdiri disampingnya. Menyentuh bahunya dan mengatakan ini bukan salahnya, salah perempuan itu karena tetap nekat minum alcohol. Sungmin menoleh saat pintu kamar rawat terbuka. Yesung melangkah keluar dan memandang Sungmin yang sedang gelisah.

 

“Dia baik–baik saja. Hanya reaksi karena alcohol berlebihan yang ia minum. Sebenarnya, sejak kecil Minji memang lemah terhadap alcohol” kata Yesung mencoba menenangkan.

 

Sungmin kembali mengigit ujung kukunya dengan gelisah.

“Bagaimana jika Kyu akan meninggalkanku karena ini? Bagaimana jika mereka tidak jadi bercerai?” Sungmin bersuara dengan cemas.

 

Ryeowook mendesah dan merangkul bahu Sungmin dengan lembut, mencoba menenangkannya.

“Tenanglah hyung, Kyuhyun tidak akan meninggalkanmu. Dia sudah berjanji untuk menceraikan Minji dan memilih tetap bersamamu, bukan?” kata Ryeowook tersenyum.

 

Ryeowook menoleh memandang Yesung yang sedang menelpon. Beberapa menit kemudian Yesung menutup ponselnya dan memandang Ryeowook. “Kyuhyun akan segera datang. Dia dalam perjalanan menuju kesini” kata Yesung.

 

“Bagaimana dengan keluarga Minji?” tanya Ryeowook.

“Umm…mereka sedang berada di Cina. Mungkin mereka segera kembali besok” jawab Yesung.

 

20 menit kemudian. Yesung menoleh memandang ujung lorong. Sosok Kyuhyun terlihat berlari mendekat. Wajahnya terlihat cemas. “Bagaimana ini bisa terjadi?” tanya Kyuhyun.

 

“Minji mencoba menghabiskan sebotol wiski. Ia sedang bertaruh dengan Sungmin” jawab Yesung menjelaskan.

“Mwo? Wiski?” kata Kyuhyun terkejut.

 

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin yang masih menunduk tanpa suara. Tapi Kyuhyun dapat melihat tubuhnya yang bergetar karena gelisah.

 

“Ini bukan sepenuhnya salah Sungmin hyung. Istrimu yang lebih dulu membuat masalah. Dia datang memberikan sejumlah uang dan menyuruh Sungmin hyung untuk menjauh darimu. Dia bahkan memberikan tiket pesawat menuju Kanada untuk Sungmin hyung. Dia ingin mengusir Sungmin hyung” kata Ryeowook berusaha membela Sungmin.

 

Kyuhyun beralih memandang Yesung.

“Bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Kyuhyun.

“Sudah lebih baik tapi masih lemah. Dia sedang menunggumu” jawab Yesung.

 

Sesaat Kyuhyun memandang Sungmin yang masih menunduk tanpa suara, mengigit ujung kukunya dengan gelisah. Kyuhyun menyentuh kepala Sungmin sesaat kemudian beranjak masuk ke dalam kamar rawat. Diatas ranjang pasien, Minji terbaring dengan lemah. Minji tersenyum lemah saat melihat Kyuhyun. Wajahnya terlihat pucat.

 

“Kau baik–baik saja?” tanya Kyuhyun.

“Ne, sudah lebih baik. Hanya sedikit lemah” jawab Minji.

 

“Bagaimana dengan bayinya?” tanya Kyuhyun.

“Bayinya tidak apa–apa. Aku hampir meracuninya, tapi syukurlah bayinya baik–baik saja” jawab Minji tersenyum.

 

Hening sejenak.

“Kenapa kau sebodoh ini Minji? Kau ingin membunuh bayimu?” tanya Kyuhyun.

“……tidak, maafkan aku. Aku hanya—“ jawab Minji.

 

“Kau ingin memisahkan aku dengan Sungmin hyung? Dengan membayarnya sejumlah uang dan tiket pesawat? Seperti inikah caramu?” potong Kyuhyun dengan dingin.

 

Minji mendesah dengan sedih sesaat.

“Maafkan aku oppa. Aku…aku hanya ingin mempertahankanmu. Aku tidak rela Sungmin ssi mengambilmu dariku” kata Minji.

 

“Dan kau nekat menerima taruhan Sungmin hyung? Seumur hidupmu, kau tidak pernah tahan dengan alcohol Minji. Aku sangat terkejut saat Yesung hyung mengabariku tentang ini” kata Kyuhyun.

 

“Maaf…sudah membuatmu cemas” kata Minji.

“Jangan berbuat bodoh lagi Minji, kau sedang hamil saat ini” kata Kyuhyun memperingatkan.

“Ne, araseo” kata Minji.

 

Kembali hening sejenak.

“Tadi aku ke kantor ayah” kata Kyuhyun memecah keheningan.

 

Minji menoleh memandang Kyuhyun.

“Lalu?” tanya Minji.

 

“Aku sudah berbicara dengan ayah tentang perceraian kita, juga tentang Sungmin hyung” kata Kyuhyun.

 

Minji memandang Kyuhyun dengan sedih. Ia tahu, Kyuhyun serius ingin bercerai darinya. Tadinya ia berharap, tuan Cho akan marah dan menolak hal ini. Ia tahu, tuan Cho pasti akan seperti itu. Namun harapannya segera memudar saat memandang Kyuhyun. Minji tahu, meski tanpa persetujuan orang tua mereka, Kyuhyun pasti akan tetap menceraikannya. Seperti inikah akhir kisahnya?

 

****

 

Pintu kamar rawat terbuka. Kyuhyun melangkah keluar dan beranjak mendekati Sungmin.

“Sungmin hyung…” panggil Kyuhyun.

 

Sungmin mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun dengan menyesal.

“Maafkan aku Kyu. Aku tidak bermaksud menyakitinya. Aku tidak bermaksud membunuh bayinya. Aku hanya…terlalu marah. Dan…” kata Sungmin.

 

Kyuhyun membelai wajah Sungmin dengan lembut.

“Tidak apa–apa hyung. Aku mengerti, ini bukan sepenuhnya salahmu” kata Kyuhyun.

“Kau…tidak akan meninggalkan aku ‘kan Kyu?” tanya Sungmin.

 

Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Bukankah aku sudah berjanji untuk selalu disisimu?” jawab Kyuhyun tersenyum.

 

Kyuhyun memeluk Sungmin yang mulai terisak.

“Sudah, jangan menangis hyung. Ini rumah sakit” kata Kyuhyun terkekeh. Sungmin merengut dipelukan Kyuhyun.

 

“Minji ingin bertemu denganmu” kata Kyuhyun melepas pelukannya.

Sungmin memandang Kyuhyun dengan ragu.

“Tidak apa hyung” kata Kyuhyun tersenyum meyakinkan.

 

Sungmin menganggukkan kepalanya dan membiarkan Kyuhyun menariknya pergi memasuki kamar rawat Minji. Minji menoleh memandang kedatangan Kyuhyun dengan Sungmin Ia memandang tangan mereka yang saling bertaut, dan seketika ia merasa kalah.

 

“Umm…Minji ssi, maafkan aku, hampir membahayakan nyawamu dan bayimu. Aku Sungguh minta maaf” kata Sungmin membungkukkan kepalanya meminta maaf.

 

“Tidak apa Sungmin ssi. Aku dan bayiku baik–baik saja” kata Minji.

 

Sungmin mengangkat kepalanya memandang Minji. Ia gelisah, namun tangan Kyuhyun yang sedang menggenggamnya dengan kuat kembali membuatnya tenang. Disisinya Kyuhyun berdiri dengan tenang dan tanpa suara. Seakan menjaganya.

 

“Sungmin ssi” panggil Minji.

“Ne?” jawab Sungmin.

 

“Apa…kau akan melepaskan Kyuhyun oppa untukku seperti saat itu? Anggap saja aku sedang memohon padamu. Jika tidak demi aku, demi bayi diperutku ini” kata Minji.

 

Sungmin terdiam sesaat. Ia kembali merasa gelisah. Ia tidak ingin menjadi orang jahat yang merebut suami orang dari istri yang sedang hamil. Tapi Sungmin juga tidak ingin kehilangan Kyuhyun. Melepaskan Kyuhyun saat itu sudah cukup membuatnya tersiksa. Ia hampir gila dengan perasaan ini. Sungmin menoleh sesaat memandang Kyuhyun yang sedang memandang lurus dengan tenang, kemudian memandang Minji yang masih menunggu jawabannya.

 

“Maaf, aku tidak bisa. Anggap aku orang yang jahat, tapi aku sungguh tidak bisa melepaskan Kyuhyun lagi. Tidak lagi” kata Sungmin.

 

Minji memandang Sungmin dengan sedih dan kecewa.

“Maafkan aku Minji ssi” kata Sungmin.

 

Minji terdiam sesaat. Ia menyentuh perutnya yang besar dan mendengus tersenyum.

“Aku kalah yah, Sungmin ssi? Dipertaruhan itu aku gagal menghabiskan wiski itu. Botolku masih terisi setengah” kata Minji.

 

“Kau cukup baik untuk seorang pemula” kata Sungmin.

“Senang mendengarnya” kata Minji kembali tersenyum.

 

Min ji mendesah sesaat dan menoleh memandang Kyuhyun.

“Kyuhyun oppa” panggil Minji.

“Ne?” jawab Kyuhyun.

 

“Aku…aku akan menandatangani surat cerai itu. Tapi aku ingin satu syarat” kata Minji.

“Mwo?” tanya Kyuhyun.

 

Minji menghela nafasnya sesaat. Sementara itu Sungmin sedang menunggu dengan tegang.

“Ceraikan aku setelah aku melahirkan. Setidaknya ijinkan bayi ini untuk bertemu dengan ayahnya sekali saja. Setelah itu aku tidak akan mengganggu kalian” kata Minji.

 

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin yang sedang terkejut.

“Hyung, kau bisa menunggu? Hanya dua bulan” tanya Kyuhyun.

 

Sungmin masih terkejut dan hanya menganggukkan kepalanya. Kyuhyun tersenyum dan menggenggam tangan Sungmin semakin erat. Ia beralih memandang Minji.

“Baiklah Minji” kata Kyuhyun setuju.

 

****

 

Dua bulan kemudian…

 

Sesuai dengan perjanjian, Kyuhyun dan Minji bercerai setelah Minji melahirkan. Seorang bayi laki–laki lahir dengan sehat. Untuk pertama dan terakhir kalinya Kyuhyun menggendong bayinya. Begitu kecil dan rapuh, membuatnya ingin selalu menjaganya. Namun sesuai dengan persetujuan keluarga, bayinya dirawat oleh Minji. Tidak ada yang bisa mencegah perceraian itu, begitu juga dengan kedua orang tua mereka. Setelah proses perceraian selesai, Minji dan kedua orang tuanya pindah ke Cina.

 

Tuan dan nyonya Cho tidak bisa berbuat banyak saat Kyuhyun menjatuhkan pilihannya pada Sungmin. Mereka sadar, mereka tidak bisa lagi memaksa Kyuhyun. Sudah terlalu banyak mereka memaksa putra mereka dengan sesuatu yang bukan keinginannya. Menyadari Kyuhyun tersiksa dengan perasaan cintanya yang terhalang status. Menyadari sudah saatnya memberi kebebasan pada Kyuhyun.

 

Mulai hari ini, akhirnya Sungmin bisa tersenyum lagi. Tidak ada lagi air mata. Siksaan itu menghilang bersamaan dengan bayang–bayang yang menggodanya, membisikkan kalimat yang sama berulang kali. You just mine. Yeah, ia adalah milik Kyuhyun. Dan Kyuhyun adalah miliknya, hanya miliknya.

 

Untuk merayakannya, Kyuhyun dan Sungmin berlibur di pulau Jeju, setelah berhasil memaksa Yesung untuk memijamkan kembali villanya. Diluar hujan tengah bersetubuh dengan bumi, menaburi rahimnya dengan benih kehidupan. Menyaksikan percumbuan yang baru saja berakhir. Dua cangkir kopi dan pakaian yang berceceran dilantai. Sungmin menarik Kyuhyun semakin erat ke sisinya, dan meletakkan kepalanya di dada Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum dan merangkul tubuh Sungmin yang telah kering dari keringat, dan melembab.

 

“Kyu…”

“Hn?”

 

I love you. I really do. Apa kau tahu itu?”

 

Kyuhyun tertawa kecil dan tersenyum.

“Yeah, aku sangat tahu itu hyung. I love you too

 

Sungmin memeluk Kyuhyun semakin erat.

“Jangan tinggalkan aku lagi Kyu. Jangan lukai aku lagi, karena pasti aku tidak akan dapat bertahan lagi. Cukup Minji saja. Jangan ada Minji kedua, ketiga, dan Minji–Minji lainnya”

 

“Tidak hyung. Aku hanya ingin bersamamu. Hanya kau”

 

Sungmin melepaskan pelukannya dan mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun.

“Kalau begitu, aku akan berada disisimu selamanya”

 

Kyuhyun tersenyum dan beranjak mendekat untuk mencium Sungmin. Sungmin memejamkan matanya merasakan lidah Kyuhyun yang seakan menari didalam mulutnya. Ia begitu menyukai gerak lidah Kyuhyun yang selalu berhasil membuatnya seperti ingin meledak, Sungmin selalu menyukainya. Sungmin membuka matanya saat ciuman itu berakhir. Ia memandang Kyuhyun yang kembali menggodanya, membiarkan suara itu kembali membuat tubuhnya bergetar. Memandang matanya yang seakan kembali menenggelamkannya. Sungmin tersenyum menyambut Kyuhyun dalam pelukannya, tanpa rasa takut. Tak ada luka, tak ada dusta, tak ada yang bersisa. Kembali bercengkrama dengan bahasa yang tidak disapa kehidupan.

 

You just mine Kyu” bisik Sungmin.

 

Sungmin menarik Kyuhyun semakin erat ke sisinya, seolah tidak akan ia lepaskan lagi. Sungmin tidak merasa ragu. Yeah, ia tidak lagi ragu bahwa Kyuhyun adalah miliknya. Hanya miliknya. Sungmin terduduk dikasur, tersenyum memandang Kyuhyun yang berbaring disisinya dengan lelah, dengan selimut yang menutupi setengah tubuh telanjangnya. Sungmin beranjak bangkit dan mulai memungut pakaiannya yang tercecer dilantai.

 

Terdengar derap langkah kaki mendekat. Sosok Ryeowook muncul saat tiba-tiba pintu terbuka. “Sungmin hyung~~”  panggil Ryeowook.

 

Sungmin terkejut dan segera memakai pakaiannya dengan malu, sementara Kyuhyun hanya duduk dikasur dengan tenang, dengan selimut yang menutupi setengah tubuhnya. Ryeowook terkejut dan berusaha menutup matanya dengan malu.

 

“Omo!! Maaf…aku tidak tahu, kalian sedang…Yesung hyung~~” Ryeowook berlari keluar.

 

Sungmin memandang dengan bingung, kemudian menoleh pada Kyuhyun yang sedang terkekeh.

“Yesung hyung pasti akan membunuh kita, karena telah mengacaukan kamarnya” kata Sungmin mendesah. Kyuhyun hanya terkekeh senang.

 

****

 

Yesung menghempaskan tubuhnya disofa seraya merengut memandang Kyuhyun dan Sungmin.

God Lord!! Beraninya kalian melakukannya di villa’ku. Di kamarku!!! Aissh!! Kamarku jadi berantakan karena ulah kalian” omel Yesung tidak terima.

 

“Maaf hyung, aku akan membereskannya” kata Sungmin tersenyum meminta maaf.

“Ya! Kalian tidak mengatakan meminjam villa’ku untuk melakukan hal itu. Setidaknya kalian minta ijin dulu padaku” kata Yesung masih merengut.

 

Sungmin memandang Yesung dan merasa tidak enak

“Sudahlah hyung. Memangnya, apa yang biasa kalian lakukan dirumah Ryeowook, eoh?” kata Kyuhyun tersenyum jahil.

 

Yesung mendelik memandang Kyuhyun, sementara Ryeowook menunduk dengan malu.

“Salah kalian tidak mengatakan akan datang malam ini” kata Kyuhyun.

“Erm…kami bermaksud untuk membuat kejutan. Tapi…” kata Ryeowook mengangkat kepalanya dengan malu.

 

“Makanya, lain kali ketuk pintu dulu. Jangan asal masuk begitu saja” kata Kyuhyun membuat Ryeowook semakin malu.

 

“Maaf…” gumam Ryeowook kembali menutup wajahnya dengan malu.

 

Kyuhyun beranjak membuka kulkas dan mengambil sebotol jus jeruk. Meminumnya dan berkeliaran dengan santai disekitar Sungmin. Yesung mengernyit memperhatikan Kyuhyun dan mendesah dengan kesal.

 

“Tapi Cho Kyuhyun, setidaknya tolong pakai bajumu dulu. Kau pikir badanmu bagus!!! Bocah sialan!!” kata Yesung menunjuk tubuh Kyuhyun yang masih polos.

 

Kyuhyun hanya terkekeh tidak peduli kemudian beranjak ke kamar. Sungmin mendesah kemudian tersenyum menggeleng melihat kelakuan kekasihnya. Sungmin beranjak ke dapur, menyalakan kompor dan memanaskan air untuk membuat kopi. Berpikir, liburan kali ini pasti akan sangat ramai. Sungmin tersenyum.

 

fin

KyuMin series C : You just mine / part 5

Pairing          : KyuMin  / YeWook

Genre           : Angst

Length          : Chapter

Warning        : Boys love, shounen-ai

Disclaimer     : Story belong to me, KyuMin and YeWook belong to each other

Summary       : Kunikmati tawaran malam untuk kembali meraba jejakmu. Di sini bibirku lama menunggu bibirmu

 

 

No bash. No copas/plagiarism. Don’t like, don’t read. Don’t be silent reader.

 

 

~Presented by@Min kecil~

 

Previously in part 4

Namun saat pisau itu hanya tinggal beberapa senti menyentuh kulit Kyuhyun yang telanjang, tangan Sungmin terhenti karena suara Kyuhyun yang berbisik ditelinganya, mengatakan hal yang sangat ia inginkan, begitu lembut dan tulus. Sungmin memandang Kyuhyun seakan ia salah dengar.

 

“K…kau bilang apa?” tanya Sungmin.

“Aku bilang, aku akan menceraikan Minji dan bersamamu selamanya. Jika perlu, mungkin aku akan membunuhnya jika itu bisa membuatmu puas” jawab Kyuhyun.

Sungmin memandang Kyuhyun tidak percaya.

“……kau serius?” tanya Sungmin.

“Ya, itu keputusanku. Kali ini aku serius hyung” jawab Kyuhyun mantap.

 

part 5

Kuhyun kembali ke Seoul, sementara Sungmin tetap di Jeju menikmati sisa liburannya dengan tenang. Minji mengangkat kepalanya saat mendengar suara deru mobil yang ia kenal. Ia beranjak menuju pintu depan saat akhirnya ia melihat Kyuhyun melangkah masuk. Minji menghentikan kakinya saat Kyuhyun hanya memandangnya.

 

“Appa dari mana? Kenapa pergi tidak pamit padaku?” tanya Minji.

“Umm…maaf. Aku ada urusan mendadak di pulau Jeju. Ponselku mati jadi tidak bisa mengabarimu” jawab Kyuhyun seraya beranjak menuju kamarnya.

 

Minji beranjak mengikuti Kyuhyun, mencecarnya dengan pertanyaan–pertanyaan yang tentu saja sebagian tidak bisa ia jawab. Minji terdiam sesaat memandang Kyuhyun yang tidak kunjung menjawab pertanyaannya. Seketika rasa gelisah menderanya.

“Kau pergi dengan siapa? Apakah oppa berniat meninggalkanku?” tanya Minji.

 

Kyuhyun tidak menjawab dan melepas jas yang menutupi tubuh sempurnanya. Ia hanya mengernyit tidak nyaman dengan pertanyaan–pertanyaan yang terus dicecar oleh Min ji. Kyuhyun tidak tahu bagaimana reaksi Minji ketika mendengar jawabannya. Mungkin Min ji akan langsung melahirkan mendadak jika ia mendengar Kyuhyun menjawab, “Aku pergi ke pulau Jeju, menginap di villa milik Yesung, bercinta dengan Sungmin selama dua hari berturut–turut dan membicarakanmu serta sempat terlintas untuk membunuhmu! Sayangnya Sungmin tidak setuju, jadi aku hanya akan menceraikanmu!”, karena itu Kyuhyun hanya diam.

 

“Minji, aku sangat lelah. Please…” kata Kyuhyun menghentikan celotehan Minji.

“……araseo” kata Minji akhirnya kemudian beranjak pergi.

 

Kyuhyun merebahkan tubuhnya di kasur yang selalu ia rindukan dan terpaksa harus ia bagi dengan orang yang tidak ia cintai. Perlahan Kyuhyun tertidur. Beberapa jam kemudian Minji membangunkannya.

 

“Oppa bangun, saatnya makan malam” kata Minji seraya mengguncang pelan tubuh Kyuhyun.

 

Kyuhyun menggeliat dan membuka matanya.

“Araseo, aku akan segera turun” kata kyuhyun seraya bangun.

 

Minji memandang Kyuhyun yang beranjak ke kamar mandi. Tidak lama terdengar suara air shower mengalir. Minji mendesah sesaat dan merapikan pakaian Kyuhyun yang diletakkan sembarangan oleh pemiliknya. Ia mengernyit saat mengendus hidungnya ke pakaian Kyuhyun, tercium aroma yang lain. Seperti aromanya saat selesai bercinta, dan aroma parfum yang lain. Rasa gelisah semakin menderanya. Dengan susah payah ia mencoba menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Mencoba mempertahankan tubuhnya yang hampir limbung. Minji masih memegang pakaian milik Kyuhyun, saat Kyuhyun keluar dari kamar mandi. Aroma shampoo tercium dari rambutnya yang masih basah.

 

Kyuhyun mengernyit memandang Minji.

“Minji, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Kyuhyun.

 

Minji menoleh memandang Kyuhyun yang sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk biru kesayangannya. Tangan Min ji meremas pakaian Kyuhyun ditangannya dengan kuat. Ia menghela nafasnya sesaat.

 

“Tidak. Aku hanya ingin merapikan pakaianmu. Cepatlah turun sebelum makanannya dingin” jawab Minji tersenyum.

“Araseo” kata Kyuhyun kemudian membuka lemari pakaiannya.

“Aku akan membawa pakaian ini untuk di cuci besok” kata Minji.

“Araseo” kata Kyuhyun seraya berpakaian.

 

Min i beranjak pergi. Namun ia berhenti sesaat diambang pintu dan menoleh.

“Appa” panggil Minji.

“Ne?” jawab Kyuhyun menoleh.

 

“Eh, aku hanya ingin tahu, siapa orang yang pergi bersamamu dan apa yang kalian lakukan bersama?” tanya Minji tiba-tiba.

 

Kyuhyun mengernyit sesaat memandang Minji, kemudian memalingkan wajahnya pada cermin.

“Aku tidak pergi dengan siapapun dan do nothing!” jawab Kyuhyun seraya merapikan rambutnya.

 

“Begitu. Umm…kira–kira, bagaimana kabar Sungmin ssi sekarang yah?” tanya Min ji seraya memainkan pakaian Kyuhyun ditangannya.

 

Kyuhyun menoleh dan kembali mengernyit memandang Minji.

“Dia baik, kurasa. Kenapa tiba–tiba kau bertanya tentang dia?” jawab Kyuhyun heran.

“Ah, tidak. Aku hanya bertanya” kata Minji tersenyum kemudian beranjak pergi.

 

Minji beranjak ke ruang cuci dan meletakkan pakaian Kyuhyun diantara tumpukan pakaian kotor lainnya. Ia masih merasakan gelisah yang mulai menggerogotinya, dan perlahan Minji mulai menangis. Ia tahu Kyuhyun telah berbohong. Dan ia bisa menebak siapa orang yang telah bercinta dengan suaminya di pulau Jeju, Sungmin. Seketika ia merasa marah. Dulu ia telah rela jika Sungmin akan mengambil Kyuhyun darinya, tapi kini tidak. Ia tidak bisa lagi merelakan Kyuhyun pada orang lain, pada Sungmin.

 

****

 

Minji memandang map cokelat yang diberikan oleh Kyuhyun. Entah kenapa rasa gelisah itu semakin terasa nyata. Minji mengangkat kepalanya memandang Kyuhyun yang sedang menikmati sarapan disampingnya.

 

“Apa ini oppa?” tanya Minji.

“Surat cerai” jawab Kyuhyun singkat.

“M…mwo?” kata Minji terkejut.

 

Minji membuka map cokelat itu. Isinya hanya selembar kertas yang cukup membuatnya terbelalak tidak percaya. Tangan Minji sedikit bergetar meremas kertas itu, dan matanya menelusuri setiap baris tulisan dengan nafas yang tertahan. Minji mengatur nafasnya sesaat kemudian memandang Kyuhyun.

 

“Kau ingin menceraikan aku?” tanya Minji.

“Ne, aku tidak bisa mempertahankan pernikahan ini lagi” jawab Kyuhyun.

“Tapi…ini terlalu mendadak. Wae?” tanya Minji.

 

Kyuhyun meletakkan sumpitnya dan memandang wajah Minji yang terkejut.

“Kau tahu alasanku” jawab Kyuhyun.

“Karena Sungmin ssi?” tanya Minji.

 

Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya. Minji mendengus tidak percaya. Lucu sekarang ia merasa terkejut dan marah, setelah sebelumnya ia sangat mengerti tentang masalah ini. Minji tahu, kelak Kyuhyun pasti akan menceraikannya demi Sungmin. Tapi tetap saja, ia merasa tidak rela.

 

“Kau masih……bertemu dengannya?” tanya Minji.

“Ne, dan ternyata aku tidak bisa melupakannya” jawab Kyuhyun.

 

Minji mendesah kecewa.

“Tolong jangan berwajah seperti itu Minji. Sejak awal kau sudah tahu resiko dari pernikahan ini, perjodohan konyol ini. Aku tidak pernah mencintaimu Minji” kata Kyuhyun.

 

“Tapi…oppa sangat baik padaku. Oppa adalah suami yang baik dan lembut” kata Minji masih tidak percaya.

 

“Aku hanya berusaha menjadi anak yang baik bagi orang tuaku. Aku hanya menjalani pernikahan ini sebagai kewajiban. Maaf Minji” kata Kyuhyun.

 

Minji menggelengkan kepalanya dan terisak kecil.

Please, don’t do this to me. Demi anak ini” kata Minji seraya menyentuh perutnya yang besar.

 

Kyuhyun mendesah sesaat.

“Maaf Minji, aku sungguh tidak bisa” kata Kyuhyun.

 

Kyuhyun memandang bahu kecil Minji yang naik turun karena isakan tangis, hampir membuatnya mengambil kertas itu dari tangan Minji dan merobeknya. Namun Kyuhyun berusaha bertahan dengan keputusannya, demi Sungmin.

 

“Kau tidak perlu khawatir dengan orang tua kita, aku akan mengurusnya. Aku harap kau tidak merobek surat cerai itu, karena aku sangat sulit mendapatkannya” kata Kyuhyun.

 

Minji tidak bersuara dan hanya menunduk.

“Kau tahu pernikahan ini harus dihentikan, sebelum aku melukaimu terlalu jauh. Tolong mengertilah Minji” kata Kyuhyun lagi.

 

Minji masih tidak bersuara. Kyuhyun mendesah dan beranjak pergi. Tidak lama terdengar suara deru mobil Kyuhyun yang melaju pergi. Minji masih tidak beranjak dari tempatnya. Ia terus memandang lembaran kertas ditangannya, surat cerai untuknya. Kyuhyun akan menceraikannya. Seketika Minji merasa dunianya seakan runtuh. Dunia yang susah payah Minji bangun dengan harapan mungkin Kyuhyun akan juga mencintainya. Minji mendengus mengingat Sungmin. Sungmin yang menarik perhatian Kyuhyun. Sungmin yang akan mengambil Kyuhyun darinya. Dan kali ini Minji tidak hanya akan diam saja seperti saat itu. Ia harus mempertahankan Kyuhun tetap disisinya.

 

****

 

Malam kembali dihentak oleh musik yang dimainkan oleh Yesung dibalik peralatan DJnya. Sementara itu, Sungmin dan Ryeowook sedang menikmati vodka mereka seraya mengobrol di meja mereka. Ryeowook meletakkan gelas vodkanya dan memandang Sungmin tidak percaya. Ia menggeser duduknya mendekati Sungmin.

 

“Benarkah itu?” tanya Ryeowook.

“Ne, aku tidak ingin dipermainkan lagi. Tapi Wookie, apa ini benar?” tanya Sungmin sedikit ragu.

 

“Hyung!! Jangan lemah seperti itu. Kau sudah memilihnya, maka kau harus siap dengan resikonya. Aku tidak bisa lagi mengatakan ini benar atau tidak, tapi aku tahu hyung sudah melakukan yang terbaik demi masa depanmu” kata Ryeowook.

 

“Kau terlihat seperti Yesung hyung saja, sama ajaibnya” kata Sungmin terkekeh.

“Tapi aku tidak aneh” kata Ryeowook.

 

Sungmin dan Ryeowook terkekeh bersama.

“Aku heran apa yang kau sukai dari Yesung hyung. Dia cukup ajaib dan aneh” kata Sungmin mengernyit.

 

Ryeowook kembali terkekeh dan memandang Yesung yang masih sibuk dibalik peralatan DJnya. Terlihat memukau bagi Ryeowook. “Aku mencintai Yesung hyung apa adanya. Kesempurnaannya, keajaibannya, maupun keanehannya. Itu Yesung yang aku tahu, dan sangat aku sayangi” katanya tersenyum.

 

“Aku mulai berpikir, beruntung Yesung hyung memiliki orang sepertimu disisinya” kata Sungmin ikut tersenyum.

 

“Dia memang sangat beruntung,” kata Ryeowook tersenyum bangga. “Jadi, kapan Kyuhyun akan menceraikan istrinya?” tanya Ryeowook menoleh memandang Sungmin yang sedang memainkan gelas vodkanya.

 

“Kyu bilang secepatnya” jawab Sungmin.

“Tapi aku tidak yakin perempuan itu akan menyetujui perceraian ini dengan mudah” kata Ryeowook.

 

“Wookie, kau mematahkan semangatku” kata Sungmin merengut.

“Owh, maaf hyung. Hehe…” kata Ryeowook tersenyum meminta maaf.

“Tapi, aku akan segera memiliki Kyu. Hanya milikku” kata Sungmin tersenyum.

 

Sungmin dan Ryeowook menikmati gelas vodka mereka seraya mengobrol. Sementara itu, seorang perempuan berjalan memasuki club. Pakaiannya yang anggun dan perutnya yang membuncit karena hamil, terlihat kontras dengan suasana club yang hiruk pikuk. Perempuan itu mengedarkan pandangannya mencari seseorang.

 

Yesung mengernyit memperhatikan perempuan itu. Kemudian ia mengangkat tangannya memberi tanda pada Henry untuk menggantikan posisinya. Henry merengut sesaat kemudian berkata sesuatu pada Zhoumi yang sedang merangkulnya dengan hangat. Zhoumi menganggukkan kepalanya, tersenyum dan melepaskan rangkulannya. Henry tersenyum dan mengecup singkat pipi Zhoumi kemudian beranjak mendekati Yesung yang terlihat tidak sabar. Yesung melepas headphonenya dan memberikannya pada Henry.

 

“Aissh, kau mengganggu saja hyung” gerutu Henry.

“Hanya sebentar Henry, please” kata Yesung tersenyum.

“Araseo, hanya malam ini” kata Henry mendesah dan memakai headphone ditelinganya.

 

Yesung tersenyum dan beranjak pergi, sementara Henry mulai memainkan peralatan DJnya dengan lihai. Menghentak malam dengan musiknya yang tidak pernah bisa ditolak. Yesung menyeruak keramaian disekitarnya seraya mengedarkan pandangannya. Segera ia menemukan perempuan itu. Penampilannya yang kontras dengan suasana club membuatnya mudah terlihat. perempuan itu terlihat bingung dan mencari seseorang. Yesung beranjak mendekatinya.

 

“Minji!” panggil Yesung.

 

Minji menoleh dan tersenyum.

“Yesung oppa” kata Minji tersenyum lega.

“Apa yang kau lakukan ditempat ini? Ini bukan tempat yang cocok untuk perempuan hamil” tanya Yesung mengernyit memandang perut Minji yang besar.

 

“Umm…aku sedang mencari seseorang” jawab Minji.

“Siapa?” tanya Yesung.

“Lee Sungmin” jawab Minji.

 

****

 

Sungmin memandang Minji yang duduk tenang didepannya. Perempuan yang pernah bertemu dengannya tujuh bulan yang lalu. Mata Sungmin beralih pada perut Minji yang telah membesar. Dibelakangnya Ryeowook dan Yesung memperhatikan mereka dengan tegang.

 

“Apa kabar Sungmin ssi?” kata Minji dengan suara halusnya.

“Baik. Bagaimana denganmu? Kelihatannya kehamilanmu semakin besar” tanya Sungmin berbasa basi.

 

Minji tersenyum dan mengelus perutnya yang besar, membuat Sungmin merasa nyeri.

“Sangat baik. Dua bulan lagi aku akan melahirkan, dan menurut pemeriksaan bayi kami laki–laki” jawab Minji.

 

“Kami?” Sungmin mengernyit memandang Minji.

“Aku dan Kyuhyun oppa” kata Minji.

 

Sungmin mendesah sesaat.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Sungmin.

 

Minji terdiam sesaat memandang Sungmin. Membuka tasnya dan mengeluarkan sebungkus amplop tebal. Sungmin mengernyit saat Minji menyodorkan benda itu padanya. Dengan ragu Sungmin membukanya dan terkejut. Lembaran–lembaran uang bernilai besar dan berjumlah sangat banyak.

 

“Semuanya berjumlah 100. 000.000 Won” kata Minji.

“Apa maksudnya ini?” tanya Sungmin mengernyit.

 

“Tolong tinggalkan Kyuhyun oppa, maka uang ini akan jadi milikmu” jawab Minji.

“Mwo?! Kau ingin membayarku?!” kata Sungmin mulai emosi.

 

Dibelakang Sungmin, Ryeowook merengut tidak suka memandang Minji, sementara Yesung hanya memperhatikan mereka tanpa suara. Sungmin meletakkan kembali amplop itu diatas meja dan memandang Minji dengan marah.

 

“Tidak bisakah kau memikirkan cara yang lebih keren? Cara seperti ini sudah ketinggalan zaman nona” kata Sungmin.

 

Minji meremas tasnya, berusaha untuk tetap tenang. Ia membuka tasnya dan meletakkan selembar tiket pesawat menuju Kanada. Sungmin kembali mengernyit memandang Minji. “Kau ingin mengirimku keluar negeri? Kau pikir dengan itu, kau bisa memisahkanku dengan Kyu?” kata Sungmin marah.

 

“Aku sudah memberimu kesempatan saat itu. Namun kau menolaknya. Padahal saat itu, aku sungguh rela jika Sungmin ssi benar–benar mengambil Kyuhyun oppa dariku” kata Minji tenang.

 

Sungmin mendengus, seakan ia salah dengar.

“Aku menolaknya untukmu, karena aku iba padamu. Tapi sekarang tidak. Aku benar-benar serius” kata Sungmin.

 

“Begitu juga denganku Sungmin ssi. Aku ingin mempertahan Kyuhyun oppa sekali ini” kata Minji.

 

“Kau tahu nona, awalnya aku melarang Sungmin hyung untuk berhubungan dengan Kyuhyun karena statusnya yang sudah menikah. Tapi melihat orang yang Kyuhyun nikahi selama ini, aku bersyukur Sungmin hyung tidak mendengarku. Kau sangat tidak sopan dan tidak menyenangkan nona” kata Ryeowook merengut tidak suka pada Minji.

 

Minji hanya memandang Ryeowook, kemudian memandang Yesung yang berdiri disamping Ryeowook dengan tenang. Minji beralih memandang Sungmin yang sedang memandangnya dengan marah dan terhina. Saat pertama kali melihat Sungmin, Minji tahu, ia tidak akan bisa menang darinya. Sungmin yang sempurna. Sungmin yang bersinar seperti matahari. Sungmin yang begitu menarik perhatian Kyuhyun. Sungmin mendengus memandang Minji kemudian beranjak pergi.

 

“Hyung…hyung mau kemana?” tanya Ryeowook.

 

Sungmin tidak menjawab dan beranjak menuju bar. Tidak lama ia kembali dengan dua botol Wiski ditangannya. Ia meletakkan botol-botol itu ditengah meja.  “Untuk apa botol wiski ini hyung?” tanya Ryeowook mengernyit.

 

“Untuk sebuah pertaruhan” jawab Sungmin.

“Mwo?” Ryeowook semakin mengernyit tidak mengerti.

 

Sungmin memandang Minji dan tersenyum.

“Kau pernah bertaruh sebelumnya Minji ssi?” tanya Sungmin.

“Umm…tidak” jawab Minji memandang botol wiski didepannya dengan ragu.

 

“Ayo kita bertaruh Minji ssi” kata Sungmin.

“Bertaruh?” kata Minji mengernyit.

 

“Yeah, bertaruh. Jika kau bisa mengalahkanku menghabiskan wiski ini, aku akan mengambil uang itu dan meninggalkan Kyuhyun. Tapi jika kau kalah, kau harus bercerai dari Kyuhyun. Bagaimana?” tantang Sungmin.

 

Min ji terdiam dengan ragu.

“Mwo? Hyung itu berbahaya” kata Ryeowook terkejut.

“Sungmin, Minji tidak mungkin minum wiski. Dia sedang hamil, dan alcohol sangat berbahaya bagi kehamilannya” kata Yesung bersuara.

 

Sungmin tidak peduli dan memandang Minji yang masih terdiam dengan ragu. Sungmin tidak bodoh, ia tahu alcohol tidak baik bagi orang hamil. Sungmin juga tidak serius, ia yakin Minji pasti akan menyerah.

 

“Baiklah. Ayo kita bertaruh Sungmin ssi” kata Min ji bersuara.

 

Sungmin terkejut mendengar keputusan Minji.

“Kau yakin? Mungkin ini akan membahayakan kehamilanmu. Sebaiknya kau mundur saja” kata Sungmin.

 

“Tidak. Aku ingin menunjukkan bahwa aku bisa mempertahankan Kyuhyun oppa” kata Minji menolak.

 

“Apa kau bodoh?” tanya Ryeowook mengernyit memandang Minji.

“Hentikan Min ji. Ini berbahaya. Ingat, kau sedang hamil” kata Yesung melarang.

 

Minji menggelengkan kepalanya dengan tegas. Mengambil botol wiski didepannya dan mulai menenggaknya, bersamaan dengan Sungmin yang mulai menenggak botolnya. Ryeowook dan Yesung hanya bisa terkejut memandang mereka berdua. Beberapa kali Minji hampir muntah karena tidak terbiasa minum, namun ia tetap nekat untuk meneruskannya, mengabaikan larangan Yesung yang mulai khawatir. Sungmin memperhatikan Minji dari sudut matanya. Rasa bimbang kembali mendatanginya. Namun bayangan Kyuhyun yang selalu memenuhi kepalanya membuatnya kembali bersemangat, menenggak botol wiskinya seperti orang gila.

 

Sungmin berhenti minum saat tiba–tiba Ryeowook berteriak cemas. Botol ditangan Minji terjatuh dan pecah. Sungmin memandang Minji yang memegang perutnya yang kesakitan.

“Ba…bayiku…” kata Minji kesakitan.

 

Sungmin masih terpaku memandang Minji. Ryeowook yang mulai panik, Yesung yang segera sibuk menelpon dan suasana club yang berubah semakin ramai karena insiden kecil ini. Sungmin tersadar saat beberapa petugas ambulance datang dan mengangkut tubuh Minji pergi. Ryeowook mengguncang pelan tubuh Sungmin dan menariknya pergi. Sungmin masih terdiam terpaku saat mobil Yesung membawanya pergi menuju rumah sakit. Sungmin tersadar, mungkin kehamilan Minji dalam bahaya. Dan ini karena pertaruhan bodohnya.

 

t.b.c